Bagian Kedua
Cara Membekam yang Efektif
Teknik Menghisap Kulit
Prinsip bekam adalah menarik kulit, jaringan dan darah di bawah kulit. Ada dua cara untuk menarik atau menghisap. Yang pertama dengan memakai pompa penghisap, yakni pompa penghisap akan menarik udara, diikuti dengan tertariknya kulit. Menarik kulit bisa juga dilakukan dengan api. Dari beberapa penelitian, ternyata menarik dengan api lebih baik dibanding dengan udara. Caranya adalah menyalakan api dalam tabung. Prinsipnya, api di dalam tabung bisa menyala karena adanya udara (oksigen). Bila oksigen habis, maka api akan mati, yang disertai dengan penghisapan atau penarikan kulit, karena api membutuhkan udara. Kulit yang ditarik ini akan mengangkat jaringan dan darah di bawah kulit, sehingga kulit nampak menggelembung.
Teknik Menghisap Kulit dengan Api
Cara tradisional dan alami untuk menarik kulit, jaringan dan darah di bawah kulit adalah dengan api. Berbagai teknik yang bisa di lakukan untuk menarik kulit dengan api adalah sebagai berikut:
1. Teknik Pelemparan Api ke dalam Tabung
Caranya, kapas atau kertas yang sudah diberi spiritus dan sudah menyala, dimasukkan ke dalam gelas atau tabung. Lalu dengan cepat tabung atau gelas ditelungkupkan ke permukaan kulit dengan api yang tetap menyala. Api di dalam tabung akan menghisap oksigen yang ada dalam tabung, dan akan mengangkat permukaan kulit sehingga nampak menonjol ke dalam tabung. Apabila oksigen habis, maka api akan mati dan kulit tetap terangkat atau terhisap. Biarkanlah beberapa menit sampai kulit terhisap dan nampak kemerahan. Dengan memakai api, daya hisapnya sangat kuat. Metode ini sangat cocok dipakai untuk daerah kulit atau otot yang tebal seperti punggung, perut, atau pantat. Namun perlu hati-hati, karena api dapat menyebabkan luka bakar pada kulit.
2. Teknik Menarik Api dari dalam Tabung
Dengan memakai kapas yang sudah diberi spiritus dan dipegang dengan pinset atau dililitkan pada sebatang lidi. Kapas lalu dinyalakan dengan korek api. Peganglah kapas yang sudah menyala dengan memakai klem, penjepit atau forsep. Lalu masukkan ke dalam gelas tabung dan dekatkan dengan permukaan kulit. Sebelum menyentuh kulit, dengan cepat tarik kembali kapas dengan forsep tadi dari tabung, dan dengan cepat pula telungkupkan gelas pada kulit yang telah dipilih. Hal ini akan mengakibatkan kulit terhisap dan terangkat perlahan-lahan. Namun, kulit yang diangkat tidak sebanyak metode pelemparan api. Metode ini coicok dipakai untuk daerah tubuh yang tipis kulitnya, seperti bagian wajah. Metode ini aman, karena api tidak ikut masuk dalam gelas.
3. Teknik Melekatkan Api di dalam Dinding Tabung
Kapas yang sudah terendam dengan alkohol atau spiritus dilekatkan pada dinding tabung gelas bagin dalam. Lalu kapas dinyalakan dan dengan cepat ditelungkupkan pada permukaan kulit. Di sini kapas tetap berada dalam tabung. Sehingga perlu hati-hati, jangan sampai ada tetesan alkohol yang menetes ke kulit yang bisa membakar kulit.
4. Teknik Menyalakan Api Beralaskan Uang Logam
Cara ini adalah dengan menggunakan uang logam 100 rupiah atau logam lain yang sejenis. Uang ini diletakkan di permukaan kulit. Sebuah kapas yang sudah dipilin sebesar biji kacang tanah dan sudah dibasahi dengan spiritus diletakkan di atas uang logam tadi. Diusahakan agar spiritus tidak mengenai permukaan kulit, supaya kulit tidak ikut terbakar. Lalu kapas dibakar dengan api, dan dengan cepat sebuah tabung atau gelas minum ditelungkupkan pada uang logam tadi, sehingga menutupi seluruh uang logam. Bibir gelas harus menempel pada kulit. Maka, nyala api akan mati perlahan-lahan bersamaan dengan habisnya udara dalam gelas. Ini akan mengakibatkan kulit tersedot keluar. Setelah itu, biarkan selama kira-kira 10 menit. Bila berjalan lancar, maka gelas akan tetap menempel pada kulit secara kuat. Karenanya, apabila pengobatan sudah selesai, tidak boleh menarik gelas dengan cepat karena dapat mengakibatkan kulit terluka. Tapi, dilakukan sambil memijat dan menekan kulit di tepi bibir dengan jempol, baru gelas ditarik perlahan. Metode ini aman, dan bisa menimbulkan rasa hangat yang masuk ke kulit.
5. Menghisap dengan Herba yang Dipanasi
Pilih herbal sesuai fungsi pengobatannya, misalnya: habbatus sauda', 'ud hindi, qusthul bahri, jummar, zanzabil, tamr, herba ephedrae, herba serissae, myrha, akar angelicae pubescentis, gantianae macrophyllae, follium artemisiane argy, atau lainnya. Lalu masukkan ke dalam air dan rebuslah hingga mendidih. Kemudian masukkan pula tabung yang tidak meleleh bila dipanaskan (misalnya tabung bambu atau tabung kaca), dan rebuslah bersama-sama selama satu menit. Dengan sebuah pinset, ambillah tabung tadi tanpa mengikutkan herbanya. Lalu tiriskan airnya. Dalam keadaan masih panas, telungkupkan tabung tadi pada permukaan kulit sampai kulit terhisap. Maka kulit akan terhisap akibat suhu panas tadi.
Jadi, metode ini merupakan gabungan antara pemakaian panas dan uap herba ke dalam tubuh. Sehingga, kesembuhan diperoleh karena proses penghisapan, pemanasan, dan uap herba yang masuk ke dalam pori-pori kulit.
===
Maraji'/ sumber:
Buku: Sembuh dengan Satu Titik, Penulis: dr. Wadda' A. Umar, Editor: Effendy Abu Ahmad, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan XIV, Nopember 2012 M/ Muharram 1434 H.
===
ATAP BAJA RINGAN MURAH
Anda membutuhkan atap baja ringan murah di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT