Aqidah Salaf Ashabul Hadits
Mukaddimah Pentahqiq (2)
Namun di zaman yang diliputi kelemahan dan berbagai penyelewengan tersebut, Allah tetap menempatkan para ulama pembimbing ummat, yang akan memelihara dan menjaga akidah mereka, serta memberi sanggahan kepada orang-orang yang menyelisihi dan menentang mereka. Dari mulai fajar munculnya ajaran Islam hingga datangnya hari Kiamat, insya Allahu Ta'ala. (1)
Maka dari itu, para ulama Ahlus Sunnah tergerak menyusun berbagai tulisan yang menjelaskan akidah yang benar yang wajib diyakini seorang muslim dan dipegangnya dengan erat sampai akhir hayat. Di antara tulisan-tulisan tersebut, yaitu risalah yang ada di hadapan kita sekarang ini: Risalah tentang 'Akidah Ahlussunnah wa Jama'ah dan Ashhabul Hadits karya Syaikhul Islam al-Imam Abu Isma'il 'Abdurrahman bin Isma'il ash-Shabuni rahimahullaah Ta'ala.
Dalam risalah ini, penulis mengungkapkan berbagai persoalan akidah terpenting yang disepakati Ahlussunah wal Jama'ah. Dengan sengaja menghindari pemaparan dalil-dalil dan perselisihan yang terjadi di dalamnya secara panjang lebar. Namun begitu, beliau masih mengulas panjang penyebutan dalil-dalil tentang beberapa persoalan. Seperti persoalan turunnya Allah 'Azza wa Jalla [dari 'Arsy] dan lain-lain.
Demikianlah, dan dalam memberikan komentar terhadap risalah ini, aku bersandar kepada cetakan yang dibuat, termasuk dalam muatan kumpulan risalah-risalah al-Muniriah. (2) Demikian juga aku bersandar kepada copy teks yang masih berupa manuskrip, dari inventaris al-Maktabah azh-Zhahiriah di Damaskus Syiria. Yaitu yang tertulis dalam 16 lembar dengan tulisan tangan yang cukup lumayan. Di dalamnya tertera juga sebagian periwayatannya. Judul yang tertulis di dalamnya yaitu Kitabu ar-Risalah fi I'tiqad Ahlis Sunnah wa Ashhabil Hadits wa A'immah.
Ibnu Taimiyah pernah menyinggung-nyinggung risalah itu dalam kitabnya Syarah Haditsi an-Nuzul hal. 50-52. Demikian juga adz-Dzahabi dalam al-'Uluw hal. 179-180. Mereka berdua menukilnya dari beberapa keterangan nash.
===
(1) Mulai dari Khutbatul hajah yang tertera di awal buku ini, sampai kebagian ini, disadur dari mukaddimah yang ditulis oleh pentahqiq kitab Syarah I'tiqat Ahlissunnah wal Jama'ah, tulisan Imam al-Lalikai. Yaitu yang terhormat Doktor Ahmad Sa'ad Hamdan.
(2) Perlu diketahui, bahwa buku tersebut sudah mengalami pencetakan sebanyak dua kali untuk terakhir kalinya pada tahun 1325 dan 1343 H. Sebagaimana tertulis dalam daftar isi buku-buku perpustakaan al-Azhhariyyah (280: ). Namun aku belum sempat menelaah kedua hasil cetakan itu untuk dapat diambil faedahnya. Dan perlu juga diketahui, bahwa buku ini juga sempat dicetak di ad-Darus Salafiyyah (di Kuwait) tahun 1397 H. Aku mengambil keuntungan dari cetakan itu dalam meniru penempataan sub-sub judul. Adapun kekeliruan-kekeliruan yang terdapat dalam buku tersebut, atau dalam cetakan al-Muniriyyah, aku berikan peringatan di sela-sela pemberian komentar terhadap buku ini.
===
Maraji'/ Sumber:
Kitab: 'Aqiidatu as-Salaf Ash-haabu al-Hadiits, Penulis: Syaikhul Islam Abu Isma'il 'Abdurrahman bin Isma'il ash-Shabuni rahimahullaah, Pentahqiq: Badar bin 'Abdullah al-Badar, tanpa keterangan penerbit, cetakan dan tahun. Judul terjemahan: 'Aqidah Salaf Ashabul Hadits, Penerjemah: Abu Umar Basyir al-Maidani, Penerbit: at-Tibyan, Solo - Indonesia, tanpa keterangan cetakan dan tahun.
===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT