Showing posts with label alam jin menurut al-qur-an dan as-sunnah. Show all posts
Showing posts with label alam jin menurut al-qur-an dan as-sunnah. Show all posts

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah: Maraji' (2)

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah

Maraji' (2)

33. Syarah Muslim, an-Nawawi.

34. Fat-hul Bari' Syarah Shahihil Bukhari, al-Hafizh Ibnu Hajar Ahmad bin 'Ali al-Asqalani (W. 852 H).

35. Syarh Ushul I'tiqad Ahlus Sunnah wal Jama'ah, Abul Qasim Habatullah Ibnul Hasan bin Manshur ath-Thabari' al-Lalikaa-i (W. 418 H).

36. 'Aqidah ath-Thahawiyyah, Abu Ja'far Ahmad bin Muhammad bin Salamah ath-Thahawi (W. 321 H).

37. Syarhus Sunnah, Abu Muhammad al-Hasan bin 'Ali bin Khalaf al-Barbahari (W. 329 H).

38. 'Aqidatus Salaf Ashhabul Hadits, Abu 'Utsman Isma'il bin 'Abdirrahman bin Ahmad ash-Shabuni (W. 449 H).

39. 'Aqidatul Mukmin, Abu Bakar Jabir al-Jazairi.

40. Iqtidha Shirathal Mustaqim fi Mukhalafati Ashhabil Jahim, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Abul Abbas Ahmad bin 'Abdul Halim (W. 728 H).

41. Majmu' Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

42. Thibbun Nabawi, Syaikhul Islam Ibnu Qayim al-Jauziyah Abu 'Abdillah Muhammad bin Abi Bakar (W. 751 H).

43. Zadul Ma'ad fi Hadyi Khairul 'Ibad, Syaikhul Islam Ibnul Qayim.

44. Al-I'tisham, Abu Ishaq Ibrahim bin Musa asy-Syathibi (W. 790 H).

45. Ilmu Ushulil Bida', 'Ali bin Hasan bin 'Ali bin 'Abdil Hamid al-Halabi al-Atsari.

46. Tahdziru Ahlil Iman 'Anil Hukmi bi Ghairi Ma Anzalar Rahman, Syaikh Abi Hibatillah Isma'il bin Ibrahim al-Khatib al-Hasani al-Is'ardi al-Azhari as-Salafi, tahqiq Salim bin 'Ied al-Hilali.

47. As-Sunan wal Mubtada'at, Muhammad 'Abdus Salam asy-Syaqiiri (...).

48. Wujub Luzumil Jama'ah wa Tarkit Tafarruq, Jamal bin Ahmad bin as-Sirbadi.

49. 'Alamul jinni wasy syayathin, Dr. Sulaiman al-Asyqar.

50. 'Alamul sihri was sa'wadzah, Dr. Al-Asyqar.

51. Wiqayatul Insan Minnal jinni wasy syaithan, karya Wahid 'Abdus Salam Bali.

52. Taudhihul Ahkam Syarah Bulughil Maram, Syaikh 'Abdurrahman al-Bassam.

53. Al-Wajiz fii Idhahi Qawaa-'idil Fiqhil Kulliyyah, karya Dr. Muhammad Sidqi bin Ahmad bin Muhammad al-Burnu.

54. Mu'jamul Bida', karya Syaikh Raa-id bin Shabri.

55. Keluarnya dajjal dari segitiga bermuda, Muhammad Isa Dawud.

56. Do'a dan Wirid Pengobatan Guna-guna dan Sihir dari al-Qur-an dan as-Sunnah, Yazid bin 'Abdul Qadir Jawas.

57. Tiga Hukum Wanita Haidh dan Nifas, Penulis.

58. Hadits-hadits Dha'if dan Maudhu' Jilid 1, Penulis.

59. Sifat Shalawat serta Salam Kepada Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, Penulis.

60. Catatan Hadits-hadits Shahih (masih berbentuk tulisan tangan), Penulis.

61. Al-Masaa-il Jilid 1, Penulis.

62. Risalah Bid'ah (cetakan pertama), Penulis.

===

Maraji'/ Sumber:
Buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku Dialog dengan jin Muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullaah, Penyusun: Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa rahimahullaah, Penerbit: Darul Qolam, Jakarta - Indonesia, Cetakan kedua, Tahun 1425 H/ 2004 M.

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah: Maraji'

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah

Maraji'

1. Jami'ul Bayan fit Ta'wil Ayil Qur-an (Tafsir ath-Thabari'), Ibnu Jarir Abu Ja'far Muhammad Ibnu Jarir ath-Thabari' (W. 310 H).

2. Tafsirul Qur-anul 'Azhim (Tafsir Ibnu Katsir), 'Imaduddin Abul Fida Isma'il bin 'Umar bin Katsir al-Qurasyi ad-Dimasyqi (W. 774 H).

3. Shahihul Bukhari, Abu 'Abdillah Muhammad bin Isma'il al-Bukhari (W. 256 H).

4. Shahih Muslim, Abul Hasan Muslim Ibnul Hajjaj bin Muslim al-Qusyairi (W. 261 H).

5. Sunan Abu Dawud, Abu Dawud Sulaiman bin al-Asy'ats as-Sijistani (W. 275 H).

6. Sunan at-Tirmidzi, Abu 'Isa Muhammad bin 'Isa as-Silmi at-Tirmidzi (W. 279 H).

7. Sunan an-Nasaa-i, Abu 'Abdirrahman Ahmad bin 'Ali bin Syu'aib an-Nasaa-i (W. 303 H).

8. Sunan Ibnu Majah, Abu 'Abdillah Muhammad bin Yazid al-Qazwini Ibnu Majah (W. 275 H).

9. Musnad Ahmad, Ahmad bin Hambal Abu 'Abdillah asy-Syaibani (W. 241 H).

10. Mustadrak 'Alash Shahihain, Abu 'Abdillah al-Hakim an-Naisaburi (W. 405 H).

11. Mu'jamul Kabir, Abul Qasim Sulaiman bin Ahmad ath-Thabrani (W. 360 H).

12. 'Amalul Yaumi wal Lailah, an-Nasaa-i.

13. Sunanul Kubra, Abu Bakar Ahmad bin al-Husain bin 'Ali al-Baihaqi (W. 458 H).

14. Al-Ihsan fit Tartib Shahih Ibnu Hibban, al-Amir 'Alaauddin 'Ali Ibnu Balban al-Farisi (W. 739 H).

15. Silsilatul Ahadits ash-Shahihah, Abu 'Abdirrahman Muhammad Nashiruddin bin Nuh al-Albani (W. 1412 H).

16. Mawariduzh Zham-an fii Zawaa-id Ibni Hibban, Nuruddin 'Ali bin Abi Bakar al-Haitsami (W. 807 H).

17. Sunan ad-Darimi, 'Abdullah bin 'Abdirrahman Abu Muhammad ad-Darimi (W. 255 H).

18. Hilyatul Auliya wa Thabaqatul Ashfiya, Abu Nu'aim, Ahmad bin 'Abdillah (W. 430 H).

19. Musnad al-Humaidi, 'Abdullah bin az-Zubair Abu Bakar al-Humaidi (W. 219 H).

20. Shahih Sunan Abu Dawud, al-Albani.

21. Shahih Sunan at-Tirmidzi, al-Albani.

22. Shahih Sunan an-Nasaa-i, al-Albani.

23. Shahih Sunan Ibnu Majah, al-Albani.

24. Miskatul Mashabih, Waliyuddin Abu 'Abdillah Muhammad Muhammad bin 'Abdillah al-Khatib al-'Umari at-Tibrizi (Wafat setelah 737 H), tahqiq al-Albani.

25. Irwaul Ghalil fi Takhrij Ahadits Manaris Sabil, al-Albani.

26. Nawadhirul Ushul fi Ahaditsir Rasul, Muhammad bin 'Ali bin al-Hasan Abu 'Abdillah al-Hakim at-Tirmidzi (...).

27. Al-Maudhu'aat, Ibnul Jauzi Abul Faraj Jamaluddin 'Abdirrahman bin 'Ali bin Muhammad (W. 597 H).

28. Al-Fawaa-id al-Majmu'ah fii Ahaaditsil Maudhuu'ah, Muhammad bin 'Ali bin Muhammad asy-Syaukani (W. 1250 H).

29. Silsilatul Ahadits adh-Dha'ifah wal Maudhu'ah, al-Albani.

30. Tanzihusy Syari'ah 'Anil Ahaditsil Maudhu'ah, Abul Hasan 'Ali bin Muhammad Ibnu 'Iraqi al-Kinani (W. 963 H).

31. Al-La-ali al-Mashnuu'ah fil Ahaaditsil Maudhuu'ah, 'Abdurrahman bin Abi Bakar Jalaluddin as-Suyuthi (W. 911 H).

32. Arba'in an-Nawawiyyah, Yahya bin Syaraf bin Muriy bin Hasan bin Husain bin Muhammad bin Jumu'ah bin Hizam Abu Zakaria an-Nawawi (W. 676 H).

Bersambung...

===

Maraji'/ Sumber:
Buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku Dialog dengan jin Muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullaah, Penyusun: Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa rahimahullaah, Penerbit: Darul Qolam, Jakarta - Indonesia, Cetakan kedua, Tahun 1425 H/ 2004 M.

