Aqidah Salaf Ashabul Hadits: Mukaddimah Pentahqiq

'Aqiidatus Salaf Ash-haabul Hadiits

Aqidah Salaf Ashabul Hadits

Mukaddimah Pentahqiq

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

Sesungguhnya, segala puji bagi Allah. Kita memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan-Nya, serta meminta perlindungan kepada-Nya dari kejahatan jiwa kita dan keburukan amal perbuatan kita. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, tak ada seorangpun yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa yang Allah sesatkan, tiada seorangpun yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi, tidak ada Yang berhak diibadahi (dengan benar) melainkan Allah. Dan bahwasanya Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa Sallam adalah hamba dan utusan-Nya.

Amma ba'du.

Sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah Kalamullah. Dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam. Seburuk-buruk urusan adalah yang diada-adakan. Setiap yang diada-adakan adalah bid'ah. Setiap bid'ah adalah sesat. Dan setiap kesesataan adalah Naar tempat kembalinya.

Amma ba'du, sesungguhnya menghidupkan kembali warisan ajaran Islam yang meliputi akidah Islam yang benar, adalah satu hal yang vital. Demikian sangat vitalnya, khususnya di zaman sekarang ini, dimana kebangkitan Islam mulai muncul diberbagai penjuru negeri-negeri Islam. Hal itu menjadi amat vital di zaman sekarang ini, karena ummat Islam memang harus mengerti rambu-rambu yang benar dalam upaya kembali kepada ajaran Allah Sub-haanahu wa Ta'aala. Rambu-rambu itu akan memperjelas baginya metodologi yang benar dalam memahami akidah yang merupakan asa paling fundamental dalam membangun masyarakat Islam yang sesungguhnya. Karena seandainya metodologi atau sistem memahami Islam yang digunakan belumlah benar, maka kebangkitan Islam itu sendiripun akan menyimpang dari jalan yang lurus. Kita meyakini dengan sangat, bahwa manhaj atau metodologi Ahlus Sunnah wa Jama'ah dalam memahami akidah Islam adalah manhaj yang tepat yang harus disodorkan ke tengah ummat pada saat ini. Sehingga mereka betul-betul menjadi ummat Islam sejati yang berhak mendapatkan pertolongan dan keridhaan Allah Sub-haanahu wa Ta'aala.

Manhaj tersebut tercermin dalam beberapa hal:

1. Merujuk kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dalam setiap permasalahan akidah, tanpa menolaknya sedikitpun atau menakwilkannya.

2. Berpegang teguh kepada apa yang dipegang teguh oleh para Shahabat Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam.

3. Menghindari berbantah-bantahan dengan ahlul bid'ah, duduk-duduk dengan mereka, mendengarkan ucapan mereka, atau membongkar syubhat-syubhat mereka.

4. Menghindari pembicaraan dalam perkara-perkara akidah yang berkaitan dengan masalah ghaib, yang tidak ada tempat bagi akal manusia untuk memikirkannya.

5. Gigih dalam membina kesatuan kaum muslimin dan jama'ah mereka.

Itulah manhaj yang hak, yang diterapkan oleh para ulama salaf dan diwasiatkan kepada orang-orang sesudah mereka. Dalam manhaj/ metodologi tersebut, akal manusia dapat terpelihara dari kebobrokan dan penyimpangan. Dan masyarakat pun terbentengi dari perpecahan dan kesesatan. Segala penyimpangan yang terjadi pada ummat ini, adalah akibat penyimpangan mereka dari manhaj tersebut, serta penyelewengan mereka dari wahyu Ilahi, yang mereka ganti dengan undang-undang buatan manusia. Sebagiannya berasal dari kerancuan yang mengalir dari filsafat paganisme ala yunani. Sebagian lagi bersumber pada penyimpangan otak manusia yang jahil terhadap dien Allah Sub-haanahu wa Ta'aala. Akibatnya, ummat terpecah belah menjadi berkelompok-kelompok dan bermadzhab-madzhab. Masing-masing memiliki metode, sistem, pemimpin dan pengikut sendiri-sendiri.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: 'Aqiidatu as-Salaf Ash-haabu al-Hadiits, Penulis: Syaikhul Islam Abu Isma'il 'Abdurrahman bin Isma'il ash-Shabuni rahimahullaah, Pentahqiq: Badar bin 'Abdullah al-Badar, tanpa keterangan penerbit, cetakan dan tahun. Judul terjemahan: 'Aqidah Salaf Ashabul Hadits, Penerjemah: Abu Umar Basyir al-Maidani, Penerbit: at-Tibyan, Solo - Indonesia, tanpa keterangan cetakan dan tahun.

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Daftar Isi Ringkasan Bidayah wa Nihayah