Showing posts with label 60 kesalahan dalam ibadah kurban. Show all posts
Showing posts with label 60 kesalahan dalam ibadah kurban. Show all posts

Berbagai Kesalahan pada Waktu Menyembelih Hewan Kurban (4) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan pada Waktu Menyembelih Hewan Kurban.

4. Bentuk kesalahan yang lainnya adalah:

Keterlambatan kebanyakan orang dari hari Nahr (hari penyembelihan) dalam menyembelih hewan kurban mereka. Ini adalah kelakuan yang salah, karena hari terbaik dalam satu tahun adalah hari itu, berdasarkan hadits 'Abdulloh bin Qorth rodhiyallohu 'anhu dari Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam:

"Bahwasanya hari yang paling agung di hadapan Alloh adalah hari Nahr (hari penyembelihan) kemudian hari Qorr." (43)

Hari qorr adalah satu hari sesudah hari penyembelihan. Apabila seseorang mengakhirkan penyembelihan di hari apa saja di antara hari-hari Tasyriq, maka tidak mengapa, tetapi perbuatan itu seakan-akan meninggalkan hari yang paling mulia dari seluruh hari dalam satu tahun.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

43) Dikeluarkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang baik (jayyid), Al-Albani menanggapinya di dalam Misykat nomor 2643.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berbagai Kesalahan pada Waktu Menyembelih Hewan Kurban (3) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan pada Waktu Menyembelih Hewan Kurban.

3. Kesalahan selanjutnya adalah:

Bahwasanya kebanyakan orang-orang Badui segera melakukan penyembelihan padahal ia belum yakin waktu penyembelihannya. Ini adalah perbuatan yang salah. Yang harus ia lakukan adalah tidak tergesa-gesa di dalam melakukan penyembelihan. Ketika ia mau mengundurkan waktu penyembelihannya, maka itu lebih menjamin kebenaran waktu penyembelihannya. Yang paling utama adalah mengakhirkannya sampai satu jam sebelum sholat Dhuhur misalnya, ini dilakukan dalam suatu kondisi ketika tidak ada mushola di suatu daerah.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berbagai Kesalahan pada Waktu Menyembelih Hewan Kurban (2) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan pada Waktu Menyembelih Hewan Kurban.

2. Kesalahan yang lainnya adalah:

Bahwa ada orang yang menyembelih di waktu imam sedang mengimami sholat atau sedang berkhutbah. Kelakuan ini salah. Apabila imam sedang sholat lalu seseorang menyembelih hewan kurbannya di waktu itu juga, maka ia harus menyembelih lagi, berdasarkan keumuman dalil yang telah disampaikan dahulu. Sedangkan jika seseorang menyembelih pada saat imam sedang berkhutbah, maka berarti ia telah menyelisihi sunnah Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam, meskipun sembelihan kurbannya tetap sah.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berbagai Kesalahan pada Waktu Menyembelih Hewan Kurban | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan pada Waktu Menyembelih Hewan Kurban.

1. Menyembelih hewan kurban sebelum sholat 'Id. Ini merupakan kesalahan. Barangsiapa menyembelih binatang kurban sebelum sholat, maka hendaknya ia mengulangi penyembelihannya, berdasarkan hadits Jundub bin Sufyan Al-Bajali, ia berkata, 'Saya menyaksikan Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam pada hari penyembelihan, beliau bersabda:

"Barangsiapa yang menyembelih sebelum sholat, maka hendaknya ia mengulangi penyembelihannya. Sedangkan barangsiapa yang belum menyembelih, maka sembelihlah binatang kurban sekarang." (41)

Dari Al-Barro' bin 'Azib berkata: Aku mendengar Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam berkhutbah, beliau bersabda, "Sesungguhnya amalan pertama kita untuk memulai hari ini adalah mengerjakan sholat 'Id, kemudian kita pulang dan menyembelih kurban, barangsiapa melakukannya berarti ia telah menetapi sunnah kami dan barangsiapa yang menyembelih sebelum sholat 'Id, maka sesungguhnya sembelihan itu hanyalah daging yang ia berikan untuk keluarganya, bukan termasuk bagian ibadah sedikit pun." (42)

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

41) Bukhori: 5242 dan Muslim: 1960.

42) Bukhori: 5225 dan Muslim juga di Al-Adhohi, Bab Waqtuha, nomor 1961.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban (14) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban.

14. Kesalahan yang lainnya lagi adalah:

Berkurban dengan mengeluarkan uang yang senilai dengan harga hewan kurban. Perbuatan ini adalah perbuatan yang salah. Tidak sah berkurban hanya dengan mengeluarkan uang senilai dengan harga hewan kurban, meskipun uang yang dikeluarkan lebih banyak dari harga hewan sembelihan. Karena amalan ini menyelisihi sunnah Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam, tiada satu pun riwayat dari beliau yang berkenaan tentangnya, tiada juga riwayat dari para sahabat rodhiyallohu 'anhum bahwa mereka mengeluarkan uang sebagai pengganti hewan kurban.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban (13) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban.

13. Kesalahan berikutnya adalah:

Menganggap ringan pengurusan daging hewan kurban, seperti tidak membaginya atau mencampur antara satu dengan yang lain, atau membagi sebagian dan meninggalkan sebagian yang lain. Ini adalah suatu kesalahan. Sudah sepantasnya seorang muslim mengetahui pengurusan hewan kurbannya dengan sejelas-jelasnya, ia harus mengetahui apa saja yang dibagikan dari hewan tersebut. Kebanyakan ulama berpendapat bahwa pembagian yang paling utama adalah sepertiga untuk dimakan, sepertiga untuk hadiah, dan sepertiga sisanya untuk sedekah. Ini adalah perkataan Ibnu Mas'ud dan Ibnu 'Umar rodhiyallohu 'anhum. Pendapat ini pula yang disampaikan oleh Imam Ahmad an Syafi'i. (40)

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

40) Majalis 'Asyr Dzilhijjah karya Al-Fauzan hal. 108.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban (12) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban.

12. Merupakan kesalahan juga:

Membagikan seluruh binatang kurban semuanya tanpa memakan sedikit pun darinya atau bersedekah sebagian darinya. Perbuatan ini salah karena bertentangan dengan firman Alloh Subhanahu wa Ta'ala:

"Makanlah sebagian darinya dan sebagian lagi berikanlah untuk dimakan oleh orang-orang sengsara lagi fakir." (37)

Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Makanlah, simpanlah dan bersedekahlah." (38)

Dan juga Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Makanlah, beri makanlah, kasihanilah orang lain dan simpanlah." (39)

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

37) Surat Al-Hajj [22]: 28.

38) HR. Muslim (1971).

39) HR. Bukhori (5249), Muslim dengan nomor (1973), lafadz hadits ini miliknya.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban (11) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban.

11. Bentuk kesalahan yang lain adalah:

Seseorang yang berkurban menjual daging kurbannya. Ini adalah perbuatan yang salah. Seseorang yang melaksanakan ibadah kurban tidak boleh menjual sebagian daging binatang kurbannya, atau kulitnya, atau kepalanya atau bagian-bagian tubuh yang lain dari hewan kurbannya. Tidak boleh pula memberikannya kepada tukang jagal (tukang menyembelih) sebagian dari daging tersebut sebagai upah, berdasarkan riwayat yang didapatkan dari 'Ali rodhiyallohu 'anhu, "Bahwa Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam memerintahkannya untuk mengurusi daging untanya dan membagi keseluruhan badan unta itu, baik dagingnya, kulitnya, maupun pelananya, serta tidak memberikan kepada si tukang sembelih sedikit pun dari binatang kurban sebagai upah." (36)

Namun demikian, tidaklah mengapa bila memberikan sebagian dari binatang kurban itu kepada si tukang sembelih itu dengan niat memberi hadiah. Wallohu a'lam bish showwab.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

36) HR. Bukhori nomor 1630, dan Muslim nomor 1317 di dalam Al-Hajj Bab Ash-Shadaqoh bi Luhumil Hadyi wa Juludiha wa Jilaliha.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban (10) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban.

10. Apabila hewan kurbannya dicuri orang atau hilang karena tersesat kemudian ia tidak mau berkurban untuk mengganti binatang kurban yang hilang, maka ini adalah satu kesalahan. Jika ia berbuat melampaui batas maka ia harus berkurban untuk menggantinya, tetapi jika ia tidak berbuat melampaui batas maka tidak mengapa jika hewan kurbannya baru ditemukan pada waktu sesudah penyembelihan.

Yang lebih utama adalah ketika binatang kurbannya dicuri atau hilang, ia membeli lagi dan disembelih sebagai pengganti hewan yang hilang. Ini merupakan wujud dari ketakwaan hati.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban (9) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban.

9. Kesalahan yang lainnya lagi adalah:

Ketika terdapat cacat pada hewan kurban, kebanyakan manusia tidak memperhatikan adanya cacat yang baru nampak setelah membeli. Ini adalah kesalahan. Jika cacat itu tidak menghalangi sahnya kurban maka tidak mengapa, tetapi jika cacat itu membuat ibadah kurban menjadi tidak sah maka ia wajib menggantinya dengan yang baik jika cacatnya berlebihan, tetapi jika tidak berlebihan maka tidak mengapa untuk disembelih dan tetap sah, insya Alloh.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban (8) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban.

8. Ragam kesalahan berikutnya adalah:

Ketika membeli hewan kurban dan memilihnya kadang terbesit di dalam pikiran seseorang untuk menggantinya dengan yang lebih murah. Ini adalah suatu kesalahan.

Seharusnya seorang muslim ketika memilih hewan kurban tidak menggantinya dengan hewan yang harganya lebih murah daripadanya, tetapi jika mengganti dengan yang lebih gagah dan lebih gemuk daripadanya maka itu tidak mengapa, karena ini merupakan tanda takwanya hati.

Termasuk di dalam bahasan ini adalah tindakan menjualnya, memberikannya dan menghadiahkannya. Ia tidak boleh melakukan semua itu, karena ketika ia telah menentukan pilihan hewan kurban, maka kepemilikannya terhadap binatang itu sudah hilang. Wallohu a'lam bish showwab.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban (8) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban.

8. Ragam kesalahan berikutnya adalah:

Ketika membeli hewan kurban dan memilihnya kadang terbesit di dalam pikiran seseorang untuk menggantinya dengan yang lebih murah. Ini adalah suatu kesalahan.

Seharusnya seorang muslim ketika memilih hewan kurban tidak menggantinya dengan hewan yang harganya lebih murah daripadanya, tetapi jika mengganti dengan yang lebih gagah dan lebih gemuk daripadanya maka itu tidak mengapa, karena ini merupakan tanda takwanya hati.

Termasuk di dalam bahasan ini adalah tindakan menjualnya, memberikannya dan menghadiahkannya. Ia tidak boleh melakukan semua itu, karena ketika ia telah menentukan pilihan hewan kurban, maka kepemilikannya terhadap binatang itu sudah hilang. Wallohu a'lam bish showwab.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban (7) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban.

7. Kesalahan yang lainnya adalah:

Kebanyakan orang mencari hewan kurban dengan memilih hewan yang kurus badannya agar murah harganya. Ini adalah suatu kesalahan yang harus kita peringatkan. Seharusnya seorang muslim memilih hewan kurban yang gemuk dan gagah badannya.

Ibnu 'Abbas radhiyallaahu 'anhuma berkata, "Cara mengagungkan ibadah kurban adalah dengan memilih hewan yang gemuk dan gagah." (33)

Abu Umamah bin Sahl berkata, "Kami selalu memilih hewan yang gemuk untuk berkurban di Madinah. Para muslimin juga memilih hewan kurban yang gemuk." (34)

Seorang ulama berkata di dalam kitab Al-Ikhtiyarot, "Pahala di dalam berkurban terletak pada harga hewan kurban itu secara mutlak." (35)

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

33) Tafsir Ibnu Katsir dalam firman Alloh Surat Al-Hajj ayat 32.

34) Fathul Bari juz 21 hal. 101, dan Shohih Muslim dengan syarh An-Nawawi hal. 118.

35) Al-Ikhtiyarot hal. 120.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban (6) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban.

6. Merupakan kesalahan-kesalahan juga:

Tidak memperhatikan hewan kurban seperti berkurban dengan hewan yang kurus atau sudah terlalu tua. Ini adalah suatu kesalahan. Sudah sepantasnya seorang muslim memperhatikan keadaan tubuh binatang di dalam memilih hewan kurban serta bersungguh-sungguh untuk mendapatkan hewan kurban yang paling sempurna dalam seluruh sifatnya, karena ini merupakan bentuk pengagungan syiar-syiar Alloh Subhanahu wa Ta'ala yang menunjukkan derajat ketakwaan kepada-Nya.

Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

"Demikianlah, barangsiapa yang mengagungkan syiar-syiar Alloh, maka sesungguhnya itu termasuk dari ketakwaan hati." (30)

Ini berlaku umum untuk selururh syiar-syiar Alloh Subhanahu wa Ta'ala. Ayat kedua ini juga menunjukkan hal yang sama. Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

"Dan unta untuk berkurban itu telah Kami jadikan untuk kalian menjadi bagian dari syiar-syiar Alloh." (31)

Maka setiap unta itu merupakan sebagian dari pengagungan syiar-syiar Alloh Subhanahu wa Ta'ala. (32)

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

30) Al-Hajj [22]: 32.

31) Al-Hajj [22]: 36.

(32) Majalis 'Asyr Dzilhijjah oleh Syaikh 'Abdulloh Al-Fauzan.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban (5) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban.

5. Kesalahan selanjutnya adalah:

Mendapatkan hewan kurban dari harta yang haram seperti hasil riba misalnya. Ini adalah kesalahan terbesar. Tidak diperbolehkan bagi seorang muslim untuk mendekatkan diri kepada Alloh dengan cara berkurban dari hasil harta yang haram. Berdasarkan sabda Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam:

"Sesungguhnya Alloh itu Maha Baik dan tidak menerima kecuali dari hal-hal yang baik." (HR. Muslim)

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban (4) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban.

4. Termasuk salah satu kesalahan adalah:

Tidak mengetahui cacat dan aib yang menjadikan seekor hewan tidak diperbolehkan untuk dikurbankan. Ini adalah kesalahan, wajib bagi orang yang akan berkurban untuk mengetahui aib-aibnya, dan ini dibagi menjadi dua bagian:

a. Aib dan cacat yang menyebabkan hewan kurbannya tidak sah:

(i) Buta sebelah yang nyata kebutaannya.

(ii) Sakit yang jelas sakitnya.

(iii) Pincang yang nyata kepincangannya.

(iv) Sudah terlalu tua sehingga terlarang.

Dalam hadits Al-Barro' bin 'Azib rodhiyallohu 'anhu berkata, Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam berdiri di tengah-tengah kami lantas beliau bersabda:

"Ada empat perkara yang menjadikan seekor binatang tidak diperbolehkan untuk berkurban", di dalam riwayat yang lain, "Tidak sah" yaitu binatang yang buta salah satu matanya dan jelas kebutaannya, binatang yang sakit dan jelas sakitnya, binatang yang pincang dan jelas pincangnya, serta binatang yang patah anggota badannya dan tak dapat diselamatkan lagi." (28)

Nawawi berkata, "Ulama bersepakat bahwa empat cacat yang disebutkan di dalam hadits Al-Barro' itu tidak boleh dan tidak sah dijadikan binatang kurban, demikian pula binatang yang setara cacatnya dengan itu atau bahkan yang lebih jelek seperti binatang yang buta, binatang yang patah kakinya dan yang serupa dengannya."

Ibnu Qudamah berkata di dalam kitab Al-Mughni, "Kami tidak mengetahui adanya perselisihan ulama tentang sebab-sebab tidak diterimanya binatang kurban." (29)

Saya berpendapat, "Tidak diterima kurban dengan binatang yang disebut kalangan awam sebagai al-khurraj. Sebutan itu menggambarkan adanya banyak luka (pada binatang tersebut) yang dibenci oleh setiap orang. Luka itu akan mempengaruhi kualitas daging dan tidak menambah kegemukan badan walaupun masih ada waktu yang cukup panjang untuk menggemukannya. Biasanya luka ini keluar menganga pada kepalanya, lehernya, kaki belakangnya dan bagian bawah dari kedua kaki depannya."

Ini serupa dengan larangan yang tercantum di dalam hadits yang dibawakan oleh Al-Barro' bin 'Azib. Wallohu a'lam.

b. Cacat yang tidak menghalangi sahnya hewan kurban, tetapi bila itu ditinggalkan maka lebih baik, adalah sebagai berikut:

* Binatang yang terbelah telinganya.

* Binatang yang putus ekornya.

* Binatang yang terdapat luka di lehernya.

* Binatang yang terpotong kemaluannya.

* Binatang yang tanggal gigi-giginya.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

28) Shohih Sunan Abi Dawud nomor 2431, Shohih Sunan Tirmidzi nomor 1211, Shohih Sunan Nasa'i nomor 4074, dan Shohih Sunan Ibnu Majah nomor 2545.

29) Lihatlah Al-Mughni oleh Ibnu Qudamah juz VII hal. 624.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban (3) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban.

3. Kesalahan berikutnya adalah:

Kebanyakan orang di dalam masyarakat awam, ketika membeli hewan kurban tidak membedakan antara yang berusia tua dan muda, atau ia tidak mengetahui umurnya. Ini merupakan kesalahan yang jelas, oleh karena itu seseorang harus mengetahui umur hewan yang akan dikurbankan atau menanyakan kepada orang yang dapat dipercaya. Usia binatang yang sudah cukup tua adalah unta jika umurnya sampai 5 tahun, sapi jika telah berumur 2 tahun dan kambing 1 tahun.

Tidak sah dengan selain binatang-binatang itu kecuali domba, apabila masih berusia muda (jadza'a), bila sudah berumur 6 bulan, berdasarkan sabda Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam:

لا تذ بحوا إلا مسنة إلا أن يعسر عليكم فتذبحوا جذعة من الضأن

"Janganlah kalian menyembelih kecuali kambing musinnah (berumur dua tahun), tetapi jika kalian mengalami kesulitan maka sembelihlah domba jadza'ah (domba berumur enam bulan)." (27)

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

27) Muslim di dalam kitab Al-Adhohi nomor 1963, di kitab Sinnul Udhhiyyah, dan lihatlah Shohih Muslim dengan Syarh An-Nawawi, jilid V juz 13 hal. 117.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban (2) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban.

2. Keyakinan sebagian orang bahwasanya hewan kurban itu bisa digunakan untuk berkurban oleh lebih dari satu orang per ekornya. Ini merupakan kesalahan juga, karena tidak diperbolehkan patungan di dalam berkurban kecuali tujuh orang untuk seekor unta yang gemuk atau sapi dan hendaknya untuk membeli serta menyembelih setiap tujuh orang seperti yang diriwayatkan dari Jabir bin 'Abdillah rodhiyallohu 'anhu berkata, "Kami menyembelih bersama Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam di tahun Hudaibiyah unta yang gemuk untuk tujuh orang dan sapi untuk tujuh orang." (25)

Adapun untuk kambing, maka tidak ada perserikatan di dalam kepemilikannya. Meski demikian, bila ditilik dari segi pahala, maka tidak mengapa, berdasarkan riwayat yang didapatkan dari Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam manakala beliau mengikutsertakan keluarganya bahkan umatnya pada saat menyembelih kurbannya, beliau bersabda:

بسم الله اللهم تقبل عن محمد وال محمد ومن أمة محمد

"Dengan nama Alloh, ya Alloh terimalah dari Muhammad, keluarga Muhammad dan umat Muhammad." (26)

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

25) HR. Muslim di dalam kitab Al-Hajj nomor 1318.

26) HR. Muslim di dalam kitab Al-Adhohi nomor 1967.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban.

1. Tidak adanya perhatian kebanyakan orang terhadap segala sesuatu yang telah ditentukan oleh syariat dalam hal hewan kurban, baik jenisnya maupun usianya. Ini adalah kesalahan yang harus diperhatikan. Oleh karena itu wajib setiap muslim untuk memilih hewan kurban dengan cara pemilihan yang sebaik-baiknya, baik hewan itu berupa unta, sapi maupun kambing.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kesalahan-kesalahan yang Terjadi pada Orang yang Berkurban (10) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Kesalahan-kesalahan yang Terjadi pada Orang yang Berkurban.

10. Kesalahan yang lainnya lagi adalah:

Kepercayaan kebanyakan orang bahwasanya hewan kurban tidak sah penyembelihannya kecuali bila dilakukan pada hari pertama yaitu di hari raya Nahr (penyembelihan). Ini adalah suatu kesalahan, karena penyembelihan boleh dilakukan di sepanjang hari-hari Tasyriq, yaitu hari kesebelas, keduabelas dan ketigabelas dari bulan Dzulhijah, sehingga hari penyembelihan adalah empat hari, satu hari raya dan tiga hari setelahnya, berdasarkan sabda beliau shollallohu 'alaihi wa sallam:

كل أيام التشريق ذبخ

"Seluruh hari Tasyriq adalah hari penyembelihan." (24)

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

24) Dikeluarkan oleh Ahmad (IV/ 82) dan Baihaqi (IX/ 295) dan hadits ini mempunyai jalan yang banyak, maka ia naik ke derajat hasan dan perkataannya dijadikan hujah. Sebagaimana penjelasan Syaikh Al-Albani di dalam Silsilatush Shohihah nomor 2476, beliau menyebutkan jalan-jalannya. Lihat Fathul Bari jilid IV juz 5 hal. 133 dan setelahnya.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Daftar Isi Ringkasan Bidayah wa Nihayah