Tauhid Uluhiyah prioritas dakwah para Nabi
Ketahuilah wahai saudaraku rohimakaLLOH, sesungguhnya tauhid adalah mengesakan ALLOH dalam ber'ibadah. Tauhid merupakan inti agama para Rosul yang ALLOH utus untuk mendakwahkan agama itu kepada para hamba-NYA.
Hukum Puasa Ramadhan | Kajian Ramadhan
Syaikh Muhammad bin Sholih al-'Utsaimin rohimahullooh.
Kajian Romadhon.
Kajian ketiga.
Hukum Puasa Romadhon.
Segala puji bagi ALLOH. Tidak ada yang bisa menghalangi apa yang DIA berikan, dan tidak ada yang bisa memberi apa yang ingin diambil oleh-NYA. Keta'atan kepada-NYA merupakan 'ibadah paling utama di mata orang-orang yang ber'amal. Ketaqwaan kepada-NYA merupakan derajat paling utama bagi orang-orang yang bertaqwa. ALLOH menyiapkan hati para kekasih-NYA untuk menerima iman dan memudahkan mereka untuk melaksanakan kepatuhan kepada-NYA tanpa rasa penat dan letih. Mereka tidak merasakan letih dalam berkhidmat kepada-NYA. ALLOH menetapkan kesengsaraan bagi orang-orang yang sengsara ketika mereka menyimpang dari jalan yang benar lalu terjerumus ke dalam kesesatan. Mereka berpaling dari jalan yang lurus dan mengingkarinya sehingga akhirnya ALLOH memasukkan mereka ke dalam api Neraka yang menyala-nyala.
Aku memuji ALLOH atas segala anugerah yang diberikan kepada kita semua dari karunia-NYA. Aku bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang benar kecuali ALLOH, yang tidak mempunyai sekutu. DIA menghancurkan dan mengalahkan semua sekutu musuh. Aku bersaksi pula bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-NYA yang sengaja ALLOH pilih. Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Beliau, dan juga kepada Shohabat Beliau: Abu Bakar, yang selalu unggul dalam keutamaan; 'Umar, yang mampu membuat syaithon lari darinya; 'Utsman, pemilik dua cahaya, yang bertaqwa, dan bersih keturunannya; kepada 'Ali, menantu sekaligus kemenakan Beliau; kepada seluruh Shohabat yang telah meraih kehormatan dalam agama; serta kepada siapa saja yang mengikuti jejak mereka selama matahari masih terbit dan terbenam.
Puasa Romadhon merupakan salah satu bagian dari rukun Islam dan bangunannya yang agung. ALLOH Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Romadhon, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur-an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. ALLOH menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan ALLOH atas petunjuk-NYA yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (Qur-an Suroh al-Baqoroh (2): ayat 183-185)
Nabi shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam bersabda:
"Islam itu dibangun di atas lima dasar; kesaksian bahwa tidak ada sembahan yang benar kecuali ALLOH dan bahwa Muhammad adalah utusan ALLOH; menegakkan sholat; menunaikan zakat; menunaikan hajji ke Baitulloh; dan puasa Romadhon." (Mutafaq 'alaih)
Sedangkan dalam riwayat Imam Muslim disebutkan dengan kalimat:
"... puasa Romadhon dan menunaikan hajji ke Baitulloh."
Kaum muslimin seluruhnya sepakat bulat bahwa mengerjakan puasa Romadhon adalah kewajiban yang harus dilaksanakan dan ia menjadi bagian penting dari ajaran Islam. Maka siapa saja yang mengingkari kewajiban puasa ini berarti ia kafir, dan karena itu ia harus diminta bertaubat. Jika ia mau bertaubat dan kemudian mengakui wajibnya puasa bulan Romadhon, maka ia bisa diterima sebagai seorang muslim yang berhak mendapat perlindungan. Akan tetapi jika tidak mau bertaubat, maka ia harus diperangi sebagai seorang yang kafir dan murtad dari Islam. Matinya tidak perlu dimandikan, tidak dikafani, tidak disholatkan, tidak dido'akan mendapat rohmat, dan tidak dikubur di pemakaman kaum muslimin, akan tetapi dibuatkan galian di tempat jauh dari pemukiman kaum muslimin lalu dikubur di sana agar baunya tidak mengganggu manusia lain dan agar keluarganya tidak merasa terganggu dengan menyaksikan makamnya.
Puasa bulan Romadhon ini diwajibkan pada tahun kedua hijriah, sehingga Rosululloh shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam menjalankan puasa selama sembilan bulan (sembilan kali Romadhon). Kewajiban puasa ini melalui dua tahap: Tahap pertama: memberikan pilihan antara berpuasa dan makan, namun lebih mengutamakan puasa. Tahap kedua: menentukan puasa tanpa memberi pilihan.
Dalam kitab Shohihain (kitab Shohih al-Bukhori dan Shohih Muslim) disebutkan riwayat hadits dari al-Akwa ro-dhiyaLLOOHU 'anhu bahwa ia berkata: "Ketika turun firman ALLOH: 'Dan wajib orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. (Qur-an Suroh al-Baqoroh (2): ayat 184), maka siapa saja yang ingin berbuka dipersilakan berbuka untuk kemudian membayar fidyah, sampai kemudian turun ayat sesudahnya yang menasakhnya, yaitu firman ALLOH: 'Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. (Qur-an Suroh al-Baqoroh (2): ayat 185). Akhirnya ALLOH mewajibkan puasa sebagai wajib 'ain tanpa ada pilihan."
Puasa ini hanya diwajibkan ketika sudah dapat dipastikan masuknya bulan Romadhon, dan tidak boleh melakukan puasa sebelum masuknya bulan ini. Nabi shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam bersabda:
"Janganlah salah seorang di antara kalian mendahului Romadhon dengan puasa sehari atau dua hari. Kecuali jika ada seseorang yang memang sudah terbiasa berpuasa, maka silahkan saja ia berpuasa (sunnah) pada hari itu." (Hadits Riwayat Imam al-Bukhori)
Masuknya bulan Romadhon ini ditentukan dengan salah satu di antara dua hal:
Pertama:
Melihat hilal. Ini didasarkan pada firman ALLOH: "Barangsiapa di antara kamu menyaksikan bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu." (Qur-an Suroh al-Baqoroh (2): ayat 185)
Juga berdasarkan sabda Nabi shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam:
"Jika kalian melihat hilal, berpuasalah." (Muttafaq 'alaih; Hadits Riwayat Imam al-Bukhori dan Imam Muslim)
Tidak setiap orang harus melihatnya sendiri-sendiri. Akan tetapi jika ada satu orang saja yang bisa diterima kesaksiannya yang sudah menyaksikan masuknya bulan Romadhon, maka seluruhnya wajib mengerjakan puasa.
Kesaksian bahwa seseorang melihat hilal ini disyaratkan agar orang yang bersaksi itu sudah baligh, berakal, Muslim dan bisa dipercaya beritan, amanah dan penglihatannya. Adapun anak kecil, maka kesaksiannya mengenai datangnya bulan Romadhon tidak bisa diterima. Ini didasarkan pada hadits Ibnu 'Abbas ro-dhiyaLLOOHU 'anhuma bahwa ia berkata:
"Seorang Arob badui datang kepada Nabi shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam lalu berkata: 'Sesungguhnya aku telah melihat hilal (maksudnya hilal bulan Romadhon).' Beliau shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam pun bertanya: 'Apakah kamu bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang benar kecuali ALLOH?' Ia menjawab: 'Ya.' Nabi shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam bertanya lagi: 'Apakah kamu bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan ALLOH?' Ia menjawab: 'Ya.' Nabi shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam berkata: 'Wahai bilal, umumkan kepada orang-orang agar mereka mengerjakan puasa esok hari!" (Hadits Riwayat Imam Tujuh, kecuali Imam Ahmad) (6)
Adapun orang yang belum bisa dipercaya untuk menyampaikan sebuah berita, misalnya ia dikenal sebagai orang yang suka berdusta atau suka ceroboh, atau lemah penglihatannya dimana ia jelas tidak mungkin bisa melihatnya, maka kesaksiannya untuk menetapkan datangnya bulan Romadhon tidak bisa diterima. Sebab, kejujurannya diragukan, atau kemungkinan besar ia berdusta. Masuknya bulan Romadhon khususnya cukup berdasarkan kesaksian dari satu orang. Ini berdasarkan perkataan Ibnu 'Umar ro-dhiyaLLOOHU 'anhuma:
"Orang-orang saling berusaha melihat hilal, lalu aku kabarkan kepada Nabi shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam bahwa aku telah melihatnya. Beliau shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam pun lantas berpuasa dan menyuruh orang-orang agar berpuasa."
Hadits dia atas diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Imam al-Hakim yang sekaligus menyatakan bahwa hadits ini shohih berdasarkan syarat Imam Muslim.
Maka orang yang telah melihat hilal secara meyakinkan, ia wajib memberitahukan kepada pemerintah. Demikian juga jika melihat hilal bulan Syawwal dan Dzulhijjah, karena hal itu terkait dengan kewajiban puasa, idul Fithri dan hajji. Sedangkan bila suatu kewajiban itu tidak bisa terlaksana dengan sempurna kecuali dengan sarana, maka sarana ini menjadi wajib hukumnya. Jika seseorang melihat hilal dalam keadaan sendirian di suatu tempat yang sangat jauh dari keramaian yang tidak memungkinkan baginya untuk memberitahukan kepada pihak pemerintah, maka ia berkewajiban untuk melaksanakan puasa pada hari itu dan tetap berupaya untuk menyampaikan informasi kepada pihak pemerintah sesuai dengan kemampuannya.
Jika kepastian tibanya bulan Romadhon telah diumumkan oleh pihak pemerintah melalui radio atau media lainnya, maka masuk maupun keluarnya bulan Romadhon, atau bulan lainnya, telah disahkan. Sebab, pengumuman dari pihak pemerintah merupakahan hujjah syar'i yang wajib dilaksanakan. Oleh karena itu, Nabi shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam memerintahkan Bilal untuk mengumandangkan adzan di tengah-tengah masyarakat sebagai bentuk pengumuman sudah jatuhnya bulan Romadhon agar mereka berpuasa ketika Beliau shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam sudah tahu secara pasti bahwa Romadhon telah tiba. Pengumuman itu sekaligus menjadi hukum yang mengharuskan mereka untuk melaksanakan puasa Romadhon.
Jika masuknya bulan Romadhon telah dapat dipastikan secara syar'i, maka tidak ada lagi permasalahan dengan masalah manzilah (posisi) bulan. Sebab, Nabi shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam menyandarkan hukum ini berdasarkan terlihatnya hilal dan bukan berdasarkan posisi bulan. Nabi shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam bersabda:
"Jika kalian melihat hilal, berpuasalah. Dan jika kalian melihat hilal (kembali muncul), berbukalah." (Muttafaq 'alaih; Hadits Riwayat Imam al-Bukhori dan Imam Muslim)
Beliau shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam juga bersabda:
"Jika ada dua orang Muslim yang menyaksikan hilal, maka hendaklah kalian berpuasa (Romadhon) dan berbuka (Idul Fithri)." (Hadits Riwayat Imam Ahmad) (7)
Kedua:
Kaidah kedua untuk memastikan masuknya bulan Romadhon adalah sempurnanya bulan sebelumnya (Sya'ban) menjadi genap tiga puluh hari. Sebab, bulan qomariyyah tidak mungkin melebihi tiga puluh hari, dan juga tidak mungkin kurang dari dua puluh sembilan hari. Boleh jadi ada dua, tiga sampai empat bulan yang berturut-turut mempunyai tiga puluh hari; atau bisa juga ada dua, tiga sampai empat bulan mempunyai dua puluh sembilan hari. Akan tetapi biasanya satu sampai dua bulan dengan jumlah sempurna (tiga puluh hari), sedangkan bulan yang ketiganya adalah kurang dari tiga puluh hari. Jika bulan sebelumnya telah mencapai jumlah tiga puluh hari penuh, maka secara syar'i dihukumi telah masuk bulan berikutnya, sekalipun hilal tidak terlihat. Ini berdasarkan sabda Nabi shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam:
"Berpuasalah karena melihat hilal, dan berbukalah (di hari 'Idul Fithri) karena melihat hilal. Jika pertanda masuknya bulan tertutup awan, maka hitunglah bulan menjadi tiga puluh hari."
(Hadits Riwayat Imam Muslim)
Sedangkan Imam al-Bukhori meriwayatkan dengan lafal:
"Jika kalian tidak bisa melihat hilal karena samar, maka sempurnakanlah hitungan bulan menjadi tiga puluh hari."
Dan dalam kitan Shohiih Ibnu Khuzaimah disebutkan riwayat hadits dari 'Aisyah ro-dhiyaLLOOHU 'anhuma, bahwa ia berkata:
"Adalah Nabi shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam lebih memperhatikan hitungan bulan Sya'ban melebihi bulan-bulan lainnya, kemudian Beliau shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam melaksanakan puasa (Romadhon) ketika melihat hilal Romadhon. Jika langit tertutup mendung, maka Beliau shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam menghitung bulan menjadi lengkap tiga puluh hari, kemudian berpuasa Romadhon." (Imam Abu Dawud dan Imam ad-Daruquthni serta menshohihkannya)
Hadits-hadits di atas menjelaskan bahwa tidak boleh melaksanakan puasa Romadhon sebelum hilal Romadhon terlihat. Jika hilal tidak bisa dilihat, maka bulan Sya'ban dilengkapkan menjadi tiga puluh hari. Pada hari ketiga puluh bulan Sya'ban ini kita tidak boleh berpuasa, apakah malam itu terang atau pun tertutup awan. Ini berdasarkan perkataan 'Amar bin Yasir ro-dhiyaLLOOHU 'anhu:
"Siapa yang berpuasa pada hari dimana ia meragukannya, maka ia telah durhaka kepada Abul Qosim (Rosululloh shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam)." (Hadits Riwayat Imam Abu Dawud, Imam at-Tirmidzi, dan Imam an-Nasa-i, Imam al-Bukhori menyebutkannya secara mu'allaq)
Ya ALLOH, bantulah kami supaya bisa mengikuti petunjuk, dan jauhkanlah kami dari hal-hal yang menyebabkan kebinasaan dan kesengsaraan. Jadikanlah bulan Romadhon kami ini sebagai bulan kebaikan dan berkah. Bantulah kami untuk bisa menaati-MU. Jauhkanlah kami dari jalan-jalan kemaksiatan kepada-MU. Ampunilah kami dan juga kedua orang tua kami serta seluruh kaum muslimin dengan rohmat-MU, wahai Dzat Pemberi rohmat yang terbaik. Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam, kepada keluarga dan para Shohabat serta siapa saja yang mengikuti jalan mereka dengan baik hingga hari pembalasan.
===
(6) Dishohihkan oleh Imam Ibnu Khuzaimah dan Imam Ibnu Hibban, akan tetapi ia mencacatkannya karena dinilai mursal.
(7) Sanadnya tidak bermasalah (laa ba'sa bih), sekalipun terdapat perselisihan mengenai periwayat hadits ini. Tapi ia mempunyai syahid (hadits lain yang menjadi bukti penguat) yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Imam Daruquthni. Ia mengatakan bahwa isnadnya mttashil shohih.
===
Maroji':
Kitab: Majaalisu Syahru Romadhoon, Penulis: Syaikh Muhammad bin Sholih al-'Utsaimin, Penerbit: Daruts Tsuroyya lin Nasyr - Riyadh, Cetakan I, 1422 H/ 2002 M, Judul terjemahan: Kajian Romadhon, Penerjemah: Salafuddin Abu Sayyid, Penerbit: al-Qowam - Solo, Cetakan V, 2012 M.
===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Rosululloh shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam mencukupkan tarowih dengan sebelas roka'at, itu merupakan dalil bahwa tidak dibolehkannya menambah lebih dari jumlah tersebut
Rosululloh shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam mencukupkan tarowih dengan sebelas roka'at, itu merupakan dalil bahwa tidak dibolehkannya menambah lebih dari jumlah tersebut
Dengan penjelasan terdahulu, sudah cukup jelas bagi kita bahwa jumlah roka'at sholat malam adalah sebelas roka'at; berdasarkan nash yang shohih dari perbuatan Nabi shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam sendiri. Dan kalau kita renungkan, juga jelas bagi kita bahwa Beliau shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam konsisten melakukannya dengan jumlah roka'at itu sepanjang hidupnya, tanpa sedikitpun menambahnya; baik itu di bulan Romadhon ataupun di bulan yang lain. Kalau kita hadirkan kembali dalam ingatan kita bahwa sholat-sholat sunnah lainnya seperti sunnah rowatib, istisqo', sholat kusuf, dan sholat-sholat lain yang dikerjakan secara simultan oleh Nabi shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam; semuanya juga memiliki jumlah bilangan tertentu. Konsistensi Beliau shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam dalam melakukan sholat-sholat itu dalam jumlah roka'at tertentu, merupakan dalil -menurut para 'ulama- bahwa tidak boleh menambah bilangan tersebut (11).
Waktu sholat tarowih (2)
11- Mengerjakannya di akhir malam lebih afdhol bagi orang yang mampu, berdasarkan sabda Nabi shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam:
"Barangsiapa khawatir tidak dapat bangun di akhir malam hendaklah ia mengerjakan sholat witir pada awal malam. Barangsiapa ingin mengerjakannya di akhir malam maka hendaklah ia berwitir di akhir malam. Sebab sholat witir di akhir malam disaksikan oleh para Malaikat dan lebih afdhol." (25)
===
(25) Diriwayatkan oleh Imam Muslim dan lainnya, dan telah aku cantumkan takhrijnya dalam kitab Silsilah Hadits Shohih nomor 2610.
===
Maroji':
Kitab: Qiyaamu Romadhoon, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani, Judul terjemahan: Qiyam Romadhon, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari dan Siti Khoiriyah, Penerbit: at-Tibyan - Solo, Cetakan I, 2001 M.
===
Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com
===
Kios Tas, Sepatu, Jaket, Baju, dll
http://SahlaAgency.blogspot.com
===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Perkara-perkara yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang (6)
Barangsiapa yang secara sukarela mengerjakan kebajikan, maka jelas itu lebih baik baginya
Wajib puasa Romadhon
Barangsiapa yang secara sukarela mengerjakan kebajikan, maka jelas itu lebih baik baginya
Hal itu, seperti yang telah disampaikan sebelumnya, karena berbagai keutamaan tersebut, ALLOH mewajibkan kepada orang-orang muslim untuk berpuasa pada bulan Romadhon. Dan karena memutus nafsu dari keinginannya dan menghalanginya dari kebiasaannya, merupakan suatu hal yang sangat sulit, maka wajib puasa tersebut ditangguhkan hingga tahun kedua dari hijroh. Dan setelah hati benar-benar mantap pada tauhid dan pengagungan syi'ar-syi'ar ALLOH, maka dilakukan perubahan sedikit demi sedikit, dengan mulai memberikan pilihan yang disertai anjuran dalam puasanya. Sebab, bisa jadi puasa itu terasa sangat berat bagi para Shohabat rodhiyaLLOOHU 'anhum. Pada saat itu, orang yang ingin berbuka dan membayar fidyah, diperbolehkan. ALLOH Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang berfirman:
"Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik jika kamu mengetahui."
(Qur-an Suroh al-Baqoroh: ayat 184)
===
Maroji':
Kitab: Shifatu Shoumin Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam fii Romadhoon, Penulis: Abu Usamah Salim bin 'Ied al-Hilali dan 'Ali Hasan 'Ali 'Abdul Hamid, Penerbit: al-Maktabah al-Islamiyyah, Amman - Yordania, Cetakan IV, 1412 H/ 1992 M, Judul terjemahan: Meneladani Shoum Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam, Penerjemah: M. Abdul Ghoffar E.M, Penerbit: Pustaka Imam asy-Syafi'i, Cetakan II, 1426 H/ 2005 M.
===
Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com
===
Kios Tas, Sepatu, Jaket, Baju, dll
http://SahlaAgency.blogspot.com
===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Anda cemas gula darah tancap gas (3)
(Hadits Riwayat Imam al-Bukhori)
Anda cemas gula darah tancap gas (2)
Anda cemas gula darah tancap gas
(Qur-an Suroh al-Ma'aarij: ayat 19-20)
Menambah lafazh takbir dengan lafazh yang tidak dicontohkan
Kesalahan-kesalahan seputar dua hari raya
10. Menambah lafazh takbir dengan lafazh yang tidak dicontohkan
Redaksi yang benar (yang dicontohkan) untuk takbir adalah:
ALLOOHU Akbar, ALLOOHU Akbar, Laa ilaaHa illaLLOOHU waLLOOHU Akbar, ALLOOHU Akbaru waliLLAAHIL hamdu.
Waktu takbir
Takbir pada dua hari raya dan sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah
Pembahasan ketiga
Waktu takbir
Sebagaimana dijelaskan terdahulu, ada takbir muthlaq dan ada takbir muqoyyad, dan semuanya memiliki waktu yang khusus.
Takbir di malam dua hari raya
Pendapat fuqoha' mengenai masjid yang sah dipakai untuk i'tikaaf
Pendapat fuqoha' mengenai masjid yang sah dipakai untuk i'tikaaf
Para fuqoha' berbeda pendapat mengenai masjid yang sah dipakai untuk i'tikaaf, dalam hal ini ada beberapa pendapat, yaitu:
Hadits tarowih dua puluh roka'at dho'if sekali dan tak dapat dijadikan hujjah untuk ber'amal
Waktu sholat tarowih
Waktu sholat tarowih
10- Waktu pelaksanaan sholat tarowih dimulai setelah sholat 'isya hingga terbit fajar. Berdasarkan sabda Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam:
"Sesungguhnya ALLOH telah menambah bagimu sebuah sholat, yaitu sholat witir. Waktu sholat witir (23) itu mulai dari sholat 'isya hingga sholat fajar." (24)
===
(23) Sholat malam disebut juga sholat witir karena jumlah bilangan roka'atnya witir, yakni ganjil.
(24) Hadits shohih diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan lainnya, dari Abu Bashroh, telah aku cantumkan takhrijnya dalam kitab Silsilah Hadits Shohih nomor 108, dan kitab al-Irwa' 2/158.
===
Maroji':
Kitab: Qiyaamu Romadhoon, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani, Judul terjemahan: Qiyam Romadhon, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari dan Siti Khoiriyah, Penerbit: at-Tibyan - Solo, Cetakan I, 2001 M.
===
Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com
===
Kios Tas, Sepatu, Jaket, Baju, dll
http://SahlaAgency.blogspot.com
===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Keutamaan puasa (3) | Kajian Romadhon
Syaikh Muhammad bin Sholih al-'Utsaimin rohimahullooh.
Kajian kedua.
Keutamaan puasa.
Di antara keutamaan puasa adalah bahwa ia akan memberikan syafa'at kepada orang yang meng'amalkannya pada hari Kiamat. Diriwayatkan dari 'Abdulloh bin Amru rodhiyaLLOOHU 'anhu bahwa Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam bersabda:
"Puasa dan al-Qur-an akan memberikan syafa'at kepada hamba pada hari Kiamat. Puasa akan berkata: 'Ya ROBB-ku, aku telah mencegahnya dari makanan dan nafsu. Karena itu syafa'atkanlah aku padanya!' Sedangkan al-Qur-an berkata: 'Aku telah mencegahnya dari tidur di malam hari. Karena itu syafa'atkanlah aku padanya!' Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam bersabda: 'Keduanya kemudian menjadi syafa'at'."
(Hadits Riwayat Imam Ahmad) (5)
Keutamaan puasa tidak bisa diraih sehingga orang yang berpuasa itu menjaga betul adab-adabnya. Karena itu, bersungguh-sungguhlah di dalam menjalankan puasa kalian dan peliharalah batasan-batasannya. Bertaubatlah kepada ALLOH dari segala kekurangan kalian di dalamnya.
Ya ALLOH, peliharalah puasa kami dan jadikanlah ia sebagai pensyafa'at bagi kami. Berilah kami ampunan, untuk kami sendiri dan juga kedua orang tua kami serta seluruh kaum muslimin. Semoga sholawat dan salam terlimpah kepada Nabi Muhammad shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam serta kepada keluarga dan para Shohabat Beliau.
===
(5) Diriwayatkan juga oleh Imam ath-Thobroni dan al-Hakim, ia menyatakan shohih berdasarkan syarat Imam Muslim. Imam al-Mundziri berkata: "Rijal hadits ini dapat dijadikan sebagai pegangan untuk menentukan sebagai hadits shohih."
===
Maroji':
Kitab: Majaalisu Syahru Romadhoon, Penulis: Syaikh Muhammad bin Sholih al-'Utsaimin rohimahullooh, Penerbit: Daruts Tsuroyya lin Nasyr - Riyadh, Cetakan I, 1422 H/ 2002 M, Judul terjemahan: Kajian Romadhon, Penerjemah: Salafuddin Abu Sayyid, Penerbit: al-Qowam - Solo, Cetakan V, 2012 M.
===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Perkara-perkara yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang (5)
Keutamaan bulan Romadhon: Lailatul Qodar
Keutamaan bulan Romadhon
3. Lailatul Qodar
Kau tentu sudah mengetahui, wahai hamba yang beriman, bahwa ALLOH Jalla Jalaaluhu telah memilih bulan Romadhon, karena di dalam bulan ini al-Qur-an al-Karim diturunkan. Dan mungkin juga menggunakan hal tersebut dalam qiyas dengan cara yang beragam, di antaranya:
a. Hari yang paling mulia menurut ALLOH adalah hari di bulan Romadhon, yang padanya al-Qur-an diturunkan. Oleh karena itu, suatu keharusan untuk mengkhususkan bulan ini dengan 'amalan-'amalan tambahan. Mengenai hal tersebut, insya ALLOH akan diuraikan lebih lanjut dalam pembahasan tentang Lailatul Qodar.
b. Jika nikmat telah dilimpahkan kepada kaum muslimin, maka mereka pun berkewajiban untuk menambah 'amalan sebagai bentuk rasa syukur kepada ALLOH. Pengertian tersebut diperkuat oleh firman ALLOH setelah penyempurnaan nikmat bulan puasa:
"Dan supaya kamu menyempurnakan bilangan bulan itu dan supaya kamu membesarkan nama ALLOH, karena petunjuk-petunjuk yang telah DIA berikan kepadamu, dan supaya kamu bersyukur kepada-NYA."
(Qur-an Suroh al-Baqoroh: ayat 185)
Dan firman ALLOH Tabaaroka wa Ta'aala setelah mereka menyelesaikan nikmat 'ibadah hajji:
"Maka apabila kamu telah selesai menunaikan manasik hajjimu maka ingatlah kepada ALLOH seperti kamu mengingat-ingat nenek moyangmu atau lebih banyak lagi."
(Qur-an Suroh al-Baqoroh: ayat 200)
===
Maroji':
Kitab: Shifatu Shoumin Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam fii Romadhoon, Penulis: Abu Usamah Salim bin 'Ied al-Hilali dan 'Ali Hasan 'Ali 'Abdul Hamid, Penerbit: al-Maktabah al-Islamiyyah, Amman - Yordania, Cetakan IV, 1412 H/ 1992 M, Judul terjemahan: Meneladani Shoum Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam, Penerjemah: M. Abdul Ghoffar E.M, Penerbit: Pustaka Imam asy-Syafi'i, Cetakan II, 1426 H/ 2005 M.
===
Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com
===
Kios Tas, Sepatu, Jaket, Baju, dll
http://SahlaAgency.blogspot.com
===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Pankreas pabrik insulin yang cerdas (3)
Pergi ke tempat sholat dengan diam (tidak bertakbir)
Kesalahan-kesalahan seputar dua hari raya
9. Pergi ke tempat sholat dengan diam (tidak bertakbir)
Sebagian kaum muslimin pergi ke lapangan tempat pelaksanaan sholat dengan diam tidak bertakbir, hingga mereka selesai melaksanakan sholat. Hal ini adalah keliru, yang benar adalah hendaknya seorang muslim bertakbir sejak berangkat keluar dari rumahnya, hingga sampai ke musholla (lapangan tempat pelaksanaan sholat), dengan mengeraskan suara takbir, mensyi'arkan syi'ar Islam yang agung ini. ALLOH Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman:
Jenis-jenis takbir
Takbir pada dua hari raya dan sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah
Pembahasan kedua
Jenis-jenis takbir
Takbir terdiri dari dua jenis, takbir muthlaq (bebas) dan takbir muqoyyad (terikat). Takbir muthlaq menurut pendapat yang rojih, disyari'atkan pada dua malam hari raya sampai selesai khutbah, demikian juga disyari'atkan di sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah.
Rukun-rukun i'tikaaf
Rukun-rukun i'tikaaf
Rukun-rukun i'tikaaf adalah:
1. Niat, karena tidak sah satu 'amalan melainkan dengan niat.
ALLOH Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman:
Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam tidak pernah sholat tarowih melebihi sebelas roka'at (2)
Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam tidak pernah sholat tarowih melebihi sebelas roka'at
Yang kedua: Dari Jabir bin 'Abdillah rodhiyaLLOOHU 'anhu bahwa dia menuturkan: "Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam pernah sholat bersama kami di bulan Romadhon sebanyak delapan roka'at
Bacaan ayat dalam sholat tarowih
Bacaan ayat dalam sholat tarowih
9- Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam tidak membatasi jumlah ayat yang harus dibaca dalam sholat malam pada bulan Romadhon maupun di luar Romadhon sehingga tidak boleh lebih dan tidak kurang dari jumlah tersebut! Bahkan bacaan Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam dalam sholat malam sangat variatif, terkadang panjang dan terkadang pendek. Adakalanya Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam membaca sekadar suroh al-Muzammil, yaitu kira-kira dua puluhan ayat dalam satu roka'at. Adakalanya Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam membaca sampai lima puluhan ayat, Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam bersabda:
"Barangsiapa sholat di malam hari dengan membaca seratus ayat maka ia tidak terhitung sebagai hamba yang lalai!"
Dalam hadits lain Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam bersabda:
"Barangsiapa membaca dua ratusan ayat maka ia terhitung sebagai hamba yang ta'at dan ikhlash."
Dalam keadaan sakit Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam pernah mengerjakan sholat malam dengan membaca tujuh suroh yang panjang, yaitu suroh al-Baqoroh, Ali 'Imron, an-Nisaa', al-Maa-idah, al-An'am, al-A'rof, dan at-Taubah.
Dalam kisah Hudzaifah bin al-Yaman yang sholat bermakmum di belakang Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam, disebutkan bahwa ketika itu Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam membaca suroh al-Baqoroh kemudian an-Nisaa' kemudian Ali 'Imron dalam satu roka'at. Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam membacanya dengan tartil dan perlahan. (18)
Dalam sebuah riwayat yang shohih disebutkan bahwa 'Umar rodhiyaLLOOHU 'anhu memerintahkan Ubay bin Ka'ab rodhiyaLLOOHU 'anhu agar mengimami kaum muslimin sholat tarowih pada bulan Romadhon sebanyak sebelas roka'at. Saat itu Ubay membaca sekitar seratusan ayat sehingga makmum di belakangnya bersandar dengan tongkat karena terlalu lama berdiri. Dan mereka baru selesai ketika menjelang fajar." (19)
Dalam satu riwayat yang shohih masih dari 'Umar rodhiyaLLOOHU 'anhu disebutkan bahwa dia memanggil para qori pada bulan Romadhon, dia memerintahkan qori yang paling cepat bacaannya supaya membaca tiga puluh ayat, yang sedang bacaannya membaca dua puluh lima ayat, dan yang lambat bacaannya membaca dua puluh ayat. (20)
Apabila ia mengerjakan sholat tarowih sendirian, ia boleh memanjangkannya sekehendaknya. Demikian pula bila yang ikut sholat di belakangnya memiliki keinginan yang sama (memanjangkan sholat). Semakin panjang sholat malam itu akan semakin afdhol. Namun Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam tidak berlebihan memperpanjang sholat malam hingga semalam suntuk, hal itu sangat jarang Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam lakukan. Itulah sunnah Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam yang patut diteladani, Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam bersabda:
"Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam." (21)
Namun bila ia bertindak sebagai imam, maka ia boleh memanjangkannya dengan panjang yang tidak memberatkan makmum di belakangnya, berdasarkan sabda Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam:
"Jika kamu bertindak sebagai imam maka ringankanlah sholat, sebab di antara para makmum ada anak kecil, orang tua, orang lemah, orang sakit serta orang yang punya kepentingan. Jika ia sholat sendirian maka silahkan ia memanjangkannya sekehendaknya." (22)
===
(18) Hadits-hadits tersebut di atas seluruhnya shohih, telah aku cantumkan takhrijnya dalam kitab Shifat Sholat Nabi halaman 117-122.
(19) Hadits Riwayat Imam Malik, silahkan lihat kitab Sholat Tarowih halaman 52.
(20) Silahkan lihat takhrijnya dalam kitab Sholat Tarowih halaman 71, diriwayatkan juga oleh Imam 'Abdurrozzaq dalam kitab al-Mushonnaf 4/261/7731 dan Imam al-Baihaqi 2/497.
(21) Merupakan bagian dari sebuah hadits yang panjang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam an-Nasa-i dan lainnya. Aku telah mencantumkan takhrijnya dalam kitab Ahkamul Janaiz halaman 18 dan kitab al-Irwa' 608.
(22) Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhori dan Imam Muslim, lafal di atas berikut tambahannya adalah lafal Imam Muslim, aku telah mencantumkan takhrijnya dalam kitab al-Irwa' 512 dan kitab Shohih Abu Dawud nomor 759-760.
===
Maroji':
Kitab: Qiyaamu Romadhoon, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani, Judul terjemahan: Qiyam Romadhon, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari dan Siti Khoiriyah, Penerbit: at-Tibyan - Solo, Cetakan I, 2001 M.
===
Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com
===
Kios Tas, Sepatu, Jaket, Baju, dll
http://SahlaAgency.blogspot.com
===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Keutamaan puasa (2) | Kajian Romadhon
Syaikh Muhammad bin Sholih al-'Utsaimin rohimahullooh.
Kajian kedua.
Keutamaan puasa.
Keutamaan puasa Romadhon lainnya adalah bahwa pahalanya tidak terbatas dengan jumlah tertentu, akan tetapi orang yang berpuasa akan diberi pahala tanpa hitungan. Dalam kitab Shohiihain disebutkan riwayat hadits dari Abu Huroiroh rodhiyaLLOOHU 'anhu bahwa ia berkata: Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam bersabda:
"ALLOH Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman: 'Setiap 'amalan anak Adam itu adalah menjadi haknya, kecuali puasa. Sesungguhnya ia menjadi hak-KU, dan AKU sendiri yang akan memberikan balasannya.' Puasa adalah perisai. Maka jika salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, hendaklah ia tidak berkata kotor dan tidak berteriak-teriak. Jika ada seseorang mencelanya atau memeranginya, maka hendaklah ia berkara: 'Aku sedang berpuasa!' Demi DZAT yang jiwa Muhammad ada di tangan-NYA, bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi ALLOH daripada aroma kesturi. Orang yang berpuasa punya dua kebahagiaan yang bisa ia rasakan; kebahagiaan ketika ia berbuka dan kebahagiaan ketika ia bertemu dengan ROBB-nya karena puasa yang dilakukannya."
Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan:
"Setiap 'amal perbuatan anak Adam menjadi miliknya yang dilipatgandakan kebaikannya (pahalanya) sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. ALLOH berfirman: 'Kecuali puasa, karena sesungguhnya ia milik-KU dan AKU akan membalasnya sendiri. Orang yang berpuasa itu meninggalkan nafsu dan makanannya demi AKU'."
Hadits yang mulia ini menunjukkan keutamaan puasa dari beberapa segi.
Pertama: ALLOH Sub-haanahu wa Ta'aala mengkhususkan 'ibadah puasa ini hanya untuk diri-NYA di antara segala 'amalan 'ibadah lainnya. Ini disebabkan karena kemuliaan 'ibadah ini di sisi-NYA, kecintaan ALLOH kepada 'amalan ini, serta lahirnya keikhlasan dalam melaksanakannya. Sebab, ini merupakan rahasia antara seorang hamba dengan ROBB-nya, yang hanya ALLOH saja yang tahu. Orang yang berpuasa itu berada di tempat yang sepi dari manusia yang sebenarnya memungkinkan baginya untuk makan apa yang diharomkan oleh ALLOH atasnya namun ia tidak mau, karena ia berpuasa. Sebab, ia mengetahui bahwa ia punya ROBB yang senantiasa mengetahuinya dalam kesendiriannya sekalipun. ALLOH telah mengharomkan makan barang harom, kemudian ia meninggalkan barang harom itu semata karena takut kepada sanksi dari ALLOH di samping keinginan untuk meraih pahala dari-NYA. Oleh karena itu, ALLOH merasa berterima kasih kepadanya atas ketulusan itu, dan kemudian ALLOH mengkhususkan 'amalan puasa hamba-NYA itu hanya untuk diri-NYA di antara sekian banyak 'amalan lainnya. Oleh karena itu, ALLOH berfirman, "Ia meninggalkan nafsu dan makanannya hanya karena AKU." Kekhususan faedah ini terlihat dengan jelas pada hari Kiamat, sebagaimana yang dikatakan oleh Sufyan bin Uyainah rohimahuLLOOH: "Pada hari Kiamat nanti ALLOH akan menghisab hamba-NYA lalu menuntut kezholiman-kezholiman yang dilakukannya dengan menguras seluruh 'amalannya untuk menutupi kezholimannya itu. Sehingga apabila tidak tersisa lagi kecuali 'amalan puasa, maka ALLOH akan memaafkan kezholimannya yang tersisa kemudian memasukkannya ke dalam Surga karena 'amalan puasanya."
Kedua: ALLOH Sub-haanahu wa Ta'aala mengatakan (tentang puasa): "Dan AKU yang akan memberikan balasannya." ALLOH menyandarkan balasan 'ibadah puasa ini kepada diri-NYA yang Mulia, karena 'amal-'amal sholih itu akan dilipatgandakan dengan jumlah tertentu, mulai dari sepuluh hingga sepuluh kali lipat sampai kepada lipatan yang sekian banyak. Sedangkan 'ibadah puasa langsung dibalas dan dilipatgandakan sendiri oleh ALLOH tanpa perhitungan jumlah. ALLOH adalah DZAT yang paling dermawan dan pemurah. Pemberian itu tergantung siapa yang memberi. Dengan demikian pahala puasa itu sangat besar dan sangat banyak tanpa kalkulasi angka. Puasa adalah bentuk kesabaran dalam melakukan keta'atan kepada ALLOH, kesabaran dalam meinggalkan larangan-larangan ALLOH, dan kesabaran terhadap ketentuan ALLOH yang tidak menyenangkan, berupa rasa lapar, haus, serta lemahnya badan. Dalam 'ibadah puasa terhimpun tiga bentuk kesabaran, dan ini akan mengantarkan orang yang berpuasa menjadi bagian dari orang-orang yang bersabar. Sedangkan ALLOH Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman: 'Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.' (Qur-an Suroh az-Zumar (39): ayat 10)
Ketiga: Puasa adalah perisai. Maksudnya adalah pelindung yang akan menjaga dan melindungi orang yang berpuasa dari perbuatan kesia-siaan dan perbuatan kotor. Oleh karena itu, Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam bersabda: "Jika salah seorang di antara kalian sedang melaksanakan puasa, maka janganlah berkata kotor dan jangan berteriak-teriak."
Di samping itu juga, karena puasa akan menjaganya dari api Neraka. Oleh karena itu -Imam Ahmad dengan isnad hasan meriwayatkan dari Jabir rodhiyaLLOOHU 'anhu bahwa- Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam bersabda:
"Puasa adalah perisai yang bisa digunakan oleh hamba untuk melindungi diri dari Neraka."
Keempat: Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi ALLOH daripada aroma kesturi, karena ia merupakan bagian dari dampak puasa. Dengan demikian bau mulut itu harum sekali di sisi ALLOH dan sangat dicintai oleh-NYA. Ini merupakan dalil yang menunjukkan keagungan puasa di sisi ALLOH sehingga sesuatu yang dibenci dan menjijikkan di mata manusia menjadi disukai di sisi ALLOH dan bahkan harum. Sebab, ia ditimbulkan oleh pelaksanaan keta'atan kepada ALLOH berupa 'ibadah puasa.
Kelima: Orang yang berpuasa memperoleh dua kesenangan; kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika kelak bertemu dengan ROBB-nya. Kebahagiaannya ketika ia berbuka adalah karena ia merasa senang atas nikmat yang dianugerahkan oleh ALLOH kepadanya, yaitu bisa melaksanakan 'ibadah puasa yang merupakan bagian dari bentuk 'amal sholih yang paling utama. Betapa banyak orang yang tidak memperoleh karunia itu sehingga ia tidak berpuasa. Ia juga merasa senang atas makanan, minuman dan jimak yang dihalalkan kembali oleh ALLOH baginya setelah sebelumnya diharomkan pada saat berpuasa.
Sedangkan kebahagiaannya ketika bertemu dengan ROBB-nya adalah karena ia senang sekali dengan 'ibadah puasanya ketika ia mendapatkan balasannya di sisi ALLOH secara utuh pada saat dimana ia jauh lebih membutuhkannya ketika dikatakan: "Dimana orang-orang yang berpuasa?" Mereka dipersilakan masuk ke dalam Surga dari pintu Royyan yang tidak akan dimasuki oleh seorang pun selain mereka.
Hadits ini berisi petunjuk dan bimbingan bagi orang yang berpuasa jika ia dicela atau diperangi oleh seseorang agar jangan melakukan pembalasan dengan hal yang sama, sehingga orang yang mencaci tidak semakin menambah caciannya. Begitu pula ia tidak boleh melemah di hadapannya dengan mengambil sikap diam saja, akan tetapi ia harus memberitahukan kepadanya bahwa ia sedang berpuasa. Ini merupakan isyarat bahwa ia tidak akan melakukan pembalasan yang sama karena menghormati 'ibadah puasa. Bukan karena lemah dan tidak mampu membalas. Serta-merta, orang yang mencaci akan menghentikan perbuatannya. "Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yanga sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar." (Qur-an Suroh Fushshilat (41): ayat 34-35)
Baca selanjutnya: Keutamaan puasa (3)
===
Maroji':
Kitab: Majaalisu Syahru Romadhoon, Penulis: Syaikh Muhammad bin Sholih al-'Utsaimin rohimahullooh, Penerbit: Daruts Tsuroyya lin Nasyr - Riyadh, Cetakan I, 1422 H/ 2002 M, Judul terjemahan: Kajian Romadhon, Penerjemah: Salafuddin Abu Sayyid, Penerbit: al-Qowam - Solo, Cetakan V, 2012 M.
===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Perkara-perkara yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang (4)
Keutamaan bulan Romadhon: Dibelenggunya syaithon dan ditutupnya pintu-pintu Neraka serta dibukanya pintu-pintu Surga
Keutamaan bulan Romadhon
2. Dibelenggunya syaithon dan ditutupnya pintu-pintu Neraka serta dibukanya pintu-pintu Surga
Pada bulan yang penuh barokah ini, kejahatan di muka bumi menjadi sedikit, karena pada bulan itu, jin-jin jahat dibelenggu dengan rantai dan belenggu serta borgol, sehingga mereka tidak bisa melakukan pengrusakan terhadap ummat manusia sebagaimana mereka biasa melakukannya pada mereka di bulan-bulan lainnya, karena kaum muslimin tengah berkonsentrasi menjalankan puasa, yang merupakan pengekang nafsu syahwat. Dan juga sibuk membaca al-Qur-an serta berbagai macam 'ibadah yang dapat mendidik sekaligus menyucikan jiwa. ALLOH ROBBUL 'Izzati berfirman:
"Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelummu agar kamu bertaqwa."
(Qur-an Suroh al-Baqoroh: ayat 183)
Oleh karena itu, pintu-pintu Jahannam ditutup, sedang pintu-pintu Surga dibuka. Sebab, 'amal sholih pada saat itu cukup banyak, dan ucapan-ucapan yang baik pun melimpah.
Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam bersabda:
"Jika bulan Romadhon tiba maka pintu-pintu Surga (16) dibuka, sedangkan pintu-pintu Neraka ditutup, dan syaithon pun dibelenggu." (17)
Semuanya itu berlangsung dari permulaan malam bulan yang penuh barokah tersebut. Hal itu didasarkan pada sabda Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam:
"Apabila malam pertama bulan Romadhon tiba, maka syaithon-syaithon dan jin ifrit dibelenggu, pintu-pintu Neraka ditutup sehingga tidak ada satu pintu pun darinya yang dibuka. Dan pintu-pintu Surga dibuka sehingga tidak satu pintu yang ditutup. Kemudian ada seorang penyeru yang berseru: 'Wahai pencari kebaikan, sambutlah, dan wahai pencari kejahatan, kurangilah. Dan ALLOH membebaskan orang-orang dari Neraka, dan itu berlangsung pada setiap malam." (18)
===
(16) Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan: "Futtihat abwaa-bur rohmah (pintu-pintu rohmat dibuka)."
(17) Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhori 4/97 dan Imam Muslim 1079.
(18) Diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi 682, Imam Ibnu Majah 1642, Imam Ibnu Khuzaimah 3/188, melalui jalan Abu Bakar bin 'Iyasy dari al-A'masy dari Abu Huroiroh rodhiyaLLOOHU 'anhu. Dan ini adalah sanad yang hasan.
===
Maroji':
Kitab: Shifatu Shoumin Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam fii Romadhoon, Penulis: Abu Usamah Salim bin 'Ied al-Hilali dan 'Ali Hasan 'Ali 'Abdul Hamid, Penerbit: al-Maktabah al-Islamiyyah, Amman - Yordania, Cetakan IV, 1412 H/ 1992 M, Judul terjemahan: Meneladani Shoum Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam, Penerjemah: M. Abdul Ghoffar E.M, Penerbit: Pustaka Imam asy-Syafi'i, Cetakan II, 1426 H/ 2005 M.
===
Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com
===
Kios Tas, Sepatu, Jaket, Baju, dll
http://SahlaAgency.blogspot.com
===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Pankreas pabrik insulin yang cerdas (2)
Mengkhususkan malam 'id untuk sholat malam
Kesalahan-kesalahan seputar dua hari raya
8. Mengkhususkan malam 'id untuk sholat malam
Sesungguhnya sholat malam itu dianjurkan pada seluruh malam dalam setahun (12), terutama pada bulan Romadhon, berdasarkan riwayat yang terdapat dalam kitab ash-Shohiihain (Shohiih al-Bukhori dan Shohiih Muslim), bahwa Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam bersabda:
Dalil takbir
Pembahasan pertama
Takbir pada dua hari raya dan sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah
Takbir disyari'atkan pada dua malam hari raya dan sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah dengan tata cara yang telah disyari'atkan.
Dalil takbir:
Syarat-syarat i'tikaaf
Syarat-syarat i'tikaaf
Syarat-syarat bagi orang yang i'tikaaf ialah:
a. Seorang muslim.
b. Mumayyiz.
c. Suci dari janabat, suci dari haidh dan suci dari nifas.
Apabila i'tikaaf dilakukan di luar bulan Romadhon, maka:
Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam tidak pernah sholat tarowih melebihi sebelas roka'at
Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam tidak pernah sholat tarowih melebihi sebelas roka'at
Setelah kita menetapkan, disyari'atkannya berjama'ah dalam sholat tarowih berdasarkan ketetapan Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam, perbuatan Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam dan juga anjurannya, maka sudah seharusnya kami jelaskan juga berapa jumlah roka'at yang dilaksanakan Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam pada malam-malam yang Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam hidupkan bersama para shohabat rodhiyaLLOOHU 'anhum. Dan perlu diketahui, bahwa dalam hal ini kami memiliki dua dalil:
Jumlah roka'at sholat tarowih (2)
Jumlah roka'at sholat tarowih
8- Ia boleh mengerjakannya kurang dari jumlah tersebut (sebelas roka'at). Hingga meskipun hanya mengerjakan satu roka'at witir saja. Dalilnya adalah dari perbuatan dan sabda Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam. Adapun perbuatan Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam, 'Aisyah rodhiyaLLOOHU 'anhuma pernah ditanya tentang berapa roka'atkah Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam mengerjakan sholat witir? Ia menjawab:
"Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam mengerjakan sholat witir empat roka'at lalu ditambah tiga roka'at. Kadang kala enam roka'at lalu ditambah dengan tiga roka'at. (15) Kadang kala sepuluh roka'at lalu ditambah dengan tiga roka'at. Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam tidak pernah mengerjakan sholat witir kurang dari tujuh roka'at, dan tidak pernah melebihi tiga belas roka'at." (16)
Adapun sabda Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam adalah:
"Sholat witir itu haq! Apabila ingin, ia boleh mengerjakannya lima roka'at, boleh juga tiga roka'at, dan bahkan boleh juga satu roka'at." (17)
===
(15) Aku katakan: "Termasuk di antaranya dua roka'at sholat sunnat ba'diyah 'Isya dan dua roka'at ringan yang biasa dikerjakan Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam untuk membuka sholat malam. Demikian menurut pendapat yang dipilih oleh al-Hafizh Ibnu Hajar, silakan lihat kitab Sholat Tarowih halaman 19-20.
(16) Hadits Riwayat Imam Abu Dawud, Imam Ahmad, dan lainnya, sanad hadits tersebut bagus, telah dinyatakan shohih oleh Imam al-Iroqi, takhrijnya telah aku cantumkan dalam kitab Sholat Tarowih halaman 98-99 dan kitab Shohih Abu Dawud nomor 1233.
(17) Hadits Riwayat Imam ath-Thohawi, Imam al-Hakim serta yang lainnya. Sanad hadits tersebut shohih sebagaimana dikatakan oleh beberapa imam ahli hadits. Ada sebuah riwayat penyerta baginya dengan menyebutkan tambahan yang mungkar, aku telah menjelaskannya dalam kitab Sholat Tarowih halaman 99-100.
===
Maroji':
Kitab: Qiyaamu Romadhoon, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani, Judul terjemahan: Qiyam Romadhon, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari dan Siti Khoiriyah, Penerbit: at-Tibyan - Solo, Cetakan I, 2001 M.
===
Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com
===
Kios Tas, Sepatu, Jaket, Baju, dll
http://SahlaAgency.blogspot.com
===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Keutamaan Puasa | Kajian Ramadhan
Syaikh Muhammad bin Sholih al-'Utsaimin rohimahullooh.
Kajian Romadhon.
Kajian kedua.
Keutamaan puasa.
Segala puji bagi ALLOH Yang Maha Lembut, Maha Penyantun, Maha Pemberi, Yang Maha Kaya, Maha Kuat, Maha Penyabar, Maha Mulia, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang. DIA al-Awwal, tidak ada yang mendahului-NYA; al-Akhir, tidak ada yang sesudah-NYA; azh-Zhohir, tidak ada yang di atas-NYA; al-Bathin, tidak ada sesuatu di bawah-NYA; DIA mengetahui segala yang akan dan sudah terjadi. DIA berkuasa untuk membuat mulia dan membuat hina, dan membuat butuh dan tidak butuh. DIA melakukan apa saja yang DIA kehendaki berdasarkan hikmah dan kebijaksanaan-NYA. Setiap hari DIA mengatur urusan. DIA memancang bumi dengan gunung-gunung di berbagai penjuru serta mengirimkan awan yang berat dengan membawa air untuk dijatuhkan di bumi agar bumi itu menjadi hidup. ALLOH menetapkan seluruh penghuni bumi untuk memberikan balasan yang buruk kepada orang-orang yang berbuat buruk serta memberikan balasan kebaikan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.
Aku memuji ALLOH atas sifat-sifat-NYA yang sempurna dan baik. Aku juga bersyukur kepada-NYA atas nikmat-NYA yang sempurna. Dengan bersyukur, pemberian dan karunia dari ALLOH akan semakin bertambah. Aku bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang benar kecuali ALLOH jua, tidak ada sekutu bagi-NYA, Raja yang memutuskan perkara. Aku bersaksi pula bahwa Muhammad shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam adalah hamba dan utusan-NYa yang diutus untuk sekalian manusia dan jin. Semoga sholawat dan salam senantiasa tercurah kepada Beliau dan para shohabat serta tabi'in yang senantiasa mengikuti mereka dengan berbuat baik hingga masa berganti masa.
Saudara sekalian, ketahuilah bahwa puasa merupakan bagian dari 'ibadah yang paling utama dan bentuk keta'atan yang paling agung. Banyak sekali hadits yang menyebutkan hal ini dan sudah banyak yang populer di kalangan masyarakat.
Di antara keutamaan puasa adalah bahwa ALLOH Sub-haanahu wa Ta'aala telah menetapkannya dan mewajibkannya atas seluruh ummat manusia. ALLOH Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (Qur-an Suroh al-Baqoroh (2): ayat 183)
Kalau saja ia bukan merupakan 'ibadah agung yang mesti dilakukan oleh hamba untuk ber'ibadah kepada ALLOH berikut pahala besar yang bakal diterimanya, tentu ALLOH tidak mewajibkannya atas seluruh ummat.
Di antara keutamaan puasa di bulan Romadhon adalah bahwa ia menjadi penyebab diampuninya dosa dan dihapuskannya kesalahan-kesalahan. Dalam kitab Shohihain disebutkan riwayat hadits dari Abu Huroiroh rodhiyaLLOOHU 'anhu bahwa Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam bersabda:
"Barangsiapa mengerjakan puasa Romadhon atas dasar keimanan dan mengharap pahala, maka ia diberi ampunan atas dosa yang telah ia lakukan."
Artinya, pelaksanaan puasa yang didasari oleh keimanan kepada ALLOH dan kerelaan atas kewajiban puasa yang dibebankan atas dirinya serta karena mengharap dan menghitung pahala yang akan diberikan oleh ALLOH, tidak benci terhadap kewajiban ini dan juga tidak ragu terhadap pahalanya. Jika hal-hal tersebut dilakukan, maka ALLOH akan memberikan ampunan kepadanya atas dosa yang terlanjur ia lakukan.
Dalam kitab Shohiih Muslim disebutkan riwayat dari Abu Huroiroh rodhiyaLLOOHU 'anhu bahwa Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam bersabda:
"Sholat yang lima (waktu), jum'at ke jum'at berikutnya, Romadhon ke Romadhon berikutnya, menghapuskan (dosa-dosa) yang ada di antara keduanya, jika dosa-dosa besar dijauhi."
Baca selanjutnya: Keutamaan Puasa (2)
===
Maroji':
Kitab: Majaalisu Syahru Romadhoon, Penulis: Syaikh Muhammad bin Sholih al-'Utsaimin, Penerbit: Daruts Tsuroyya lin Nasyr - Riyadh, Cetakan I, 1422 H/ 2002 M, Judul terjemahan: Kajian Romadhon, Penerjemah: Salafuddin Abu Sayyid, Penerbit: al-Qowam - Solo, Cetakan V, 2012 M.
===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Perkara-perkara yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang (3)
Keutamaan bulan Romadhon: Bulan al-Qur-an
Keutamaan bulan Romadhon
Romadhon merupakan bulan penuh kebaikan dan barokah yang dilimpahkan oleh ALLOH disertai dengan berbagai keutamaan yang sangat banyak. Dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Bulan al-Qur-an
ALLOH Sub-haanahu wa Ta'aala telah menurunkan Kitab-NYA yang mulia sebagai petunjuk bagi ummat manusia sekaligus sebagai penyembuh bagi orang-orang yang beriman, yang memberikan petunjuk kepada jalan yang sangat lurus, juga memperjelas jalan kebajikan, pada malam Lailatul Qodar di bulan Romadhon yang penuh kebaikan. ALLOH, pemilik 'Arsy yang mulia berfirman:
"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Romadhon, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur-an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah dia berpuasa."
(Qur-an Suroh al-Baqoroh: ayat 185)
Ketahuilah, wahai saudaraku, mudah-mudahan ALLOH memberikan barokah kepadamu, bahwa penyifatan bulan Romadhon sebagai bulan yang di dalamnya diturunkan al-Qur-an dan penggunaan huruf fa' (maka) setelahnya yang berfungsi sebagai ta'lil dan sababiyah:
"Maka bila salah seorang dari kamu menyaksikan bulan itu, maka wajiblah berpuasa," melalui isyarat, ia berfungsi sebagai 'illat (alasan), bahwa sebab dipilihnya Romadhon sebagai bulan puasa adalah diturunkannya al-Qur-an di bulan tersebut.
===
Maroji':
Kitab: Shifatu Shoumin Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam fii Romadhoon, Penulis: Abu Usamah Salim bin 'Ied al-Hilali dan 'Ali Hasan 'Ali 'Abdul Hamid, Penerbit: al-Maktabah al-Islamiyyah, Amman - Yordania, Cetakan IV, 1412 H/ 1992 M, Judul terjemahan: Meneladani Shoum Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam, Penerjemah: M. Abdul Ghoffar E.M, Penerbit: Pustaka Imam asy-Syafi'i, Cetakan II, 1426 H/ 2005 M.
===
Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com
===
Kios Tas, Sepatu, Jaket, Baju, dll
http://SahlaAgency.blogspot.com
===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Pankreas pabrik insulin yang cerdas
Tidak bertakbir pada hari-hari 'id
Kesalahan-kesalahan seputar dua hari raya
7. Tidak bertakbir pada hari-hari 'id
ALLOH Ta'ala berfirman mengenai hari 'idul Fithri:
"Dan hendaklah kamu mengagungkan ALLOH atas petunjuk-NYA yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur."
(Qur-an Suroh al-Baqoroh: ayat 185)
Berkumpulnya hari raya dan jum'at dalam satu hari
Berkumpulnya hari raya dan jum'at dalam satu hari
Jika hari raya dan jum'at berbarengan dalam satu hari, maka gugurlah kewajiban sholat jum'at bagi orang yang melaksanakan sholat 'id, namun imam hendaknya tetap mengerjakan sholat jum'at agar dapat dihadiri oleh orang yang ingin menghadirinya dan orang yang belum sholat 'id.
Waktu i'tikaaf
Waktu i'tikaaf
I'tikaaf yang wajib, dilakukan sesuai dengan apa yang telah dinadzarkan dan di-iqror-kan seseorang, maka jika ia bernadzar akan beri'tikaaf satu hari atau lebih, hendaklah ia penuhi seperti yang dinadzarkan itu.
Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam telah menjelaskan keutamaan sholat tarowih
Pendahuluan, Tentang Disunnahkannya Sholat Tarowih Berjama'ah
(c). Adapun penjelasan Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam tentang keutamaan sholat tarowih, adalah berdasarkan hadits Abu Dzar al-Ghiffari rodhiyaLLOOHU 'anhu:
"Kami shoum Romadhon bersama Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam, dan Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam tidak melakukan qiyamul lail berjama'ah bersama kami, hingga hitungan puasa tinggal 7 hari (malam ke-23), maka Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam mengajak kami untuk qiyamul lail berjama'ah hingga berlalu sepertiga malam, lalu Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam tidak menegakkannya lagi ketika Romadhon sisa 6 hari (malam ke-24) dan berjama'ah kembali ketika sisa lima hari (malam ke-25) sampai berlalu pertengahan malam, kami pun lantas bertanya: 'Wahai Rosululloh, apakah tak sebaiknya engkau sisakan sebagian malam ini agar kami sholat sendiri?' Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam pun bersabda:
Jumlah roka'at sholat tarowih
Jumlah roka'at sholat tarowih
7- Jumlah roka'atnya adalah sebelas roka'at, menurut pendapat yang kami pilih hendaklah tidak melebihi jumlah tersebut demi meneladani Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam. Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam tidak pernah mengerjakan sholat malam melebihi sebelas roka'at hingga Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam wafat. 'Aisyah rodhiyaLLOOHU 'anhuma pernah ditanya tentang sholat malam Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam pada bulan Romadhon, ia menjawab:
"Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam tidak pernah mengerjakan sholat malam pada bulan Romadhon maupun di luar bulan Romadhon melebihi sebelas roka'at. Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam sholat empat roka'at, dan jangan ditanya tentang keelokannya dan lamanya. Kemudian Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam kembali sholat empat roka'at, dan jangan tanya tentang keelokannya dan lamanya. Baru kemudian Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam tutup dengan sholat tiga roka'at (witir)." (14)
===
(13) Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhori dan Imam Muslim serta selain keduanya. Aku telah mencantumkan takhrijnya dalam kitab Sholat Tarowih halaman 20-21 dan kitab Shohih Abu Dawud nomor 1212.
===
Maroji':
Kitab: Qiyaamu Romadhoon, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani, Judul terjemahan: Qiyam Romadhon, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari dan Siti Khoiriyah, Penerbit: at-Tibyan - Solo, Cetakan I, 2001 M.
===
Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com
===
Kios Tas, Sepatu, Jaket, Baju, dll
http://SahlaAgency.blogspot.com
===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Sifat Kelima | Keutamaan Bulan Romadhon | Kajian Romadhon
Syaikh Muhammad bin Sholih al-'Utsaimin rohimahullooh.
Kajian Romadhon.
Kajian pertama.
Keutamaan bulan Romadhon.
5. Sifat kelima.
ALLOH Sub-haanahu wa Ta'aala memberikan ampunan kepada ummat Muhammad shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam pada akhir malam di bulan ini (4) jika mereka mengerjakan apa yang seyogyanya mereka kerjakan pada bulan yang penuh barokah ini, yaitu 'ibadah puasa dan sholat malam (tarowih) dengan memberi pahala kepada mereka langsung setelah mereka selesai melaksanakan 'amalan. Orang yang bekerja itu diberi upah ketika ia selesai mengerjakan tugasnya.
ALLOH Sub-haanahu wa Ta'aala berkenan memberika pahala seperti ini kepada para hamba-NYA oleh karena adanya tiga hal:
Pertama: ALLOH telah mensyari'atkan berbagai 'amal sholih yang menjadi penyebab terampuninya dosa-dosa mereka dan meningkatnya derajat mereka. Kalau saja ALLOH tidak mensyari'atkan hal itu tentu saja mereka tidak boleh ber'ibadah kepada ALLOH dengan melaksanakan 'amalan itu. 'Ibadah hanya boleh dilaksanakan berdasarkan wahyu dari ALLOH kepada Rosul-NYA. Oleh karena ALLOH menolak siapa saja yang membuat syari'at (aturan 'ibadah) serta menganggap hal itu sebagai bentuk syirik. ALLOH berfirman: Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain ALLOH yang mensyari'atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan ALLOH? (Qur-an Suroh asy-Syuro (42): ayat 12)
Kedua: ALLOH Sub-haanahu wa Ta'aala memberikan petunjuk kepada mereka untuk mengerjakan 'amal sholih yang ditinggalkan oleh banyak manusia. Kalau saja bukan karena petolongan ALLOH kepada mereka dan petunjuk-NYA tentu mereka tidak mengerjakan 'amalan itu. Hanya milik ALLOH-lah segala karunia. ALLOH Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman: Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan ke-Islaman mereka. Katakanlah: "Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan ke-Islamanmu, sebenarnya ALLOH, DIA-lah, yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar." (Qur-an Suroh al-Hujurot (49): ayat 17)
Ketiga: ALLOH berkenan memberikan pahala yang banyak. Kebaikan itu dibals dengan sepuluh hingga tujuh ratus lipat kebaikan (pahala) hingga ada yang tak terhingga. Karunia dan pahala dari ALLOH bisa diperoleh dengan cara mengerjakan 'amalan yang baik.
Saudaraku seiman, datangnya bulan Romadhon merupakan nikmat yang sangat besar bagi siapa saja yang mau menunaikan haknya dengan kembali kepada ALLOH dari bermaksiat kepada-NYA menuju keta'atan kepada-NYA, dari kelengahan menuju ingat kepada-NYA, dan dari keterjauhan dari-NYA untuk mendekat kepada-NYA,
Wahai orang yang tidak merasa cukup berbuat maksiat di bulan Rojab
Sehingga ia masih bermaksiat pula di bulan Sya'ban
Sungguh bulan puasa ini telah menaungimu sesudah keduanya
Karena itu jangan kau jadikan bulan ini sebagai bulan kemaksiatan
Bacalah al-Qur-an dan bertasbihlah di bulan ini dengan kesungguhan
Karena ia adalah bulan tasbih dan bulan al-Qur-an
Betapa engkau telah mengerti di antara orang yang berpuasa tahun lalu
Di antara keluarga, tetangga dan saudara-saudara
Kini telah dijemput oleh maut yang kini juga menunggu giliranmu
Karena itu, bergegaslah dengan 'amal sholih
Karena betapa dekatnya maut menjempit kita
Ya ALLOH, bangunkan kami dari kelengahan, dan berikan kami taufiq untuk bisa menambah ketaqwaan sebelum berpindah ke alam lain. Jadikanlah kami bisa mengisi waktu untuk melaksanakan kebaikan sebelum hilang kesempatan. Berilah kami ampunan, dan juga kedua orang tua kami serta seluruh kaum muslimin dengan rohmat-MU, wahai Dzat yang paling penyayang. Semoga sholawat dan salam tercurah kepada Nabi kita Muhammad shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam serta kepada keluarga dan para shohabat seluruhnya. Aamiiiin.
===
(4) Redaksi hadits yang serupa juga diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi yang berasal dari hadits Jabir rodhiyaLLOOHU 'anhu. Imam Mundziri mengatakan: "Sanadnya mendekati bobot hadits sebelumnya." Maksudnya adalah hadits Abu Huroiroh rodhiyaLLOOHU 'anhu di depan.
===
Maroji':
Kitab: Majaalisu Syahru Romadhoon, Penulis: Syaikh Muhammad bin Sholih al-'Utsaimin, Penerbit: Daruts Tsuroyya lin Nasyr - Riyadh, Cetakan I, 1422 H/ 2002 M, Judul terjemahan: Kajian Romadhon, Penerjemah: Salafuddin Abu Sayyid, Penerbit: al-Qowam - Solo, Cetakan V, 2012 M.
===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Perkara-perkara yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang (2)
Keutamaan puasa: ar-Royyan bagi orang-orang yang berpuasa
8. ar-Royyan bagi orang-orang yang berpuasa
Dari Sahl bin Sa'ad rodhiyaLLOOHU 'anhu, dari Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam, Beliau bersabda:
Agar kerja pankreas tetap oke: Menjaga pankreas
Agar kerja pankreas tetap oke: Pankreas dan diabetes
Agar kerja pankreas tetap oke: Bila pankreas rusak
Agar kerja pankreas tetap oke
(Penulis uku "Sembuh dengan satu titik")
Pankreas adalah sebuah kelenjar yang sangat penting bagi tubuh. Namun ia tidak sepopuler hati, jantung atau ginjal. Ia jarang disebut karena memang jarang menimbulkan masalah penyakit dibanding dengan organ tubuh lainnya. Hanya disebut sesekali saja, meski sesungguhnya pankreas mempunyai peran yang tidak kecil. Setidaknya untuk fungsi pencernaan. Pankreas, disebut kelenjar ludah perut adalah kelenjar dari sebuah sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama.
Disunnahkannya Sholat Tarowih Berjama'ah: Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam juga menegakkannya (4)
Pendahuluan, Tentang Disunnahkannya Sholat Tarowih Berjama'ah
(b) Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam juga menegakkannya
Yang keempat: Dari Hudzaifah bin al-Yaman, bahwa dia menuturkan:
"Suatu malam di bulan Romadhon, Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam sholat di sebuah kamar yang berlantaikan pelepah kurma. Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam lalu mengguyur lantai tersebut dengan seember air. Kemudian Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam berdo'a (di awal sholat):
Anjuran sholat tarowih berjama'ah atas kaum wanita
Anjuran sholat tarowih berjama'ah atas kaum wanita
6- Kaum wanita dianjurkan mengikuti sholat tarowih berjama'ah sebagaimana tersebut dalam hadits Abu Dzar rodhiyaLLOOHU 'anhu yang baru lalu. Bahkan dianjurkan agar mengangkat imam sholat tarowih khusus bagi mereka, selain imam untuk kaum pria. Telah dinukil secara shohih dari 'Umar rodhiyaLLOOHU 'anhu bahwa ketika ia mengumpulkan kaum muslimin untuk mengerjakan sholat tarowih berjama'ah, dia mengangkat Ubay bin Ka'ab rodhiyaLLOOHU 'anhu sebagai imam untuk kaum pria dan Sulaiman bin Abi Hatsmah rodhiyaLLOOHU 'anhu sebagai imam untuk kaum wanita. Diriwayatkan dari 'Arfajah ats-Tsaqofi, ia berkata:
"Dahulu 'Ali bin Abi Tholib rodhiyaLLOOHU 'anhu memerintahkan kaum muslimin untuk mengerjakan sholat tarowih secara berjama'ah. Dia mengangkat imam khusus bagi kaum pria dan bagi kaum wanita. Ketika itu aku ditunjuk sebagai imam bagi kaum wanita." (13)
Aku katakan: "Menururtku hal itu bisa dilakukan bila ruangan masjid tersebut benar, tujuannya agar kedua jama'ah sholat itu tidak saling mengganggu."
===
(13) Hadits ini dan hadits sebelumnya diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi 2/494. Sementara riwayat pertama dikeluarkan oleh Imam 'Abdurrozzaq dalam al-Mushonnaf 4/258/8722. Dan kedua riwayat itu telah dikeluarkan juga oleh Imam Ibnu Nashr dalam kitab Qiyamu Romadhon halaman 93. Kemudian ua mengangkat kedua riwayat tersebut sebagai dalil (halaman 95.
===
Maroji':
Kitab: Qiyaamu Romadhoon, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani, Judul terjemahan: Qiyam Romadhon, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari dan Siti Khoiriyah, Penerbit: at-Tibyan - Solo, Cetakan I, 2001 M.
===
Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com
===
Kios Tas, Sepatu, Jaket, Baju, dll
http://SahlaAgency.blogspot.com
===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Hukum i'tikaaf: Wajib
Sifat Keempat | Keutamaan Bulan Romadhon | Kajian Romadhon
Syaikh Muhammad bin Sholih al-'Utsaimin rohimahullooh.
Kajian Romadhon.
Kajian pertama.
Keutamaan bulan Romadhon.
4. Sifat keempat.
Syaithon-syaithon durhaka ketika itu dibelenggu dengan rantai sehingga mereka tidak lagi bisa mencapai apa yang mereka kehendaki terhadap hamba-hamba ALLOH yang sholih yang berupa penyesatan dari kebenaran serta melemahkannya dari berbuat kebaikan. Ini merupakab pertolongan dari ALLOH bagi mereka dengan cara menahan (memenjarakan) musuh mereka yang selalu mengajak golongannya agar menjadi bagian dari para penghuni Neraka. Oleh karena itu, orang-orang sholih ketika itu mempunyai semangat untuk melakukan kebaikan serta membersihkan diri dari keburukan pada bulan ini melebihi bulan-bulan lain.
Baca selanjutnya: Sifat Kelima Keutamaan Bulan Ramadhan
===
Maroji':
Kitab: Majaalisu Syahru Romadhoon, Penulis: Syaikh Muhammad bin Sholih al-'Utsaimin, Penerbit: Daruts Tsuroyya lin Nasyr - Riyadh, Cetakan I, 1422 H/ 2002 M, Judul terjemahan: Kajian Romadhon, Penerjemah: Salafuddin Abu Sayyid, Penerbit: al-Qowam - Solo, Cetakan V, 2012 M.
===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Perkara-perkara yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang
Pergi ke musholla (tanah lapang untuk sholat) dan pulang darinya
Pergi ke musholla (tanah lapang untuk sholat) dan pulang darinya
Disunnahkan bertakbir untuk sholat 'id setelah melaksanakan sholat shubuh dan mendekat dari imam untuk mendapatkan pahala takbir, menunggu sholat dan dekat dari imam tanpa melangkahi bahu-bahu orang lain dan tidak mengganggu salah seorang dari mereka.
Berangkat ke musholla (lapangan tempat pelaksanaan sholat) dengan berkendaraan tanpa adanya udzur
Kesalahan-kesalahan seputar dua hari raya
6. Berangkat ke musholla (lapangan tempat pelaksanaan sholat) dengan berkendaraan tanpa adanya udzur
Di antara mereka ada yang berangkat ke musholla (lapangan tempat pelaksanaan sholat) 'id dengan berkendaraan (tanpa adanya udzur). Yang terbaik adalah hendaknya berangkat dengan berjalan kaki, kecuali apabila ada udzur, seperti jauhnya jarak dan semisalnya.
Keutamaan puasa: Puasa sebagai penebus (kaffaroh)
7. Puasa sebagai penebus (kaffaroh)
Di antara keutamaan yang hanya dimiliki oleh puasa adalah bahwa ALLOH Sub-haanahu wa Ta'aala telah menjadikannya sebagai penebus cukur kepala dalam ihrom karena suatu alasan yang ia tidak dapat mengerjakannya, baik karena sakit atau karena gangguan yang terdapat pada kepala, tidak mampu memotong hewan kurban (dam), membunuh seseorang dalam suatu perjanjian karena kesalahan (bukan disengaja), melanggar sumpah, membunuh binatang buruan pada saat ihrom, dan zhihar. Kau akan mendapatkan hal tersebut telah dijelaskan di dalam ayat-ayat al-Qur-an berikut ini:
ALLOH Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman:
"Dan sempurnakanlah 'ibadah hajji dan 'umroh karena ALLOH. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) kurban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum kurban sampai ke tempat penyembelihannya. Jika ada di antara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu berpuasa atau bershodaqoh atau berkurban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan 'umroh sebelum hajji (di dalam bulan hajji), (wajiblah ia menyembelih) kurban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang kurban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa hajji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Harom (orang-orang yang bukan penduduk kota Makkah). Dan bertaqwalah kepada ALLOH dan ketahuilah bahwa ALLOH sangat keras siksa-NYA."
(Qur-an Suroh al-Baqoroh: ayat 196)
ALLOH Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman:
"Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka denganmu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diyat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai cara taubat kepada ALLOH. Dan adalah ALLOH Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
(Qur-an an-Nisaa': ayat 92)
Selain itu, ALLOH Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui juga berfirman:
"ALLOH tidak menghukummu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi DIA menghukummu disebabkan sumpah-sumpah yang disengaja, maka kaffaroh (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Yang demikian itu adalah kaffaroh sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikian ALLOH menerangkan kepadamu hukum-hukum-NYA agar kalian bersyukur (kepada-NYA)."
(Qur-an Suroh al-Maa-idah: ayat 89)
Dan DIA yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana juga berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihrom. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai hadya yang dibawa sampai ke Ka'bah, atau (dendanya) membayar kaffaroh dengan memberi makan orang-orang miskin, supaya dia merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya. ALLOH telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya, niscaya ALLOH akan menyiksanya. ALLOH Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa."
(Qur-an Suroh al-Maa-idah: ayat 95)
Selanjutnya, ALLOH yang Maha lembut lagi Maha mengetahui berfirman:
"Orang-orang yang menzhihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepadamu, dan ALLOH Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak), maka siapa yang tidak kuasa (wajiblah atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah supaya kamu beriman kepada ALLOH dan Rosul-NYA. Dan itulah hukum-hukum ALLOH, dan bagi orang kafir ada siksaan yang sangat pedih."
(Qur-an Suroh al-Mujaadilah: ayat 3-4)
Demikian halnya puasa dan shodaqoh berperan serta dalam penebusan fitnah (pelanggaran) seseorang dalam keluarga, harta, dan tetangganya.
Dari Hudzaifah bin al-Yaman rodhiyaLLOOHU 'anhu, dia bercerita, Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam bersabda:
"Fitnah (pelanggaran) seseorang dalam keluarga, dan harta, tetangganya dapat ditebus dengan sholat, puasa, dan shodaqoh." (14)
===
(14) Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhori 2/7, dan Imam Muslim 144.
===
Maroji':
Kitab: Shifatu Shoumin Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam fii Romadhoon, Penulis: Abu Usamah Salim bin 'Ied al-Hilali dan 'Ali Hasan 'Ali 'Abdul Hamid, Penerbit: al-Maktabah al-Islamiyyah, Amman - Yordania, Cetakan IV, 1412 H/ 1992 M, Judul terjemahan: Meneladani Shoum Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam, Penerjemah: M. Abdul Ghoffar E.M, Penerbit: Pustaka Imam asy-Syafi'i, Cetakan II, 1426 H/ 2005 M.
===
Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com
===
Kios Tas, Sepatu, Jaket, Baju, dll
http://SahlaAgency.blogspot.com
===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Keutamaan puasa: Puasa dan al-Qur-an akan memberikan syafa'at bagi orang yang menjalankannya
6. Puasa dan al-Qur-an akan memberikan syafa'at bagi orang yang menjalankannya
Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam bersabda:
"Puasa dan al-Qur-an itu akan memberi syafa'at kepada seorang hamba pada hari Kiamat kelak. Dimana puasa akan berkata, 'Wahai ROBB-ku, aku telah menahannya dari makanan dan nafsu syahwat, karenanya perkenankan aku untuk memberi syafa'at kepadanya.' Sedangkan al-Qur-an berkata, 'Aku telah melarangnya dari tidur di malam hari, karenanya perkenankan aku untuk memberi syafa'at kepadanya.' Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam bersabda, 'Maka keduanya pun memberikan syafa'at'." (13)
===
(13) Diriwayatkan oleh Imam Ahmad 6626, Imam al-Hakim 1/554, Imam Abu Nu'aim 8/161, dari beberapa jalan dari Huyay bin 'Abdillah, dari 'Abdurrohman al-Hubuli, dari 'Abdulloh bin 'Umar rodhiyaLLOOHU 'anhuma. Sanad hadits ini hasan. Di dalam bukunya, Majma'uz Zawaa-id 3/181, setelah menambahkan penisbatannya pada Imam ath-Thobroni di dalam kitab al-Kabiir, Imam al-Haitsami mengatakan: "Rijal hadits ini adalah rijal shohih."
Kesimpulan:
Hadits ini dan yang semisalnya termasuk hadits-hadits yang berkenaan dengan tajsiidul a'maal, yang harus diimani dengan sebenar-benarnya tanpa ada penyimpangan dan penakwilan, karena ia merupakan jalan kaum Salafush Sholih. Dan tidak diragukan lagi, ia lebih selamat, lebih tahu, dan lebih bijak. Aku peringatkan kepadamu bahwa ia merupakan salah satu syarat iman yang paling penting. ALLOH Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman:
"Yaitu mereka yang beriman kepada yang ghoib, yang mendirikan sholat, dan menafkahkan sebagian rizqi yang KAMI anugerahkan kepada mereka."
(Qur-an Suroh al-Baqoroh: ayat 3)
===
Maroji':
Kitab: Shifatu Shoumin Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam fii Romadhoon, Penulis: Abu Usamah Salim bin 'Ied al-Hilali dan 'Ali Hasan 'Ali 'Abdul Hamid, Penerbit: al-Maktabah al-Islamiyyah, Amman - Yordania, Cetakan IV, 1412 H/ 1992 M, Judul terjemahan: Meneladani Shoum Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam, Penerjemah: M. Abdul Ghoffar E.M, Penerbit: Pustaka Imam asy-Syafi'i, Cetakan II, 1426 H/ 2005 M.
===
Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com
===
Kios Tas, Sepatu, Jaket, Baju, dll
http://SahlaAgency.blogspot.com
===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Kembali dari musholla (lapangan tempat pelaksanaan sholat) dari jalan yang sama
Kesalahan-kesalahan seputar dua hari raya
5. Kembali dari musholla (lapangan tempat pelaksanaan sholat) dari jalan yang sama
Di antara orang-orang ada yang berangkat ke musholla (lapangan tempat pelaksanaan sholat), kemudian kembali darinya dengan menempuh jalan yang sama (seperti saat berangkat). Hal ini menyelisihi Sunnah.
Memperindah (berhias) diri pada hari raya
Memperindah (berhias) diri pada hari raya
Disunnahkan (pada hari raya) membersihkan diri dan memakai pakaian terbaik yang ada serta memakai minyak wangi dan bersiwak.
Hukum i'tikaaf: Sunnat
A. Sunnat
B. Wajib
I'tikaaf sunnat ialah yang dilakukan oleh seseorang dengan sukarela dengan tujuan mendekatkan diri kepada ALLOH dan mengharapkan pahala daripada-NYA serta mengikuti Sunnah Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam di sepanjang tahun.
Sebab Rosululloh tidak terus menerus mengerjakan sholat tarowih berjama'ah
Sebab Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam tidak terus menerus mengerjakan sholat tarowih berjama'ah
5- Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam tidak secara terus menerus selama sebulan mengerjakan sholat tarowih berjama'ah di bulan Romadhon karena Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam khawatir sholat itu diwajibkan atas mereka. Hingga nantinya mereka tidak sanggup mengerjakannya sebagaimana disebutkan dalam hadits 'Aisyah rodhiyaLLOOHU 'anhuma yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhori dan Imam Muslim serta yang lainnya. (11)
Kekhawatiran tersebut telah hilang seiring dengan wafatnya Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam, yakni setelah ALLOH menyempurnakan syari'at Islam ini. Dengan begitu hilanglah alasan Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam tidak mengerjakan sholat tarowih ini secara berjama'ah. Secara otomatis hukum yang lalu, yakni anjuran sholat tarowih berjama'ah, berlaku kembali. Maka dari itu, 'Umar bin al-Khoththob rodhiyaLLOOHU 'anhu menghidupkan sunnah itu kembali, sebagaimana diterangkan dalam kitab Shohih al-Bukhori dan lainnya. (12)
===
(11) Silahkan lihat takhrijnya dalam kitab Sholat Tarowih halaman 12-14.
(12) Silahkan lihat takhrijnya serta komentar Imam Ibnu 'Abdil Bar dan lainnya atas hadits tersebut dalam kitab Sholat Tarowih
Halaman 49-52.
===
Maroji':
Kitab: Qiyaamu Romadhoon, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani, Judul terjemahan: Qiyam Romadhon, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari dan Siti Khoiriyah, Penerbit: at-Tibyan - Solo, Cetakan I, 2001 M.
===
Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com
===
Kios Tas, Sepatu, Jaket, Baju, dll
http://SahlaAgency.blogspot.com
===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Disunnahkannya Sholat Tarowih Berjama'ah: Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam juga menegakkannya (3)
Pendahuluan, Tentang Disunnahkannya Sholat Tarowih Berjama'ah
(b) Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam juga menegakkannya
Yang ketiga: Dari 'Aisyah rodhiyaLLOOHU 'anhuma bahwa ia menuturkan:
"Dahulu manusia sholat di masjid Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam di malam bulan Romadhon dengan berpencar-pencar (yakni dengan berimam sendiri-sendiri). Seorang yang banyak hafal al-Qur-an, mengimami lima sampai enam orang, atau bisa jadi lebih atau kurang. Masing-masing kelompok sholat bersama imamnya, lalu Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam menyuruhku untuk memasang (4) tikar di depan pintu kamarku (pintu itulah yang membatasi rumah Beliau dengan masjid -pent).
Keutamaan Shiyam dan Qiyam Romadhon (4)
Keutamaan puasa: Pahala tanpa hitungan, Dua kegembiraan, dan Bau mulut yang harum di sisi ALLOH
3. Orang yang berpuasa akan diberi pahala tanpa hitungan.
4. Orang yang berpuasa itu mempunyai dua kegembiraan.
5. Bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di hadapan ALLOH daripada wangi minyak kesturi. (8)
Dari Abu Huroiroh rodhiyaLLOOHU 'anhu, dia bercerita, Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam bersabda:
"Setiap 'amal anak Adam adalah untuk dirinya sendiri kecuali puasa (9), dimana puasa itu adalah untuk-KU dan AKU akan memberikan pahala atasnya. Dan puasa itu adalah perisai. Dan jika pada waktu berpuasa itu seseorang di antara kalian tidak melakukan rafats (hubungan badan atau bicara keji) dan tidak juga membuat kegaduhan. Dan jika ada orang yang mencacinya atau menyerangnya maka hendaklah dia mengatakan, 'Sesungguhnya aku tengah berpuasa.' (10) Demi ROBB yang jiwa Muhammad berada di tangan-NYA, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi ALLOH daripada wangi minyak kesturi (11). Bagi orang yang berpuasa itu ada dua kegembiraan: Jika berbuka, dia sangat bergembira dan jika berjumpa dengan ROBB-nya dia juga bergembira dengan puasanya." (12)
Dan dalam riwayat Imam al-Bukhori disebutkan:
"Dia meninggalkan makanan, minuman dan nafsu syahwatnya demi diri-KU. Puasa itu untuk-KU dan AKU akan membalasnya. Dan kebaikan itu sepuluh kali dilipatkannya."
Sedangkan di dalam riwayat Imam Muslim disebutkan:
"Setiap 'amal anak Adam akan dibalas berlipat ganda. Kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya sampai tujuh ratus kali lipat. ALLOH Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman, 'Kecuali puasa, dimana puasa itu untuk diri-KU dan AKU akan membalasnya. Dia meninggalkan nafsu syahwat dan makanan demi diri-KU. Dan orang yang berpuasa itu mempunyai dua kegembiraan: Kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan saat berjumpa dengan ROBB-nya. Dan sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi ALLOH daripada wangi minyak kesturi."
===
(8) Untuk poin 3, 4, dan 5 tercakup dalam hadits di atas.
(9) Maksudnya, mendapatkan pahala yang terbatas kecuali puasa, dimana pahalanya tanpa hitungan, sebagaimana yang akan diuraikan lebih lanjut.
(10) Hendaklah ungkapan tersebut disampaikan dengan suara lantang agar pencaci dan penyerang berhati-hati, dan ada juga yang mengatakan, "Hendaklah hal itu dikatakan di dalam diri sendiri agar dia bisa menahan diri untuk tidak melontarkan cacian dan serangan juga", tetapi pendapat yang pertama lebih rojih dan jelas, karena ungkapan yang mutlak tidak mungkin ada kecuali dengan lisan. Sedangkan ungkapan yang ada di dalam hati maka ia pasti akan sangat terbatas, misalnya saja sabda Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam yang diriwayatkan oleh Abu Huroiroh rodhiyaLLOOHU 'anhu dari Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam: "Sesungguhnya ALLOH memberikan ampunan kepada ummatku atas apa yang terdetik di dalam jiwanya selama dia belum sempat mengucapkan atau mengerjakannya." (Muttafaq 'alaih). Dengan demikian, tampak jelas bahwa ungkapan yang mutlak itu tidak mungkin ada kecuali pada pembicaraan yang terdengar, berupa suara dan kata-kata. WALLOOHU a'lam.
(11) Silahkan dirujuk sendiri buku yang ditulis oleh al-'Allamah Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah, yang berjudul: al-Waabilush Shoyyib minal Kalimith Thoyyib halaman 32-38.
(12) Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhori 4/88, Imam Muslim 1151. Dan lafazh di atas milik Imam al-Bukhori.
===
Maroji':
Kitab: Shifatu Shoumin Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam fii Romadhoon, Penulis: Abu Usamah Salim bin 'Ied al-Hilali dan 'Ali Hasan 'Ali 'Abdul Hamid, Penerbit: al-Maktabah al-Islamiyyah, Amman - Yordania, Cetakan IV, 1412 H/ 1992 M, Judul terjemahan: Meneladani Shoum Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam, Penerjemah: M. Abdul Ghoffar E.M, Penerbit: Pustaka Imam asy-Syafi'i, Cetakan II, 1426 H/ 2005 M.
===
Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com
===
Kios Tas, Sepatu, Jaket, Baju, dll
http://SahlaAgency.blogspot.com
===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Makan sebelum berangkat ke Musholla (Lapangan tempat pelaksanaan sholat) pada hari 'idul Adh-ha
Kesalahan-kesalahan seputar dua hari raya
4. Makan sebelum berangkat ke Musholla (Lapangan tempat pelaksanaan sholat) pada hari 'idul Adh-ha
Di antara orang-orang ada yang makan sebelum berangkat ke musholla (lapangan tempat pelaksanaan sholat), pada hari 'idul Adh-ha. Ini adalah suatu kekeliruan, bahkan ia seharusnya tidak sarapan pagi terlebih dahulu, sampai selesai pelaksanaan sholat.
Sifat Ketiga | Keutamaan Bulan Romadhon | Kajian Romadhon
Syaikh Muhammad bin Sholih al-'Utsaimin rohimahullooh.
Kajian Romadhon.
Kajian pertama.
Keutamaan bulan Romadhon.
3. Sifat ketiga.
ALLOH menghiasi Surga orang itu setiap harinya, seraya berkata: "Para hamba-KU yang sholih hampir mencampakkan kebendaan dan kepenatan dunia serta menuju kepadamu" untuk persiapan menyambut para hamba-NYA yang sholih dan juga untuk mendorong mereka agar sampai kepada Surga itu. Maksud perkataan ALLOH: "Para hamba-KU yang sholih hampir mencampakkan kebendaan dan kepenatan dunia serta menuju kepadamu" adalah: meninggalkan harta benda duniawi dan segala keletihannya untuk kemudian bergegas menuju 'amal sholih yang akan membawa kebahagiaan mereka di dunia dan akhiroh serta agar bisa meraih kampung kedamaian dan kemuliaan (Surga).
Baca selanjutnya: Sifat Keempat Keutamaan Bulan Ramadhan
===
Maroji':
Kitab: Majaalisu Syahru Romadhoon, Penulis: Syaikh Muhammad bin Sholih al-'Utsaimin, Penerbit: Daruts Tsuroyya lin Nasyr - Riyadh, Cetakan I, 1422 H/ 2002 M, Judul terjemahan: Kajian Romadhon, Penerjemah: Salafuddin Abu Sayyid, Penerbit: al-Qowam - Solo, Cetakan V, 2012 M.
===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Utusan Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam
Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam mengutus Dihyah bin Kholifah al-Kalbi rodhiyaLLOOHU 'anhu membawa surat kepada Hercules, Penguasa Romawi.
Mengutus 'Abdulloh bin Hudzafah as-Sahmi rodhiyaLLOOHU 'anhu kepada Kisro, Raja Persia.
Mengutus. Hathib bin Abi Balta'ah al-Lakhmi rodhiyaLLOOHU 'anhu ke Muqouqis, Raja Mesir dan Iskandaria, maka Raja menanggapi, "Bagus," dan hampir masuk Islam. Ia menghadiahkan kepada Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam Mariah al-Qibthiyyah dan saudarinya, Syirin (93), lalu Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam menyerahkan Syirin untuk Hassan bin Tsabit.
Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam mengutus 'Amr bin al-'Ash rodhiyaLLOOHU 'anhu kepada dua raja 'Uman [Oman], lalu keduanya masuk Islam. Keduanya memberikan kekuasaan kepada 'Amr untuk mengurus shodaqoh (zakat) dan memberikan keputusan hukum di antara mereka. 'Amr tetap berada dengan mereka, hingga Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam wafat.
Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam mengutus Salith bin 'Amr al-'Amiri ke Yamamah kepada Haudzah bin 'Ali al-Hanafi.
Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam mengutus Syuja' bin Wahb al-Asadi kepada al-Harits bin Abi Syimr al-Ghossani, Raja Balqo' dari daerah Syam.
Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam mengutus al-Muhajir bin Abi Umayyah al-Makhzumi kepada al-Harits al-Himyari.
Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam mengutus al-'Ala' bin al-Hadhromi kepada al-Mundzir bin Sawa al-'Abdi, Raja Bahroin maka ia membenarkan dan masuk Islam.
Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam mengutus Abu Musa dan Mu'adz bin Jabal ke berbagai wilayah Yaman sebagai da'i yang menyeru kepada Islam, lalu semua penduduk Yaman masuk Islam, baik raja maupun rakyatnya. (94)
===
(92) Imam Ibnul Qoyyim mengatakan dalam kitab Zaadul Ma'aad 1/120, "Sesungguhnya Ash-hamah an-Najasyi yang disholati Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam, bukanlah an-Najasyi yang dikirimi surat oleh Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam. An-Najasyi yang kedua ini tidak diketahui ke-Islamannya, berbeda dengan yang pertama, karena ia meninggal sebagai muslim." Hal ini diperingatkan sebelumnya oleh Abu Muhammad bin Hazm dalam kitab Jawaami' as-Siiroh halaman 30. Dalam kitab Shohiih Muslim 774 terdapat dalil yang menunjukkan hal ini dari hadits Anas rodhiyaLLOOHU 'anhu secara mauquf.
(93) Bisa juga disebut Sirin, sebagaimana telah dijelaskan.
(94) Masih ada para utusan Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam lainnya, namun pengarang tidak menyebutkannya demi keringkasan. Semua raja tersebut masuk Islam dan begitu juga kaum mereka, kecuali Hercules, Muqouqis, Haudzah, Kisro, al-Haris bin Abi Syimr, dan an-Najasyi -dan an-Najasyi yang ini bukanlah an-Najasyi yang para Shohabat berhijroh kepadanya sebagaimana yang telah diterangkan. Lihat kitab Jawaami' as-Siiroh halaman 30.
===
Maroji':
Kitab: Tahdziibus Siroh an-Nabawiyyah, Penulis: Imam Yahya bin Syarof an-Nawawi, Penta'liq dan Pentakhrij: Abu 'Abdirrohman Kholid bin 'Abdirrohman bin Hamd asy-Syayi', Penerbit: Darush Shumay'i, Judul terjemah: Siroh Nabi Muhammad shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam ringkas, mudah dan akurat, Penerjemah: Akhmad Syaikhu, Penerbit: Pustaka Ibnu 'Umar, Cetakan II, 1434 H/ 2013 M.
===
Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com
===
Kios Tas, Sepatu, Jaket, Baju, dll
http://SahlaAgency.blogspot.com
===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT