Sebab-sebab Terjaganya Harta dan Bertambahnya Harta
Sebab-sebab terjaganya harta dan berkembangnya, atau mendapatkan pahala karena mendermakannya, banyak sekali. Di antaranya:
1. Mengingat Allah
Allah berfirman,
"Hendaklah ketika engkau masuk ke dalam Surgamu, engkau ucapkan, 'Apa yang Allah kehendaki terjadi, tidak ada kekuatan kecuali kecuali dari Allah." (QS. Al-Kahfi: 39)
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
"Jika salah satu kalian melihat sesuatu yang mengagumkan dari saudaranya, atau dirinya sendiri, atau hartanya, maka mintalah keberkahan dari Allah. Karena sesungguhnya mata adalah benar." (1)
Islam menganjurkan bagi orang yang melihat sesuatu yang mengagumkan dari hartanya, baik karena banyak, indah dan bagusnya, untuk berdo'a pada Allah agar diberi keberkahan hartanya. Dan hendaknya mengingat Allah dengan ucapan Maa syaa-allaahu laa quwwata illaa billaah.
Yang demikian itu agar mata manusia tidak tertipu oleh keindahan hartanya sehingga tidak mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Selain itu juga agar Allah menjadikan hartanya berkah dan bertambah.
Ucapan: Maa syaa-allaahu laa quwwata illaa billaah (Apa yang Allah kehendaki terjadi, tidak ada kekuatan kecuali dari Allah), adalah bentuk kepasrahan dan penyerahan. Sesungguhnya apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki tidak akan terjadi. Adanya harta di tangan seseorang adalah karena kekuasaan dari Allah, bukan karena kekuasaan dan kemampuan seseorang. Jika Allah menghendaki mencabut berkahnya, maka harta itu tidak akan terkumpul, karena seseorang tidak memiliki kekuasaan sedikitpun dan tidak memiliki kemampuan untuk menghindar dari bahaya. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
"Maukah engkau aku ajarkan kalimat yang merupakan simpanan surga! Yaitu kalimat: Laa haula wa laa quwwata illaa billaah." (2)
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam sendiri selalu ingat kepada Allah dan berlindung pada-Nya dari tipuan harta. Setiap kali beliau (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) pergi dan kembali dari bepergian, beliau berdo'a:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَابَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالأَ هْلِ
Allaahumma innii a'uudzu bika min wa'tsaa-is safari wa kaabatil manzhari wa suu-il munqalabi fil maali wal ahli.
"Wahai Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mua dari kesulitan bepergian, kesedihan pandangan dan tipuan harta dan keluarga." (3)
===
(1) Musnad Ahmad 15740, Hamzah Ahmad az-Zain berkata: Isnadnya shahih.
(2) HR. Al-Bukhari, kitab al-Qadar.
(3) HR. Muslim, kitab al-Hajj.
===
Maraji'/ Sumber:
Kitab: Anta wal maala, Penulis: Syaikh Adnan ath-Tharsyah, Penerbit: Maktabah Wahbah - Kairo, Judul terjemah: Anda dan harta, Penerjemah: Taufik Damas Lc, Editor: H. Abdurrahman Kasdi Lc, Penerbit: Pustaka al-Kautsar, Jakarta - Indonesia, Cetakan Pertama, Juli 2004 M.
===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT