Showing posts with label misteri kematian. Show all posts
Showing posts with label misteri kematian. Show all posts

Ummat ini Diuji di Dalam Kubur | Alam Kubur | Misteri Kematian Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat

Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah.

Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli.

Misteri Kematian.

Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat.

Alam Kubur.

Ummat ini Diuji di Dalam Kubur.

Diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu 'anhu, ia berkata:

"Saat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berada di kebun milik Bani Najjar mengendarai keledai milik beliau dan kami turut serta bersama beliau, tiba-tiba keledai beliau miring dan hampir melemparkan beliau, ternyata di sana ada makam enam, lima atau empat orang -demikian juga yang disampaikan dalam riwayat al-Hariri- kemudian beliau bersabda: 'Siapa yang kenal para penghuni makam ini?' Seseorang menjawab: 'Aku.' Beliau (shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda: 'Kapan mereka dikubur?' Orang itu menjawab: 'Mereka meninggal di (masa) kesyirikan.' Beliau (shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda:

'Sungguh ummat ini diuji dalam kuburnya, andai bukan karena (khawatir jika kalian mendengar siksa kubur sehingga) kalian tidak mau mengubur (jenazah), niscaya aku berdo'a kepada Allah untuk memperdengarkan siksa kubur kepada kalian seperti yang aku dengar.' Setelah itu beliau (shallallahu 'alaihi wa sallam) menghadapkan wajah kepada kami, beliau bersabda: 'Berlindunglah kepada Allah dari siksa Neraka.' Mereka berkata: 'Kami berlindung kepada Allah dari siksa Neraka.' Beliau (shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda: 'Berlindunglah kepada Allah dari siksa kubur.' Mereka berkata: 'Kami berlindung kepada Allah dari siksa kubur.' Beliau (shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda: 'Berlindunglah kepada Allah dari fitnah baik yang nampak ataupun yang tersembunyi.' Mereka berkata: 'Kami berlindung kepada Allah dari fitnah baik yang nampak ataupun yang tersembunyi.' Beliau (shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda: 'Berlindunglah kepada Allah dari fitnah dajjal.' Mereka mengucapkan: 'Kami berlindung kepada Allah dari fitnah dajjal.'" (178)

===

(178) Riwayat Muslim, 4/2200.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis: Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, Ta'liq: Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemahan: Seri ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah: Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing, CV Darul Ilmi, Bogor - Indonesia, Cetakan Kedua, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Gambaran Siksa Alam Barzakh | Alam Kubur | Misteri Kematian Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat

Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah.

Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli.

Misteri Kematian.

Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat.

Alam Kubur.

Gambaran Siksa Alam Barzakh.

Diriwayatkan dari Samurah bin Jundub radhiyallahu 'anhu, ia berkata:

"Seusai shalat, Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) menghadapkan wajah kepada kami, beliau bersabda: 'Siapa di antara kalian yang bermimpi sesuatu semalam?' Bila ada yang bermimpi, ia menceritakannya, lalu beliau (shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda: 'Masya Allah.' Suatu hari kami bertanya, beliau (shallallahu 'alaihi wa sallam) balik bertanya: 'Adakah salah seorang di antara kalian yang bermimpi sesuatu?' Kami menjawab: 'Tidak.'

Beliau (shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda: 'Semalam aku bermimpi, ada dua orang datang menghampiriku, keduanya meraih tanganku lalu membawaku pergi ke tanah suci, di sana ada seseorang yang tengah duduk dan seorang lainnya berdiri, di tangannya terdapat pengait besi -sebagian Shahabat kami meriwayatkan dari Musa: Pengait besi ditusukkan ke dalam leher hingga menembus tengkuk, kemudian ditusukkan lagi seperti sebelumnya, lehernya kembali sembuh seperti sedia kala, tusukan serupa dilakukan lagi- aku bertanya: 'Siapa itu?' Keduanya menjawab: 'Pergilah.'

Kami pergi hingga tiba di hadapan seseorang yang tengah tidur terlentang dan orang lain berdiri di atas kepalanya dengan membawa batu besar, batu itu ia pukulkan di kepala orang itu, ketika dipukulkan, batu itu terpental, ia pergi untuk mengambil batu itu dan ia tidak kembali kepada orang itu hingga kepalanya sembuh seperti sedia kala, ia kembali memukulnya.' Aku bertanya: 'Siapa itu?' Keduanya menjawab: 'Pergilah.'

Kami pergi hingga sampai ke sebuah lubang seperti tungku, bagian atasnya sempit sementara bagian bawahnya luas, di bawahnya dinyalakan api, saat mendidih, mereka naik hingga hampir keluar, dan bila apinya padam mereka kembali ke dasar, di sana terdapat para lelaki dan wanita telanjang. Aku bertanya: 'Siapa itu?' Keduanya menjawab: 'Pergilah.'

Kami pergi hingga tiba di sebuah sungai darah, di sana ada seseorang tengah berdiri di tengah-tengah sungai dan orang lain di hadapannya membawa batu, orang yang ada di sungai itu menghampiri, saat hendak keluar, orang yang membawa batu itu melemparkan batunya ke mulut dan mengembalikannya ke tempat semula, setiap kali ia datang untuk keluar, mulutnya dilempar batu kemudian dikembalikan lagi ke tempat semula. Aku bertanya: 'Siapa itu?' Keduanya menjawab: 'Pergilah.'

Kami pergi hingga tiba di sebuah taman hijau, di sana ada pohon besar, di dekat akarnya terdapat seorang tua dan anak-anak, ada seseorang yang berada di dekat pohon, di depannya ada api yang ia nyalakan, keduanya membawaku naik ke atas pohon dan membawaku masuk ke dalam sebuah rumah, aku sama sekali belum pernah melihat rumah lebih indah dari rumah itu, di sana ada orang-orang tua, kaum muda, kaum wanita dan anak-anak.

Setelah itu keduanya membawaku keluar dan membawaku naik ke atas pohon, keduanya membawaku masuk ke dalam rumah yang lebih bagus dan lebih baik, di sana ada orang-orang tua dan kaum muda.

Aku berkata: 'Kalian berdua telah membawaku berkeliling malam ini, beritahukan padaku tentang apa yang aku lihat!' Keduanya menjawab: 'Baik. Orang yang lehernya ditusuk dengan keras itu adalah pendusta, menuturkan kebohongan, dustanya dibawa hingga mencapai sisi-sisi langit, karena itu ia diperlakukan seperti yang kau lihat hingga hari Kiamat.

Orang yang kepalanya dipukul dengan batu adalah orang yang diajari al-Qur`an oleh Allah, pada malam hari ia tidak membacanya dan pada siang harinya tidak diamalkan, ia diperlakukan seperti itu hingga hari Kiamat.

Yang kau lihat di dalam lubang itu adalah para pezina.

Yang kau lihat di sungai (darah) itu adalah para pemakan riba.

Orang tua yang ada di bawah pohon itu adalah Ibrahim dan anak-anak kecil yang ada di sekitarnya itu adalah anak-anak manusia.

Yang menyalakan api itu adalah Malik, penjaga Neraka.

Rumah pertama yang kau masuki itu adalah rumah seluruh kaum Mukmin, sementara rumah ini adalah rumah syuhada`.

Aku Jibril dan ini Mika`il. Sekarang lihatlah ke atas.' Aku melihat ke atas, di sana terdapat sesuatu seperti awan. Aku berkata: 'Biarkan aku memasuki rumahku.' Keduanya berkata: 'Masih ada sisa usia yang belum kau habiskan, andai usiamu sudah habis kau bisa mendatangi rumahmu.'" (177)

===

(177) Riwayat al-Bukhari, al-Fath, 3/251.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis: Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, Ta'liq: Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemahan: Seri ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah: Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing, CV Darul Ilmi, Bogor - Indonesia, Cetakan Kedua, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Do'a Masuk Kuburan | Alam Kubur | Misteri Kematian Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat

Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah.

Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli.

Misteri Kematian.

Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat.

Alam Kubur.

Do'a Masuk Kuburan.

Diriwayatkan dari 'Aisyah radhiyallahu 'anhuma, ia berkata, "Aku berkata, 'Wahai Rasulullah, apa yang aku ucapkan saat memasuki permakaman?' Beliau (shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda, 'Ucapkan:

اَلسَّلَامُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُوءْ مِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَيَرْحَمُ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِيْنَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِيْنَ وَ إِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَلَاحِقُوْنَ

As-Salaamu 'alaa ahlid diyaari minal mu`miniina wal muslimiina wa yarhamullaahul mustaqdimiina minnaa wal musta`khiriina wa innaa insyaa allaahu bikum lalaa hiquun

Semoga kesejahteraan terlimpah kepada para penghuni kubur dari kalangan orang-orang Mukmin dan Muslim, semoga Allah merahmati orang-orang yang telah terdahulu di antara kami dan yang terakhir, sesungguhnya kami insya Allah menyusul kalian.'" Riwayat Muslim dari hadits dan menambahkan: "Aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan juga kalian." (176)

===

(176) Riwayat Muslim, hadits nomor 974.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis: Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, Ta'liq: Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemahan: Seri ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah: Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing, CV Darul Ilmi, Bogor - Indonesia, Cetakan Kedua, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Tempat Ruh di Alam Barzakh (5) | Alam Kubur | Misteri Kematian Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat

Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah.

Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli.

Misteri Kematian.

Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat.

Alam Kubur.

Tempat Ruh di Alam Barzakh (5).

Kelima: Ruh orang-orang kafir.

Pensyarah kitab ath-Thahawiyah menjelaskan, ruh orang-orang kafir berada di bumi. (174)

Syaikh Ibnu Qayyim rahimahullah menjelaskan, ruh yang berada di bawah bumi tidak bisa naik ke atas, (175) maksudnya ruh orang-orang kafir.

===

(174) Syarh ath-Thahawiyah, hal. 403.

(175) Ar-Ruh, Ibnu Qayyim.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis: Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, Ta'liq: Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemahan: Seri ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah: Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing, CV Darul Ilmi, Bogor - Indonesia, Cetakan Kedua, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013 M.

===

Tempat Ruh di Alam Barzakh (4) | Alam Kubur | Misteri Kematian, Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat

Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah.

Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli.

Misteri Kematian.

Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat.

Alam Kubur.

Tempat Ruh di Alam Barzakh (4).

Keempat: Ruh orang-orang muslim yang berdosa.

Tempat ruh orang-orang berdosa berbeda-beda berdasarkan golongan dan dosa yang diperbuat.

Pensyarah kitab ath-Thahawiyah menjelaskan, ada sebagian ruh yang tertahan di pintu Surga, ada juga yang berada di tungku para pezina, yang lain berada di sungai darah, berenang di sana dan terantuk batu. Semua itu dijelaskan dalam Sunnah. (173) Wallahu a'lam. Ada yang kepalanya dibenturkan ke batu, dialah orang yang tidak shalat wajib, ada juga yang disiksa dengan pengait besi yang ditusukkan ke dalam leher hingga menembus tengkuk, dialah orang yang berdusta hingga dusta-dustanya mencapai sisi-sisi langit.

===

(173) Syarh ath-Thahawiyah, hal. 403.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis: Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, Ta'liq: Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemahan: Seri ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah: Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing, CV Darul Ilmi, Bogor - Indonesia, Cetakan Kedua, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013 M.

===

Tempat Ruh di Alam Barzakh (3) | Alam Kubur | Misteri Kematian, Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat

Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah.

Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli.

Misteri Kematian.

Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat.

Alam Kubur.

Tempat Ruh di Alam Barzakh (3).

Ketiga: Ruh orang-orang mukmin shalih.

Disebutkan dalam al-Muwaththa` bahwa Ka'ab bin Malik bercerita, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

"Sesungguhnya ruh orang Mukmin adalah burung yang bertengger di pohon Surga hingga Allah mengembalikan ke jasadnya pada hari kebangkitan." (171)

Pensyarah kitab ath-Thahawiyah menjelaskan, sabda "Ruh orang Mukmin," mencakup syahid dan lainnya, setelah itu syahid disebut secara khusus dalam sabda "Di dalam perut burung." Seperti yang diketahui, karena berada di dalam perut burung, berarti dapat dibenarkan bahwa burung yang dimaksud adalah burung sungguhan, sehingga bisa dimasukkan dalam keumuman hadits lain dengan asumsi seperti itu. Sehingga bagian kenikmatan mereka di alam barzakh lebih sempurna daripada yang didapatkan mayit lain yang berada di atas hamparan permadani. (172)

===

(171) Al-Muwaththa`, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah, hadits nomor 995.

(172) Syarh ath-Thahawiyah, hal. 404.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis: Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, Ta'liq: Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemahan: Seri ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah: Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing, CV Darul Ilmi, Bogor - Indonesia, Cetakan Kedua, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013 M.

===

Tempat Ruh di Alam Barzakh (2) | Alam Kubur | Misteri Kematian, Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat

Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah.

Misteri Kematian.

Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat.

Alam Kubur.

Tempat Ruh di Alam Barzakh (2).

Kedua: Ruh syuhada`. Ruh mereka berada di perut burung hijau yang berkelana di Surga seperti yang ia mau.

Diriwayatkan dari Masruq ra-dhiyallaahu 'anhu, ia berkata:

"Kami bertanya kepada 'Abdullah tentang ayat ini: 'Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki.' (QS. Ali 'Imran: 169) Ia menjawab: Ingat, kami pernah menanyakan hal serupa kepada Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam), beliau bersabda: Ruh mereka berada di perut burung hijau yang memiliki pelita-pelita tergantung di 'Arsy, ia berkelana ke Surga seperti yang ia mau kemudian kembali ke pelita-pelita itu. Rabb menampakkan diri kepada mereka lalu bertanya: Kalian menginginkan sesuatu? Mereka menjawab: Apa lagi yang kami inginkan sementara kami berkelana di Surga seperti yang kami mau. Allah menanyakan hal serupa kepada mereka sebanyak tiga kali. Karena mereka tahu mereka akan selalu ditanya, mereka akhirnya menjawab: Ya Rabb, kami ingin Engkau kembalikan ruh kami ke jasad lagi agar kami berperang di jalan-Mu sekali lagi. Setelah tahu mereka tidak membutuhkan apa pun lagi, Allah meninggalkan mereka." (169)

Di antara syuhada` ada yang ruhnya tertahan untuk masuk Surga karena hutang yang ia miliki, seperti disebutkan dalam al-Musnad dari 'Abdullah bin Jahsy (ra-dhiyallaahu 'anhu):

"Seseorang datang menghampiri Nabi (shallallaahu 'alaihi wa sallam) lalu bertanya: 'Wahai Rasulullah, jika aku terbunuh di jalan Allah, apa yang aku dapatkan?' Beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) bersabda: 'Surga.' Saat orang itu berpaling, beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) meneruskan: Kecuali hutang, Jibril baru saja membisikkannya kepadaku.'" (170)

===

(169) Riwayat Muslim hadits nomor 1887.

(170) Al-Muwaththa`, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah hadits nomor 995.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis: Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, Ta'liq: Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemahan: Seri ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah: Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing, CV Darul Ilmi, Bogor - Indonesia, Cetakan Kedua, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Tempat Ruh di Alam Barzakh | Alam Kubur | Misteri Kematian, Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat

Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah.

Misteri Kematian.

Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat.

Alam Kubur.

Tempat Ruh di Alam Barzakh.

Pensyarah kitab ath-Thahawiyah menjelaskan, ruh di alam barzakh sangat berbeda-beda:

Pertama: Ruh para Nabi. Ruh mereka berada di 'Illiyyin paling atas, di dalam golongan para Nabi, derajat mereka berbeda-beda.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis: Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, Ta'liq: Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemahan: Seri ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah: Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing, CV Darul Ilmi, Bogor - Indonesia, Cetakan Kedua, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Mayit Mendengar di Dalam Kubur | Alam Kubur | Misteri Kematian, Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat

Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah

Misteri Kematian

Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat

Alam Kubur

Mayit Mendengar di Dalam Kubur

Diriwayatkan dari Anas ra-dhiyallaahu 'anhu, Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Sesungguhnya saat hamba diletakkan di dalam kubur dan teman-temannya pulang meninggalkannya, ia mendengar hentakan sandal-sandal mereka, dua Malaikat mendatanginya lalu mendudukkannya, keduanya bertanya: 'Apa yang dulu pernah kau katakan tentang orang ini?' Bagi orang mukmin, ia menjawab: 'Aku bersaksi bahwa ia adalah hamba dan utusan Allah.' Dikatakan kepadanya: 'Lihatlah tempatmu di Neraka, Allah menggantinya dengan tempat di Surga. Ia melihat keduanya.'" (167)

Suatu ketika Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam memanggil-manggil beberapa korban perang Badar dari kalangan kaum musyrik:

"Wahai Abu Jahal bin Hisyam, wahai Umaiyah bin Khalaf, wahai 'Utbah bin Rabi'ah, wahai Syaibah bin Rabi'ah, bukankah kalian telah mendapatkan kebenaran janji Rabb untuk kalian? Sungguh aku telah mendapatkan kebenaran janji Rabbku untukku." 'Umar bin al-Khaththab (ra-dhiyallaahu 'anhu) berkata: "Wahai Rasulullah, bagaimana mereka mendengar dan menjawab, mereka sudah menjadi bangkai?!" Beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian tidak lebih mendengar akan apa yang aku sampaikan melebihi mereka, hanya saja mereka tidak bisa menjawab." Setelah itu Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam) memerintahkan agar mereka diseret lalu dilemparkan ke sumur Badar. (168)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullaah menjelaskan setelah menyebutkan beberapa hadits tentang mayit bisa mendengar, nash-nash ini dan nash serupa lainnya menjelaskan, secara garis besar mayit bisa mendengar perkataan orang yang masih hidup, namun tidak berarti mayit bisa terus mendengar, tapi hanya mendengar dalam kondisi tertentu saja, sama seperti orang yang masih hidup, kadang mendengar suara orang yang berbicara dengannya, kadang juga tidak, kadang tidak bisa mendengar karena adanya suatu penghalang.

Syubhat; mungkin ada yang menyatakan, Allah Sub-haanahu wa Ta'aala menafikan mayit bisa mendengar dalam firman-Nya:

"Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati mendengar." (QS. An-Naml: 80)

Lantas kenapa kalian bilang orang-orang yang sudah mati bisa mendengar?

Jawaban:

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullaah menjelaskan, pendengaran yang dimaksud adalah tahu dan mengerti yang tidak berimbas pada balasan, bukan pendengaran yang dinafikan Allah Sub-haanahu wa Ta'aala dalam firman-Nya: "Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati mendengar."

Sebab yang dimaksud adalah pendengaran untuk menerima dan menjalankan yang disampaikan, sebab Allah menyamakan orang kafir seperti orang yang sudah mati yang tidak bisa menerima dan merespon seruan iorang, juga seperti hewan yang bisa mendengar namun tidak mengerti maknanya. Mayit meski bisa mendengar perkataan dan mengerti maknanya, namun tidak bisa menjawab ataupun melakukan yang diperintahkan, sehingga perintah ataupun larangan yang disampaikan tidak membawa guna. Seperti itu juga orang kafir yang tidak bisa memanfaatkan perintah dan larangan meski bisa mendengar dan memahami kata-kata yang disampaikan.

===

(167) Riwayat Muslim hadits nomor 2874.

(168) Muttafaq 'alaih.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis: Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, Ta'liq: Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemahan: Seri ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah: Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing, CV Darul Ilmi, Bogor - Indonesia, Cetakan Kedua, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Tempat si Mayit Diperlihatkan pada Pagi dan Sore | Alam Kubur | Misteri Kematian, Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat

Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah

Misteri Kematian

Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat

Alam Kubur

Tempat si Mayit Diperlihatkan pada Pagi dan Sore

Diriwayatkan dari Ibnu 'Umar ra-dhiyallaahu 'anhuma, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Sesungguhnya bila salah seorang dari kalian meninggal dunia, tempatnya diperlihatkan kepadanya pada pagi dan sore hari, bila ia termasuk penghuni Surga, ia termasuk penghuni Surga dan bila termasuk penghuni Neraka, ia termasuk penghuni Neraka, dikatakan: 'Inilah tempatmu hingga Allah membangkitkanmu pada hari Kiamat.'" (166)

===

(166) Riwayat al-Bukhari hadits nomor 1279, Muslim hadits nomor 2866.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis: Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, Ta'liq: Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemahan: Seri ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah: Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing, CV Darul Ilmi, Bogor - Indonesia, Cetakan Kedua, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Misteri Kematian: Yang Mengikuti Mayit ke Kuburan

Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah

Misteri Kematian

Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat

Alam Kubur

Yang Mengikuti Mayit ke Kuburan

Diriwayatkan dari Anas ra-dhiyallaahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Mayit diikuti tiga (hal), dua (di antaranya) kembali dan yang satunya menetap, mayit diikuti keluarg, harta dan amalnya, keluarga dan hartanya kembali dan amalnya menetap." (164)

Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullaah menjelaskan, saat meninggal, orang diikuti oleh para pengantar, keluarganya turut mengantar ke kuburan. Begitu aneh kehidupan dunia, alangkah hina dan rendahnya dunia, engkau dikubur oleh orang yang paling engkau cintai, menjauhkan mereka dari orang-orang terkasih, andai mereka memberi bayaran agar engkau tetap berada di tengah-tengah mereka dalam wujud jasad tanpa nyawa, mereka tidak akan mau. Orang yang paling dekat dengan engkau justru yang mengubur engkau padahal engkau adalah orang yang paling mereka cintai, mereka menjauhkan engkau dan mengantar kepergian engkau!

Mayit diikuti hartanya, maksudnya diikuti pembantu dan para pelayannya. Ini gambaran orang kaya yang memiliki pelayan dan pembantu yang mengikutinya. Amalnya juga turut serta bersamanya. Kemudian dua di antara pengikut itu kembali pulang meninggalkannya seorang diri, namun amalnya tetap berada bersamanya.

Kita memohon kepada Allah semoga berkenan menjadikan amal kita semua sebagai amal yang shalih.

Amal si mayit menetap di dekatnya sebagai teman di dalam kubur bersamanya hingga hari Kiamat. Hadits ini menunjukkan, dunia dan seluruh perhiasannya kembali pulang, tidak menyertai engkau di dalam kubur.

Harta dan anak-anak merupakan perhiasan dunia, semuanya kembali pulang. Lantas apa yang tetap bertahan? Hanya amal saja. Untuk itu, engkau harus menjaga teman yang tidak akan meninggalkan engkau, engkau harus bersungguh-sungguh agar amal engkau menjadi amal shalih yang menjadi teman di kubur, saat engkau sendirian tanpa ditemani orang-orang tercintai, keluarga ataupun anak. (165)

===

(164) Riwayat al-Bukhari hadits nomor 333, Muslim hadits nomor 2644.

(165) Syarh Riyadush Shalihin 1/474-475.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis: Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, Ta'liq: Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemahan: Seri ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah: Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing, CV Darul Ilmi, Bogor - Indonesia, Cetakan Kedua, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Misteri Kematian: Mayit Disiksa Karena Tangisan Keluarga

Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah

Misteri Kematian

Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat

Alam Kubur

Mayit Disiksa Karena Tangisan Keluarga

Saat 'Umar bin al-Khaththab ra-dhiyallaahu 'anhu tertikam, Shuhaib menjenguk seraya menangis, ia berkata: Duhai saudaraku! Duhai sahabatku! 'Umar berkata: Wahai Shuhaib, apa kau menangisiku sementara Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:

"Sungguh mayit disiksa karena sebagian tangisan keluarga terhadapnya." (162)

Diriwayatkan dari Umran bin Hushain ra-dhiyallaahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Sungguh Allah menyiksa mayit karena teriakan keluarga terhadapnya." (163)

Imam al-Bukhari rahimahullaah meriwayatkan dari hadits Nu'man bin Basyir, ia berkata: 'Abdullah bin Rawahah pingsan lalu saudarinya, Umrah, menangis, ia berkata: Duhai gunungku, duhai ini dan itu, ia menyebut-nyebut kebaikan 'Abdullah bin Rawahah, kemudian saat siuman 'Abdullah bin Rawahah bilang: Tidakkah kau mengatakan sesuatupun melainkan dikatakan kepadaku: Benar kau seperti itu? Kemudian saat 'Abdullah meninggal, saudarinya tidak menangisinya.

Menangisi mayit bukan sunnah yang dicontohkan 'Abdullah bin Rawahah, bukan pula karena kuasanya atau yang ia wasiatkan, karena bagian yang ia miliki dalam agama terlalu mulia untuk semua itu, memerintahkan hal semacam itu ataupun mewasiatkan seperti itu.

===

(162) Muttafaq 'alaih.

(163) Riwayat an-Nasa`i 4/15, Ahmad 4/437.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis: Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, Ta'liq: Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemahan: Seri ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah: Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing, CV Darul Ilmi, Bogor - Indonesia, Cetakan Kedua, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Misteri Kematian: Bagaimana Tulang Rusuk Mayit Meringsek Sementara Saat Makamnya Dibuka Kondisi Mayit Masih Sama Seperti Saat Dikubur?

Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah

Misteri Kematian

Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat

Alam Kubur

Bagaimana Tulang Rusuk Mayit Meringsek Sementara Saat Makamnya Dibuka Kondisi Mayit Masih Sama Seperti Saat Dikubur?

Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullaah menjawab, seperti dijelaskan sebelumnya, kubur adalah alam ghaib, tidak menutup kemungkinan kondisinya berbeda, kemudian ketika makamnya dibuka kembali Allah mengembalikan kondisi mayit tetap seperti sedia kala dan mengembalikan segala sesuatunya ke tempat semula sebagai ujian bagi manusia, sebab jika kita saksikan kondisi mayit telah berubah dengan tulang rusuk yang patah dan meringsek tidak seperti saat kita dimakamkan, tentu mempercayai hal tersebut menjadi keimanan yang nyata.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis: Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, Ta'liq: Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemahan: Seri ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah: Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing, CV Darul Ilmi, Bogor - Indonesia, Cetakan Kedua, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Misteri Kematian: Bagaimana Kubur Diluaskan untuk si Mayit Sementara Ia Berada di Tempat yang Sempit?

Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah

Misteri Kematian

Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat

Alam Kubur

Bagaimana Kubur Diluaskan untuk si Mayit Sementara Ia Berada di Tempat yang Sempit?

Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullaah menjawab, alam ghaib tidak bisa disamakan dengan alam nyata. Bahkan seandainya seseorang menggali kubur sejauh mata memandang kemudian mayit dikubur di tempat tersebut lalu ditutupi tanah, orang yang tidak tahu kubur tersebut tahu atau tidak kalau kuburan itu digali sejauh mata memandang? Jelas ia tidak tahu. Dunia nyata saja seperti itu, meski demikian yang bersangkutan tidak tahu seluas apa kuburan tersebut digali, dan hanya diketahui oleh orang-orang yang menyaksikan saja.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis: Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, Ta'liq: Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemahan: Seri ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah: Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing, CV Darul Ilmi, Bogor - Indonesia, Cetakan Kedua, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Misteri Kematian: Menyaksikan dan Mendengar Siksa Kubur

Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah

Misteri Kematian

Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat

Alam Kubur

Menyaksikan dan Mendengar Siksa Kubur

Ahlul ilmi dari kalangan Salaf dan lainnya berpendapat, melihat siksa dan nikmat kubur dimungkinkan bisa, sebagian dari hal tersebut pernah terjadi di masa Nabi (shallallaahu 'alaihi wa sallam). Allah memperlihatkan apapun yang Dia kehendaki untuk siapapun yang Dia kehendaki.

Imam Ibnu Qayyim rahimahullaah menyampaikan, ketika Allah berkehendak untuk memperlihatkan siksa atau nikmat kubur pada sebagian hamba, Allah pasti memperlihatkannya pada hamba yan Dia kehendaki sementara yang lain tidka bisa melihat. Melihat siksa kubur sama seperti melihat Malaikat dan jin yang kadang terjadi dan dialami oleh orang yang dikehendaki Allah melihat hal-hal semacam ini. (159)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullaah menjelaskan, banyak orang yang melihat hal tersebut bahkan mereka bisa mendengar suara orang-orang yang tersiksa dalam kubur, dan melihat sendiri dengan mata kepala mereka seperti yang disebutkan dalam atsar-atsar terkenal. (160) Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullaah juga menyampaikan tidak sedikit orang-orang di masa kita melihat dan mengetahui hal-hal semacam itu, kami memiliki banyak kisah tentang hal itu. (161)

===

(159) Ar-Ruh, hal: 93.

(160) Majmu' al-Fatawa, 4/296.

(161) Majmu' al-Fatawa, 24/376.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis: Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, Ta'liq: Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemahan: Seri ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah: Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing, CV Darul Ilmi, Bogor - Indonesia, Cetakan Kedua, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Misteri Kematian: Mereka yang Mengingkari Adzab Kubur dan Syubhat-syubhat Mereka (3)

Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah

Misteri Kematian

Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat

Alam Kubur

Mereka yang Mengingkari Adzab Kubur dan Syubhat-syubhat Mereka (3)

Syubhat ketiga: dalil akal tentang orang yang disalib yang menurut mereka tidak disiksa setelah disalib.

Jika mereka berhujjah seperti itu, tanggapan kami: kalian lihat orang mati di atas kasur, kalian sama sekali tidak melihat kalau ia dipukul, kalian sama sekali tidak mendengar celaan yang dialamatkan pada si mayit saat mati, ini semua terjadi dan dialami orang-orang kafir dan orang-orang zhalim seperti yang Allah sampaikan: "Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zhalm berada dalam tekanan sakaratul maut, sedang para Malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): 'Keluarkanlah nyawamu,' di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan." (QS. Al-An'am: 93) Imam-imam tafsir menyatakan, sedang para Malaikat memukul dengan tangannya.

Maksudnya memukuli orang-orang zhalim dengan berbagai macam siksa hingga ruh mereka keluar dari jasad. Sisi pengambilan dalil dari ayat ini; bila seperti itu kiranya mereka disiksa di tengah-tengah keluarga baik yang muda atau yang tua, lelaki atau perempuan, namun mereka tidak melihat apapun dan tidak mendengar sedikitpun dari celaan dan cemoohan para Malaikat itu, mereka sama sekali tidak mengetahui pukulan yang dilayangkan. Dan apapun yang diperlakukan terhadap si mayit di malam kubur atau setelah mati jauh lebih hebat. Orang yang melihat dan membuka kuburnya lebih tidak mengetahui hal itu. (157) (158)

===

(157) Bantahan lain; kehidupan banyak macamnya, seperti halnya kaitan antara ruh dan jasad juga bermacam-macam. Kalian lihat orang tidur di atas kasur tidak bergerak, saat tidur ia bermimpi berbicara, datang dan pergi, merasa sakit, lari, berperang dan melihat banyak hal khususnya peristiwa-peristiwa yang bisa digambarkan dengan jelas dan detail, mendengar kata-kata tertentu yang bisa ia ulang dan sampaikan. Lantas apa yang menghalangi keberadaan ruh di alam barzakh terkait dengan jasad untuk kali ketiga, terlebih jasad merasakan sakit oleh rasa sakit yang dirasakan ruh, si pemilik jasad mengetahui hal itu, merasakan dan kondisinya mengalami perubahan tanpa ia sadari, di samping kehidupannya berbeda dengan kehidupan dunia.

(158) Mukhtashar Ma'arijil Qabul oleh Hisyam 'Abdul Qadir 'Ali Uqdah, hal: 218-219.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis: Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, Ta'liq: Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemahan: Seri ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah: Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing, CV Darul Ilmi, Bogor - Indonesia, Cetakan Kedua, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Misteri Kematian: Mereka yang Mengingkari Adzab Kubur dan Syubhat-syubhat Mereka (2)

Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah

Misteri Kematian

Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat

Alam Kubur

Mereka yang Mengingkari Adzab Kubur dan Syubhat-syubhat Mereka (2)

Ayat kedua: "Dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar." (QS. Fathir: 22)

Berdasarkan ayat ini mereka menafikan jika mayit ditanya dan disiksa di dalam kubur, karena dalam ayat ini Allah menafikan pendengaran mayit.

Mereka menolak apapun dan pengaruh apapun yang ada di balik pendengaran. Tanggapan atas syubhat ini ada dua, berdasarkan
penafsiran ayat:

Jika kita menafsirkan ayat ini dengan menafikan pendengaran mayit secara mutlak, Allah Sub-haanahu wa Ta'aala hanya menafikan kemampuan Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam untuk membuat mayit mendengar, Allah tidak menafikan bahwa Ia mampu membuat mayit mendengar, seperti halnya Allah mampu membuat jenazah orang-orang kafir yang dikubur di sebuah sumur dalam peristiwa Badar bisa mendengar perkataan Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam), saat itu beliau menyampaikan: "Apa kalian menemui kebenaran janji yang disampaikan Allah dan Rasul-Nya pada kalian?" (156) Seperti itu juga Allah kuasa untuk membuat mereka mendengar pertanyaan kubur dan merasakan siksa kubur. Dan jika kita tafsirkan pendengaran yang dinafikan dalam ayat di atas adalah pendengaran merespon, bukan pendengaran secara mutlak, berarti tidak ada lagi syubhat.

Dengan demikian jelas kenapa orang-orang kafir disamakan seperti orang-orang yang sudah mati. Mereka memang mendengar penyampaian Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, mendengar kalam Allah yang dibacakan kepada mereka, hanya saja bukan pendengaran dengan maksud merespon dan menerima, karena itulah Allah menyebutkan pendengaran zhahir orang-orang kafir tersebut dalam firman-Nya:

"Dia mendengar ayat-ayat Allah dibacakan kepadanya kemudian dia tetap menyombongkan diri seakan-akan dia tidak mendengarnya." (QS. Al-Jatsiyah: 8)

Andai orang-orang kafir tidak mendengar secara mutlak, baik mendengar dengan maksud untuk merespon dan menerima ataupun mendengar secara mutlak, berarti al-Qur-an bukan hujjah yang menentang mereka dan Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam) belum menyampaikan peringatan untuk mereka karena mereka tidak mendengar. Tidak ada yang lebih rusak dari pendapat lemah ini.

===

(156) Seperti halnya mayit bisa mendengar suara hentakan sandal para pengantar jenazah saat mereka pulang dan meninggalkan si mayit. Dengan demikian pada dasarnya mereka tidak bisa mendengar, namun tidak menutup kemungkinan terkadang mereka bisa mendengar sebagai bentuk pengecualian dari Allah dalam kondisi-kondisi tertentu.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis:
Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, Ta'liq: Syaikh 'Abdurrahman bin
Nashir as-Sa'di, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Syaikh
Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin, tanpa keterangan penerbit, tanpa
keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemahan: Seri
ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena
kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah:
Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing, CV Darul Ilmi,
Bogor - Indonesia, Cetakan Kedua, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013
M.

Misteri Kematian: Mereka yang Mengingkari Adzab Kubur dan Syubhat-syubhat Mereka

Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah

Misteri Kematian

Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat

Alam Kubur

Mereka yang Mengingkari Adzab Kubur dan Syubhat-syubhat Mereka

Pemilik Mukhtashar al-Ma'arij menjelaskan, adzab kubur diingkari Bisyr al-Muraisi dan orang-orang serupa, juga pada pengikut mereka dari kalangan Mu'tazilah. Pemahaman keliru mereka ini didasarkan pada firman Allah:

"Mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia." (QS. Ad-Dukhan: 56)

Dan firman Allah Sub-haanahu wa Ta'aala:

"Dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar." (QS. Fathir: 22)

Mereka berkomentar tentang ayat pertama, andai mereka hidup di dalam kubur tentu akan merasakan kematian dua kali, bukan sekali.

Kemudian tentang ayat keduanya mereka menyatakan, tujuan penyampaian kalam tersebut adalah untuk menyamakan orang-orang kafir dengan para penghuni kubur dalam hal ini mereka sama-sama tidak bisa mendengar. Andai mayit hidup di dalam kubur atau bisa merasa, berarti persamaan tersebut tidak benar.

Mereka meneruskan, dari sisi akal, sebagai contoh kita lihat orang yang disalib, ia tetap disalib hingga seluruh bagian tubuhnya hilang, kita tidak melihat jasad itu dihidupkan lagi, tidak pula ada pertanyaan.

Demikian tiga syubhat yang mereka lontarkan; dua ayat dan satu dalil aqli. Berikut bantahan atas ketiga syubhat mereka itu:

Ayat pertama: "Mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia." (QS. Ad-Dukhan: 56)

Bantahan atas syubhat mereka berkenaan dengan ayat ini:

Ayat ini menggambarkan kenikmatan penghuni Surga, mereka tidak merasakan kematian di Surga seperti yang pernah mereka rasakan ketika di dunia.

Firman Allah Sub-haanahu wa Ta'aala: "Kecuali mati di dunia," sebagai penegasan hal tersebut, yaitu jenis kematian yang pernah mereka rasakan ketika dikeluarkan dari dunia. Tidur yang dialami para penghuni kubur setelah ditanyai Malaikat Munkar dan Nakir tidak disebut kematian, di sana tidak ada rasa sakit ataupun takut (setelah ditanyai) hingga Allah memberikan rasa aman untuk mereka di Surga. Maksud kematian yang dinafikan dalam ayat ini adalah kematian setelah kehidupan dunia dengan disertai hal-hal berat dan sekarat.

Seperti itulah Allah Sub-haanahu wa Ta'aala memutuskan, orang-orang mukmin hanya merasakan kematian sekali saja. Ini tidak berseberangan dengan firman Allah:

"Mereka menjawab: 'Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari Neraka)?'" (QS. Al-Mu`min: 11)

Ayat ini berkenaan dengan orang-orang kafir. Berbeda dengan orang-orang mukmin, setelah meninggal ruh mereka berkelana ke Surga seperti yang Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam sampaikan:

"Sesungguhnya ruh orang mukmin adalah burung yang bertengger di pohon Surga hingga Allah mengembalikan ke jasadnya pada hari dibangkitkan." (155)

Sementara orang-orang kafir berkata: "Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari Neraka)?" (QS. Al-Mu`min: 11) Kematian kedua orang-orang kafir adalah kematian setelah fitnah kubur.

Pendapat kedua adalah penafsiran jumhur, kematian pertama artinya sebagai ketiadaan sebelum mereka ada dalam alam nyata, kematian kedua diartikan saat manusia keluar meninggalkan dunia. Tidur setelah fitnah kubur tidak disebut kematian secara tersendiri, sebab alam barzakh mengikuti kematian kedua dan bukan bagian dari alam dunia ataupun alam akhirat, alam barzakh merupakan tabir antara kedua alam tersebut. Sementara penafsiran pertama mengartikan dua kematian setelah keberadaan manusia di alam wujud, tidak termasuk saat mereka belum ada sama sekali.

===

(155) Shahih: Shahih al-Jami', hadits nomor 2373, dari Ka'ab bin Malik.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis:
Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, Ta'liq: Syaikh 'Abdurrahman bin
Nashir as-Sa'di, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Syaikh
Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin, tanpa keterangan penerbit, tanpa
keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemahan: Seri
ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena
kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah:
Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing, CV Darul Ilmi,
Bogor - Indonesia, Cetakan Kedua, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013
M.

Misteri Kematian: Memohon Perlindungan dari Siksa Kubur

Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah

Misteri Kematian

Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat

Alam Kubur

Memohon Perlindungan dari Siksa Kubur

Nabi (shallallaahu 'alaihi wa sallam) memohon perlindungan kepada Allah dari siksa kubur dan memerintahkan ummat untuk memohon perlindungan dari siksa kubur.

Diriwayatkan dari Sa'ad bin Abi Waqqash ra-dhiyallaahu 'anhu, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam memohon perlindungan setiap kali usai shalat dengan kata-kata berikut:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُرَدَّ إِلَي أَرْذَلِ الْعُمُرِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ

Allaahumma innii a'uu-dzu bika minal bukhli wa a'uu-dzu bika minal jubni wa a'uu-dzu bika an uradda ilaa ardzalil 'umuri wa a'uu-dzu bika min fitnatid dun-yaa wa a'uu-dzu bika min fitnatil qabri.

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut, aku berlindung kepada-Mu untuk dikembalikan pada usia pikun, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kubur." (153)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra-dhiyallaahu 'anhu, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Jika salah seorang dari kalian (usai) membaca tasyahud, hendaklah memohon perlindungan kepada Allah dari empat (hal):

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Allaahumma innii a'uu-dzu bika min 'a-dzaabi jahannama wa min 'a-dzaabil qabri wa min fitnatil mah-yaa wal mamaati wa min syarri fitnatil masiihid dajjaali.

"Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari siksa jahannam, siksa kubur, fitnah hidup dan mati, dan buruknya fitnah al-masih ad-dajjal." (154)

===

(153) Riwayat al-Bukhari, 11/152.

(154) Riwayat Muslim, hadits nomor 588.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis:
Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, Ta'liq: Syaikh 'Abdurrahman bin
Nashir as-Sa'di, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Syaikh
Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin, tanpa keterangan penerbit, tanpa
keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemahan: Seri
ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena
kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah:
Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing, CV Darul Ilmi,
Bogor - Indonesia, Cetakan Kedua, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013
M.

Misteri Kematian: Mereka yang Dilindungi dari Siksa Kubur (5)

Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah

Misteri Kematian

Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat

Alam Kubur

Mereka yang Dilindungi dari Siksa Kubur

5. Membaca Surat al-Mulk

Diriwayatkan dari Ibnu 'Abbas (ra-dhiyallaahu 'anhuma), ia berkata:

"Salah seorang Shahabat Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam) mendirikan tenda di atas sebuah makam, ia tidak mengiranya makam, ternyata di sana ada seseorang tengah membaca surat al-Mulk hingga usai, setelah itu ia mendatangi Nabi (shallallaahu 'alaihi wa sallam) dan berkata: 'Wahai Rasulullah, aku mendirikan kemah di atas sebuah makam, aku tidak mengiranya makam, ternyata itu adalah makam seseorang yang tengah membaca surat al-Mulk hingga usai.' Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam) bersabda: 'Itulah (surat al-Mulk) pelindung, itulah penyelamat yang menyelamatkan dari siksa kubur.'" (150)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra-dhiyallaahu 'anhu, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Di antara al-Qur-an terdapat satu surat (berjumlah) tiga puluh ayat, ia memberi syafaat untuk seseorang hingga diampuni, (surat itu) adalah tabaarakalladzii biyadihil mulku." (151)

Catatan:

Orang yang meninggal pada hari atau malam Jum'at akan dilindungi Allah dari fitnah kubur berdasarkan hadits riwayat at-Tirmidzi dari 'Abdullah bin 'Amr ra-dhiyallaahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Tidaklah seorang muslim meninggal dunia pada hari Jum'at atau malam Jum'at melainkan Allah akan melindunginya dari fitnah kubur." (152)

===

(150) Riwayat at-Tirmidzi, hadits nomor 2890, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam as-Silsilah (al-Ahadits) ash-Shahihah, hadits nomor 1140.

(151) Riwayat at-Tirmidzi, hadits nomor 2893, Abu Dawud, hadits nomor 1400, dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Abi Dawud, hadits nomor 1247.

(152) Riwayat at-Tirmidzi, hadits nomor 1074, dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi, hadits nomor 858.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis: Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, Ta'liq: Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemahan: Seri ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah: Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing, CV Darul Ilmi, Bogor - Indonesia, Cetakan Kedua, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Daftar Isi Ringkasan Bidayah wa Nihayah