Dorongan mengerjakan puasa Romadhon
1. Pengampunan dosa
Pembuat syari'at Yang Maha bijaksana telah memotivasi untuk berpuasa pada bulan Romadhon seraya menjelaskan keutamaan-keutamaan dan ketinggian kedudukannya. Sekalipun orang yang menjalankan puasa itu memiliki tumpukan dosa seperti buih di lautan, niscaya akan diberikan ampunan kepadanya karena 'ibadah yang baik lagi penuh berkah ini.
Dari Abu Huroiroh ro-dhiyaLLOOHU 'anhu, dari Nabi shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam, Beliau bersabda:
"Barangsiapa berpuasa Romadhon dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, niscaya akan diberikan ampunan kepadanya atas dosa-dosanya yang telah lalu." (22)
Masih dari Abu Huroiroh ro-dhiyaLLOOHU 'anhu, dari Nabi shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam, Beliau bersabda:
"Sholat lima waktu, dari Jum'at ke Jum'at berikutnya, dari Romadhon ke Romadhon berikutnya, bisa menghapuskan dosa-dosa yang terjadi di antaranya, jika dosa-dosa besar dihindari." (23)
Juga dari Abu Huroiroh ro-dhiyaLLOOHU 'anhu bahwa Nabi shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam pernah menaiki mimbar seraya berucap: "Aamiiiin, aamiiiin, aamiiiin." Dikatakan: "Wahai Rosululloh, sesungguhnya engkau telah menaiki mimbar lalu engkau mengucapkan: 'Aamiiiin, aamiiiin, aamiiiin'?" Maka Beliau shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Jibril 'alay-his salam telah mendatangiku seraya berkata: 'Barangsiapa mendapatkan bulan Romadhon lalu tidak diberikan ampunan kepadanya dan kemudian dia pasti masuk Neraka, namun ALLOH menjauhkannya, maka ucapkanlah: Aamiiin.' Selanjutnya aku katakan: aamiiiin..." (24)
===
(22) Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhori 4/99 dan Imam Muslim 759.
Makna "iimaanan wa ihtisaaban" berarti percaya sepenuhnya akan kewajiban puasa tersebut serta mengharapkan pahalanya. Menjalankan puasa dengan sepenuh jiwa tanpa adanya unsur keterpaksaan dan tidak juga merasa keberatan untuk menjalaninya. Berikut ini ungkapan seseorang yang mempunyai gelar: Amirusy Syu'aroo, yaitu Ahmad Syauqi:
"Romadhon telah berlalu,
datangkanlah ia kembali.
Jiwa yang penuh kerinduan
berjalan mengejar yang dirindukan."
(23) Diriwayatkan oleh Imam Muslim.
(24) Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Khuzaimah 3/192, Imam Ahmad 2/426 dan 254, Imam al-Baihaqi 4/204 melalui beberapa jalan dari Abu Huroiroh ro-dhiyaLLOOHU 'anhu. Ia merupakan hadits shohih dan aslinya ada di dalam kitab Shohiih Muslim 4/1978, dan dalam bab yang sama dari beberapa orang Shohabat. Silahkan lihat di dalam kitab Fahdaa-ilu Syahri Romadhoon halaman 25-34 melalui beberapa jalan dari Abu Huroiroh ro-dhiyaLLOOHU 'anhu.
===
Maroji':
Kitab: Shifatu Shoumin Nabi shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam fii Romadhoon, Penulis: Abu Usamah Salim bin 'Ied al-Hilali dan 'Ali Hasan 'Ali 'Abdul Hamid, Penerbit: al-Maktabah al-Islamiyyah, Amman - Yordania, Cetakan IV, 1412 H/ 1992 M, Judul terjemahan: Meneladani Shoum Rosululloh shollaLLOOHU 'alayhi wa sallam, Penerjemah: M. Abdul Ghoffar E.M, Penerbit: Pustaka Imam asy-Syafi'i, Cetakan II, 1426 H/ 2005 M.
===
Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com
===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT