Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaah.
Kajian Ramadhan.
Kajian Kesebelas.
Adab-adab Puasa yang Disunnahkan (2).
2. Segera berbuka puasa.
Di antara adab puasa yang disunnahkan adalah segera berbuka puasa jika sudah dapat dipastikan terbenamnya matahari dengan menyaksikannya secara langsung atau sudah yakin bahwa matahari telah terbenam berdasarkan informasi dari orang yang terpercaya melalui pengumandangan adzan atau hal lainnya.
Diriwayatkan dari Sahl bin Sa'd radhiyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:
"Manusia terus berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan buka puasa." (Mutafaq 'alaih)
Dalam hadits qudsi disebutkan oleh Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman:
"Sesungguhnya hamba-hamba-Ku yang paling aku sukai adalah yang paling bersegera berbuka puasa." (Hadits Riwayat Imam Ahmad dan Imam at-Tirmidzi) (19)
Disunnahkan lagi agar berbuka puasa dengan menggunakan ruthab. Kalaupun tidak ada bisa menggunakan tamr (20). Jika tidak ada, bisa berbuka dengan air. Anas radhiyallaahu 'anhu berkata:
"Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam berbuka puasa dengan menyantap beberapa ruthab sebelum melaksanakan shalat (maghrib). Jika tidak ada ruthab, beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam berbuka dengan tamr. Jika tidak ada tamr, beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam minum beberapa teguk air."
(Hadits Riwayat Imam Ahmad, Imam Abu Dawud, dan Imam at-Tirmidzi) (21)
Jika tidak ada ruthab, tamr, maupun air, maka beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam berbuka puasa dengan makanan atau minuman apa saja yang ada, asalkan halal. Jika tidak mendapatkan sesuatu yang bisa dimakan, maka beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam meniatkan berbuka dengan hati, namun tidak mengisap jari atau menghimpun air liur lalu menelannya, seperti yang dilakukan oleh sebagian orang awam.
Hendaknya ia berdo'a ketika berbuka puasa dengan do'a yang disukainya. Dalam kitab Sunan Ibni Majah disebutkan riwayat bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:
"Sesungguhnya orang yang berpuasa itu punya kesempatan berdo'a yang tidak akan tertolak, yaitu ketika ia berbuka puasa."
Dalaam kitb Majma-uz Zawa'id disebutkan bahwa sanad hadits ini shahih. (22)
Imam Abu Dawud meriwayatkan dari Mu'adz bin Zuhrah secara mursal marfu' bahwa ketika berbuka, Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam berdo'a:
اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Allaahumma laka shumtu wa 'ala rizqika af-thartu
"Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan atas rezeki-Mu aku berbuka." (23)
Dalam hadits Ibnu 'Umar radhiyallaahu 'anhuma disebutkan bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam jika buka puasa, berdo'a:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Dzahabazh zhama-u wabtallatil uruuqu wa tsabatal ajru in-syaa allaah
"Dahaga telah lenyap, urat-urat menjadi basah dan jika Allah menghendaki akan mendapat pahala." (24)
Baca selanjutnya: Adab-adab Puasa yang Disunnahkan (3)
===
(19) Sanad hadits ini dha'if. Imam at-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib.
(20) Yang dinamakan ruthab adalah kurma matang sebelum menjadi tamr.
(21) Sanad hadits ini hasan.
(22) Sebagian 'ulama melemahkan hadits ini. Penyebab perbedaan pendapat mereka mengenai keshahihan hadits ini adalah perbedaan pendapat di kalangan mereka dalam menentukan salah seorang rawinya. Namun demikian, hadits ini mempunyai syawahid mengenai dikabulkannya do'a orang yang berpuasa secara mutlak. Dengan demikian, hadits ini paling tidak memiliki derajat hasan.
(23) Mu'adz bin Zuhrah adalah seorang tabi'in yang dianggap tsiqah oleh Imam Ibnu Hibban. Hadits ini dha'if karena kemursalannya, akan tetapi ia mempunyai syawahid yang bisa menguatkannya.
(24) Sanadnya hasan.
===
Maraji'/ sumber:
Kitab: Majaalisu Syahru Ramadhaan, Penulis: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaah, Penerbit: Daruts Tsurayya lin Nasyr - Riyadh, Cetakan I, 1422 H/ 2002 M, Judul terjemahan: Kajian Ramadhan, Penerjemah: Salafuddin Abu Sayyid, Penerbit: al-Qowam - Solo, Cetakan V, 2012 M.
===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT