Adab-adab Puasa yang Disunnahkan | Kajian Ramadhan

Majaalisu Syahru Ramadhaan.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaah.

Kajian Ramadhan.

Kajian Kesebelas.

Adab-adab Puasa yang Disunnahkan.

Segala puji bagi Allah, Dzat yang mengantarkan orang yang berharap untuk memperoleh sesuatu jauh di atas apa yang diharapkannya, dan memberi orang yang meminta melebihi apa yang diminta. Kami memuji Allah atas petunjuk yang dianugerahkan kepada kita, dan aku mengakui keesaan-Nya dengan pengakuan yang berdasarkan dalil dan dasar-dasarnya. Kami ucapkan do'a permohonan rahmat dan kedamaian untuk Nabi kami, Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, sebagai hamba dan utusan-Nya, kepada shahabat setianya, Abu Bakar, yang senantiasa menemani beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dalam bepergian maupun ketika berada di kampung sendiri, kepada 'Umar yang selalu menjaga Islam dengan penuh keteguhan tanpa pernah kenal takut, kepada 'Utsman yang senantiasa bersabar terhadap bencana ketika menimpa, kepada 'Ali bin Abi Thalib yang berhasil membuat musuh takut karena keberaniannya sebelum berhasil mengalahkannya, serta kepada seluruh keluarga dan para shahabat yang telah pertama-tama menerima Islam, baik dalam persoalan dasar maupun cabang, dan mereka terus berpegang dengannya selama angin masih berhembus dari arah utara, selatan, barat dan timur.

Kesempatan ini akan kita gunakan untuk menjelaskan bagian kedua dari adab-adab puasa, yaitu adab-adab yang bersifat sunnah. Di antara adab-adab itu adalah sebagai berikut:

1. Makan sahur.

Yaitu makan di akhir malam. Dinamakan demikian karena hal itu dilakukan pada waktu sahar (waktu menjelang shubuh). Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memerintahkan hal ini melalui sabda beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam:

"Bersahurlah, karena sesungguhnya ada berkah padanya." (Mutafaq 'alaih)

Sedangkan dalam kitab Shahih Muslim disebutkan riwayat dari Amru bin Ash radhiyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

"Yang membedakan puasa yang kita tunaikan dengan puasa yang dilakukan oleh ahli kitab adalah makan sahur."

Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memuji makan sahur dengan menyantap kurma. Beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

"Sebaik-baik makan sahurnya orang mukmin adalah kurma." (Hadits Riwayat Imam Abu Dawud) (17)

Baca selanjutnya: Adab-adab Puasa yang Disunnahkan (1/2)

===

(17) Sanada hadits ini hasan, akan tetapi mempunyai syawahid yang mengangkatnya sampai kepada tingkatan shahih.

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: Majaalisu Syahru Ramadhaan, Penulis: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaah, Penerbit: Daruts Tsurayya lin Nasyr - Riyadh, Cetakan I, 1422 H/ 2002 M, Judul terjemahan: Kajian Ramadhan, Penerjemah: Salafuddin Abu Sayyid, Penerbit: al-Qowam - Solo, Cetakan V, 2012 M.

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Daftar Isi Ringkasan Bidayah wa Nihayah