Bagian Kedua
Cara Membekam yang Efektif
Teknik Menghisap Kulit
Teknik Menghisap Kulit dengan Memakai Penghisap Udara
Menarik kulit, jaringan di bawah kulit, dan darah di dalam kulit, selain dengan memakai api seperti atas, dapat pula dilakukan dengan memakai penghisap udara bertekanan negatif, sehingga bisa menarik udara yang diikuti dengan tertariknya kulit. Beberapa teknik menghisap atau menarik kulit dengan memakai alat penghisap udara bertekanan negatif antara lain:
1. Dengan Tabung Penghisap
Saat ini sudah ada alat khusus yang berupa tabung gelas yang dilengkapi alat penghisap. Untuk menghisap tidak dipakai api, namun memakai udara bertekanan negatif. Caranya, alat penghisap dihubungkan dengan ujung tabung tadi. Bisa langsung atau dengan melalui selang. Kemudian tabung gelas ditelungkupkan ke daerah yang ditentukan. Lalu dilakukan penghisapan sampai kulit tertarik ke dalam tabung dengan cara menarik pelatuk yang ada. Bisa dilakukan 3 hingga 10 kali penarikan tergantung daerah yang dibekam, kekuatan menarik pelatuk, dan efek terapi yang diinginkan. Hal ini dibiarkan kira-kira 10-15 menit. Karena tidak memakai api, maka teknik ini dipakai untuk pengobatan penyakit yang disebabkan patogen panas yang berlebihan (heat excess).
2. Dengan Karet Penghisap
Alat ini berupa karet berbentuk bulat dengan rongga di dalamnya dan salah satu ujungnya terbuka. Apabila karet ini ditempelkan pada permukaan kulit, kemudian karet ditekan atau dipijat lalu dilepaskan, maka karet akan menarik udara dalam karet, dan selanjutnya akan menarik permukaan kulit, sehingga kulit akan menggelembung. Teknik ini tidak memakai api, tetapi memakai angin, sehingga tidak cocok untuk pengobatan yang disebabkan karena patogen angin.
3. Dengan Memakai Spuid
Spuid adalah alat untuk menyuntik atau memasukkan obat ke dalam tubuh. Pilih spuid ukuran besar dan ditempelkan pada kulit. Lalu lakukan penghisapan perlahan-lahan dan biarkan spuid pada posisi menghisap. Cara ini cocok untuk daerah kulit yang sangat kecil dan rumit, misalnya sekitar kerutan wajah, telinga, sekitar mata, lekukan-lekukan tubuh dan lain-lainnya.
===
Maraji'/ sumber:
Buku: Sembuh dengan Satu Titik, Penulis: dr. Wadda' A. Umar, Editor: Effendy Abu Ahmad, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan XIV, Nopember 2012 M/ Muharram 1434 H.
===
ATAP BAJA RINGAN TERBAIK
Anda membutuhkan atap baja ringan terbaik di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT