Adab-adab Puasa yang Disunnahkan (3) | Kajian Ramadhan

Majaalisu Syahru Ramadhaan.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaah.

Kajian Ramadhan.

Kajian Kesebelas.

Adab-adab Puasa yang Disunnahkan (3).

3. Banyak membaca al-Qur-an, berdzikir, berdo'a, shalat dan sedekah.

Adab puasa lainnya yang disunnahkan adalah banyak membaca al-Qur-an, berdzikir, berdo'a, shalat dan sedekah. Dalam kitab Shahih Ibni Khuzaimah dan kitab Shahih Ibni Hibban disebutkan bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

"Ada tiga golongan yang do'a mereka tidak akan tertolak: orang yang berpuasa sehingga ia berbuka, imam yang adil, dan do'a orang yang dizhalimi. Allah mengangkat do'a mereka di atas awan lalu membukakan untuknya pintu-pintu langit, lalu Allah berfirman: 'Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu walau beberapa saat kemudian'." (Hadits Riwayat Imam Ahmad dan Imam at-Tirmidzi) (25)

Dalam kitab Shahihain disebutkan riwayat hadits dari Ibnu 'Abbas radhiyallaahu 'anhuma bahwa ia berkata:

"Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam adalah orang yang paling dermawan, dan lebih dermawan lagi ketika beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam berada di bulan Ramadhan pada saat Jibril mengecek kembali al-Qur-an yang telah dihafal oleh Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam. Sungguh, Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam itu jauh lebih dermawan daripada angin yang berhembus cepat (yang memberi manfaat sangat luas, -ed)."

Kedermawanan beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam itu meliputi segala bentuk kedermawanan, mulai dari mencurahkan 'ilmu, mengorbankan jiwa dan harta karena Allah di dalam membela dan memenangkan agama-Nya dan memberikan petunjuk kepada para hamba-Nya, memberikan manfaat kepada orang lain dengan segala cara yang bisa dilakukan, dengan cara mengajar mereka yang masih jahil (bodoh), memenuhi kebutuhan mereka, dan memberi makan mereka yang lapar. Kedermawanan beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam ini terus bertambah pada bulan Ramadhan disebabkan karena kemuliaan waktu, berlipatgandanya pahala serta membantu orang-orang yang beribadah untuk meningkatkan ibadah mereka. Penyatuan antara puasa dan memberi makan merupakan bagian dari penyebab masuk Surga.

Dalam kitab Shahih Muslim disebutkan hadits dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

"Siapa di antara kalian yang berpuasa pada hari ini?" Abu Bakar radhiyallaahu 'anhu menjawab, "Aku." Beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda lagi: "Siapa di antara kalian yang pada hari ini mengiringi jenazah?" Abu Bakar menjawab: "Aku." Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda lagi: "Siapa di antara kalian yang hari ini memberi makan orang miskin?" Abu Bakar menjawab: "Aku." Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda lagi: "Siapa di antara kalian yang pada hari ini telah menjenguk orang sakit?" Abu Bakar menjawab: "Aku." Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam kemudian bersabda: "Tidaklah amalan-amalan itu terhimpun pada diri seseorang melainkan ia akan masuk Surga."

Baca selanjutnya: Adab-adab Puasa yang Disunnahkan (4)

===

(25) Hadits ini mengandung kelemahan, akan tetapi sebagiannya mempunyai syawahid yang menguatkannya.

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: Majaalisu Syahru Ramadhaan, Penulis: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaah, Penerbit: Daruts Tsurayya lin Nasyr - Riyadh, Cetakan I, 1422 H/ 2002 M, Judul terjemahan: Kajian Ramadhan, Penerjemah: Salafuddin Abu Sayyid, Penerbit: al-Qowam - Solo, Cetakan V, 2012 M.

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Daftar Isi Ringkasan Bidayah wa Nihayah