Showing posts with label sirah nabi muhammad ringkas mudah akurat. Show all posts
Showing posts with label sirah nabi muhammad ringkas mudah akurat. Show all posts

Utusan Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam

Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam mengutus 'Amr bin Umayyah adh-Dhomri rodhiyaLLOOHU 'anhu kepada an-Najasyi, lalu an-Najasyi mengambil surat Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam, membacanya, dan turun dari singgasananya, kemudian duduk di atas tanah. Ia pun masuk Islam, ketika Ja'far bin Abi Tholib rodhiyaLLOOHU 'anhu datang kepadanya, dan ke-Islamannya bagus." (92)

Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam mengutus Dihyah bin Kholifah al-Kalbi rodhiyaLLOOHU 'anhu membawa surat kepada Hercules, Penguasa Romawi.

Mengutus 'Abdulloh bin Hudzafah as-Sahmi rodhiyaLLOOHU 'anhu kepada Kisro, Raja Persia.

Mengutus. Hathib bin Abi Balta'ah al-Lakhmi rodhiyaLLOOHU 'anhu ke Muqouqis, Raja Mesir dan Iskandaria, maka Raja menanggapi, "Bagus," dan hampir masuk Islam. Ia menghadiahkan kepada Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam Mariah al-Qibthiyyah dan saudarinya, Syirin (93), lalu Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam menyerahkan Syirin untuk Hassan bin Tsabit.

Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam mengutus 'Amr bin al-'Ash rodhiyaLLOOHU 'anhu kepada dua raja 'Uman [Oman], lalu keduanya masuk Islam. Keduanya memberikan kekuasaan kepada 'Amr untuk mengurus shodaqoh (zakat) dan memberikan keputusan hukum di antara mereka. 'Amr tetap berada dengan mereka, hingga Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam wafat.

Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam mengutus Salith bin 'Amr al-'Amiri ke Yamamah kepada Haudzah bin 'Ali al-Hanafi.

Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam mengutus Syuja' bin Wahb al-Asadi kepada al-Harits bin Abi Syimr al-Ghossani, Raja Balqo' dari daerah Syam.

Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam mengutus al-Muhajir bin Abi Umayyah al-Makhzumi kepada al-Harits al-Himyari.

Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam mengutus al-'Ala' bin al-Hadhromi kepada al-Mundzir bin Sawa al-'Abdi, Raja Bahroin maka ia membenarkan dan masuk Islam.

Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam mengutus Abu Musa dan Mu'adz bin Jabal ke berbagai wilayah Yaman sebagai da'i yang menyeru kepada Islam, lalu semua penduduk Yaman masuk Islam, baik raja maupun rakyatnya. (94)

===

(92) Imam Ibnul Qoyyim mengatakan dalam kitab Zaadul Ma'aad 1/120, "Sesungguhnya Ash-hamah an-Najasyi yang disholati Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam, bukanlah an-Najasyi yang dikirimi surat oleh Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam. An-Najasyi yang kedua ini tidak diketahui ke-Islamannya, berbeda dengan yang pertama, karena ia meninggal sebagai muslim." Hal ini diperingatkan sebelumnya oleh Abu Muhammad bin Hazm dalam kitab Jawaami' as-Siiroh halaman 30. Dalam kitab Shohiih Muslim 774 terdapat dalil yang menunjukkan hal ini dari hadits Anas rodhiyaLLOOHU 'anhu secara mauquf.

(93) Bisa juga disebut Sirin, sebagaimana telah dijelaskan.

(94) Masih ada para utusan Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam lainnya, namun pengarang tidak menyebutkannya demi keringkasan. Semua raja tersebut masuk Islam dan begitu juga kaum mereka, kecuali Hercules, Muqouqis, Haudzah, Kisro, al-Haris bin Abi Syimr, dan an-Najasyi -dan an-Najasyi yang ini bukanlah an-Najasyi yang para Shohabat berhijroh kepadanya sebagaimana yang telah diterangkan. Lihat kitab Jawaami' as-Siiroh halaman 30.

===

Maroji':
Kitab: Tahdziibus Siroh an-Nabawiyyah, Penulis: Imam Yahya bin Syarof an-Nawawi, Penta'liq dan Pentakhrij: Abu 'Abdirrohman Kholid bin 'Abdirrohman bin Hamd asy-Syayi', Penerbit: Darush Shumay'i, Judul terjemah: Siroh Nabi Muhammad shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam ringkas, mudah dan akurat, Penerjemah: Akhmad Syaikhu, Penerbit: Pustaka Ibnu 'Umar, Cetakan II, 1434 H/ 2013 M.

===

Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com

===

Kios Tas, Sepatu, Jaket, Baju, dll
http://SahlaAgency.blogspot.com

===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Juru tulis Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam

Mereka disebutkan oleh Abul Qosim dalam Taariikh Dimasyq, bahwa mereka ada 23 orang, dan semua itu diriwayatkan dengan sanad-sanadnya.

Mereka adalah Abu Bakar ash-Shiddiq, 'Umar bin al-Khoththob, 'Utsman, 'Ali, (Tholhah), az-Zubair, Ubay bin Ka'b, Zaid bin Tsabit, Mu'awiyah bin Abi Sufyan, Muhammad bin Maslamah, al-Arqom bin Abil Arqom, Abban bin Sa'id bin al-'Ash dan saudaranya, yaitu Kholid bin Sa'id bin al-'Ash, Tsabit bin Qois, Handzalah bin ar-Robi', Kholid bin al-Walid, 'Abdulloh bin al-Arqom, 'Abdulloh bin Zaid bin 'Abdu Robbih, al-Ala' bin ('Uqbah), al-Mughiroh bin Syu'bah, dan as-Sijil. Selainnya menambahkan: Syurohbil bin Hasanah. (91) Menurut mereka, yang paling banyak menulis di antara mereka adalah Zaid bin Tsabit dan Mu'awiyah.

===

(91) Mereka tersebut semuanya adalah sekretaris Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam, dan masih ada yang lain yang tidak disebutkan oleh pengarang. Hanya saja, orang yang ia sebut as-Sijil itu diperselisihkan, berdasarkan hadits yang diriwayatkan, sebagaimana terdapat pada Imam Abu Dawud 2935, Imam an-Nasa-i dalam kitab at-Tafsiir dari as-Sunan al-Kubroo, dan sebagaimana dalam kitab at-Tuhfah 4/366 dari hadits Abul Jauza', dari Ibnu 'Abbas rodhiyaLLOOHU 'anhu, ia mengatakan, "As-Sijil adalah sekretaris Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam." Jalur-jalur riwayat hadits ini dishohihkan al-Hafizh Ibnu Hajar dalam al-Ishoobah 4/122. Hanya saja al-Hafizh Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya 3/200, "Hadits ini mungkar sekali dan pada dasarnya tidak shohih, dan segolongan ahli hadits menegaskan ke-maudhu'-annya meskipun disebutkan dalam kitab Sunan Abu Dawud, di antaranya, Syaikh kami al-Hafizh al-Kabir Abul Hajjaj al-Mizzi -semoga ALLOH memanjangkan usianya-. Aku telah memisahkan hadits ini dalam satu buku sendiri, waliLLAAHIL hamd." Imam Abu Ja'far bin Jarir 17/100 mengingkari hadits ini dan menolaknya dengan keras seraya mengatakan, "Di kalangan shohabat tidak dikenal ada seorang pun yang bernama as-Sijil. Para sekretaris Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam sudah dikenal, dan tidak di antara mereka seorang pun yang bernama as-Sijil." Ia benar mengenai hal itu, dan ini adalah bukti paling kuat atas kemungkaran hadits tersebut. Adapun kalangan yang menyebutnya dalam nama-nama shohabat, maka ia hanyalah bersandarkan pada hadits ini bukan pada hadits lainnya, WALLOOHU a'lam. Lihat kitab al-Mishbaahul Mudhii' halaman 80, dan kitab Kuttaabun Nabi halaman 100.

===

Maroji':
Kitab: Tahdziibus Siroh an-Nabawiyyah, Penulis: Imam Yahya bin Syarof an-Nawawi, Penta'liq dan Pentakhrij: Abu 'Abdirrohman Kholid bin 'Abdirrohman bin Hamd asy-Syayi', Penerbit: Darush Shumay'i, Judul terjemah: Siroh Nabi Muhammad shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam ringkas, mudah dan akurat, Penerjemah: Akhmad Syaikhu, Penerbit: Pustaka Ibnu 'Umar, Cetakan II, 1434 H/ 2013 M.

===

Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com

===

Kios Tas, Sepatu, Jaket, Baju, dll
http://SahlaAgency.blogspot.com

===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Pelayan Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam

Di antara mereka, adalah: Anas bin Malik, Hind dan Asma' kedua putera Haritsah al-Aslami, dan Robi'ah bin Ka'b al-Aslami. 'Abdulloh bin Mas'ud adalah orang yang memakaikan kedua sandal Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam. Jika Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam berdiri, ia memakaikan kedua sandal itu kepada Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam. Jika Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam duduk, maka ia mengambil kedua sandal itu dan menaruh keduanya di kedua lengannya hingga Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam berdiri. 'Uqbah bin 'Amir al-Juhani adalah pengurus keledai Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam yang menuntutnya saat Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam berpergian. Begitu juga Bilal sang muadzin, Sa'd maula Abu Bakar ash-Shiddiq, Dzu Mikhmar -disebut juga Dzu Mikhbar- anak saudara an-Najasyi, dan ada yang mengatakan, anak saudari an-Najasyi. Begitu juga Bukair bin Syaddakh al-Laitsi (disebut juga Bakr), Abu Dzarr al-Ghifari, Asla' bin Syuroik bin 'Auf al-A'roji, Muhajir maula Ummu Salamah, dan Abu Samh rodhiyaLLOOHU 'anhum.

===

Maroji':
Kitab: Tahdziibus Siroh an-Nabawiyyah, Penulis: Imam Yahya bin Syarof an-Nawawi, Penta'liq dan Pentakhrij: Abu 'Abdirrohman Kholid bin 'Abdirrohman bin Hamd asy-Syayi', Penerbit: Darush Shumay'i, Judul terjemah: Siroh Nabi Muhammad shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam ringkas, mudah dan akurat, Penerjemah: Akhmad Syaikhu, Penerbit: Pustaka Ibnu 'Umar, Cetakan II, 1434 H/ 2013 M.

===

Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com

===

Kios Tas, Sepatu, Jaket, Baju, dll
http://SahlaAgency.blogspot.com

===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Mawali Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam

Mawali-nya (70)

Di antaranya: Zaid bin Haritsah bin Syarohil al-Kalbi Abu Usamah, Tsauban bin Bujdud, Abu Kabsyah yang namanya adalah Sulaim, ia ikut dalam perang Badar, Badzam (71), Ruwaifi', Qoshir (72), Maimun (73), Abu Bakroh (74), Hurmuz (75), Abu Shofiyyah 'Ubaid, Abu Salma (76), Anasah, Sholih, yaitu Syuqron, Robbah Aswad, Yasar ar-Ro'i: Naubi, Abu Rofi' yang namanya adalah Aslam -Ada yang mengatakan, selain itu- Abu Muwaihibah, Fadholah al-Yamani, dan Rofi' (77).

Juga Mid'am Aswad yang terbunuh di Khoibar, Kirkiroh atau Karkaroh yang ditemukan pada perbekalan Nabi (78), Zaid, kakek Hilal bin Yasar bin Zaid, 'Ubaidah (79), Thohman -atau Kaisan, Mihron, Dzakwan atau Marwan (80), Ma'-bur al-Qibthi, Waqid dan Abu Waqid (81).

Demikian juga Hisyam, Abu Dhumairoh, Hanin, Abu 'Asib yang namanya adalah Ahmar, Abu 'Ubaidah, Safinah, Salman al-Farisi, Aiman bin Ummu Aiman (82), Aflah, Sabiq (83), Salim (84), Zaid bin Bula, Sa'id, (Dhumairoh), 'Ubaidulloh bin Aslam, Nafi', Nubaih (85), Wardan, Abu Utsailah, dan Abul Hamro' (86).

Di antara sahaya wanitanya ialah: Salma Ummu Rofi', Ummu Aiman Barkah, yaitu ibunda Usamah bin Zaid, Maimunah binti Sa'ad (87), Khodhroh, Rodhwa, Umaimah, Roihanah, Ummu Dhumairoh, Mariah, Syirin (88) saudari Mariyah, dan Ummu 'Abbas (89).

Banyak dari mereka (yang telah disebutkan itu) disebutkan dalam kitab-kitab ini (90), dan akan disebutkan penjelasan tentang ihwal mereka dalam biografi mereka, insya ALLOH.

Ketahuilah bahwa para mawali itu tidak berada di satu waktu untuk Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam, tetapi sebagian dari mereka di waktu yang berbeda.

===

(70) Al-Mawaalii jamak dari Maulaa', yaitu orang yang sebelumnya sebagai budak, kemudian dimerdekakan. Lihat tentang bab ini dan bab berikutnya, kitab al-Fakhr al-Mutawaali fiiman Intasaba lin Nabi minal Khodam wal Mawaali, karya al-Hafizh as-Sakhowi.

(71) Ada yang mengatakan, ia adalah Dzakwan yang akan disebutkan.

(72) Nama Qoshir ini tidak saya jumpai ada 'Ulama yang menyebutkannya sebagai bagian dari mawalinya dalam referensi-referensi yang ada pada saya, WALLOOHU a'lam.

(73) Ada yang mengatakan, ia adalah Dzakwan yang akan disebutkan.

(74) Ia adalah shohabat yang sudah dikenal, yaitu Nafi' bin al-Harits rodhiyaLLOOHU 'anhu. Sebagian 'Ulama tidak menggolongkannya sebagai mawali Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam.

(75) Ada yang mengatakan, ini adalah nama dari Abu Rofi' al-Qisthi, atau Dzakwan yang akan disebutkan.

(76) Ada yang mengatakan, ini adalah Yasar ar-Ro'i an-Nubi yang akan disebutkan.

(77) Ada yang mengatakan, ia adalah Abu Rofi' yang telah disebutkan.

(78) Yaitu, perbekalan perjalanan, sesuatu yang berat untuk dibawa , dan segala sesuatu yang berharga lagi terpelihara.

(79) Ada yang mengatakan, ia adalah 'Ubaid, atau 'Ubaidah yang akan disebutkan.

(80) Ini adalah sebagian nama yang dengannya Dzakwan dikenal.

(81) Yang benar bahwa ia adalah Waqid, atau Abu Waqid, sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Masyhur Hasan Salman dalam kitab al-Fakhr al-Mutawaali halaman 61.

(82) Sebagian 'Ulama mengkategorikannya sebagai pelayan, bukan mawali.

(83) Sebagian 'Ulama mengkategorikannya sebagai mawali, dan yang lainnya mengkategorikannya sebagai shohabat secara mutlak.

(84) Al-Hafizh as-Sakhowi mengingkari bila Salim termasuk mawali Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam. Lihat kitab al-Fakhr al-Mutawaalii halamana 44.

(85) Dalam naskah lainnya, Nabil, dan kedua nama itu masing-masing disebutkan dalam golongan mawali Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam.

(86) Sebagian 'Ulama ada yang mengkategorikannya sebagai pelayan dan ada yang mengkategorikannya sebagai mawali, atau keduanya sekaligus.

(87) Ada yang berpendapat, Maimunah binti Sa'id.

(88) Disebut juga Sirin, dan ia adalah bibi Ibrohim putera Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam.

(89) Disebut juga Ummu 'Ayyasy.

(90) Maksudnya, dalam kitab-kitab karangan 'Ulama, yakni al-Muzani, al-Muhadzdzab, at-Tanbiih, al-Wasiith, al-Wajiiz, dan ar-Roudhoh, yaitu kitab-kitab Syafi'iyyah. Biografi mereka juga disebutkan dalam kitabnya, Tahdziibul Asmaa' wal Lughoot, sebagaimana ia menjelaskan semua itu di Muqoddimah halaman 3.

===

Maroji':
Kitab: Tahdziibus Siroh an-Nabawiyyah, Penulis: Imam Yahya bin Syarof an-Nawawi, Penta'liq dan Pentakhrij: Abu 'Abdirrohman Kholid bin 'Abdirrohman bin Hamd asy-Syayi', Penerbit: Darush Shumay'i, Judul terjemah: Siroh Nabi Muhammad shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam ringkas, mudah dan akurat, Penerjemah: Akhmad Syaikhu, Penerbit: Pustaka Ibnu 'Umar, Cetakan II, 1434 H/ 2013 M.

===

Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com

===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Isteri-isteri Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam

Yang pertama dari mereka adalah Khodijah, kemudian Saudah, kemudian 'Aisyah, lalu Hafshoh, Ummu Habibah, Ummu Salamah, Zainab binti Jahsy, Maimunah, Juwairiyah, dan Shofiyyah rodhiyaLLOOHU 'anhum. Kami akan menyebutkan biografi mereka, insya ALLOH. (65)

Semuanya ada sembilan setelah Khodijah, yang meninggal sebelum mereka. Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam tidak pernah menikah dengan wanita lain semasa hidup Khodijah, dan Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam tidak pernah menikah dengan gadis selain 'Aisyah.

Adapun wanita-wanita yang pernah dicerai Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam semasa hidupnya, maka tidak kami sebutkan karena banyaknya perselisihan mengenai mereka.

Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam memiliki dua sahaya wanita (suriyyah) (66): Maria (67) dan Roihanah binti Zaid, ada yang menyebutkan, Binti Syam'un, kemudian Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam memerdekakannya. (68)

Diriwayatkan kepada kami dari Qotadah, ia mengatakan, "Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam menikah dengan lima belas wanita, menggauli tiga belas orang dari mereka, menghimpun sebelas orang dari mereka, dan Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam meninggal dunia dengan meninggalkan sembilan isteri." (69)

===

(65) Maksud pengarang yaitu dalam kitabnya, Tahdziibul Asmaa' wal Lughoot, yang mana pembahasan ini merupakan bagian dari muqoddimahnya.

Namun, pengarang luput menyebutkan Ummul Mu'minin Zainab binti Khuzaimah, yang biasa disebut Ummul Masaakiin (ibu kaum miskin) karena ia suka berderma kepada mereka. Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam menikahinya setelah pernikahannya dengan Hafshoh. Ia hidup bersama Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam selama dua atau tiga bulan, kemudian ia meninggal. Tidak seorang pun dari isteri-isteri Beliau yang meninggal semasa hidup Beliau kecuali dia, dan sebelumnya Khodijah. Di antara kekhususan Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam yang tidak berlaku bagi ummatnya, ialah Beliau boleh menikahi lebih dari empat isteri, sebagaimana diingatkan oleh pengarang (halaman 78 dari kitab asli). Lihat kitab al-Istii'aab 1/88, kitab al-Ishoobah 12/280, dan kitab as-Siyar 2/218.

(66) As-Suriyyah, dengan mendhommahkan siin, mengkasrohkan roo', memfathahkan yaa', dan mentasydidkan semua huruf tadi, ialah sahaya wanita yang dihalalkan di rumah. Dinamakan demikian karena seseorang lebih senang menggaulinya daripada menggauli isterinya. (Lihat kitab Mukhtaarush Shihaah, kamus pembahasan kelompok huruf sin-ro-ro).

(67) Ia adalah al-Qibthiyyah, ibu dari anak Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam, Ibrohim. Wanita ini dihadiahkan oleh Muqouqis, penguasa Iskandaria, kepada Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam (kitab al-Ishoobah, 13/125).

(68) Ia dari bani Nadhir dari yahudi, dan ia rodhiyaLLOOHU 'anha telah masuk Islam. Silakan lihat kitab al-Ishoobah 12/267.

(69) Lihat kitab Tasmiyyah Azwaajin Nabi wa Aulaadih, karya Abu 'Ubaidah, halaman 70-80, dan kitab al-Istii'aab, karya Ibnu 'Abdil Barr 1/90-91, dimana Ibnu 'Abdil Barr mengatakan, "Adapun wanita-wanita yang diperselisihkan, yaitu wanita yang sudah Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam gauli lalu Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam ceraikan, atau mengadakan akad dengannya tapi belum Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam gauli, atau Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam pinang tapi tidak jadi akad nikahnya. Status mereka ini diperselisihkan juga tentang sebab-sebab menceraikan mereka dengan perselisihan yang tajam yang wajib berhenti dari memutuskan kebenaran pada salah satu darinya."

===

Maroji':
Kitab: Tahdziibus Siroh an-Nabawiyyah, Penulis: Imam Yahya bin Syarof an-Nawawi, Penta'liq dan Pentakhrij: Abu 'Abdirrohman Kholid bin 'Abdirrohman bin Hamd asy-Syayi', Penerbit: Darush Shumay'i, Judul terjemah: Siroh Nabi Muhammad shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam ringkas, mudah dan akurat, Penerjemah: Akhmad Syaikhu, Penerbit: Pustaka Ibnu 'Umar, Cetakan II, 1434 H/ 2013 M.

===

Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com

===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Muqoddimah

Segala puji bagi ALLOH. Kami memuji-NYA, memohon pertolongan dan ampunan-NYA. Kami berlindung kepada ALLOH dari kejahatan diri kami dan keburukan 'amal usaha kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh ALLOH, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan oleh ALLOH, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak di'ibadahi dengan benar melainkan ALLOH semata, tidak ada sekutu bagi-NYA, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam adalah hamba dan Rosul-NYA. Semoga sholawat dan salam terlimpah kepadanya, keluarganya dan para Shohabatnya, serta siapa saja yang mengikuti petunjuknya hingga hari Pembalasan.

Amma ba'du:

Sejarah manusia, sejak zaman bapak kita Nabi Adam 'alayhis salam, tidak pernah mendapatkan perhatian, penelitian, uraian detil, dan kodifikasi sebagaimana yang didapat oleh siroh Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam, Muhammad bin 'Abdillah. Hal itu tidak aneh, karena Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam adalah pemimpin manusia semuanya dan sebaik-baik makhluq.

Para 'Ulama Muslimin silih berganti, dari satu generasi ke generasi lainnya, menaruh perhatian terhadap kehidupan dan siroh Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam, serta mengemukakannya kepada ummat dengan jelas lagi terang. Mereka menempuh berbagai metode untuk menulis siroh Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam, ada yang membahasnya secara luas dan panjang lebar, ada pula yang membahasnya secara ringkas.

Di hadapan kau -saudaraku sesama Muslim- ada mahkota berharga dari perbendaharaan-perbendaharaan salaf yang diambil oleh Imam Yahya bin Syarof an-Nawawi rohimahuLLOOH, dimana ia menulis biografi Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam yang menghimpun antara peringkasan dan kelengkapan yang mencakup semua sifat-sifat dan sirohnya. Ia memilih dari siroh Rosul shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam apa yang bisa dianggap sebagai pengantar dari studi siroh Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam, sehingga karya ini, bagi pengajar dan penuntut 'ilmu, menjadi kaidah pengetahuan yang dari sela-selanya bisa dibaca kehidupan Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam secara global.

Dengan harapan, menjadi titik tolak untuk menguasai berbagai aspek dari 'ilmu ini: 'ilmu siroh. Keistimewaan yang menjadikan buku ini memiliki kedudukan seperti ini, yaitu:

1. Buku ini memiliki keistimewaan karena ringkas tapi mencakup seluruhnya secara global, dimana buku ini berisi sekelumit sifat-sifat dan siroh Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam yang semestinya setiap Muslim membacanya, atau tidak ada udzur untuk tidak mengetahuinya.

2. Metodenya sederhana tapi kuat dalam mengemukakan kehidupan dan siroh Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam.

3. Pengarangnya adalah Imam muhaqqiq yang memiliki sumbangsih yang luas dalam berkhidmat terhadap Sunnah Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam dan memperhatikannya. Hal itu berdasarkan kesaksian 'Ulama terhadapnya, yang menjadikan ucapan-ucapannya, koreksinya, dan tarjihnya mendapatkan perhatian serta diperhitungkan di kalangan 'Ulama.

Ini adalah sebagian keistimewaan dari kajian yang bermutu tentang siroh Nabi ini. Maka, sudah sepatutnya bagi penuntut 'ilmu pemula dan orang yang mencintai pengetahuan tentang kehidupan Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam, untuk menjadikan kajian ini sebagai pengantar dan patokan bagi 'ilmunya mengenai siroh Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam.

Demikian pula kajian ini sebagai diktat bagi orang yang 'alim, bahan pelajarannya, kecermatan 'ilmu dan tawajjuhnya.

Buku ini asalnya terdapat pada tulisan Imam an-Nawawi dalam bukunya, Tahdziib al-Asmaa' wal Lughoot. Ia menjadikannya sebagai muqoddimah kitabnya untuk memuliakan kitab tersebut dengan menyebutkan siroh Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam.

Kitab Tahdziibul Asmaa' wal Lughoot dicetak di Idaroh ath-Thiba'ah al-Muniriyyah, Mesir.

Namun, di dalamnya banyak kekeliruan dan kesalahan cetak. Kemudian Darus Salam al-'Alamiyyah Mesir (1) memisahkan siroh yang harum ini dalam buku tersendiri. Meskipun kekeliruan dan kesalahan cetaknya lebih sedikit daripadanya aslinya, hanya saja tidak terbebas dari banyak kekeliruan dan penyimpanan.

Dari sinilah aku sangat berkeinginan untuk menerbitkannya dengan mengoreksi secara teliti -dengan keterbatasan modal saya-.

Kepada ALLOH-lah aku memohon pertolongan dan hidayah. Setelah itu, aku menuliskan teks kitab dan mendukung pilihan pengarang untuk berdalil dengan dalil-dalil yang shohih. Jika aku menjumpai pendapat lemah yang telah diingatkan oleh para 'Ulama, maka aku mengisyaratkan hal itu, dan aku juga meneliti nama-nama para tokoh dan sebagainya. Aku mentakhrij hadits-hadits qouliyyah yang disebutkan dalam buku ini sebagian besarnya secara ringkas dan tidak memperluasnya, serta mencukupkan pada Kutubus Sittah (enam kitab hadits) secara umum karena khawatir berpanjang lebar.

Aku sengaja meringkas apa yang aku nukil dalam catatan kaki tanpa menunjukkan kesalahan cetak yang telah disebutkan sebelumnya, dan membawakan matan yang shohih dengan bersandarkan pada buku-buku 'ilmiah lainnya yang berbeda-beda. Aku mencukupkan diri dari apa yang diperlukan pembaca berupa penjelasan hal-hal yang musykil, menyampaikan dalil, mengemukakan permasalahan yang penting dan sebagainya, demi menjaga maksud penulis buku ini, yaitu memaparkan secara ringkas.

Demikianlah yang dapat aku persembahkan, dan aku memohon ampun kepada ALLOH dari kesalahan yang mana setiap orang pernah mengalaminya, kecuali siapa yang dilindungi oleh ALLOH. Segala puji bagi ALLOH yang dengan kenikmatan-NYA 'amal-'amal sholih menjadi sempurna, dan semoga sholawat dan salam senantiasa terlimpah kepada sebaik-baik orang terdahulu dan terkemudian (Nabi Muhammad shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam) serta kepada semua Nabi 'alayhimas salaam, semua keluarga mereka dan semua orang sholih. Cukuplah ALLOH bagiku dan DIA-lah Sebaik-baik Penolong.

Ditulis oleh Abu 'Abdirrohman Kholid bin 'Abdirrohman bin Hamd asy-Syayi' -semoga ALLOH mengampuninya, kedua orangtuanya, gurunya, dan orang-orang yang disayanginya-.

Kamis, 08/02/1413 H.

===

(1) Setelah aku mempersiapkan buku ini untuk dicetak, aku mendapatkan cetakan lainnya untuk buku ini, as-Siiroh an-Nabawiyyah karya Imam an-Nawawi, yang diterbitkan dari Darul Basho-ir di Damaskus tahun 1400 H dengan tahqiq 'Abdur Ro'uf 'Ali dan Bassam 'Abdul Wahhab al-Jani. Keduanya menyebutkan bahwa buku ini dicetak berdasarkan pada kitab Tahdziibul Asmaa' wal Lughoot, yang telah dicetak dua kali: Pertama, cetakan orientalis Jerman Ferdinand Westenfeld, antara tahun 1842 dan 1847. Yang kedua di Mesir, di penerbit al-Muniriyyah, di samping dua manuskrip di perpustakaan azh-Zhohiriyyah, Damaskus. Kedua muhaqqiq tersebut telah melakukan usaha besar yang tampak pada penelitiannya untuk teks buku ini dan koreksinya. Aku memetik manfaat dari usaha keduanya, yaitu dengan membandingkan kedua naskah, ternyata aku menemukan keselarasan di antara keduanya secara umum. Segala puji dan syukur bagi ALLOH, dan semoga ALLOH memberikan pahala yang besar kepada kedua muhaqqiq tersebut. Tidak lupa aku berterima kasih kepada setiap orang yang memberikan nasihat dan bimbingan kepadaku, yaitu saudara-saudaraku tercinta lagi mulia. Demikian pula aku berterima kasih kepada fadhilah Syaikh kami, Dr. Sholih as-Sadlan, atas ketersediaannya untuk mengoreksi dan memberikan pengarahan. Semoga ALLOH membalas mereka semua atas usaha mereka dan memberikan taufiq pada aku dan mereka kepada segala kebaikan. Demikian pula aku memohon kepada ALLOH semoga DIA mengumpulkan kami bersama Kekasih kami, Nabi Muhammad shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam, di Surga-surga penuh kenikmatan.

===

Maroji':
Kitab: Tahdziibus Siroh an-Nabawiyyah, Penulis: Imam Yahya bin Syarof an-Nawawi, Penta'liq dan Pentakhrij: Abu 'Abdirrohman Kholid bin 'Abdirrohman bin Hamd asy-Syayi', Penerbit: Darush Shumay'i, Judul terjemah: Siroh Nabi Muhammad shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam ringkas, mudah dan akurat, Penerjemah: Akhmad Syaikhu, Penerbit: Pustaka Ibnu 'Umar, Cetakan II, 1434 H/ 2013 M.

===

Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com

===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Paman dan bibi Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam

Yang pertama dari mereka adalah al-Harits, anak laki-laki 'Abdul Muththolib yang tertua, dan dengannya ia diberi kun-yah. Kemudian Qutsam, az-Zubair, Hamzah, al-'Abbas, Abu Tholib, Abu Lahab, 'Abdul Ka'bah, Hajl, Dhiror (dan al-Ghoidaq). (63)

Yang masuk Islam di antara mereka adalah Hamzah dan al-'Abbas rodhiyaLLOOHU 'anhuma. Hamzah adalah yang paling muda usianya di antara mereka karena ia (juga) saudara sepersusuan Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam. Kemudian al-'Abbas yang lebih dekat usianya darinya, dan dialah yang bertugas memberi minum dari air zam-zam setelah ayahnya, 'Abdul Muththolib. Ia lebih usianya tiga tahun daripada Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam.

Bibinya ada enam: Shofiyyah, yang masuk Islam dan berhijrah. Ia adalah ibunda Ummu az-Zubair bin al-'Awwam. Ia meninggal di Madinah pada masa pemerintahan 'Umar bin al-Khoththob rodhiyaLLOOHU 'anhu. Ia adalah saudara perempuan Hamzah seibu. Lalu 'Atikah, konon, ia masuk Islam, dan dialah yang bermimpi melihat perang Badar. Kisahnya cukup masyhur. (64) Kemudian, Wabaroh, Arwa, Umaimah, dan Ummu Hakim, yaitu al-Baidho'.

===

(63) 'Abdul Ghoni al-Maqdisi, dalam kitab Mukhtashor as-Siiroh halaman 51, mengatakan, "Dinamakan dengan al-Ghoidaq karena ia adalah orang Quroisy yang paling dermawan dan paling banyak makanannya."

(64) Ringkasnya bahwa 'Atikah mengutus seseorang kepada al-'Abbas bin 'Abdul Muththolib untuk menyampaikan kepadanya bahwa ia melihat mimpi yang menakutkan, yaitu bahwa seorang penunggang unta maju sambil berteriak-teriak kepada manusia di Abthoh, "Pergilah ke tiga tempat kematian kalian." Kemudian mereka mengikutinya ke masjid, kemudian untanya menampakkannya di depan Ka'bah, kemudian ia meneriaki mereka seperti pada pertama kalinya, kemudian menampakkannya di atas bukit Abu Qubais. Kemudian ia melemparkan batu besar pada mereka, lalu batu itu tercerai berai, sehingga tidak ada satu rumah pun di Makkah melainkan kemasukan pecahan batu itu. Mimpi ini menjadi sebab keengganan musuh ALLOH, Abu Lahab, keluar menuju Badar. Lihat Siiroh Ibnu Hisyam 1/607, dan Marwiyyat Ghozwah Badr halaman 128, karya Dr. al-'Ulaimi Bawazir.

