Showing posts with label manajemen umur. Show all posts
Showing posts with label manajemen umur. Show all posts

Manajemen Umur: Hal-hal yang menyebabkan panjang umur: Lakukan 'amal yang berpahala ganda: Dzikir yang berpahala ganda: Tasbih (2)

Manajemen Umur - Resep Sunnah menambah pahala dan usia

Hal-hal yang menyebabkan panjang umur

Lakukan 'amal yang berpahala ganda

9. Dzikir yang berpahala ganda.

a. Tasbih (2).

Pelajaran lain yang dapat ditarik dari hadits tersebut adalah dzikir itu dapat membantu untuk merenungi keagungan makhluk Allah dan betapa kecil dan hinanya anak cucu Adam jika dibanding dengan makhluk-makhluk Allah tersebut. Hal itu membantu kita merenungkan keagungan Allah yang telah menciptakan alam semesta ini secara harmonis. Tidak aneh jika Allah memerintahkan kita untuk mengagungkan-Nya sewaktu adzan dikumandangkan, saat shalat dan setelah shalat lebih banyak dari 280 kali sehari semalam. Agar hanya Nama Allah sajalah yang diagungkan dalam diri kita dan hanya pada-Nya kita memohon pertolongan.

Kadang kita menemukan orang-orang yang memikirkan kemampuan manusia dan kecanggihan teknologi yang telah dicapai lebih banyak jumlahnya daripada orang-orang yang merenungkan keagungan Allah. Karena itu, ada beberapa orang yang apabila melihat perangkat komputer dengan kemampuan kecepatan dan ketelitian yang luar biasa dan dikemas dalam ukuran sangat kecil, mereka menggeleng-gelengkan kepala karena takjub berkata, "Ini pasti hasil produksi negara ini. Karena produk yang dibuat negara tersebut selalu bagus dan berkualitas."

Ada juga yang berkata, "Kalau engkau ingin membeli suatu barang, maka carilah produk yang dibuat oleh negara ini." Kenapa kesan ini bisa tertanam? Sebab, mereka yakin dan percaya akan hasil produksinya. Sebaliknya, kita hampir tidak menemukan orang yang memikirkan tentang ke-Mahabijaksana-an Allah apalagi yakin bahwa Allah Mahabijaksana dan Maha Mengetahui, yakin tak ada makhluk yang diciptakan Allah kecuali sangat indah, bagus serta kokoh. Allah Maha Berkuasa atas segala macam yang Dia ciptakan. Firman Allah Subhaanahu wa Ta'aala:

"Itulah ciptaan Allah yang membuat segala sesuatu dengan kokoh. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
(Qur-an Surat an-Naml: ayat 88)

Allah Maha Mengetahui kemaslahatan ummat manusia ketika Dia memerintahkan sesuatu, baik itu politik, ekonomi, sosial dan lainnya. Lalu sampai kapan kita tidak meyakini dan mempercayai hukum-hukum Allah. Sebaliknya, kita lebih mempercayai hukum dan undang-undang manusia. Padahal yang mereka ketahui dari kehidupan ini hanya kulit luarnya saja, tak pernah lebih. Firman Allah:

"Mereka hanya mengetahui yang nampak dari kehidupan dunia."
(Qur-an Surat ar-Rum: ayat 7)

Abu Umamah radhiyallaahu 'anhu meriwayatkan, suatu ketika Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melihatku sedang menggerakkan kedua bibir. Beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam lalu bersabda, "Apa yang engkau ucapkan wahai Abu Umamah?" Aku menjawab, "Aku sedang berdzikir." Beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam lanjut bersabda, "Maukah engkau aku tunjukkan sesuatu yang lebih banyak pahalanya daripada dzikir yang engkau lakukan siang dan malam? Ucapkanlah,

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَدَدَ مَاخَلَقَ, وَالْحَمْدُ لِلَّهِ مِلْءَ مَاخَلَقَ, وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَدَدَ مَافِي السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ, وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَدَدَ مَا اَحْصَىكِتَابُهُ, وَالْحَمْدُ لِلَّهِ مِلْءَ مَااَحْصَىكِتَابُهُ, وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَدَدَ كُلِّ شَيْءِ, وَالْحَمْدُ لِلَّهِ مِلْءَ كُلِّ شَيْءٍ

Al-Hamdulillaahi 'adada maa khalaqa, wal hamdulillaahi mil-a maa khalaqa, wal hamdulillaahi 'adada maa fis samawaati wal ardhi, wal hamdulillaahi 'adada maa ah-sha kitaabuhu, wal hamdulillaahi mil-a maa ah-sha kitaabuhu, wal hamdulillaahi 'adada kulli syai-in, wal hamdulillaahi mil-a kulli syai-in.

"Segala puji bagi Allah sejumlah apa yang Dia ciptakan. Segala puji bagi Allah sepenuh apa yang Dia ciptakan. Segala puji bagi Allah sejumlah apa yang ada di langit dan di bumi. Segala puji bagi Allah sejumlah apa yang dihitung oleh Kitab-Nya. Segala puji bagi Allah sepenuh apa yang dihitung oleh Kitab-Nya. Segala puji bagi Allah sejumlah segala sesuatu. Dan segala puji bagi Allah sepenuh segala sesuatu."

Ucapkanlah tasbih seperti itu."

Beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam berkata, "Engkau telah mengetahuinya maka ajarilah orang-orang yang datang berikutnya." (107)

Aku tidak perlu mengomentari hadits ini agar engkau bisa menghitung sendiri dan membayangkan besar dan banyaknya pahala yang bisa engkau dapatkan melebihi dzikir yang dilakukan siang dan malam. Harapannya, engkau mempelajari dan mengajarkannya kepada orang lain sebagai sambutan terhadap perintah Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam.

Bersambung...

===

(107) Diriwayatkan oleh Imam ath-Thabrani dalam kitab Mu'jam al-Kabir dengan lafazhnya, hadits nomor 7930, Imam al-Haitsami dalam kitab Majma' az-Zawa-id 10/94, berkata, "Hadits tersebut diriwayatkan oleh ath-Thabrani dan al-Bazzar yang dalam sanadnya terdapat Laits bin Abu Sulaim dengan derajat tsiqah (terpercaya) namun mukhthalith (hafalannya menjadi kacau di akhir hidupnya). Abu Isra'il al-Mala'i menilai hadits ini hasan. Perawi-perawi mereka berdua selain yang di atas shahih. Dalam kitab at-Targhib wa at-Tarhib, Imam al-Mundziri meriwayatkan hadits ini dari Imam Ibnu Abi ad-Dunya dan berkata, "Hadits tersebut diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Abi ad-Dunya dengan lafazhnya, an-Nasa-i, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya meriwayatkannya secara ringkas." Imam al-Hakim berkomentar, "(Hadits ini) shahih menurut syarat Syaikhain (Imam al-Bukhari dan Imam Muslim, -ed)." Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam ath-Thabrani dengan dua sanad, yang mana salah satunya hasan. Imam al-Albani juga meriwayatkannya dalam kitab Shahih al-Jami', hadits nomor 2615 dan ia menilai shahih hadits tersebut.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Kaifa Tuthiilu 'Umruka al-Intaajii, Penyusun: Muhammad bin Ibrahim an-Nu'aim, Pengantar: Syaikh Dr. Shalih bin Ghanim as-Sadlan, Syaikh 'Abdurrahim bin Ibrahim al-Hasyim, Penerbit: Daar adz-Dzakhair, Dammam - Arab Saudi, Cetakan ke-3, Tahun 1422 H, Judul terjemah: Manajemen Umur, Resep Sunnah Menambah Pahala dan Usia, Penerjemah: M. Yasir 'Abdul Muthalib Lc, Penerbit: Pustaka at-Tazkia, Jakarta - Indonesia, Cetakan Pertama, Rabi'ul Awwal 1426 H/ Mei 2005 M.

===

Layanan gratis estimasi biaya rangka atap baja ringan, genteng metal, dan plafon gypsum:
http://www.bajaringantangerang.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Manajemen Umur: Hal-hal yang menyebabkan panjang umur: Lakukan 'amal yang berpahala ganda: Dzikir yang berpahala ganda: Tasbih

Manajemen Umur - Resep Sunnah menambah pahala dan usia

Hal-hal yang menyebabkan panjang umur

Lakukan 'amal yang berpahala ganda

9. Dzikir yang berpahala ganda.

Tahukah engkau dzikir berpahala ganda yang telah ditunjukkan Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam? Ia bagaikan laut dalam yang penuh dengan kebaikan, dimana banyak orang yang tidak menyadarinya. Berikut ini kami ketengahkan dua macam dzikir yang membuahkan pahala berlipat ganda:

a. Tasbih.

Ummul Mukminin Juwairiyyah radhiyallaahu 'anha menceritakan, Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam meninggalkannya pada pagi hari setelah menunaikan shalat Shubuh. Ia sendiri masih berada di tempat shalatnya. Beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam kembali setelah waktu Dhuha tiba dan ia masih tetap duduk. Beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda, "Engkau masih seperti keadaan seperti itu ketika aku meninggalkanmu?" Ia menjawab, "Iya." Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda, "Sungguh aku telah memberitahukan orang-orang sebelummu empat kata sebanyak tiga kali. Seandainya engkau menimbangnya dengan apa yang aku katakan sejak hari ini, niscaya dapat menyamainya, yaitu:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَانَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Sub-haanallaahi wa bihamdihi 'adada khalqihi wa ri-dhaa nafsihi wa zinata 'ar-syihi wa midaada kalimaatihi

"Mahasuci Allah dan segala puji untuk-Nya, sejumlah makhluk-Nya, keridhaan diri-Nya, perhiasan Arsy-Nya dan tinta kalimat-kalimat-Nya." (102)

Perhatikan ungkapan Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam yang begitu ringkas. Berapa banyak waktu yang dapat engkau hemat untuk dapat melipatgandakan pahala? Dalam penjelasan hadits ini, al-Banna berkata, "Seandainya saja ia mengucapkan empat kata tersebut dan setiap kata diucapkan tiga kali, niscaya pahalanya lebih banyak dari pahala tasbih daripada memaksakan diri beribadah selama waktu tersebut.

Dari situ bisa juga ditarik pelajaran bahwa orang yang mengucapkan "Sub-haanallaah" sebanyak tiga kali dan seberat timbangan yang disebutkan, ia akan memperoleh pahala sebanyak yang ia sebutkan. Karunia Allah Mahaluas. Tidak perlu lagi berpaling ke sana kemari dengan mengatakan bahwa beratnya orang yang mengatakan begini dan begitu lebih ringan daripada beratnya orang yang mengulang-ulang lafazh dzikir pada hitungan tertentu. Inilah 'amal yang diberikan Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pada hamba-hamba Allah dan menuntun mereka sebagai saran untuk memperbanyak pahala tanpa perlu bersusah payah. Karena itu segala puji bagi Allah." (103)

Seandainya, engkau memaksakan diri bertasbih terus menerus sepanjang hari, engkau tak akan mencapai jumlah bilangan beratus ratus apalagi berjuta-juta kali. Banyak kemaslahatan lain yang akan luput dari engkau. Karunia Allah begitu luas kepada ummat ini. Dia mengajarkan pada kita beberapa ungkapan padat dan ringkas dimana pahalanya akan dicatat tak terhitung.

Bayangkan berapa banyak ciptaan Allah yang ada di alam ini. Bayangkan betapa banyaknya jumlah makhluk yang mencakup milyaran malaikat, manusia, jin, planet, ternak, burung, ikan, serangga, tumbuh-tumbuhan, pasir, mikroorganik dan lainnya. Jumlah makhluk sebanyak itu tidak mungkin bisa dihitung oleh manusia. Namun demikian, Allah tetap memberikan 'amal kebaikan sebanyak jumlah tersebut, jika engkau mengucapkan, "Sub-haanallaahi wa bihamdihi 'adada khalqihi" (seperti disebutkan dalam hadits di atas) sebanyak tiga kali.

Betapa besarnya 'Arsy Allah, dimana dengan takaran tersebut engkau akan memperoleh kebaikan dengan izin Allah. Itu sangat tidak mungkin bisa dibayangkan atau digambarkan. Ibnu Zaid berkata, ayahku bercerita kepadaku bahwa ia mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

"Perbandingan tujuh lapis langit dengan kursinya Allah hanyalah bagaikan tujuh buah dirham yang kamu lemparkan pada perisai." (104)

Jika jarak antara satu planet ke planet lain sejauh beberapa tahun cahaya dan semua itu masih di langit dunia, maka jarak antara langit pertama dengan langit kedua sejauh 500 tahun dan jarak antara satu langit ke langit lain hingga langit ketujuh sama seperti itu. Lalu setelah itu, Kursi Allah yang jarak antara Kursi tersebut dengan langit ketujuh sejauh 500 tahun. Perbandingan antara tujuh langit dengan Kursi seperti perbandingan tujuh buah dirham yang engkau lemparkan pada perisai. Dalam hal ini, Allah Subhaanahu wa Ta'aala menggambarkan luas Kursi-Nya dalam firman-Nya:

"Kursi Allah meliputi langit dan bumi."
(Qur-an Surat al-Baqarah: ayat 255)

Kemudian datang setelah itu, lalu 'Arsy Allah Yang Maharahman yang merupakan makhluk Allah yang paling agung." (105)

Perbandingan antara Arsy dengan Kursi seperti perbandingan sepotong besi yang dilemparkan ke padang pasir. Abu Dzar radhiyallaahu 'anhu meriwayatkan, Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

"Perbandingan Kursi dengan 'Arsy bagaikan seikat besi yang engkau lemparkan di atas dua sisi hamparan tanah yang luas." (106)

Selanjutnya, Allah dengan Keagungan dan Kemuliaan-Nya adalah Yang Mahabesar dari segala-galanya. Setelah merenungi keagungan makhluk Allah khususnya 'Arsy Allah, engkau bisa bayangkan pahala kebaikan yang akan diperoleh sebanding dengan 'Arsy tersebut ketika engkau mengucapkan, "Sub-haanallaahi wa bihamdihi zinata 'ar-syihi" (Mahasuci Allah dengan memuji-Nya (sebesar) perhiasan 'Arsy-Nya) sebanyak tiga kali.

Apakah engkau akan membiarkan tasbih dan kebaikan yang berlimpah itu berlalu begitu saja? Bukankah tasbih yang engkau ucapkan dengan menggunakan ungkapan seperti itu dan diucapkan berulang-ulang lebih baik daripada engkau melantunkan syair-syair lagu atau hiburan lainnya tanpa memperoleh kebaikan apapun darinya? Sebaliknya, justru dosa yang diperoleh. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam sendiri telah memberikan tuntunan kepada kita berbagai macam tasbih. Mengapa kita tidak membasahi lidah kita dengan tasbih-tasbih tersebut?

Bersambung...

===

(102) Diriwayatkan oleh Imam Muslim dengan lafazhnya dalam kitab Shahihnya 7/44, Imam Ahmad, kitab Fath ar-Rabbani 14/223, Imam Abu Dawud, kitab Sunannya 4/369, Imam at-Tirmidzi 13/67, Imam Ibnu Majah 2/423, dan Imam an-Nasa-i 3/77 hadits nomor 1351.

(103) Kitab al-Fath ar-Rabbani 14/224.

(104) Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Jarir, Imam Ibnu Abi Syaibah dan Imam al-Baihaqi secara marfu' (bersambung kepada Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) dari Abu Dzar radhiyallaahu 'anhu. Lihat kitab Fath al-Majid, tahqiq 'Abdul Qadir al-Arnauth halaman 621.

(105) Diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud radhiyallaahu 'anhu secara mauquf (hanya sampai pada shahabat, -ed), dimana ia berkata, "Jarak antara langit dunia dan sesudahnya selama 500 tahun perjalanan. Jarak antara masing-masing langit adalah 500 tahun perjalanan. Jarak antara langit ketujuh dengan Kursi 500 tahun. Antara kursi dengan lautan 500 tahun. 'Arsy berada di atas lautan, dan Allah berada di atas 'Arsy. Tak ada satu pun perbuatan manusia yang tak tampak oleh-Nya." Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Mahdi dan Imam al-Mas'udi. Al-Hafizh adz-Dzahabi berkata, "Hadits ini memiliki sejumlah sanad." Lihat kitab Fath al-Majid Syarah kitab at-Tauhid, tahqiq al-Arnauth halaman 621. Dr. 'Abdul 'Aziz asy-Syahwan dalam tahqiqnya terhadap kitab at-Tauhid wa Itsbat Shifaat ar-Rabb 'Azza wa Jalla, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, juz 1, hadits nomor 149, juz 2, hadits nomor 594. Ia menilai sanad hadits ini hasan.

(106) Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Jarir, Imam Ibnu Abi Syaibah dan Imam al-Baihaqi secara marfu', bersumber dari Abu Dzar radhiyallaahu 'anhu. Lihat kitab Fath al-Majid, 'Abdul Qadir al-Arnauth halaman 621, kitab al-'Aqidah ath-Thahawiyyah, tahqiq Imam al-Albani halaman 312.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Kaifa Tuthiilu 'Umruka al-Intaajii, Penyusun: Muhammad bin Ibrahim an-Nu'aim, Pengantar: Syaikh Dr. Shalih bin Ghanim as-Sadlan, Syaikh 'Abdurrahim bin Ibrahim al-Hasyim, Penerbit: Daar adz-Dzakhair, Dammam - Arab Saudi, Cetakan ke-3, Tahun 1422 H, Judul terjemah: Manajemen Umur, Resep Sunnah Menambah Pahala dan Usia, Penerjemah: M. Yasir 'Abdul Muthalib Lc, Penerbit: Pustaka at-Tazkia, Jakarta - Indonesia, Cetakan Pertama, Rabi'ul Awwal 1426 H/ Mei 2005 M.

===

Layanan gratis estimasi biaya rangka atap baja ringan, genteng metal, dan plafon gypsum:
http://www.bajaringantangerang.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Manajemen Umur: Hal-hal yang menyebabkan panjang umur: Lakukan 'amal yang berpahala ganda: Ulangi bacaan surat-surat tertentu dari al-Qur-an

Manajemen Umur - Resep Sunnah menambah pahala dan usia

Hal-hal yang menyebabkan panjang umur

Lakukan 'amal yang berpahala ganda

8. Ulangi bacaan surat-surat tertentu dari al-Qur-an.

Berapa banyak waktu yang engkau perlukan untuk menamatkan al-Qur-an? Tidak disangsikan, untuk melakukannya, engkau butuh lebih dari satu hari. Tapi, engkau perlu tahu bahwa hanya dengan sedikit waktu, dan itu tak lebih dari setengah menit, engkau bisa memperoleh pahala yang sepadan dengan pahala mengkhatamkan al-Qur-an dan mendapatkan berjuta-juta kebaikan hanya dengan mengulangi membaca surat al-Ikhlash sebanyak tiga kali. (95) Hal ini didasarkan pada hadits riwayat Abu Sa'id al-Khudri radhiyallaahu 'anhu, dimana Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah bersabda kepada para shahabatnya radhiyallaahu 'anhum, "Apakah tidak ada salah seorang di antara kalian yang mampu membaca sepertiga al-Qur-an dalam satu malam?" Hal itu tak bisa mereka lakukan. Para shahabat radhiyallaahu 'anhum bertanya, "Siapa di antara kami yang melakukannya, wahai Rasulullah?" Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam menjawab, "Allah al-Wahid ash-Shamad. (Surat) al-Ikhlash adalah sepertiga al-Qur-an." (96)

Dalam riwayat Ibnu 'Umar radhiyallaahu 'anhuma, Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

"Qul huwallaahu Ahad" sebanding dengan sepertiga al-Qur-an dan "Qul yaa ayyuhal kaafiruun" sebanding dengan seperempat al-Qur-an. (97)

Seperti engkau ketahui, pahala dan keutamaan membaca surat al-Ikhlash yang sebanding dengan ganjaran dan makna membaca sepertiga al-Qur-an. Sebab, dalam surat al-Ikhlash terdapat ajaran tauhid, pengagungan dan pensucian kepada Allah. Siapa di antara kita yang sempat berpikir bahwa dengan membaca surat al-Ikhlash, kita dapat memperoleh ganjaran membaca al-Qur-an sampai tamat sebanyak sepuluh kali dalam sehari. Itu pun hanya dalam beberapa menit.

Di sela-sela waktu engkau menunggu giliran di rumah sakit, di salon atau bahkan saat menanti segelas air atau teh yang dihidangkan oleh pembantu atau isteri engkau, engkau dapat menamatkan al-Qur-an beberapa kali tanpa ada yang mengetahui engkau dengan membaca surat al-Ikhlash berulang kali.

Banyak orang yang berniat menamatkan al-Qur-an beberapa kali dalam bulan Ramadhan. Mereka tampak terburu-buru membacanya tak ubahnya membaca koran. Mereka tidak memahami dan merenungkan isinya. Jika engkau termasuk golongan orang-orang tersebut dan engkau berniat menamatkan al-Qur-an beberapa kali untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya, maka perbanyaklah membaca surat al-Ikhlash daripada engkau membaca al-Qur-an tanpa merenungkannya. Usahakan ketika engkau membaca al-Qur-an, engkau membacanya dengan penuh pemahaman, perlahan-lahan dan merenungkan isinya. Firman Allah 'Azza wa Jalla:

"Dan al-Qur-an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian."
(Qur-an Surat al-Isra': ayat 106)

Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman:

"Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mereka dapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran."
(Qur-an Surat Shad: ayat 29)

Ibnu Mas'ud radhiyallaahu 'anhu, seorang ahli qiraah dari kalangan shahabat, pernah berpesan, "Janganlah kalian melantunkannya (al-Qur-an) seperti pantun. Janganlah membacanya dengan cepat seperti membaca syair. Berhentilah pada ayat-ayat yang mengandung keajaiban. Gerakkan hati engkau dengannya. Janganlah salah seorang dari kalian menjadikan akhir surat sebagai tujuan." (98)

Ibnu 'Abbas radhiyallaahu 'anhuma, "Membaca satu surat al-Qur-an dengan tartil lebih aku sukai daripada membaca al-Qur-an semuanya." (99)

Sampaikanlah hal ini pada orang-orang yang ingin menamatkan al-Qur-an dengan menunjukkan kepada mereka keutamaan surat al-Ikhlash agar mereka membacanya dalam sehari sepuluh kali untuk mendapatkan pahala menamatkan al-Qur-an beberapa kali. Dengan izin Allah, mereka akan menemukan dalam buku catatan kebaikan mereka pada hari Kiamat kelak ganjaran berjuta-juta kali menamatkan al-Qur-an. Mereka akan melihatnya, membayangkan bahwa mereka telah menghabiskan umur mereka di dunia selama beratus-ratus tahun untuk menamatkan sekian banyak kali al-Qur-an.

Abu Ghalib meriwayatkan, suatu ketika Ibnu 'Umar radhiyallaahu 'anhuma bermalam bersama kami di Makkah. Ia selalu bertahajjud setiap malam. Pada suatu malam menjelang shubuh, ia berkata, "Wahai Abu Ghalib, alangkah baiknya jika engkau berdiri lalu shalat dan membaca sepertiga al-Qur-an."

Aku balik bertanya, "Waktu Shubuh hampir tiba, bagaimana bisa aku membaca sepertiga al-Qur-an?"

Beliau menjawab, "Sesungguhnya surat al-Ikhlash 'Qul huwallaahu Ahad' menyamai sepertiga al-Qur-an." (100)

Dengan membacanya berulang-ulang dan mencintainya kita dapat masuk Surga dengan izin Allah. Seperti yang terjadi pada salah seorang shahabat Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam. Anas bin Malik radhiyallaahu 'anhu meriwayatkan, seorang shahabat berkata, "Wahai Rasulullah, aku sungguh mencintai surat Qul huwallaahu Ahad." Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda, "Cintamu pada surat itu kelak menggiringmu ke Surga." (101)

Karena itu saudaraku, jangan sampai engkau terhalang mendapatkan kebaikan tersebut.

Bersambung...

===

(95) Lebih lanjut, lihat pembahasan masalah ini dalam kitab Shahih Muslim Syarh an-Nawawi 6/95, kitab Majmu' Fatawa - Ibnu Taimiyah 17/206, kitab Mirqat al-Mafatih Syarh Misykat al-Mashabih 4/636, kitab al-Futuhat ar-Rabbaniyyah Syarh al-Adzkar an-Nawawiyyah - Ibnu 'Allan 3/281, kitab Tuhfah al-Ahwadzi bi Syarh Sunan at-Tirmidzi 8/206, kitab al-Fath ar-Rabbani - al-Banna 18/338, dan kitab Fatawa al-Lajnah ad-Daimah li al-Buhuts al-'Ilmiyyah wa al-Ifta' 4/13.

(96) Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Malik dalam kitab al-Muwaththa' 1/208, Imam al-Bukhari meriwayatkan hadits ini dengan lafazhnya dalam kitab Shahih al-Bukhari 8/676, Imam Ahmad, kitab al-Fath ar-Rabbani 18/340, Imam Abu Dawud dalam kitab Sunannya 4/335, Imam an-Nasa-i 2/171 hadits nomor 994.

(97) Diriwayatkan oleh Imam ath-Thabrani dalam kitab al-Kabir 12/309, Imam as-Suyuthi dalam kitab al-Jami' ash-Shaghir menilai hadits itu shahih, nomor 6133, begitu pula Imam al-Albani dalam kitab Shahih al-Jami' nomor 4405. Perlu diperhatikan, bukan berarti kedudukan surat al-Ikhlash yang menyamai keutamaan al-Qur-an, lantas kita hanya cukup membaca surat al-Ikhlash saja.

(98) Kitab Akhlaq Hamalatul Qur-an, al-Ajurri, halaman 112.

(99) Kitab Syu'ab al-Iman, Imam al-Baihaqi 2/391, kitab at-Tibyan fi Adab Hamalah al-Qur-an, Imam an-Nawawi, halaman 70. Terdapat perbandingan ringkas antara keutamaan membaca al-Qur-an dengan tartil dengan sedikit membaca, cepat bacaannya dan yang banyak membaca. Hal ini dibahas oleh Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab. Zaad al-Ma'ad 1/337. Silahkan merujuk.

(100) Kitab Hilyah al-Awliya wa Thabaqaat al-Ashfiya, Imam Abu Nu'aim, 1/304.

(101) Diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi berkomentar: Hadits ini hasan gharib shahih, 11/27, Imam al-Arnauth dalam kitab Jami' al-Ushul 8/489 menilai hadits ini shahih. Imam al-Albani dalam kitab Shahih Sunan at-Tirmidzi nomor 2323, juga berpendapat sama.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Kaifa Tuthiilu 'Umruka al-Intaajii, Penyusun: Muhammad bin Ibrahim an-Nu'aim, Pengantar: Syaikh Dr. Shalih bin Ghanim as-Sadlan, Syaikh 'Abdurrahim bin Ibrahim al-Hasyim, Penerbit: Daar adz-Dzakhair, Dammam - Arab Saudi, Cetakan ke-3, Tahun 1422 H, Judul terjemah: Manajemen Umur, Resep Sunnah Menambah Pahala dan Usia, Penerjemah: M. Yasir 'Abdul Muthalib Lc, Penerbit: Pustaka at-Tazkia, Jakarta - Indonesia, Cetakan Pertama, Rabi'ul Awwal 1426 H/ Mei 2005 M.

===

Layanan gratis estimasi biaya rangka atap baja ringan, genteng metal, dan plafon gypsum:
http://www.bajaringantangerang.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Manajemen Umur: Hal-hal yang menyebabkan panjang umur: Lakukan 'amal yang berpahala ganda: Manfaatkan 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah (Catatan kaki)

Manajemen Umur - Resep Sunnah menambah pahala dan usia

Hal-hal yang menyebabkan panjang umur

Lakukan 'amal yang berpahala ganda

7. Manfaatkan 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah (Catatan kaki).

===

(90) Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, kitab al-Fath ar-Rabbani 6/166, Imam al-Bukhari 2/530, Imam at-Tirmidzi dengan lafazhnya 3/258, dan Imam Abu Dawud 7/103.

Catatan: Kadang muncul permasalahan tentang bagaimana menggabungkan antara hadits tersebut di atas dengan hadits yang disebutkan pada catatan kaki terdahulu, bahwa tak ada 'amal yang menyamai pahala jihad. Imam al-Banna sendiri mengomentari hadits, "Maukah kalian aku beritahukan sebuah 'amal yang paling baik, yang paling bersih di sisi Allah, yang paling tinggi derajatnya dan lebih baik bagi kalian daripada memperoleh emas dan perak, serta lebih baik daripada berhadapan dengan musuh suatu hari, lalu kalian memenggal kepalanya dan merekapun memenggal kepala kalian?" Mereka (para shahabat radhiyallaahu 'anhum), "Mau wahai Rasulullah." Beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda, "Dzikrullah 'Azza wa Jalla." Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan lafazhnya, kitab al-Fath ar-Rabbani 14/198, Imam at-Tirmidzi 12/270, Imam Ibnu Majah 2/417, Imam Malik 1/211 bersumber dari Abu Darda radhiyallaahu 'anhu dan dishahihkan oleh Imam al-Arnauth dalam kitab Jami' al-Ushul 9/513. Imam al-Albani dalam kitab Shahih al-Jami' nomor 5520 berkomentar bahwa beberapa 'ulama mempermasalahkan keutamaan dzikir daripada jihad kendatipun terdapat dalil-dalil shahih yang menguatkan bahwa jihad merupakan 'amal yang paling utama. Untuk itu, sejumlah 'ulama menjawab masalah ini dengan beragam jawaban antara lain bahwa hadits-hadits yang menyinggung tentang keunggulan satu 'amal terhadap 'amal lain dan hadits-hadits yang ada itu mengindikasikan bahwa keutamaan sebuah 'amal melebihi yang lain berbeda-beda tergantung pelaku dan kondisi. Siapa saja yang mampu berjihad dan mempunyai tekad kuat maka jihad adalah pilihan 'amal terbaik untuknya. Siapa saja yang mempunyai dukungan dana yang banyak maka sedekah adalah pilihan 'amal terbaik untuknya. Dan siapa saja yang tidak memiliki kedua kemampuan tersebut di atas, maka shalat adalah pilihan 'amal terbaik untuknya. Begitulah seterusnya (kitab al-Fath ar-Rabbani 14/198).

Pada kesempatan lain, beliau berkomentar, "Setiap 'amal yang diakhiri dengan dzikir akan lebih baik daripada 'amal yang tidak disudahi dengan dzikir," kitab al-Fath ar-Rabbani 14/204. Pendapat terakhir inilah yang dianut oleh Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab al-Wabil ash-Shayyib halaman 152.

Syaikh 'Abdurrahim al-Hasyimi berkata, "Bisa saja hadits yang menyinggung tentang jihad menyebutkan 'amal yang tidak dapat dibandingi dengan yang lainnya diarahkan pada jihad yang hukumnya wajib. Sedangkan hadits tentang dzikir dan 'amal shalih lainnya menggunguli jihad yang hukumnya sunnah. Sebab, hal ini dibutuhkan oleh seorang mujahid." Lebih jauh, silakan merujuk pada kitab Fath al-Bari, al-Hafizh Ibnu Hajar, awal bab Jihad 5/6, kitab ad-Da'awat, bab Dzikrullahi 'Azza wa Jalla 11/213.

Dalam hal ini, Imam Ibnu Qayyim menyebutkan sebuah pendapat berharga dari empat perbedaan pendapat 'ulama tentang definisi timbangan yang shahih terhadap keutamaan 'ibadah. Ada empat pendapat dalam masalah ini. Beliau cenderung mendukung argumentasi salah satu pendapat, yaitu pendapat yang keempat. Beliau menyebutkan, "Pendapat keempat berargumentasi bahwa 'ibadah yang paling utama adalah 'amal yang dikerjakan untuk mencari keridhaan Allah di setiap waktu yang tepat. Karena itu, 'ibadah yang paling utama pada waktu jihad adalah jihad, meskipun ia harus meninggalkan wirid, shalat malam, puasa bahkan mengerjakan shalat fardhu dengan sempurna seperti yang dikerjakan ketika kondisi aman dan tenang.

'Amal yang paling utama ketika tamu datang berkunjung misalnya adalah memenuhi haknya dan melayaninya daripada berdzikir. Demikian pula halnya dalam melaksanakan hak isteri dan keluarga.

'Amal yang paling utama pada waktu sahur adalah shalat, membaca al-Qur-an, berdo'a, dzikir dan memohon ampun.

'Amal yang paling utama ketika memberikan bimbingan kepada murid dan mengajar orang yang tidak tahu adalah menerima mereka untuk diajari dan melayani mereka.

'Amal yang paling utama ketika adzan berkumandang adalah meninggalkan segala kesibukan dan menjawab adzan.

'Amal yang paling utama saat menunaikan shalat wajib adalah serius dan sungguh-sungguh melaksanakannya dengan sesempurna mungkin, segera menunaikannya pada awal waktu, dan melaksanakannya di masjid jami' meskipun jauh jarak yang ditempuh.

'Amal yang paling utama ketika seseorang sangat membutuhkan pertolongan apakah itu dengan menggunakan kedudukan, fisik atau harta adalah membantunya dan lebih mengutamakan memberikan pertolongan daripada sibuk berdzikir.

'Amal yang paling utama ketika membaca al-Qur-an adalah berkonsentrasi dan memfokuskan diri mentadabburi dan memahami isi al-Qur-an, sehingga seolah Allah Subhaanahu wa Ta'aala sedang berbicara dengan engkau. Dengan begitu, hati engkau akan berkonsentrasi untuk memahami dan mentadabburinya serta bertekad untuk melaksanakan perintah-perintahnya. Itu lebih utama daripada meluangkan waktu untuk menemui orang datang membawa surat dari seorang penguasa.

'Amal yang paling utama ketika wuquf di Arafah adalah bersungguh-sungguh dalam merendahkan diri, berdo'a dan berdzikir daripada berpuasa.

'Amal yang paling utama pada hari ke-10 bulan Dzulhijjah adalah memperbanyak 'ibadah terutama takbir, tahlil dan tahmid daripada jihad yang hukumnya sunnah.

'Amal yang paling utama saat 10 hari terakhir bulan Ramadhan adalah berdiam diri di masjid, beri'tikaf daripada bergaul dengan masyarakat. 'Amal tersebut lebih utama daripada mengajarkan orang-orang 'ilmu dan membacakan kepada mereka al-Qur-an. Menurut pendapat sebagian besar 'ulama.

'Amal yang paling utama ketika seorang Muslim sakit atau meninggal adalah menjenguk dan melawatnya.

'Amal yang paling utama ketika tertimpa musibah dan dianiaya orang adalah bersabar sembari tetap berbaur dengan mereka. Sebab, Mukmin yang selalu berbaur dengan orang lain dan bersabar atas perlakuan buruk mereka lebih baik daripada orang yang tidak mau berbaur dengan ornag lain dan tidak pernah diperlakukan buruk. Berbaur dengan orang lain dalam kebaikan lebih baik daripada menjauhkan diri dari mereka dalam hal kebaikan. Menghindari berbaur dengan orang lain karena alasan kejahatan lebih utama daripada berbaur dengan mereka. Apabila ia tahu jika ia berbaur ia dapat memberantas atau meminimalkan kejahatan, maka saat itu berbaur lebih utama daripada mengucilkan diri.

'Amal yang paling utama pada setiap waktu dan kondisi adalah mendahulukan ridha Allah dengan menyibukkan diri melakukan 'ibadah yang dituntut pada saat itu. Orang-orang seperti itu adalah ahli 'ibadah yang melakukan 'ibadah dengan tidak terbatas. Sedang yang lain melakukannya dengan terbatas. Karena itu, ketika salah seorang mereka keluar dari jenis 'ibadah yang sering dilakukannya kemudian ditinggalkannya, ia melihat dirinya seolah-olah 'ibadahnya menurun dan telah meninggalkan 'ibadahnya. Sebab, ia hanya melihat 'ibadah dari satu sisi. Adapun orang yang melakukan 'ibadah tanpa batas, tidak mempunyai maksud dalam 'ibadahnya itu sendiri yang dapat mempengaruhi 'ibadahnya yang lain. Ia terus naik dalam tingkat dan kedudukan 'ibadahnya. Setiap kali naik satu kedudukan, ia berusaha menjalankannya dan terus mengerjakannya hingga mencapai kedudukan dan tempat yang lebih tinggi. Inilah awal perjalanannya hingga mencapai akhir. Apabila melihat 'ulama, engkau melihatnya bersama mereka. Jika melihat rakyat biasa, engkau juga melihatnya bersama mereka. Jika engkau melihat para pejuang, engkau pun melihatnya bersama mereka. Jika engkau melihat ahli dzikir, engkau pun melihatnya bersama mereka. Jika engkau melihat orang-orang yang suka bersedekah dan berbuat baik, engkau pun melihatnya bersama mereka.

Inilah bentuk 'ibadah mutlak yang tidak bisa dibatasi dengan batasan apapun. 'Amal yang dilakukan tidak hanya dimaksudkan untuk dirinya sendiri dan ketenangan jiwanya. Tapi ia melakukannya untuk mendapat ridha Rabbnya. (Kitab Tahdzib Madarik as-Salikin, halaman 71)

(91) Diriwayatkan oleh Imam al-Bazzar dari Jabir radhiyallaahu 'anhu dan Imam as-Suyuthi menilai hadits tersebut hasan, kitab al-Jami' ash-Shaghir nomor 1301, Imam al-Manawi dalam kitab Faidh al-Qadir 2/51 berpendapat sama. Imam al-Albani dalam kitab Shahih al-Jami' nomor 1133 menilai hadits itu shahih dan berkomentar, "Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi dalam kitab Syu'ab al-Iman."

(92) Kitab Zaad al-Ma'ad fi Hadyi Khair al-Ibad, Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah 1/57.

(93). Kitab Syu'ab al-Iman, Imam al-Baihaqi 3/354, Imam ad-Darimi 2/41.

(94) Kitab Syu'ab al-Iman, Imam al-Baihaqi 3/354, Imam ad-Darimi 2/41.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Kaifa Tuthiilu 'Umruka al-Intaajii, Penyusun: Muhammad bin Ibrahim an-Nu'aim, Pengantar: Syaikh Dr. Shalih bin Ghanim as-Sadlan, Syaikh 'Abdurrahim bin Ibrahim al-Hasyim, Penerbit: Daar adz-Dzakhair, Dammam - Arab Saudi, Cetakan ke-3, Tahun 1422 H, Judul terjemah: Manajemen Umur, Resep Sunnah Menambah Pahala dan Usia, Penerjemah: M. Yasir 'Abdul Muthalib Lc, Penerbit: Pustaka at-Tazkia, Jakarta - Indonesia, Cetakan Pertama, Rabi'ul Awwal 1426 H/ Mei 2005 M.

===

Layanan gratis estimasi biaya rangka atap baja ringan, genteng metal, dan plafon gypsum:
http://www.bajaringantangerang.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Manajemen Umur: Hal-hal yang menyebabkan panjang umur: Lakukan 'amal yang berpahala ganda: Manfaatkan 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah

Manajemen Umur - Resep Sunnah menambah pahala dan usia

Hal-hal yang menyebabkan panjang umur

Lakukan 'amal yang berpahala ganda

7. Manfaatkan 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah.

Sebagian orang terbiasa menghabiskan liburan mereka pada 10 hari pertama Dzulhijjah hanya untuk bersenang-senang di sebuah tempat wisata sehingga melewatkan kesempatan emas menimba pahala berlipat ganda pada hari yang diberkahi tersebut. Padahal Allah bersumpah dengan menyebut hari itu di awal surah al-Fajar.

Engkau telah mengetahui tentang keutamaan jihad pada pembahasan sebelumnya. Engkau juga perlu tahu amal-amal yang dikerjakan pada hari 10 (pertama awal bulan) Dzulhijjah dimana ganjarannya melebihi pahala jihad sebanyak beberapa tingkatan. Diriwayatkan oleh Ibnu 'Abbas radhiyallaahu 'anhuma, Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda, "Tak ada hari yang digunakan untuk beramal kebaikan lebih dicintai Allah dari hari sepuluh (pertama awal bulan) Dzulhijjah." Para shahabat radhiyallaahu 'anhum lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, bahkan melebihi jihad di jalan Allah?" Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda, "Walaupun jihad di jalan Allah, kecuali jika ada seseorang yang mengorbankan jiwa dan hartanya, lalu semua yang ia korbankan itu tak ada yang tersisa sedikitpun." (90)

Banyak orang yang tidak mengetahui kemuliaan hari 10 (pertama awal) bulan Dzulhijjah. Padahal, Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam sendiri menyebut hari itu sebagai hari paling mulia di luar bulan Ramadhan, "Hari yang paling mulia di dunia ini adalah hari 10 (pertama awal bulan) Dzulhijjah." (91)

Mengenai keutamaan 10 (hari pertama awal bulan) Dzulhijjah dan 10 hari terakhir bulan Ramadhan, Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullaah menjelaskan, "Berkenaan dengan masalah tersebut, lebih tepat jika diungkapkan bahwa malam terakhir 10 Ramadhan lebih utama daripada malam 10 (pertama bulan) Dzulhijjah. Dan malam 10 Dzulhijjah lebih utama dari malam 10 Ramadhan. Dengan penjelasan rinci seperti ini, dapat menghilangkan ketidakjelasan dan kerancuan pemahaman dalam masalah ini. Ini menandakan bahwa malam ke-10 (terakhir bulan) Ramadhan disebut mulia karena pada hari-hari tersebut terdapat Lailatul Qadr yang merupakan bagian dari malam itu. Adapun malam 10 (pertama) bulan Dzulhijjah dimuliakan berdasarkan hari-harinya. Sebab dalam hari-hari tersebut terdapat Yaum Nahar, Yaum Arafah, Yaum Tarwiyah. (92)

Perlu diketahui, kita memerlukan bekal kesungguhan dan keseriusan untuk berjuang melawan diri sendiri, hawa nafsu dan setan pada 10 hari pertama Dzulhijjah agar dapat memanfaatkannya sebaik mungkin. Andai saja orang-orang bersungguh-sungguh menggunakan kesempatan 10 hari pertama Dzulhijjah lalu mengisinya dengan 'amal shalih, maka tak aneh jika kita lihat mereka berbondong-bondong memanfaatkan waktunya dengan membaca al-Qur-an dan menghindari tempat-tempat maksiat pada bulan Ramadhan. Sebab setan saat itu terbelenggu. Sedang pada 10 hari pertama Dzulhijjah, seperti kita ketahui, setan tidak terbelenggu. Karenanya kita perlu meningkatkan kesungguhan dan keseriusan dalam hal ini.

Menjadi kewajiban penceramah, imam masjid, dan saudara-saudara yang bekerja di pers untuk memberikan penyuluhan dan bimbingan tentang keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Banyak kaum Muslimin yang buta mengenai hal itu. Mereka tidak memahami kedudukan, keutamaan bahkan pahala yang akan diperoleh. Akhirnya kesempatan berharga itu berlalu begitu saja.

Lakukanlah amal-amal shalih yang dianjurkan pada bulan Ramadhan, seperti sedekah, membaca al-Qur-an, dan lainnya. Lakukan hal serupa pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Sa'id bin Jubair adalah contoh. Ketika masuk 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, ia bersungguh-sungguh beribadah hingga hampir tak terhitung 'ibadah yang ia lakukan. (93)

Amal-amal yang dianjurkan untuk dilakukan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, antara lain:

1. Menunaikan 'ibadah hajji. Ini yang paling utama.

2. Berpuasa, terutama pada hari Arafah bagi yang tidak menunaikan hajji. Sebab puasa pada saat itu menghapuskan dosa-dosa selama dua tahun.

3. Mengalokasikan sebagian waktu untuk bertahlil, bertakbir dan bertahmid. Dalam riwayat Ibnu 'Umar radhiyallaahu 'anhuma, Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda, "Tidak ada hari yang paling agung dan dicintai di sisi Allah untuk digunakan beramal dari 10 hari (pertama bulan Dzulhijjah) ini. Maka dari itu, perbanyaklah tahlil, takbir dan tahmid." (94)

4. Menyembelih hewan kurban.

5. Menghindari menyia-nyiakan waktu dan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Jangan biarkan setiap detik hari berlalu sia-sia tanpa diisi dengan kebaikan. Saat itu merupakan hari yang paling mulia di sepanjang perjalanan waktu dunia. Rebutlah kesempatan emas itu dengan melakukan amal-amal di atas. Sebab, bisa jadi hari seperti itu tak pernah kembali lagi selamanya.

Bersambung...

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Kaifa Tuthiilu 'Umruka al-Intaajii, Penyusun: Muhammad bin Ibrahim an-Nu'aim, Pengantar: Syaikh Dr. Shalih bin Ghanim as-Sadlan, Syaikh 'Abdurrahim bin Ibrahim al-Hasyim, Penerbit: Daar adz-Dzakhair, Dammam - Arab Saudi, Cetakan ke-3, Tahun 1422 H, Judul terjemah: Manajemen Umur, Resep Sunnah Menambah Pahala dan Usia, Penerjemah: M. Yasir 'Abdul Muthalib Lc, Penerbit: Pustaka at-Tazkia, Jakarta - Indonesia, Cetakan Pertama, Rabi'ul Awwal 1426 H/ Mei 2005 M.

===

Layanan gratis estimasi biaya rangka atap baja ringan, genteng metal, dan plafon gypsum:
http://www.bajaringantangerang.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Manajemen Umur: Hal-hal yang menyebabkan panjang umur: Lakukan 'amal yang berpahala ganda: Jihad (2)

Manajemen Umur - Resep Sunnah menambah pahala dan usia

Hal-hal yang menyebabkan panjang umur

Lakukan 'amal yang berpahala ganda

6. Jihad (2).

'Abdullah bin Mubarak rahimahullaah telah mengingatkan tentang pentingnya jihad dan derajatnya yang besar di sisi Allah. Beliau mencela orang yang menyia-nyiakannya dan merasa cukup dengan 'amal-'amal lain. Ia mengucapkan hal ini dalam syairnya yang masyhur, berikut ini: (87)

Wahai pelayan dua kota suci
Seandainya engkau perlihatkan pada kami
Tentu aku akan tahu engkau hanya bermain-main dalam 'ibadah
Siapa yang menghiasi kesungguhan dengan air matanya
Maka darah yang kami korbankan menjadi hiasan bagi diri kami
Atau ia lelah berangan-angan dalam kebatilan
Maka angan-angan kami di pagi hari melelahkan kami
Aroma wewangian bagi kalian
Sedangkan wewangian kami adalah debu yang wangi
Telah datang kepada kami perkataan Nabi kami
Perkataan yang benar lagi terpercaya
Tiada berlapis dusta
Tidaklah sama debu dari tali Allah di hidung seseorang dengan asap api yang melahap
Ini merupakan Kitabullah yang dibacakan kepada kami
Bukanlah saksi dengan kematian yang tak didustakan

Ibnu Taimiyyah rahimahullaah pernah ditanya, manakah yang lebih utama, beri'tikaf di Makkah (Masjid al-Haram), Masjid Nabawi, Masjid al-Aqsha ataukah berkemah di suatu tempat dalam rangka berperang? Beliau menjawab, "Segala puji bagi Allah. Sesungguhnya berjaga-jaga di suatu tempat (karena peperangan) lebih utama daripada beri'tikaf di ketiga masjid tersebut, sebagaimana juga disebutkan oleh imam-imam secara umum. Namun mereka berselisih dalam masalah i'tikaf. Abu Hanifah memakruhkannya, tapi Malik, Ahmad dan lainnya menyukainya. Yang penting, berjaga-jaga (di jalan Allah) menurut mereka lebih utama. Ini disepakati oleh para imam Salaf. Bahkan Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu berkata, "Aku lebih menyukai berjaga-jaga di jalan Allah daripada mendirikan (shalat) pada malam Lailatul Qadr di sisi Hajar al-Aswad."

Hal ini disebabkan karena berjaga-jaga termasuk dalam bentuk jihad. Jihad lebih utama daripada hajji, seperti termaktub dalam kitab Shahih al-Bukhari dan kitab Shahih Muslim. Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam ditanya, "Amal apa yang paling utama?" Beliau bersabda, "Iman kepada Allah dan Rasul-Nya." Beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam ditanya lagi, "Lalu apa?" Beliau bersabda, "Berjihad di jalan Allah." Beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam ditanya lagi, "Lalu apa?" Beliau bersabda, "Hajji mabrur." Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman,

"Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan hajji dan mengurus Masjidil Haram, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zhalim. Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Rabb mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Nya, keridhaan dan Surga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal."
(Qur-an Surat at-Taubah: ayat 19-21) (88)

Sebagian kaum Muslimin bukan hanya mencegah diri mereka untuk mendapatkan keutamaan jihad, tapi juga mencegah orang lain. Jika engkau tidak ingin berjihad, maka jangan mencegah orang lain untuk berjihad melawan musuh Allah dengan diri dan hartanya. Jika engkau takut dengan kilatan pedang, sekurang-kurangnya engkau berjihad dengan harta dan mengajak orang lain untuk ikut berjihad. Allah telah mendahulukan berjihad dengan harta daripada jihad dengan diri dalam firman-Nya:

"Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari adzab yang pedih? (Yaitu) kami beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya."
(Qur-an Surat ash-Shaff: ayat 10-11)

Dalam ayat lain, Allah berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar."
(Qur-an Surat al-Hujurat: ayat 15)

Jangan sampai engkau menjadi orang yang melalaikan jihad. Orang yang tak sanggup berjihad dengan diri atau hartanya, maka katakanlah hal-hal yang baik atau diam saja.

Jika Allah menjadikan engkau termasuk orang yang berjihad dengan diri dan harta, maka berbahagialah. Tetaplah menjaga pahala yang besar itu dari dosa-dosa besar yang dapat menghapuskan kebaikan. Misalnya, seperti riba yang telah merajalela bagaikan api yang melahap rumput kering. Diriwayatkan, 'Aisyah radhiyallaahu 'anhuma pernah ditanya oleh seorang wanita, "Wahai Ummul Mukminin! Sungguh aku telah membeli seorang budak dari Zaid bin Arqam sebesar 800 dirham secara kredit. Lalu aku menjualnya sebesar 600 dirham secara tunai." 'Aisyah pun berkata, "Sungguh buruk apa yang engkau beli dan engkau jual. Sesungguhnya jihadnya bersama Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam telah terhapus kecuali ia bertaubat." (89)

Bersambung...

===

(87) Kitab Nuzhah al-Fudhala Tahdzibu Siyar an-Nubala 2/658. Yunus bin 'Ubaid berkata, "Aku tidak menyesali sesuatu pun kecuali penyesalanku mengapa karena tidak menghabiskan umurku untuk berjihad." Lihat kitab Hilyah al-Auliya wa Thabaqat al-Ashfiya', Abu Nu'aim 8/50.

(88) Kitab Majmu' al-Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah 27/24.

(89) Kitab Majmu' al-Ulum wa al-Hikam, Ibnu Rajab 1/438 dan kitab Majmu' al-Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah 29/430.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Kaifa Tuthiilu 'Umruka al-Intaajii, Penyusun: Muhammad bin Ibrahim an-Nu'aim, Pengantar: Syaikh Dr. Shalih bin Ghanim as-Sadlan, Syaikh 'Abdurrahim bin Ibrahim al-Hasyim, Penerbit: Daar adz-Dzakhair, Dammam - Arab Saudi, Cetakan ke-3, Tahun 1422 H, Judul terjemah: Manajemen Umur, Resep Sunnah Menambah Pahala dan Usia, Penerjemah: M. Yasir 'Abdul Muthalib Lc, Penerbit: Pustaka at-Tazkia, Jakarta - Indonesia, Cetakan Pertama, Rabi'ul Awwal 1426 H/ Mei 2005 M.

===

Layanan gratis estimasi biaya rangka atap baja ringan, genteng metal, dan plafon gypsum:
http://www.bajaringantangerang.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Manajemen Umur: Hal-hal yang menyebabkan panjang umur: Lakukan 'amal yang berpahala ganda: Jihad

Manajemen Umur - Resep Sunnah menambah pahala dan usia

Hal-hal yang menyebabkan panjang umur

Lakukan 'amal yang berpahala ganda

6. Jihad.

Semangat berjihad di jalan Allah dengan diri, harta, atau salah satunya adalah sarana penting untuk mengisi umur dengan hal-hal produktif. Jihad juga merupakan sarana untuk menggapai pahala selama beberapa tahun, dengan 'amal yang dilakukan hanya dalam beberapa jam. Mengikutsertakan raga untuk berjihad di jalan Allah, tidaklah mendekatkan kepada ajal. Ia tidak pula memendekkan umur. Hal itu merupakan sebuah kewajiban dan kenikmatan yang tinggi, selain merupakan sebuah bentuk ujian terhadap diri kita. Itu tidak muncul kecuali dari orang-orang yang mencintai pertemuan dengan Allah. Dan Allah pun mencintai pertemuan dengannya.

Mengapa berperang di jalan Allah dapat dikatakan memanjangkan umur secara produktif? Simaklah hadits-hadits berikut ini:

Imran bin Hushain radhiyallaahu 'anhu meriwayatkan sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam:

"Berdirinya seorang laki-laki di barisan pertama pada saat berjihad di jalan Allah lebih utama di sisi Allah daripada 'ibadah seseorang selama 60 tahun lamanya." (83)

Seorang Muslim yang ikut serta dalam barisan jihad di jalan Allah, walaupun hanya sejam itu lebih baik bagimu, daripada 'ibadah selama 60 tahun. Lalu bagaimanakah dengan seseorang yang berjihad berhari-hari, berbulan-bulan dimana ia merasakan penderitaan dan kesulitan yang besar.

Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu menceritakan, seorang shahabat Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melewati sebuah lembah yang terdapat mata air kecil yang airnya tawar. Aku merasa heran dengannya. Shahabat itu berkata, "Seandainya aku berpisah dari pasukan dan tinggal di kampung ini. Hal ini takkan aku lakukan kecuali setelah mendapat izin dari Rasulullah."

Hal itu pun terdengar sampai ke telinga Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam. Beliau pun bersabda, "Janganlah engkau melakukan hal itu. Sesungguhnya berdirinya kalian di jalan Allah lebih utama daripada shalat kalian di rumah selama 70 tahun. Tidakkah kalian ingin diampuni oleh Allah dan dimasukkan ke dalam Surga-Nya. Berperanglah di jalan Allah. Sebab, barangsiapa yang berperang di jalan Allah, walaupun hanya selama jeda susuan unta (untuk menunjukkan betapa singkat waktunya, -ed), maka wajib atasnya Surga." (84)

Tak ada yang dapat menyamai pahala jihad kecuali orang yang terus menerus melaksanakan shalat dan puasa tanpa terputus sampai orang-orang yang berjihad kembali ke negerinya. Hal ini tentu tak mungkin dilakukan. Hal itu membenarkan apa yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu, sebagai berikut:

Suatu ketika datang seorang laki-laki kepada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dan bertanya, "Tunjukkanlah kepadaku suatu 'amalan yang menyamai jihad?" Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda, "Tak ada." Beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda lagi, "Apakah engkau mampu ketika orang-orang keluar berjihad untuk masuk ke masjid lalu mendirikan shalat tanpa berhenti dan berpuasa tanpa berbuka?" Dia menjawab, "Siapakah yang dapat melakukannya?" (85)

Tahukah engkau, menghabiskan 24 jam sehari untuk berjaga-jaga (ribath) di jalan Allah, maka Allah akan mencatat untukmu pahala puasa dan shalat selama sebulan penuh? Salman al-Farisi radhiyallaahu 'anhu meriwayatkan, "Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

"Barangsiapa yang berjaga-jaga di jalan Allah maka baginya pahala puasa dan shalat selama sebulan penuh. Dan barangsiapa yang mati karena berjaga-jaga di jalan Allah, maka ia mendapatkan pahala orang-orang hidup, diberikan rizki dan aman dari fitnah." (86)

Maukah engkau menggadaikan satu hari untuk 30 hari?

Bersambung...

===

(83) Diriwayatkan oleh Imam ad-Darimi 2/266, Imam Ibnu Hibban dan Imam al-Hakim dengan lafazhnya dalam kitab al-Jihad 68/2. Imam adz-Dzahabi berkata dalam kitab ath-Thaklish 'ala Syarthi al-Bukhari, Imam ath-Thabrani meriwayatkan dalam kitab al-Kabir 18/168. Dalam al-Ausath, Imam as-Suyuthi menshahihkannya dalam kitab Jami' ash-Shaghir nomor 7302. Imam al-Albani memasukkan hadits ini dalam kitab Shahih al-Jami' nomor 5151.

(84) Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, kitab al-Fath ar-Rabbani 14/14, Imam at-Tirmidzi dengan lafazhnya, ia menghasankan hadits ini 7/154, Imam al-Baihaqi 4/15, Imam al-Hakim menshahihkannya 2/68. Imam al-Albani menghasankan dalam kitab Misykat al-Mashabih nomor 383. Imam al-Qari berkata tentang sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, "70 tahun," bahwa maksudnya adalah "sesuatu yang banyak dan tak terbatas." Hal itu tidak ternafikan oleh sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, "Berdirinya seorang laki-laki di barisan pertama pada saat berjihad di jalan Allah lebih utama di sisi Allah daripada 'ibadah seseorang selama 60 tahun lamanya." Imam al-Hakim meriwayatkan dari Imran bin Hushain dan Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhuma. Lihat kitab Mirfaq al-Mafatih, Syarh Misykat al-Mashabih 7/293.

(85) Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari 6/6, Imam Muslim 13/24, Imam an-Nasa-i dengan lafazhnya 6/19 nomor 3128.

(86) Diriwayatkan oleh Imam Muslim 13/61, Imam an-Nasa-i dengan lafazhnya 6/39 nomor 3167, dan Imam al-Hakim 80/2.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Kaifa Tu-thilu 'Umruka al-Intaajii, Penyusun: Muhammad bin Ibrahim an-Nu'aim, Pengantar: Syaikh Dr. Shalih bin Ghanim as-Sadlan, Syaikh 'Abdurrahim bin Ibrahim al-Hasyim, Penerbit: Daar adz-Dzakhair, Dammam - Arab Saudi, Cetakan ke-3, Tahun 1422 H, Judul terjemah: Manajemen Umur, Resep Sunnah Menambah Pahala dan Usia, Penerjemah: M. Yasir 'Abdul Muthalib Lc, Penerbit: Pustaka at-Tazkia, Jakarta - Indonesia, Cetakan Pertama, Rabi'ul Awwal 1426 H/ Mei 2005 M.

===

Layanan gratis estimasi biaya rangka atap baja ringan, genteng metal, dan plafon gypsum:
http://www.bajaringantangerang.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Manajemen Umur: Hal-hal yang menyebabkan panjang umur: Lakukan 'amal yang berpahala ganda: Jihad

Manajemen Umur - Resep Sunnah menambah pahala dan usia

Hal-hal yang menyebabkan panjang umur

Lakukan 'amal yang berpahala ganda

6. Jihad.

Semangat berjihad di jalan Allah dengan diri, harta, atau salah satunya adalah sarana penting untuk mengisi umur dengan hal-hal produktif. Jihad juga merupakan sarana untuk menggapai pahala selama beberapa tahun, dengan 'amal yang dilakukan hanya dalam beberapa jam. Mengikutsertakan raga untuk berjihad di jalan Allah, tidaklah mendekatkan kepada ajal. Ia tidak pula memendekkan umur. Hal itu merupakan sebuah kewajiban dan kenikmatan yang tinggi, selain merupakan sebuah bentuk ujian terhadap diri kita. Itu tidak muncul kecuali dari orang-orang yang mencintai pertemuan dengan Allah. Dan Allah pun mencintai pertemuan dengannya.

Mengapa berperang di jalan Allah dapat dikatakan memanjangkan umur secara produktif? Simaklah hadits-hadits berikut ini:

Manajemen Umur: Hal-hal yang menyebabkan panjang umur: Lakukan 'amal yang berpahala ganda: Shalat di malam Lailatul Qadr

Manajemen Umur - Resep Sunnah menambah pahala dan usia

Hal-hal yang menyebabkan panjang umur

Lakukan 'amal yang berpahala ganda

5. Shalat di malam Lailatul Qadr.

Berlomba-lombalah dalam mendirikan shalat pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan, walaupun engkau mengkhawatirkan akan melewatkan hal-hal yang berhubungan dunia. Dengan begitu, engkau dapat memperoleh malam Lailatul Qadr yang pahalanya sangat besar.

Manajemen umur: Hal yang menyebabkan panjang umur: Lakukan 'amal yang berpahala ganda: Memberi buka puasa

Manajemen Umur - Resep Sunnah menambah pahala dan usia

Hal-hal yang menyebabkan panjang umur

Lakukan 'amal yang berpahala ganda

4. Puasa.

b. Memberi buka puasa.

Jika seseorang memperoleh pahala dengan berpuasa selama sehari dengan menghindari hal-hal yang dapat membatalkannya, maka bagaimana pendapat engkau jika engkau memperoleh pahala puasa sama dengan beberapa hari hanya dalam waktu tidak lebih dari sejam. Caranya adalah dengan menyediakan hidangan buka puasa.

Manajemen Umur: Hal yang menyebabkan panjang umur: Lakukan 'amal yang berpahala ganda: Puasa pada hari-hari tertentu

Manajemen Umur - Resep Sunnah menambah pahala dan usia

Hal-hal yang menyebabkan panjang umur

Lakukan 'amal yang berpahala ganda

4. Puasa.

a. Puasa pada hari-hari tertentu.

Engkau dapat berpuasa selama 42 hari selama setahun -selain puasa Ramadhan- dan mendapatkan pahala sama dengan puasa 720 hari atau dua tahun. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Jika engkau ingin memperoleh pahala puasa selama setahun dengan tidak mengeluarkan banyak tenaga, atau tidak terkena larangan puasa setahun berturut-turut, maka kerjakanlah hal-hal berikut ini:

Lakukan 'amal yang berpahala ganda: Puasa

Hal-hal yang menyebabkan panjang umur

Lakukan 'amal yang berpahala ganda

4. Puasa

Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam mendorong kita memperbanyak puasa sunnah sepanjang tahun, baik di musim dingin maupun musim panas. Misalnya, puasa senin kamis, puasa ayyam al-Bidh (puasa tiga hari di setiap pertengahan bulan-bulan Hijriyah), puasa Sya'ban (*), puasa pada hari ke-10 bulan Dzulhijjah (**), puasa di bulan Muharram (***), dan lainnya. Bahkan beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam menyebut puasa Dawud sebagai puasa yang paling utama, yaitu sehari puasa dan sehari berbuka, dimana setengah usia seseorang diisi dengan 'ibadah puasa. (76)

Lakukan 'amal yang berpahala ganda: Menjadi muadzin atau mengikutinya (3)

Hal-hal yang menyebabkan panjang umur

Lakukan 'amal yang berpahala ganda

3. Menjadi muadzin atau mengikutinya (3)

Engkau tak perlu merasa heran dengan karunia Allah yang sangat luas. Heranlah dengan kelalaian manusia terhadap kebaikan ini. Jangan engkau katakan bahwa ini tidak masuk akal, atau Allah terlalu berlebih-lebihan dalam memberikan pahala. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam telah memberitahukan pada kita, dalam sebuah hadits riwayat Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu, "Seandainya manusia mengetahui keutamaan seruan adzna dan shaf pertama, lalu mereka tidak memperoleh kesempatan, maka niscaya mereka akan saling mengundi. Seandainya mereka mengetahui keutamaan tahjir (berangkat lebih awal. Ada juga yang berpendapat bahwa maknanya adalah menghadiri shalat Zhuhur di awal waktu, -pent) niscaya mereka akan saling berlomba untuk mendapatkannya. Jika mereka mengetahui keutamaan shalat 'Isya dan Shubuh niscaya mereka akan berusaha menghadirinya walaupun dengan cara merangkak." (74)

Lakukan 'amal yang berpahala ganda: Menjadi muadzin atau mengikutinya (2)

Hal-hal yang menyebabkan panjang umur

Lakukan 'amal yang berpahala ganda

3. Menjadi muadzin atau mengikutinya (2).

Barra bin 'Azib radhiyallaahu 'anhu meriwayatkan sabda Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam:

"Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Nya mendo'akan mereka yang berada pada shaf pertama. Dan muadzin diampuni dosa-dosanya sejauh gema suaranya, tumbuhan yang kering dan basah akan membenarkannya, dan orang yang shalat bersamanya akan mendapatkan pahala seperti dirinya." (72)

Lakukan 'amal yang berpahala ganda: Menjadi muadzin atau mengikutinya

Hal-hal yang menyebabkan panjang umur

Lakukan 'amal yang berpahala ganda

3. Menjadi muadzin atau mengikutinya.

Anda sudah memahami keutamaan berkaitan dengan shalat berjama'ah. Namun, muadzin akan memperoleh keutamaan lebih dari itu. Marilah kita selami penjelasan tentang hal ini, demi mencari keutamaan yang dijanjikan Allah.

Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memberitahukan kepada shahabatnya tentang keutamaan muadzin dan adzan. Untuk menunjukkan besarnya pahala yang didapatkan oleh seorang muadzin, salah seorang shahabat pernah bertanya, "Bagaimanakah seseorang bisa memperoleh kemenangan sebagaimana kemenangan yang diperoleh muadzin?"

Lakukan 'amal yang berpahala ganda: Shalat di masjid Quba

Hal-hal yang menyebabkan panjang umur

Lakukan 'amal yang berpahala ganda

2. Hajji dan 'umrah.

f. Shalat di masjid Quba.

Sahl bin Hanif radhiyallaahu 'anhu meriwayatkan sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam:

"Barangsiapa yang bersuci dari rumahnya kemudian ia mendatangi masjid Quba lalu shalat di dalamnya maka untuknya pahala orang yang berumrah."

Dalam riwayat Imam an-Nasa-i, disebutkan, "Barangsiapa yang keluar hingga ia sampai ke masjid Quba lalu ia shalat di dalamnya maka (pahalanya) itu sama dengan orang yang berumrah."

Lakukan 'amal yang berpahala ganda: Shalat fardhu di masjid (2)

Hal-hal yang menyebabkan panjang umur

Lakukan 'amal yang berpahala ganda

2. Hajji dan 'umrah.

e. Shalat fardhu di masjid (2)

Seandainya orang-orang yang duduk di pinggir jalan atau nonton di depan televisi pada waktu shalat mengetahui betapa besar pahala yang dipersiapkan oleh Allah, niscaya mereka berusaha untuk melaksanakan shalat fardhu di masjid. Tapi Allah menyembunyikan itu semua dari pandangan kita untuk menguji hati kita mana yang beriman dan mana yang ingkar. Salah satu sifat orang bertakwa adalah beriman pada hal ghaib, sebagaimana firman Allah:

Hal-hal yang menyebabkan panjang umur

Lakukan 'amal yang berpahala ganda

2. Hajji dan 'umrah.

e. Shalat fardhu di masjid (2)

Seandainya orang-orang yang duduk di pinggir jalan atau nonton di depan televisi pada waktu shalat mengetahui betapa besar pahala yang dipersiapkan oleh Allah, niscaya mereka berusaha untuk melaksanakan shalat fardhu di masjid. Tapi Allah menyembunyikan itu semua dari pandangan kita untuk menguji hati kita mana yang beriman dan mana yang ingkar. Salah satu sifat orang bertakwa adalah beriman pada hal ghaib, sebagaimana firman Allah:

Lakukan 'amal yang berpahala ganda: Shalat fardhu di masjid

Hal-hal yang menyebabkan panjang umur

Lakukan 'amal yang berpahala ganda

2. Hajji dan 'umrah.

e. Shalat fardhu di masjid.

Shalat adalah 'ibadah yang paling utama. Shalat fardhu secara berjama'ah di masjid sama dengan pahala orang berhajji. Abu Umamah radhiyallaahu 'anhu meriwayatkan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam:

"Barangsiapa yang berjalan untuk (menunaikan) shalat wajib berjama'ah maka baginya pahala seperti orang yang berhajji. Dan barangsiapa yang berjalan menuju shalat sunnah (dhuha') maka baginya pahala seperti orang yang berumrah."

Lakukan 'amal yang berpahala ganda: Umrah pada bulan Ramadhan

Hal-hal yang menyebabkan panjang umur

Lakukan 'amal yang berpahala ganda

2. Hajji dan 'umrah.

d. 'Umrah pada bulan Ramadhan.

'Abdullah bin 'Abbas radhiyallaahu 'anhuma meriwayatkan bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah berkata kepada Ummu Sinan radhiyallaahu 'anha, seorang Shahabiyah (shahabat wanita) dari kalangan Anshar:

Daftar Isi Ringkasan Bidayah wa Nihayah