Rumah Tangga Adalah Nikmat Ilahi
Saudariku, pernikahan adalah anugerah dan nikmat yang sangat besar bagi ummat manusia. Allah menyebut hubungan cinta kasih sepasang suami istri sebagai salah satu tanda kekuasaan-Nya bagi siapa saja yang mau menggunakan akalnya.
Allah Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman:
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir." (QS. Ar-Ruum (31): 21)
Coba renungi, bagaimana hubungan cinta kasih terjalin di antara sepasang insan laki-laki dan perempuan yang sebelumnya tidak saling mengenal, berhubungan atau saling bertatap muka. Bahkan, sosok pria itu belum pernah terlintas di relung hatinya. Lalu atas kuasa Allah keduanya bertemu dan dipersatukan dalam satu ikatan yang sangat kuat, yaitu tali pernikahan. Kemudian Allah Sub-haanahu wa Ta'aala menumbuhkan perasaan cinta dan kasih sayang dalam hati mereka. Keduanya saling mengasihi dan menyayangi.
Istri merasakan ketenangan dan kedamaian bila berada di sisi suaminya, demikian pula sebaliknya. Sehingga tak ada sesuatu yang lebih mereka sukai selain selalu bersama.
Suami istri ibarat pakaian bagi pasangannya; saling memberi kehangatan, menutupi, merekatkan, melindungi dan saling membutuhkan. Sungguh, sebuah ikatan hati yang sangat erat, sehingga Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam mengatakan:
"Kami tidak melihat ada solusi bagi sepasang insan yang saling jatuh cinta selain menikah." (1)
Saudariku, para istri yang mulia. Sadarilah, rumah tangga yang Allah karuniakan kepadamu itu adalah sebuah anugerah yang sangat besar.
Namun, sebagai manusia kita acap kali lalai. Kadang kala kita baru dapat merasakan besarnya sebuah nikmat dan baru bisa menyadari agungnya sebuah nikmat, justru setelah nikmat itu ditarik darinya.
Banyak orang yang baru merasakan besarnya nikmat sehat justru setelah ia sudah jatuh sakit. Seseorang baru merasakan besarnya nikmat penglihatan dan pendengaran, justru setelah penglihatan dan pendengarannya telah diambil oleh Allah Sub-haanahu wa Ta'aala. Seseorang baru merasakan nikmat kaya justru setelah ia jatuh miskin, dan seterusnya...
Maha benar Allah Sub-haanahu wa Ta'aala dalam firman-Nya:
"Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur." (QS. Saba' (34): 13)
Wahai para istri. Suami yang Allah anugerahkan kepadamu adalah sebuah nikmat.
Lihatlah di sekitarmu! Berapa banyak wanita yang begitu mengharapkan kehadiran seorang suami. Mereka ingin sekali mencicipi sebuah pernikahan, namun takdir Allah, jodoh yang dinanti-nantikan tak kunjung datang. Di sisi lain, berapa banyak wanita yang kehilangan suaminya dan harus berpisah dengan orang yang sangat dicintainya?
Jadi, apabila sekarang Allah Sub-haanahu wa Ta'aala telah menganugerahkan kepadamu seorang suami, bukankah itu merupakan suatu nikmat yang sangat besar? Apalagi bila suami yang Allah anugerahkan tersebut adalah seorang suami yang shalih dan taat beragama.
Akan tetapi, mengapa masih saja banyak di antara kita yang menghadapi suami dengan keluh kesah dan dengan rasa tidak puas?
Para istri yang mulia. Anak-anak yang Allah anugerahkan kepadamu adalah sebuah nikmat.
Perhatikanlah sekelilingmu!
Berapa banyak pasangan yang begitu mengharapkan kehadiran anak, namun Allah belum berkehendak memenuhi keinginan mereka. Berapa banyak wanita yang ingin sekali menjadi seorang ibu; namun kehendak Allah berbicara lain, sehingga ia tak mampu mengandung dan melahirkan.
Jadi, mengapa masih banyak dari kita yang mengurus anak-anak hanya dengan mengeluh dan menggerutu?
Anak rewel, kita mengeluh. Anak nakal, kita mengeluh. Anak sakit, mengeluh. Anak tidak cerdas, mengeluh. Dan ketika letih mengasuh anak pun kita mengeluh.
Ketahuilah, ini adalah tanda-tanda orang yang tidak mensyukuri nikmat Allah.
Camkanlah baik-baik!
Jangan sampai Allah Sub-haanahu wa Ta'aala mencabut nikmat itu dari kita hanya karena kita lalai menunaikan kewajiban untuk mensyukurinya. Allah berfirman:
"Dan (ingatlah) ketika Rabbmu memaklumkan: 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat." (QS. Ibrahim (14): 7)
Dan sadari juga, salah satu hikmah Allah menimpakan suatu bala bencana kepada anak Adam adalah agar hamba yang sedang lalai dapat kembali mengingat Allah dan merasa butuh kepada-Nya.
===
(1) Hadits shahih riwayat Ibnu Majah. Dishahihkan oleh al-Albani dalam kitabnya Shahiih Sunan Ibni Majah (no. 1847).
===
Maraji'/ sumber:
Judul buku: Surat Terbuka untuk Para Istri, Kunci Sukses Rumah Tangga, Penulis: Ummu Ihsan dan Abu Ihsan al-Atsari, Penerbit: Pustaka Imam asy-Syafi'i - Indonesia, Cetakan Pertama, Jumadil Akhir 1435 H/ April 2014 M.
===
HARGA RANGKA BAJA RINGAN
Anda membutuhkan harga rangka baja ringan di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT