Kajian Kesepuluh
Adab-adab Menjalankan Puasa Wajib (5)
Disebutkan riwayat yang shahih dari Ibnu Mas'ud radhiyallaahu 'anhu bahwa ia pernah ditanya mengenai ayani dan ia menjawab: "Demi Allah tiada sembahan yang benar selain-Nya, yang dimaksud dengan ayat ini adalah nyanyian."
Disebutkan juga riwayat yang shahih dari Ibnu 'Abbas dan Ibnu 'Umar radhiyallaahu 'anhum. Sedangkan Ibnu Katsir rahimahullaah menyebutkan riwayat yang sama dari Jabir, Ikrimah, Sa'id bin Jubair, dan Mujahid radhiyallaahu 'anhum.
Hasan berkata: "Ayat ini turun mengenai nyanyian dan aneka seruling (baca alat musik, -penerj)."
Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam telah memperingatkan agar menjauhi alat-alat musik serta menyamakannya dengan zina. Beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:
"Akan ada dari kalangan ummatku suatu kaum yang menghalalkan 'kemaluan' (zina) dan sutera serta menghalalkan khamr dan alat-alat musik." (Hadits Riwayat Imam al-Bukhari)
Yang dimaksud dengan kata 'menghalalkan' di sini adalah melakukannya seperti layaknya melakukan sesuatu yang halal tanpa ada kekhawatiran apa-apa. Hal ini sudah benar-benar terjadi di zaman kita sekarang ini. Ada sementara orang yang sudah menggunakan berbagai macam alat musik atau memperdengarkannya seakan ia merupakan sesuatu yang halal. Ini merupakan bagian dari keberhasilan para musuh Islam yang selalu melakukan tipu daya mereka terhadap kaum muslimin sehingga berhasil memalingkan mereka dari berdzikir untuk mengingat Allah dan dari hal-hal penting bagi mereka, baik berkaitan dengan persoalan agama maupun dunia mereka. Akhirnya mereka yang mendengarkan hal itu jauh lebih banyak dan lebih sering daripada mendengarkan bacaan ayat al-Qur-an dan hadits serta perkataan para 'ulama yang berisi penjelasan mengenai hukum-hukum syari'at dan hikmah-hikmahnya. Oleh karena itu waspadalah segala hal yang bisa membatalkan dan mengurangi nilai puasa. Jagalah baik-baik puasa kalian, jangan sampai ternodai oleh perkataan dusta dan permainan yang dusta. Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:
"Siapa yang tidak bisa meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta serta perbuatan jahil (bodoh), maka Allah tidak lagi punya kepentingan terhadap amalan meninggalkan makan dan minum (puasanya)."
Jabir radhiyallaahu 'anhu berkata: "Jika engkau berpuasa, maka puasakan pula pendengaranmu, penglihatanmu, dan lidahmu dari berkata dusta dan hal-hal yang haram. Tinggalkanlah perbuatan menyakiti tetangga. Hendaklah kamu tenang dalam menjalankan puasa, dan jangan sampai hari ketika engkau puasa dengan hari ketika tidak puasa sama saja."
Ya Allah, peliharalah agama kami, dan halangi anggota badan kami dari perbuatan yang membuat-Mu murka. Ampunilah kami, kedua orang tua kami dan seluruh kaum muslimin dengan rahmat-Mu, wahai Pemberi rahmat yang terbaik. Semoga Allah mencurahkan rahmat dan kedamaian kepada Nabi Muhammad, serta kepada keluarga dan para shahabat seluruhnya.
Bersambung...
===
Maraji'/ sumber:
Kitab: Majaalisu Syahru Ramadhaan, Penulis: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaah, Penerbit: Daruts Tsurayya lin Nasyr - Riyadh, Cetakan I, 1422 H/ 2002 M, Judul terjemahan: Kajian Ramadhan, Penerjemah: Salafuddin Abu Sayyid, Penerbit: al-Qowam - Solo, Cetakan V, 2012 M.
===
Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com
===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT