Showing posts with label fathul baari syarah shahih al bukhari. Show all posts
Showing posts with label fathul baari syarah shahih al bukhari. Show all posts

Permulaan Turunnya Wahyu | Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari

Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari.

Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari

Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullaah.

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim.

Kitaabu Bad`il Wahyii.

1. Kitab Permulaan Turunnya Wahyu.

Permulaan Turunnya Wahyu.

Wahyu menurut etimologi (bahasa) adalah memberitahukan secara samar, atau dapat diartikan juga dengan tulisan, tertulis, utusan, ilham, perintah dan isyarat. Sedangkan menurut terminologi (syariat) adalah memberitahukan hukum-hukum syariat, namun terkadang yang dimaksud dengan wahyu adalah sesuatu yang diwahyukan, yaitu kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Adapun pengertian "permulaan turunnya wahyu" adalah segala sesuatu yang berkenaan dengan permulaan turunnya wahyu.

انا او حينا اليك

Innaa aw hainaa ilaika.

(Sesungguhnya kami menurunkan wahyu kepadamu [Muhammad]).

Ada pendapat yang mengatakan, bahwa disebutkannya nama Nabi Nuh ('alaihis salam) dalam ayat tersebut, menunjukkan bahwa Nabi Nuh adalab Nabi yang pertama diutus oleh Allah atau Nabi pertama yang kaumnya mendapat siksaan, sehingga dengan demikian tidak menyalahi Nabi Adam ('alaihis salam) sebagai Nabi pertama. Masalah ini akan dibahas secara panjang lebar dalam masalah syafa'at. Sedangkan korelasi ayat ini dengan pembahasan tentang wahyu, adalah menjelaskan bahwa turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad (shallallahu 'alaihi wa sallam) tidak berbeda dengan cara turunnya wahyu kepada Nabi-nabi sebelumnya. Seperti cara turunnya wahyu pertama kali kepada para Nabi adalah dengan mimpi, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dalam kitab Dalail dengan sanad hasan dari Alqamah bin Qais, teman Ibnu Mas'ud, dia berkata, "Sesungguhnya wahyu yang pertama turun kepada para Nabi adalah dengan cara mimpi sehingga hati mereka menjadi tenang, setelah itu Allah menurunkan wahyu kepada mereka dalam keadaan sadar."

1. Dari 'Alqamah bin Waqqash Al Laitsi bahwa ia berkata: Aku mendengar Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu berkata di atas mimbar: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tiap-tiap amal perbuatan harus disertai dengan niat, balasan bagi setiap amal manusia sesuai dengan apa yang diniatkan. Barangsiapa yang berhijrah untuk mengharapkan dunia atau seorang perempuan untuk dinikahi, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang diniatkan."

Keterangan hadits:

علي المنبر.

'alal minbari.

(di atas mimbar), yaitu mimbar masjid Nabawi (Madinah).

انما الأعمال ب لنيات.

innamal a'maalu bin niyyaati.

(Tiap-tiap amal perbuatan harus disertai dengan niat).

Setiap pekerjaan harus didasari dengan niat. Al Khauyi mengatakan, seakan-akan Rasulullah (shallallahu 'alaihi wa sallam) memberi pengertian bahwa niat itu bermacam-macam sebagaimana perbuatan. Seperti orang yang melakukan perbuatan dengan motivasi ingin mendapat ridha Allah dan apa yang dijanjikan kepadanya, atau ingin menjauhkan diri dari ancaman-Nya.

Sebagian riwayat menggunakan lafazh النيۃ dalam bentuk mufrad (tunggal) dengan alasan, bahwa tempat niat adalah dalam hati, sedangkan hati itu satu, maka kata niyat disebutkan dalam bentuk tunggal. Berbeda dengan perbuatan yang sangat tergantung kepada hal-hal yang bersifat lahiriah yang jumlahnya sangat banyak dan beragam, sehingga dalam hadits tersebut kata 'amal menggunakan lafazh jama' (plural) yaitu الأعمال selain itu niat hanya akan kembali kepada Dzat Yang Esa, dan tidak ada sekutu bagi-Nya.

Lafazh hadits yang tertulis dalam kitab Ibnu Hibban adalah الأعمال بالنيات tidak tertulis lafazh إنما dan ini juga terdapat dalam kitab Asy-Syihab karangan Al Qudha'i. Akan tetapi Abu Musa Al Madini dan Imam Nawawi menentang riwayat ini.

Lafazh إنما الأعمال بالنيات mengandung arti hashr (pembatasan) menurut para muhaqqiq (peneliti).

=====

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari, Penulis: Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullaah, Peneliti: Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz rahimahullaah, Penerbit: Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah, Beirut - Lebanon, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari, Penerjemah: Gazirah Abdi Ummah, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan Kesebelas, Juli 2013 M.

Kitab Permulaan Turunnya Wahyu (2) | Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari

Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari.

Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari

Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullaah.

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim.

Kitaabu Bad`il Wahyii.

1. Kitab Permulaan Turunnya Wahyu (2).

Seluruh penulis mushhaf di setiap negara juga mengikuti cara ini, baik mereka yang mengatakan bahwa basmalah adalah termasuk ayat surah Al Fatihah, atau mereka yang tidak berpendapat seperti itu. Di samping itu ada juga yang konsisten dengan firman Allah, "Wahai orang-orang yang beriman janganlah kalian mendahului Allah dan Rasul-Nya." (QS. Al Hujuraat [49]: 1), sehingga beliau tidak mendahului perkataan Allah dan Rasul-Nya kecuali dengan perkataan-Nya.

Adapun pendapat yang sangat jauh dari kebenaran adalah pendapat yang mengatakan, bahwa Imam Bukhari memulai tulisan ini dengan khutbah, yang di dalamnya ada hamdalah dan syahadah, akan tetapi telah dihapus oleh orang yang meriwayatkannya.

Seakan-akan orang yang berpendapat seperti ini belum pernah membaca kitab yang ditulis oleh guru-guru Imam Bukhari dan ahli hadits pada waktu itu, seperti Imam Malik dalam kitab Muwaththa`, Abd. Razaq dalam kitab Mushannif, Imam Ahmad dalam kitab Musnad Ahmad, Abu Daud dalam kitab Sunan Abu Daud, dan kitab-kitab lainnya yang tidak dimulai dengan khutbah dan hanya dimulai dengan basmalah. Golongan ini adalah mayoritas, sedangkan mereka yang memulai dengan khutbah hanya golongan minoritas. Apakah mungkin dikatakan setiap perawi kitab-kitab tersebut telah menghapus khutbah? Sama sekali tidak mungkin, karena menurut pendapat mereka hamdalah hanya diucapkan saja, sebagaimana diriwayatkan oleh Syaikh Khatib dalam kitab Al Jami', bahwa Imam Ahmad hanya membaca shalawat Nabi dan tidak menulisnya ketika menulis hadits, hal ini menunjukkan hamdalah dan syahadah hanya dianjurkan untuk dibaca bukan ditulis. Akan tetapi mereka yang memulainya seperti metode khutbah, yaitu dengan menyebut hamdalah dan basmalah, seperti yang dilakukan oleh Imam Muslim, hal itu kita serahkan kepada Allah, karena Dia yang Maha Mengetahui akan suatu kebenaran.

Sudah menjadi kebiasaan para pengarang kitab, untuk memulai penulisan dengan lafazh basmalah, tetapi dalam penulisan syair ada perbedaan pendapat jika dimulai dengan basmalah. Menurut Imam Sya'bi, itu tidak boleh. Imam Zuhri mengatakan, "Telah menjadi kesepakatan para ulama terdahulu untuk tidak mencantumkan basmalah dalam penulisan syair," sedangkan Sa'id bin Jubair dan Jumhur Ulama membolehkan hal itu. Adapun Al Khatib membenarkan kedua pendapat tersebut.

=====

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari, Penulis: Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullaah, Peneliti: Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz rahimahullaah, Penerbit: Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah, Beirut - Lebanon, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari, Penerjemah: Gazirah Abdi Ummah, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan Kesebelas, Juli 2013 M.

Cara Permulaan Turunnya Wahyu Kepada Rasulullah | Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari

Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari.

Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari

Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullaah.

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim.

Kitaabu Bad`il Wahyii.

1. Kitab Permulaan Turunnya Wahyu.

Syaikh Al Imam Al Hafizh Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah Al Bukhari berkata:

1. Cara Permulaan Turunnya Wahyu Kepada Rasulullah (shallallahu 'alaihi wa sallam).

Allah berfirman dalam Al Qur`an,

"Sesungguhnya Kami menurunkan wahyu kepadamu (Muhammad) seperti Kami menurunkan wahyu kepada Nabi Nuh dan Nabi-nabi setelahnya." (QS. An-Nisaa` [4]: 163)

Imam Bukhari berkata, "Bismillaahirrahmaanirrahiim, cara permulaan turunnya wahyu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

Ada pertanyaan yang ditujukan kepada Imam Bukhari tentang tidak dimulainya penulisan kitab ini dengan kalimat hamdalah dan syahadat, sebagai pengamalan dari hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, "Setiap pekerjaan yang tidak dimulai dengan membaca hamdalah (memuji Allah), maka pekerjaan itu terputus (dari rahmat-Nya)." Pada hadits yang lain disebutkan, "Setiap khutbah yang tidak terdapat di dalamnya syahadat, maka khutbah itu seperti tangan yang terpotong." Kedua hadits ini diriwayatkan oleh Abu Daud dari Abu Hurairah (radhiyallahu 'anhu).

Jawaban pertama, bahwa yang terpenting dalam khutbah adalah memulainya dengan apa yang dimaksudkan. Imam Bukhari telah memulai kitab ini dengan membahas "Permulaan Turunnya Wahyu" dan menjelaskan, bahwa maksud pekerjaan itu harus sesuai dengan niatnya, seakan-akan beliau mengatakan, "Aku memulai pembahasan wahyu yang berasal dari Allah untuk menunjukkan ketulusan pekerjaan dan niatku. Sesungguhnya perbuatan yang dilakukan setiap manusia adalah tergantung niat yang ada dalam hatinya, maka cukuplah kita memahami masalah ini dengan makna yang tersirat." Cara seperti ini banyak kita temukan dalam metode penulisan kitab-kitab yang lain.

Jawaban kedua, bahwa kedua hadits tersebut bukan hadits yang memenuhi syarat Bukhari, bahkan kedua hadits tersebut masih mendapat kritikan. Kita setuju dengan kedua hadits ini sebagai hujjah, akan tetapi maksud hadits ini bukan berarti harus diucapkan dan ditulis. Mungkin beliau telah mengucapkan hamdalah dan syahadat ketika menulis, sehingga setelah itu beliau hanya cukup menulis basmalah saja, karena maksud ketiga hal tersebut (hamdalah, syahadat dan basmalah) adalah mengingat Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan itu cukup dengan mengucapkan basmalah. Sebagaimana ayat Al Qur`an yang pertama turun, "Bacalah dengan nama Allah." (QS. Al 'Alaq [96]: 1) yang berarti, bahwa mengawali suatu perbuatan dengan basmalah telah mewakili hamdalah dan syahadat.

Kemudian juga surat-surat Rasulullah yang dikirimkan kepada beberapa raja, beliau hanya menulis di awal surat tersebut dengan basmalah tidak dengan hamdalah dan syahadah, seperti hadits yang diriwayatkan oleh Abu Sufyan tentang cerita Raja Hercules tentang bab ini, hadits yang diriwayatkan oleh Barra` tentang kisah Suhail bin Amar dalam bab "Perjanjian Hudaibiah", dan hadits-hadits lainnya.

Untuk itu kita dapat memahami bahwa, hamdalah dan syahadah hanya dianjurkan ketika khutbah bukan dalam penulisan surat atau dokumen, maka Imam Bukhari dalam memulai tulisannya memakai metode penulisan surat kepada ulama, dengan tujuan agar mereka dapat mengambil manfaat yang sebesar-besarnya.

Para penyarah kitab Bukhari telah mengemukakan pendapat dalam masalah ini, meskipun pendapat mereka masih harus diteliti kembali. Mereka berpendapat bahwa memulai kitab ini dengan menyebut basmalah dan hamdalah adalah termasuk dua hal yang bertentangan menurut Imam Bukhari, karena jika ia memulai dengan hamdalah, hal itu akan bertentangan dengan adat (kebiasaan), dan seandainya ia memulai dengan basmalah, maka ia telah meninggalkan hamdalah, dengan demikian ia hanya memulai dengan basmalah.

=====

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari, Penulis: Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullaah, Peneliti: Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz rahimahullaah, Penerbit: Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah, Beirut - Lebanon, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari, Penerjemah: Gazirah Abdi Ummah, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan Kesebelas, Juli 2013 M.

Kata Pengantar (5) | Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari

Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari.

Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari

Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullaah.

Kata Pengantar (5).

Muhammad Abdurrahim dan Abu Ali berkata, "Telah mengabarkan kepada kami Abu Abbas Ahmad bin Abu Thalib bin Abu An-Ni'am Ni'mah bin Hasan bin Ali bin Bayan Ash-Shalihi dan Wazirah binti Muhammad bin Umar bin As'ad bin Al Manja At-Tanwakhiah."

Abu Ishaq berkata, "Telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin Abu Thalib bin Ni'mah."

Ali berkata, "Dia telah membaca kepada Wazirah dan aku mendengarnya. Telah menulis kepadaku Sulaiman bin Hamzah bin Abu Umar, Isa bin Abdurrahman bin Ma'ali dan Abu Bakar bin Ahmad bin Abd. Da'im. Mereka berlima berkata, "Telah mengabarkan kepada kami Abu Abdullah Al Husain bin Mubarak bin Muhammad bin Yahya Az-Zubaidi dengan cara mendengar (sama')."

Mereka berkata, "Selain Wazirah, telah menulis kepada kami Abu Hasan Muhammad bin Ahmad bin Umar Al Qathi'i dan Abu Hasan Ali bin Abu Bakar Ruzabeh Al Qalanisi, Sulaiman, Muhammad bin Zuhair Sya'ranah, Tsabit bin Muhammad Al Khajnadi." Muhammad bin Abdul Wahid Al Madini menambahkan, "Telah mengabarkan kepada kami Abu Al Waqt Abdul Awwal bin Isa bin Syu'aib Al Harawi darinya."

Riwayat Al Hafshi dengan isnad terdahulu sampai kepada Manshur, "Telah mengabarkan kepada kami Abu Bakar Wajih bin Thahir, Abdul Wahab bin Syah Asy-Syadzayakhi dengan cara sama' (mendengar), dan kakek Abu Muhammad bin Al Fadhl Ash-Sha'idi dengan cara ijazah. Mereka berkata, "Al Hafshi telah mengabarkan kepadaku."

Riwayat Karimah, ia berkata, "Telah mengabarkan kepada kami dengan riwayat Karimah, Al Hafizh Abu Al Fadhl Abdurrahim bin Husain Al 'Iraqi dengan cara sama' sebagian riwayat dan ijazah sebagian yang lain, dan Abu Ali Abdurrahim bin Abdullah Al Anshari, Al Mu'in Ahmad bin Ali bin Yusuf Ad-Dimasyqi, Ismail bin Muhammad Al Qawy bin 'Izzun dan Utsman bin Abdurrahman bin Tasyriq dengan cara sama' selain beberapa bab, di antaranya bab "Musafir idza Jadda bi As-Sairu" sampai akhir pembahasan haji, dari bab "Ma yajuzu min Asy-Syuruth fi Al Makatib" sampai dengan bab "Asy-Syuruth fi Al Kitabah", dari bab "Ghazwu Al Mar`ah fi Al Bahr" dalam pembahasan 'Jihad' sampai dengan bab "Du'a An-Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ila Al Islam" dengan cara ijazah dari mereka, dan dari Al Hafizh Rasyiduddin Abu Husain Yahya bin Ali Al Aththar dengan seluruh riwayatnya, mereka berkata, "Telah mengabarkan kepadaku Abu Qasim Hibatullah bin Ali bin Mas'ud Al Bushiri, telah mengabarkan kepada kami Abu Abdullah Muhammad bin Barakat An-Nahwi As-Sa'di darinya."

Riwayat Mustaghfiri dengan memakai isnad terdahulu sampai kepada Abu Musa, "Telah mengabarkan kepadaku bapakku, dan Hasan bin Ahmad darinya."

Riwayat Ibrahim bin Ma'qil, dengan menggunakan isnad sampai kepada Abu Ali Al Jayyani, "Telah mengabarkan kepada kami Hakam bin Muhammad bin Abu Fadhl Isa bin Abu Imran Al Harawi dengan cara sama' sebagian riwayat dan ijazah sisanya, Abu Shalih Khalaf bin Muhammad bin Ismail Al Bukhari darinya."

Riwayat Hammad bin Syakir, ia berkata, "Telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin Abu Bakar bin Abdul Hamid dalam kitabnya dari Abu Rabi' bin Abu Thahir bin Qudamah dari Hasan bin Sayyid 'Alawi, dari Abu Fadhl bin Nashir Al Hafizh dari Ahmad bin Muhammad bin Rumaih An-Nasawi darinya.

Riwayat Abu Thalhah Al Bazdawi dengan sanad sampai kepada Al Mustaghfiri, "Telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin Abdul Aziz darinya."

Telah selesai apa yang saya tulis dari wasilah yang saya maksudkan. Sebagian riwayat yang paling kuat menurut saya adalah riwayat Abu Dzarr dari ketiga gurunya, karena ia adalah perawi yang dhabith dan membedakan riwayat yang berbeda sesuai dengan konteks masing-masing. Hanya kepada Allah aku memohon taufik, agar aku selalu berjalan pada jalan yang benar.

Penulis.

=====

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari, Penulis: Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullaah, Peneliti: Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz rahimahullaah, Penerbit: Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah, Beirut - Lebanon, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari, Penerjemah: Gazirah Abdi Ummah, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan Kesebelas, Juli 2013 M.

Kata Pengantar (4) | Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari

Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari.

Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari

Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullaah.

Kata Pengantar (4).

Adapun riwayat Abdurrahman Al Hamdani dari gurunya, ia berkata, "Telah mengabarkan kepada kami (apa yang diriwayatkan Abdurrahman Al Hamdani) Abu Hayyan Muhammad bin Hayyan bin Allamah Abu Hayyan secara musyafahah (lisan) dari kakeknya (Abu Hayyan), dari Abu Ali bin Abu Al Ahwash, dari Abu Al Qasim bin Baqi (Ibnu Taqi) dari Syuraih bin Ali (Syuraih bin Muhammad bin Ali) bin Ahmad bin Sa'id dari Abdurrahman.

Riwayat Ismail dengan sanad yang sama sampai kepada Abu Hayyan, "Telah mengabarkan kepada kami Abu Ja'far Ahmad bin Yusuf Ath-Thahali dan Yusuf bin Ibrahim bin Abu Raihanah Al Malaqi dengan cara ijazah dari keduanya, dari Al Qadhi Abu Abdullah Muhammad bin Ahmad bin Muhammad Al Anshari bin Al Haitsam, telah mengabarkan kepada kami Al Qadhi Abu Sulaiman Daud bin Hasan  Khalidi darinya."

Sedangkan riwayat Abu Nu'aim dari gurunya, ia berkata, "Telah mengabarkan kepada kami Ali bin Muhammad bin Muhammad Ad-Dimasyqi secara musyafahah dari Salman (Sulaiman) Ibnj Hamzah bin Abu Umar dari Muhammad bin Abdul Hadi Al Maqdisi, dari Al Hafizh Abu Musa Muhammad bin Abu Bakar Ad-Dumali (Al Madani), telah mengabarkan kepada kami Abu Ali Al Hasan bin Ahmad bin Al Hasan Al Haddad, telah mengabarkan kepada kami Abu Nu'aim."

Riwayat Al Ushaili dan Al Qabisi dengan sanad terdahulu sampai kepada Abu Ali Al Jayyani, "Telah mengabarkan kepada kami Abu Syakir Abdul Wahid bin Muhammad bin Wahab dan lainnha dari Al Ashili dan Hatim bin Muhammad Ath-Tharabulusi dari Al Qabisi dengan sanad yang terdahulu pula kepada Ja'far bin Ali. Ia menulis kepada Al Hafizh Abu Qasim Khalaf nin Basykawal, telah mengabarkan kepada kami Abdurrahman bin Muhammad bin Ghayyats dari Hatim."

Riwayat Sa'id Al 'Iyyar, ia berkata, "Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ali bin Muhammad Ad-Dimasyqi secara musyafahah dari Muhammad bin Yusuf bin Al Hattan dari 'Allamah Taqiyuddin Utsman bin Abdurrahman Asy-Syahruzuri, Manshur bin Abdul Mun'im bin Abdullah bin Muhammad bin Fadhl dan Sa'id."

Riwayat Ad-Dawudi, adalah riwayat terbaik bagi kami dari segi jumlah, "Telah dikabarkan kepada kami riwayat Ad-Dawudi dari berbagai riwayat di antaranya; Abdurrahman bin Abdul Karim bin Abdul Wahab Al Hamawi, Abu Ali Muhammad bin Muhammad bin Ali Al Jiyazi, Abu Ishaq Ibrahim bin Ahmad bin Ali bin Abdul Wahab bin Abdul Mukmin At-Ta'ali, dan Abu Hasan Ali bin Muhammad bin Muhammad Al Jauzi."

=====

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari, Penulis: Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullaah, Peneliti: Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz rahimahullaah, Penerbit: Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah, Beirut - Lebanon, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari, Penerjemah: Gazirah Abdi Ummah, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan Kesebelas, Juli 2013 M.

Kata Pengantar (3) | Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari

Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari.

Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari

Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullaah.

Kata Pengantar (3).

Riwayat As-Sarkhasi diriwayatkan oleh Abu Dzarr dan Abu Hasan Abdurrahman bin Muhammad bin Muzhaffar Ad-Dawudi.

Riwayat Kasymihani diriwayatkan oleh Abu Dzarr dan Abu Sahal Muhammad bin Ahmad Al Hafshi dan Karimah binti Ahmad Al Marwaziyah.

Riwayat Al Kasyani diriwayatkan oleh Abu Abbas Ja'far bin Muhammad Al Mustaghfiri.

Sedangkan riwayat Al Juhani dari Ibnu As-Sakan, ia berkata, "Telah diceritakan kepada kami oleh Abu Ali Muhammad bin Ahmad bin Ali bin Abdul Aziz dengan cara musyafahah (secara lisan) dari Yahya bin Muhammad bin Sa'ad dan yang lainnya, dari Ja'far bin Ali Al Hamdani, dari Abdullah bin Abdurrahman Ad-Dibaji dari Abdullah bin Muhammad bin Muhammad bin Ali Al Bahili, ia berkata, "Telah bercerita kepada kami Al Hafizh Abu Ali Al Hasan bin Muhammad Al Jayyani dalam kitabnya Taqyid Al Muhmal, ia berkata, "Telah menyampaikan kepada saya Al Qadhi Abu Umar Ahmad bin Muhammad bin Yahya bin Al Hidza` tentang Shahih Bukhari dengan qira'ah (bacaan)ku kepadanya, dan Abu Umar Yusuf bin Abdullah bin Muhammad bin Al Hafizh Abdul Bari dengan cara ijazah. Keduanya berkata, "Telah bercerita kepada kami Abu Muhammad Al Juhani, beliau seorang yang tsiqah (terpercaya) dan dhabit (kuat) sanadnya."

Riwayat Abu Dzarr dari ketiga gurunya, ia berkata, "Telah dibacakan kepada Abu Muhammad Abdullah bin Muhammad bin Muhammad bin Sulaiman Al Makki dengan riwayat ini. Aku mendengar dan mendapat ijazah apa yang hilang darinya, ia berkata, "Telah mengabarkan kepada kami Imam Al Maqam Abu Ahmad Ibrahim bin Muhammad bin Abu Bakar Ath-Thabari, telah mengabarkan kepada kami Abu Qasim Abdurrahman bin Abu Harami Al Makki dengan cara sama' (mendengar) seluruh riwayat darinya, kecuali bab "Wa ila Madyana Akhahum Syu'aiba" (Saudara-saudara Nabi Syu'aib pergi ke Madyan) sampai bab "Mab'ats An-Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam" (Diutusnya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam), karena bab tersebut diriwayatkan dengan cara ijazah, telah mengabarkan kepada kami Abu Hasan Ali bin Humaid bin 'Ammar Ath-Tharabulusi, dan telah mengabarkan kepada kami Abu Maktum Isa bin Al Hafizh Abu Dzarr Abdullah bin Ahmad Al Harawi, dan telah mengabarkan kepada kami bapakku."

=====

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari, Penulis: Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullaah, Peneliti: Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz rahimahullaah, Penerbit: Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah, Beirut - Lebanon, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari, Penerjemah: Gazirah Abdi Ummah, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan Kesebelas, Juli 2013 M.

Kata Pengantar (2) | Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari

Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari.

Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari

Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullaah.

Kata Pengantar (2).

Jalur yang lain adalah dari Ibrahim bin Ma'qil bin Hajjaj An-Nasafi, seorang penghafal hadits yang memiliki beberapa karangan, dan wafat pada tahun 294 H. Ia termasuk orang yang mengumpulkan catatan (hadits) yang diriwayatkan dari Bukhari dengan cara ijazah. Begitu juga dari jalur Hammad bin Syakir An-Nasawi, yang diperkirakan meninggal sekitar tahun 290-an.

Kemudian jalur dari Abu Thalhah Manshur bin Muhammad bin Ali bin Qorinah Al Bazdawi, wafat pada tahun 329 H. Beliau adalah orang yang terakhir menulis riwayat Bukhari dalam kitab Shahihnya, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Makula dan lainnya. Setelah beliau meninggal masih ada yang mendengarkan riwayat dari Bukhari, yaitu Al Qadhi Al Husain bin Ismail Al Muhamili di Baghdad, akan tetapi beliau tidak memiliki kitab Shahih, dan beliau mendengar dari Imam Bukhari di Baghdad pada akhir kunjungannya, sehingga sangat salah orang yang mengambil riwayat shahih darinAl Muhamili.

Adapun riwayat Al Firabri, sampai kepada kami dari berbagai jalur di antaranya, Al Hafizh Abu Ali Sa'id bin Utsman bin Sa'id bin As-Sakan, Hafizh Abu Ishaq Ibrahim bin Ahmad Al Mustamli, Abu Nashr Ahmad bin Muhammad bin Ahmad Al Akhsikati, Al Faqih Abu Zaid Muhammad bin Ahmad Al Maruzi, Abu Ali Muhammad bin Umar bin Sibawaih, Abu Ahmad Muhammad bin Muhammad Al Jurjani, Abu Muhammad Abdullah bin Ahmad As-Sarkhasi, Abu Al Haitsam Muhammad bin Makki Al Kasymihani, dan Abu Ali Ismail bin Muhammad bin Ahmad bin Hajib Al Kasyani. Beliau adalah orang terakhir yang meriwayatkan hadits Bukhari dari riwayat Al Firabri.

Adapun riwayat Ibnu As-Sakan diriwayatkan oleh Abdullah bin Muhammad bin Asad Al Juhani.

Riwayay Mustamli diriwayatkan oleh Al Hafizh Abu Dzarr Abdullah bin Ahmad Al Harawi dan Abdurrahman bin Abdullah Al Hamdani.

Riwayat Al Akhsikati diriwayatkan oleh Ismail bin Ishaq bin Ismail Ash-Shafar Az-Zahid.

Riwayat Abu Zaid diriwayatkan oleh Al Hafizh Abu Nu'aim Al Ashbahani, Al Hafizh Abu Muhammad Abdullah bin Ibrahim Al Ushaili dan Imam Abu Hasan Ali bin Muhammad Al Qabisi.

Riwayat Abu Ali Sibawaih diriwayatkan oleh Sa'id bin Ahmad bin Muhammad Ash-Shairafi Al 'Iyar dan Abdurrahman bin Abdullah Al Hamdani.

=====

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari, Penulis: Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullaah, Peneliti: Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz rahimahullaah, Penerbit: Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah, Beirut - Lebanon, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari, Penerjemah: Gazirah Abdi Ummah, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan Kesebelas, Juli 2013 M.

Kata Pengantar | Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari

Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari.

Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari

Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullaah.

Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz rahimahullaah.

Kata Pengantar.

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim.

Segala puji bagi Allah yang telah melapangkan hati kaum Muslimin dengan hidayah-Nya, dan menutup hati orang-orang yang membangkang sehingga tidak menyadari adanya hikmah. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, karena Dia Tuhan Yang Esa dan Berkuasa, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan Rasulullah, yang tidak ada seorang pun yang menandingi kemuliaannya, dirinya telah dimuliakan dan disucikan sejak hari kelahirannya serta dilapangkan hatinya. Semoga berkah Allah selalu untuknya, keluarga dan para sahabatnya sampai hari Kiamat kelak.

Saatnya bagi saya untuk mulai mewujudkan apa yang telah menjadi niat saya, ketika menulis keterangan (syarah) kitab Al Jami' Ash-Shahih, sebagaimana telah saya tulis pada mukaddimah kitab Hadyu As-Sari bi Fathil Bari. Sebelumnya saya bermaksud untuk membedah hadits terlebih dahulu sebelum memberikan keterangan, akan tetapi saya melihat kalau ini dilakukan akan memerlukan waktu yang lebih panjang, maka dari itu saya mengambil jalan tengah. Semoga apa yang saya lakukan dapat memberikan manfaat bagi para pembaca, karena Allah tidak membebankan kepada makhluk-Nya kecuali apa yang mampu dilakukannya. Mungkin dalam tulisan ini terjadi pengulangan apa yang telah saya tulis dalam kitab Hadyu As-Sari bi Fathil Bari. Hal itu disebabkan jauhnya masa penulisan atau sebab-sebab lainnya, akan tetapi saya berusaha untuk melakukan perubahan apa yang ada dalam kitab tersebut. Maka saya namakan kitab ini Fathul Bari bi Syarhil Bukhari.

Saya memulai tulisan ini dengan menyebutkan sanad yang saya miliki kepada asalnya, baik dengan mendengar atau ijazah, karena saya mendengar sebagian ulama mengatakan, "Sanad adalah dasar dari sebuah kitab," maka dari itu saya akan menyebutkan sanad-sanadnya, dan saya katakan, "Telah sampai kepada kami riwayat Bukhari dari Imam Bukhari melalui jalur Thariq Abu Abdillah Muhammad bin Yusuf bin Mathar bin Shalih bin Bisyr Al Firabri yang meninggal pada tahun 320 H." Beliau mendengarkan riwayat ini dua kali. Pertama, di Farbar pada tahun 248 H, dan kedua, di Bukhara pada tahun 252 H.

=====

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari, Penulis: Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullaah, Peneliti: Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz rahimahullaah, Penerbit: Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah, Beirut - Lebanon, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari, Penerjemah: Gazirah Abdi Ummah, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan Kesebelas, Juli 2013 M.

Biografi Singkat Imam Hafizh Ibnu Hajar (6) | Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari

Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari.

Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari

Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullaah.

Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz rahimahullaah.

Biografi Singkat Imam Hafizh Ibnu Hajar (773-802 H) (6).

Karangan yang disebutkan ini hanya sebagian kecil dari karangan beliau yang berjilid-jilid, sehingga kita berpikir bahwa Allah benar-benar telah memberikan kepadanya anugerah yang sangat banyak, yang dengan kemampuan, tenaga, waktu dan umurnya, beliau dapat menulis kitab-kitab dengan jumlah yang sangat besar, yang bagi kita pada masa sekarang ini sangat kekurangan waktu untuk membaca karangan-karangannya, apalagi untuk menulis kitab seperti yang beliau lakukan.

Syaikh Al Allamah Al Faqih Syaukani berkata tentang Ibnu Hajar, "Beliau adalah seorang ulama besar yang menguasai ilmu hadits, diakui hafalannya, mengetahui yang dekat dan jauh, musuh dan teman, sehingga pantas diberikan gelar 'Al Hafizh'. Murid-murid beliau berdatangan dari segala penjuru, karangan beliau pun telah tersebar di seluruh penjuru pada masa hidupnya."

Semoga Allah memberikan rahmat kepada beliau dan meninggikan derajatnya, serta memberikan manfaat kepada kaum Muslimin, walhadulillahi rabbi Al 'alamin.

=====

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari, Penulis: Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullaah, Peneliti: Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz rahimahullaah, Penerbit: Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah, Beirut - Lebanon, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari, Penerjemah: Gazirah Abdi Ummah, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan Kesebelas, Juli 2013 M.

Biografi Singkat Imam Hafizh Ibnu Hajar (5) | Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari

Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari.

Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari

Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullaah.

Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz rahimahullaah.

Biografi Singkat Imam Hafizh Ibnu Hajar (773-802 H) (5).

2. Ulum Al Qur`an.

a. Al Itqan fi Jam'i Ahadits Fadha'il Al Qur`an.
b. Al Ahkam li Bayani Ma Waqa'a fi Qira'at Min Al Ibham.

3. Ulum Al Hadits.

a. Abdal Al Shafiyat Min Ats-Tsaqfiyat.
b. Ithaf Al Mahrah Bi Athraf Al 'Asyrah.
c. Al Istidrak 'Ala Al Hafizh Al Iraqi Fi Takhrij Ahadits Al Ihya'.
d. Al Istidrak 'Ala (Nakti Ibnu Shalah) Li Syaikh Al Iraqi.
e. Athraf Ash-Shahihain 'Ala Al Abwab Wa Al Masanid.
f. Athraf Al Firdaus li Ad-Dailami.
g. Afrad Muslim 'An Bukhari.
h. Al Itqan Bi Tartib Ad-Daruquthni 'Ala Al Anwar.
i. Tartib Al 'Ilal 'Ala Al Anwa'.
j. Taghliq At-Ta'liq Wa Huwa Yubaiyin Ma Yahtajuhu Al Ba'its Min Syarh Al Jami' Ash-Shahih Li Al Bukhari. Dalam kitab ini Ibnu Hajar mengambil referensi sekitar 350 kitab.
k. Taqrib At-Tahdzib. Ringkasan dari kitab Tahdzib At-Tahdzib yang diambil dari kitab Tahdzib At-Tahdzib Al Kamal, kitab yang membicarakan tentang perawi-perawi hadits karangan Hafizh Al Maqdisim

Adapun kitab Fath Al Bari Syarh Shahih Bukhari, Ibnu Hajar menerangkan hadits-haditsnya, menjawab problem yang berkaitan dengan sanad dan perawi hadits, serta menerangkan perawi dan derajatnya dengan cara jarh wa ta'dil (kritik sanad dan matan), di samping itu beliau juga menerangkan masalah-masalah fikih. Adapun penulisan buku ini, beliau membutuhkan waktu selama 25 tahun.

4. Sejarah (Tarikh).

a. Kitab Al Ishabah fi Tamyiz Ash-Shahabah. Kitab ini terdiri dari 4 jilid besar, yang membicarakan biografi 12.297 orang.
b. Ad-Durar Al Kaminah fi A'yan Al Mi`ah Ats-Tsaminah.

5. Bahasa Arab.

a. Kitab Al Ashlah fi Al Imamah Al Afshah.
b. Bulugh Al Maram Min Adillah Al Ahkam.

=====

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari, Penulis: Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullaah, Peneliti: Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz rahimahullaah, Penerbit: Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah, Beirut - Lebanon, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari, Penerjemah: Gazirah Abdi Ummah, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan Kesebelas, Juli 2013 M.

Biografi Singkat Imam Hafizh Ibnu Hajar (4) | Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari

Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari.

Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari

Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullaah.

Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz rahimahullaah.

Biografi Singkat Imam Hafizh Ibnu Hajar (773-802 H) (4).

2. Zakaria Al Anshari (826-926 H). Syaikh Islam, Hakim Agung (Qadhi Qudhat), dan penghafal hadits. Ia juga ahli tafsir, fikih, qira'at, tasawwuf, nahwu dan mantiq (logika).

Buku-buku karangannya adalah, "Fath Ar-Rahman bi Kasyfi ma Yaltabisu min Al Qur`an", "Tuhfat Al Bari 'ala Shahih Al Bukhari", "Syarh Sudzuru Adz-Dzahab fi Nahwi", "Ghayat Al Wushul fi Ushul Fiqh", "Asna Al Mathalib fi Syarh Raudh Ath-Thalib fi Al Fiqh", dan kitab-kitab lainnya.

3. Al Kamal bin Hamam (790-861 H), seorang ulama dalam bidang fikih, ushul fikih, faraidh, tasawuf, nahwu, sharaf dan yang lainnya.

Karangannya, "Fath Al Qadir fi Syarh Al Hidayah fi Al Fiqh Al Hanafi", "Tahrir fi Ushul Fiqh", "Zaad Al Faqir Mukhtashar fi Furu' Al Hanafiah", dan lainnya.

4. Ibnu Taghri Burdi (813-874 H), seorang tokoh besar ahli sejarah. Di antara buku-buku karangannya, "Al Minhal Al Shafy wa Al Mustawfa ba'da Al Wafa", "An-Nujum Az-Zahrah fi Muluk Mishri wa Al Qahirah", "Hawadits Ad-Duhur fi Mada Al Ayyam wa Syuhur", dan lainnya.

5. Abu Al Fadhal bin Syahnah (804-890 H), seorang ahli fikih, ushul fikih, hadits, sastra dan sejarah. Karangannya adalah, "Thabaqat Al Hanafiah" dan "Nihayat fi Syarh Al Hidayah".

Karangan Ibnu Hajar.

Syakhawi menyebutkan dalam kitabnya Al Jawhar wa Ad-Durar, bahwa karangan Ibnu Hajar berjumlah 270 kitab. As-Suyuthi dalam kitabnya Nazham Al Uqyan menyebutkan, karangannya berjumlah 198 kitab. Al Biqa'i mengatakan karangannya berjumlah 142 kitab dan Haji Khalifah dalam kitabnya Kasyfu Azh-Zhunun mengatakan, bahwa karangannya berjumlah 100 kitab.

1. Aqidah.

a. Al Ayat An-Niran fi Ma'rifah Al Khawariq wa Al Mu'jizat.
b. Al Bahts 'An Ahwal Al Ba'tsi.

=====

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari, Penulis: Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullaah, Peneliti: Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz rahimahullaah, Penerbit: Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah, Beirut - Lebanon, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari, Penerjemah: Gazirah Abdi Ummah, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan Kesebelas, Juli 2013 M.

Biografi Singkat Imam Hafizh Ibnu Hajar (3) | Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari

Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari.

Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari

Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullaah.

Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz rahimahullaah.

Biografi Singkat Imam Hafizh Ibnu Hajar (773-802 H) (3).

Ibnu Hajar juga seorang faqih (ahli Fikih). Dalam mendalami fikih beliau memiliki metode sendiri, yaitu dengan menggabungkan antara fikih dan hadits. Kedua ilmu ini sangat jarang dikuasai oleh satu orang sekaligus. Sebelumnya beliau menguasai ilmu hadits, setelah itu digabungkan dengan fikih sehingga menjadi fikih hadits, hal itu dilakukan karena beliau memiliki kemampuan dalam melakukan istinbath (mengambil kesimpulan hukum) dari nash, atau kemampuannya dalam menggabungkan beberapa pendapat, sehingga dengan kemampuan itu beliau termasuk muhaddits Al fuqaha` (ahli haditsnya ulama fikih) dan faqih Al Muhadditsin (ahli fikihnya ulama hadits) pada masanya.

Ibnu Hajar juga seorang Muhaddits (ahli hadits). Beliau menguasai ilmu hadits dirayah dan riwayah, mengetahui cacat sebuah hadits, kritik sanad, nama perawi hadits, biografi para perawi, jarh dan ta'dil, sehingga beliau menjadi seorang ulama ilmu hadits.

Hafizh Tajuddin bin Qarabili berkata, "Aku bersumpah atas nama Allah, tidak ada seorang di Damaskus yang banyak menghafal hadits setelah Ibnu Asakir kecuali Ibnu Hajar." Pada kesempatan yang lain dia telah melebihkan beliau dari para ahli hadits yang lain, seperti Mazzi, Barzali dan Dzahabi, lalu ia berkata, "Dalam diri Ibnu Hajar terkumpul semua dari apa yang mereka miliki dalam memahami dan menghafal matan, sanad, dan melakukan istimbath hukum serta menyatukan dua dalil yang kontradiksi."

Murid Beliau.

1. Al Hafizh As-Sakhawi (831-902 H), seorang ulama besar dan sejarawan ahli hadits, tafsir, fikih, ilmu bahasa (linguistik), sastra Arab dan orang yang paling menguasai ilmu jarh wa ta'dil (kritik sanad dan matan).

Di antara kitab karangannya adalah, "Fath Al Mughits fi Syarh Alfiyah Al Iraqi", "Syarh At-Taqrib li An-Nawawi", "Maqashid Al Hasanah", "Syarh Asy-Syama`il li At-Tirmidzi", dan lainnya.

=====

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari, Penulis: Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullaah, Peneliti: Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz rahimahullaah, Penerbit: Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah, Beirut - Lebanon, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari, Penerjemah: Gazirah Abdi Ummah, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan Kesebelas, Juli 2013 M.

Biografi Singkat Imam Hafizh Ibnu Hajar (2) | Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari

Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari.

Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari

Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullaah.

Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz rahimahullaah.

Biografi Singkat Imam Hafizh Ibnu Hajar (773-802 H) (2).

Guru beliau banyak sekali dan dikumpulkan dalam kitabnya Al Mujamma' Al Muassas li Al Mu'jam Al Mufahras.

Ibnu Hajar adalah seorang murid yang mempunyai semangat tinggi, pandai, memiliki hafalan yang kuat dan pemahaman yang baik. Hal itu sangat memudahkannya untuk menguasai berbagai disiplin ilmu yang mereka ajarkan.

Ibnu Hajar adalah seorang ahli bahasa, nahwu dan sastra. Berikut ia memuji Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam salah satu syairnya:

Muhammad adalah pembawa rahmat dan pemberi petunjuk bagi manusia,
Alangkah celakanya bagi yang memusuhinya karena ia tidak akan mendapat rahmat.
Kaum Mukminin mendapat keselamatan darinya,
Apabila berjalan di hadapan para pembangkang di Neraka.
Allah-lah yang selalu menjaganya dari hawa nafsu,
Dalam memberikan perintah dan larangan.
Maka hati-hatilah orang yang menentang perintahnya,
Dari bencana dan siksaan yang sangat menyakitkan.
Memiliki mukjizat yang sangat banyak dan tanyakanlah,
Kepada kerikil-kerikil dan binatang-binatang yang membenarkan.

Beliau sangat menguasai ilmj nahwu dan memiliki kemampuan untuk memecahkan persoalan dengan mengambil syahid (contoh) dari Al Qur`an dan hadits untuk menguatkannya, bahkan terkadang beliau melakukan kritik terhadap ulama nahwu, sehingga di antara mereka ada yang mengatakan,

Kamu telah mempelajari ilmu nahwu dan menguasainya,
Sehingga menjadi seorang malik (menguasai ilmu nahwu) dan Ibnu Malik (pengarang Alfiyah, -penerj.).

Ibnu Hajar juga seoranv muarrikh (sejarawan). Beliau sangat senang mengkaji sejarah, peristiwa, dan kehidupan para perawi dengan teliti, obyektif dan pikiran yang cerdas.

Ibnu Hajar juga seorang Mufassir (ahli tafsir). Beliau menghafal dan memahami Al Qur`an, mengetahui qira'at (bacaan) Al Qur`an, kemudian mendalami ilmu Al Qur`an, tafsir, nasikh-mansukh, muthlaq-muqayyad, dan 'aam-khash. Setelah itu beliau menafsirkan ayat-ayat Al Qur`an.

=====

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari, Penulis: Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullaah, Peneliti: Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz rahimahullaah, Penerbit: Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah, Beirut - Lebanon, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari, Penerjemah: Gazirah Abdi Ummah, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan Kesebelas, Juli 2013 M.

Biografi Singkat Imam Hafizh Ibnu Hajar | Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari

Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari.

Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari

Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullaah.

Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz rahimahullaah.

Biografi Singkat Imam Hafizh Ibnu Hajar (773-802 H).

Beliau adalah Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Mahmud bin Ahmad bin Hajar Al Kinani Al Asqalani. Ia lahir, tinggal dan meninggal dunia di Mesir. Ia adalah penganut madzhab Syafi'i, ia juga seorang hakim agung (Qadhi Qudhat) dan ulama besar Islam.

Murid beliau, Syaikh Ibnu Taghri Burdi mengatakan, bahwa Ibnu Hajar adalah orang yang memiliki dedikasi tinggi, berwibawa, bersahaja, cerdas, bijaksana, dan pandai bergaul. Syaikh Al Biqa'i -muridnya juga- berkata, "Ibnu Hajar adalah orang yang memiliki pemahaman dan hafalan yang luar biasa, sehingga memungkinkan untuk mencapai derajat kasyaf, yang dapat menyingkap sesuatu yang tersembunyi. Ia juga memiliki kesabaran yang kokoh, semangat yang tinggi dan hati yang istiqamah."

Najmuddin bin Fahd, seorang ahli hadits negeri Hijaz mengatakan, "Beliau adalah muhaqqiq yang handal, pintar, fasih, berakhlak mulia dan teguh dalam melaksanakan perintah agama. Dalam syair dikatakan, Mustahil akan datang suatu masa seorang seperti Ibnu Hajar. Sesungguhnya masa seperti itu sangatlah sulit.

Guru Beliau.

Ibnu Hajar banyak melakukan perjalanan ke berbagai penjuru untuk mencari ilmu sehingga banyak bertemu dengan para ulama terkemuka yang ikhlas memberikan pelajaran kepadanya. Di antaranya adalah, Imam Balqini yang terkenal dengan banyak menghafal dan membaca, Ibnu Mulaqqin yang terkenal banyak karangannya, Syaikh Al Iraqi yang sangat menguasai ilmu hadits, Haitsami yang banyak hafal matan hadits, Fairuzabadi yang terkenal ahli bahasa, Ghamari yang menguasai bahasa Arab, Muhib bin Hisyam dan 'Izz bin Jama'ah yang keduanya banyak menguasai berbagai disiplin ilmu, dan Tanwakhi yang terkenal dengan pengetahuan akan qira'at (bacaan dalam Al Qur`an) dan sanadnya.

=====

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari, Penulis: Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullaah, Peneliti: Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz rahimahullaah, Penerbit: Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah, Beirut - Lebanon, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari, Penerjemah: Gazirah Abdi Ummah, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan Kesebelas, Juli 2013 M.

Daftar Isi (2) | Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari

Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari.

Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari

Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullaah.

Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz rahimahullaah.

Daftar Isi (2).

Kitabul Ilmi.

Keutamaan Ilmu dan Firman Allah.

Seseorang yang Ditanya pada Saat Ia Sedang Berbicara, Kemudian Ia Menyempurnakan Pembicaraannya dan Menjawab Pertanyaan.

Meninggikan Suara untuk Memberitahu.

Perkataan Ahli Hadits ('Anba'anaa, Akhbaraanaa, Haddatsanaa) Bertanya untuk Menguji Ilmu yang Dimiliki.

Tentang Ilmu.

Perkataan Ahli Hadits.

Metode Munawalah dan Pengiriman Surat oleh Ulama ke Berbagai Daerah.

Duduk Paling Belakang dalam Suatu Majelis dan Menempati Tempat yang Kosong.

Sabda Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam), "Rubba Muballagin 'aw `Aa min Saami`in".

Mengetahui Sebelum Berkata dan Berbuat.

Nabi (shallallaahu 'alaihi wa sallam) Memilih Waktu yang Tepat untuk Memberi Nasihat dan Mengajarkan Ilmu agar Para Sahabat Tidak Meninggalkan Majelis.

Jika Allah Menghendaki Kebaikan Seseorang, Maka Dia akan Menjadikannya Sebagai Ahli Agama.

Keutamaan Memahami Ilmu.

Tekun dalam Mencari Ilmu dan Hikmah.

Musa ('alaihis salaam) Pergi ke Laut untuk Menemui Nabi Khidhir ('alaihis salaam).

Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam) Bersabda, "Ya Allah, Ajarkan kepadanya Al Qur`an."

Kapan Diperbolehkan Mendengar Pendapat Anak Kecil.

Pergi Menuntut Ilmu.

Keutamaan Orang yang Mengetahui dan Mengajar.

Hilangnya Ilmu dan Munculnya Kebodohan.

Keutamaan Ilmu.

Fatwa yang Dikeluarkan Seorang Mufti Sedang Dia Duduk di atas Binatang.

Menjawab Fatwa dengan Isyarat Tangan atau Kepala.

Anjuran Nabi (shallallaahu 'alaihi wa sallam) kepada Utusan Abdul Qais untuk Menjaga Iman dan Ilmu Pengetahuan.

Bepergian dan Mengajarkan Ilmu.

Bergantian Pikiran dalam Menuntut Ilmu.

Marah dalam Memberi Nasihat dan Mengajar Jika Melihat Sesuatu yang Dibenci.

Bersimpuh di Hadapan Seorang Imam atau Muhadits.

Mengulangi Hadits Sebanyak Tiga Kali Supaya Dipahami.

Mengajarkan Ilmu kepada Hamba Sahaya dan Keluarga.

Memberikan Nasihat dan Pelajaran kepada Kaum Wanita.

Antusiasme untuk Mendapatkan Hadits.

Cara Allah Mencabut Ilmu.

Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam) Mengajari Kaum Wanita.

Menanyakan Sesuatu yang Didengar Sampai Mengerti.

Menyampaikan Ilmu Bagi yang Hadir kepada yang Tidak Hadir.

Dosa Orang yang Berbuat Dusta Terhadap Nabi (shallallaahu 'alaihi wa sallam).

Penulisan Ilmu.

Ilmu dan Nasihat di Malam Hari.

Membicarakan Ilmu Sebelum Tidur.

Menghafal Ilmu.

Mendengarkan Ulama.

Jika Ditanya Siapakah yang Lebih Mengetahui? Maka Hendaknya Menyerahkannya kepada Allah.

Seseorang yang Bertanya dengan Berdiri Sedangkan yang Alim dalam Keadaan Duduk.

Bertanya dan Memberi Fatwa Ketika Melontar Jumrah.

Firman Allah, "Dan Tidaklah Kamu Diberi Pengetahuan Melainkan Sedikit." (QS. Al Israa` (17): 85)

Meninggalkan Sebagian Ikhtiyar Karena Takut Sebagian Manusia Tidak Memahaminya Sehingga Melakukan Kesalahan yang Lebih Besar.

Mengkhususkan Suatu Pengetahuan kepada Suatu Kaum dan Tidak Memberikannya kepada Kaum yang lain, karena Khawatir Mereka Tidak Memahaminya.

Malu dalam Menuntut Ilmu.

Orang yang Malu Kemudian Menyuruh Orang Lain untuk Bertanya.

Hukum Memberi Ilmu dan Fatwa dalam Masjid.

Menjawab Orang yang Bertanya Melebihi Apa yang Ditanyakan.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari, Penulis: Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullaah, Peneliti: Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz rahimahullaah, Penerbit: Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah, Beirut - Lebanon, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari, Penerjemah: Gazirah Abdi Ummah, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan Kesebelas, Juli 2013 M.

===

Ary Ambary bin Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Daftar Isi | Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari

Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari.

Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari

Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullaah.

Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz rahimahullaah.

Daftar Isi.

Nota Kesepakatan Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah dan Pustaka Azzam.

Surat Rekomendasi MUI.

Kata Pengantar Penerbit.

Biografi Singkat Imam Hafizh Ibnu Hajar (773-802 H).

Kata Pengantar.

Kitab Bad`il Wahyi.

Permulaan Turunnya Wahyu.

Cara Permulaan Turunnya Wahyu Kepada Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam).

Kitabul Imam.

Sabda Nabi (shallallaahu 'alaihi wa sallam), "Dasar Islam Ada Lima Perkara".

Do'a Adalah Iman.

Masalah Iman dan Firman Allah.

Orang Muslim Adalah Orang yang Menyelamatkan Orang Islam dari Lisan dan Tangannya.

Bagaimanakah Islam yang Paling Baik?

Memberi Makan Adalah Perangai Islam.

Mencintai Saudaranya Sebagaimana Mencintai Dirinya Sendiri Adalah Sebagian dari Iman.

Mencintai Rasul shallallaahu 'alaihi wa sallam Sebagian dari Iman.

Manisnya Iman.

Mencintai Kaum Anshar Adalah Tanda Keimanan.

Bab.

Menghindar dari Fitnah Merupakan Bagian dari Agama.

Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam) Bersabda, "Aku Adalah Orang yang Paling Mengetahui Tentang Allah."

Benci untuk Kembali kepada Kekufuran Seperti Benci untuk Dimasukkan ke dalam Neraka Adalah Sebagian dari Iman.

Tingkatan Orang-orang yang Beriman dalam Berbuat.

Malu Adalah Sebagian dari Iman.

Bab.

Benci untuk Kembali kepada Kekufuran Seperti Benci.

Orang yang Mengatakan "Iman Adalah Perbuatan."

Keislaman yang Disebabkan Sikap Menyerah atau Takut Dibunuh Adalah Keislaman yang Tidak Sebenarnya.

Menyebarkan Salam Termasuk Bagian dari Islam.

Durhaka kepada Suami Adalah Perbuatan Kufur.

Maksiat Adalah Perbuatan Jahiliyah dan Pelakunya Tidak Dianggap Kafir, Kecuali Melakukan Perbuatan Syirik.

Bab.

Kezhaliman yang Paling Besar.

Tanda-tanda Orang Munafik.

Melaksanakan Shalat pada Lailatul Qadar Adalah Sebagian dari Iman.

Jihad Adalah Sebagian dari Iman.

Ikhlas Mengerjakan Shalat Malam pada Bulan Ramadhan Adalah Sebagian dari Iman.

Mengerjakan Puasa Ramadhan dengan Ikhlas Adalah Sebagian dari Iman.

Agama Itu Mudah.

Shalat Adalah Bagian dari Iman.

Kebaikan Islam Seseorang.

Agama (Amal) yang Paling Disukai Allah Adalah yang Dilakukan Secara Terus Menerus.

Bertambah dan Berkurangnya Iman.

Zakat Adalah Sebagian dari Islam.

Melayat Jenazah Merupakan Bagian dari Iman.

Seorang Mukmin Takut Amalnya akan Hilang Tanpa Disadari.

Pertanyaan Jibril kepada Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam Tentang Iman, Islam, Ihsan, Hari Akhir dan Penjelasan Nabi kepadanya.

Bab.

Keutamaan Orang yang Memelihara Agamanya.

Melaksanakan 1/5 dalam Pembagian Rampasan Perang Adalah Sebagian dari Iman.

Setiap Perbuatan Harus Disertai Niat dan Ingin Mendapatkan Pahala, karena Setiap Orang Tergantung kepada Niatnya.

Sabda Rasul shallallaahu 'alaihi wa sallam Agama Adalah Keikhlasan.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari, Penulis: Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullaah, Peneliti: Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz rahimahullaah, Penerbit: Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah, Beirut - Lebanon, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Fathul Baari, Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari, Penerjemah: Gazirah Abdi Ummah, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan Kesebelas, Juli 2013 M.

===

Ary Ambary bin Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Daftar Isi Ringkasan Bidayah wa Nihayah