Showing posts with label isteri yang ideal. Show all posts
Showing posts with label isteri yang ideal. Show all posts

Isteri yang ideal yang menetap di dalam rumahnya: Penampilan (6)

Jadi isteri yang ideal menjaga rumah dan dirinya, menjaga rumah jika kehormatannya akan dirusak, menjaga dirinya dari tipu daya dan kesesatan. Dengan sikap seperti ini dia bisa mengetahui bahwa dirinya terjaga dan mendapatkan keberuntungan yang besar. Dia mendapatkan anugerah rohmat ALLOH dan diberi pilihan untuk masuk Surga dari pintu mana pun yang dikehendakinya. Sungguh ini merupakan nikmat yang besar.

Isteri yang ideal yang menetap di dalam rumahnya: Penampilan (5)

Isteri yang ideal juga tidak keluar dari rumah kecuali seizin suaminya. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga martabat wanita dan sekaligus keluarga Muslim. Wanita yang keluar rumah tanpa izin suami akan menghancurkan tempat tinggal yang selama ini aman berkat nikmat Islam, dan akan meniupkan berbagai isu.

Isteri yang ideal yang menetap di dalam rumahnya: Penampilan (4)

Isteri yang ideal juga menjauhi pergaulan dengan kaum laki-laki. Ummu Hamid as-Sa'idi, seorang wanita shohabat pernah mendatangi Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam, seraya berkata, "Wahai Rosululloh, sesungguhnya aku suka sholat bersama engkau."
Maka Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam bersabda,

Isteri yang ideal yang menetap di dalam rumahnya: Penampilan (3)

Penampilan isteri yang ideal bisa menghibur dan mengundang pesona suaminya, tetapi selagi di jalan umpamanya, dia terlepas dari segala unsur yang bisa menimbulkan cobaan dan mengundang pesona bagi laki-laki yang memandangnya.

Isteri yang ideal yang menetap di dalam rumahnya: Penampilan (2)

Islam adalah agama yang berimbang, memberikan hak kepada orang yang memang berhak. Berhias bagi suami adalah dianjurkan, selagi dalam batasan yang dimubahkan syari'at. Dia tidak boleh mengikuti hawa nafsunya, lalu berlebih-lebihan dalam bersolek, karena hal ini bisa menyeret kepada pelanggaran larangan ALLOH seperti merubah ciptaan-NYA, menyambung rambut, membuat tatto dan lain-lainnya. Dia juga tidak seharusnya menjadi tawanan perkakas make up dan perhiasan, yang tidak dilakukan kecuali karena mengikuti bisikan nafsu untuk berhias.

Isteri yang ideal yang menetap di dalam rumahnya: Penampilan

Isteri yang ideal memperhatikan penampilannya menurut batasan-batasan yang dimubahkan. Tatkala di rumah, dia tampil luwes, menebarkan aroma yang harum, berpenampilan yang menarik di mata suaminya, dalam keadaan bagaimana pun. Dia tidak meremehkan keadaannya, dengan alasan karena dia berada di dalam rumah, atau di rumah tidak ada orang lain, sehingga dia merasa perlu berhias di hadapannya. Bukankah di harus berhias justru selagi suami ada di rumah?

Isteri yang ideal yang menetap di dalam rumahnya: Mendidik anak-anak dengan sebaik-baiknya (2)

Dapat kami katakan kepada mereka, bahwa aktivitasmu memberikan petunjuk kepada anggota keluargamu, tugas yang engkau emban dalam mendidik anak-anak agar mencintai Islam, jauh lebih penting daripada aktivitas dakwahmu dan ceramah-ceramahmu di hadapan manusia.

Isteri yang ideal yang menetap di dalam rumahnya: Mendidik anak-anak dengan sebaik-baiknya

Isteri yang ideal mengetahui urgensi peranannya dalam pendidikan. Maka dari itu dia berusaha menambah pengetahuannya tentang pendidikan, dengan membaca buku-buku yang bermanfaat baginya dalam memerankan tugasnya sebagai ibu dan sekaligus pendidik generasi mendatang. Dia juga menyempatkan diri untuk mengikuti tayangan atau mendengarkan kaset-kaset yang ada hubungannya dengan tugas tersebut.

Isteri yang ideal yang menetap di dalam rumahnya: Pandai mengurus keuangan keluarga (4)

Isteri yang ideal juga ikut memperbaiki ekonomi keluarga, bekerja untuk mengangkat taraf hidup, kesehatan dan iklim ilmiah keluarga. Setinggi apapun titel keilmuan yang diraih seorang wanita, toh di tengah keluarganya dia harus pandai memasak, cekatan mempersiapkan berbagai macam makanan dan minuman, mengetahui dasar-dasar kesehatan dan seni menghidangkan jamuan. Namun yang amat disayangkan, banyak para wanita yang hidup bersama suaminya, dan ternyata dia tidak tahu masalah masak-memasak. Yang dia tahu hanya menyantapnya saja.

Isteri yang ideal yang menetap di dalam rumahnya: Pandai mengurus keuangan keluarga (3)

Al-Hafizh Ibnu Hajar rohimahuLLOOH memberikan satu sisi pandang dari kandungan hadits di atas, dan rumah tangga Muslim sangat perlu mengambil manfaat darinya, yaitu tentang sabda Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam, "Man'an wa hatin", dengan pengertian, seperti seorang penuntut dilarang menuntut sesuatu yang tiada hak baginya, dan seorang pemberi dilarang memberikan sesuatu yang tiada hak baginya, agar dia tidak berkecimpung dalam perbuatan dosa.

Isteri yang ideal yang menetap di dalam rumahnya: Pandai mengurus keuangan keluarga (2)

Islam telah mengatur berbagai masalah masyarakat, di antaranya adalah masalah pembelanjaan. Dari al-Mughiroh bin Syu'bah rodhiyaLLOOHU 'anhu, dari Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam, Beliau bersabda,
"Sesungguhnya ALLOH mengharomkan atas kalian mendurhakai ibu, mengubur anak-anak putri secara hidup-hidup, menuntut dan memberi yang bukan haknya, dan DIA membenci bagi kalian kata-mengatai, banyak bertanya dan menghambur-hamburkan harta."
(Diriwayatkan Imam al-Bukhori)

Isteri yang ideal yang menetap di dalam rumahnya: Pandai mengurus keuangan keluarga

Isteri yang ideal harus pandai mengurus rumah tangganya dengan cara yang bijaksana dan mengatur keuangannya secara baik. Dia tahu, ukuran kesuksesannya sebagai nyonya rumah tangga adalah kemajuan yang dapat dia suntikkan kepada suami dan anggota keluarganya. Dia tahu firman ALLOH,

"Dan, barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung."
(Qur-an Suroh at-Taghobun: ayat 16)

Isteri yang ideal yang menetap di dalam rumahnya: rajin dan cekatan (2)

Isteri yang sholihah dan ideal selalu mengefektifkan waktunya, yang dianggap sebagian orang sebagai kekosongan yang menimbulkan rasa jemu dan bosan, yang dianggap berat dan pahit. Tetapi dengan kerajinannya, isteri yang ideal mampu menjadikan kehidupannya bernilai tinggi. Untuk itu dia mempelajari urusan-urusan agama yang memang memungkinkan, seperti memahami Kitab ALLOH, hukum-hukum fiqih yang dibutuhkannya, agar bisa mengetahui hukum halal dan harom.

Isteri yang ideal yang menetap di dalam rumahnya: rajin dan cekatan

Isteri yang ideal yang menetap di dalam rumahnya

Rajin dan cekatan

Isteri yang ideal jauh dari sifat malas, ogah-ogahan dan lamban. Dia mengetahui nilai waktu, karena waktu merupakan umurnya kelak akan dipertanyakan. Maka dari itu dia mengembangkan segala potensi dirinya dan tidak membungkam kemampuan yang dianugerahkan ALLOh kepadanya. Lalu dia mengarahkan kemampuannya itu kepada kebaikan yang diridhoi ALLOH, baik potensi dan kemampuan itu berupa keterampilan menjahit, menenun, membaca hal-hal yang bermanfaat atau keterampilan-keterampilan rumah lainnya. Itu semua merupakan karunia dari ALLOH yang harus dimanfaatkan.

Isteri yang ideal yang menetap di dalam rumahnya: membantu suami dalam mengerjakan 'amal tho'ah

Isteri yang ideal yang menetap di dalam rumahnya

Membantu suami dalam mengerjakan 'amal tho'ah

Jika isteri tahu bahwa suaminya memperhatikan dakwah kepada ALLOH, rajin mengeluarkan shodaqoh kepada orang-orang miskin atau mengerjakan puasa sunnat, atau 'amal-'amal lain, maka dia menjadi pendukung baginya, tidak mengendorkannya dengan membebani berbagai tuntutan dan kewajiban. Tetapi dia membantunya dengan cara memberikan sugesti dan mendo'akannya. Bahkan kalau perlu dia harus mengabaikan kesenangan dirinya. Dia melakukan semua itu dengan kesadaran dirinya, agar dia ikut mendapatkan pahala dari ALLOH bersama suaminya. Jika semangat suaminya mengendor, maka dia menasihatinya.

Isteri yang ideal yang menetap di dalam rumahnya: membantu suami dalam kebaikan

Isteri yang ideal yang menetap di dalam rumahnya

Membantu suami dalam kebaikan

Di antara ciri wanita yang sholihah dan ideal adalah mau membantu suami dalam kebaikan menurut kemampuannya. Dia menganjurkan suami agar berbuat baik kepada kedua orangtuanya, sebab dia mengetahui firman ALLOH,

Isteri yang ideal yang menetap di dalam rumahnya: Menerima kepemimpinan laki-laki dan ta'at (2)

Isteri yang ideal yang menetap di dalam rumahnya

Menerima kepemimpinan laki-laki dan ta'at

Siapa pun wanita yang tidak menta'ati suaminya, tentu dia akan menderita, begitu pula suaminya. Maka isteri harus menta'ati suami dalam hal-hal yang mubah.

Dari Abu Umamah rodhiyaLLOOHU 'anhu, dari Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam, Beliau bersabda,

Isteri yang ideal yang menetap di dalam rumahnya: Menerima kepemimpinan laki-laki dan ta'at

Isteri yang ideal yang menetap di dalam rumahnya

Kancah wanita adalah rumahnya. Dia bisa membuat rumahnya sebagai Surga dan tempat berteduh, atau merubahnya menjadi Neraka yang membara.

Menerima kepemimpinan laki-laki dan ta'at

Isteri yang ideal adalah isteri yang menghormati kehidupan suami isteri, bisa mengukur tingkah laku dan memiliki kesadaran untuk menegakkan rumah tangga Islami, tidak bodoh dan tidak terpedaya.

Akhlaq isteri yang ideal: Tidak membocorkan rahasia

Akhlaq isteri yang ideal

Tidak membocorkan rahasia

Rahasia itu bermacam-macam ragamnya, apalagi rahasia di antara suami isteri, karena masing-masing bisa ikut campur ke dalam diri yang lain, mengetahui detail perasaannya dan gejolak jiwanya. Maka dalam keadaan bagaimana pun rahasia tidak boleh dibocorkan dan amanah harus dipegang.

Akhlaq isteri yang ideal: Tidak memperdayai madu

Akhlaq isteri yang ideal

Tidak memperdayai madu

Cemburu merupakan tabi'at wanita, dan tak seorang pun di antara mereka yang bisa menghindar darinya. Hal ini bisa dimaklumi selagi dia tidak berbuat secara berlebih-lebihan hingga melanggar yang harom, baik berupa perkataan maupun perbuatan. Tetapi jika dia cemburu secara berlebih-lebihan, sehingga suami merasa bahwa hak madunya terkurangi, lalu suaminya juga terpengaruh karenanya, maka itu merupakan cemburu yang menimbulkan dosa, dan suaminya juga ikut berdosa jika dia ikut terpengaruh dan meladeninya. Sebab suami wajib berbuat adil di antara isteri-isterinya. Jika tidak, maka adzab siap menunggu suami pada hari Kiamat.

Daftar Isi Ringkasan Bidayah wa Nihayah