Syarah Kasyfu Syubuhat
Membongkar Akar Kesyirikan
Ketahuilah, bahwa karena hikmah-Nya Allah Sub-haanahu wa Ta'aala tidak pernah mengutus seorang Nabi dengan membawa ajaran tauhid ini kecuali selalu menciptakan musuh-musuh yang memusuhi dakwahnya. Hal ini disebutkan Allah Sub-haanahu wa Ta'aala dalam firman-Nya,
"Dan demikianlah Kami jadikan musuh untuk tiap-tiap Nabi, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan jin. Sebagian dari mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)." (QS. Al-An'am: 112) (1)
Penjelasan
===
(1) Syaikh (Muhammad bin 'Abdul Wahhab) rahimahullaah menjelaskan adanya faedah yang besar dalam ayat ini. Beliau menjelaskan bahwa tatkala Allah mengutus seorang Nabi, Allah selalu menjadikan musuh-musuh dari kalangan jin dan manusia untuk mereka. Hikmahnya adalah dengan adanya musuh tersebut kebenaran akan menjadi semakin jelas dan terang. Karena setiap kali kebenaran dibantah dan ditentang maka akan semakin kuat dan mantap hujjahnya. Begitulah yang telah Allah Sub-haanahu wa Ta'aala tetapkan untuk para Nabi 'alaihimus salaam dan juga para pengikut mereka. Oleh karena itu, siapa saja yang mengikuti para Nabi akan mendapatkan seperti yang didapat oleh para Nabi. Allah Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman,
"Dan demikianlah Kami jadikan musuh untuk tiap-tiap Nabi, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan jin. Sebagian dari mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)." (QS. Al-An'am: 112)
Allah Sub-haanahu wa Ta'aala juga berfirman,
"Dan seperti itulah, bagi tiap-tiap Nabi Kami jadikan musuh dari kalangan orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Rabbmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong." (QS. Al-Furqan: 31)
Permusuhan mereka kepada para Rasul serta ajaran dan pengikutnya dilakukan dengan dua cara:
Pertama: Menimbulkan keragu-raguan.
Kedua: Melancarkan permusuhan.
Untuk menghadapi cara pertama, yaitu menimbulkan keragu-raguan, Allah Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman, "Dan cukuplah Rabbmu menjadi pemberi petunjuk." Dan untuk menghadapi permusuhan mereka, Allah Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman, "Dan cukuplah Rabbmu menjadi penolong."
Jadi, Allah Sub-haanahu wa Ta'aala akan memberi petunjuk kepada para Rasul dan pengikut-pengikutnya serta menolong mereka dalam menghadapi musuh-musuh yang paling kuat sekalipun. Oleh karena itu, seharusnya kita tidak berputus asa dengan banyaknya musuh-musuh dan kekuatan orang-orang yang melawan kebenaran.
Perhatikanlah nasehat Ibnul Qayyim rahimahullaah. Beliau pernah berkata, "Kebenaran itu akan mendapatkan pertolongan dan ujian. Oleh karena itu, janganlah engkau heran, karena ini telah menjadi Sunnatullah Yang Maha Pengasih."
Jadi, kita tidak boleh berputus asa. Kita wajib bersabar dan selalu mengharap datangnya pahala bagi orang-orang yang bertakwa. Harapan seperti itu akan menjadi pendorong yang kuat bagi kelangsungan dakwah. Sebaliknya, sikap putus asa akan menyebabkan kelemahan dan kemalasan dalam berdakwah.
===
Maraji'/ sumber:
Kitab: Syarhu Kasyfu asy-Syubuhaati wa Yaliihi Syarhu al-Ushuuli as-Sittah, Penulis: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaah, Penerbit: Dar ats-Tsarayya - Kerajaan Saudi Arabia, Tahun 1416 H/ 1996 M, Judul Terjemahan: Syarah Kasyfu Syubuhat Membongkar Akar Kesyirikan dilengkapi Syarah Ushulus Sittah, Penerjemah: Bayu Abdurrahman, Penerbit: Media Hidayah, Jogjakarta - Indonesia, Cetakan Pertama, Rabi'uts Tsani 1425 H/ Juni 2004 M.
===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT