Showing posts with label anda dan harta. Show all posts
Showing posts with label anda dan harta. Show all posts

Daftar Isi | Anda dan Harta

Anta wal maala.

Anda dan Harta.

Syaikh Adnan Ath-Tharsyah.

Taufik Damas, Lc.

Daftar Isi.

Dustur Ilahi.

Pengantar Penerbit.

Mukaddimah.

Kisah Rezeki dan Harta.

Dari Mana Datangnya Rezeki?

Langgengnya Rezeki di Bumi.

Rezeki dan Harta.

Rezeki Manusia dan Hartanya.

Manusia dan Harta.

Anda dan Harta di Dunia.

Harta Sebagai Perhiasan.

Tingkatan Harta.

Ujian Harta.

Orang Muslim dan Harta.

Orang Kafir dan Harta.

Bagaimana Anda Mendapatkan Harta?

1. Perbuatan Baik.

2. Takwa Pada Allah.

3. Tawakal Pada Allah.

4. Memperbanyak Istighfar.

5. Doa.

Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta.

1. Mengingat Allah.

2. Mendermakan Harta di Jalan Allah.

3. Zakat dan Shadaqah.

4. Melakukan Kebaikan.

5. Silaturahim.

6. Berjuang dengan Harta dan Jiwa.

7. Menggabungkan Haji dan Umrah.

8. Berbuat dengan yang Halal.

A. Niat Ikhlas Karena Allah dalam Kerja.

B. Jujur dalam Kerja.

C. Profesionalitas.

D. Kewajiban-kewajiban Pemilik Lapangan Pekerjaan (Bos).

E. Jujur dalam Jual-Beli.

F. Murah Hati dalam Bisnis dan Jual-Beli.

G. Memperbanyak Shadaqah.

H. Menjauhi Perkara-perkara yang Diharamkan.

9. Pagi-pagi dalam Mencari Rezeki.

10. Tidak Melalaikan Ibadah Sebab Harta dan Kerjaan.

11. Syukur pada Allah atas Nikmat-Nya.

Sebab-sebab Bangkrut dan Berkurangnya Harta.

1. Melakukan Perkara-perkara yang Buruk.

2. Memakan Harta Orang Lain dengan Cara yang Batil.

3. Riba.

4. Riya' (Pamer pada Manusia).

5. Merusak Harta Manusia.

6. Memakan Harta Anak-anak Yatim.

7. Rakus dan Pelit.

8. Mengungkit-ungkit dan Perkataan yang Menyakitkan.

9. Mengadu-adu pada Manusia.

10. Memberi Harta pada Orang-orang Pandir.

11. Menyia-nyiakan Harta.

12. Berbuat dengan Sesuatu yang Haram

a. Sumpah dalam Jual-Beli.

b. Curang dalam Timbangan.

c. Penipuan dalam Jual-Beli.

d. Menerima Suap.

13. Terlena dengan Harta dan Kerja Sehingga Melalaikan Ibadah.

14. Kufur Nikmat.

Anda dan Harta di Akhirat.

Anda dan Harta di Akhirat: Pahala Harta dan Kebaikan-kebaikannya.

Orang-orang yang Mendermakan Hartanya di Jalan Allah.

Orang-orang yang Berjuang di Jalan Allah dengan Harta.

Orang yang Mendermakan Hartanya.

Orang yang Mendermakan Hartanya dalam Keadaan Mencintainya.

Orang-orang yang Sabar atas Musibah dalam Harta.

Orang-orang yang Mendahulukan Ibadah di Atas Harta.

Orang-orang yang Murah Hati dalam Harta.

Anda dan Harta di Akhirat: Siksaan-siksaan Karena Harta dan Dampak Negatifnya.

Harta Tidak Berguna dan Tidak Bermanfaat di Akhirat.

Orang-orang yang Memerangi Allah dan Agama dengan Hartanya.

Orang-orang yang Enggan Membayar Zakat.

Orang-orang yang Melakukan Riba dalam Harta.

Orang-orang yang Curang dan Licik dalam Harta.

Orang-orang yang Sombong dan Menyalahgunakan Harta.

Orang-orang yang Pamer akan Harta.

Orang-orang yang Sewenang-wenang pada Harta.

Orang-orang yang Mengumpulkan Harta.

Orang-orang yang Lupa pada Allah Karena Harta.

Orang-orang yang Memakan Harta Anak-anak Yatim secara Zhalim.

Orang-orang yang Merusak Janji Karena Harta.

Orang-orang yang Kikir dengan Hartanya.

Baca selanjutnya:

Daftar Isi Buku Ini.

Daftar Buku Perpustakaan Ini.

===

Maraji'/ sumber:

Kitab: Anta wal Maala, Penulis: Syaikh Adnan Ath-Tharsyah, Penerbit: Maktabah Wahbah Kairo, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Anda dan Harta, Penerjemah: Taufik Damas Lc, Editor: H. Abdurrahman Kasdi Lc, Penerbit: Pustaka Al-Kautsar, Jakarta Timur - Indonesia, Cetakan Pertama, Juli 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Anda dan Harta: Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta: Berbuat dengan yang Halal (8)

Anta wa Maala

Anda dan Harta

Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta

8. Berbuat dengan yang Halal (8)

G. Memperbanyak Shadaqah

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Wahai para penjual, sesungguhnya jual beli dihinggapi oleh ucapan kosong dan sumpah palsu, maka campurlah dengan shadaqah." (1)

Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam) menjelaskan bahwa seorang penjual kadangkala berbicara kosong dalam jual beli, kadang bersumpah palsu atau memperbanyak sumpah walaupun benar. Oleh karena itu beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) memerintahkan untuk mencampurnya dengan shadaqah, karena shadaqah melebur kesalahan sebagaimana air memadamkan api. Jika ia mengikuti perintah Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam dan memperbanyak shadaqah, maka Allah akan menggantinya dengan rezeki yang berlipat ganda dari apa yang ia dermakan.

===

(1) Shahih Sunan Abi Dawud: 2845.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Anta wal maala, Penulis: Syaikh Adnan ath-Tharsyah, Penerbit: Maktabah Wahbah - Kairo, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemah: Anda dan harta, Penerjemah: Taufik Damas Lc, Editor: H. Abdurrahman Kasdi Lc, Penerbit: Pustaka al-Kautsar, Jakarta - Indonesia, Cetakan Pertama, Juli 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Anda dan Harta: Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta: Berbuat dengan yang Halal (7)

Anta wa Maala

Anda dan Harta

Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta

8. Berbuat dengan yang Halal (7)

F. Murah Hati dalam Bisnis dan Jual Beli

Islam menganjurkan untuk murah hati dalam berinteraksi antar manusia. Orang yang murah hati akan dicintai di sisi Allah. Ini lebih berharga dari harta dunia seluruhnya. Murah hati adalah kemudahan dan kebaikan. Dia merupakan bagian dari iman. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Iman adalah kesabaran dan kemurahan hati." (1)

Ketika seseorang adalah penjual atau pelaku bisnis, maka hendaknya ia murah hati ketika menjual dan toleran ketika membeli. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Sesungguhnya Allah menyukai sikap murah hati dalam menjual, membeli dan membayar." (2)

Sikap murah hati dalam jual beli adalah kemurahan dan kebaikan di dalamnya. Sedang sikap murah hati dalam membayar adalah kemurahan dan kebaikan dalam menuntut haknya, termasuk ketika menagih hutang dari orang yang berhutang padanya. Digandengkannya rasa cinta dalam semua itu agar menjadi petunjuk bahwa sikap murah hati dan mempermudah akan mendatangkan rasa cinta dan juga mendatangkan rezeki dan harta. Allah mencintai orang yang murah hati karena kemurahan hatinya dan kemampuannya memutuskan hubungan hati dengan harta yang merupakan intisari dunia. Juga karena sikapnya yang memuliakan orang lain dan memberinya manfaat. Yang demikian itu melahirkan kecintaan Allah. Barangsiapa yang mendapatkan kecintaan dari Allah, maka ia akan mendapatkan pertolongan dari-Nya, kesuksesan dalam kerja, kemudian hartanya akan terjaga bahkan akan berkembang dan berkah.

===

(1) Shahih al-Jami' ash-Shaghir.

(2) Shahih Sunan at-Tirmidzi.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Anta wal maala, Penulis: Syaikh Adnan ath-Tharsyah, Penerbit: Maktabah Wahbah - Kairo, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemah: Anda dan harta, Penerjemah: Taufik Damas Lc, Editor: H. Abdurrahman Kasdi Lc, Penerbit: Pustaka al-Kautsar, Jakarta - Indonesia, Cetakan Pertama, Juli 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Anda dan Harta: Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta: Berbuat dengan yang Halal (6)

Anta wa Maala

Anda dan Harta

Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta

8. Berbuat dengan yang Halal (6)

E. Jujur dalam Jual Beli

Sesungguhnya kejujuran adalah faktor penting bagi kesuksesan kerja, terlebih dalam jual beli. Kejujuran akan mendatangkan langganan bagi seorang penjual, yang berarti bertambahnya keuntungan dan, lebih lagi, keberkahan dari Allah. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Penjual dan pembeli memiliki kebebasan sebelum mereka berpisah. Jika keduanya jujur dan terbuka, maka keduanya mendapatkan berkah. Jika keduanya bohong dan menutup-nutupi, maka dihapus keberkahan bagi keduanya." (1)

===

(1) HR. Al-Bukhari, kitab al-Buyu.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Anta wal maala, Penulis: Syaikh Adnan ath-Tharsyah, Penerbit: Maktabah Wahbah - Kairo, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemah: Anda dan harta, Penerjemah: Taufik Damas Lc, Editor: H. Abdurrahman Kasdi Lc, Penerbit: Pustaka al-Kautsar, Jakarta - Indonesia, Cetakan Pertama, Juli 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Anda dan Harta: Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta: Berbuat dengan yang Halal (5)

Anta wa Maala

Anda dan Harta

Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta

8. Berbuat dengan yang Halal (5)

D. Kewajiban-kewajiban Pemilik Lapangan Pekerjaan

Seseorang jika ia adalah pemilik lapangan pekerjaan, seperti pemilik yayasan, pabrik, pusat perbelanjaan dan lain-lain, maka dia memiliki hak-hak dan kewajiban-kewajiban pada para pekerjanya. Tidak diragukan lagi, jika ia memenuhi kewajiban-kewajibannya maka rezekinya akan bertambah dan berkah, serta akan mendapatkan kesuksesan. Di antara kewajiban-kewajiban itu adalah:

1. Membantu para pekerja untuk ibadah. Bagian dari kewajiban seorang bos adalah membantu para pekerjanya untuk taat kepada Allah dengan memberikan kesempatan melaksanakan shalat tepat pada waktunya. Bahkan dia dituntut untuk mengajak pekerjanya yang tidak shalat untuk melaksanakan shalat. Dengan demikian, dia akan mendapatkan pahala di sisi Allah, dan menggabungkan antara kerja dunia dengan kerja akhirat. Jadilah usahanya itu sebab bertambahnya rezeki dan menjauhnya dari
kerugian.

2. Membayar hak-hak. Islam menganjurkan untuk membayar hak para pekerja dan pegawai tanpa ditunda-tunda. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Berikanlah gaji para pekerja sebelum keringat mereka mengering." (1)

Jika seorang juragan membayar gaji para pekerjanya sesuai dengan waktu yang sudah disepakati, maka para pekerja akan senang dengannya dan menyenangi pekerjaannya. Dengan demikian akan bertambah produktivitasnya yang berarti juga bertambahnya keuntungan sang juragan. Yang demikian itu tidak lain kecuali dengan komitmen sang juragan untuk membayar hak para pekerjanya. Hendaklah sang juragan takut untuk mengambil dan memakan apa yang menjadi hak para pekerja atau pegawai. Jika tidak demikian, maka Allah akan menjadi musuhnya di hari Kiamat. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Allah berfirman, 'Ada tiga orang yang Aku menjadi musuh mereka di hari Kiamat: ...seseorang yang menyewa pekerja dan tidak membayar gajinya ketika pekerja itu memintanya." (2)

===

(1) Shahih Sunan Ibni Majah: 1980.

(2) HR. Al-Bukhari, kitab al-Buyu'.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Anta wal maala, Penulis: Syaikh Adnan ath-Tharsyah, Penerbit:
Maktabah Wahbah - Kairo, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan
tahun. Judul terjemah: Anda dan harta, Penerjemah: Taufik Damas Lc,
Editor: H. Abdurrahman Kasdi Lc, Penerbit: Pustaka al-Kautsar, Jakarta
- Indonesia, Cetakan Pertama, Juli 2004 M.

Anda dan Harta: Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta: Berbuat dengan yang Halal (4)

Anta wa Maala

Anda dan Harta

Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta

8. Berbuat dengan yang Halal (4)

C. Profesionalitas

Bagian dari sesuatu yang sangat penting yang dianjurkan oleh Islam dalam bekerja adalah profesionalitas. Dia merupakan yang terpenting bagi kesuksesan kerja setelah ikhlasnya niat. Islam menjelaskan bahwa profesionalitas dalam kerja sangat disukai oleh Allah. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Allah menyukai salah satu dari kalian yang jika bekerja, dia bekerja dengan profesional." (1)

Profesionalitas adalah melakukan kerja dengan teliti, cermat dan dengan cara yang baik. Ia dibutuhkan dalam setiap kerja yang dilakukan oleh manusia, baik kerja keagamaan maupun kerja duniawi. Jika seseorang bekerja sebagai seorang yang profesional, maka ia lakukan kerja dengan cara yang baik dan menggunakan segala fasilitas yang mendukung kerjanya. Hendaknya ia bekerja dengan niat berbuat baik pada sesama.

Jangan bekerja sekadar untuk mendapatkan upah, hendaknya ia bekerja demi profesionalitas.

===

(1) Shahih al-Jami' ash-Shaghir: 1880.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Anta wal maala, Penulis: Syaikh Adnan ath-Tharsyah, Penerbit:
Maktabah Wahbah - Kairo, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan
tahun. Judul terjemah: Anda dan harta, Penerjemah: Taufik Damas Lc,
Editor: H. Abdurrahman Kasdi Lc, Penerbit: Pustaka al-Kautsar, Jakarta
- Indonesia, Cetakan Pertama, Juli 2004 M.

Anda dan Harta: Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta: Berbuat dengan yang Halal (3)

Anta wa Maala

Anda dan Harta

Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta

8. Berbuat dengan yang Halal (3)

B. Jujur dalam Kerja

Bagian dari syarat-syarat keberlanjutan kerja dan berlanjutnya rezeki adalah kejujuran dalam bekerja. Tanpa kejujuran, seseorang tidak akan bisa melanjutkan kerjanya dan sukses. Setiap pekerja harus jujur pada apa yang ia gunakan. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Pembantu pada harta tuannya adalah penjaga. Dia bertanggung-jawab atas penjagaannya." (1)

Penanggung-jawab adalah orang yang menjaga, yang jujur dan memiliki komitmen kebaikan pada apa yang diserahkan padanya. Dia dituntut untuk adil dan melakukan kebaikan pada apa yang menjadi tanggung jawabnya. Bagian dari kejujuran adalah seseorang tidak menggunakan sesuatu yang diserahkan padanya untuk kepentingan pribadi, kecuali setelah mendapat izin dari pemiliknya. Lebih lagi jika seseorang adalah pegawai negeri. Karena apa yang berada di bawah kekuasaannya adalah milik umum yang tidak boleh digunakan sewenang-wenang.

Tidak diragukan lagi bahwa kejujuran mendatangkan manfaat pribadi. Selain keberlangsungan kerja, kejujuran akan menambah penghasilan seseorang, meningkatkan pangkatnya, dan bertambahnya kepercayaan padanya. Balasan dari kejujuran pasti kebaikan.

===

(1) HR. Al-Bukhari, kitab al-Istiqradh.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Anta wal maala, Penulis: Syaikh Adnan ath-Tharsyah, Penerbit:
Maktabah Wahbah - Kairo, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan
tahun. Judul terjemah: Anda dan harta, Penerjemah: Taufik Damas Lc,
Editor: H. Abdurrahman Kasdi Lc, Penerbit: Pustaka al-Kautsar, Jakarta
- Indonesia, Cetakan Pertama, Juli 2004 M.

Anda dan Harta: Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta: Berbuat dengan yang Halal (2)

Anta wa Maala

Anda dan Harta

Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta

8. Berbuat dengan yang Halal (2)

Apabila seseorang sibuk dengan pekerjaan, baik kerja sebagai pegawai, pengusaha atau jual beli, maka hendaknya dia memperhatikan syarat-syarat tertentu agar hartanya terjaga dan bertambah. Di antara syarat-syaratnya itu adalah:

A. Niat Ikhlas karena Allah dalam Kerja

Sesungguhnya syarat terpenting bagi manusia agar usahanya sukses di dunia dan akhirat adalah niat ikhlas karena Allah dalam bekerja. Setiap perbuatan yang dilakukan oleh manusia karena ikhlas, maka akan mendapatkan pahala. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Bahkan pada kemaluan salah satu kalian adalah shadaqah." Para Shahabat (ra-dhiyallaahu 'anhum) bertanya, "Apakah salah satu di antara kami menyalurkan syahwatnya kemudian mendapat pahala?" Beliau bersabda, "Bagaimana pendapat kalian jika dia melakukan itu pada yang haram, apakah dia tidak berdosa? Begitulah, jika dia melakukannya pada yang dihalalkan, maka baginya pahala." (1) Begitu juga setiap kerja yang halal yang dilakukan oleh manusia dengan niat mencukupkan dirinya dan keluarganya agar tidak meminta-minta pada orang lain dan agar bisa melakukan taat kepada Allah, maka baginya pahala. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Satu dinar yang engkau dermakan di jalan Allah, satu dinar yang engkau dermakan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang engkau dermakan untuk orang miskin, dan satu dinar yang engkau dermakan untuk keluargamu, maka yang paling besar pahalanya adalah satu dinar yang engkau dermakan untuk keluargamu." (2)

===

(1) HR. Muslim, kitab az-Zakat.

(2) HR. Muslim, kitab az-Zakat.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Anta wal maala, Penulis: Syaikh Adnan ath-Tharsyah, Penerbit: Maktabah Wahbah - Kairo, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemah: Anda dan harta, Penerjemah: Taufik Damas Lc, Editor: H. Abdurrahman Kasdi Lc, Penerbit: Pustaka al-Kautsar, Jakarta - Indonesia, Cetakan Pertama, Juli 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Anda dan Harta: Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta: Berbuat dengan yang Halal

Anta wa Maala

Anda dan Harta

Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta

8. Berbuat dengan yang Halal

Islam menganjurkan untuk berbuat dan memerintahkan agar perbuatan itu didasari dengan sesuatu yang halal, baik dan dapat diterima, untuk mendapatkan manfaat-manfaat yang Allah jadikan sebagai buah kehalalan, seperti terjaganya harta, keberkahan dan bertambahnya harta. Islam melarang perbuatan haram dan sesuatu yang terdapat dosa di dalamnya agar terhindar dari bahaya keharaman yang Allah ciptakan, seperti bangkrutnya harta, sebagian maupun seluruhnya. Ini di dunia saja. Adapun di akhirat, maka siksanya lebih besar dan lebih keras, yaitu adzab Neraka dan tempat kembali yang buruk. Oleh karena itu Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam menganjurkan manusia untuk selalu mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram. Beliau bersabda,

"Wahai manusia, takwalah kepada Allah dan perbaikilah dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya seseorang tidak akan mati kecuali rezekinya sudah terpenuhi, walaupun terlambat. Takwalah kepada Allah dan perbaikilah dalam mencari rezeki. Ambillah yang halal dan tinggalkan yang haram." (1)

Pernah ditanyakan pada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, "Wahai Rasulullah, kerja apa yang paling baik?" Beliau bersabda, "Kerja seseorang dengan tangannya dan segala jual beli yang baik." (2) Yakni segala jual beli yang diterima, yang halal dan yang tidak bercampur dengan dosa.

===

(1) Shahih Sunan Ibni Majah: 1743.

(2) Musnad Ahmad: 17198. Ahmad az-Zain berkata: Isnadnya shahih.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Anta wal maala, Penulis: Syaikh Adnan ath-Tharsyah, Penerbit: Maktabah Wahbah - Kairo, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemah: Anda dan harta, Penerjemah: Taufik Damas Lc, Editor: H. Abdurrahman Kasdi Lc, Penerbit: Pustaka al-Kautsar, Jakarta - Indonesia, Cetakan Pertama, Juli 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Anda dan Harta: Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta: Menggabungkan Haji dan 'Umrah

Anta wa Maala

Anda dan Harta

Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta

7. Menggabungkan Haji dan 'Umrah

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Gabungkanlah antara haji dan 'umrah, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana amplas menghilangkan karat pada besi, emas dan perak. Tidak ada pahala bagi haji mabrur kecuali Surga." (1) Dalam riwayat lain, "Gabungkanlah antara haji dan 'umrah, karena menggabungkan keduanya akan menambah umur dan rezeki, dan menghilangkan dosa-dosa sebagaimana amplas menghilangkan karat pada besi." (2)

Allah telah memerintahkan untuk haji dan 'umrah. Allah berfirman,

"Sempurnakanlah haji dan 'umrah karena Allah." (QS. Al-Baqarah: 196)

Allah berfirman,

"Haji memiliki waktu-waktu tertentu yang sudah maklum. Barangsiapa menetapkan melakukan haji di waktu-waktu itu, maka tidak boleh bicara cabul, berbuat fasik dan berselisih di dalam haji." (QS. Al-Baqarah: 197)

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam meyakinkan bahwa haji jika tidak ada ucapan cabul dan perbuatan fasik di dalamnya, maka haji akan menghilangkan dosa-dosa seluruhnya sehingga orang yang haji seperti bayi yang baru dilahirkan. Beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) bersabda,

"Barangsiapa yang haji dan tidak berkata cabul dan berbuat fasik, maka dia kembali seperti hari dimana ia dilahirkan oleh ibunya." (3)

Begitu juga beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) meyakinkan bahwa 'umrah sampai 'umrah yang lain akan menghapuskan dosa-dosa di antaranya. Beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) bersabda,

"Umrah yang satu sampai 'umrah yang lainnya akan menghapuskan dosa-dosa di antara keduanya. Haji mabrur tidak ada balasan baginya kecuali Surga." (4)

Sesungguhnya Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam) ketika mengatakan itu semua tidaklah mengatakannya berdasarkan hawa nafsunya, melainkan berdasarkan perintah dari Allah Tuhan semesta alam yang mengutusnya sebagai rahmat bagi alam raya. Allah berfirman,

"Dia tidak berkata berdasarkan hawa nafsunya, melainkan berdasarkan wahyu yang diturunkan kepadanya." (QS. An-Najm: 3-4)

Dari 'Abdullah bin 'Amr (ra-dhiyallaahu 'anhu), ia berkata, "Aku menulis segala sesuatu yang aku dengar dari Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, aku ingin menghafalnya. Kaum Quraisy menahanku dan mereka berkata, 'Sesungguhnya engkau menulis apa yang engkau dengar dari Rasulullah, sedangkan beliau adalah manusia biasa, yang bicara dalam keadaan marah dan suka.' Aku memegang buku, kemudian menceritakan pada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam. Beliau bersabda, 'Tulislah. Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, tidak keluar dariku kecuali kebenaran.' (5) Apa yang diberitakan oleh Rasul (shallallaahu 'alaihi wa sallam) kepada kita adalah wahyu dari Allah yang di tangan-Nya rezeki berada. Dia yang menjadikan haji dan 'umrah sebagai penambah umur dan rezeki. Segala sesuatu berada di bawah kekuasaan-Nya.

===

(1) Shahih Sunan at-Tirmidzi: 650.

(2) Musnad Ahmad: 15637. Hamzah Ahmad az-Zain berkata: Isnadnya shahih.

(3) HR. Al-Bukhari, kitab al-Hajj.

(4) HR. Al-Bukhari, kitab al-'Umrah.

(5) Musnad Ahmad: 6510. Ahmad Muhammad Syakir berkata: Isnadnya shahih.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Anta wal maala, Penulis: Syaikh Adnan ath-Tharsyah, Penerbit: Maktabah Wahbah - Kairo, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemah: Anda dan harta, Penerjemah: Taufik Damas Lc, Editor: H. Abdurrahman Kasdi Lc, Penerbit: Pustaka al-Kautsar, Jakarta - Indonesia, Cetakan Pertama, Juli 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Anda dan Harta: Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta: Berjuang dengan Harta dan Jiwa (2)

Anta wa Maala

Anda dan Harta

Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta

6. Berjuang dengan Harta dan Jiwa (2)

Allah seringkali menggandengkan harta dan jiwa dalam banyak ayat, yang mengajak berjuang. Allah mengutamakan orang-orang yang berjuang daripada orang-orang yang duduk di rumah saja.

Allah berfirman,

"Tidaklah sama orang-orang yang duduk dari orang-orang mukmin tanpa alasan (sakit) dibanding orang-orang yang berjuang di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka. Allah meninggikan derajat orang-orang yang berjuang di jalan-Nya dengan harta dan jiwa di atas orang-orang yang duduk-duduk saja. Semuanya dijanjikan kebaikan oleh Allah. Allah mengutamakan orang-orang yang berjuang di atas orang-orang yang duduk dengan pahala yang besar. Derajat dari-Nya, ampunan dan kasih sayang. Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang." (QS. An-Nisa': 95-96)

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Sesungguhnya di Surga ada beberapa derajat yang Allah sediakan bagi orang-orang yang berjuang di jalan Allah. Jarak antara satu derajat dengan derajat lainnya bagaikan jarak antara langit dan bumi." (1)

Sebab diutamakannya orang-orang yang berjuang di jalan Allah atas orang-orang yang berdiam diri adalah kembali kepada jihad itu sendiri. Jihad di jalan Allah tidak tertandingi dengan apapun dari bentuk-bentuk taat yang lainnya. Pernah dikatakan kepada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, "Perbuatan apa yang menandingi jihad di jalan Allah?" Beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) bersabda, "Kalian tidak akan mampu melakukan." Para Shahabat (ra-dhiyallaahu 'anhum) mengulangi pertanyaan itu dua sampai tiga kali, dan beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) selalu menjawab, "Kalian tidak akan mampu melakukan." Ketiga kalinya beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) bersabda, "Perumpamaan orang yang berjuang di jalan Allah adalah seperti orang yang puasa, berdiri shalat dengan ayat-ayat Allah dan tidak lemas karena puasa dan shalat sampai orang yang berjuang di jalan Allah kembali." (2)

Hadits ini menjelaskan besarnya pahala jihad, karena puasa, berdiri dan shalat dengan ayat-ayat Allah adalah perbuatan yang terbaik. Orang yang berjuang di jalan Allah sama dengan orang yang tidak lemas sedikit pun karena puasa dan shalat. Ini sesuatu yang tak seorang pun mampu. Oleh karena itu, Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam) bersabda, "Kalian tidak akan mampu." Jihad adalah sarana untuk mengumandangkan agama dan menyebarkannya, dan untuk menghancurkan kekufuran, maka keutamaan jihad seperti keutamaan itu.

Orang yang keluar untuk jihad di jalan Allah, tidak akan keluar kecuali hanya karena iman dan ikhlas kepada Allah. Ini manusia terbaik. Pernah dikatakan kepada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, "Wahai Rasulullah, siapa manusia yang paling utama?" Beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) bersabda, "Seorang mukmin yang berjuang di jalan Allah dengan harta dan jiwanya." (3) Beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) bersabda, "Kaki yang berdebu dari orang yang berjuang di jalan Allah tidak akan tersentuh oleh Neraka." Beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) bersabda lagi, "Ikatan tali kuda sehari di jalan Allah lebih baik dari dunia dan segala isinya. Tempat pecut salah satu kalian di Surga lebih baik dari dunia dan segala isinya. Makan sore seseorang di jalan Allah lebih baik dari dunia dan segala isinya, dan makan pagi seseorang di jalan Allah lebih baik dari dunia dan segala isinya." (4)

Oleh sebab itulah Allah mengutamakan orang-orang jihad di atas orang-orang yang berdiam diri. Walau demikian, Allah tetap memberikan kebebasan pada orang mukmin dalam jihad kecuali pada kondisi-kondisi tertentu dimana jihad menjadi wajib 'ain (wajib bagi setiap individu) dengan jiwa. Boleh saja orang berjihad dengan harta dan jiwanya, atau dengan salah satu di antara keduanya. Merupakan rahmat dari Allah bahwa Allah menjadikan orang yang berjuang dengan hartanya sama dengan orang yang berjuang dengan jiwa raganya, berperang di jalan Allah. Bahkan orang yang membantu mempersiapkan alat-alat untuk orang yang akan berjuang, sama dengan orang yang berjuang. Barangsiapa yang menggantikan orang yang berjuang dengan menjamin keluarga orang yang berjuang, maka sama dengan berjuang di jalan Allah. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Barangsiapa membantu menyiapkan sesuatu untuk orang yang berperang, maka sama dengan orang yang berperang. Barangsiapa yang menggantikan orang yang berperang di jalan Allah dengan kebaikan, maka sama dengan orang yang berperang." (5)

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Barangsiapa membantu mempersiapkan orang yang berperang, maka dia mendapatkan pahala seperti orang yang berperang, tidak kurang sedikitpun." (6)

===

(1) HR. Al-Bukhari, kitab al-Jihad.

(2) HR. Muslim, kitab al-Imarah.

(3) HR. Al-Bukhari, kitab al-Jihad.

(4) HR. Al-Bukhari, kitab al-Jihad.

(5) HR. Al-Bukhari, kitab al-Jihad.

(6) Shahih Sunan Ibni Majah 2229.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Anta wal maala, Penulis: Syaikh Adnan ath-Tharsyah, Penerbit: Maktabah Wahbah - Kairo, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemah: Anda dan harta, Penerjemah: Taufik Damas Lc, Editor: H. Abdurrahman Kasdi Lc, Penerbit: Pustaka al-Kautsar, Jakarta - Indonesia, Cetakan Pertama, Juli 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Anda dan Harta: Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta: Berjuang dengan Harta dan Jiwa

Anta wa Maala

Anda dan Harta

Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta

6. Berjuang dengan Harta dan Jiwa

Allah telah menjadikan manusia, dan Allah mengetahui bahwa harta merupakan sesuatu yang berharga di hati para makhluk. Mereka selalu siap melakukan apa saja demi mendapatkan harta, seperti dengan jalan berdagang.

Allah berfirman,

"Wahai orang-orang yang beriman, maukah kalian Aku tunjukkan pada perdagangan yang akan menyelamatkan kalian dari adzab yang pedih? Yaitu, kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, berjuang di jalan Allah dengan harta dan jiwa kalian. Yang demikian itu baik bagi kalian jika kalian mengetahui. Dia akan mengampuni dosa-dosa kalian dan memasukkan kalian ke dalam Surga-surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, dan tempat-tempat yang indah di Surga Adn. Itulah kesuksesan yang besar. Dan yang lainnya yang kalian suka. Kemenangan dari Allah dan pembebasan yang dekat, maka berilah kabar gembira pada orang-orang yang beriman." (QS. Ash-Shaf: 10-13)

Jihad (berjuang) di jalan Allah dengan harta dan jiwa adalah perdagangan yang dijamin keuntungannya. Allah memberitahukan bahwa jihad adalah baik bagi kita, maka wajib bagi kita untuk beriman dengan iman yang sesungguhnya. Jihad merupakan sebab kesuksesan dengan mendapatkan sesuatu yang besar di dunia dan akhirat. Allah pun memberitahu kita bahwa Dia telah membeli harta-harta dan jiwa-jiwa orang-orang mukmin dan memberi kabar gembira pada kita bahwa jual beli ini adalah jual beli dan perdagangan yang menguntungkan.

Allah berfirman,

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin harta-harta dan jiwa-jiwa mereka, dan sesungguhnya mereka mendapatkan Surga. Berperang di jalan, maka mereka membunuh atau terbunuh. Janji yang benar dari-Nya di dalam Taurat, Injil dan al-Qur-an. Siapa yang lebih menepati janji dari Allah? Maka gembiralah dengan jual beli kalian dengan-Nya. Itulah kesuksesan yang besar." (QS. At-Taubah: 111)

Allah berfirman,

"Berangkatlah, berat atau ringan. Berjuanglah di jalan Allah. Yang demikian itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui." (QS. At-Taubah: 41)

Yakni, jika kalian berjuang dengan harta kalian dan kalian mendermakan sebagian harta untuk berjuang, maka itu lebih baik bagi kalian di dunia dan di akhirat. Karena Allah merampas harta musuh-musuh kalian dan menyerahkannya pada kalian. Kalian mendapatkan yang lebih banyak dari harta yang kalian dermakan di dunia. Apalagi kalian akan mendapatkan pahala yang banyak. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Allah menjamin orang yang berjuang di jalan-Nya, yang tidak keluar dari rumahnya kecuali untuk berjuang di jalan-Nya dan membenarkan kalimat-Nya, dengan memasukkan ke dalam Surga atau mengembalikannya ke rumahnya dengan membawa ganjaran dan rampasan perang." (1)

===

(1) HR. Muslim, kitab al-Imarah.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Anta wal maala, Penulis: Syaikh Adnan ath-Tharsyah, Penerbit: Maktabah Wahbah - Kairo, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemah: Anda dan harta, Penerjemah: Taufik Damas Lc, Editor: H. Abdurrahman Kasdi Lc, Penerbit: Pustaka al-Kautsar, Jakarta - Indonesia, Cetakan Pertama, Juli 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Anda dan Harta: Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta: Silaturahim

Anta wa Maala

Anda dan Harta

Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta

5. Silaturahim

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Barangsiapa yang ingin rezekinya diperluas dan diperpanjang umurnya, maka sambunglah tali silaturahim." (1)

Islam mengajak untuk menyambung tali silaturahim yang akan berakibat pada luasnya rezeki. Makna luasnya rezeki adalah berkahnya rezeki itu. Menyambung tali persaudaraan adalah shadaqah, dan shadaqah memperbanyak harta dan mengembangkannya.

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Kenalilah orang-orang yang satu nasab (memiliki hubungan persaudaraan berdasarkan hubungan darah) dengan kalian, kemudian sambunglah tali persaudaraan itu. Sesungguhnya menyambung tali persaudaraan adalah melahirkan kecintaan antar keluarga, mempengaruhi harta dan memperpanjang umur." (2)

Jadi Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengenal saudara dan kemudian melakukan silaturahim dengan mereka. Yang demikian itu akan menambah rezeki, menambah kecintaan di antara keluarga dan memperpanjang umur.

===

(1) HR. Al-Bukhari, kitab al-Adab.

(2) Shahih Sunan at-Tirmidzi 1612.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Anta wal maala, Penulis: Syaikh Adnan ath-Tharsyah, Penerbit: Maktabah Wahbah - Kairo, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemah: Anda dan harta, Penerjemah: Taufik Damas Lc, Editor: H. Abdurrahman Kasdi Lc, Penerbit: Pustaka al-Kautsar, Jakarta - Indonesia, Cetakan Pertama, Juli 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Anda dan Harta: Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta: Melakukan Kebaikan

Anta wa Maala

Anda dan Harta

Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta

4. Melakukan Kebaikan

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Sesungguhnya Allah tidak akan zhalim pada hamba-Nya yang berbuat kebaikan. Dia akan dibalas dengan diberi rezeki di duniaa dan akan dibalas dengan pahala di akhirat." (1)

Dalam riwayat lain dijelaskan,

"Sesungguhnya Allah tidak akan zhalim pada hamba mukmin yang berbuat kebaikan. Dia akan membalasnya di dunia dan akhirat. Adapun orang kafir yang berbuat kebaikan, maka akan dibalas sesuai perbuatan baiknya di dunia. Ketika di akhirat nanti, tidak ada kebaikan yang akan dibalas untuknya." (2)

Tidak seorang muslim pun yang berbuat kebaikan di dunia ini kecuali Allah akan membalasnya di dunia dan di akhirat; di dunia dengan diluaskan rezekinya dan diberi rezeki yang baru untuknya, dan di akhirat derajatnya ditinggikan di Surga.

Allah berfirman,

"Barangsiapa melakukan satu kebaikan, maka akan dibalas dengan yang lebih baik." (QS. Al-Qashash: 84)

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda tentang Rabbnya,

"Sesungguhnya Allah mencatat berbagai kebaikan dan kejahatan. Barangsiapa niat melakukaan satu kebaikan dan tidak melakukannya, maka Allah akan mencatatnya sebagai satu kebaikan yang sempurna. Jika ia niat melakukan satu kebaikan dan melakukannya, maka Allah mencatatnya sebagai sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat dan lipatan yang lebih banyak lagi." (3)

Yang demikian itu karena manfaat kebaikan akan kembali kepada orang yang melakukannya.

Allah berfirman,

"Jika kalian berbuat baik, maka kalian berbuat baik pada diri kalian sendiri." (QS. Al-Isra': 7)

Allah berfirman,

"Barangsiapa berbuat baik, maka hal itu untuk dirinya." (QS. Fushshilat: 46)

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Sesungguhnya orang kafir jika berbuat kebaikan, maka Allah akan membalas kebaikan itu di dunia. Adapun orang mukmin jika berbuat baik, maka Allah akan menyimpan kebaikan itu untuk di akhirat, dan Allah membalasnya pula di dunia dengan memberi rezeki." (4)

An-Nawawi berkata, "Ulama sepakat bahwa orang kafir yang mati dalam kekafirannya tidak akan mendapatkan pahala di akhirat. Amal kebaikannya, dengan niat mendekatkan diri pada Allah, tidak akan dibalas sedikitpun di akhirat. Yang dimaksud dengan perbuatan baik di sini adalah perbuatan baik yang tidak memerlukan niat, seperti silaturrahim, shadaqah, memerdekakan budak, menjamu tamu dan lain-lain. Adapun orang mukmin, maka ia akan dibalas di dunia dan di akhirat. Jika seorang kafir melakukan kebaikan itu, kemudian masuk Islam, maka dia akan dibalas di akhirat, berdasarkan madzhab yang benar." (5)

Ibnu 'Abbas ra-dhiyallaahu 'anhuma berkata, "Sesungguhnya kebaikan itu menyinari wajah, menjadi cahaya hati, memperluas rezeki, dan menambah kecintaan di hati makhluk." Perbuatan baik secara umum adalah seperti membaca al-Qur-an dan merenunginya, dzikir yang dilakukan oleh hati dan lisan, mempelajari ilmu yang manfaat, shalat malam dan lain-lain.

===

(1) Musnad Ahmad 12204. Hamzah Ahmad az-Zain berkata: Isnadnya shahih.

(2) HR. Muslim, kitab Shifat al-Qiyamah.

(3) HR. Al-Bukhari, kitab ar-Riqab.

(4) HR. Muslim, kitab Shifat al-Qiyamah.

(5) Syarh Shahih Muslim li an-Nawawi 17/150.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Anta wal maala, Penulis: Syaikh Adnan ath-Tharsyah, Penerbit: Maktabah Wahbah - Kairo, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemah: Anda dan harta, Penerjemah: Taufik Damas Lc, Editor: H. Abdurrahman Kasdi Lc, Penerbit: Pustaka al-Kautsar, Jakarta - Indonesia, Cetakan Pertama, Juli 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Anda dan Harta: Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta: Zakat dan Shadaqah (2)

Anda dan Harta

Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta

3. Zakat dan Shadaqah (2)

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Wahai anak Adam, berdermalah, maka akan digantikan untuk kalian." (1)

Sebagaimana cerita dua Malaikat, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Tidak ada hari dimana para hamba bangun di pagi hari kecuali akan turun padanya dua Malaikat. Malaikat yang satu berkata, 'Wahai Allah, berikan pengganti pada orang yang mendermakan hartanya.' Malaikat yang lain berkata, 'Wahai Allah, hancurkan harta orang yang kikir.'" (2)

Penggantian itu mungkin saja di dunia ini dengan dipermudahnya dalam mengembangkan usaha, atau mungkin juga penggantian itu di akhirat dengan diperbesarnya pahala. Allah berfirman,

"Apa yang kalian dermakan dari zakat karena mengharap ridha Allah, maka merekalah orang-orang yang akan dilipatgandakan pahalanya." (QS. Ar-Rum: 39)

Al-Baihaqi rahimahullaah berkata, "Turunkanlah rezeki dengan bershadaqah."

Selain dari manfaat material dari shadaqah, dia juga memiliki manfaat lain yang lebih besar, yaitu melebur kesalahn yang hampir tidak bisa dihindari oleh siapapun. Jika kesalahan itu berhubungan dengan Allah, maka shadaqah akan meleburnya. Jika kesalahan itu berhubungan dengan hak-hak orang lain, maka kebaikan itu akan diterimaa oleh musuhnya sebagai ganti dari kezhalimannya. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Shadaqah melebur kesalahan sebagaimana air memadamkan api." (3)

Jika datang kematian pada seseorang, maka dia akan meminta untuk ditunda agar bisa bershadaqah. Allah berfirman,

"Dermakanlah apa yang telah Kami rezekikan pada kalian sebelum datang kematian, maka salah seorang di antara kalian akan berkata, 'Wahai Rabbku, hendaklah Engkau tunda kematianku sebentar saja untuk berderma dan aku akan termasuk orang-orang yang shalih.' Allah tidak akan menunda jiwa ketika ajalnya sudah datang. Allah Maha Mengetahui apa yang kalian lakukan." (QS. Al-Munafiqun: 10-11)

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Keturunan Adam berkata, 'Hartaku, hartaku.' Wahai anak Adam, hartamu adalah apa yang engkau makan, kemudian sirna, apa yang engkau pakai kemudian usang, dan apa yang engkau dermakan kemudian berlalu." (4)

Maksudnya bahwa hartamu yang akan kekal dan bermanfaat buat dirimu adalah harta yang engkau dermakan, yang menjadi simpanan di hari pembalasan.

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam memberitahukan bahwa derajat terbaik adalah orang yang memiliki ilmu dan harta yang halal, kemudian mengetahui akan hak-hak Allah dalam ilmu dan hartanya, seperti zakat, shadaqah dan lain-lain daripada hak-hak yang berhubungan dengan Allah dan hamba-hamba-Nya. Kemudian ia mendermakan hartanya, menyambung tali persaudaraan.

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Sesungguhnya dunia untuk empat kelompok manusia: Seorang hamba yang diberi rezeki oleh Allah berupa harta dan ilmu, kemudian ia takwa kepada Rabbnya dan menyambung tali persaudaraan. Ia mengetahui bahwa ada hak Allah dalam hartanya. Itulah derajat yang paling mulia." (5)

===

(1) HR. Muslim, kitab az-Zakat.

(2) HR. Al-Bukhari, kitab az-Zakat.

(3) Shahih Sunan at-Tirmidzi 2110.

(4) HR. Muslim, kitab az-Zuhd.

(5) Shahih Sunan at-Tirmidzi 1894.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Anta wal maala, Penulis: Syaikh Adnan ath-Tharsyah, Penerbit: Maktabah Wahbah - Kairo, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemah: Anda dan harta, Penerjemah: Taufik Damas Lc, Editor: H. Abdurrahman Kasdi Lc, Penerbit: Pustaka al-Kautsar, Jakarta - Indonesia, Cetakan Pertama, Juli 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Anda dan Harta: Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta: Zakat dan Shadaqah

Anda dan Harta

Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta

3. Zakat dan Shadaqah

Allah berfirman,

"Ambillah dari harta-harta mereka shadaqah yang mensucikan mereka dan mengembangkan harta mereka." (QS. At-Taubah: 103)

Seorang laki-laki dari Bani Tamim datang kepada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam. Ia berkata, "Wahai Rasulullah, aku memiliki harta yang banyak, keluarga dan anak, dan aku bermukim. Beritahu aku apa yang harus aku lakukan?" Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam) bersabda,

"Keluarkan zakat dari hartamu, karena zakat adalah penyucian yang akan mensucikan engkau. Sambunglah tali silaturrahim dengan kerabat-kerabatmu, dan ketahuilah hak para peminta, tetangga dan orang miskin." (1)

Allah telah menentukan dalam harta shadaqah tertentu, yaitu zakat, dan shadaqah yang tidak tertentu, yaitu shadaqah sunnah. Yang demikian itu untuk mensucikan diri pemiliknya dari penyakit kikir, serakah, dan keras hati pada orang-orang miskin. Juga zakat mensucikan diri pemiliknya sehingga bertambah kebaikannya dan terangkat derajatnya serta berkah dalam hidup, sehingga mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Bagian dari sifat-sifat orang yang takwa yang mendapatkan Surga di akhirat adalah bahwa mereka orang-orang yang baik, yang menyadari adanya hak-hak orang miskin dalam harta mereka.

Zakat adalah hak Allah yang dikeluarkan oleh manusia untuk orang-orang miskin. Dinamakan zakat karena adanya harapan keberkahan, pensucian jiwa dan pengembangan jiwa dengan berbagai kebaikan. Dia diambil dari kata zakat yang berarti berkembang, suci dan berkah. Zakat merupakan salah satu rukun Islam. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Orang yang bershadaqah dengan sesuatu yang baik, dan Allah tidak akan menerima kecuali yang baik, maka Allah akan mengambilnya dengan tangan kanan-Nya walau hanya sebuah kurma. Di tangan Allah dia akan berkembang, sehingga lebih besar daripada gunung, sebagaimana salah satu dari kalian mengembangkan anak kudanya atau bayinya." (2)

Allah berfirman,

"Allah menghapus riba dan mengembangkan shadaqah-shadaqah." (QS. Al-Baqarah: 276)

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bahkan bersumpah bahwa harta seseorang tidak akan berkurang karena shadaqah yang dikeluarkan. Beliau bersabda,

"Tiga perkara aku bersumpah atasnya dan aku ceritakan pada kalian, maka hafalkanlah, tidak akan kurang harta seseorang karena shadaqah." (3)

Bahkan shadaqah akan menambah harta seseorang karena berkah, terhindar dari kerugian dan digantikan dengan yang lebih baik dan lebih manfaat. Allah berfirman,

"Apa yang kalian dermakan dari sesuatu, maka Dia akan menggantinya. Dialah sebaik-baik pemberi rezeki." (QS. Saba': 39)

===

(1) Musnad Ahmad 12334. Hamzah Ahmad az-Zain berkata: Isnadnya shahih.

(2) HR. Muslim, kitab az-Zakat.

(3) Shahih Sunan at-Tirmidzi 1894.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Anta wal maala, Penulis: Syaikh Adnan ath-Tharsyah, Penerbit: Maktabah Wahbah - Kairo, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemah: Anda dan harta, Penerjemah: Taufik Damas Lc, Editor: H. Abdurrahman Kasdi Lc, Penerbit: Pustaka al-Kautsar, Jakarta - Indonesia, Cetakan Pertama, Juli 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Anda dan Harta: Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta: Mendermakan Harta di Jalan Allah

Anda dan Harta

Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta

2. Mendermakan Harta di Jalan Allah

Allah berfirman,

"Perumpamaan orang-orang yang mendermakan hartanya di jalan Allah seperti biji yang tumbuh menjadi tujuh batang. Di setiap batang terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan pahala orang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas dan Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 261)

Allah membuat perumpamaan orang yang mendermakan hartanya di jalan Allah seperti orang yang menanam biji yang dari biji itu tumbuh tujuh batang yang setiap batangnya terdapat seratus biji. Maka hasil dari satu biji adalah tujuh ratus biji. Dan Allah melipatgandakan pahala orang-orang yang Dia kehendaki. Begitu pula uang yang didermakan di jalan Allah, maka pahalanya akan berlipat tujuh ratus kali. Orang yang mendermakan hartanya di jalan Allah dengan ikhlas, harta yang baik dan diserahkan pada tempat yang tepat, maka akan mendapatkan pahala sampai tujuh ratus kali lipat atau lebih.

Allah berfirman,

"Barangsiapa yang mendermakan (yuqridhu, aslinya menghutangi) hartanya pada Allah dengan cara yang baik, maka Allah akan melipatgandakan pahala baginya dengan lipatan yang banyak. Allah menggenggam dan melepas. Hanya kepada-Nya kalian dikembalikan." (QS. Al-Baqarah: 245)

Dalam ayat ini Allah menganjurkan manusia untuk mendermakan hartanya di jalan Allah. Allah menyebutnya dengan qirdhu (hutang) untuk memperkuat bahwa hartanya itu akan dikembalikan oleh Allah. Dan Allah mengembalikan hutang pada pemiliknya dengan lipatan yang tak terhitung. Oleh karenanya, berdermalah kalian. Jangan pedulikan harta yang kalian dermakan, karena Allah akan membalasnya dengan berlipat ganda. Hanya kepada Allah kalian akan kembali. Jalan-jalan menuju Allah dalam mendermakan harta banyak sekali. Yang teragung adalah jihad di jalan Allah untuk menegakkan ajaran Allah dan menyebarkan Islam.

Dari Ibnu 'Abbas (ra-dhiyallaahu 'anhuma), "Jihad dan hajji melipatgandakan harta menjadi tujuh ratus kali."

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Anta wal maala, Penulis: Syaikh Adnan ath-Tharsyah, Penerbit: Maktabah Wahbah - Kairo, Judul terjemah: Anda dan harta, Penerjemah: Taufik Damas Lc, Editor: H. Abdurrahman Kasdi Lc, Penerbit: Pustaka al-Kautsar, Jakarta - Indonesia, Cetakan Pertama, Juli 2004 M.

===

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Anda dan Harta: Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta: Mengingat Allah

Anda dan Harta

Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta

Sebab-sebab terjaganya harta dan berkembangnya, atau mendapatkan pahala karena mendermakannya, banyak sekali. Di antaranya:

1. Mengingat Allah

Allah berfirman,

"Hendaklah ketika engkau masuk ke dalam Surgamu, engkau ucapkan, 'Apa yang Allah kehendaki terjadi, tidak ada kekuatan kecuali kecuali dari Allah." (QS. Al-Kahfi: 39)

Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

"Jika salah satu kalian melihat sesuatu yang mengagumkan dari saudaranya, atau dirinya sendiri, atau hartanya, maka mintalah keberkahan dari Allah. Karena sesungguhnya mata adalah benar." (1)

Islam menganjurkan bagi orang yang melihat sesuatu yang mengagumkan dari hartanya, baik karena banyak, indah dan bagusnya, untuk berdo'a pada Allah agar diberi keberkahan hartanya. Dan hendaknya mengingat Allah dengan ucapan Maa syaa-allaahu laa quwwata illaa billaah.

Yang demikian itu agar mata manusia tidak tertipu oleh keindahan hartanya sehingga tidak mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Selain itu juga agar Allah menjadikan hartanya berkah dan bertambah.

Ucapan: Maa syaa-allaahu laa quwwata illaa billaah (Apa yang Allah kehendaki terjadi, tidak ada kekuatan kecuali dari Allah), adalah bentuk kepasrahan dan penyerahan. Sesungguhnya apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki tidak akan terjadi. Adanya harta di tangan seseorang adalah karena kekuasaan dari Allah, bukan karena kekuasaan dan kemampuan seseorang. Jika Allah menghendaki mencabut berkahnya, maka harta itu tidak akan terkumpul, karena seseorang tidak memiliki kekuasaan sedikitpun dan tidak memiliki kemampuan untuk menghindar dari bahaya. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

"Maukah engkau aku ajarkan kalimat yang merupakan simpanan surga! Yaitu kalimat: Laa haula wa laa quwwata illaa billaah." (2)

Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam sendiri selalu ingat kepada Allah dan berlindung pada-Nya dari tipuan harta. Setiap kali beliau (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) pergi dan kembali dari bepergian, beliau berdo'a:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَابَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالأَ هْلِ

Allaahumma innii a'uudzu bika min wa'tsaa-is safari wa kaabatil manzhari wa suu-il munqalabi fil maali wal ahli.
"Wahai Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mua dari kesulitan bepergian, kesedihan pandangan dan tipuan harta dan keluarga." (3)

===

(1) Musnad Ahmad 15740, Hamzah Ahmad az-Zain berkata: Isnadnya shahih.

(2) HR. Al-Bukhari, kitab al-Qadar.

(3) HR. Muslim, kitab al-Hajj.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Anta wal maala, Penulis: Syaikh Adnan ath-Tharsyah, Penerbit: Maktabah Wahbah - Kairo, Judul terjemah: Anda dan harta, Penerjemah: Taufik Damas Lc, Editor: H. Abdurrahman Kasdi Lc, Penerbit: Pustaka al-Kautsar, Jakarta - Indonesia, Cetakan Pertama, Juli 2004 M.

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Anda dan Harta: Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta

Anda dan Harta

Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta

Allah telah menciptakan manusia dan menjelaskan kepadanya jalan kebaikan dan jalan keburukan. Allah juga menjelaskan pada manusia jalan bersyukur dan jalan kekafiran. Allah berfirman,

"Sesungguhnya Kami telah menunjukkan jalan pada manusia. Bisa jadi ia bersyukur, bisa jadi ia kufur." (QS. Al-Insan: 3)

Allah menjadikaan manusia bebas dalam memilih jalannya, dan Allah menjadikan bagi kebebasan, konsekuensi dari kebebasan itu. Jika kebaikan yang dipilih, maka baiklah akibatnya. Jika kejelekan yang dipilih, maka jeleklah akibatnya. Apabila bersyukur, maka akan ditambahkan. Apabila kufur, maka akan disiksa dengan siksa yang pedih. Allah berfirman,

"Ketika Rabb kalian mengumumkan, jika kalian bersyukur, maka sungguh akan Aku tambahkan nikmat pada kalian. Jika kalian kufur, maka sesungguhnya adzab-Ku amat pedih." (QS. Ibrahim: 7)

Untuk menjaga dan mengembangkan harta, Allah menjadikan sebab-sebab yang jika manusia melakukannya, maka hartanya akan terjaga dan bertambah sesuai dengan usahanya.

Allah berfirman,

"Balasan dari Rabbmu sebagai pemberian dan perhitungan." (QS. An-Naba': 36)

Karena manusia taat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka Allah membalasnya sesuai amalnya.

Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

"Setiap orang yang keluar dari rumahnya, maka ada dua bendera di kedua tangannya, satu bendera di tangan Malaikat, dan satu bendera lagi di tangan setan. Apabila ia keluar dengan tujuan yang dicintai Allah, maka Malaikat mengikutinya dengan bendera. Dia selalu di bawah bendera Malaikat sampai ia kembali ke rumahnya. Apabila ia keluar dengan tujuan yang dibenci Allah, maka setn mengikutinya dengan bendera. Dia selalu di bawah bendera setan sampai ia kembali ke rumahnya." (1)

Setiap manusia memiliki kebebasan untuk memilih bendera mana yang akan menaunginya.

===

(1) Musnad Ahmad 8269. Ahmad Muhammad Syakir berkata: Isnadnya shahih.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Anta wal maala, Penulis: Syaikh Adnan ath-Tharsyah, Penerbit: Maktabah Wahbah - Kairo, Judul terjemah: Anda dan harta, Penerjemah: Taufik Damas Lc, Editor: H. Abdurrahman Kasdi Lc, Penerbit: Pustaka al-Kautsar, Jakarta - Indonesia, Cetakan Pertama, Juli 2004 M.

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Anda dan Harta: Bagaimana Anda Mendapatkan Harta? Do'a (3)

Anda dan Harta

Bagaimana Anda Mendapatkan Harta?

5. Do'a (3)

Dan hendaknya menjauhi sebab-sebab ditolaknya do'a, seperti tiga hal yang telah disebutkan tadi, yaitu: do'a untuk dosa, do'a untuk memutus hubungan persaudaraan dan meminta dikabulkannya do'a dengan cepat. Termasuk sebab-sebab ditolaknya do'a adalah segala perbuatan haram atau yang sejenisnya. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

"Seseorang yang bepergian jauh, sangat kusut dan berdebu mengangkat kedua tangannya ke langit, 'Wahai Rabbku, wahai Rabbku.' Sedang makanannya dari yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram, dan makan dari yang haram, bagaimana mungkin do'anya dikabulkan?" (1)

Dikatakan pada Ibrahim bin Adham, "Mengapa do'a tidak dikabulkan?" Ibrahim bin Adham berkata, "karena sesungguhnya kalian mengenal Allah tapi tidak mentaatinya. Kalian mengenal Rasulullah (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) tapi tidak mengikuti sunnahnya. Kalian mengenal al-Qur-an tapi tidak mengamalkannya. Kalian memakan nikmat Allah tapi tidak mensyukurinya. Kalian mengenal Surga tapi tidak memintanya. Kalian mengenal Neraka tapi tidak lari darinya. Kalian mengenal setan tapi tidak memeranginya, bahkan sepakat dengannya. Kalian mengenal mati tapi tidak mempersiapkan diri. Kalian mengubur orang mati tetapi tidak mengambil pelajaran. Kalian melupakan aib kalian dan kalian sibuk dengan aib orang lain."

Begitu juga, orang tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak pantas dalam berdo'a, seperti: "Wahai Allah, jika Engkau mau." Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

"Jika salah satu dari kalian berdo'a, maka pastikanlah permintaannya. Sungguh, jangan berkata, 'Wahai Allah, jika Engkau mau, maka berilah aku.' Karena yang demikian itu tidak pantas untuk Allah." (2)

Bagi orang yang berdo'a hendaknya dia melakukannya dengan sungguh-sungguh dan sangat berharap dikabulkan do'anya. Tidak putus asa dari rahmat Allah, karena Allah Maha Pemurah. Ibnu Uyanah berkata, "Jangan sekali-kali orang tidak berdo'a karena tahu bahwa dirinya banyak kekurangan. Sesungguhnya Allah mengabulkan do'a keburukan Iblis ketika meminta pada Allah, 'Wahai Rabbku, tundalah aku sampai hari mereka dibangkitkan.' Allah berfirman, 'Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang ditundakan.' (QS. Al-A'raf: 15)"

Perlu diketahui bahwa do'a memiliki waktu-waktu utama dan kondisi-kondisi dimana do'a pasti dikabulkan. Seperti sepertiga malam yang terakhir, waktu antara adzan dan iqamat, waktu sujud, hari Jum'at, dalam kondisi terjepit dan lain-lain. Hendaknya orang yang berdo'a melakukannya dengan sungguh-sungguh dan mengulang-ulanginya. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam sering kali mengulang-ulangi do'anya tiga kali. Dari Ibnu Mas'ud ra-dhiyallaahu 'anhu, "Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam suka mengulangi do'anya tiga kali. Beliau bersabda,

'Wahai Allah, atas-Mu kaum Quraisy, wahai Allah, atas-Mu kaum Quraisy, wahai Allah, atas-Mu kaum Quraisy." (3) Terakhir, hendaknya orang yang berdo'a jangan lupa bahwa sedikitnya do'a itu menghasilkan pahala karena do'a adalah ibadah.

Bagian dari rahmat Allah bahwa Allah mengabulkan do'a orang yang dalam kondisi terjepit. Allah berfirman,

"Siapakah yang mengabulkan do'a orang yang dalam kondisi terjepit ketika berdo'a pada-Nya, dan yang menyingkirkan keburukan?" (QS. An-Naml: 62)

Maksudnya adalah bahwa hanya kepada Allah-lah orang yang dalam kondisi terjepit, baik mukmin atau kafir, akan berlindung, dan hanya Allah-lah yang akan menyingkirkan keburukan.

Jadi Allah akan mengabulkan permintaan orang yang dalam kondisi terjepit jika berdo'a kepada Allah dengan harapan, keikhlasan dan dari lubuk hatinya yang paling dalam. Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam daan berkata, "Wahai Rasulullah, kepada siapa engkau berdo'a?" Rasulullah (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) bersabda, "Aku berdo'a hanya kepada Allah yang jika engkau ditimpa bahaya, kemudian engkau berdo'a pada-Nya, maka Dia akan menyingkirkan bahaya itu darimu. Dia yang jika engkau tersesat di tanah yang tak berpenghuni, kemudian engkau berdo'a pada-Nya, maka Dia akan mengembalikan engkau. Dia yang jika engkau dilanda paceklik satu tahun, kemudian engkau berdo'a pada-Nya, maka Dia akan menumbuhkan tanaman untukmu."

===

(1) HR. Muslim, kitab az-Zakat.

(2) HR. Al-Bukhari, kitab as-Da'wat.

(3) HR. Muslim, kitab al-Jihad wa as-Sair.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Anta wal maala, Penulis: Syaikh Adnan ath-Tharsyah, Penerbit: Maktabah Wahbah - Kairo, Judul terjemah: Anda dan harta, Penerjemah: Taufik Damas Lc, Editor: H. Abdurrahman Kasdi Lc, Penerbit: Pustaka al-Kautsar, Jakarta - Indonesia, Cetakan Pertama, Juli 2004 M.

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Daftar Isi Ringkasan Bidayah wa Nihayah