'Aqidah Salaf Ashabul Hadits (3)

'Aqidah Salaf Ashabul Hadits (3)

Keyakinan Ashhabul Hadits Tentang Sifat-sifat Allah 'Azza wa Jalla

3 - (Syaikh Abu Utsman berkata): Aku mengatakan: Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya.

(Sesungguhnya) Ashhabul Hadits (yang berpegang teguh kepada Kitab dan Sunnah) -semoga Allah memelihara mereka yang masih hidup dan memberi rahmat kepada yang telah wafat- adalah orang-orang yang bersaksi atas keesaan Allah, dan bersaksi atas kerasulan dan kenabian Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa Sallam. Mereka mengenal Allah Subhaanahu wa Ta'aala dengan segala sifat-sifat-Nya yang Allah utarakan dengan wahyu dan kitab-Nya. Atau melalui persaksian Rasul-Nya Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dalam hadits-hadits yang shahih, yang dinukil dan disampaikan oleh para perawi yang dapat dipercaya. Mereka menetapkan (dari sifat-sifat tersebut) apa-apa yang Allah tetapkan sendiri dalam kitab-Nya atau melalui perantaraan lisan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam. Mereka tidak meyakini sifat-sifat itu dengan cara menyerupakannya dengan sifat-sifat makhluk. Mereka mengatakan bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'aala telah menciptakan Adam 'alaihis salaam dengan Tangan-Nya, sebagaimana yang dinyatakan dalam al-Qur-an.

Kesesatan 'Aqidah dan Ajaran Syi'ah di Indonesia: Pokok-pokok Ajaran syi'ah (10)

Kesesatan 'Aqidah dan Ajaran Syi'ah di Indonesia

Pokok-pokok Ajaran syi'ah

III. Di antara ajaran sesatnya:

8. Keagungan 'Ali akan nampak di hari Kiamat.

"...dan di hari Kiamat keagungan beliau akan tampak di hadapan para Nabi,

'Aqidah Salaf Ashabul Hadits (2)

'Aqidah Salaf Ashabul Hadits (2)

2 - Amma ba'du, pada saat aku mendatangi Aamid Thubrustan dan negeri Gaelan menuju Baitul Haram sambil berziarah ke makam Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam (13), beberapa orang rekan seiman meminta aku untuk merangkumkan beberapa pembahasan tentang pokok-pokok ajaran Islam yang menjadi acuan generasi terdahulu dari kalangan para Imam, 'Ulama Islam dan as-Salaf ash-Shalih. Yang kemudian mereka jadikan petunjuk dan mereka dakwahkan kepada manusia di setiap waktu.

'Aqidah Salaf Ashabul Hadits

'Aqidah Salaf Ashabul Hadits

Bismillah

1 - Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin, wal 'Aaqibatu lil Muttaqin.

Kesesatan 'Aqidah dan Ajaran Syi'ah di Indonesia: Pokok-pokok Ajaran syi'ah (9)

Kesesatan 'Aqidah dan Ajaran Syi'ah di Indonesia

Pokok-pokok Ajaran syi'ah

III. Di antara ajaran sesatnya:

7. Malaikat Jibril diajari oleh 'Ali.

...'Ya, dikarenakan dia memiliki hak pengajaran kepadaku.' Rasul Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda, 'Apakah hak itu?' Jibril menjelaskan, 'Ketika Allah menciptakanku, lalu Dia menanyaiku, 'Siapakah engkau, siapa namamu, siapa Aku dan siapa nama-Ku?

Lakukan 'amal yang berpahala ganda: Shalat fardhu di masjid

Hal-hal yang menyebabkan panjang umur

Lakukan 'amal yang berpahala ganda

2. Hajji dan 'umrah.

e. Shalat fardhu di masjid.

Shalat adalah 'ibadah yang paling utama. Shalat fardhu secara berjama'ah di masjid sama dengan pahala orang berhajji. Abu Umamah radhiyallaahu 'anhu meriwayatkan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam:

"Barangsiapa yang berjalan untuk (menunaikan) shalat wajib berjama'ah maka baginya pahala seperti orang yang berhajji. Dan barangsiapa yang berjalan menuju shalat sunnah (dhuha') maka baginya pahala seperti orang yang berumrah."

Definisi | Khitan | Sunnah-sunnah fitrah | Surat al-Baqarah | Tafsir Wanita

Surat al-Baqarah

Sunnah-sunnah fitrah

Pertama; Khitan

Definisi

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullaah dalam kitab al-Fath 10/340 berkata,

"Khitan dengan harakat kasrah pada huruf kha; dan sukun pada taa' (al-Khitnu) adalah masdar (infinitif noun) dari kata khatana yang berarti memotong."

Sedangkan kata al-Khatnu dengan fathah pada kha' dan sukun pada taa' adalah memotong suatu bagian khusus dari anggota badan yang khusus pula. Dalam riwayat Yunus dan Muslim disebutkan bahwa al-Ikhtitan dan Khitan adalah merupakan hasil pekerjaan orang yang mengkhitan, atau merupakan tempat khitan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits 'Aisyah radhiyallaahu 'anhuma, "Jika dua khitan telah bertemu." (1) Dan yang dimaksud dalam pengertian ini adalah yang pertama.

Memandikan mayat

Bab X

Memandikan mayat

1. Jika ada seseorang yang meninggal dunia, maka wajib bagi sebagian kaum Muslimin untuk segera memandikannya.

Adapun perihal menyegerakan urusan jenazah telah kami jelaskan dalilnya pada bab terdahulu. Sedangkan dalil tentang wajibnya memandikan mayat adalah adanya perintah Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam tentang kewajiban tersebut.

Adakah Larangan Maulidan? (6)

Adakah Larangan Maulidan? (6)

Jawaban kedua:

Bahwa para 'ulama telah menetapkan kaidah besar di dalam hal 'ibadah. Dimana mereka mengatakan:

الأ صل في العبادات المنع

Hukum asal di dalam 'ibadah adalah terlarang untuk dilaksanakan (sampai ada dalil yang menetapkan 'ibadah tersebut).

DR. Yusuf al-Qardhawi mengatakan di dalam kitabnya al-Halal wal Haram fil Islam halaman 21:

Hukum asal di dalam 'ibadah adalah terlarang untuk dilaksanakan (sampai ada dalil yang menetapkan 'ibadah tersebut).

Isra' dan Mi'raj Nabi dengan jasadnya? (2)

Mabhats

Isra' dan Mi'raj Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dengan jasadnya? (2)

Bagaimana sebenarnya?

Ibnu Ishaq (seorang tokoh 'ulama Sirah Nabawiyyah, wafat sekitar tahun 152 H) yang meriwayatkan dari 'Aisyah dan Mu'awiyah radhiyallaahu 'anhum; bahwa Isra' Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam terjadi dengan ruhnya, dan tidak kehilangan jasadnya. Demikian kalimatnya. (5)

Kisah dajjal dan turunnya Nabi 'Isa 'alaihis salam untuk membunuhnya (45)

Kronologi kisah al-masih ad-dajjal dan turunnya 'Isa 'alaihis salam, serta terbunuhnya dajjal oleh 'Isa 'alaihis salam berdasarkan riwayat Abu Umamah radhiyallaahu 'anhu dengan tambahan riwayat yang shahih dari shahabat lain radhiyallaahu 'anhum.

45. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

Kemudian 'Isa tinggal di muka bumi selama empat puluh tahun, kemudian meninggal, dan dishalatkan oleh kaum Muslimin. (124)

Bersambung...

===

(124) Riwayat Imam 'Abdurrazzaq dalam kitab al-Mushannaf, Imam Ahmad dalam kitab al-Musnad, Imam Abu Dawud, Imam Ibnu Hibban dalam kitab ash-Shahih, dan Imam al-Ajurri dalam kitab asy-Syari'ah dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Qishshatu al-Masiihi ad-Dajjaali wa Nuzuuli 'Isa 'alaihish shalaatu was salaamu wa Qatlihi Iyyaahu, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, Penerbit: Maktabah al-Islamiyyah, 'Amman - Yordan, Cetakan I, 1421 H, Judul terjemahan: Kisah dajjal dan turunnya 'Isa 'alaihis salam untuk membunuhnya, Penerjemah: Beni Sarbeni, Penerbit: Pustaka Imam asy-Syafi'i, Cetakan I, 1426 H/ 2005 M.

===

Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kesesatan 'Aqidah dan Ajaran Syi'ah di Indonesia: Pokok-pokok Ajaran syi'ah (8)

Kesesatan 'Aqidah dan Ajaran Syi'ah di Indonesia

Pokok-pokok Ajaran syi'ah

III. Di antara ajaran sesatnya:

6. 14 imam suci sebagai perantara para malaikat menerima hidayah Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

"Melalui perantara kitalah malaikat diberi petunjuk untuk bertauhid,

Kesesatan 'Aqidah dan Ajaran Syi'ah di Indonesia: Pokok-pokok Ajaran syi'ah (7)

Kesesatan 'Aqidah dan Ajaran Syi'ah di Indonesia

Pokok-pokok Ajaran syi'ah

III. Di antara ajaran sesatnya:

5. 14 imam suci lebih hebat dari malaikat.

"Kita mengajarkan tahlil kepada para malaikat,

Kisah dajjal dan turunnya Nabi 'Isa 'alaihis salam untuk membunuhnya (44)

Kronologi kisah al-masih ad-dajjal dan turunnya 'Isa 'alaihis salam, serta terbunuhnya dajjal oleh 'Isa 'alaihis salam berdasarkan riwayat Abu Umamah radhiyallaahu 'anhu dengan tambahan riwayat yang shahih dari shahabat lain radhiyallaahu 'anhum.

44. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

Bisa (racun) dicabut dari setiap binatang berbisa (beracun), [aman dan tenteram merata di seluruh pelosok bumi, sehingga singa-singa dapat hidup bersama dengan unta, harimau dengan sapi, serigala dengan kambing, dan anak-anaka bermain-main menggunakan ular, namun tidak membahayakannya] (123), sehingga ada seorang anak yang memasukkan dan menyentuhkan tangannya ke ular, namun hal itu tidak membahayakannya, dan anak perempuan mengusir singa, itu pun tidak membahayakannya, dan keberadaan serigala di antara kambing-kambing seperti keberadaan anjing penjaga, rasa aman memenuhi permukaan bumi sebagaimana air memenuhi gelas, kalimat yang ada hanya satu sehingga tiada yang disembah selain Allah, tidak lagi ada peperangan, dan bangsa Quraisy mengambil kembali hak miliknya [kemudian dikatakan: "Saat itu bumi menjadi seperti baskom dari perak, yang mana tumbuhannya tumbuh sebagaimana di masa Adam].

Bersambung...

===

(123) Riwayat Imam Ahmad dalam kitab al-Musnad dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Qishshatu al-Masiihi ad-Dajjaali wa Nuzuuli 'Isa 'alaihish shalaatu was salaamu wa Qatlihi Iyyaahu, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, Penerbit: Maktabah al-Islamiyyah, 'Amman - Yordan, Cetakan I, 1421 H, Judul terjemahan: Kisah dajjal dan turunnya 'Isa 'alaihis salam untuk membunuhnya, Penerjemah: Beni Sarbeni, Penerbit: Pustaka Imam asy-Syafi'i, Cetakan I, 1426 H/ 2005 M.

===

Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Isra' dan Mi'raj Nabi dengan jasadnya?

Mabhats

Isra' dan Mi'raj Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dengan jasadnya?

Disusun oleh: Ahmad Faiz Asifuddin

Mungkin ada sekelompok orang yang merasa gerah jika Isra' dan Mi'raj Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dinyatakan terjadi dengan jasadnya. Logikanya akan segera menangkis, "Tidak rasional." Peristiwa yang sudah berlalu lebih dari 1400 tahun lalu, menyebabkan hakikat persoalan ini kian kabur, sekalipun banyak orang melakukan perayaan bid'ah Isra' Mi'raj pada setiap bulan Rajab.

Adakah Larangan Maulidan? (5)

Adakah Larangan Maulidan? (5)

Dalil keenam:

Sabda Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam:

Sesungguhnya nanti kamu akan melihat banyaknya perselisihan di tengah-tengah kaum muslimin, dan barangsiapa di antara kamu ada yang menemui masa itu, maka jauhilah olehmu perkara-perkara yang baru yang diada-adakan oleh manusia (dan tidak pernah dicontohkan oleh kami), karena setiap perkara yang baru (yang diada-adakan oleh manusia dan tidak ada contohnya dari kami itu) adalah kesesatan. Dan hendaklah ia mengikuti dan berpegang kepada Sunnahku dan sunnah para khulafaa-ur Rasyidin (yang datang setelahku) dan gigitlah kuat-kuat Sunnah itu dengan gigi geraham. (149)

Catatan kelima atas buku Dialog dengan jin Muslim

Bab ketiga

Catatan atas buku Dialog dengan jin Muslim

Catatan kelima:

Masih dalam perkataan Muhammad Isa Dawud pada halaman 71, -koreksian terhadap buku ini mencakup seluruhnya, baik dari perkataan jin ataupun dari perkataan pengarang-. Di akhir dialog tadi, jin itu mengatakan:

Percayalah bahwa jika ada jin yang shalih berdiam di rumah engkau, maka malaikat akan banyak pula yang turun ke rumahmu. Bergembiralah dengan rahmat dan anugerah Allah yang seperti ini.

Saya berkata: Ini termasuk sebuah perkataan yang paling batil yang merendahkan derajat malaikat Allah Jalla wa 'Ala yang justru lebih mulia dan lebih tinggi dari pada jin.

Siapa yang mengabarkan kepada kita bahwa kalau ada jin Muslim yang shalih berdiam di rumah kita, maka malaikat turun ke rumah kita? Dengan demikian turunnya malaikat itu ada ketergantungannya dengan jin. Dari mana keterangan yang seperti ini? Apakah Allah atau Rasul-Nya telah menerangkannya? Yang ada adalah sebaliknya bahwa malaikat tidak akan turun kecuali dengan izin dari Allah Jalla wa 'Ala, meskipun kepada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam sendiri, apalagi turun kepada kita. Perkataan ini termasuk perkataan yang sangat batil.

Kita lihat sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari. Dari Ibnu 'Abbas radhiyallaahu 'anhuma, ia berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah bersabda kepada Jibril 'alaihis salaam, "Tidakkah engkau mau lebih sering lagi berziarah (berkunjung) kepada kami dari semestinya dari hari-hari yang biasa engkau kunjungi." (50)

Ibnu 'Abbas berkata: Maka turunlah ayat berbunyi:

Dan tidaklah kami (malaikat) turun, kecuali dengan perintah Rabbmu. Kepunyaan-Nyalah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita.
(Qur-an Surat Maryam: ayat 64)

Hadits ini juga memberikan faedah agar kita berteman dengan orang-orang yang shalih. Karena Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dalam hadits di atas meminta kepada Jibril supaya sering-sering datang menemui, mengunjungi, dan menziarahi beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam.

Disebabkan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam yang mengatakan kepada Jibril, "Sering-sering datang menziarahi kami walaupun tidak dalam tugas menyampaikan wahyu," maka turun ayat yang Allah perintahkan malaikat untuk mengucapkan:

Kami tidaklah turun melainkan dengan perintah Rabbmu...
(Qur-an Surat Maryam: ayat 64)

Ayat al-Qur-an ini membatalkan apa yang telah disebutkan dalam buku Dialog dengan jin Muslim ini, "...jika ada jin yang shalih berdiam di rumahmu, maka malaikat akan banyak pula yang turun ke rumahmu." Hal itu perlu perintah dari Allah, karena malaikat itu tidaklah turun melainkan dengan perintah dari Allah Jalla wa 'Ala. Kalau ditaqdirkan memang Allah perintahkan, maka perlu ada dalilnya. Adakah dalil yang menerangkan bahwa apabila ada jin yang shalih berdiam di rumah seorang muslim, maka malaikat diperintahkan untuk turun ke rumah orang tersebut?

Kemudian, ayat dan hadits yang mulia di atas juga membatalkan keyakinan sebagian kaum muslimin yang menyatakan sanggup mendatangkan malaikat, inna lillahi wa inna ilaihi raji'un (sesungguhnya kami ini milik Allah dan hanya kepada-Nyalah kami kembali) (51). Ini merupakan sebuah penyimpangan yang maha dahsyat terhadap 'aqidah Islam sekaligus merendahkan derajat para malaikat Allah 'alaihimush shalaatu wa sallam.

Bersambung...

===

(50) Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari nomor 3046, 4454 dan 7017 dengan lafazh sebagai berikut:

Dari Ibnu 'Abbas radhiyallaahu 'anhuma, ia berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda kepada Jibril, "Apa yang menghalangimu untuk berziarah kepada kami lebih sering lagi dari yang sudah-sudah." Maka turunlah firman Allah:

Dan tidaklah kami (malaikat) turun, kecuali dengan perintah Rabbmu. Kepunyaan-Nyalah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita...

(51) Ini merupakan ucapan yang sunnah bagi seseorang yang tertimpa musibah, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya nomor 918 dengan lafazh:

Dari Ummu Salamah radhiyallaahu 'anha, sesungguhnya ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda, "Tidaklah seorang mukmin pun yang tertimpa musibah, kemudian dia berkata sebagaimana yang diperintahkan Allah kepadanya: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, ya Allah berilah aku ganjaran atas musibahku dan gantikanlah ia dengan yang lebih baik darinya, maka pasti Allah akan gantikan bagi orang itu yang lebih baik darinya."

===

Maraji'/ Sumber:
Buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku Dialog dengan jin Muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullaah, Penyusun: Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa rahimahullaah, Penerbit: Darul Qolam, Jakarta - Indonesia, Cetakan kedua, Tahun 1425 H/ 2004 M.

===

Layanan gratis estimasi biaya rangka atap baja ringan, genteng metal, dan plafon gypsum:
http://www.bajaringantangerang.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Pujian terhadap mayit (4)

Bab IX

Pujian terhadap mayit (4)

Keterangan tambahan:

Meninggal dunia ketika terjadi gerhana.

Jika seseorang meninggal dunia bersamaan dengan terjadinya gerhana, baik gerhana bulan maupun matahari, maka yang demikian itu tidaklah menunjukkan satu kekhususan atau keistimewaan apapun. Adapun kepercayaan bahwa hal tersebut menunjukkan keagungan si mayat adalah termasuk khurafat-khurafat jahiliyah yang dibantah oleh Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam ketika anak beliau -Ibrahim- meninggal dunia. Pada saat itu sedang terjadi gerhana matahari. Kemudian beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam berkhutbah di hadapan khalayak ramai. Maka setelah membaca hamdalah dan memuji Allah, beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

Surat al-Baqarah: Sunnah-sunnah fitrah (2) | Tafsir Wanita

Surat al-Baqarah

Sunnah-sunnah fitrah

Aku katakan: Atas dasar keshahihan pendapat ini, maka yang dimaksud dengan "kalimat" di atas adalah sunnah-sunnah fitrah yang juga disyari'atkan kepada kita, dan telah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam jelaskan sebagaimana yang diriwayatkan oleh 'Aisyah radhiyallaahu 'anhuma dalam hadits shahih, dia mengatakan bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

"Sepuluh perkara termasuk dalam fitrah adalah: memendekkan kumis, memanjangkan jenggot, memakai siwak, menghirup air untuk membersihkan lubang hidung, memotong kuku, membasuh ruas-ruas jari, mencabut bulu ketiak, mencukur rambut kemaluan dan menggunakan air (untuk istinja')."

Lakukan 'amal yang berpahala ganda: Umrah pada bulan Ramadhan

Hal-hal yang menyebabkan panjang umur

Lakukan 'amal yang berpahala ganda

2. Hajji dan 'umrah.

d. 'Umrah pada bulan Ramadhan.

'Abdullah bin 'Abbas radhiyallaahu 'anhuma meriwayatkan bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah berkata kepada Ummu Sinan radhiyallaahu 'anha, seorang Shahabiyah (shahabat wanita) dari kalangan Anshar:

Lakukan 'amal yang berpahala ganda: Menghadiri majelis 'ilmu dan pengajian di masjid

Hal-hal yang menyebabkan panjang umur

Lakukan 'amal yang berpahala ganda

2. Hajji dan 'umrah.

c. Menghadiri majelis 'ilmu dan pengajian di masjid.

Hadir di majelis 'ilmu atau di pengajian akan dicatat seperti pahala orang berhajji. Abu Umamah radhiyallaahu 'anhu meriwayatkan sabda Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam:

"Barangsiapa yang berangkat ke masjid dimana ia tidak menghendaki kecuali untuk mempelajari kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya pahala seperti orang yang berhajji secara sempurna." (64)

Kesesatan 'Aqidah dan Ajaran Syi'ah di Indonesia: Pokok-pokok Ajaran syi'ah (6)

Kesesatan 'Aqidah dan Ajaran Syi'ah di Indonesia

Pokok-pokok Ajaran syi'ah

III. Di antara ajaran sesatnya:

4. 14 imam suci lebih dahulu bertasbih dan mensucikan Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

"... Bagaimana hal itu tidak menjadikan kita lebih mulia daripada para malaikat? Kita terlebih dahulu bermakrifat kepada Allah, bertasbih dan menyucikan-Nya.

Kesesatan 'Aqidah dan Ajaran Syi'ah di Indonesia: Pokok-pokok Ajaran syi'ah (5)

Kesesatan 'Aqidah dan Ajaran Syi'ah di Indonesia

Pokok-pokok Ajaran syi'ah

III. Di antara ajaran sesatnya:

3. Alam diciptakan setelah penciptaan 14 imam suci.

"Diriwayatkan juga bahwa alam diciptakan setelah penciptaan empat belas manusia suci.

Kesesatan 'Aqidah dan Ajaran Syi'ah di Indonesia: Pokok-pokok Ajaran syi'ah (4)

Kesesatan 'Aqidah dan Ajaran Syi'ah di Indonesia

Pokok-pokok Ajaran syi'ah

III. Di antara ajaran sesatnya:

2. Memandang wajah 'Ali adalah 'ibadah.

"Bukanlah tanpa dalil bahwa namanya diambil dari nama Allah, pikiran dia adalah pikiran Allah hingga jika memandangnya maka dinilai sebagai perbuatan 'ibadah kepada Allah.

Kesesatan 'Aqidah dan Ajaran Syi'ah di Indonesia: Pokok-pokok Ajaran syi'ah (3)

Kesesatan 'Aqidah dan Ajaran Syi'ah di Indonesia

Pokok-pokok Ajaran syi'ah

III. Di antara ajaran sesatnya:

1. Menyimpangkan tafsir al-Qur-an.

"Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah."
(Qur-an Surat al-Qashash (28): ayat 88)

Imam Shadiq (salah satu imam syi'ah) dalam menafsirkan ayat, "Segala sesuatu akan musnah, kecuali wajah Allah..." berkata,

Kesesatan 'Aqidah dan Ajaran Syi'ah di Indonesia: Pokok-pokok Ajaran syi'ah (2)

Kesesatan 'Aqidah dan Ajaran Syi'ah di Indonesia

Pokok-pokok Ajaran syi'ah

II. Rukun Islam syi'ah

1. Shalat
2. Puasa
3. Zakat
4. Haji
5. Al-Wilayah (Kekuasaan imam)

Rukun Islam Sunni (Ahlus Sunnah)

1. Mengucapkan dua kalimat Syahadat
2. Mendirikan Shalat
3. Mengeluarkan Zakat
4. Puasa Ramadhan
5. Pergi hajji bagi yang mampu

Kesesatan 'Aqidah dan Ajaran Syi'ah di Indonesia: Pokok-pokok Ajaran syi'ah

Kesesatan 'Aqidah dan Ajaran Syi'ah di Indonesia

Pokok-pokok Ajaran syi'ah

I. Rukun Iman syi'ah

1. Percaya kepada keesaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala (at-Tauhid)
2. Percaya kepada keadilan Ilahi (al-Adalah)
3. Percaya kepada kenabian (an-Nubuwwah)
4. Percaya kepada imamah (al-imamah)
5. Percaya kepada hari Kiamat (al-Ma'ad)

Kesesatan 'Aqidah dan Ajaran Syi'ah di Indonesia: Kriteria Sesat

Kesesatan 'Aqidah dan Ajaran Syi'ah di Indonesia

Kriteria Sesat

Suatu paham atau aliran keagamaan dinyatakan sesat apabila memenuhi salah satu kriteria berikut:

1. Mengingkari salah satu rukun dari rukun Iman yang 6 (enam) yakni beriman kepada Allah, kepada Malaikat-Nya, kepada Kitab-kitab-Nya, kepada Rasul-rasul-Nya, kepada hari Akhirat, dan kepada Qadha dan Qadar, dan (mengingkari) rukun Islam yang 5 (lima) yakni mengucapkan dua kalimat syahadat, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan menunaikan ibadah hajji.

Pujian terhadap mayit (3)

Bab IX

Pujian terhadap mayit (3)

Dalam sebuah hadits disebutkan,

"Tidak ada seorang Muslim pun yang meninggal dunia kemudian disaksikan oleh empat orang dari para tetangga dekatnya bahwa mereka tidak mengetahui darinya kecuali kebaikan, maka Allah Ta'ala berfirman, 'Sungguh telah Aku terima perkataan kalian,' atau Allah berfirman, 'Aku terima persaksian kalian dan telah Aku ampuni dosanya yang tidak kalian ketahui'."

Catatan keempat atas buku Dialog dengan jin Muslim

Bab ketiga

Catatan atas buku Dialog dengan jin Muslim

Catatan keempat:

Pada halaman 70, Muhammad Isa Dawud berkata:

Sungguh beruntung rumah ini bagi kami dan bagi mereka.

Saya berkata: Hal itu disebabkan karena rumahnya dihuni oleh jin, yang terdiri dari Sa'id dan Marjan, anak-anak dari Zubaidah dan suaminya yang bernama Muhammad, sebagaimana yang ia katakan sendiri sebelum ini. Sehingga Muhammad Isa Dawud berkata:

Adanya jin Muslim merupakan pertanda baik dan bukti kenikmatan dan ridha Allah Subhaanahu wa Ta'aala kepada penghuninya.

Saya berkata: Pernyataan ini perlu diteliti kembali, bahwa adanya jin Muslim di rumah seorang Muslim merupakan pertanda baik dan bukti kenikmatan dan ridha Allah Subhaanahu wa Ta'aala kepada penghuninya. Dari mana Muhammad Isa Dawud mendapat keterangan seperti ini? Pernahkah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda, "Kalau ada jin Muslim di rumah kamu, maka itu pertanda baik dan keridhaan Allah dan adanya nikmat dari-Nya." Dari mana kita dapat mengetahui keridhaan Allah itu datang kepada kita kalau ada jin Muslim di rumah kita? Dan dari mana kita mengetahui bahwa itu salah satu nikmat yang diberikan Allah kepada kita? Semua itu hanya dapat diketahui dengan perantara berita dari langit (dari Allah), dan dalam hal ini berita dari langit tersebut tidak turun. Jelaslah bagi kita semua bahwa ini merupakan sebuah ziyadah (tambahan) lagi darinya (bid'ah 'aqidah atau perkara baru dalam masalah 'aqidah agama Islam). Mana yang lebih baik, adanya seorang (manusia) Muslim di rumah kita atau adanya jin Muslim di rumah kita?

Setiap pernyataan yang disandarkan kepada Allah harus memiliki dalil, baik dalil yang rinci maupun dalil yang mujmal (global). Betulkah Allah ridha? Kalau memang betul, maka kita memohon kepada Allah agar banyak jin Muslim di rumah kita. Kalau tidak benar, maka tidak boleh bagi seorang Muslim untuk menyandarkan sesuatu atas nama Allah Jalla wa 'Ala.

Perkataan ini memberikan peluang agar di rumah kita dipenuhi oleh jin Muslim, padahal di hadapan kita masih banyak saudara (manusia) kita yang tidak mempunyai rumah. Adanya seorang (manusia) Muslim yang baik di rumah kita lebih terhormat, lebih mulia dan lebih baik. Dalil tentang hal itu banyak sekali, di antaranya adalah sabda Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam yang berbunyi:

Seorang Muslim dengan Muslim yang lainnya layaknya bangunan yang satu dan yang lainnya saling mengokohkan... (49)

Perkataan pengarang (Muhammad Isa Dawud) di atas, masih bersifat nisbi (relatif/ tidak mutlak), jin Muslim yang mana yang dimaksud dalam perkataan di atas? Apakah jin Muslim secara umum? Padahal keadaan mereka sama seperti manusia. Banyak (manusia) Muslim-muslim yang jahil (bodoh) dan banyak juga (manusia) Muslim-muslim yang jahat, begitu juga dengan jin-jin Muslim. Keadaan mereka sama seperti manusia, sebagaimana telah diterangkan di Muqaddimah. Perhatikanlah perkataan ini!

Bersambung...

===

(49) Hadits muttafaq 'alaih, lihat Imam al-Bukhari dan Imam Muslim nomor 2585 dari hadits Abu Musa radhiyallaahu 'anhu dengan lafazh seperti di atas.

===

Maraji'/ Sumber:
Buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku Dialog dengan jin Muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullaah, Penyusun: Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa rahimahullaah, Penerbit: Darul Qolam, Jakarta - Indonesia, Cetakan kedua, Tahun 1425 H/ 2004 M.

===

Layanan gratis estimasi biaya rangka atap baja ringan, genteng metal, dan plafon gypsum:
http://www.bajaringantangerang.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adakah Larangan Maulidan? (4)

Adakah Larangan Maulidan? (4)

Dalil kelima:

Firman Allah Subhaanahu wa Ta'aala:

"...maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan (fitnah) atau ditimpa adzab yang pedih."
(Qur-an Surat an-Nur (24): ayat 63)

Ayat di atas menunjukkan bahwa para pelaku bid'ah itu diancam akan ditimpa fitnah.

Tapi apakah yang dimaksud dengan "fitnah" yang disebutkan dalam ayat di atas?

Jawabnya adalah seperti yang diutarakan oleh al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullaah dalam kitab Tafsirnya, bahwa yang dimaksud dengan fitnah dalam ayat di atas adalah dengan ditetapkan dalam hati dan diri seorang yang menyelisihi Sunnah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dan selalu berbuat bid'ah dengan selalu condong dan berkeinginan untuk berbuat kufur, nifaq dan bid'ah.

Faedah dari kisah Isra' dan Mi'raj (4)

Faedah dari kisah Isra' dan Mi'raj (4)

Faedah hadits

3. Peristiwa Mi'raj Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersama Jibril 'alaihis salaam. (11)

Di antara faedah yang diambil dari hadits Anas bin Malik radhiyallaahu 'anhu ini dalam kisah Mi'rajnya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam ke langit ialah:

a. Adab meminta izin dengan mengetuk pintu dan yang sejenisnya. Ketika Jibril ditanya penjaga langit, "Siapakah engkau?" Dia menjawab, "Jibril." Demikian seharusnya seorang Muslim, apabila mengetuk pintu rumah seseorang dan ditanya siapa dia, maka hendaklah menyebut namanya, tidak hanya menyebut kata-kata, "Saya" atau "Fulan" atau "Akhwat" atau "Ikhwan" dan lain-lainya. Hal ini telah dilarang Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya nomor 5600, dari Jabir bin 'Abdillah radhiyallaahu 'anhu, dia berkata,

Kisah dajjal dan turunnya Nabi 'Isa 'alaihis salam untuk membunuhnya (43)

Kronologi kisah al-masih ad-dajjal dan turunnya 'Isa 'alaihis salam, serta terbunuhnya dajjal oleh 'Isa 'alaihis salam berdasarkan riwayat Abu Umamah radhiyallaahu 'anhu dengan tambahan riwayat yang shahih dari shahabat lain radhiyallaahu 'anhum.

43. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

[Kemudian suatu kaum yang mana Allah telah memelihara mereka dari fitnah dajjal mendatangi 'Isa bin Maryam, kemudian ia mengusap wajah mereka lalu memberitahukan kepada mereka tentang derajat-derajat mereka di Surga. (119)

Ketika ia dalam kondisi seperti itu, tiba-tiba Allah Subhaanahu wa Ta'aala mewahyukan kepada 'Isa: "Sesungguhnya Aku telah mengutus hamba-hamba-Ku (Ya'juj dan Ma'juj) yang mana tidak ada seorangpun yang mampu memerangi mereka. Maka peliharalah hamba-hamba-Ku (yang beriman) tersebut dengan membawa mereka ke bukit Thur."

Kemudian Allah Subhaanahu wa Ta'aala membangkitkan dan mengutus Ya'juj dan Ma'juj, yang mana mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Orang-orang pertama di antara mereka melewati sebuah danau Thabariyya, lalu mereka meminum airnya. Sedang orang-orang terakhir di antara mereka lewat seraya berkata: "Sungguh di tempat ini dulu pernah ada air." [Kemudian mereka berjalan hingga ke gunung Khamr (arak) -yaitu gunung Baitul Maqdis- seraya berkata: 'Sungguh kami telah membunuh makhluk-makhluk yang ada di bumi, oleh karena itu marilah! Kita bunuh siapa saja yang ada di langit.' Kemudian mereka melesatkan anak-anak panah mereka ke langit, kemudian Allah mengembalikan anak-anak panah itu dalam keadaan berlumuran darah. (120)

Kemudian Nabi 'Isa dan Shahabat-shahabatnya dikepung, sehingga kepala sapi jantan milik salah seorang di antara mereka lebih baik dari seratus dinar milik salah seorang dari kalian saat ini. Kemudian Nabi 'Isa dan Shahabat-shahabatnya memohon dengan sangat kepada Allah, lalu Dia menurunkan ulat-ulat di leher-leher mereka, sehingga mereka menjadi mangsa-mangsa (mati) seperti matinya satu orang.

Kemudian Nabi 'Isa dan Shahabat-shahabatnya turun di muka bumi, dan mereka tiada mendapati suatu tempat atau sejengkal tanah pun melainkan telah penuh dengan bau busuk mereka.

Kemudian Nabi 'Isa dan Shahabat-shahabatnya memohon dengan sangat kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala, lalu Dia mengutus sekawanan burung yang bentuknya seperti leher-leher unta. Kemudian membawa mereka dan menurunkan mereka di tempat yang Allah kehendaki.

Kemudian Allah Subhaanahu wa Ta'aala menurunkan hujan yang tidak satu rumah pun di kota ataupun pedalaman terlindungi, lalu hujan tersebut membersihkan bumi hingga menjadi licin seperti batu besar yang halus.

Kemudian dikatakan kepada bumi: "Keluarkanlah buah-buahanmu dan kembalikanlah keberkahanmu."

Pada masa itu satu kelompok manusia cukup mengenyangkan mereka dengan makan satu buah delima, bahkan dapat berlindung diri dengan kulitnya. Susu pun menjadi berkah. Sehingga satu unta yang air susunya deras cukup untuk minum sejumlah orang. Sapi betina yang air susunya deras juga cukup untuk diminum oleh sekabilah manusia. Dan juga seekor kambing betina yang deras air susunya cukup untuk minum sejumlah orang] (121), dan nilai sapi jantan pada masa itu seharga sekian-sekian (jika dihargai dengan benda lainnya), sedang harga kuda hanya sekian dirham.

[Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Alangkah beruntung hidup sesudah masa al-Masih, alangkah beruntung hidup sesudah masa al-Masih, langit diberi kebebasan menurunkan hujan dan bumi diberi kebebasan untuk menumbuhkan apapun. Sekiranya engkau menabur benih di atas tanah yang gersang pun pasti akan tumbuh. Tidak ada saling iri hati, saling mendengki, ataupun saling marah."] (122).

Bersambung...

===

(119) Riwayat Imam Ahmad dalam kitab al-Musnad dan Imam Muslim dari an-Nawwas radhiyallaahu 'anhu.

(120) Riwayat Imam Muslim.

(121) Riwayat Imam Ahmad dalam kitab al-Musnad dan Imam Muslim dari an-Nawwas radhiyallaahu 'anhu.

(122) Riwayat Imam Abu Bakar al-Anbari dan Imam ad-Dailami dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu. Lihat kitab ash-Shahihah 1926.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Qishshatu al-Masiihi ad-Dajjaali wa Nuzuuli 'Isa 'alaihish shalaatu was salaamu wa Qatlihi Iyyaahu, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, Penerbit: Maktabah al-Islamiyyah, 'Amman - Yordan, Cetakan I, 1421 H, Judul terjemahan: Kisah dajjal dan turunnya 'Isa 'alaihis salam untuk membunuhnya, Penerjemah: Beni Sarbeni, Penerbit: Pustaka Imam asy-Syafi'i, Cetakan I, 1426 H/ 2005 M.

===

Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Catatan ketiga atas buku Dialog dengan jin Muslim

Bab ketiga

Catatan atas buku Dialog dengan jin Muslim

Catatan ketiga

Pada halaman 69, dalam judul "Jin Muslim di rumahku", terdapat perkataan dari jin Muslim. Muhammad Isa Dawud berkata:

Aku bertanya kepada jin Muslim sahabatku, "Apakah engkau dapat melihat jin yang tinggal di rumahku?" Jawab jin Muslim, "Ya, aku bisa melihat mereka, mereka semua alhamdulillah muslim. Di antara mereka ada Sa'id dan Marjan, dua anak jin perempuan yang bernama Zubaidah. Suaminya bernama Muhammad. Sekarang beberapa jin anak mereka sedang duduk-duduk di atap rumahmu. Mereka bisa disebut pembantu-pembantu rumah yang mengusir marabahaya yang akan menimpa penghuninya sepanjang mereka berpegang teguh kepada ajaran Islam."

Saya berkata: Di atas disebutkan, "...mereka bisa disebut pembantu-pembantu rumah yang mengusir marabahaya yang akan menimpa penghuninya selama mereka berpegang teguh kepada ajaran Islam." Kalimat inilah yang ingin saya beri catatan. Allah 'Azza wa Jalla telah berfirman:

Katakanlah, "Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdo'a kepada-Nya dengan rendah diri dengan suara yang lembut (dengan mengatakan): 'Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur'." Katakanlah, "Allah menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu kembali mempersekutukan-Nya."
(Qur-an Surat al-An'aam: ayat 63-64)

Perkataan jin Muslim ini, dapat menimbulkan berbagai macam i'tiqad (kepercayaan) yang batil, di antaranya:

Pertama: Akan timbul angan-angan bagi setiap Muslim, semoga ada jin Muslim di rumahnya, karena mereka akan menyelamatkannya dari marabahaya.

Kedua: Timbul i'tiqad bahwa suatu bahaya dapat diselamatkan oleh selain Allah Jalla wa 'Ala. Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa seseorang tidak bisa memberikan mudharat dan manfaat, kecuali dengan izin Allah Jalla wa 'Ala. Seseorang tidak akan terkena bahaya, kecuali dengan izin Allah. Seandainya seluruh manusia berkumpul untuk mencelakakan kita, maka hal itu tidak akan dapat menimpa kita kalau Allah tidak mengizinkan. Dan sebaliknya, seandainya berkumpul seluruh manusia untuk memberikan kebaikan kepada kita, akan tetapi Allah mencegahnya, maka mereka tidak akan dapat memberikan kebaikan tersebut kepada kita. Ketahuilah bahwa hanya Allah Jalla wa 'Ala yang mampu berbuat semua itu. (48)

Perkataan jin Muslim sahabat kita (sebenarnya sahabat Muhammad Isa Dawud) ini perlu ditinjau kembali, mungkin ia belum begitu mendalam di dalam mempelajari 'aqidah Islam.

Bersambung...

===

(48) Ini merupakan kandungan dari hadits 'Abdullah bin 'Abbas radhiyallaahu 'anhuma, yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad 1/293, Imam at-Tirmidzi nomor 2516 dan yang lainnya. Dan tercantum dalam kitab Arba'in-nya Imam an-Nawawi nomor 25, dengan lafazh:

Dari Ibnu 'Abbas, ia berkata: Pada suatu hari aku pernah berada di belakang Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, maka beliau bersabda: "Wahai pemuda, sesungguhnya aku mengajarkan beberapa kata kepadamu: Jagalah Allah, Dia pasti akan Menjagamu, jagalah Allah, kamu pasti akan selalu mendapatkan-Nya di hadapanmu, apabila kamu meminta, maka mintalah kepada Allah dan apabila kamu memohon pertolongan, maka mohonlah kepada Allah. Dan ketahuilah, seandainya seluruh ummat manusia berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu dengan sesuatu, niscaya mereka tidak akan mampu untuk memberikan manfaat (apapun) kecuali dengan apa yang telah Allah gariskan atasmu. Dan seandainya mereka berkumpul untuk memberikan mudharat (bahaya) atasmu, niscaya mereka tidak akan mampu untuk memberikannya, kecuali dengan apa yang telah Allah gariskan atasmu, pena telah diangkat dan lembaran telah ditutup."

===

Maraji'/ Sumber:
Buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku Dialog dengan jin Muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullaah, Penyusun: Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa rahimahullaah, Penerbit: Darul Qolam, Jakarta - Indonesia, Cetakan kedua, Tahun 1425 H/ 2004 M.

===

Layanan gratis estimasi biaya rangka atap baja ringan, genteng metal, dan plafon gypsum:
http://www.bajaringantangerang.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Pujian terhadap mayit (2)

Bab IX

Pujian terhadap mayit (2)

2. Dari Abu al-Aswad ad-Dailiy, ia berkata:

"Aku tiba di Madinah, sementara saat itu sedang terjadi wabah penyakit. Banyak sekali manusia yang meninggal dunia secara mendadak. Kemudian aku singgah di rumah 'Umar bin al-Khaththab radhiyallaahu 'anhu.

Surat al-Baqarah: Sunnah-sunnah fitrah | Tafsir Wanita

Surat al-Baqarah

Sunnah-sunnah fitrah

Allah Ta'ala berfirman,

"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Rabbnya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman, 'Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia.' Ibrahim berkata, 'Dan aku mohon juga dari keturunanku.' Allah berfirman, 'Janji-Ku ini tidak mengenai orang yang zhalim'."
(Qur-an Surat al-Baqarah: ayat 124)

Fenomena sakaratul maut: Ibrahim an-Nakha'i rahimahullaah

Kematian

Fenomena sakaratul maut

14. Ibrahim an-Nakha'i rahimahullaah

Diriwayatkan, saat Ibrahim sekarat, ia sangat gelisah sekali, ia ditanya kenapa seperti itu, ia menjawab: "Bahaya apa yang lebih besar dari yang sedang aku hadapi? Aku membayangkan kehadiran seorang utusan dari Rabb yang memberitahukan Surga ataukah Neraka. Demi Allah, semoga tenggorokanku gagap hingga hari Kiamat." (55)

Bersambung...

===

(55) Kitab Nuzhatul Fudhala' 1/437.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis: Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, judul terjemahan: Seri ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah: Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing - Bogor, Cetakan II, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013 M.

===

Layanan gratis estimasi biaya rangka atap baja ringan, genteng metal, dan plafon gypsum:
http://www.bajaringantangerang.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Fenomena sakaratul maut: Aswad bin Yazid

Kematian

Fenomena sakaratul maut

13. Aswad bin Yazid

Diriwayatkan dari Alqamah bin Murtsid, ia berkata: "Aswad bersungguh-sungguh saat beribadah, terus puasa hingga badannya menghijau dan menguning (53), kemudian saat sekarat, ia menangis, ia ditanya: 'Kenapa kau gelisah?' Ia menjawab: 'Kenapa aku tidak gelisah, demi Allah andai aku diberi ampunan dari Allah, sungguh rasa malu kepada-Nya atas perbuatan yang aku lakukan akan membuatku sedih. Sungguh seseorang masih memiliki dosa kecil kemudian dimaafkan Allah, namun ia tetap saja merasa malu pada-Nya." (54)

Bersambung...

===

(53) Kata kiasan, maksudnya warna kulitnya berubah dan terpengaruh karena sering puasa.

(54) Kitab Nuzhatul Fudhala' 1/329-330.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis: Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, judul terjemahan: Seri ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah: Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing - Bogor, Cetakan II, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013 M.

===

Layanan gratis estimasi biaya rangka atap baja ringan, genteng metal, dan plafon gypsum:
http://www.bajaringantangerang.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Fenomena sakaratul maut: Amir bin Abdu Qais radhiyallaahu 'anhu

Kematian

Fenomena sakaratul maut

12. Amir bin Abdu Qais radhiyallaahu 'anhu

Qatadah berkata: "Saat sekarat, Amir menangis, ia ditanya: 'Apa yang membuatmu menangis?' Ia menjawab: 'Bukannya aku menangis karena takut mati ataupun tamak pada dunia, namun aku menangisi puasa pada siang hari dan qiyamullail pada malam hari'." (52)


Bersambung...

===

(52) Kitab Nuzhatul Fudhala' 1/322.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis: Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, judul terjemahan: Seri ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah: Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing - Bogor, Cetakan II, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013 M.

===

Layanan gratis estimasi biaya rangka atap baja ringan, genteng metal, dan plafon gypsum:
http://www.bajaringantangerang.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Surah al-Fatihah: Pemeliharaan Allah pada makhluk-Nya (3) | Tafsir Wanita

Surah al-Fatihah

Pemeliharaan Allah pada makhluk-Nya (3)

Setelah itu Allah berfirman,

"Ihdina ash-Shirath al-Mustaqim (tunjukilah kami jalan yang lurus)," Artinya; tunjuki dan bimbinglah kami, dan berilah kami taufik pada jalan yang lurus. Jalan yang jelas yang mengantarkan kepada Allah dan kepada Surga-Nya. Jalan itu tak lain adalah pengetahuan tentang kebenaran dan beramal dengan kebenaran itu. Tunjukilah kami pada jalan itu dan tunjukilah perjalanan kami di jalan itu.

Lakukan 'amal yang berpahala ganda: Melaksanakan shalat isyraq

Hal-hal yang menyebabkan panjang umur

Lakukan 'amal yang berpahala ganda

2. Hajji dan 'umrah.

b. Melaksanakan shalat isyraq.

Anas bin Malik radhiyallaahu 'anhu meriwayatkan sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam:

"Barangsiapa yang melaksanakan shalat Shubuh secara berjama'ah lalu ia duduk berdzikir hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua raka'at, maka baginya pahala seperti orang yang berhajji dan 'umrah secara sempurna, sempurna (Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam menyebutnya tiga kali, -ed)." (63)

Pujian terhadap mayit

Bab IX

Pujian terhadap mayit

Hendaklah ummat Islam memberikan pujian terhadap mayat dengan pujian yang baik, hal ini dapat dilakukan sedikitnya oleh dua orang yang jujur atas pujian yang diberikan kepadanya. Mereka itu bisa para tetangganya yang benar-benar mengenal si mayat tersebut, dan memiliki 'ilmu serta sifat-sifat kebaikan. Karena pujian yang demikian itu dapat menyebabkan si mayat tersebut berhak atas Surga Allah.

Banyak sekali hadits yang menjelaskan tentang hal itu, di antaranya adalah:

Catatan kedua atas buku Dialog dengan jin Muslim (9)

Bab ketiga

Catatan atas buku Dialog dengan jin Muslim

Catatan kedua (9)

Mereka (para syaithan) yang juga mendapatkan mahkota (dari iblis) adalah yang berhasil menggoda untuk melakukan pembunuhan terhadap manusia dengan tanpa hak dan yang membuat perceraian antara suami isteri. Akan tetapi yang tertinggi adalah syirik dan pembunuhan, sebagaimana tercantum dala al-Qur-anul Karim. Allah berfirman:

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.
(Qur-an Surat an-Nisaa': ayat 116)

Sedangkan tentang pembunuhan, Allah telah berfirman dalam kitab-Nya yang mulia:

Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya dan mengutukinya serta menyediakan adzab yang besar baginya.
(Qur-an Surat an-Nisaa': ayat 93)

Pada masalah ini para 'ulama berselisih, apakah orang-orang yang melakukan pembunuhan itu kekal di dalam Neraka atau tidak? Karena dalam ayat tersebut digunakan lafazh "khaalidan fiiha" (kekal di dalam Neraka). Madzhab yang shahih mengatakan bahwa dia tidak kekal di dalamnya, namun dia akan teradzab dalam masa atau waktu yang sangat lama sekali, sehingga lafazh "khaalidan fiiha" diterjemahkan bahwa dia akan tinggal lama di Neraka Jahannam. Dan orang yang melakukan pembunuhan itu tidak keluar dari agama Islam, akan tetapi dia telah melakukan dosa yang sangat besar sekali. Allah murka kepadanya, Allah melaknatnya dan Allah akan menyediakan baginya adzab yang sangat besar. Itulah balasan dosa pembunuhan.

Dalam pembicaraan Muhammad Isa Dawud dengan jin Muslim tidak disinggung-singgung masalah yang terpenting ini, yakni masalah kesyirikan, padahal Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam telah menjelaskan, bahwa iblis memuji anak buahnya yang telah membuat manusia berbuat syirik itu dengan berkata di hadapan balatentaranya, "Anta, anta (engkau, engkau yang hebat)," sambil mengambil mahkota lalu dikenakan kepadanya. Dan keesokan harinya disebar lagi balatentara iblis itu dan begitulah setiap hari.

Melakukan pembunuhan dan yang lainnya juga terhitung besar, akan tetapi dosa syiriklah yang terbesar. Kemudian dosa besar yang lain adalah 'uququl walidain (durhakan kepada orang tua), akan tetapi iblis tidak memberi mahkota kepada anak buahnya yang membuat seorang anak durhaka kepada orang tuanya, walaupun sangat besar dosanya. Tidak sedikit anak yang durhaka, namun dikemudian hari ia bertaubat kepada Allah dan meminta maaf kepada ibu dan bapaknya.

Bersambung...

===

Maraji'/ Sumber:
Buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku Dialog dengan jin Muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullaah, Penyusun: Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa rahimahullaah, Penerbit: Darul Qolam, Jakarta - Indonesia, Cetakan kedua, Tahun 1425 H/ 2004 M.

===

Layanan gratis estimasi biaya rangka atap baja ringan, genteng metal, dan plafon gypsum:
http://www.bajaringantangerang.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kisah dajjal dan turunnya Nabi 'Isa 'alaihis salam untuk membunuhnya (42)

Kronologi kisah al-masih ad-dajjal dan turunnya 'Isa 'alaihis salam, serta terbunuhnya dajjal oleh 'Isa 'alaihis salam berdasarkan riwayat Abu Umamah radhiyallaahu 'anhu dengan tambahan riwayat yang shahih dari shahabat lain radhiyallaahu 'anhum.

42. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

Keberadaan 'Isa bin Maryam di tengah ummatku [membenarkan Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa Sallam atas agama yang dibawanya] (112), ia menjadi pemimpin yang adil, dan imam [yang mendapat petunjuk] (113), yang adil, [ia berperang membela Islam, dan] (114) menghancurkan salib, membunuhi babi, [shalat dijama' untuknya] (115), membebaskan pajak, membiarkan shadaqah, tidak memungut zakat atas kambing dan unta; -di masanya- tidak ada rasa saling membenci dan mendengki [saling iri hati, mereka menyeru untuk menshadaqahkan harta benda, akan tetapi tidak seorangpun yang mau menerimanya] (116), [sehingga nilai sujud satu kali lebih baik dari dunia dan isinya], [seruan hanya satu, yaitu kepada Allah Rabb sekalian alam] (117).

Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh Ibnu Maryam akan muncul di (jalan) lereng pegunungan 'ar-Rauhaa' dalam keadaan hajji atau umrah atau untuk keduanya. (118)

Bersambung...

===

(112) Riwayat Imam Ahmad dalam kitab al-Musnad dari Samurah radhiyallaahu 'anhu, Imam ath-Thabrani dalam kitab al-Mu'jam al-Kabiir, dan kitab al-Ausath dari 'Abdullah bin Mughaffal radhiyallaahu 'anhu.

(113) Riwayat Imam Ahmad dalam kitab al-Musnad dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu.

(114) Riwayat Imam 'Abdurrazzaq dalam kitab al-Mushannaf, Imam Ahmad dalam kitab al-Musnad, Imam Abu Dawud, Imam Ibnu Hibban dalam kitab ash-Shahih, dan Imam al-Ajurri dalam kitab asy-Syari'ah dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu.

(115) Riwayat Imam Ahmad dalam kitab al-Musnad dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu.

(116) Riwayat Imam Ahmad dalam kitab al-Musnad, Imam Muslim, Imam al-Ajurri dalam kitab asy-Syari'ah dan Imam Ibnu Mandah dalam kitab al-Iman dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu.

(117) Riwayat Imam 'Abdurrazzaq dalam kitab al-Mushannaf dan Imam Ahmad dalam kitab al-Musnad dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu.

(118) Riwayat Imam Muslim 4/60, Imam Ibnu Hibban dalam kitab ash-Shahih 6781, Imam Ahmad dalam kitab al-Musnad 2/240, 272, 290, 513, dan 540.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Qishshatu al-Masiihi ad-Dajjaali wa Nuzuuli 'Isa 'alaihish shalaatu was salaamu wa Qatlihi Iyyaahu, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, Penerbit: Maktabah al-Islamiyyah, 'Amman - Yordan, Cetakan I, 1421 H, Judul terjemahan: Kisah dajjal dan turunnya 'Isa 'alaihis salam untuk membunuhnya, Penerjemah: Beni Sarbeni, Penerbit: Pustaka Imam asy-Syafi'i, Cetakan I, 1426 H/ 2005 M.

===

Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Faedah dari kisah Isra' dan Mi'raj (3)

Faedah dari kisah Isra' dan Mi'raj (3)

Faedah hadits

2. Peristiwa Isra' (7)

Setelah kejadian pembelahan dada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, terjadi pada peristiwa Isra'. Peristiwa ini tidak digambarkan dalam hadits Anas radhiyallaahu 'anhu di atas, akan tetapi diceritakan dalam hadits Anas lainnya yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari riwayat Tsabit al-Bunani dari beliau, Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

Adakah Larangan Maulidan? (3)

Adakah Larangan Maulidan? (3)

Dalil keempat:

Firman Allah Subhaanahu wa Ta'aala:

Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.
(Qur-an Surah an-Nisa' (4): ayat 115)

Berdasarkan ayat di atas, maka para pelaku bid'ah -di antaranya mereka yang merayakan maulidan, setelah jelas baginya petunjuk Nabi saw- diancam dengan adzab Neraka.

Adakah Larangan Maulidan? (2)

Adakah Larangan Maulidan? (2)

Dalil kedua:

Firman Allah Subhaanahu wa Ta'aala:

Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyari'atkan untuk mereka agama, yang (hal itu) tidak diizinkan Allah?
(Qur-an Surah asy-Syura (42): ayat 21)

Dengan semakin banyaknya bid'ah dalam agama, maka lama kelamaan ajaran Islam yang sebenarnya -yakni ajaran Islam yang berasal dari Allah Subhaanahu wa Ta'aala kemudian disampaikan kepada manusia oleh Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam- akan hilang dan digantikan ajaran yang dibuat-buat oleh manusia. Padahal ajaran Islam ini hanya berasal dari Allah dan Rasul-Nya Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, berdasarkan ayat di atas.

Oleh sebab itulah, maka sebagian dari 'ulama Salaf, di antaranya adalah Ibnu 'Abbas radhiyallaahu 'anhuma mengatakan:

Faedah dari kisah Isra' dan Mi'raj (2)

Faedah dari kisah Isra' dan Mi'raj (2)

Faedah hadits

Hadits yang agung ini memberikan gambaran tentang kejadian yang terjadi dalam Isra' dan Mi'raj, sehingga perlu kita ambil sebagian faedah darinya, di antaranya adalah:

1. Kisah pembelahan dada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam.

Kejadian ini dialami Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dua kali. Pertama, ketika masa kanak-kanak di pedalaman Bani Sa'ad. Dijelaskan secara tegas dalam riwayat Imam Abu Nu'aim dalam kitab Bidayah wan Nihayah:

Kisah dajjal dan turunnya Nabi 'Isa 'alaihis salam untuk membunuhnya (41)

Kronologi kisah al-masih ad-dajjal dan turunnya 'Isa 'alaihis salam, serta terbunuhnya dajjal oleh 'Isa 'alaihis salam berdasarkan riwayat Abu Umamah radhiyallaahu 'anhu dengan tambahan riwayat yang shahih dari shahabat lain radhiyallaahu 'anhum.

41. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

[Kemudian sesudah kematian dajjal, manusia hidup selama tujuh tahun, yang mana di antara dua orang tidak lagi ada permusuhan.] (111)

Bersambung...

===

(111) Riwayat Imam Ahmad dalam kitab al-Musnad, Imam Muslim dan Imam al-Hakim dalam kitab al-Mustadrak dari Ibnu 'Amr radhiyallaahu 'anhu.

Riwayat ini tidak bertentangan dengan riwayat bahwa 'Isa 'alaihis salaam akan menetap hidup di bumi selama empat puluh tahun (paragraf 45) sebagaimana yang nampak pada nash. Adapun pendapat al-Hafizh Ibnu Katsir 1/177 setelah menyebut paragraf yang tersebut tadi: "Dan telah diriwayatkan di dalam kitab Shahih Muslim dari 'Abdullah bin 'Umar radhiyallaahu 'anhu (!) bahwa 'Isa 'alaihis salaam hidup di bumi selama tujuh tahun, maka ini sulit diterima..."

Dan sepertinya pula perkataan al-Hafizh Ibnu Hajar dalam kitab al-Fat-h 6/384: "Dan Muslim meriwayatkan dari hadits Ibnu 'Umar radhiyallaahu 'anhu tentang masa mukimnya 'Isa 'alaihis salaam di bumi ini setelah dia turun, bahwa masanya tujuh tahun."

Aku katakan: "Semua ini tidak ada dasarnya dalam (kitab Shahih) Muslim, akan tetapi yang ada adalah hadits Ibnu ('Amr) bukan (Ibnu 'Umar) sebagaimana yang aku sebutkan di atas: "Kemudian manusia tinggal di bumi setelah kematiannya (dajjal) selama tujuh tahun. Yang tetap tinggal adalah manusia bukan 'Isa 'alaihis salaam. Oleh karena itu tidak ada kemusykilan di sini. Alhamdulillaah."

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Qishshatu al-Masiihi ad-Dajjaali wa Nuzuuli 'Isa 'alaihish shalaatu was salaamu wa Qatlihi Iyyaahu, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, Penerbit: Maktabah al-Islamiyyah, 'Amman - Yordan, Cetakan I, 1421 H, Judul terjemahan: Kisah dajjal dan turunnya 'Isa 'alaihis salam untuk membunuhnya, Penerjemah: Beni Sarbeni, Penerbit: Pustaka Imam asy-Syafi'i, Cetakan I, 1426 H/ 2005 M.

===

Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Catatan kedua atas buku Dialog dengan jin Muslim (8)

Bab ketiga

Catatan atas buku Dialog dengan jin Muslim

Catatan kedua (8)

Kalau kita melihat kepada hadits Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam atau Sunnah beliau, justru hal itulah yang terbesar dan disayangi oleh iblis, yaitu mereka yang telah membawa manusia untuk berbuat syirik. Dalam salah satu hadits shahih Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam menyatakan: Bahwa iblis mempunyai singgasana di lautan. Setiap pagi iblis mengirim balatentaranya ke seluruh penjuru dunia ini. Tidak ada satu jengkal pun yang tidak dimasuki oleh iblis. Dia menyuruh masuk ke seluruh pelosok untuk mengganggu manusia. Apabila telah selesai, salah satunya melapor: Aku telah membuat gangguan kepada manusia, membuat seorang anak durhaka kepada ibu bapaknya, kata iblis barangkali sudah dekat waktunya dia akan berbuat kebaikan lagi. Kemudian datang lagi yang lain berkata: Aku tidak tinggalkan dia melainkan dia telah berbuat syirik kepada Allah. Iblis berkata: Engkau-engkau (yang hebat). (45)

Saya berkata: Dalam hadits di atas disebutkan bahwa singgasana iblis itu di lautan, namun lautan yang mana? Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam tidak menerangkan dan tidak perlu kita mengetahuinya, di Segitiga bermudakah (46) atau bukan, tidak perlu kita untuk mengetahuinya. Bahkan apabila kita menerka-nerka, maka kita tergolong ke dalam mereka yang rajman bil ghaib, yaitu menerka sesuatu yang ghaib yang tidak ada keterangannya dari Allah maupun Rasul-Nya. Dikatakan oleh Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, "Di lautan," maka lautan secara umum.

Apabila Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam menentukan di lautan tertentu, mungkin ramai-ramai kita bisa pergi ke sana. Akan tetapi di sini Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam tidak menjelaskannya, maka kita pun jangan coba-coba menjelaskannya kepada manusia, di lautan ini dan itu. Cukup kita terangkan secara umum saja. Bukan urusan kita dimana letaknya yang pasti. Urusan kita adalah menjaga gangguan iblis tersebut, jangan sampai menghancurkan kita dan mengajak kita sama-sama mereka ke Neraka.

Kemudian lihatlah pujian tertinggi iblis yang ditujukan kepada anak buahnya yang dapat membuat manusia menjadi syirik dan dikenakan kepada anak buahnya tersebut satu mahkota. Hadits tentang mahkota ini dikeluarkan oleh Imam Ibnu Hibban dengan sanad yang shahih yang merupakan gabungan antara hadits riwayat Imam Muslim dan Imam Ibnu Hibban dan telah ada dalam catatan saya. (47)

Bersambung...

===

(45) Sebagaimana yang akan diisyaratkan oleh penulis, hadits ini merupakan gabungan secara makna antara dua hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim nomor 2813, Imam Ahmad 3/366 dan 3/314-315, Imam Abu Nu'aim dalam kitab Hilyah al-Aulia 7/91-92. Lihat catatan hadits-hadits Shahih nomor 628 karya penulis sendiri -masih berbentuk tulisan tangan- dari Jabir radhiyallaahu 'anhu dengan lafazh sebagai berikut:

Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas air (lautan), kemudian ia mengirimkan balatentaranya, yang terendah kedudukannya di antara mereka adalah yang terbesar fitnahnya, sehingga datang seorang di antara mereka seraya melapor, "Aku telah mengerjakan ini dan ini." Maka iblis menjawab, "Kamu belum berbuat apa-apa." Beliau berkata: Kemudian datang seorang (yang lainnya) seraya melapor: "Aku tidak meninggalkannya, kecuali setelah aku pisahkan antara dia dengan isterinya." Beliau berkata: Maka iblis pun mendekatinya seraya berkata (memujinya), "Ya engkau." Ia berkata: (Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) bersabda: Maka ia (iblis) pun memeluknya."

Dengan hadits Abu Musa radhiyallaahu 'anhu yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban, sebagaimana tertera dengan lengkap setelah ini. Insya Allahu Ta'ala.

(46) Ada satu lagi dari buku Muhammad Isa Dawud yang membahas Segitiga Bermuda, yang tidak kalah penyimpangannya dari buku Dialog dengan jin Muslim ini.

(47) Yaitu sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya, sebagaimana telah disebutkan oleh al-Hafizh al-Haitsami dalam kitab Maurid azh-Zham-aan nomor 62 dan telah dishahihkan oleh penulis sendiri dalam catatan-catatan Shahih-nya nomor 629 -masih tulisan tangan dan belum dicetak- dari hadits Abu Musa al-Asy'ariy radhiyallaahu 'anhu dari Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, beliau bersabda:

Apabila tiba waktu Shubuh, maka iblis pun menyebarkan balatentaranya seraya berkata, "Siapa yang menyesatkan seorang Muslim pada hari ini, maka akan aku kenakan dia mahkota." Kemudian melapor yang satu dan berkata, "Aku telah menggoda (seseorang), sehingga dia menceraikan isterinya," maka iblis pun berkata, "Sebentar lagi orang itu akan menikah." Kemudian datang yang lainnya melapor, "Aku telah menggoda seseorang, sehingga dia mendurhakai kedua orang tuanya," maka iblis pun berkata, "Sebentar lagi orang itu akan berbuat baik (kembali kepada orang tuanya)." Kemudian datang lagi yang lainnya dan melapor, "Aku telah menggoda seseorang, sehingga dia syirik," maka iblis pun berkata (memujinya), "Engkau, engkau." Kemudian datang yang lainnya melapor, "Aku telah menggoda seseorang, sehingga dia berzina," maka iblis pun berkata (memujinya), "Engkau, engkau." Kemudian datang yang lainnya melapor, "Aku telah menggoda seseorang, sehingga dia membunuh," maka iblis pun berkata (memujinya), "Engkau, engkau," dan dikenakanlah kepadanya sebuah mahkota.

Dari hadits ini dapat kita mengetahui bahwasanya balatentara iblis ini berjasad, dan sangat keliru mereka yang menyebutkan bahwa iblis adalah makhluk halus.

===

Maraji'/ Sumber:
Buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku Dialog dengan jin Muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullaah, Penyusun: Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa rahimahullaah, Penerbit: Darul Qolam, Jakarta - Indonesia, Cetakan kedua, Tahun 1425 H/ 2004 M.

===

Layanan gratis estimasi biaya rangka atap baja ringan, genteng metal, dan plafon gypsum:
http://www.bajaringantangerang.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Catatan kedua atas buku Dialog dengan jin Muslim (7)

Bab ketiga

Catatan atas buku Dialog dengan jin Muslim

Catatan kedua (7)

Mari kita lihat satu persatu dari keterangan (jin Muslim sahabat Muhammad Isa Dawud) di atas:

1. Tsabar, jin yang suka mendatangi orang yang berkeluh kesah, itu adalah maksiat.

2. Dasim, jin yang suka mencerai-beraikan perkawinan.

3. A'war, jin spesialis dalam perzinahan.

4. Maswath, jin spesialis dalam menciptakan kebohongan.

5. Zalnabur, jin yang suka bergentayangan di pasar-pasar.

Di sini tidak disinggung-singgung bahwa ada syaithan yang menyuruh manusia untuk berbuat syirik. Siapa nama jin yang suka menyuruh manusia untuk berbuat syirik? Kenapa di sini tidak dijelaskan? Padahal itu merupakan hal yang terpenting dan terbesar yang apabila seorang telah berbuat syirik akbar (besar), maka dia kafir dan keluar dari Islam. Dan apabila ia mati dalam keadaan berbuat syirik akbar (besar) dan belum sempat bertaubat, maka ia kekal di dalam Neraka bersama-sama dengan iblis.

Kalau seorang itu berzina, memang dia telah berbuat dosa besar, namun kalau dia seorang Muslim, maka dia tidak akan kekal di dalam Neraka, selama dia tidak menghalalkan perzinahan tersebut. Walaupun dengan perbuatannya itu, dia terancam adzab yang sangat pedih sekali di akhirah nanti (44). Mengapa tidak ada syaithan yang menyuruh manusia untuk berbuat syirik dalam keterangan di atas? Mengapa hal itu tidak diterangkan? Kalau kita husnuzhan (berbaik sangka) kepada jin Muslim sahabat Muhammad Isa Dawud, maka dapat kita katakan, mungkin saja ia lupa (atau belum mengetahui 'ilmunya).

Bersambung...

===

(44) Ini merupakan 'aqidah Ahlus Sunnah wal jama'ah yang menyatakan bahwa seorang Muslim yang berbuat dosa besar tidak dikafirkan, selama dia tidak menghalalkannya. Dan apabila ia mati dengan membawa dosa tersebut dan belum bertaubat, maka urusannya tahta masyi'atillah (diserahkan kepada Allah), bisa jadi ia diadzab dan bisa jadi pula ia diampuni. Lihat keterangannya dalam kitab-kitab yang membahas permasalahan 'aqidah Ahlus Sunnah wal jama'ah, seperti kitab 'Aqidah ath-Thahawiyyah, kitab 'Aqidah as-Salaf wa Ash-habul Hadits dan lain-lain kitab 'aqidah yang banyak sekali, yang menyelisihi 'aqidah kaum khawarij, mu'tazilah dan yang lainnya dari ahli bid'ah.

===

Maraji'/ Sumber:
Buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku Dialog dengan jin Muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullaah, Penyusun: Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa rahimahullaah, Penerbit: Darul Qolam, Jakarta - Indonesia, Cetakan kedua, Tahun 1425 H/ 2004 M.

===

Layanan gratis estimasi biaya rangka atap baja ringan, genteng metal, dan plafon gypsum:
http://www.bajaringantangerang.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Tanda-tanda husnul khatimah: Orang yang dibunuh oleh pemimpin yang zhalim ketika ia menasihatinya

Bab VIII

Tanda-tanda husnul khatimah

19. Orang yang dibunuh oleh pemimpin yang zhalim ketika ia menasihatinya.

Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam,

Tanda-tanda husnul khatimah: Mati di saat mengerjakan suatu amal shalih

Bab VIII

Tanda-tanda husnul khatimah

18. Mati di saat mengerjakan suatu amal shalih.

Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

Lakukan 'amal yang berpahala ganda: Menghajjikan orang lain

Hal-hal yang menyebabkan panjang umur

Lakukan 'amal yang berpahala ganda

2. Hajji dan 'umrah.

a. Menghajjikan orang lain.

Orang-orang shalih terdahulu sangat gemar menunaikan ibadah hajji dalam rangka menyambut seruan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam. 'Abdullah bin Mas'ud radhiyallaahu 'anhu meriwayatkan sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam:

"Ikutilah antara hajji dan 'umrah. Sesungguhnya keduanya menjauhkan kefakiran dan menghapus dosa sebagaimana alat kikir yang mengikis besi, emas dan perak." (58)

Surah al-Fatihah: Pemeliharaan Allah pada makhluk-Nya (2) | Tafsir Wanita

Surah al-Fatihah

Pemeliharaan Allah pada makhluk-Nya (2)

Pada hari itu, benar-benar akan terbuktikan pada makhluk mengenai kesempurnaan kekuasaan-Nya, keadilan-Nya, dan kebijaksanaan-Nya. Pada saat itulah, semua kekuasaan makhluk menjadi terputus. Pada saat itulah, tidak ada bedanya antara para raja dan rakyat jelata. Antara seorang budak dan seorang merdeka. Semuanya akan tunduk di depan keagungan-Nya, merunduk di depan kekuasaan-Nya, sambil menunggu keputusan akhir-Nya. Mengharap pahala dari-Nya dan takut akan siksa-Nya. Oleh karena itulah, Dia disebut secara khusus, sebab Dia adalah Raja di hari Kiamat dan hari-hari yang lain.

Faedah dari kisah Isra' dan Mi'raj

Faedah dari kisah Isra' dan Mi'raj

Disusun oleh ustadz Kholid Syamhudi hafizhahullaah

Dari Anas bin Malik radhiyallaahu 'anhu, dia berkata, Abu Dzar radhiyallaahu 'anhu menceritakan bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: Atap rumahku terbuka ketika aku di Makkah, lalu turunlah Malaikat Jibril 'alaihis salaam dan membedah dadaku, lalu mencucinya dengan air zam-zam. Kemudian membawa bejana dari emas penuh berisi hikmah dan iman. Lalu ia tuangkan ke dadaku, dan menjahitnya kembali.

Adakah Larangan Maulidan?

Adakah Larangan Maulidan?

Bila mereka bertanya: Adakah larangannya dalam agama yang melarang perayaan maulidan?

Maka Ahlus Sunnah menjawab dengan dua jawaban:

Jawaban pertama:

Ahlus Sunnah menjawab: Ya, jelas ada larangannya dalam agama, bahkan mereka yang merayakannya terancam adzab di dunia dan akhirah, dan mereka telah berbuat dosa besar dalam agama -dengan rincian dalam masalah ini. Akan tetapi sebelum dijelaskan tentang dalil-dalilnya satu persatu, Ahlus Sunnah juga berhak untuk balik bertanya kepada mereka: Bolehkah seseorang shalat Shubuh 4 raka'at?

Jawabnya pasti tidak boleh.

Catatan kedua atas buku Dialog dengan jin Muslim (7)

Bab ketiga

Catatan atas buku Dialog dengan jin Muslim

Catatan kedua (7)

Mari kita lihat satu persatu dari keterangan (jin Muslim sahabat Muhammad Isa Dawud) di atas:

1. Tsabar, jin yang suka mendatangi orang yang berkeluh kesah, itu adalah maksiat.

2. Dasim, jin yang suka mencerai-beraikan perkawinan.

3. A'war, jin spesialis dalam perzinahan.

4. Maswath, jin spesialis dalam menciptakan kebohongan.

5. Zalnabur, jin yang suka bergentayangan di pasar-pasar.

Di sini tidak disinggung-singgung bahwa ada syaithan yang menyuruh manusia untuk berbuat syirik. Siapa nama jin yang suka menyuruh manusia untuk berbuat syirik? Kenapa di sini tidak dijelaskan? Padahal itu merupakan hal yang terpenting dan terbesar yang apabila seorang telah berbuat syirik akbar (besar), maka dia kafir dan keluar dari Islam. Dan apabila ia mati dalam keadaan berbuat syirik akbar (besar) dan belum sempat bertaubat, maka ia kekal di dalam Neraka bersama-sama dengan iblis.

Kalau seorang itu berzina, memang dia telah berbuat dosa besar, namun kalau dia seorang Muslim, maka dia tidak akan kekal di dalam Neraka, selama dia tidak menghalalkan perzinahan tersebut. Walaupun dengan perbuatannya itu, dia terancam adzab yang sangat pedih sekali di akhirah nanti (44). Mengapa tidak ada syaithan yang menyuruh manusia untuk berbuat syirik dalam keterangan di atas? Mengapa hal itu tidak diterangkan? Kalau kita husnuzhan (berbaik sangka) kepada jin Muslim sahabat Muhammad Isa Dawud, maka dapat kita katakan, mungkin saja ia lupa (atau mengetahui 'ilmunya).

Bersambung...

===

(44) Ini merupakan 'aqidah Ahlus Sunnah wal jama'ah yang menyatakan bahwa seorang Muslim yang berbuat dosa besar tidak dikafirkan, selama dia tidak menghalalkannya. Dan apabila ia mati dengan membawa dosa tersebut dan belum bertaubat, maka urusannya tahta masyi'atillah (diserahkan kepada Allah), bisa jadi ia diadzab dan bisa jadi pula ia diampuni. Lihat keterangannya dalam kitab-kitab yang membahas permasalahan 'aqidah Ahlus Sunnah wal jama'ah, seperti kitab 'Aqidah ath-Thahawiyyah, kitab 'Aqidah as-Salaf wa Ash-habul Hadits dan lain-lain kitab 'aqidah yang banyak sekali, yang menyelisihi 'aqidah kaum khawarij, mu'tazilah dan yang lainnya dari ahli bid'ah.

===

Maraji'/ Sumber:
Buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku Dialog dengan jin Muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullaah, Penyusun: Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa rahimahullaah, Penerbit: Darul Qolam, Jakarta - Indonesia, Cetakan kedua, Tahun 1425 H/ 2004 M.

===

Layanan gratis estimasi biaya rangka atap baja ringan, genteng metal, dan plafon gypsum:
http://www.bajaringantangerang.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kisah dajjal dan turunnya Nabi 'Isa 'alaihis salam untuk membunuhnya (40)

Kronologi kisah al-masih ad-dajjal dan turunnya 'Isa 'alaihis salam, serta terbunuhnya dajjal oleh 'Isa 'alaihis salam berdasarkan riwayat Abu Umamah radhiyallaahu 'anhu dengan tambahan riwayat yang shahih dari shahabat lain radhiyallaahu 'anhum.

40. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

Kemudian Allah Subhaanahu wa Ta'aala membinasakan orang-orang yahudi, [dan menjadikan kaum Muslimin dapat menguasai mereka] (109), [dan mereka membunuhi kaum yahudi] (110), maka tiada sesuatu pun yang dapat dijadikan tempat sembunyi oleh kaum yahudi dari makhluk Allah, melainkan Allah memberikan kemampuan berbicara padanya, baik batu, pohon, dinding dan binatang melata -kecuali pohon Gharqad, karena ia adalah pohon mereka yang tidak mau berbicara- semuanya akan berucap: "Hai hamba Allah yang Muslim! Ini ada orang yahudi [di belakangku], kemarilah dan bunuhlah ia!

Bersambung...

===

(109) Riwayat Imam 'Abdurrazzaq dalam kitab al-Mushannaf, Imam Ahmad dalam kitab al-Musnad, Imam al-'Uqaili dan Imam 'Abdullah dan Imam at-Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu.

(110) Riwayat Imam Ahmad dalam kitab al-Musnad, Imam al-'Uqaili dan Imam 'Abdullah, Imam Abu 'Amr ad-Dani dalam kitab al-Fitan dan Imam Abu Nu'aim dalam kitab Akhbar Ashbahan dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Qishshatu al-Masiihi ad-Dajjaali wa Nuzuuli 'Isa 'alaihish shalaatu was salaamu wa Qatlihi Iyyaahu, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, Penerbit: Maktabah al-Islamiyyah, 'Amman - Yordan, Cetakan I, 1421 H, Judul terjemahan: Kisah dajjal dan turunnya 'Isa 'alaihis salam untuk membunuhnya, Penerjemah: Beni Sarbeni, Penerbit: Pustaka Imam asy-Syafi'i, Cetakan I, 1426 H/ 2005 M.

===

Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Surah al-Fatihah: Pemeliharaan Allah pada makhluk-Nya

Surah al-Fatihah

Pemeliharaan Allah pada makhluk-Nya

Pemeliharaan Allah pada makhluk-Nya ada dua; umum dan khusus.

Yang bersifat umum adalah; berupa penciptaan makhluk-Nya, pemberian rezeki kepada mereka, pemberian arahan terhadap apa yang menjadi kepentingan mereka sebagai sarana hidup di dunia.

Yang bersifat khusus adalah; berupa pemeliharaan Allah pada para wali-Nya dengan pemeliharaan berupa keimanan, memberikan taufik pada mereka, menyempurnakan diri mereka, menghindarkan mereka dari keteledoran, dan menyingkirkan hambatan yang ada di hadapan mereka dalam beribadah menuju kepada Allah.

Kisah dajjal dan turunnya Nabi 'Isa 'alaihis salam untuk membunuhnya (39)

Kronologi kisah al-masih ad-dajjal dan turunnya 'Isa 'alaihis salam, serta terbunuhnya dajjal oleh 'Isa 'alaihis salam berdasarkan riwayat Abu Umamah radhiyallaahu 'anhu dengan tambahan riwayat yang shahih dari shahabat lain radhiyallaahu 'anhum.

39. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

([Kemudian 'Isa pergi dengan membawa tombaknya ke arah dajjal] (106), ketika dajjal melihat 'Isa, tiba-tiba ia lemah lunglai sebagaimana garam larut di dalam air, [sekiranya 'Isa membiarkannya, niscaya dajjal menjadi lemah lunglai dan akhirnya akan binasa, akan tetapi Allah membunuhnya dengan perantara tangan 'Isa. Maka Allah kemudian menampakkan darah dajjal di tombak 'Isa] (107). 'Isa mendapati dajjal di dekat pintu 'al-Ludd' bagian timur kemudian membunuhnya, [kemudian Allah membinasakannya di 'Aqabah Afiq']). (108)

Bersambung...

===

(106) Riwayat Imam Ahmad dalam kitab al-Musnad dan Imam al-Hakim dalam kitab al-Mustadrak dari 'Utsman bin Abu al-'Ash radhiyallaahu 'anhu.

(107) Riwayat Imam Muslim, Imam Abu 'Amr ad-Dani dalam kitab al-Fitan dan Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu.

(108) Riwayat Imam Ahmad dalam al-Musnad, Imam Hanbal bin Ishaq dalam al-Fitan dan Imam Ibnu 'Asakir dalam kitab at-Tarikh dari Safinah radhiyallaahu 'anha.

'Aqabah Afiq adalah nama sebuah desa di Hauran di jalanan yang menurun di permulaan lereng yang sudah dikenal sebagai 'Aqabah Afiq. Orang banyak menyebutnya dengan Fiiq, turun dari lereng ini lalu menuju ke dataran rendh yaitu Yordania. Dan ini merupakan lereng yang panjang sekitar dua mil (Mu'jam al-Buldan).

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Qishshatu al-Masiihi ad-Dajjaali wa Nuzuuli 'Isa 'alaihish shalaatu was salaamu wa Qatlihi Iyyaahu, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, Penerbit: Maktabah al-Islamiyyah, 'Amman - Yordan, Cetakan I, 1421 H, Judul terjemahan: Kisah dajjal dan turunnya 'Isa 'alaihis salam untuk membunuhnya, Penerjemah: Beni Sarbeni, Penerbit: Pustaka Imam asy-Syafi'i, Cetakan I, 1426 H/ 2005 M.

===

Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Catatan kedua atas buku Dialog dengan jin Muslim (6)

Bab ketiga

Catatan atas buku Dialog dengan jin Muslim

Catatan kedua (6)

Di akhir, dia (jin Muslim sahabat Muhammad Isa Dawud) berkata:

Yang kelima, namanya zalnabur. Syaithan yang satu ini bergentayangan di pasar-pasar di seluruh penjuru dunia. Merekalah yang mengobarkan pertengkaran, caci maki, perselisihan dan bunuh membunuh antara sesama manusia.

Saya berkata: Itulah lima macam nama-nama yang disebutkan oleh jin Muslim sahabat Muhammad Isa Dawud, yang ia sebutkan sebagai suatu hal yang sangat penting yang wajib untuk diwaspadai. Yang hal itu tidak dijelaskan Allah dan Rasul-Nya. Dari keterangan di atas dapat disimpulkan:

Pertama, bahwa hal itu merupakan suatu tambahan dalam agama (bid'ah). Kalau hal itu penting, mengapa tidak diterangkan oleh Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam? Mengapa hal itu terlewat dari beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam?

Kedua, bahwa nama-nama yang disebutkan oleh jin Muslim ini, tidak ada dasarnya dalam Sunnah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam. Nama-nama tsabar, dasim, a'war, maswath dan zalnabur, darimana nama-nama tersebut didapat? Semua itu harus ada keterangannya dari al-Qur-an maupun as-Sunnah, kalau tidak, maka hal itu masuk ke dalam kategori rajman bil ghaib (menerka-nerka hal yang ghaib) (42).

Allah dan Rasul-Nya tidaklah menerangkan tentang nama-nama jin, kecuali hanya sedikit saja (43), atau hanya berlindung dari syaithan secara umum saja, yaitu dengan mengucapkan:

اَعُوْذُ بِاللّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

A'uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim

Aku berlindung kepada Allah dari syaithan yang terkutuk.

Ketiga, memohon perlindungan dengan mengucapkan, "A'uudzu billaahi minasy syaithaani tsabarir rajiimi wa jundihi wa abnaa-ihi (Aku berlindung dari syaithan tsabar yang terkutuk dan dari balatentara dan anak cucunya)." Lafazh do'a seperti ini tidak ada dalilnya.

Keempat, -yang lebih besar lagi- kalau para pembaca perhatikan betul-betul, akan nyata di hadapan para pembaca, bahwa ada suatu kekurangan dari gangguan iblis, padahal hal itu sangat besar dan sangat penting bagi iblis untuk menjerumuskan manusia, akan tetapi mengapa tidak disinggung-singgung di sini? Yaitu bahwa di sana ada iblis yang mengganggu manusia untuk berbuat syirik dan kufur kepada Allah Jalla wa 'Ala.

Bersambung...

===

(42) Kata ghaib secara bahasa adalah apa-apa yang tidak dapat dilihat dengan mata, sebagaimana yang diterangkan oleh Ibnul Manzhur dalam kitab Lisanul 'Arab 2/1033, namun definisi tersebut belum mencukupi, maka perkara yang ghaib itu adalah: Apa-apa yang tidak terjangkau dengan pancaa indera, sebagaimana yang dikatakan oleh Dr. Sulaiman al-Asyqar dalam kitab 'Alamul Sihri wa Sa'wadzah halaman 263.

(43) Di antaranya, ada yang bernama Khinzib, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim nomor 2203:

"...itulah syaithan yang bernama Khinzib..."

===

Maroji'/ Sumber:
Buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku Dialog dengan jin Muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullaah, Penyusun: Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa rahimahullaah, Penerbit: Darul Qolam, Jakarta - Indonesia, Cetakan kedua, Tahun 1425 H/ 2004 M.

===

Layanan gratis estimasi biaya rangka atap baja ringan, genteng metal, dan plafon gypsum:
http://www.bajaringantangerang.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Tanda-tanda husnul khatimah: Mati di saat berjuang di jalan Allah (fi Sabilillah)

Bab VIII

Tanda-tanda husnul khatimah

17. Mati di saat berjuang di jalan Allah (fi Sabilillah)

Tentang masalah ini ada dua hadits, salah satunya:

Lakukan 'amal yang berpahala ganda: Hajji dan 'umrah

Hal-hal yang menyebabkan panjang umur

Lakukan 'amal yang berpahala ganda

2. Hajji dan 'umrah.

Tidak mengherankan jika seseorang muslim ingin menunaikan hajji setiap tahun. Dengan begitu, ia berharap umurnya dipanjangkan sampai 1.000 tahun, agar ia dapat menunaikan hajji setiap tahun.

Apakah maulidan termasuk mashalih mursalah?

Apakah maulidan termasuk mashalih mursalah?

Bila ada yang mengatakan: Bukankah maulidan ini dapat masuk ke dalam mashalih mursalah?

Jawabannya jelas tidak. Karena yang dimaksud dengan mashalih mursalah adalah seperti yang telah dikatakan oleh para 'ulama pakar 'ilmu ushul fiqih:

(Pengertian mashalih mursalah adalah:) Suatu ketentuan yang menyerupai ketentuan peletak agama (yakni Allah Subhaanahu wa Ta'aala dan Rasul-Nya Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) dan menyerupai juga dengan maqashid (tujuan-tujuan) agama, akan tetapi ketentuan itu tidak memiliki dalil yang jelas dalam syari'at (yakni dalam al-Qur-an dan as-Sunnah), baik dalil yang menetapkan dan membenarkan hal tersebut maupun yang menafikan dan melarangnya. Dan hal itu ditetapkan untuk meraih kemaslahatan atau sebaliknya; yakni menolak kerusakan.

Daftar Isi Ringkasan Bidayah wa Nihayah