===

Maroji':
Kitab: Tahdziibus Siroh an-Nabawiyyah, Penulis: Imam Yahya bin Syarof an-Nawawi, Penta'liq dan Pentakhrij: Abu 'Abdirrohman Kholid bin 'Abdirrohman bin Hamd asy-Syayi', Penerbit: Darush Shumay'i, Judul terjemah: Siroh Nabi Muhammad shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam ringkas, mudah dan akurat, Penerjemah: Akhmad Syaikhu, Penerbit: Pustaka Ibnu 'Umar, Cetakan II, 1434 H/ 2013 M.

===

Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com

===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Anak-anak Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam

Anak-anak Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam (62)

Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam memiliki tiga anak laki-laki:

- al-Qosim, dengannyalah Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam diberi kun-yah. Ia dilahirkan sebelum kenabian, dan meninggal saat berusia dua tahun.

- 'Abdulloh, disebut juga ath-Thoyyib dan ath-Thohir. Karena ia dilahirkan setelah kenabian, ada yang berpendapat, ath-Thoyyib dan ath-Thohir bukanlah 'Abdulloh, tapi yang benar adalah pendapat yang pertama.

Kata pengantar

Kata pengantar Dr. Sholih as-Sadlan

Segala puji bagi ALLOH. Sholawat dan salam semoga terlimpah atas hamba ALLOH dan Rosul-NYA, Nabi Muhammad shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam.

Amma ba'du:

Saudara Kholid bin 'Abdurrohman asy-Syayi' telah menyampaikan kepadaku ta'liq (catatan) dan takhrij yang dilakukannya terhadap hadits-hadits yang termaktub pada bagian siroh dari kitab Tahdziibul Asmaa' wal Lughoot karya Imam an-Nawawi rohimahuLLOOH. Setelah membaca tulisannya secara mendetail, maka aku menetapkan sebagai berikut:

Sifat Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam

Sifat Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam (52)

Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam tidak terlalu tinggi dan tidak pula pendek (53), tidak terlalu putih dan tidak pula coklat (54), rambutnya tidak keriting dan tidak pula lurus (55), saat meninggal tidak ada di kepalanya lebih dari dua puluh uban. Tubuhnya bagus, jarak antara kedua pundaknya jauh, memiliki rambut hingga kedua pundak: pada suatu waktu hingga dua daun telinganya, dan suatu waktu hingga separuh telinganya. Jenggotnya tebal, jari-jari tangannya besar (56), kepalanya besar, dan dua tulang persendiannya besar.

Awal masa kehidupan Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam

Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam disusui oleh Tsuwaibah (1), maula Abu Lahab, selama beberapa hari. (2) Kemudian, disusui oleh Halimah binti Abu Du-aib 'Abdulloh bin al-Harits as-Sa'diyyah. Diriwayatkan dari Halimah bahwa ia mengatakan, "Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam tumbuh dalam sehari, sebagaimana anak tumbuh dalam sebulan." (3)

Penguburan Nabi Muhammad shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam dan usianya

Siroh Nabi Muhammad shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam ringkas, mudah dan akurat

Penguburannya dan usianya

Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam dikuburkan pada hari selasa ketika matahari tergelincir (yakni, condong dari tengah langit ke arah barat, yaitu waktu zhuhur). Ada juga yang mengatakan malam Rabu.(1)

Wafat Nabi Muhammad shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam

Siroh Nabi Muhammad shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam ringkas, mudah dan akurat

Wafatnya

Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam wafat pada waktu dhuha hari senin*), tanggal dua belas, [riwayat lain] malam**) bulan Robi-ul Awwal, tahun sebelas hijrah. Darinya dimulai sejarah, sebagaimana yang telah disebutkan.***)

Kelahiran Nabi Muhammad shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam

Siroh Nabi Muhammad shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam ringkas, mudah dan akurat

Kelahirannya

Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam dilahirkan pada tahun Gajah. Ada yang mengatakan, tiga puluh tahun setelahnya.

Ibunda Nabi Muhammad shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam

Siroh Nabi Muhammad shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam ringkas, mudah dan akurat

Ibundanya

Ibu Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam adalah Aminah binti Wahab

Kun-yah (nama pengganti) dan Nama Rosululloh

Siroh Nabi Muhammad shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam ringkas, mudah dan akurat

Kun-yah dan Nama Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam.
(Kun-yah adalah panggilan pengganti nama asli, biasanya dengan memakai istilah Abu Fulan atau Ummu Fulan, (yang berarti bapaknya si Fulan atau ibunya si Fulan), biasanya nama itu diambil dari nama anak yang paling besar)

Kun-yah Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam yang masyhur ialah Abul Qosim.

Nasab Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam

BismiLLAAHIR rohmaanir rohiim

Nasab Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam

Beliau shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam adalah Muhammad, Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam bin 'Abdulloh bin 'Abdul Muththolib

Daftar Isi Ringkasan Bidayah wa Nihayah