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah: Catatan ketiga puluh empat atas buku Dialog dengan jin Muslim

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah

Bab ketiga

Catatan atas buku Dialog dengan jin Muslim

Catatan ketiga puluh empat:

Masih dalam halaman 182 (pada nomor 6 dari judul Nasehat Islami), pengarang (Muhammad Isa Dawud) berkata:

Apabila dengan anugerah Allah jin tersebut keluar dari tubuh si sakit, maka sujud syukurlah anda dan ajaklah si sakit untuk sujud bersama anda. Ketahuilah bahwa yang membuat sesuatu berbahaya atau bermanfaat adalah Allah Sub-haanahu wa Ta'aala sedangkan kita hanyalah perantara dan sarana semata.

Saya (ustadz 'Abdul Hakim) berkata: Keterangan jin muslim ini sama dengan fatwa para 'ulama kita di sini ('ulama Indonesia), yaitu fatwa mereka yang mensyari'atkan sujud syukur berjama'ah. Ini yang saya mau beri catatan.

Apabila Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam telah selesai mengusir gangguan jin, beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam tidak pernah sujud syukur. Apabila hal itu sangat besar manfaatnya bagi kita dan kita mau sujud syukur, maka tidak ada salahnya menurut pandangan saya untuk melaksanakan hal tersebut, karena keumuman syari'at sujud syukur itu, Allahu a'lam. Akan tetapi hal itu bukan menjadi suatu kebiasaan, karena dalam perkataan di atas bentuknya adalah perintah, yakni perkataan, "...maka sujud syukurlah anda dan ajaklah si sakit untuk sujud syukur bersama anda." Ini berarti ada perintah untuk sujud syukur berjama'ah. Sujud syukur berjama'ah tidak diragukan lagi tentang bid'ahnya. Sujud syukur memang ada Sunnahnya, akan tetapi berjama'ahnya itu yang tidak ada Sunnahnya.

Demikianlah tiga puluh empat ta'liq (catatan) atau koreksian saya atas buku yang berjudul Dialog dengan jin muslim dan kalau saya baca lebih lengkap lagi barangkali akan lebih panjang koreksian saya atas buku ini. Akan tetapu saya maksudkan cukup sebagai i'tibar (pelajaran) bagi kita untuk berhati-hati terhadap buku Dialog dengan jin muslim.

Sampai di sini, mudah-mudahan ada manfaatnya bagi kita sekalian, shallallaahu 'ala Muhammadin wa 'ala aalihi wa sallam wa aakhiru da'waanaa anilhamdulillaahi rabbil 'aalamiin. (88)

===

(88) Selesai dari tash-hih naskah dan penulisan catatan kaki, setelah Maghrib, Selasa, 31 Juli 2003. Walhamdulillaahi Rabbil 'aalamiin, wa shallallaahu wa sallamu 'ala nabiyyinaa Muhammadin.

Sub-haanakallaahumma wa bihamdika asy-hadu an-laa ilaaha illaa anta, astagh-firuka wa atuubu ilaika.

===

Maraji'/ Sumber:
Buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku Dialog dengan jin Muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullaah, Penyusun: Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa rahimahullaah, Penerbit: Darul Qolam, Jakarta - Indonesia, Cetakan kedua, Tahun 1425 H/ 2004 M.

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah: Catatan ketiga puluh tiga atas buku Dialog dengan jin Muslim

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah

Bab ketiga

Catatan atas buku Dialog dengan jin Muslim

Catatan ketiga puluh tiga:

Pada halaman 182 (dalam judul Nasehat Islami) pengarang (Muhammad Isa Dawud) mengajarkan:

Apabila jin tersebut berbicara melalui mulut si sakit, dan berperilaku buruk terhadap anda, maka jangan anda balas dengan sikap yang sama. Tetapi perlihatkan kepadanya akhlak seorang muslim dengan kuat dan percaya diri. Kalau dia tetap berlaku buruk, maka ambillah segelas air dan bacakan padanya surat Yasin, surat ash-Shaffat, surat ad-Dukhan, surat al-Jin atau salah satu di antaranya. Minumkan air tersebut pada si sakit dengan niat semoga Allah memberi petunjuk kepada jin tersebut.

Saya (ustadz 'Abdul Hakim) berkata: Tertib susunan yang demikian pun tidak ada Sunnahnya dari Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam.

Bersambung...

===

Maraji'/ Sumber:
Buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku Dialog dengan jin Muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullaah, Penyusun: Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa rahimahullaah, Penerbit: Darul Qolam, Jakarta - Indonesia, Cetakan kedua, Tahun 1425 H/ 2004 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti? Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah: Catatan ketiga puluh dua atas buku Dialog dengan jin Muslim

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah

Bab ketiga

Catatan atas buku Dialog dengan jin Muslim

Catatan ketiga puluh dua:

Masih dalam perkataan jin muslim (sahabat Muhammad Isa Dawud) pada halaman 181:

Tiba di situ engkau bisa mengusirnya dengan mengambil segelas air. Letakkan bibirmu di gelas, lalu bacalah ayat Kursi, sepuluh ayat pertama surat ash-Shaffat, al-Falaq, dan an-Nas, lalu minumkan air itu kepada si sakit. Saat itu, maka jin tersebut akan mati dalam tubuh si sakit. Segera ulangi mengambil air dan membacakan ayat-ayat tersebut beberapa kali, lalu minumkan kepadanya satu gelaskan air yang dicampur dengan garam, agar jin yang mengeram dalam perutnya dapat dimuntahkan. Kalau si sakit tidak dapat muntah, tetapi ini jarang terjadi, maka jin tersebut akan keluar saat si sakit buang hajat di kamar mandi.

Saya (ustadz 'Abdul Hakim) berkata: Yang ingin saya beri ta'liq adalah perkataannya, "...bacalah ayat Kursi, sepuluh ayat pertama surat ash-Shaffat, al-Falaq, dan an-Nas." Tertib yang disusunnya ini tidak ada Sunnahnya dari Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam. Banyak sekali amalan-amalan yang diajarkan jin muslim ini yang tidak ada Sunnahnya dari Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam.

Bersambung...

===

Maraji'/ Sumber:
Buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku Dialog dengan jin Muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullaah, Penyusun: Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa rahimahullaah, Penerbit: Darul Qolam, Jakarta - Indonesia, Cetakan kedua, Tahun 1425 H/ 2004 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti? Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah: Catatan ketiga puluh satu atas buku Dialog dengan jin Muslim

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah

Bab ketiga

Catatan atas buku Dialog dengan jin Muslim

Catatan ketiga puluh satu:

Masih dalam lanjutan dari perkataan jin muslim (sahabat Muhammad Isa Dawud) pada halaman 180 (di alinea tengah):

Biasanya dia akan meminta izin kepadamu untuk keluar. Kalau sudah begitu, katakanlah kepadanya, "Keluarlah dari ibu jari kaki sebelah kiri." Kemudian ambillah minyak wangi, dna urutlah ibu jari kaki kiri itu sebanyak tiga kali atau empat kali, agar dia keluar dari pintu yang engkau bukakan melalui urutan tersebut. Sesudah dia berjanji untuk tidak mengulangi kezhalimannya.

Saya (Ustadz 'Abdul Hakim) berkata: Yang saya mau beri catatan di sini adalah perkataannya, "Kemudian ambillah minyak wangi." Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam tidak pernah mengajarkan dengan satu pengobatan khusus, baik itu dengan satu daun atau kertas atau piring atau periuk atau sesuatu, tidak pernah ada. Cukup dengan bacaan dan pembicaraan.

Tidak ada keterangan dari Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam harus pakai minyak wangi dan lain sebagainya. Hal ini perlu dipertanyakan kembali.

Bersambung...

===

Maraji'/ Sumber:
Buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku Dialog dengan jin Muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullaah, Penyusun: Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa rahimahullaah, Penerbit: Darul Qolam, Jakarta - Indonesia, Cetakan kedua, Tahun 1425 H/ 2004 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti? Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah: Catatan ketiga puluh atas buku Dialog dengan jin Muslim

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah

Bab ketiga

Catatan atas buku Dialog dengan jin Muslim

Catatan ketiga puluh:

Pada halaman 165-180, di awal halaman 165 itu dikatakan oleh jin muslim (sahabat Muhammad Isa Dawud):

Jika si sakit seorang wanita, maka hendaknya dia memintanya berwudhu', lalu berbaring, dengan kedua kakinya ditutupi semacam selimut. Sebagai usaha berhati-hati, hendaknya dia meletakkan mushaf di atas kepala si sakit tepat di arah pandangan matanya, sehingga jin tidak keluar dari tubuhnya lalu menghalangi pandangan matanya. Ada baiknya juga diletakkan mushaf di arah antara pusat dan auratnya. Selanjutnya dia hendaknya meminta kepada salah seorang yang shalih untuk memegang ujung telapak kaki kirinya atau telapak kaki kanan dan kirinya jika diperkirakan jinnya lebih dari satu, atau jinnya mengaku beragama Islam dan mengatakan bahwa dia adalah jin sufi, yang merupakan jenis jin yang sangat berbahaya. Kemungkinan besar, jin jenis ini adalah jin yang sangat mudah menerima kebenaran Islam dan bersedia keluar dari tubuh si sakit karena tunduk atas perintah Allah.

Sejenak jin muslim sahabat saya itu berdia diri untuk menarik nafas dalam-dalam. Kemudian dia melanjutkan penuturannya: Dari sinilah mulai usaha pengobatan. Orang yang melakukan pengobatan, hendaknya meletakkan tangan kanannya di atas kepala si sakit, lalu membacakan di telinga kanannya ayat-ayat berikut ini:

1. Surat al-Fatihah: ...
2. Empat ayat di awal surat al-Baqarah: ...
3. Ayat Kursi, ditambah satu ayat sebelumnya dan dua ayat sesudahnya: ...
4. Beberapa ayat pada bagian akhir surat al-Baqarah (ayat 284-286): ...
5. Awal surat Ali 'Imran (ayat 1-9): ...
6. Lanjutkan dengan membaca surat Ali 'Imran (ayat 18-19): ...
7. Kemudian surat an-Nisa' ayat 115-121: ...
8. Surat al-A'raf ayat 54-55: ...
9. Surat al-Mu'minun ayat 115-118: ...
10. Awal surat Yasin ayat 1-12: ...
11. Surat ash-Shaffat ayat 1-10: ...
12. Surat Ghafir ayat 1-3: ...
13. Atau, boleh juga membaca surat ar-Rahman ayat 1-16: ...
14. Ikuti dengan akhir surat al-Hasyr ayat 21-24: ...
15. Juga bisa dibaca awal surat al-Hadid ayat 1-6: ...
16. Kemudian diikuti dengan awal surat al-Jin ayat 1-3: ...
17. Kemudian, berturut-turut, bacalah ayat-ayat berikut ini:
a. Surat al-Zalzalah.
b. Surat al-Qari'ah.
c. Surat al-Humazah.
d. Surat al-Fil.
e. Surat Quraisy.
f. Surat al-Kafirun.
g. Surat al-Lahab.
h. Surat al-Ikhlash.
i. Surat al-Falaq.
j. Surat an-Nas."

Sesudah berhenti sejenak, jin muslim sahabat saya itu melanjutkan: Di tengah-tengah bacaanmu itu, engkau bisa memohonkan kutukan Allah untuknya, atau mengajaknya berbicara. Kalau jin tersebut kuat, maka dia akan mau berbicara. Tetapi kalau lemah, dia akan diam saja. Kalau dia mau berbicara, ajaklah dia masuk Islam. Mudah-mudahan melalui dirimu, Allah memberi petunjuk kepadanya. Tetapi kalau dia bertahan dalam kekafirannya, maka diharapkan engkau tidak begitu saja membunuhnya. Ingatlah akan firman Allah yang berbunyi:

"Tidak ada paksaan dalam memasuki agama Islam..." (QS. Al-Baqarah: 256)

Saya (Ustadz 'Abdul Hakim): Bacaan-bacaan yang demikian lengkap dan disusun seperti ini dengan susunan tertib seperti apa yang diajarkan jin muslim ini, tidak ada Sunnahnya dari Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, sebagaimana telah diterangkan panjang lebar sebelum ini.

Walhamdulillah.

Bersambung...

===

Maraji'/ Sumber:
Buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku Dialog dengan jin Muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullaah, Penyusun: Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa rahimahullaah, Penerbit: Darul Qolam, Jakarta - Indonesia, Cetakan kedua, Tahun 1425 H/ 2004 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti? Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah: Catatan kedua puluh sembilan atas buku Dialog dengan jin Muslim

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah

Bab ketiga

Catatan atas buku Dialog dengan jin Muslim

Catatan kedua puluh sembilan:

Pada halaman 164, jin muslim (sahabat Muhammad Isa Dawud) berkata lagi:

Orang yang berusaha mengusir atau membunuh jin, tidak bisa tidak, haruslah orang yang betul-betul bertakwa kepada Allah, percaya akan pertolongan-Nya, selalu mematuhi ketentuan-Nya, dan selalu dalam keadaan punya wudhu'.

Saya (Ustadz 'Abdul Hakim) berkata: Semua yang disebutkan di atas shahih (benar) (85), kecuali perkataannya yang terakhir, yaitu perkataannya, "Selalu dalam keadaan punya wudhu'," yang akhir ini merupakan sebuah ziyadah (tambahan) dan yang ini tidak shahih.

Di mana Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam mengajarkan harus selalu punya wudhu'? Kalau orang yang mengobati harus orang yang bertaqwa, memang benar. Teristimewa mereka yang mempunyai kewibawaan, sehingga jin gentar menghadapinya. Sebagaimana manusia, apabila ada orang yang punya wibawa berhadapan dengan orang yang kuat, maka orang yang kuat tersebut akan tunduk walaupun dia kuat. Karena orang yang kuat tersebut merasa segan kepada orang yang mempunyai wibawa tersebut. Demikian juga kedudukan manusia yang berwibawa itu di hadapan jin (86). Akan tetapi untuk memberikan tambahan, "Selalu dalam keadaan punya wudhu'," diperlukan dalil. Manakah dalil yang memerintahkannya dan siapa yang memerintahkan demikian? Padahal membaca al-Qur-anul Karim, duduk di masjid, masuk Masjidil Haram, masuk Ka'bah, masuk masjid Nabawi di Madinah dan memegang mushaf al-Qur-an tanpa wudhu' pun diperbolehkan (87). Maka bagaimana dengan hal yang seperti ini, jelaslah bagi kita bahwa ini merupakan suatu ketentuan yang tidak ada dasarnya dalam agama.

Bersambung...

===

(85) Lihat keterangannya dalam kitab 'Alamul jinni wasy syayathin hal. 184 karya Dr. Sulaiman al-Asyqar dan lebih rinci lagi dalam kitab Wiqayatul Insan Minal jinni wasy syaithan hal. 78-79 karya Syaikh Wahid 'Abdus Salam Bali.

(86) Ada beberapa kisah yang dibawakan tentang cerita para imam dahulu dalam mengusir gangguan jin, seperti kisah Imam Ahmad, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan yang lainnya, untuk lebih lengkapnya lihat dalam kitab 'Alamul jinni wasy syayathin hal. 181-184 karya Dr. Sulaiman al-Asyqar, dalam kitab Wiqayatul Insan minal jinni wasy syaithan hal. 69-71 karya Syaikh Wahid 'Abdus Salam Bali, kitab Thibbun Nabawi hal. 69-70 dan kitab Zaadul Ma'aad keduanya karya Syaikhul Islam Ibnul Qayyim.

(87) Secara luasnya bacalah risalah yang ditulis oleh penulis (Ustadz 'Abdul Hakim) dengan judul Tiga Hukum Perempuan Haidh dan Junub karena di risalah tersebut ada keterangan yang cukup, insya Allahu Ta'ala.

===

Maraji'/ Sumber:
Buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku Dialog dengan jin Muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullaah, Penyusun: Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa rahimahullaah, Penerbit: Darul Qolam, Jakarta - Indonesia, Cetakan kedua, Tahun 1425 H/ 2004 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti? Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah: Catatan kedua puluh delapan atas buku Dialog dengan jin Muslim

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah

Bab ketiga

Catatan atas buku Dialog dengan jin Muslim

Catatan kedua puluh delapan:

Pada halaman 159-162, dalam menerangkan cara mengobati sihir yang berkaitan dengan suami istri, jin muslim (sahabat Muhammad Isa Dawud) berkata:

Atas anugerah Allah, sangat banyak. Yang paling populer dan yang dapat menghilangkan bahayanya, yakni yang berurusan dengan hubungan suami-istri:

1. Ambillah tujuh lembar daun sirih hijau atau daun teratai. Tumbuklah dengan batu, besi atau apa saja sehingga lumat.

2. Taruh tumbukan daun sirih atau daun teratai itu dalam satu mangkok besar. Isi dengan air secukupnya untuk minum dan membasuh seluruh badan.

3. Letakkan telapak tangan kananmu pada air yang sudah diisi tumbukan daun sirih.

4. Sentuhkan bibirmu pada mangkok, sehingga napas atau sebagian dari ludahmu mengenainya.

5. Bacakan ayat berikut ini dan arahkan pada air tersebut:

a. Ayat Kursi,
b. Lanjutkan dengan surat al-Kafirun,
c. Lalu, surat al-Ikhlas,
d. Berikutnya, surat al-Falaq,
e. Selanjutnya, surat an-Nas,
f. Berikutnya, ayat sihir dalam surat al-A'raaf ayat 117-119,
g. Lalu ayat sihir dalam surat Yunus ayat 79-82,
h. Terakhir, ayat sihir dalam surat Thaha ayat 65, 69.

6. Minumkan air itu kepada si sakit, kemudian mandikan ia dengannya. Ulangi seminggu kemudian, dan sesudah itu, insya Allah, sihir itu tidak akan ada lagi.

Saya (ustadz 'Abdul Hakim) berkata: Ini adalah cara-cara yang dibuat-buat, yang tidak ada dasarnya dalam Sunnah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam. Ayat Kursi, surat al-Falaq dan an-Nas memang ada Sunnahnya, akan tetapi surat al-Kafirun dan yang lainnya yang disebutkan di atas tidak ada Sunnahnya dari Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam.

Kemudian perkataannya, "Ambillah tujuh lembar daun sirih hijau..."

Saya berkata: Apakah daun sirih itu benar-benar ada di Arab? Saya belum menemukannya di Arab. Kalau betul daun sirih tidak ada di Jazirah Arab -yaitu tempat Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam hidup-, berarti dengan tegas sekali, jin ini telah membuat-buat sesuatu yang belum pernah diajarkan oleh Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam. Pembaca bisa bayangkan, bagaimana kalau buku ini dibaca oleh sebagian kaum muslimin yang shalih atau oleh muslimah yang shalihah, tapi tidak punya ilmu, maka akan diamalkanlah amalan-amalan tersebut, yang serupa sekali dengan cara-cara perdukunan.

Memang dengan cara-cara yang demikian itu dapat meneyembuhkan seseorang, akan tetapi perlu saya terangkan di sini, bahwa di samping Allah dan Rasul-Nya Shallallaahu 'alaihi wa Sallam telah mengajarkan kepada kita cara mengatasi gangguan jin -baik dalam bentuk sihir maupun yang lainnya-, maka iblias pun punya cara untuk menolak sihir yang datang dari iblis yang lainnya dengan cara-cara yang mereka buat-buat sendiri. (84) Ada yang mempergunakan mangkok besar, di tulis ini dan itu dan untuk menyamarkannya dibacakanlah ayat-ayat Allah Jalla wa 'Ala dan kemudian cara itu diwariskan turun menurun. Dengan cara dimandikan ataupun dengan cara yang lainnya, yang persis seperti cara yang diajarkan oleh jin ini (sahabat Muhammad Isa Dawud). Bahkan di negeri kita dengan menggunakan air kembang atau yang disebut dengan kembang tujuh rupa dan lain-lain, dengan cara dimandikan dengan air tersebut. Memang terkadang cara-cara seperti itu dapat menyembuhkan, akan tetapi hal itu termasuk dalam kategori sihir yang jelas-jelas terlarang dalam syara', karena perbuatan itu didapat dengan cara-cara yang diwahyukan iblis, dengan membuat suatu ketentuan-ketentuan tertentu. Umumnya dengan suatu persembahan (tumbal). Banyak yang menyamarkan praktek sihir itu dengan membaca ayat-ayat al-Qur-anul Karim. Hal ini perlu untuk diperhatikan!

Bersambung...

===

(84) Ada beragam cara yang tidak syar'i yang ditempuh oleh setan-setan dari kalangan jin dan manusia untuk mengobati sihir dan kesurupan, yang semua itu diharamkan. Dan siapa yang ingin mengetahui uraiannya lihat kitab 'Alaamus sihri wa sa'wadzah hal. 189-195 karya Dr. Sulaiman al-Asyqar.

===

Maraji'/ Sumber:
Buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku Dialog dengan jin Muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullaah, Penyusun: Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa rahimahullaah, Penerbit: Darul Qolam, Jakarta - Indonesia, Cetakan kedua, Tahun 1425 H/ 2004 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti? Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah: Catatan kedua puluh tujuh atas buku Dialog dengan jin Muslim

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah

Bab ketiga

Catatan atas buku Dialog dengan jin Muslim

Catatan kedua puluh tujuh:

Pada halaman 154-158, mengenai cara mengusir gangguan jin. Jin muslim berkata:

Bacalah akhir surat Ibrahim di bawah ini pada telapak tanganmu: ...

Kemudian pada halaman 156, dia mengatakan:

Lanjutkan dengan akhir surat al-Mu'minuun di bawah ini: ...

Kemudian pada halaman 157, dia mengatakan:

Selanjutnya teruskan dengan surat al-Falaq: ...

Lalu pada halaman 158, dia mengatakan:

Seterusnya surat an-Nas: ...

Kemudian setelah itu semua, jin muslim mengatakan:

Ketika membaca ayat-ayat di atas, letakkan mulutmu di telapak tangan kananmu, sehingga nafasmu atau sebagian dari ludahmu mengenainya. Kemudian sodorkan telapak tangan kananmu itu di depan mata si sakit, dan mintalah dia melihatnya. Kalau dia sama sekali tidak bisa melihatnya, atau matanya menjadi silau atau nanar atau dia melihat telapak tanganmu berwarna sangat merah atau hitam, atau dia melihat banyak salib di telapak tanganmu itu, atau tiba-tiba kepalanya terasa sangat pusing, atau dia menunjukkan satu gejala yang muncul secara tiba-tiba, maka dia, tidak diragukan, terkena sihir atau kesurupan atau kedua-duanya.

Saya (ustadz 'Abdul Hakim) berkata: Di mana keterangan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam yang menerangkan untuk mengusir gangguan jin dan sihir dengan cara yang seperti ini? Yaitu dengan membaca akhir surat Ibrahim, kemudian akhir surat al-Mu'minuun, kemudian surat al-Falaq dan an-Nas, kalau surat al-Falaq dan an-Nas saja memang benar ada keterangannya dari Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam.

Bid'ah idhafiyah (80) itu memang ada sunnahnya, akan tetapi bersama dengan itu selalu ditambah dengan bid'ah. Begitu juga keterangan di atas. Telah diajarkan untuk membaca ayat Kursi dan surat ash-Shaffat. Membaca ayat Kursi memang ada Sunnahnya, akan tetapi bacaan surat ash-Shaffat tidak ada Sunnahnya. Demikian juga dengan bacaan akhir dari surat Ibrahim dan surat al-Mu'minuun, tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam.

Kalau kita mau mengusir gangguan jin atau setan, maka cukup membaca surat al-Falaq dan an-Nas atau dengan membaca ayat Kursi, itu sudah cukup. Itulah yang diajarkan oleh Nabi yang mulia Shallallaahu 'alaihi wa Sallam.

Bahkan setan sendiri yang telah membuka rahasianya kepada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam. (81) Maka cukup bacakan ayat Kursi dengan yakin dan bacaan itu sangat kuat sekali pengaruhnya terhadap setan. Apabila sudah dibaca sekali, namun tidak berhasil, maka baca lagi, masih juga tidak berhasil, maka baca lagi, dan begitu seterusnya sampai berhasil dan jin itu keluar. Insya Allah dengan izin Allah Jalla wa 'Ala, jin itu pasti keluar.

Bisa juga dengan membaca surat al-Falaq dan an-Nas atau bisa juga dengan membaca ta'awwudz atau kita ajak jin itu untuk bicara dengan kita. Kita coba memerintahkannya untuk keluar (82), sebagaimana kita berbicara kepada manusia biasa. Memang kita tidak dapat melihat dia, namun dia yang akan berbicara kepada kita kalau dia mau. Dan kalau dia berbicara kepada kita, maka ajaklah dia untuk keluar. Suruh jin itu untuk keluar dari tubuh orang itu, kalau tidak mau, maka kita ancam dia dan bacakan lagi ayat-ayat Allah Jalla wa 'Ala dan begitu seterusnya. Hendaklah kita melaksanakan yang Sunnah. (83)

Kitapun boleh untuk membaca selain ayat yang telah ditentukan oleh Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, akan tetapi tidak menentukan caranya. Adapun keterangan pengarang (Muhammad Isa Dawud dan jin muslim sahabatnya) di atas telah dibuat-buat, yakni dengan menentukan bacaan surat Ibrahim, surat al-Mu'minun dan lain-lain.

Mungkin sekali waktu kita baca al-Qur-anul Karim untuk orang yang kesurupan, misalnya kita baca surat Yasin, lalu orang itu sembuh, maka janganlah setelah itu kita buat ketentuan bahwa surat Yasin itu bacaan buat menyembuhkan orang yang kesurupan. Kalau kebetulan kita baca surat an-Nur kemudian sembuh, maka jangan kita buat ketentuan bahwa surat an-Nur adalah bacaan untuk mengobati sihir, kesurupan dan lain-lain. Mungkin ada orang yang lain yang juga membaca surat an-Nur, tetapi tidak sembuh! Kaidah ini perlu untuk dipahami dengan baik! Al-Qur-an itu keseluruhannya merupakan syifa' (obat). Kita tidak tahu ayat mana yang dapat menolak ini dan itu, kecuali bila ada keterangan dari Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam.

Adapun dengan membaca ayat Kursi, surat al-Falaq dan an-Nas, maka telah jelas dalilnya dari beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam. Selebihnya, maka cukup dengan pertolongan dari Allah Sub-haanahu wa Ta'aala.

Bersambung...

===

(80) Adalah suatu macam bid'ah yang apabila dilihat dari satu sisi, disyari'atkan atau ada dalilnya, akan tetapi apabila dilihat dari sisi yang lainnya, maka dia serupa dengan bid'ah haqiqiyah. Lihat keterangannya dalam Risalah Bid'ah karya penulis (ustadz 'Abdul Hakim) hal. 40.

(81) Sebagaimana yang tertera dalam hadits Abu Hurairah ra-dhiyallaahu 'anhu yang telah di-takhrij di muka.

(82) Perlu kiranya bagi saya untuk menukilkan perkataan Imam al-Albani dalam salah satu ceramahnya, yang menasehati mereka yang mengobati orang yang kesurupan jin, agar tidak memperbanyak dialog dengan jin yang ada di tubuh si sakit, lantaran beberapa alasan (diambil dari salah satu kasetnya). Wallaahu A'lam.

(83) Siapa yang ingin mengetahui lebih banyak, bacalah buku Ustadz Yazid bin 'Abdul Qadir Jawaz yang berjudul Do'a dan Wirid Mengobati Guna-guna dan Sihir Menurut al-Qur-an dan Sunnah, karena di situ ada keterangan yang cukup memuaskan, insya Allahu Ta'ala.

===

Maraji'/ Sumber:
Buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku Dialog dengan jin Muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullaah, Penyusun: Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa rahimahullaah, Penerbit: Darul Qolam, Jakarta - Indonesia, Cetakan kedua, Tahun 1425 H/ 2004 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti? Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Alam jin Menurut al-Qur-an dan as-Sunnah: Catatan Kedua Puluh Enam Atas Buku Dialog dengan jin Muslim

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah

Bab ketiga

Catatan atas buku Dialog dengan jin Muslim

Catatan kedua puluh enam:

Pada halaman 153, dalam permasalahan cara mengobati sihir pada catatan kaki (no. 11), Muhammad Isa Dawud berkata:

Mencabut sihir, membakar dan menghancurkannya, kemudian ditaburkan garam dan dipercikkan air di atasnya. Wadah yang dipergunakan untuk membakarnya, hendaknya tidak digunakan lagi. Inilah cara terbaik untuk mengobati pengaruh sihir. Tetapi cara ini sangat sulit dilakukan, sepanjang Allah tidak menundukkannya bagi seorang muslim shalih dengan bantuan jin muslim yang shalih pula, dengan mensyukuri kemudahan-kemudahan yang dianugerahkan Allah dan tidak perlu mengagung-agungkan jin yang membantu.

Saya (ustadz 'Abdul Hakim) berkata: Di sini ada pengajaran tentang cara mengusir jin, yaitu dengan cara mencabut sihirnya, membakarnya. Cara seperti ini memang betul dan telah ada keterangannya dari para 'ulama dan juga telah ada nash dari Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam. (78) Kalau kita mau menghilangkan sihir seseorang, maka kita cari tempat sihirnya, dengan alat apa dia menyihir kita? Setelah kita dapat menemukannya, maka hendaklah kita hancurkan alat yang dipergunakan untuk menyihir itu. Cara yang seperti itu memang betul ada. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah disihir oleh seorang yahudi, maka turun Malaikat Jibril 'alaihis salaam mengambil sesuatu dan dihancurkan.

Memang betul dan boleh kita bakar atau kita buang atau apa saja, karena ini ada nashnya (dalilnya dari Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam). Akan tetapi, kelanjutan dari cara jin muslim itu, "...kemudian ditaburkan garam," dari mana keterangan pakai garam? Kemudian dia melanjutkan, "...dan dipercikkan air di atasnya, wadah yang dipergunakan untuk membakarnya tidak boleh digunakan lagi." Ini semua merupakan ziyadah (tambahan) yang harus ada keterangannya dari Allah dan Rasul-Nya. Dan telah diketahui bahwa tidak ada keterangan dari Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam seperti ini.

Begitu juga dengan perkataannya, "Sepanjang Allah tidak menundukkannya bagi seorang muslim yang shalih dengan bantuan jin muslim yang shalih pula." Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam tidak pernah mengajarkan kepada ummatnya untuk mengusir gangguan sihir dengan bantuan jin muslim. Tidak! Tiap-tiap orang bisa mengusir sihir dan menghilangkannya. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam biasa mengusir gangguan jin dan 'ain (gangguan dari pandangan mata yang jahat) dengan do'a-do'a. Tatkala turun surat al-Falaq dan an-Nas, beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam merasa cukup dengan kedua surat tersebut untuk mengusir gangguan jin dan sihir. (79)

Yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam adalah bacaan-bacaan al-Qur-an dan do'a-do'a yang datang dari beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam. Dengan syarat yang melaksanakannya harus yakin. Kalau tidak punya keyakinan yang kuat, maka tidak akan banyak bermanfaat bacaan tersebut. Bacalah dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, seperti surat al-Falaq dan an-Nas. Dan sebelum kita membacanya, maka kita harus niat bahwa kita akan berdo'a memohon kepada Allah, dengan membaca ini kita bermaksud menolak gangguan jin dan sihir, akan tetapi tidak dilafazhkan, cukup di dalam hati saja.

Bersambung...

===

(78) Yaitu sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari no. 5763 dan Muslim no. 2189 dengan ringkas, dengan lafazh sebagai berikut:

Dari 'Aisyah ra-dhiyallaahu 'anhuma, ia berkata: Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah disihir oleh seorang dari bani Zariq yang bernama Labid bin A'sham, sehingga Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dikhayalkan kepada beliau, bahwa beliau berbuat sesuatu, padahal beliau tidak berbuat demikian. Sampai berlalu satu hari atau satu malam dan beliau berada di sisiku, akan tetapi beliau memanggil dan memanggil, kemudian beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda, "Wahai 'Aisyah, apakah kamu merasa bahwa Allah telah memberitahuku tentang apa yang aku tanyakan kepada-Nya dan dua orang telah mendatangiku yang satu duduk di atas kepalaku dan yang satunya duduk di atas kakiku, kemudian berkata salah satunya kepada yang lain: Apa penyakit orang ini? Ia disihir, siapa yang menyihirnya? Labid bin A'sham. (Ia bertanya lagi:) Pada apa sihirnya? Pada sisiran rambut (yang terjatuh ketika disisir) dan kulit serbuk sari kurma jantan, dimana ia? Di sumur Dzarwan," maka Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pun mendatanginya bersama beberapa orang Shahabatnya dan beliau berkata kepada 'Aisyah, "Wahai 'Aisyah, air sumur itu bagaikan celupan daun hinna (berwarna merah), atau ujung pohon-pohon kurmanya bagaikan kepala-kepala setan," aku bertanya, "Wahai Rasulullah, tidakkah lebih baik aku keluarkan itu (untuk aku tunjukkan kepada manusia)?" Beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda, "Sesungguhnya Allah telah menyembuhkanku dan aku tidak suka keburukan tersebut tersebar kepada manusia," dan beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memerintahkan untuk menguburnya (sesuatu yang dibuat untuk menyihir beliau)."

Dalilnya adalah perintah beliau untuk menguburnya. Allahu A'lam.

(79) Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Abu Sa'id al-Khudri ra-dhiyallaahu 'anhu dengan lafazh:

"Bahwasanya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam berlindung dari jin dan manusia, sampai turun al-Mu'awwidzatain (surat al-Falaq dan an-Nas), maka tatkala turun al-Mu'awwidzatain (surat al-Falaq dan an-Nas), maka beliau menggunakannya dan meninggalkan selain keduanya."

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 2058, ia berkata hadits ini hasan gharib, an-Nasaa-i dan Ibnu Majah no. 3511, lihat dalam kitab Shahiih Sunan at-Tirmidzi, Shahiih Sunan an-Nasaa-i dan Shahiih Sunan Ibni Majah.

===

Maraji'/ Sumber:
Buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku Dialog dengan jin Muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullaah, Penyusun: Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa rahimahullaah, Penerbit: Darul Qolam, Jakarta - Indonesia, Cetakan kedua, Tahun 1425 H/ 2004 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti? Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Alam jin Menurut al-Qur-an dan as-Sunnah: Catatan Kedua Puluh Lima Atas Buku Dialog dengan jin Muslim

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah

Bab ketiga

Catatan atas buku Dialog dengan jin Muslim

Catatan kedua puluh lima:

Pada halaman 143, tentang perkataan Muhammad Isa Dawud yang perlu kita perhatikan betul-betul, dan marilah sama-sama kita renungkan dan kita tinjau perkataan ini dari segi hukum syara'. Yaitu ketika jin Muslim akan berpisah dengan Muhammad Isa Dawud, lalu Muhammad Isa Dawud mengatakan:

Yakni sejak pertemuan saya dengan jim Muslim sahabat saya itu hingga saat dia meninggalkan saya untuk selamanya dan insya Allah, baru akan bertemu di taman Surga di sisi Allah Yang Maha Perkasa.

Saya (ustadz 'Abdul Hakim) berkata: Perkataan ini perlu diteliti kembali, tidak boleh kita memastikan diri kita termasuk dari ahli Jannah (penghuni Surga), walaupun di sini ada kalimat insya Allah. Akan tetapi ada yang masuk dalam suatu keyakinan, bahwa dia akan bertemu di taman Surga di sisi Allah. Memang kita harapkan mudah-mudahan Muhammad Isa Dawud dan jin Muslim sahabatnya masuk ke dalam Surga Firdaus, insya Allahu Ta'ala, serta diampunkan dosa dan kesalahannya, sebagaimana kita juga mengharap agar diampunkan dosa dan kesalahan kita. Namun tidak boleh kita berkata seperti perkataan di atas.

Bersambung...

===

Maraji'/ Sumber:
Buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku Dialog dengan jin Muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullaah, Penyusun: Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa rahimahullaah, Penerbit: Darul Qolam, Jakarta - Indonesia, Cetakan kedua, Tahun 1425 H/ 2004 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti? Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah: Catatan kedua puluh empat atas buku Dialog dengan jin Muslim

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah

Bab ketiga

Catatan atas buku Dialog dengan jin Muslim

Catatan kedua puluh empat:

Kemudian pada halaman 134, yakni perkataannya (jin Muslim sahabat Muhammad Isa Dawud):

Allah (Sub-haanahu wa Ta'aala) menjadikan jin pendamping tersebut sebagai jin yang tidak memiliki syahwat. Dengan begitu, dia tidak kawin dan tidak pula berketurunan. Benar, dia lahir dari sepasang jin laki-laki dan perempuan, tetapi dia adalah jin dari jenis yang khusus yang memang dikehendaki Allah seperti itu. Persis seperti orang "banci" di kalangan kalian yang tidak mempunyai birahi. Tetapi yang ini bukan jin banci, tetapi jin dari jenis khusus yang lemah.

Saya (ustadz 'Abdul Hakim) berkata: Yang saya tanyakan di sini adalah tentang jin pendamping yang tidak memiliki syahwat. Pernyataan ini merupakan berita ghaib dan segala khabar ghaib wajib ada keterangannya dari Allah dan Rasul-Nya Shallallaahu 'alaihi wa Sallam. Dan jin sama seperti kita, mereka pun tidak mengetahui perkara yang ghaib. Dalilnya adalah kisah Nabiyullah Sulaiman 'alaihis salaam, tatkala Nabi Sulaiman wafat, tidak ada satu pun jin yang tahu bahwa Nabi Sulaiman telah wafat, sampai tongkatnya dimakan rayap dan ia jatuh tersungkur, baru setelah itu jin dapat mengetahui bahwa Nabi Sulaiman 'alaihis salaam telah wafat. (77) Dengan demikian jin itu sama halnya seperti kita. Jin terbebani dengan syari'at dan juga tidak dapat mengetahui perkara yang ghaib.

Ini merupakan masalah di kalangan mereka dan kita perlu memiliki keterangan dari Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, bagaimana macam-macam jin itu? Apabila kita tidak mengetahuinya, maka jangan coba-coba kita mencari-cari keterangan selain dari Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, karena ditinjau dari segi manfaatnya pun tidak ada.

Bersambung...

===

(77) Kisah tersebut ada dalam al-Qur-an surat Saba': 14: "Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menujukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu, bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib, tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan." (QS. Saba': 14) Dari ayat ini jelaslah bahwasanya jin tidak dapat mengetahui perkara yang ghaib, lihat keterangannya dalam kitab 'Alamul jinni wasy syayathiin karya Dr. Sulaiman al-Asyqar hal. 134.

===

Maraji'/ Sumber:
Buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku Dialog dengan jin Muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullaah, Penyusun: Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa rahimahullaah, Penerbit: Darul Qolam, Jakarta - Indonesia, Cetakan kedua, Tahun 1425 H/ 2004 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti? Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah: Catatan kedua puluh tiga atas buku Dialog dengan jin Muslim

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah

Bab ketiga

Catatan atas buku Dialog dengan jin Muslim

Catatan kedua puluh tiga:

Pada halaman 133, jin Muslim (sahabat Muhammad Isa Dawud) berkata tentang qarin pendamping kita:

Jin pendamping yang muslim amat sangat mencintaimu, dalam derajat yang tidak dapat engkau bayangkan. Dia melindungimu dari berbagai bahaya besar dan membantumu untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah (Sub-haanahu wa Ta'aala).

Saya (ustadz 'Abdul Hakim) berkata: Ini adalah sebuah pertanyaan besar bagi kita dan merupakan sebuah penyimpangan yang nyata. Seperti yang pernah saya terangkan, yaitu bahwa jin pendamping kita dapat menjaga kita dari marabahaya.

Dan perkataannya, "...dia melindungimu dari berbagai bahaya besar dan membantumu untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah Sub-haanahu wa Ta'aala." Dalam hal ini memang benar ada keterangannya bahwa ada Malaikat yang baik yang menyuruh kepada kebaikan, akan tetapi yang perlu dipertanyakan adalah perkataannya, "...dia melindungimu dari berbagai bahaya besar..." Bukankah hanya Allah Jalla wa 'Ala yang dapat menyelamatkan kita dari segala marabahaya?

Bersambung...

===

Maraji'/ Sumber:
Buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku Dialog dengan jin Muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullaah, Penyusun: Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa rahimahullaah, Penerbit: Darul Qolam, Jakarta - Indonesia, Cetakan kedua, Tahun 1425 H/ 2004 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah: Catatan kedua puluh dua atas buku Dialog dengan jin Muslim

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah

Bab ketiga

Catatan atas buku Dialog dengan jin Muslim

Catatan kedua puluh dua:

Pada halaman 132, dalam rangka menjawab pertanyaan Muhammad Isa Dawud tentang jin atau qarin pendamping Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam masih hidup atau tidak? Jawab jin Muslim:

Ya, masih hidup. Tempat tinggal beliau di Baqi'. Beliau mempunyai majelis pengajaran yang didatangi oleh jin-jin Muslim. Beliau mengajarkan tafsir dan menjelaskan hadits-hadits Nabi (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam). Jin-jin Muslim, kalau tidak seluruhnya pergi ke sana untuk belajar, niscaya engkau akan sujud kepada Allah jika bisa melihat betapa hebatnya majelis tersebut.

Saya (ustadz 'Abdul Hakim) berkata: Ini masalah yang sangat besar sekali, berarti di antara jin-jin Muslim itu tidak terjadi perselisihan lagi tentang hadits Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam. Dan diketahui seluruh dunia tanpa adanya perselisihan di antara mereka, berbeda halnya dengan manusia. Apakah tidak dapat membuka pintu atau peluang yang besar nantinya, bagi orang untuk bertanya tentang hadits Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dari awal sampai akhir. Kemudian diberikanlah kitab Shahiih al-Bukhari dan ditanyakan kepadanya, kitab ini shahih semua atau tidak? Kemudian kitab Shahiih Muslim, kitab ini shahih semua atau tidak? Kemudian Sunan Abu Dawud, kitab ini shahih semua atau tidak? Dan begitu seterusnya. Dengan begitu selesailah semua perselisihan yang terjadi di antara para 'ulama, maka akan batal firman Allah:

"...jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur-an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari Kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya..." (QS. An-Nisaa': 59)

Ayat ini menunjukkan bahwa akan adanya perselisihan. Batal pula sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam:

"...barangsiapa yang hidup setelahku, maka dia akan melihat perselisihan yang banyak..." (75)

Begitu juga dengan hadits Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam tentang berpecahnya ummat ini menjadi tujuh puluh tiga golongan. (76)

Kalau memang benar bahwa jin qarin Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam itu masih hidup, maka sekarang kita cukup pergi ke sana atau dengan melalui perantara seorang jin Muslim yang kita perintahkan untuk bertanya kepada jin qarin Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam itu. Ini masalah yang sangat besar sekali.

Ini merupakan berita ghaib yang kita harus bersikap tawaquf (menunggu dalil) dalam hal ini, sehingga datang khabar (dalil) yang shahih kepada kita tentang hal tersebut.

Bersambung...

===

(75) Ini merupakan potongan dari sebuah hadits Shahabat 'Irbadh bin Sariyah ra-dhiyallaahu 'anhu yang sangat agung dan masyhur yang telah berlalu takhrij-nya sebelum ini. Walhamdulillaah.

(76) Maksudnya adalah hadits iftiraaqul ummah, yang telah berlalu takhrij-nya di awal muqaddimah.

===

Maraji'/ Sumber:
Buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku Dialog dengan jin Muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullaah, Penyusun: Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa rahimahullaah, Penerbit: Darul Qolam, Jakarta - Indonesia, Cetakan kedua, Tahun 1425 H/ 2004 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah: Catatan kedua puluh satu atas buku Dialog dengan jin Muslim

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah

Bab ketiga

Catatan atas buku Dialog dengan jin Muslim

Catatan kedua puluh satu:

Masih pada halaman 131, lanjutan dari perkataan jin Muslim:

Bagaimana tidak, kalau dia adalah pendamping Muhammad (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam). Ah, kalau kalian tahu siapa Muhammad (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) dan kedudukannya yang mulia dalam pandangan Allah, niscaya kalian semua akan mengikuti jalan yang dilaluinya dan tidak menetapkan hukum kecuali dengan apa yang beliau (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) bawa. Jin pendamping Nabi (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) memeluk agama Islam begitu beliau (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) menyampaikan ajarannya.

Saya berkata: Yang saya mau beri ta'liq adalah perkataannya, "Ah, kalau kalian tahu siapa Muhammad (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) dan kedudukannya yang mulia dalam pandangan Allah."

Jin ini mau membodohi kita sebagai kaum Muslimin, yang seolah-olah kita tidak tahu kedudukan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam di sisi Allah. Seolah-olah kita tidak bisa membaca al-Qur-anul Karim atau hadits Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, yang keduanya telah menerangkan kedudukan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam di sisi Allah. Dan Allah telah berfirman:

"Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung."
(Qur-an Surat al-Qalam: ayat 4)

Allah juga telah berfirman:

"Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada ummat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui."
(Qur-an Surat Saba': ayat 28)

Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman:

"Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."
(Qur-an Surat al-Ahzab: ayat 56)

Kita tahu dan sangat tahu tentang kedudukan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam di sisi Allah yang sangat tinggi sekali, yang tidak perlu diberitahukan lagi oleh jin tersebut.

Kemudian Muhammad Isa Dawud memberikan catatan kaki di akhir halaman 131 dengan membawakan hadits yang berbunyi, "Ajaklah manusia berbicara setingkat dengan intelektualitas mereka." (74)

Saya berkata: Ini merupakan sebuah hadits yang sering beredar dan saya mengira, banyak di antara kita yang telah mendengar hadits ini, akan tetapi hadits ini tidak ada asalnya sama sekali. Ini bukan hadits Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam tidak pernah bersabda demikian.

Dan saya telah menulis satu risalah khusus mengenai masalah hadits ini, bahwa ini bukan hadits Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam.

Bersambung...

===

(74) Ini adalah hadits yang tidak ada asalnya, diriwayatkan dengan lafazh:

"Aku diperintah untuk berbicara kepada manusia menurut kadar (kemampuan) akal-akal mereka."

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullaah dalam kitab Majmu' Fatawa 18/338-339 berkata, "Tidak seorangpun dari 'Ulama Islam yang meriwayatkan hadits tersebut dan tidak tercantum di satupun kitab-kitab mereka." Lihat kitab penulis (ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat) yang berjudul Hadits-hadits Dha'if dan Maudhu' jilid 1 halaman 69 nomor 20.

===

Maraji'/ Sumber:
Buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku Dialog dengan jin Muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullaah, Penyusun: Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa rahimahullaah, Penerbit: Darul Qolam, Jakarta - Indonesia, Cetakan kedua, Tahun 1425 H/ 2004 M.

===

Layanan gratis estimasi biaya rangka atap baja ringan, genteng metal, dan plafon gypsum:
http://www.bajaringantangerang.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah: Catatan kedua puluh atas buku Dialog dengan jin Muslim

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah

Bab ketiga

Catatan atas buku Dialog dengan jin Muslim

Catatan kedua puluh:

Pada halaman 130, dengan judul jin pendamping (qarin) Nabi (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) masih hidup.

Muhammad Isa Dawud pada halaman yang sama dan dalam catatan kaki nomor 20 menjelaskan ikhtilaf (perselisihan) para 'ulama tentang jin yang menjadi qarin Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam. (73) Ada yang mengatakan jin itu telah masuk Islam dan ada yang mengatakan bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam selamat dari gangguannya. Pada intinya pengarang (Muhammad Isa Dawud) berkata:

Perbedaan itu timbul karena lafazh "aslamu" dan "aslama", mereka yang membaca "aslama", maka mereka mengartikan bahwa jin itu telah masuk Islam, adapun yang membaca "aslamu", maka mereka mengartikan bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam terhindar dari kejahatan jin itu.

Saya berkata: Ini merupakan ikhtilaf (perselisihan) yang biasa terjadi di kalangan para 'ulama. Saya lebih menguatkan pandangan 'ulama yang mengatakan "aslamu" yakni bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam selamat dari gangguan jin itu, bukan aslama. Yang mau saya beri catatan adalah yang ada di halaman 131, yaitu perkataan jin sewaktu ditanya oleh Muhammad Isa Dawud pada halaman 130-131:

Bagaimana pendapatmu tentang ini?
Dengan kaget bercampur haru, sampai-sampai nyaris menangis, jin Muslim sahabat saya itu menjawab, "Perbedaan pendapat tersebut muncul belakangan. Sebab, para shahabat Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam sejak awal sudah tahu bahwa jin pendamping Nabi (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) itu betul-betul muslim."

Saya berkata: Jin Muslim ini ikut campur lagi dalam salah satu bidang 'ilmiah dalam masalah ijtihadiyah, yaitu dalam masalah muqaranatul madzahin (perbandingan madzhab-madzhab). Dari mana ia mengetahui bahwa dahulu sudah ijma' (sepakat)? Dan apakah jin qarin Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam itu masih hidup atau tidak? Apakah ada keterangan dari Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam? Apakah ada keterangan dari para shahabat radhiyallaahu 'anhum? Kita harus menuntut keterangan (dalil) tentang permasalahan ini, karena ini merupakan sebuah masalah yang besar.

Kalau benar bahwa qarin pendamping Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam itu masih hidup dan diketahui tempatnya, sebagaimana akan datang keterangannya dari jin tersebut setelah ini, maka apakah tidak memungkinkan nanti akan banyak manusia yang meruju' (memulangkan permasalahan) kepada jin pendamping Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam itu untuk bertanya tentang hadits atau pertanyaan apa saja kepadanya. Karena dia adalah sebagai pendamping yang terus menerus mendampingi beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam semasa hidupnya.

Apabila terjadi perselisihan di antara kita, maka kita cukup datang ke sana untuk bertanya bagaimana perselisihan tersebut? Maka batallah firman Allah Jalla wa 'Ala:

"Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul(-Nya) dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur-an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya."
(Qur-an Surat an-Nisa': ayat 59)

Seandainya pintu ini dibuka lagi, maka berapa banyak nanti orang yang akan berhubungan dengan jin, supaya jin tersebut menghubungi jin qarin Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam yang sekarang ada di Baqi'. Dan akan ditanyakan kepadanya tentang pendapat yang benar dalam ikhtilaf ini, dan seterusnya.

Seandainya para pembaca dapat memahami dengan cerdik, maka pasti pembaca bisa langsung memahami bahayanya perkataan di atas. Karena dengan begitu, berarti perselisihan-perselisihan yang terjadi di antara para 'ulama bisa batal begitu saja, hanya lantaran suatu keputusan dari jin.

Bersambung...

===

(73) Diriwayatkan dari 'Abdullah bin Mas'ud radhiyallaahu 'anhu, yang mengatakan bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam telah bersabda:

"Tidak ada seorang pun di antara kamu yang tidak ditetapkan baginya seorang jin pendamping." Maka para shahabat radhiyallaahu 'anhum bertanya, "Termasuk engkau, wahai Rasulullah?" Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda, "Ya, hanya saja aku mendapat pertolongan Allah, sehingga jin pendampingku itu 'aslam' dan dia hanya mengajakku kepada yang baik-baik."
(Diriwayatkan oleh Imam Muslim nomor 2814)

===

Maraji'/ Sumber:
Buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku Dialog dengan jin Muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullaah, Penyusun: Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa rahimahullaah, Penerbit: Darul Qolam, Jakarta - Indonesia, Cetakan kedua, Tahun 1425 H/ 2004 M.

===

Layanan gratis estimasi biaya rangka atap baja ringan, genteng metal, dan plafon gypsum:
http://www.bajaringantangerang.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah: Catatan kesembilan belas atas buku Dialog dengan jin Muslim

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah

Bab ketiga

Catatan atas buku Dialog dengan jin Muslim

Catatan kesembilan belas:

Pada halaman 123, dari perkataan jin Muslim:

Kucing hitam, lazimnya adalah setan. Sedangkan yang berwarna lain, kemungkinan juga bisa merupakan penjelmaan jin, khususnya jin-jin perempuan yang memang sangat senang menampakkan diri dalam bentuk kucing-kucing yang indah atau yang putih warnanya.

Kemudian Muhammad Isa Dawud memberikan komentar pada catatan kakinya (nomor 13):

Imam Ibnu Taimiyah mengatakan, "Jin itu bisa menampakkan diri dalam wujud ular, anjing, dan kucing hitam. Sebab, warna hitam dapat menghimpun kekuatan setan dibanding warna lainnya, termasuk di dalamnya kekuatan panas." (71)

Saya berkata: Perkataan Syaikhul Islam (Ibnu Taimiyah rahimahullaah) ini juga perlu diberi sebuah ta'liq yang khusus dan bukan di sini tempatnya. Adapun yang saya mau komentari adalah perkataan jin Muslim di atas, "Kucing hitam lazimnya adalah setan..., khususnya jin-jin perempuan yang memang sangat senang menampakkan diri dalam bentuk kucing-kucing yang indah atau yang putih warnanya."

Perkataan inilah yang akan saya komentari, perkataan ini dapat menimbulkan su'uzhan (prasangka yang buruk) kita kepada kucing-kucing putih, perkataan ini perlu keterangan. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam menerangkan bahwa memang jin dapat menjelma menjadi ular dan anjing. Adapun menjelma kepada yang lainnya, maka hal ini diperlukan dalil, (72) karena ini termasuk masalah yang ghaib.

Secara umum memang mungkin setan dapat berubah menjadi apa saja yang dia sukai. Akan tetapi bagaimana kalau nanti ada orang yang terpengaruh dengan perkataan ini setelah membaca kitab ini, yakni kitab Dialog dengan jin Muslim, tanpa mau merujuk kembali ke kitab-kitab para 'ulama dan juga tidak mau untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan ilmiah kepada ahli 'ilmu? Maka dia dapat langsung berprasangka yang tidak baik kalau dia melihat kucing-kucing yang indah dan putih warnanya. Mungkin dia pun akan mengatakan bahwa kucing-kucing ini adalah akhwatnya (kaum wanitanya) jin.

Bersambung...

===

(71) Pernyataan Syaikhul Islam ini tertera dalam kitab Risalatul jinni halaman 41, sebagaimana telah dinukil oleh Dr. Sulaiman al-Asyqar dalam kitab 'Alamul jinni wasy syayatiin dan Syaikh Wahid 'Abdus Salam Bali dalam kitab Wiqaayatul Insaan minal jinni wasy Syaithan halaman 27.

(72) Di antara dalil bahwa setan dapat menjelma menjadi anjing adalah hadits Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim nomor 510:

"Anjing hitam itu adalah setan."

Dan juga telah ada dalam hadits-hadits yang lainnya bahwa mereka juga dapat menjelma menjadi manusia, sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu dan menjelma menjadi keledai, sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang tertera sebelum ini. Mereka juga dapat menjelma menjadi ular, banyak hadits yang menerangkan hal ini, di antaranya adalah apa yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari nomor 3311:

"Janganlah kamu membunuh ular-ular (yang kecil/ ringan/ halus), kecuali segala yang jahat, yang punya dua benalu, karena ia dapat menggugurkan anak, dan menghilangkan pandangan, maka bunuhlah."

Juga binatang unta, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits:

"Sesungguhnya unta itu diciptakan dari setan-setan dan di belakang setiap unta itu ada setan."

Diriwayatkan oleh Sa'id bin Manshur dalam kitab Sunannya dan telah dishahihkan oleh Imam al-Albani dalam kitab Shahihul Jami' 2/52.

===

Maraji'/ Sumber:
Buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku Dialog dengan jin Muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullaah, Penyusun: Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa rahimahullaah, Penerbit: Darul Qolam, Jakarta - Indonesia, Cetakan kedua, Tahun 1425 H/ 2004 M.

===

Layanan gratis estimasi biaya rangka atap baja ringan, genteng metal, dan plafon gypsum:
http://www.bajaringantangerang.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah: Catatan kedelapan belas atas buku Dialog dengan jin Muslim

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah

Bab ketiga

Catatan atas buku Dialog dengan jin Muslim

Catatan kedelapan belas:

Pada halaman 120, pengarang (Muhammad Isa Dawud) berkata:

Jawaban jin sahabat saya itu sungguh mengejutkan, "Ya, memang benar. Mencampuri wanita haid kadang-kadang bisa melahirkan mukhannats. Nutfahnya rusak, bahkan bisa membuat laki-laki dan perempuan itu menderita penyakit."

Saya berkata: Tentang penyakit, maka para dokter tentu lebih tahu daripada kita dan seseorang telah mengabarkan kepada saya bahwa memang hal itu dapat menyebabkan penyakit, Allahu A'lam.

Yang perlu kita lihat lagi di sini adalah, bagaimana jin Muslim ini telah menshahihkan riwayat yang batil dan tidak sah itu. Hal ini dapat membuka peluang bagi terbukanya pintu kerusakan.

Pertanyaan pengarang (Muhammad Isa Dawud) kepada jin Muslim tentang sah atau tidaknya satu riwayat hadits, itu yang sangat berbahaya menurut saya. Muhammad Isa Dawud berkata pada halaman 119, "Bagaimana pendapatmu tentang ucapan Ibnu 'Abbas yang berbunyi..." Dalam hal ini jin telah diberi peluang untuk menshahihkan dan mendha'ifkan riwayat. Inilah yang tidak benar dan tidak pernah terjadi. Para 'ulama kita tidak pernah ada yang bertanya kepada jin tentang sah atau tidaknya sebuah riwayat, karena memang manusia lebih pintar daripada jin. Dan tidak diragukan lagi bahwa 'ulama kita lebih 'alim (mengetahui) dari 'ulama jin. Karena itu Nabi-nabi dan Rasul-rasul itu dari kalangan manusia, tidak ada yang dari kalangan jin.

Permasalahan 'ilmu riwayat ini sangat pelik. Kalau pintu ini dibuka, niscaya nanti akan ada seorang Muslim yang bersahabat dengan jin, kemudian dia akan bertanya kepada jin sahabatnya tentang sah atau tidaknya sebuah riwayat.

Saat ini kita lihat banyak hadits yang beredar yang di antaranya adalah yang dikatakan oleh para imam kita bahwa hadits yang berbunyi:

إِخْتِلاَفُ أُمَّتِيْ رَحْمَةٌ

"Perselisihan ummatku adalah rahmat." (69)

Adalah tidak ada asalnya, begitu juga dengan hadits:

حُبُّ الْوَطَنِ مِنَ الإْ ِيْمَانِ

"Cinta tanah air itu sebagian dari iman." (70)

Kemudian, nanti datang seseorang yang mengatakan bahwa hadits tersebut shahih atau shahih sanadnya. Dan kalau kita tanyakan kepadanya, dari mana anda mengetahui hal itu? Maka dia akan menjawab, "Dari jin," sehingga dapat kita bayangkan kerusakan yang akan timbul.

Bersambung...

===

(69) Hadits ini tidak ada asalnya, lihat uraian penulis dalam kitab Hadits-hadits Dha'if dan Maudhu' jilid 1 halaman 73 nomor 30. Dan lihat pula kitab Silsilah al-Ahadits adh-Dha'ifah 1/141-144 nomor 57.

(70) Hadits ini juga tidak ada asalnya, lihat uraian penulis dalam kitab Hadits-hadits Dha'if dan Maudhu' jilid 1 halaman 70 nomor 23.

===

Maraji'/ Sumber:
Buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku Dialog dengan jin Muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullaah, Penyusun: Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa rahimahullaah, Penerbit: Darul Qolam, Jakarta - Indonesia, Cetakan kedua, Tahun 1425 H/ 2004 M.

===

Layanan gratis estimasi biaya rangka atap baja ringan, genteng metal, dan plafon gypsum:
http://www.bajaringantangerang.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah: Catatan ketujuh belas atas buku Dialog dengan jin Muslim

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah

Bab ketiga

Catatan atas buku Dialog dengan jin Muslim

Catatan ketujuh belas:

Masih dalam halaman 119, ia (Muhammad Isa Dawud) berkata:

Bagaimana pendapatmu tentang ucapan Ibnu 'Abbas yang berbunyi, "Apabila seorang laki-laki mencampuri isterinya ketika haidh, maka setan mendahuluinya. Ketika dia hamil dan melahirkan, maka yang lahir adalah al-Mukhannats, yaitu anak-anak jin." (67)

Saya berkata: Apakah para pembaca yang budiman mengetahui apakah itu al-Mukhannats? Al-Mukhannats adalah banci.

Atsar di atas menyatakan bahwa apabila seorang laki-laki menyetubuhi isterinya yang sedang haidh, maka setan mendahuluinya dan lalu kalau lahir anak, maka anaknya itu mukhannats (banci). Ini adalah atsar yang batil. Mencampuri isteri yang sedang haidh memang berdosa, karena Allah Jalla wa 'Ala melarang dengan tegas dalam al-Qur-anul Karim. Para 'ulama berselisih tentang dendanya. Karena dalam salah satu hadits diterangkan bahwa dendanya sebesar satu dinar, setengah dinar (68) dan lain sebagainya. Intinya bahwa hadits-haditsnya masih diperselisihkan. Akan tetapi belakangan ini saya telah mentakhrij hadits-hadits tersebut. Insya Allah sepanjang yang saya ketahui, hadits tersebut dapat digunakan sebagai dasar akan adanya denda bagi mereka yang mencampuri isterinya yang sedang haidh, semampunya.

Jadi selain bertaubat, maka harus membayar denda juga, akan tetapi tidak ada keterangan bahwa anak yang akan lahir nanti adalah banci.

Bersambung...

===

(67) Diriwayatkan oleh Imam Ibnu ath-Thabari' dalam kitab Tafsirnya, sebagaimana yang dikatakan oleh Muhammad Isa Dawud.

(68) Haditsnya diriwayatkan dari Ibnu 'Abbas radhiyallaahu 'anhuma secara marfu' (sampai kepada Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) dan mauquf (sampai kepada Shahabat) dengan lafazh sebagai berikut:

Dari Ibnu 'Abbas radhiyallaahu 'anhuma, dari Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam tentang seseorang yang mencampuri isterinya yang sedang haidh, beliau bersabda, 'Hendaklah ia bersedekah satu atau setengah dinar'."

Diriwayatkan secara marfu' oleh Ashabus Sunan (para pengarang kitab Sunan): Imam Abu Dawud nomor 264, Imam at-Tirmidzi nomor 136, Imam an-Nasa-i nomor 290 dan 370, Imam Ibnu Majah nomor 640. Dan hadits ini telah dishahihkan oleh Imam al-Albani dalam kitab Shahih Sunan Abi Dawud 1/12, kitab Shahih Sunan an-Nasa-i 1/95 nomor 288, dan kitab Shahih Sunan Ibni Majah 1/198 nomor 529.

Saya berkata: Tidak ada seorangpun dari para imam yang empat yang mengamalkan hadits ini, kecuali Imam Ahmad dalam salah satu riwayat bersama dengan sebagian kecil 'ulama yang lainnya dan inilah yang lebih rajih (kuat) berdasarkan hadits di atas. Imam an-Nasa-i berkata dalam kitab Sunannya, "Bab tentang apa yang diwajibkan atas seorang suami yang mendatangi isterinya ketika haidh, setelah ia mengetahui larangan Allah Jalla wa 'Ala tentang larangan mendatanginya." Dan Imam Ibnu Majah berkata dalam kitab Sunannya, "Bab tentang denda seseorang yang mendatangi isterinya di masa haidh." Allahu a'lam.

Setelah kita mengetahui keshahihan hadits di atas, maka wajiblah bagi kita untuk mengamalkannya. Keterangan lengkapnya lihat kitab Adabuz Zifaf halaman 122-123 dan kitab Irwaul Ghalil 1/217-218 nomor 197.

===

Maraji'/ Sumber:
Buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku Dialog dengan jin Muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullaah, Penyusun: Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa rahimahullaah, Penerbit: Darul Qolam, Jakarta - Indonesia, Cetakan kedua, Tahun 1425 H/ 2004 M.

===

Layanan gratis estimasi biaya rangka atap baja ringan, genteng metal, dan plafon gypsum:
http://www.bajaringantangerang.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Daftar Isi Ringkasan Bidayah wa Nihayah