Showing posts with label kasyfu syubuhat. Show all posts
Showing posts with label kasyfu syubuhat. Show all posts

Memahami makna kalimat laa ilaaha illaLLOOH memberikan dua manfaat

Penjelasan kitab Kasyfu Syubuhat

Memahami makna kalimat laa ilaaha illaLLOOH memberikan dua manfaat: [1]

Pertama: Gembira dengan karunia ALLOH dan rohmat-NYA, sebagaimana disebutkan dalam firman ALLOH:

"Katakanlah, 'Dengan karunia ALLOH dan rohmat-NYA hendaknya mereka bergembira. Karunia ALLOH dan rohmat-NYA itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan'."
(Qur-an Suroh Yunus: ayat 58)

Kedua: Hati akan merasa sangat takut. [2]

Penjelasan

[1] Manfaat tersebut bisa diperoleh karena ALLOH Sub-haanahu wa Ta'aala telah membuka hatimu sehingga engkau dapat memahami dengan benar makna kalimat yang agung ini (laa ilaaha illaLLOOH). Ini merupakan karunia dan rohmat yang besar dari ALLOH Sub-haanahu wa Ta'aala. Engkau patut bergembira, karena hal semacam ini termasuk perbuatan yang diperintahkan oleh ALLOH Sub-haanahu wa Ta'aala. Dalilnya adalah sebagaimana disebutkan oleh Syaikh (Imam Muhammad bin 'Abdul Wahhab) rohimahuLLOOH bahwa kegembiraan seorang hamba karena nikmat yang ALLOH berikan kepadanya berupa 'ilmu dan 'ibadah termasuk hal yang terpuji. Disebutkan dalam sebuah hadits: "Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, yakni gembira ketika berbuka dan gembira ketika bertemu ROBB-nya." (11)

[2] Yakni kita takut menyimpang seperti yang dialami oleh orang-orang yang tidak memahami makna kalimat tersebut secara benar. Karena hal seperti ini mengandung bahaya yang sangat besar.

Bersambung...

===

(11) Riwayat Imam al-Bukhori, kitab ash-Shoum, bab Hal Yaqulu Inni Shoim idza Syutima, dan Imam Muslim, kitab ash-Shiyam, bab Fadhl ash-Shiyam.

===

Sumber:
Kitab: Syar-hu kasy-fusy syubuhaati wa yaliihi syar-hul u-shuulus sittah, Penulis: Muhammad bin Sholih al-'Utsaimin, Penerbit: Dar ats-Tsaroyya - Kerajaan Saudi Arobia, 1416 H/ 1996 M, Judul terjemah: Syaroh kasyfu syubuhat membongkar akar kesyirikan dilengkapi syaroh ushulus sittah, Penerjemah: Bayu Abdurrohman, Penerbit: Media Hidayah - Jogjakarta, Cetakan I, Robi'uts Tsani 1425 H/ Juni 2004 M.

===

Layanan gratis estimasi biaya rangka atap baja ringan, genteng metal, dan plafon gypsum:
http://www.bajaringantangerang.com

===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Wajib merealisasikan tauhid dengan hati, lidah, dan semua anggota tubuh

Wajib merealisasikan tauhid dengan hati, lidah, dan semua anggota tubuh

Kita akan menutup pembahasan ini, insya ALLOH, dengan satu masalah besar dan penting sekali yang merupakan inti dari pembahasan yang lalu. Kita sendirikan pembicaraan ini, mengingat betapa pentingnya masalah ini dan betapa banyak orang salah memahami masalah ini. Kita katakan, "Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan 'ulama bahwa tauhid wajib diwujudkan dalam hati, dengan lisan dan perbuatan. Apabila salah satu saja dari ketiganya tidak ada pada seseorang, maka orang tersebut belum dikatakan sebagai muslim. Apabila dia telah mengetahui tauhid, tetapi tidak mau meng'amalkannya, maka dia dihukumi kafir mu'annid (orang kafir yang membangkang), seperti kekafiran fir'aun, iblis dan yang semisalnya.

Perbedaan antara istighotsah kepada orang yang bersama kita dan sanggup memenuhinya dengan yang tidak bersama kita

Perbedaan antara istighotsah kepada orang yang bersama kita dan sanggup memenuhinya dengan yang tidak bersama kita

Orang-orang musyrik itu masih memiliki syubhat yang lain. Mereka berkata, "Dalam hadits Nabi shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam disebutkan bahwa manusia pada hari Kiamat beristighotsah (minta pertolongan) kepada Adam 'alayhis salam, kemudian kepada Nuh 'alayhis salam, kemudian kepada Ibrohim 'alayhis salam, kemudian kepada Musa 'alayhis salam, kemudian kepada 'Isa 'alayhis salam, akan tetapi semuanya tak dapat melakukannya sehingga yang terakhir mereka meminta kepada Rosululloh shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam." Mereka mengatakan bahwa hadits ini merupakan dalil bahwa istighotsah kepada selain ALLOH bukan syirik.

Bantahan kepada orang yang menyangka bahwa tauhid cukup dengan ucapan laa ilaaha illaLLOOH

Bantahan kepada orang yang menyangka bahwa tauhid cukup dengan ucapan laa ilaaha illaLLOOH

Orang-orang musyrik memiliki syubhat yang lain lagi. Mereka berkata, "Nabi shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam pernah menegur tindakan Usamah ro-dhiyaLLOOHU 'anhu yang membunuh orang yang mengucapkan laa ilaaha illaLLOOH.

Tidak kafir seseorang yang terjatuh dalam kesyirikan karena ketidaktahuannya lalu bertobat

Tidak kafir seseorang yang terjatuh dalam kesyirikan karena ketidaktahuannya lalu bertobat

Akan tetapi, orang-orang musyrik melontarkan syubhat berkenaan dengan kisah di atas. Mereka mengatakan, "Bani Isroil tidak dikafirkan dengan sebab itu; begitu juga sebagian shohabat yang berkata kepada Nabi shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam, 'Buatkan untuk kami Dzatu Anwath'."

Membongkar syubhat bahwa orang yang melaksanakan sebagian kewajiban Islam tidak menjadi kafir walaupun melakukan kesyirikan

Membongkar syubhat bahwa orang yang melaksanakan sebagian kewajiban Islam tidak menjadi kafir walaupun melakukan kesyirikan

Apabila telah nyata bagimu bahwa orang-orang yang pernah diperangi Rosululloh shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam lebih sehat akalnya dan lebih ringan kesyirikannya daripada orang-orang musyrik zaman sekarang, maka ketahuilah bahwa mereka memiliki syubhat seperti yang telah kita sebutkan. Syubhat tersebut merupakan syubhat mereka yang paling besar. Oleh karena itu, perhatikanlah bantahannya.

Kesyirikan orang-orang sekarang lebih jelek daripada kesyirikan orang-orang di zaman Nabi

Kesyirikan orang-orang sekarang lebih jelek daripada kesyirikan orang-orang di zaman Nabi

Engkau telah mengetahui bahwa yang dinamakan oleh orang-orang musyrikin pada zaman kami ini dengan sebutan kabirul i'tiqod merupakan perbuatan syirik yang pelarangannya disebutkan dalam al-Qur-an dan pelakunya diperangi Rosululloh shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam. Kalau begitu, perhatikanlah bahwa bentuk kesyirikan pada zaman dahulu lebih ringan daripada syirik orang-orang sekarang. Hal itu dipandang dari dua segi:

Meminta perlindungan kepada orang-orang sholih termasuk perbuatan syirik

Meminta perlindungan kepada orang-orang sholih termasuk perbuatan syirik

Lalu apabila dia berkata, "Aku sama sekali tidak menyekutukan ALLOH dengan sesuatu apa pun juga, karena aku memahami bahwa berlindung kepada orang-orang sholih tidak termasuk perbuatan syirik."

Syafa'at yang dibolehkan dan yang dilarang

Syafa'at yang dibolehkan dan yang dilarang

Apabila dia berkata, "Apakah engkau mengingkari syafa'at Rosululloh shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam dan berlepas diri darinya?"

Bantahan terhadap orang yang menganggap do'a bukan termasuk 'ibadah

Bantahan terhadap orang yang menganggap do'a bukan termasuk 'ibadah

Ketahuilah bahwa tiga syubhat ini adalah termasuk syubhat yang paling besar yang ada pada mereka. Karena itu jika engkau telah mengetahui bahwa ALLOH telah menjelaskan kepada kita ketiga hal itu dalam kitabnya dan engkau pun telah memahaminya dengan pemahaman yang baik, maka syubhat-syubhat selain itu lebih mudah lagi dipahami.

Bantahan terhadap para ahlu batil

Bantahan terhadap para ahlu batil

Aku akan menyebutkan beberapa bantahan yang ALLOH sebutkan dalam kitab-NYA sebagai jawaban atas hujjah orang-orang musyrik kepada kami pada zaman ini.

Kewajiban membekali diri dengan ilmu al-Qur-an dan as-Sunnah dalam menghadapi syubhat para musuh

Kewajiban membekali diri dengan ilmu al-Qur-an dan as-Sunnah dalam menghadapi syubhat para musuh

Apabila kita telah mengetahui bahwa pada jalan ALLOH pasti ada musuh-musuh yang menghadang dari kalangan orang-orang yang pandai berbicara, mempunyai banyak ilmu dan hujjah, maka kita wajib mempelajari agama ALLOH sebagai senjata untuk memerangi syaithon-syaithon itu.

Hikmah ALLOH menjadikan musuh-musuh bagi para Nabi dan kekasih ALLOH

Hikmah ALLOH menjadikan musuh-musuh bagi para Nabi dan kekasih ALLOH

Ketahuilah, bahwa karena hikmah-NYA, ALLOH Sub-haanahu wa Ta'aala tidak pernah mengutus seorang Nabi dengan membawa ajaran tauhid ini kecuali selalu menciptakan musuh-musuh yang memusuhi dakwahnya. Hal ini disebutkan ALLOH Sub-haanahu wa Ta'aala dalam firman-NYA,

Tauhid, nikmat ALLOH yang besar bagi orang-orang yang beriman

Tauhid, nikmat ALLOH yang besar bagi orang-orang yang beriman

Jika engkau telah benar-benar mengetahui apa yang aku paparkan di muka, dan engkau pun sudah mengetahui makna syirik yang difirmankan ALLOH Sub-haanahu wa Ta'aala:

Tauhid uluhiyah merupakan makna dari perkataan Laa ilaaHa illaLLOOH

Tauhid uluhiyah merupakan makna dari perkataan Laa ilaaHa illaLLOOH

Inilah tauhid yang merupakan makna dari kalimat Laa ilaaHa illaLLOOH. Al-ilah (sesembahan) yang dimaksud orang-orang musyrik adalah berkaitan dengan hal-hal tersebut, baik sesembahan itu berwujud Malaikat, Nabi, wali, pohon, kuburan, atau jin. Mereka tidak menganggap bahwa al-ilah (sesembahan) mereka itu adalah yang menciptakanm yang memberi rizqi, dan yang mengatur alam semesta, karena mereka mengakui bahwa yang demikian itu adalah hak ALLOH semata, sebagaimana telah aku kemukakan di depan. Akan tetapi, yang mereka maksudkan dengan al-ilah (sesembahan) adalah seperti apa yang dikehendaki orang-orang musyrik pada zaman kita dengan lafzh as-sayyid. Dalam keadaan mereka seperti itu, datanglah Nabi shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam menyeru kepada kalimat tauhid, yaitu kalimat Laa ilaaHa illaLLOOH.

Orang-orang musyrik yang dulu diperangi Rosululloh mengakui tauhid rububiyah

Orang-orang musyrik yang dulu diperangi Rosululloh shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam mengakui tauhid rububiyah

Jika engkau ingin dalil yang menunnjukkan bahwa orang-orang musyrik yang diperangi oleh Rosululloh shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam bersaksi (mengakui) hal-hal tersebut, maka silakan anda baca firman ALLOH Sub-haanahu wa Ta'aala:

Tauhid Uluhiyah prioritas dakwah para Nabi

Tauhid Uluhiyah prioritas dakwah para Nabi

Ketahuilah wahai saudaraku rohimakaLLOH, sesungguhnya tauhid adalah mengesakan ALLOH dalam ber'ibadah. Tauhid merupakan inti agama para Rosul yang ALLOH utus untuk mendakwahkan agama itu kepada para hamba-NYA.

Daftar Isi Ringkasan Bidayah wa Nihayah