Showing posts with label adabul mufrad. Show all posts
Showing posts with label adabul mufrad. Show all posts

Adabul Mufrad (226)

Adabul Mufrad.

Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah.

Kitab Perbuatan Baik.

115. Bab Semua Perbuatan Baik Adalah Sedekah.

226. Abu Dzar berkata bahwa dia bertanya kepada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, "Perbuatan apa yang paling baik?" Beliau menjawab:

"Beriman kepada Allah dan berjuang di jalan-Nya."

Lalu bertanya lagi Abu Dzar, "Pembebasan budak yang bagaimana yang paling baik?" Beliau menjawab:

"Yang paling mahal harganya dan paling dicintai pemiliknya."

Bertanya lagi Abu Dzar, "Bagaimana pendapatmu kalau saya tidak mampu melaksanakan sebagian dari perbuatan itu?" Beliau menjawab:

"Engkau bantu siapa yang melakukannya atau lakukanlah itu pada yang tidak melakukannya sama sekali (dengan mendorongnya untuk melakukannya)."

Abu Dzar bertanya lagi, "Bagaimana kalau saya tidak mampu?" Beliau menjawab:

"Jangan berbuat jelek pada manusia, sesungguhnya itu adalah sedekah, engkau bersedekah dengannya pada dirimu."

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Adabul Mufrad, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan Pertama, Mei 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (225)

Adabul Mufrad.

Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah.

Kitab Perbuatan Baik.

115. Bab Semua Perbuatan Baik Adalah Sedekah.

225. Abu Musa Al Asyary berkata bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Diwajibkan bagi setiap Muslim sedekah."

Para shahabat bertanya, "Jika dia tidak menemukannya?" Beliau menjawab:

"Hendaknya dia bekerja dengan tangannya supaya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri dan bersedekah."

Mereka bertanya, "Jika tidak mampu?" Beliau menjawab:

"Hendaknya dia membantu orang yang berkebutuhan yang teraniaya."

Mereka lalu bertanya, "Jika tidak mampu?" Beliau menjawab:

"Hendaknya dia menyuruh berbuat baik."

"Jika tidak mampu?" Tanya mereka lagi. Beliau menjawab:

"Hendaknya dia menahan [dirinya] dari kejelekan, sesungguhnya itu adalah sedekah baginya."

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Adabul Mufrad, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan Pertama, Mei 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (224)

Adabul Mufrad.

Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah.

Kitab Perbuatan Baik.

115. Bab Semua Perbuatan Baik Adalah Sedekah.

224. Jabir berkata bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Semua perbuatan baik adalah sedekah."

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Adabul Mufrad, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan Pertama, Mei 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (223)

Adabul Mufrad.

Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah.

Kitab Perbuatan Baik.

114. Bab yang Berbuat Baik di Dunia Dia yang Mendapat Perlakuan Baik di Akhirat.

223. Salman berkata, "Orang yang berbuat baik di dunia merekalah yang mendapat perlakuan baik di Akhirat."

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Adabul Mufrad, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan Pertama, Mei 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (222)

Adabul Mufrad.

Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah.

Kitab Perbuatan Baik.

114. Bab yang Berbuat Baik di Dunia Dia yang Mendapat Perlakuan Baik di Akhirat.

222. Harmalah bin Abdillah berkata bahwa dia pernah pergi menemui Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam. Setelah sampai dia duduk bersama beliau dan beliau mengetahuinya. Ketika pergi dia berkata pada dirinya, "Demi Allah saya akan menemui Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam supaya bertambah ilmu saya." Saya lalu berdiri di depan beliau dan kukatakan, "Apa yang kau perintahkan kepadaku akan kukerjakan." Beliau bersabda:

"Wahai Harmalah, lakukanlah kebaikan dan jauhilah kemungkaran."

Saya lalu kembali ke kendaraanku. Kemudian saya kembali sampai tempat berdiriku dekat dengan beliau dan kukatakan, "Wahai Rasulullah, apa yang kau perintahkan kepadaku akan kukerjakan. Beliau bersabda:

"Wahai Harmalah, lakukanlah kebaikan dan jauhilah kemungkaran, dan perhatikan apa yang disukai oleh telingamu, adalah bagaimana orang-orang berkata kepadamu jika engkau melakukannya, maka lakukanlah, dan perhatikanlah apa yang tidak engkau sukai, adalah bagaimana orang-orang berkata kepadamu jika engkau melakukannya, maka tinggalkanlah."

Ketika pulang, kupikirkan hal itu. Ternyata keduanya tidak meninggalkan kekurangan sedikitpun. (39)

* Dhaif.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

39. Jika kedua nasehat Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam itu dijalankan maka sempurnalah semua perbuatan, tanpa kekurangan sedikitpun.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Adabul Mufrad, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan Pertama, Mei 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (221)

Adabul Mufrad.

Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah.

Kitab Perbuatan Baik.

114. Bab yang Berbuat Baik di Dunia Dia yang Mendapat Perlakuan Baik di Akhirat.

221. Qabisah bin Burmah Al Asady, "Saya pernah bersama Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam lalu kudengar beliau bersabda:

'Orang yang berbuat baik di dunia merekalah yang mendapat perlakuan baik di Akhirat dan mereka yang melakukan kejelekan di dunia merekalah yang mendapat perlakuan jelek di Akhirat.'" (38)

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

38. Maksudnya kebaikan dari Allah Ta'ala terus datang kepadanya. Karena seseorang yang berbuat baik di dunia itu adalah karena dimudahkan baginya oleh Allah Ta'ala untuk melakukannya. Sedang di Akhirat dia akan memperoleh balasan dari kebaikannya berupa Sorga yang itu juga adalah dari Allah Ta'ala.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Adabul Mufrad, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan Pertama, Mei 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (220)

Adabul Mufrad.

Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah.

Kitab Perbuatan Baik.

113. Bab Pertolongan Seseorang pada Saudaranya.

220. Abu Dzar berkata bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam ditanya, "Perbuatan apa yang paling baik?" Beliau menjawab:

"Beriman kepada Allah dan berjuang di jalan-Nya."

Lalu ditanya lagi, "Pembebasan budak yang bagaimana yang paling baik?" Beliau menjawab:

"Yang paling mahal harganya dan paling dicintai pemiliknya."

Bertanya lagi orang itu, "Bagaimana pendapatmu kalau saya tidak mampu melaksanakan sebagian dari perbuatan itu?" Beliau menjawab:

"Engkau bantu siapa yang melakukannya atau lakukanlah itu pada yang tidak melakukannya sama sekali (dengan mendorongnya untuk melakukannya)."

Orang itu bertanya lagi, "Bagaimana kalau saya tidak mampu?" Beliau menjawab:

"Jangan berbuat jelek pada manusia, sesungguhnya itu adalah sedekah, engkau bersedekah dengannya pada dirimu." (37)

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

37. Dengan demikian menahan diri dari mendekati perbuatan jelek adalah membawa pahala bagi diri kita. Karena menahan diri adalah juga merupakan usaha sebagaimana juga usaha untuk melakukan kebaikan.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Adabul Mufrad, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan Pertama, Mei 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (219)

Adabul Mufrad.

Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah.

Kitab Perbuatan Baik.

112. Bab Siapa yang Tidak Mensyukuri manusia.

219. Abu Hurairah berkata bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Allah Ta'ala berfirman pada jiwa, 'Keluarlah.' Jiwa berkata, 'Saya tidak keluar kecuali dalam keadaan terpaksa/ tidak suka.'"

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Adabul Mufrad, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan Pertama, Mei 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (218)

Adabul Mufrad.

Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah.

Kitab Perbuatan Baik.

112. Bab Siapa yang Tidak Mensyukuri manusia.

218. Abu Hurairah berkata, "Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

'Tidak mensyukuri Allah siapa yang tidak mensyukuri manusia.'"

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Adabul Mufrad, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan Pertama, Mei 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (217)

Adabul Mufrad.

Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah.

Kitab Perbuatan Baik.

111. Bab Siapa yang Tidak Menemukan Pembalasan Sebagai Ganti Maka Doakanlah Dia.

217. Anas berkata bahwa orang-orang Muhajirin berkata, "Wahai Rasulullah, orang-orang Anshar pergi dengan membawa seluruh ganjaran." (36) Beliau menjawab:

"Tidak, selama kalian mendoakan mereka kepada Allah dan selama kalian memuji mereka padanya."

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

36. Karena orang Muhajirin mereka berangkat dari Mekkah dengan tidak membawa sesuatu apapun maka mereka tidak dapat beramal dengan harta. Sebaliknya orang Anshar yang tinggal di Madinah mereka memiliki kebun dan lain sebagainya ditambah lagi dengan beribadah seperti yang dilakukan oleh orang Muhajirin, maka orang-orang Muhajirin merasa bahwa mereka tidak mampu menyamai orang Anshar.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Adabul Mufrad, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan Pertama, Mei 2004 M.

===

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (216)

Adabul Mufrad.

Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah.

Kitab Perbuatan Baik.

110. Bab Siapa yang Mendapat Perbuatan Baik Hendaknya Dia Membalasnya.

216. Abdullah bin Umar berkata, "Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

'Siapa yang memohon perlindungan dengan nama Allah Ta'ala lindungilah dia dan yang meminta dengan nama Allah berilah dia dan siapa yang berbuat baik kepadamu balaslah dengan setimpal. Jika tidak mendapatkan maka doakanlah dia sampai dia tahu bahwa kalian telah memberinya yang setimpal.'"

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Adabul Mufrad, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan Pertama, Mei 2004 M.

===

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (215)

Adabul Mufrad.

Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah.

Kitab Perbuatan Baik.

110. Bab Siapa yang Mendapat Perbuatan Baik Hendaknya Dia Membalasnya.

215. Jabir berkata, "Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

'Siapa yang mendapat perbuatan baik hendaknya dia membalasnya. Jika tidak menemukan sesuatu untuk membalasnya hendaklah dia puji orang tersebut karena jika dia memujinya maka dia telah mensyukurinya, jika dia menyembunyikannya berarti dia telah mengkafirinya, siapa yang berpakaian dengan pakaian yang bukan diberikan untuknya seolah dia berpakaian dua baju palsu.'" (35)

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

35. Al-Khitabi berkata, "Pada zaman dahulu orang-orang yang baik dan berilmu menggunakan dua baju. Maka jika ada seorang yang bukan seperti mereka keadaan dan perbuatannya lalu dia berpakaian seperti mereka maka sebenarnya pakaiannya itu adalah palsu. Manusia menganggap mereka adalah orang dapat dipercaya padahal pada hakikatnya adalah tidak. Dua pakaian di sini adalah Rida' di bagian atas dan Izaar di bagian bawah."
Sumber: Syarah Tirmidzi oleh Mubarakfuuri.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Adabul Mufrad, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan Pertama, Mei 2004 M.

===

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (214)

Adabul Mufrad.

Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah.

Kitab Pengasuh.

109. Bab Seorang Wanita adalah Pengasuh.

214. Abdullah bin Umarr berkata bahwa dia mendengar Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Kalian semua adalah pengasuh, dan kalian semua adalah bertanggung jawab atas apa yang diasuhnya. Pemimpin manusia adalah pengasuh dan dia bertanggung jawab atas apa yang diasuhnya, dan seorang pria adalah pengasuh keluarganya dan seorang wanita adalah pengasuh di rumah suaminya, dan hamba sahaya pada harta tuannya."

Saya mendengar itu dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, dan saya kira Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Dan seorang pria pada harta ayahnya."

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Adabul Mufrad, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan Pertama, Mei 2004 M.

===

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (213)

Adabul Mufrad.

Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah.

Kitab Pengasuh.

108. Bab Seorang Pria adalah Pengasuh Keluarganya.

213. Malik bin Huwarits berkata, "Saya pernah menemui Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam dan kami saat itu adalah pemuda yang hampir sama umurnya. Dan beliau menganggap bahwa kami saat itu sangat mencintai keluarga kami. Beliau lalu bertanya pada kami karena siapa kami meninggalkan keluarga kami. Lalu kami jawab. Beliau adalah seorang yang penyayang, beliau bersabda,

'Pulanglah kalian kepada keluarga kalian. Ajarilah mereka [agama] dan perintahkanlah mereka [untuk melaksanakannya]. Shalatlah kalian seperti kalian melihatku shalat. Jika datang waktu shalat hendaknya salah seorang di antara kalian mengumandangkan adzan dan hendaknya yang paling tua usianya di antara kalian yang menjadi imam.'"

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Adabul Mufrad, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Cetakan Pertama, Mei 2004.

===

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (212)

Adabul Mufrad.

Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah.

Kitab Pengasuh.

108. Bab Seorang Pria adalah Pengasuh Keluarganya.

212. Abdullah bin Umar berkata, "Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

'Kalian semua adalah pengasuh, dan kalian semua adalah bertanggung jawab atas apa yang diasuhnya. Pemimpin manusia adalah pengasuh dan dia bertanggung jawab atas apa yang diasuhnya, dan seorang pria adalah pengasuh keluarganya dan dia bertanggung jawab atas apa yang diasuhnya, dan hamba sahaya adalah pengasuh harta tuannya dan dia bertanggung jawab atasnya. Kalian semua adalah pengasuh dan kalian semua adalah bertanggung jawab atas apa yang diasuhnya.'"

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Adabul Mufrad, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Cetakan Pertama, Mei 2004.

===

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (211)

Adabul Mufrad.

Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah.

Kitab Pegawai.

107. Bab Apakah Boleh Mengatakan: Rabbi.

211. Mutharraf berkata: Berkata ayahku saya pernah bersama utusan Bani Wafd menemui Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam. Mereka lalu berkata, "Engkau adalah tuan kita." Beliau menjawab,

"Tuan itu adalah Allah."

Mereka kemudian berkata, "Dan engkau adalah yang paling utama di antara kita dan paling mulia." Bersabdalah Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam,

"Ucapkanlah dengan ucapan kalian dan jangan sampai syaithan menjalankan ucapan kalian." (34)

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

34. Janganlah kita berbicara dengan berlebih-lebihan karena terdorong oleh hawa nafsu yang menyebabkan syaithan akan ikut campur dan akhirnya kita tidak sengaja mengucapkan ucapan yang menyebabkan kita berdosa.

Hadits ini masih berkait dengan tema bagian ini, yaitu dilarang memuliakan seseorang berlebihan, bahkan pada seorang Nabi sekalipun, karena itu membawa kepada kesyirikan.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Adabul Mufrad, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Cetakan Pertama, Mei 2004.

===

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (210)

Al-Adab al-Mufrad.

Imam al-Bukhari rahimahullah.

Adabul Mufrad.

Kitab Pegawai.

107. Apakah Boleh Mengatakan: Rabbi?

210. Abu Hurairah (radhiyallahu 'anhu) dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda:

"Janganlah salah seorang di antara kalian mengucapkan: 'Abdi (hambaku) dan janganlah budak mengucapkan: Rabbi (Pengasuhku), hendaklah dia mengucapkan: Fataya dan Fatati dan sayyidi dan sayyidati. Kalian semua adalah hamba dan Rabb (Pengasuh) itu adalah hanya Allah 'Azza wa Jalla."

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (209)

Al-Adab al-Mufrad.

Imam al-Bukhari rahimahullah.

Adabul Mufrad.

Kitab Pegawai.

106. Bab: Jangan Mengatakan: Hambaku.

209. Abu Hurairah (radhiyallahu 'anhu) berkata bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Jangan salah seorang di antara kalian mengatakan: 'Budakku.' Kalian semua adalah hamba Allah dan semua istri kalian adalah hamba Allah. Ucapkanlah: 'Ghulami, jariyati, amati, fataya, fatati.'" (33)

===

(33) Ghulam digunakan untuk anak kecil yang belum baligh, sedang yang sudah baligh dipanggil: fataya, dan untuk perempuan: fatati. Jariyati dan amati digunakan untuk budak perempuan. Sedangkan abdi untuk budak laki-laki dan panggilan semacam inilah yang dilarang karena abdi berasal dari kata abada yang bermakna menyembah.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (208)

Al-Adab al-Mufrad.

Imam al-Bukhari rahimahullah.

Adabul Mufrad.

Kitab Pegawai.

105. Bab: Orang yang Suka Menjadi Budak.

208. Abu Hurairah (radhiyallahu 'anhu) berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Hamba sahaya yang Muslim jika dia memenuhi hak Allah dan tuannya maka baginya adalah dua pahala."

Abu Hurairah lalu berkata, "Demi Yang jiwaku berada di tangan-Nya kalau sekiranya bukan karena berjuang di jalan Allah dan haji serta bakti kepada ibuku, aku lebih suka mati dalam keadaan menjadi budak."

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (207)

Al-Adab al-Mufrad.

Imam al-Bukhari rahimahullah.

Adabul Mufrad.

Kitab Pegawai.

104. Bab: Budak Adalah Pengasuh.

207. Dari 'Abdullah bin Sa'ad, budak 'Aisyah radhiyallahu 'anhuma, istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, berkata, "Aku mendengar Abu Hurairah (radhiyallahu 'anhu) berkata, 'Seorang budak jika mentaati tuannya, maka dia berarti telah mentaati Allah 'Azza wa Jalla. Jika dia melawan tuannya maka dia berarti telah melawan Allah 'Azza wa Jalla.'"

* Isnadnya dha'if.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Daftar Isi Ringkasan Bidayah wa Nihayah