Kiai Meruqyah jin Berakting: Langkah-langkah Mengobati Kesurupan (3)
Langkah-langkah Mengobati Kesurupan
Mohon Petunjuk
Mohon petunjuk sangat diperlukan setiap saat terutama dalam menghadapi masalah ghaib yang sangat sulit diteliti dan dikaji secara ilmiah. Karena ghaib, sesuatu yang salah dapat dipandang benar tanpa diketahui bukti kebenaran, dan sesuatu yang benar dapat dipandang salah karena bukti kebenarannya tidak dapat diteliti dan diketahui masyarakat.
Bila ditemukan seseorang menderita suatu penyakit yang tidak dapat dipahami dan diyakini bahwa dia adalah kesurupan atau diduga bahwa dia dimasuki makhluk ghaib maka sesungguhnya kita harus menyakini dahulu bahwa tiada yang dapat mengetahui masalah ghaib selain Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu yang tersirat dalam lubuk hati manusia. Oleh karena itu sangat penting untuk berhati-hati dalam berkata tentang masalah ghaib dan menentukan langkah untuk menyikapinya. Maka diharap tidak terburu-buru untuk berkata bahwa si fulan kemasukan jin, sebab dikhawatirkan ungkapan tersebut muncul dari bisikan setan untuk mengganggu lingkungan. Kerendahan hati seseorang dalam menghadapi kenyataan dan khusyu menghadap kepada Allah memohon petunjuk akan membuat setan tidak nyaman. Mengatakan bahwa seseorang yang sedang menderita itu kemasukan jin, dikhawatirkan akan membuat setan lebih senang. Bila dibacakan doa-doa ruqyah dia tidak sanggup mendengarnya dari satu segi, akan tetapi merasa senang melihat orang banyak percaya kepada perkataan seseorang tentang masalah ghaib tanpa dalil yang pasti dari al-Qur-an ataupun hadits Nabi (shallallaahu 'alaihi wa sallam).
===
Maraji'/ sumber:
Buku: Kiai Meruqyah Jin Berakting, Penulis: K.H. Saiful Islam Mubarak Lc. M.Ag, Editor: Eko Wardhana, Penerbit: PT. Syaamil Cipta Media, Bandung - Indonesia, Cetakan Februari 2004 M.
===
HARGA RANGKA BAJA RINGAN
Anda membutuhkan harga rangka baja ringan? Layanan Gratis konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Kiai Meruqyah jin Berakting: Langkah-langkah Mengobati Kesurupan (2)
Langkah-langkah Mengobati Kesurupan
Taubat
Setiap Bani Adam suka melakukan dosa, maka mereka diperintah untuk selalu bertaubat. Dosa yang sering muncul dari hati jauh lebih banyak dibanding yang muncul dari perbuatan namun juga lebih susah untuk diketahui. Karena banyak sekali manusia yang mampu mengetahui dosa orang lain namun tidak dapat mengetahui dosa dirinya sendiri. Bahkan sewaktu ada yang memberi tahu bahwa dirinya berdosa dia cenderung menolaknya. Padahal dengan menolak, akan bertambahlah dosanya. Pada saat itulah dia terkena setan. Maka sebelum meruqyah orang lain hendaklah meruqyah dirinya sendiri. Penyakit yang dia derita lebih berat daripada yang diderita pasiennya. Ketika keadaan ini dibiarkan maka ahli ruqyah bukan mengobati seorang penderita akan tetapi menyebarkan penyakit yang sulit disadari dan diketahui orang lain, yaitu penyakit rohani.
===
Maraji'/ sumber:
Buku: Kiai Meruqyah Jin Berakting, Penulis: K.H. Saiful Islam Mubarak Lc. M.Ag, Editor: Eko Wardhana, Penerbit: PT. Syaamil Cipta Media, Bandung - Indonesia, Cetakan Februari 2004 M.
===
HARGA RANGKA BAJA RINGAN
Anda membutuhkan harga rangka baja ringan? Layanan Gratis konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Kiai Meruqyah jin Berakting: Langkah-langkah Mengobati Kesurupan
Langkah-langkah Mengobati Kesurupan
Melakukan Penelitian Secara Medis
Sangat mungkin jin masuk pada diri seseorang dan mengganggunya setelah masyarakat atau sebagian mereka meyakini bahwa orang tersebut kemasukan jin. Artinya jin memanfaatkan keyakinan mereka untuk mengganggu kehidupan masyarakat luas baik yang berhubungan dengan masalah aqidah, ibadah ataupun akhlaq. Setan akan lebih senang bila berita tentang adanya jin itu diumumkan oleh seorang tokoh agama, sebab berita ini akan mendapatkan sambutan dari khalayak ramai. Karena itu sebelum dilakukan ruqyah dengan tujuan untuk mengusir jin, sangat penting dilakukan penelitian secara medis dan jangan dihubungkan dengan jin. Bila ditemukan seseorang sakit yang berbicara tidak menentu dengan susunan kata di luar kebiasaan, sementara mata terlihat merah, janganlah tergesa-gesa memutuskan bahwa orang tersebut kemasukan jin, sebab hal itu sangat mungkin terjadi karena gangguan syaraf akibat menderita suatu penyakit. Meruqyah pada orang seperti ini tiada bedanya dengan meruqyah orang yang digigit ular atau terkena penyakit lainnya yang biasa diobati secara medis.
===
Maraji'/ sumber:
Buku: Kiai Meruqyah Jin Berakting, Penulis: K.H. Saiful Islam Mubarak Lc. M.Ag, Editor: Eko Wardhana, Penerbit: PT. Syaamil Cipta Media, Bandung - Indonesia, Cetakan Februari 2004 M.
===
HARGA RANGKA BAJA RINGAN
Anda membutuhkan harga rangka baja ringan? Layanan Gratis konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Sembuh dengan Satu Titik: Memilih Titik Bekam Berdasarkan Jenis dan Diagnosa Penyakit
Bagian Kedua
Cara Membekam yang Efektif
Memilih Titik Bekam Berdasarkan Titik Meridian
5. Memilih Titik Bekam Berdasarkan Jenis dan Diagnosa Penyakit
Dengan mengetahui jenis dan diagnosa penyakit, maka kita bisa mengobati penyakit tersebut dengan bekam.
===
Maraji'/ sumber:
Buku: Sembuh dengan Satu Titik, Penulis: dr. Wadda' A. Umar, Editor: Effendy Abu Ahmad, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan XIV, Nopember 2012 M/ Muharram 1434 H.
===
HARGA RANGKA BAJA RINGAN
Anda membutuhkan harga rangka baja ringan? Layanan Gratis konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Sembuh dengan Satu Titik: Memilih Titik Bekam Berdasarkan Titik Istimewa
Bagian Kedua
Cara Membekam yang Efektif
Memilih Titik Bekam Berdasarkan Titik Meridian
4. Memilih Titik Bekam Berdasarkan Titik Istimewa
Dengan mengetahui keluhan pasien, maka bekam dapat pula dilakukan pada titik-titik tertentu, atau biasa disebut titik istimewa. Disebut titik istimewa karena satu titik bisa menyembuhkan beberapa penyakit. Titik ini juga disebut titik mujarab, dimana titik tersebut merupakan titik yang paling baik untuk pengobatan. Titik-titik ini biasanya ditemukan oleh juru bekam yang sudah berkali-kali melakukan bekam, atau berdasarkan penerapan dari teori patogenesis penyakit. Misalnya, untuk menyembuhkan keluhan di perut bagian bawah, bisa dilakukan bekam di atas mata kaki bagian dalam. Karena itu, titik Nabi, titik di dada, perut, punggung, dan titik kepala umumnya merupakan titik istimewa.
===
Maraji'/ sumber:
Buku: Sembuh dengan Satu Titik, Penulis: dr. Wadda' A. Umar, Editor: Effendy Abu Ahmad, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan XIV, Nopember 2012 M/ Muharram 1434 H.
===
HARGA RANGKA BAJA RINGAN
Anda membutuhkan harga rangka baja ringan? Layanan Gratis konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Sembuh dengan Satu Titik: Memilih Titik Bekam di Tempat yang Berlawanan dari Titik di Tempat Keluhan
Bagian Kedua
Cara Membekam yang Efektif
Memilih Titik Bekam Berdasarkan Titik Meridian
3. Memilih Titik Bekam di Tempat yang Berlawanan dari Titik di Tempat Keluhan
Untuk mengobati penyakit pada satu sisi bagian tubuh, selain dilakukan bekam pada sisi tubuh yang sakit, dapat juga dilakukan pada sisi tubuh yang berseberangan. Misalnya nyeri pada lutut kiri, dapat dilakukan bekam pada lutut yang kanan.
Dasarnya adalah bahwa ketika patogen penyakit memasuki satu sisi tubuh, maka sisi lain dari tubuh akan terjadi ketidakseimbangan. Maka dengan mengobati sisi lain yang tidak sakit, akan menyebabkan kembalinya keseimbangan di sisi yang sakit, sehingga patogen penyakit dapat dikeluarkan. Sebab, hampir semua meridian tubuh berpasangan, di bagian kiri dan kanan tubuh. Misalnya meridian hati, ginjal, lambung, limpa, kandung empedu, dan kandung kencing, selain melalui kaki bagian kiri juga melalui kaki bagian kanan. Demikian pula meridian paru-paru, usus besar, jantung, usus kecil, pericardium, dan tri energizer, selain melewati tangan kanan juga terdapat pada tangan kiri.
===
Maraji'/ sumber:
Buku: Sembuh dengan Satu Titik, Penulis: dr. Wadda' A. Umar, Editor: Effendy Abu Ahmad, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan XIV, Nopember 2012 M/ Muharram 1434 H.
===
HARGA RANGKA BAJA RINGAN
Anda membutuhkan harga rangka baja ringan? Layanan Gratis konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Shahih Tafsir Ibnu Katsir: Al-Baqarah, Ayat 49-50 (2)
Shahih Tafsir Ibnu Katsir
Perincian Nikmat Allah Kepada Bani Israil -pent.
Al-Baqarah, Ayat 49-50 (2)
Siapakah fir'aun? -pent.
Fir'aun adalah gelar bagi setiap raja Mesir yang kafir, baik yang berasal dari bangsa Amalik maupun selainnya. Sebagaimana Kaisar merupakan gelar bagi setiap raja yang menguasai Romawi dan Syam dalam keadaan kafir. Demikian pula halnya dengan Kisra yang merupakan gelar bagi raja Persia, Tubba' bagi penguasa Yaman yang kafir, dan Najasyi bagi raja Habasyah.
Firman Allah Sub-haanahu wa Ta'aala: "Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Rabbmu." Ibnu Jarir mengatakan: "Artinya, di balik tindakan Kami menyelamatkan nenek moyang kalian dari siksaan fir'aun dan para pengikutnya terkandung ujian yang besar bagi kalian dari Rabb kalian. Yaitu nikmat yang sangat besar bagi kalian." (199)
Dan pada asalnya, ujian dapat berupa kebaikan dan bisa juga berupa keburukan, sebagaimana Allah Ta'ala berfirman: "Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya)." (QS. Al-Anbiyaa`: 35)
Dan Allah berfirman: "Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran)." (QS. Al-A'raaf: 168) Ibnu Jarir berkata: "Kata yang sering digunakan untuk menyatakan ujian dalam bentuk keburukan adalah "(بَلاَء, أَبْلُوْهُ, بَلَوْتُهُ) balaa`, abluuhu, balawtuhu". Sedangkan yang digunakan untuk menyatakan ujian dalam bentuk kebaikan adalah "(بَلاَءً, إِبْلاَء, أَبْلِيْهِ) balaa-an, iblaa`, abliihi".
Firman Allah Ta'ala: "Dan (ingatlah) ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (fir'aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan." Maknanya, setelah Kami menyelamatkan kalian dari fir'aun dan para pengikutnya, lalu kalian berhasil keluar dari Mesir bersama Musa 'alaihis salaam, maka fir'aun pun pergi mencari kalian. Kemudian Kami belah lautan untuk kalian.
Sebagaimana hal itu dijelaskan oleh Allah secara rinci dan akan dipaparkan pada pembahasan berikutnya insya Allah, antara lain dalam surat asy-Syu'araa`.
"Lalu Kami selamatkan." Artinya, Kami bebaskan kalian dari kejaran mereka dan Kami pisahkan kalian dengan mereka hingga akhirnya Kami tenggelamkan mereka, sedang kalian menyaksikan sendiri peristiwa tersebut, agar hal itu menjadi pengobat duka hati kalian dan menjadi hinaan yang sangat bagi musuh-musuh kalian.
===
(199) Tafsiir ath-Thabari (2/48).
===
Maraji'/ sumber:
Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Edit Isi: Abu Ahsan Sirojuddin Hasan Bashri Lc, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Cetakan Keempat Belas, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.
===
HARGA RANGKA BAJA RINGAN
Anda membutuhkan harga rangka baja ringan? Layanan Gratis konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Shahih Tafsir Ibnu Katsir: Al-Baqarah, Ayat 49-50
Shahih Tafsir Ibnu Katsir
Perincian Nikmat Allah Kepada Bani Israil -pent.
Al-Baqarah, Ayat 49-50
Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (fir'aun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Rabbmu. (QS. 2: 49) Dan (ingatlah) ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (fir'aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan. (QS. 2: 50)
Selamatnya Bani Israil dari fir'aun dan Tenggelamnya fir'aun Beserta Pasukannya
Allah Ta'ala berfirman: "Wahai Bani Israil, ingatlah nikmat yang telah Aku berikan kepada kalian, (yaitu) 'Ketika Kami selamatkan kalian dari fir'aun dan para pengikutnya; mereka menimpakan kepada kalian siksaan yang seberat-beratnya.' Aku menyelamatkan kalian dari mereka dan membebaskan kalian dari tangan mereka, dengan ditemani Musa 'alaihis salaam, padahal dahulu fir'aun dan para pengikutnya menimpakan adzab yang sangat berat kepada kalian."
Hal itu mereka lakukan karena fir'aun yang dilaknat oleh Allah itu pernah bermimpi yang mimpi itu membuatnya sangat risau. Ia melihat api yang keluar dari Baitul Maqdis. Lalu api itu memasuki rumah-rumah orang Qibti di Mesir, kecuali rumah Bani Israil. Makna mimpi tersebut bahwa kerajaannya akan lenyap binasa melalui tangan seseorang yang berasal dari kalangan Bani Israil. Kemudian disusul laporan dari orang-orang dekatnya pada saat membicarakan hal itu, bahwa Bani Israil sedang menunggu lahirnya seorang bayi di tengah mereka yang melalui dirinyalah mereka akan meraih kekuasaan dan kedudukan tinggi. Sejak saat itulah fir'aun memerintahkan untuk membunuh seluruh bayi laki-laki Bani Israil yang dilahirkan setelah mimpi itu dan membiarkan hidup bayi-bayi perempuan. Selain itu fir'aun pun memerintahkan agar mempekerjakan Bani Israil dengan pekerjaan yang berat dan hina.
Dalam ayat ini, kata "al-adzaabu" ditafsirkan dengan penyembelihan anak laki-laki. Sedangkan dalam surat Ibrahim disebutkan dengan kata sambung "wa (dan)" sebagaimana Dia berfirman: "Mereka menimpakan kepadamu adzab yang seberat-beratnya dan mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu, membiarkan hidup anak-anak perempuanmu." (QS. Ibrahim: 6). Penafsiran tentang hal ini akan dikemukakan pada awal surat al-Qashash insya Allah, dengan memohon bantuan dan pertolongan-Nya.
Kalimat "yasuumuunakum" maknanya adalah menimpakan kepadamu, sebagaimana dikatakan oleh Abu 'Ubaidah. Dikatakan "Saamahu khuththatu khasfin," maknanya, perkara (urusan) yang hina telah menimpanya.
Ada pula yang mengartikan dengan menimpakan siksaan secara terus menerus. Sebagaimana kambing yang terus digembalakan disebut "saa-imatul ghanam." Demikian yang dinukil dari al-Qurthubi.
Di sini Allah Ta'ala berfirman: "Mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu, dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu." Hal ini tidak lain sebagai penafsiran atas nikmat yang telah diberikan kepada mereka yang terdapat dalam firman-Nya: "Mereka menimpakan kepadamu adzab yang seberat-beratnya." Ditafsirkan demikian karena di sini Allah berfirman: "Dan ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu." (QS. Al-Baqarah: 122)
Sedangkan dalam surat Ibrahim, ketika Allah berfirman: "Dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah." (QS. Ibrahim: 5) Maksudnya, ingatkanlah mereka akan berbagai nikmat-Nya yang telah Dia berikan kepada mereka.
Maka tepat jika disebutkan di sana: "Mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, dan mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan." Disambungkannya kalimat itu dengan penyembelihan untuk menunjukkan betapa banyak nikmat yang telah diberikan kepada Bani Israil.
===
Maraji'/ sumber:
Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Edit Isi: Abu Ahsan Sirojuddin Hasan Bashri Lc, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Cetakan Keempat Belas, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.
===
HARGA RANGKA BAJA RINGAN
Anda membutuhkan harga rangka baja? Layanan Gratis konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Shahih Tafsir Ibnu Katsir: Al-Baqarah, Ayat 48 (2)
Shahih Tafsir Ibnu Katsir
Al-Baqarah, Ayat 48 (2)
Syafa'at ataupun Tebusan Tidak Akan Diterima dari Orang-orang Kafir dan Mereka Tidak Akan Mendapat Pertolongan
Firman Allah Ta'ala: "Dan (begitu pula) tidak diterima syafa'at," yakni dari orang-orang kafir, sebagaimana firman-Nya: "Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa'at dari orang-orang yang memberi syafa'at." (QS. Al-Muddatstsir: 48)
Dan juga firman-Nya tentang penduduk Neraka: "Maka kami tidak mempunyai seorang pun pemberi syafa'at, dan tidak pula mempunyai teman yang akrab." (QS. Asy-Syu'araa': 101)
Adapun firman-Nya: "Dan tebusan darinya," artinya Allah tidak akan mengambil tebusan yang mereka serahkan, sebagaimana Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mereka mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak itu)." (QS. Ali 'Imran: 91)
Dan Allah berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang kafir, sekiranya mereka mempunyai apa yang di bumi ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu (pula) untuk menebus diri mereka dengannya dari adzab hari Kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan mereka mendapat adzab yang pedih." (QS. Al-Maa-idah: 36)
Allah juga berfirman: "Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusan pun, niscaya tidak akan diterima hal itu darinya." (QS. Al-An'aam: 70)
Dan Allah berfirman: "Maka pada hari ini tidak diterima tebusan darimu dan tidak pula dari orang-orang kafir. Tempatmu adalah Neraka, itulah tempat berlindung," dan ayat seterusnya. (QS. Al-Hadiid: 15)
Allah Ta'ala memberitahukan bahwa jika mereka tidak beriman kepada Rasul-Nya dan tidak mengikuti ajaran yang dibawanya serta tidak memenuhi kewajiban yang dibebankan kepada mereka, maka pada hari Kiamat kelak kedekatan kaum kerabat dan syafa'at seorang yang memiliki kedudukan (terhormat) tidak akan bermanfaat bagi mereka. Dan tidak akan diterima tebusan dari mereka meski berupa emas sepenuh bumi. Sebagaimana Allah Ta'ala berfirman: "Sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafa'at." (QS. Al-Baqarah: 254)
Dan Dia berfirman: "Tidak ada jual beli dan persahabatan." (QS. Ibrahim: 31)
Firman Allah Ta'ala: "Dan mereka tidak akan mendapat pertolongan." Artinya, tidak ada seorang pun yang marah demi membela mereka, lalu menolong dan menyelamatkan mereka dari adzab Allah. Sebagaimana dikemukakan sebelumnya bahwa kaum kerabat dan orang yang terhormat tidak akan merasa iba kepada mereka, serta tidak akan diterima tebusan darinya. Tidak ada seorang penolong pun, baik dari kalangan mereka ataupun kalangan lainnya. Sebagaimana Allah berfirman: "Maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun dan tidak (pula) seorang penolong." (QS. Ath-Thaariq: 10) Artinya, bahwa Allah Ta'ala tidak akan menerima syafa'at ataupun tebusan dari orang-orang yang kafir kepada-Nya, serta tidak ada seorang pun yang dapat menyelamatkan dan menghindarkan mereka dari adzab-Nya. Sebagaimana Allah Ta'ala berfirman: "Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (adzab)-Nya." (QS. Al-Mu'-minuun: 88)
Allah juga berfirman: "Maka pada hari itu tidak ada seorang pun yang menyiksa seperti siksa-Nya, dan tidak ada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya." (QS. Al-Fajr: 25)
Dia juga berfirman: "Mengapa kamu tidak tolong-menolong? Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri." (QS. Ash-Shaaffaat: 26)
Dia juga berfirman: "Maka mengapa yang mereka sembah itu adalah selain Allah sebagai ilah untuk mendekatkan diri (kepada Allah) tidak dapat menolong mereka. Bahkan ilah-ilah itu telah lenyap dari mereka," dan ayat seterusnya. (QS. Al-Ahqaaf: 28)
Adh-Dhahhak meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas (ra-dhiyallaahu 'anhuma) tentang firman Allah: "Kenapa kamu tidak tolong-menolong?" Ia mengatakan: "Mengapa kalian tidak saling membantu untuk menolak adzab Kami pada hari ini? Mustahil hal itu bisa kalian lakukan pada hari ini!" (197)
Ibnu Jarir mengatakan: "Makna firman Allah: 'Dan mereka tidak akan mendapat pertolongan," bahwa pada hari itu tidak ada seorang penolong pun yang menolong mereka sebagaimana tidak ada yang memberi syafa'at bagi mereka. Tidak diterima dari mereka tebusan dan juga ganti rugi. Habislah semua kehormatan, tertutuplah segala praktek suap-menyuap dan bantu-membantu. Berakhirlah kesempatan untuk saling tolong dan saling bantu di antara mereka. Keputusan hari itu di tangan al-Jabbaar Sub-haanahu wa Ta'aala Yang Mahaadil, yang tidak bermanfaat di hadapan-Nya para pemberi syafa'at dan para penolong. Setiap kejahatan diganjar dengan balasan yang setimpal dengan kejahatannya. Dan setiap kebaikan akan dilipatgandakan balasannya. Seperti yang Allah sebutkan dalam firman-Nya: "Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian), karena sesungguhnya mereka akan ditanya: 'Kenapa kamu tidak tolong-menolong?' Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri." (QS. Ash-Shaaffaat: 24-26) (198)
===
(197) Tafsiir ath-Thabari (2/36).
(198) Tafsiir ath-Thabari (2/35).
===
Maraji'/ sumber:
Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Edit Isi: Abu Ahsan Sirojuddin Hasan Bashri Lc, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Cetakan Keempat Belas, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.
===
HARGA RANGKA BAJA
Anda membutuhkan harga rangka baja? Layanan Gratis konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Ringkasan Shahih Bukhari (130)
Ringkasan Shahih Bukhari.
Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah.
Kitaabul wudhu'.
4. Kitab Wudhu'.
61. Bab: Menyiram (Bekas) Kencing di Masjid.
130. Dari Abu Hurairah (ra-dhiyallaahu 'anhu), ia berkata: Seorang badui berdiri lalu kencing di dalam masjid, lalu orang-orang mencegahnya (dalam riwayat lain: lalu orang-orang menuju ke arahnya untuk menangkapnya di situ 7/102), tapi Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam berkata kepada mereka, "Biarkan dia, dan siramkan seember air pada kencingnya, atau setimba air. Sesungguhnya kalian diutus untuk memberi kemudahan, dan kalian tidak diutus untuk membuat kesulitan."
Baca selanjutnya:
Kembali ke Daftar Isi Buku ini.
Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.
===
Maraji'/ sumber:
Kitab: Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Bab Nabi dan Para Shahabat Membiarkan Seorang Badui yang Kencing di Masjid Sampai Selesai Kencingnya | Ringkasan Shahih Bukhari
Ringkasan Shahih Bukhari.
Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah.
Kitaabul wudhu'.
4. Kitab Wudhu'.
60. Bab: Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam dan Para Shahabat (ra-dhiyallaahu 'anhum) membiarkan Seorang Badui yang Kencing di Masjid Sampai Selesai Kencingnya.
(Bagian dari hadits Anas (ra-dhiyallaahu 'anhu), yang akan disebutkan pada bab 62).
Baca selanjutnya:
Kembali ke Daftar Isi Buku ini.
Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.
===
Maraji'/ sumber:
Kitab: Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Bab Membersihkan Kencing | Ringkasan Shahih Bukhari
Ringkasan Shahih Bukhari.
Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah.
Kitaabul wudhu'.
4. Kitab Wudhu'.
58. Bab: Membersihkan Kencing.
48.(137) Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam berkata kepada penghuni kuburan, bahwa ia tidak menjaga kesucian dari percikan air kencingnya. Beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) tidak menyebutkan selain kencing manusia.
Baca selanjutnya:
Kembali ke Daftar Isi Buku ini.
Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.
===
(137) Aku katakan: Telah disebutkan secara bersambung oleh pengarang pada bab sebelumnya.
===
Maraji'/ sumber:
Kitab: Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Ringkasan Shahih Bukhari (129)
Ringkasan Shahih Bukhari
Kitaabul wudhu'
4. Kitab Wudhu'
57. Bab: Termasuk Dosa Besar Bila Buang Air Kecil Tidak Menjaga Kesucian dari Percikannya
129. Dari Ibnu 'Abbas (ra-dhiyallaahu 'anhuma), ia berkata, "Suatu ketika, Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam melewati sebuah kebun di antara kebun-kebun Madinah, lalu beliau mendengar suara dua orang yang tengah disiksa di dalam kubur mereka, maka Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, ['Sesungguhnya keduanya 2/99] sedang disiksa. Keduanya tidak disiksa karena dosa besar {dalam anggapan keduanya}.' Kemudian beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) bersabda, ['Padahal demikian, itu karena dosa besar 7/86], salah seorang dari keduanya {disiksa} karena tidak menjaga kesucian dari percikan kencingnya (dalam riwayat lain: dari air kencing) sementara yang seorang lagi karena sering mengadu domba.' Selanjutnya beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) minta diambilkan pelepah kurma [yang masih basah] (dalam riwayat lain: dahan kurma] lalu beliau membelahnya menjadi dua, (dalam riwayat lain: memecahnya menjadi dua) dan masing-masing diletakkan di atas kedua kuburan tersebut. Ditanyakan kepada beliau, 'Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan itu?' Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Mudah-mudahan bisa meringankan siksa mereka selama belum mengering.'"
Baca selanjutnya:
Kembali ke Daftar Isi Buku ini.
Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.
===
Maraji'/ sumber:
Kitab: Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Ringkasan Shahih Bukhari (128)
Ringkasan Shahih Bukhari
Kitaabul wudhu'
4. Kitab Wudhu'
56. Bab: Berwudhu Bukan Karena Hadats
128. Dari Anas (ra-dhiyallaahu 'anhu), ia berkata, "Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam berwudhu untuk setiap shalat." Aku berkata, "Bagaimana yang kalian lakukan?" Ia berkata, "Cukup bagi seseorang di antara kita sekali wudhu selama tidak berhadats."
Baca selanjutnya:
Kembali ke Daftar Isi Buku ini.
Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.
===
Maraji'/ sumber:
Kitab: Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Ringkasan Shahih Bukhari (127)
Ringkasan Shahih Bukhari
Kitaabul wudhu'
4. Kitab Wudhu'
55. Bab: Wudhu Karena Tidur, dan Pendapat Orang yang Menyatakan Tidak Perlunya Wudhu Karena Mengantuk Sekali atau Dua Kali atau Hilangnya Kesadaran Sebentar
127. Dari Anas (ra-dhiyallaahu 'anhu), dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, "Jika seseorang mengantuk ketika shalat, maka hendaklah ia tidur, sehingga ia mengetahui apa yang dibacanya."
Baca selanjutnya:
Kembali ke Daftar Isi Buku ini.
Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.
===
Maraji'/ sumber:
Kitab: Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Ringkasan Shahih Bukhari (126)
Ringkasan Shahih Bukhari
Kitaabul wudhu'
4. Kitab Wudhu'
55. Bab: Wudhu Karena Tidur, dan Pendapat Orang yang Menyatakan Tidak Perlunya Wudhu Karena Mengantuk Sekali atau Dua Kali atau Hilangnya Kesadaran Sebentar
126. Dari 'Aisyah (ra-dhiyallaahu 'anhuma), bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jika seorang di antara kalian mengantuk ketika ia sedang shalat, maka hendaklah ia tidur sampai mengantuknya hilang. Jika seseorang di antara kalian shalat dalam keadaan mengantuk, maka dia tidak sadar, dan mungkin saja dia mau memohon ampunan, tapi malah mencaci dirinya."
Baca selanjutnya:
Kembali ke Daftar Isi Buku ini.
Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.
===
Maraji'/ sumber:
Kitab: Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Adabul Mufrad (150)
Adabul Mufrad
Kitab Anak Yatim
80. Bab: Fadhilah orang yang meninggal dan mempunyai anak.
150. Sha'sha'ah bin Mu'awiyah pernah bertemu dengan Abu Dzarr (ra-dhiyallaahu 'anhu) dalam keadaan membawa qirban (tempat air dari kulit). Dia lalu berkata, 'Wahai Abu Dzarr, mengapa engkau tidak punya anak?' Abu Dzarr berkata, 'Maukah engkau kuberi tahu?' 'Mau,' kataku. Dia berkata, 'Aku pernah mendengar Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:
'Tidak satupun seorang muslim yang ketiga anaknya meninggal dalam keadaan belum baligh kecuali Allah pasti akan memasukkannya ke dalam Surga, karena besarnya kasih sayangnya pada mereka, dan tidak ada seorang pria yang membebaskan seorang budak muslim kecuali Allah pasti akan menjadikan setiap anggota tubuhnya sebagai pembebas (dari api Neraka) bagi setiap anggota tubuhnya.'"
===
Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.
===
HARGA RANGKA BAJA
Anda membutuhkan harga rangka baja? Layanan Gratis konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Adabul Mufrad (149)
Adabul Mufrad
Kitab Anak Yatim
80. Bab: Fadhilah orang yang meninggal dan mempunyai anak.
149. Ummu Sulaim (ra-dhiyallaahu 'anha) berkata, "Aku pernah berada bersama Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam dimana beliau bersabda:
"Wahai Ummu Sulaim, tidak ada dua orang muslim yang ketiga anak keduanya meninggal kecuali Allah pasti akan memasukkan keduanya ke dalam Surga karena besarnya kasih sayang-Nya kepada mereka.'
Lalu kukatakan, 'Kalau dua orang?' Beliau bersabda:
'Dan juga dua orang.'"
===
Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.
===
HARGA RANGKA BAJA
Anda membutuhkan harga rangka baja? Layanan Gratis konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Adabul Mufrad (148)
Adabul Mufrad
Kitab Anak Yatim
80. Bab: Fadhilah orang yang meninggal dan mempunyai anak.
148. Abu Hurairah (ra-dhiyallaahu 'anhu) berkata, "Datang seorang wanita kepada Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam) lalu berkata, 'Wahai Rasulullah kami tidak dapat selalu bersamamu, maka tetapkanlah hari yang kita dapat menemuimu saat itu.' Beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) bersabda:
'Kalian tunggu di rumah fulan.'
Beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) lalu menemui mereka pada tempat yang dijanjikan. Sabda beliau, seperti yang diceritakan oleh mereka, antara lain:
'Tidak ada seorangpun dari kalian yang ketiga anaknya meninggal lalu dia sabar kecuali dia pasti akan masuk Surga.'
Lalu ada seorang wanita bertanya, 'Kalau dua orang?' Beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) bersabda:
'Dan juga dua orang.'"
===
Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.
===
HARGA RANGKA BAJA
Anda membutuhkan harga rangka baja? Layanan Gratis konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Adabul Mufrad (147)
Adabul Mufrad
Kitab Anak Yatim
80. Bab: Fadhilah orang yang meninggal dan mempunyai anak.
147. Abu Hurairah (ra-dhiyallaahu 'anhu) berkata, "Ada seorang wanita datang menemui Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam dengan seorang anak lalu berkata, 'Doakanlah dia.' Wanita itu telah mengubur anaknya yang ketiga. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam lalu bersabda:
'Engkau telah menutupi diri dengan suatu penutup/ pelindung yang sangat kuat dari api Neraka.'"
===
Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.
===
HARGA RANGKA BAJA
Anda membutuhkan harga rangka baja? Layanan Gratis konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Adabul Mufrad (146)
Adabul Mufrad
Kitab Anak Yatim
80. Bab: Fadhilah orang yang meninggal dan mempunyai anak.
146. Jabir bin 'Abdillah (ra-dhiyallaahu 'anhu) berkata, "Aku pernah mendengar Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:
'Siapa yang meninggal ketiga anaknya dan dia sabar mengharapkan pahala dia pasti akan masuk Surga.'
Kami lalu bertanya, 'Wahai Rasulullah, kalau dua orang?' Beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) bersabda:
'Juga dua orang.'
Kukatakan pada Jabir, 'Demi Allah aku kira kalau kalian mengatakan satu beliau pasti akan mengatakannya.' Jabir berkata, 'Aku kira begitu, demi Allah.'"
===
Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.
===
HARGA RANGKA BAJA
Anda membutuhkan harga rangka baja? Layanan Gratis konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Adabul Mufrad (145)
Adabul Mufrad
Kitab Anak Yatim
80. Bab: Fadhilah orang yang meninggal dan mempunyai anak.
145. Khalid al-'Abasy berkata, "Anakku mati, maka aku merasa sangat sedih karenanya. Lalu aku berkata, 'Wahai Abu Hurairah, apa engkau tidak pernah mendengar sesuatu dari Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam yang dapat melapangkan kita dari meninggalnya anak kita.' Abu Hurairah menjawab, 'Aku pernah mendengar Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:
'Anak-anak kecil kalian adalah akan menjadi makhluk-makhluk kecil di Surga.'"
===
Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.
===
ATAP BAJA RINGAN MURAH
Anda membutuhkan atap baja ringan murah? Layanan Gratis konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Adabul Mufrad (144)
Adabul Mufrad
Kitab Anak Yatim
80. Bab: Fadhilah orang yang meninggal dan mempunyai anak.
144. Abu Hurairah (ra-dhiyallaahu 'anhu) berkata, "Ada seorang wanita datang pada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam dengan seorang anak lalu dia berkata, 'Do'akanlah dia.' Dimana wanita itu telah mengubur anaknya yang ketiga Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam lalu bersabda:
'Engkau telah menutupi diri dengan suatu penutup/ pelindung yang sangat kuat dari api Neraka.'"
===
Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.
===
ATAP BAJA RINGAN MURAH
Anda membutuhkan atap baja ringan murah? Layanan Gratis konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Adabul Mufrad (143)
Adabul Mufrad
Kitab Anak Yatim
80. Bab: Fadhilah orang yang meninggal dan mempunyai anak.
143. Abu Hurairah (ra-dhiyallaahu 'anhu) berkata, "Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:
'Tidak seorangpun dari kaum muslimin yang meninggal ketiga anaknya lalu dia tersentuh api Neraka kecuali hanya sedikit.'"
===
Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.
===
ATAP BAJA RINGAN MURAH
Anda membutuhkan atap baja ringan murah? Layanan Gratis konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Adabul Mufrad (142)
Adabul Mufrad
Kitab Anak Yatim
79. Bab: Adab anak yatim.
142. Syumaisah al-Athikiyah berkata: Diceritakan di hadapan 'Aisyah (ra-dhiyallaahu 'anhuma) mengenai adab anak yatim lalu dia berkata, "Aku memukul anak yatim sampai dia tertidur pada tanah."
===
Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.
===
ATAP BAJA RINGAN MURAH
Anda membutuhkan atap baja ringan murah? Layanan Gratis konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Adabul Mufrad (141)
Adabul Mufrad
Kitab Anak Yatim
78. Bab: Fadhilah wanita yang sabar atas anaknya dan dia tidak kawin.
141. 'Auf bin Malik (ra-dhiyallaahu 'anhu) dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda:
"Aku dan wanita yang telah berubah wajahnya (karena penderitaan), wanita yang telah ditinggal mati oleh suaminya, lalu dia sabar pada anaknya, seperti dua ini di Surga." (20)
* Dha'if
===
(20) Dua di sini adalah dua jari beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam), untuk menunjukkan dekatnya tempatnya.
===
Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.
===
ATAP BAJA RINGAN MURAH
Anda membutuhkan atap baja ringan murah? Layanan Gratis konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Misteri Kematian: Siksa Kubur Didengar Hewan
Misteri Kematian
Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat
Alam Kubur
Siksa Kubur Didengar Hewan
Diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit ra-dhiyallaahu 'anhu, ia berkata:
"Saat Nabi (shallallaahu 'alaihi wa sallam) berada di kebun milik Bani Najjar mengendarai keledai milik beliau dan kami turut serta bersama beliau, tiba-tiba keledai beliau miring dan hampir melemparkan beliau, ternyata di sana ada makam enam, lima atau empat orang -demikian juga yang disampaikan dalam riwayat al-Hariri- kemudian beliau bertanya: 'Siapa yang kenal para penghuni makam ini?' Seseorang menjawab: 'Aku.' Beliau bertanya: 'Kapan mereka dikubur?' Orang itu menjawab: 'Mereka meninggal di (masa) kesyirikan.' Beliau bersabda: 'Sungguh ummat ini diuji dalam kuburnya, andai bukan karena (khawatir jika kalian mendengar siksa kubur sehingga) kalian tidak mau mengubur (jenazah), niscaya aku berdo'a kepada Allah untuk memperdengarkan siksa kubur kepada kalian seperti yang aku dengar." (140)
Diriwayatkan dari 'Aisyah ra-dhiyallaahu 'anhuma, ia berkata:
"Dua wanita tua yahudi memasuki kediamanku, keduanya berkata: 'Penghuni kubur di siksa dalam kubur." 'Aisyah berkata: 'Kalian berdusta, aku tidak percaya pada kalian berdua.' Keduanya keluar kemudian Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam) masuk, aku berkata: 'Wahai Rasulullah, dua wanita tua Madinah berkata: 'Penghuni kubur disiksa dalam kubur.'' Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Keduanya benar, sungguh mereka disiksa keras yang terdengar oleh hewan.' 'Aisyah berkata: 'Setelah itu, tidaklah aku melihat beliau shalat melainkan memohon perlindungan dari siksa kubur.'"
Imam Qurthubi rahimahullaah menyampaikan, ulama kita menjelaskan, keledai yang ditunggangi Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam) miring saat mendengar suara para penghuni kubur disiksa, hanya makhluk berakal yang tidak mendengarnya, seperti jin dan manusia, berdasarkan sabda Nabi: "Andai bukan karena (khawatir jika kalian mendengar siksa kubur sehingga) kalian tidak mau mengubur (jenazah), niscaya aku berdo'a kepada Allah untuk memperdengarkan siksa kubur kepada kalian seperti yang aku dengar." Allah menyembunyikan suara siksaan itu dari kita agar kita mengubur jenazah berdasarkan hikmah dan kelembutan Ilahi karena rasa takut akan menguasai diri kita saat mendengarnya, sehingga kita tidak bisa mendekati makam untuk mengubur jenazah, atau suara penghuni kubur yang tersiksa itu akan membinasakan orang yang masih hidup, sebab pendengaran manusia tidak mampu mendengar adzab Allah di dunia ini karena kekuatannya lemah. Bukankah ketika orang mendengar gemuruh halilintar atau goncangan besar akan membinasakannya. Gemuruh halilintar tidak seberapa jika dibandingkan dengan teriakan manusia yang dipukuli Malaikat dengan palu besar yang terdengar oleh semua yang ada di dekatnya.
Di antara kalangan ahlul ilmi dan amal, saat mengubur jenazah di perkampungan mereka di sebelah timur Isbelia, setelah itu mereka duduk di sudut makam berbincang-bincang, ada seekor hewan yang sedang merumput di dekat mereka, tiba-tiba hewan itu berlari kencang meninggalkan pemakaman, sepertinya telinganya mendengar sesuatu, setelah itu hewan itu lari. Hewan itu melakukan hal yang sama selama beberapa kali. Abu Hakam menyatakan, aku teringat siksa kubur dan sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam:
"Sungguh mereka disiksa keras yang terdengar oleh hewan." (141) (142)
===
(140) Riwayat al-Bukhari, hadits nomor 6366, Muslim, hadits nomor 586.
(141) Riwayat al-Bukhari, hadits nomor 6366, Muslim, hadits nomor 586.
(142) At-Tadzkirah, hal. 83.
===
Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis: Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, Ta'liq: Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemahan: Seri ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah: Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing, CV Darul Ilmi, Bogor - Indonesia, Cetakan Kedua, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013 M.
===
ATAP BAJA RINGAN MURAH
Anda membutuhkan atap baja ringan murah? Layanan Gratis konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Misteri Kematian: Dalil-dalil dari Sunnah tentang Adzab dan Nikmat Kubur
Misteri Kematian
Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat
Alam Kubur
Dalil-dalil Adzab dan Nikmat Kubur
Dalil-dalil Sunnah Tentang Siksa dan Nikmat Kubur
Dalil-dalil tentang siksa dan nikmat kubur dari Sunnah adalah dalil mutawatir.
Di antaranya disebutkan dalam kitab Shahihain dari hadits Ibnu 'Abbas ra-dhiyallaahu 'anhuma: Suatu ketika Nabi (shallallaahu 'alaihi wa sallam) melintasi dua makam kemudian beliau bersabda:
"Sungguh keduanya tengah disiksa dan keduanya bukan disiksa karena dosa besar. Salah satunya tidak menjaga diri dari (percikan) kencing, sementara yang lain karena menebar adu domba." Setelah itu beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) mengambil pelepah basah lalu dibelah dua, beliau tancapkan kedua bilah pelepah itu di setiap kubur. Para shahabat (ra-dhiyallaahu 'anhum) bertanya: "Wahai Rasulullah, kenapa engkau melakukannya?" Beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) bersabda: "Mudah-mudahan bisa meringankan siksa keduanya selama (pelepah) tidak mengering." (138)
Dalil ijma' tentang siksa dan nikmat kubur:
Setiap muslim berdo'a saat shalat: "Aku berlindung kepada Allah dari siksa Jahannam dan siksa kubur." Andai siksa kubur tidak ada, tentu mereka tidak perlu memohon perlindungan kepada Allah, sebab tidak ada gunanya memohon perlindungan dari sesuatu yang tidak ada. Ini menunjukkan mereka tidak mempercayai adanya siksa kubur. (139)
===
(138) Riwayat al-Bukhari, hadits nomor 218, 1378, dan Muslim, hadits nomor 292.
(139) Syarh al-Wasithiyah, hal. 344-346.
===
Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis: Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, Ta'liq: Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemahan: Seri ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah: Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing, CV Darul Ilmi, Bogor - Indonesia, Cetakan Kedua, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013 M.
===
ATAP BAJA RINGAN MURAH
Anda membutuhkan atap baja ringan murah? Layanan Gratis konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Misteri Kematian: Dalil-dalil dari al-Qur-an tentang Adzab dan Nikmat Kubur
Misteri Kematian
Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat
Alam Kubur
Dalil-dalil Adzab dan Nikmat Kubur
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullaah menjelaskan, selanjutnya setelah fitnah kubur ini ada dua hal; nikmat atau adzab.
Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullaah menjelaskan, ini menunjukkan adanya nikmat dan siksa kubur. Demikian yang ditunjukkan kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya, bahkan bisa kita katakan ijma' kaum muslimin.
1. Dalil-dalil dari al-Qur-an
Dalil al-Qur-an; terdapat tiga dalil yang disebutkan dalam al-Qur-an tentang siksa dan nikmat kubur.
Pertama; disebutkan di akhir surat al-Waqi'ah; Allah Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman:
"Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, padahal kamu ketika itu melihat, dan kami lebih dekat kepadanya daripada kamu. Tetapi kamu tidak melihat, maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)? Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar? Adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), maka dia memperoleh ketenteraman dan rizki serta Jannah kenikmatan. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan, maka keselamatanlah bagimu karena kamu dari golongan kanan. Dan adapun jika dia termasuk golongan yang mendustakan lagi sesat, maka dia mendapat hidangan air yang mendidih, dan dibakar di dalam Jahannam." (QS. Al-Waqi'ah: 83-94)
Ini nyata dan disaksikan oleh orang sekarat yang menyambut kedatangan para Malaikat yang datang dengan mengucapkan: "Selamat datang," kadang mengucapkan: "Selamat datang, silakan duduk," seperti yang disampaikan Ibnu Qayyim dalam kitabnya ar-Ruh. Kadang orang sekarat merasa tertimpa sesuatu yang menakutkan sehingga raut mukanya berubah ketika Malaikat adzab turun menghampirinya. Semoga Allah melindungi kita semua dari hal itu.
Kedua; Allah Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman tentang kaum fir'aun: "Kepada mereka dinampakkan Neraka pada pagi dan petang," ini berlaku sebelum Kiamat, karena itu Allah berfirman, "Dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada Malaikat): "Masukkanlah fir'aun dan kaumnya ke dalam adzab yang sangat keras." (QS. Al-Mu'min: 46)
Ketiga; Allah Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman:
"Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zhalim berada dalam tekanan sakaratul maut, sedang para Malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu" di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya." (QS. Al-An'am: 93)
Mereka kikir terhadap nyawa, mereka tidak menginginkan nyawanya keluar karena mereka telah diberitahu siksa dan hukuman, sehingga ruh enggan keluar dari raga mereka, karena itu Malaikat berkata: "Keluarkanlah nyawamu" di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan." (اليوم) Alif lam dalam kata ini menunjukkan untuk sesuatu yang diketahui dan ada saat itu, seperti firman Allah Sub-haanahu wa Ta'aala:
"Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu." (QS. Al-Ma-idah: 3)
Maksudnya pada hari ini, seperti itu juga yang disebutkan dalam surat al-An'am ayat 93 di atas, maksudnya pada hari saat Malaikat tiba untuk mencabut nyawa. Ini menunjukkan, mereka disiksa sejak nyawa mereka keluar, dan inilah siksa kubur itu.
Di antara dalil lain dari al-Qur-an adalah firman Allah Sub-haanahu wa Ta'aala berikut:
"(Yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para Malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): 'Salaamun 'alaikum, masuklah kamu ke dalam Surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan.'" (QS. An-Nahl: 32)
Ini disampaikan saat seseorang meninggal.
===
Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis: Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, Ta'liq: Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemahan: Seri ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah: Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing, CV Darul Ilmi, Bogor - Indonesia, Cetakan Kedua, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013 M.
===
ATAP BAJA RINGAN MURAH
Anda membutuhkan atap baja ringan murah? Layanan Gratis konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Kiai Meruqyah jin Berakting: Siapakah Orang Shalih Itu? (4)
Ruqyah
Siapakah Orang Shalih Itu? (4)
f) As-Saajiduun (ahli sujud). Sujud merupakan puncaknya kerendahan diri di hadapan Ilahi. Orang yang merendahkan diri akan diangkat oleh Allah. Semakin dia merendah di hadapan-Nya maka semakin diangkat pula setinggi-tingginya. Maka dengan banyak sujud seorang pemimpin akan semakin naik sekaligus mampu melihat ke bawah, bahkan dunia serta kenikmatannya berada di bawahnya, sehingga daya tarik duniawi tidak akan mampu menipu atau menariknya, akan tetapi semua daya tarik duniawi akan dia gunakan untuk kehidupan ukhrawi. Dengan demikian dia akan semakin mampu memimpin dan mengatasi masalah. Dengan banyaknya melakukan perbuatan yang bermanfaat bagi ummat, gagasannya pun akan semakin mudah untuk diterima oleh masyarakat. Karena itu, sujud merupakan bekal utama bagi seorang hamba yang akan melangkah untuk mengatasi masalah. Siapa pun tidak layak dicalonkan untuk menjadi pemimpin selain ahli sujud kepada Allah.
g) Al-Aamiruuna bil ma'ruuf (selalu menyuruh kepada yang ma'ruf). Setelah dia memiliki sifat ahli sujud, semangat untuk mengajak orang lain ke jalan yang benar akan terus meningkat. Dia tidak akan pernah ragu untuk menyuruh berbuat ma'ruf karena dia sendiri suka berbuat baik. Menyuruh kepada kebaikan sudah menjadi kesenangan setiap saat, Allah telah menyediakan tempat yang mulia untuk semua hamba-Nya, karena itu dia tidak rela kalau berbuat baik hanya dirinya sendiri. Apalagi menyuruh berbuat baik merupakan kewajiban. Barangsiapa yang tidak mau menyuruh orang lain untuk berbuat baik, berarti dia tidak melaksanakan sebagian kewajiban.
h) An-Naahuuna 'anil munkar (mencegah perbuatan munkar). Sebagai seorang yang menyadari akan pentingnya ketenangan ibadah, berlanjutnya dakwah, keharmonisan hidup bermasyarakat, dan berjuang untuk mewujudkannya, tentu dia akan menghadapi tantangan berupa kemungkaran yang sudah tersebar ditambah dengan tantangan yang merintangi perjalanan dakwah yang dilakukannya. Maka akan bertambah beratlah tugasnya sebagai pembina ummat. Ketika dia menghadapi tantangan dia tidak akan tinggal diam, akan tetapi dia akan menjadikannya sebagai tambahan amal. Dia tidak akan membiarkan kemungkaran tersebar terus, melainkan dia akan mencurahkan segala upaya untuk memberantas kemungkaran tersebut. Hal ini dia lakukan demi keselamatan bersama. Orang yang membiarkan kemungkaran tersebar, secara tidak langsung sama artinya dengan menyetujui kehancuran ummat. Orang seperti itu sangat tidak layak untuk menjadi imam atau pemimpin. Dengan demikian seseorang akan layak menjadi calon imam kalau dia sudah terbukti berjuang memberantas kemungkaran.
i) Al-haafi-zhuuna lihuduu dillaah (senantiasa memelihara batas-batas Allah). Kendatipun seseorang terus berjuang dengan menyuruh kebaikan dan melarang kemaksiatan, dia belum layak untuk menjadi calon imam kalau dia sendiri masih melanggar aturan Allah. Islam sebagai pedoman hidup yang meliputi aqidah, syari'ah dan akhlaq tidak akan dipahami oleh masyarakat banyak kalau sekadar diterangkan melalui lisan. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam menerangkan al-Qur-an dengan amal. Karena itu, seseorang tidak dipandang sebagai penyeru kepada kebaikan kalau dia sendiri tidak terlihat sebagai contoh yang dapat diikuti dalam melaksanakan kebaikan, baik bagi dirinya, keluarga atau lingkungannya.
===
Maraji'/ sumber:
Buku: Kiai Meruqyah Jin Berakting, Penulis: K.H. Saiful Islam Mubarak Lc. M.Ag, Editor: Eko Wardhana, Penerbit: PT. Syaamil Cipta Media, Bandung - Indonesia, Cetakan Februari 2004 M.
===
ATAP BAJA RINGAN TERBAIK
Anda membutuhkan atap baja ringan terbaik? Layanan Gratis konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Kiai Meruqyah jin Berakting: Siapakah Orang Shalih Itu? (3)
Ruqyah
Siapakah Orang Shalih Itu? (3)
d) as-Saa-ihuun (pelancong/ pelawat). Di antara makna as-saa-ihuun adalah jihad, hijrah dan mencari ilmu. Al-Qurthubi dalam tafsirnya menyatakan
Abu Umamah (ra-dhiyallaahu 'anhu) meriwayatkan, bahwa seseorang meminta izin kepada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam untuk melawat. Maka beliau bersabda, "Melawatnya ummatku adalah jihad fi sabilillah." (HR. Abu Dawud)
Menurut Abu Muhammad 'Abdul Khaliq hadits ini adalah shahih dan menurut 'Abdurrahman bin Zaid, as-saa-ihuun artinya orang-orang yang hijrah. Dan ada juga yang mengatakan: berpergian untuk belajar hadits dan mencari ilmu. (44)
Seorang calon pemimpin mesti memiliki wawasan yang sangat luas, baik yang berhubungan dengan kehidupan pribadi, masyarakat, politik, ekonomi dan lainnya. Hal ini tercapai bila dia sering melakukan perjalanan. Di perjalanan dia akan menemukan berbagai pengalaman. Dia akan dihadapkan kepada banyak permasalahan dan dituntut untuk mampu mengatasinya. Seseorang akan mampu memimpin bila telah terjun ke tengah masyarakat dan mengetahui permasalahan ummat serta sudah berpengalaman dalam mengatasi masalah mereka, sebagaimana yang telah dialami Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam. Karena Islam adalah ajaran yang meliputi segala aspek kehidupan, maka seorang pemimpin mesti memiliki wawasan tentang keislaman secara keseluruhan kendatipun tidak sampai mendalam. Sebaliknya, seseorang tidak dapat diharapkan akan mampu memimpin ummat, meski dia rajin membaca buku, kalau pengetahuannya terbatas pada isi buku tanpa menggali dari pengalaman di lapangan yang penuh dengan peristiwa dan kejadian. Di lapangan dia akan menemukan berbagai permasalahan yang mesti diatasi. Di saat dia tahu demikian banyak permasalahan ummat yang menunggu solusi, tentu akan terasa betapa berat tanggung jawab, maka akan terdorong untuk segera menghadap kepada Yang Mahakuasa untuk memohon pertolongan dan bimbingan. Karena dia yakin bahwa tiada sulit apa yang Allah mudahkan, dan tiada mudah apa yang Allah jadikan sulit.
e) Ar-Raaki'uun (yang selalu ruku'). Ruku' sebagai bukti kerendahan seseorang di hadapan Allah dan sebagai pembekalan diri untuk menghadapi berbagai tantangan dan cobaan. Bagi seorang pemimpin, ruku' merupakan pembinaan ruhiyah yang dilakukan secara rutin guna menjaga keseimbangan agar dia tidak merasa bangga dengan penghormatan rakyat akan tetapi dia selalu merasa betapa berat beban yang dipikulnya. Sehingga dia tidak saja bebas dari merasa bangga dengan penghormatan akan tetapi lebih dari itu dia akan merasa sebagai orang yang paling hina dan paling berdosa, karena dia menyadari akan kelemahannya dalam melaksanakan tugas membina ummat. Bila keseimbangan telah dimiliki, maka dapat diharapkan dia akan mampu memimpin walaupun tidak sempurna, karena tidak akan ada orang yang sempurna.
===
(44) Al-Qurthubi, al-Jami' li ahkamil Qur-an, Darusysysa'b, Cairo, 1372 H, 8:270.
===
Maraji'/ sumber:
Buku: Kiai Meruqyah Jin Berakting, Penulis: K.H. Saiful Islam Mubarak Lc. M.Ag, Editor: Eko Wardhana, Penerbit: PT. Syaamil Cipta Media, Bandung - Indonesia, Cetakan Februari 2004 M.
===
ATAP BAJA RINGAN TERBAIK
Anda membutuhkan atap baja ringan terbaik? Layanan Gratis konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Kiai Meruqyah jin Berakting: Siapakah Orang Shalih Itu? (2)
Ruqyah
Siapakah Orang Shalih Itu? (2)
(Nabi) Ibrahim ('alaihis salaam) sebagai kekasih Allah telah diangkat menjadi teladan bagi ummat manusia karena beliau telah mendapat ujian dengan beberapa kalimat, dan beliau penuhi ujian tersebut hingga dinyatakan oleh Allah bahwa beliau menjadi pemimpin. Beberapa kalimat yang dimaksud tercantum dalam surat at-Taubah ayat 112 yaitu:
"Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji (Allah), yang melawat, yang ruku', yang sujud, yang menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah berbuat mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu." (QS. At-Taubah: 112)
a) At-Taa-ibuun (ahli taubat). Taubat bukan sekadar suatu perbuatan melainkan merupakan satu sifat yang tidak pernah terlepas dari diri. Hal ini menunjukkan bahwa orang yang bertaubat selalu memelihara hubungan dengan Allah, menyadari banyaknya dosa dan kesalahan, dan selalu memohon ampun untuk membersihkan jiwa, bukan orang yang mengaku dirinya sebagai orang suci, karena tidak ada manusia yang suci.
b) Al-'Aabiduun (ahli ibadah). Ibadaha adalah bukti penghambaan diri seseorang di hadapan Rabbnya. Ibadah akan selalu mendidik seseorang untuk merendah dan menganggap dirinya sama dengan hamba lainnya. Dengan demikian dia akan mudah bergaul dengan semua lapisan masyarakat, sehingga mudah dikenal dan mudah berinteraksi. Orang yang menyembunyikan diri, susah dikenal dan susah berinteraksi dengan masyarakat tidak mungkin dapat memikul beban memimpin ummat yang demikian berat. Jadi orang yang layak menjadi calon pemimpin adalah orang yang dikenal masyarakat dan menjadi teladan bagi mereka.
c) Al-haamiduun (yang selalu memuji Allah). Seorang calon pemimpin senantiasa mengakui bahwa semua yang ada pada dirinya adalah milik Allah. Karenanya dia selalu memuji-Nya dan tidak pernah mengharapkan pujian orang. Dia selalu merendakan diri di hadapan-Nya, karena menyadari bahwa semua kenikmatan yang ada pada dirinya bukan miliknya melainkan amanat yang harus dijaga dan dipelihara sesuai dengan aturan-Nya. Semakin banyak kenikmatan yang diterimanya semakin besar pula beban yang dipikulnya. Maka dia tidak pernah berbangga dengan kelebihan yang ada padanya. Orang yang mengharap pujian orang lain tidak layak untuk menjadi pemimpin. Demikian pula orang yang suka memuji dirinya dengan cara apapun. Karena hal tersebut berlawanan dengan sifat al-haamiduun.
===
Maraji'/ sumber:
Buku: Kiai Meruqyah Jin Berakting, Penulis: K.H. Saiful Islam Mubarak Lc. M.Ag, Editor: Eko Wardhana, Penerbit: PT. Syaamil Cipta Media, Bandung - Indonesia, Cetakan Februari 2004 M.
===
ATAP BAJA RINGAN TERBAIK
Anda membutuhkan atap baja ringan terbaik? Layanan Gratis konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Sembuh dengan Satu Titik: Memilih Titik Bekam di Tempat Keluhan
Bagian Kedua
Cara Membekam yang Efektif
Memilih Titik Bekam Berdasarkan Titik Meridian
1. Memilih Titik Bekam di Tempat Keluhan
Cara ini merupakan cara yang paling mudah dan sering dilakukan. Di mana ada keluhan, di situlah yang dibekam. Misalnya, ada orang sakit kepala dan pusing-pusing, maka pembekaman dilakukan di daerah kepala yang pusing. Bila keningnya terasa nyeri, maka dibekam pada keningnya. Bila giginya sakit, maka dibekam di pipi daerah yang sakit. Dan, bila lututnya nyeri, maka dibekam pada lututnya. Jadi, mana bagian tubuh yang nyeri, itulah yang dibekam. Namun, cara ini bila tidak hati-hati, akan menimbulkan kerusakan jaringan tubuh. Misalnya, nyeri karena trauma fisik, tidak boleh dilakukan pembekaman pada daerah yang nyeri karena akan menyebabkan meningkatnya rasa nyeri.
Dengan cara ini bisa diketahui kondisi penyakitnya, apakah termasuk penyakit karena berlebihnya fungsi tubuh (hiper) atau karena melemahnya fungsi tubuh (hipo). Apabila ada bagian tubuh yang nyeri, kemudian ditekan bagian yang nyerir tersebut semakin bertambah nyerinya, ini menandakan meridian yang bersangkutan mengalami fungsi berlebihan. Maka, terapinya adalah dengan mengurangi atau menurunkan fungsi meridian yang bersangkutan. Sebaliknya, bila ada bagian tubuh yang terasa nyeri, kemudian bila ditekan pada bagian yang nyeri tersebut semakin enak atau semakin berkurang nyerinya, ini menandakan meridian yang bersangkutan mengalami penurunan fungsi, melemahnya meridian atau defisiens. Maka, terapinya adalah dengan menaikkan, meningkatkan atau menguatkan chi meridian yang bersangkutan. Misalnya, di daerah punggung di sekitar ikat pinggang terasa nyeri. Setelah ditekan ternyata bertambah nyerinya, berarti meridian kandung kencing mengalami hiperfungsi, maka harus dilakukan pelemahan pada meridian kandung kencingnya. Sebab, meridian yang melalui punggung adalah meridian kandung kencing. Caranya adalah dengan membekam pada punggung yang nyeri. Apabila penyakitnya bersifat kuat, maka dilemahkan dengan membekamnya. Selama 15 - 30 menit. Bila penyakitnya lemah, maka dikuatkan dengan pembekaman selama 5 - 15 menit. Selain itu, bila memakai alat bekam yang berupa tabung penghisap yang banyak tersedia di toko-toko, yang sudah dilengkapi dengaan tabung magnet kecil yang berwarna merah atau biru, maka gunakan tabung dengan gelas biru untuk melemahkan, dan gelas merah untuk menguatkan. Bisa juga dengan menghisap memakai api untuk menguatkan, dan memakai udara untuk melemahkan.
Dasar kerja cara ini adalah bahwa semua penyakit, kelainan atau patogen menyerang tubuh melalui meridian. Di meridian yang dimasuki penyakit tersebut akan timbul rasa nyeri. Maka, dengan melakukan bekam di tempat yang nyeri, akan terjadi pengaktifan dari meridian yang bersangkutan. Sehingga dengan membekamnya, patogen akan terusir dan akan didapatkan penyembuhan. Namun, titik ini hanya sebatas mengurangi keluhan-keluhan ringan.
===
Maraji'/ sumber:
Buku: Sembuh dengan Satu Titik, Penulis: dr. Wadda' A. Umar, Editor: Effendy Abu Ahmad, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan XIV, Nopember 2012 M/ Muharram 1434 H.
===
ATAP BAJA RINGAN TERBAIK
Anda membutuhkan atap baja ringan terbaik? Layanan Gratis konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Sembuh dengan Satu Titik: Memilih Titik Bekam Berdasarkan Titik Meridian
Bagian Kedua
Cara Membekam yang Efektif
Memilih Titik Bekam Berdasarkan Titik Meridian
Tubuh manusia tersusun oleh organ dan meridian. Organ yang menyusun tubuh terdiri dari: usus besar (large intestine), lambung (stomach), usus kecil (small intestine), kandung kemih (bladder), tri pemanas (triple energizer), kandung empedu (gall bladder), paru-paru (lung), limpa (spleen), jantung (heart), ginjal (kidney), selaput jantung (pericardium), hati (liver), ren (conception vessel), dan du (governor vessel). Ilmu kedokteran modern sampai saat ini belum menemukan organ tri pemanas (triple energizer), ren (conception vessel), dan du (governor vessel). Masing-masing organ tersebut mempunyai saluran-saluran yang saling berhubungan yang disebut meridian. Dengan demikian, setiap organ juga mempunyai meridian.
Secara umum, memilih titik bekam cara ini didasarkan pada teori meridian. Tubuh manusia, tersusun oleh suatu garis imajiner yang melintang dan membujur yang disebut meridian. Meridian adalah gambaran sistem saluran dalam tubuh yang terdiri dari saluran yang membujur dan melintang pada seluruh tubuh, yang menghubungkan permukaan tubuh dengan organ, organ dengan organ, organ dengan jaringan penunjang, jaringan penunjang satu dengan lainnya, tubuh bagian kanan dengan yang kiri, tubuh yang atas dengan yang bawah, yang luar dengan yang dalam, organ tubuh dengan anggota gerak, dan sebaliknya, sehingga membentuk satu kesatuan yang saling berhubungan dan beraksi bersama-sama apabila mendapatkan rangsangan penyakit dari dalam tubuh atau pun luar tubuh. Melalui meridian inilah mengalir energi chi yang berperan dalam menyeimbangkan fungsi tubuh. Dengan mengaktifkan titik-titik dari meridian dengan cara membekam, maka energi chi akan mengalir sepanjang meridian menuju bagian tubuh yang tidak seimbang atau mengalami kelainan. Selanjutnya, ia akan mengembalikan bagian tubuh ke kondisi sehat seperti semula.
Di titik tersebut banyak terdapat kumpulan syaraf, motor neuron dan saluran pembuluh darah. Bila titik dibawahnya dibekam, maka akan terjadi proses kapiler dan arteriola, peningkatan jumlah leukosit, limfosit dan sistem retikulo endothelial, pelepasan ACTH, kortison, endorphin, enkefalin, dan fakto humoral lain. Selian itu, juga terjadi efek anti peradangan, penurunan serum lemak trigliserida, fosfolipida dan kolesterol LDL, merangsang proses lipolisis jaringan lemak dan mengatur kadar glukosa darah agar normal. Disertai pula pelepasan zat neuorokimia seperti endorphin dan peningkatan oksigen aliran darah. Secara mudah, titik tersebut bisa diibaratkan tombol listrik yang bila dipijat akan mengalirkan listrik ke seluruh tubuh. Jadi, dari titik itulah energi chi akan mengalir ke seluruh tubuh. Dan, energi chi inilah yang memperbaiki fungsi tubuh. Dengan adanya perbaikan fungsi tubuh, maka kesembuhan akan diperoleh.
===
Maraji'/ sumber:
Buku: Sembuh dengan Satu Titik, Penulis: dr. Wadda' A. Umar, Editor: Effendy Abu Ahmad, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan XIV, Nopember 2012 M/ Muharram 1434 H.
===
DAFTAR HARGA ATAP BAJA
Anda membutuhkan daftar harga atap baja? Layanan Gratis konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Sembuh dengan Satu Titik: Penyakit yang Tidak Bisa Diobati dengan Bekam
Bagian Kedua
Cara Membekam yang Efektif
Penyakit yang Tidak Bisa Diobati dengan Bekam
Bekam sangat baik untuk meringankan dan mengobati beberapa penyakit. Ia dapat dipergunakan untuk meningkatkan kesehatan, memperbaiki kesehatan tubuh, atau meningkatkan daya tahan tubuh (fungsi promotif), sehingga bisa dipakai pada orang-orang yang sehat. Selain itu, dapat dipakai pula untuk mencegah agar seseorang yang sehat tidak terserang penyakit (fungsi preventif). Pada sebagian orang sakit, bisa meringankan dan menghilangkan beberapa keluhan (fungsi paliatif), dan bisa menghilangkan penyebab penyakit (fungsi kuratif). Namun, ada juga penyakit yang tidak bisa diobati dengan bekam.
Beberapa penyakit yang tidak bisa diobati dengan bekam, di antaranya:
1. Penyakit yang disertai perubahan anatomi dan morfologi tubuh seperti: kanker dan tumor.
2. Penyakit yang memerlukan operasi, seperti: patah tulang, dislokasi tulang dan sendi, dan ruptur (lepasnya) organ-organ dalam tubuh.
3. Penyakit karena trauma fisik, terkena zat kimia, tersiram air panas, dan luka bakar.
4. Penyakit karena kecelakaan, seperti: tenggelam, tersengat listrik, luka-luka robek, dan lecet.
Oleh karena itu, dalam beberapa kasus penyakit, penulis tidak menganjurkan bekam sebagai pengobatan utama dengan meninggalkan metode pengobatan lain. Penulis juga tidak merekomendasikan agar semua penyakit diobati dengan bekam. Sebab, beberapa pasien masih memerlukan pengobatan dan tindakan medis lainnya.
===
Maraji'/ sumber:
Buku: Sembuh dengan Satu Titik, Penulis: dr. Wadda' A. Umar, Editor: Effendy Abu Ahmad, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan XIV, Nopember 2012 M/ Muharram 1434 H.
===
DAFTAR HARGA ATAP BAJA
Anda membutuhkan daftar harga atap baja? Layanan Gratis konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Shahih Tafsir Ibnu Katsir: Al-Baqarah, Ayat 48
Shahih Tafsir Ibnu Katsir
Al-Baqarah, Ayat 48
Dan jagalah dirimu dari (adzab) hari (Kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain walau sedikit saja; dan (begitu pula) tidak diterima syafa'at dan tebusan darinya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS. 2: 48)
Setelah Allah Ta'ala mengingatkan Bani Israil akan berbagai nikmat-Nya. Dia menyambung peringatan tersebut dengan ancaman berupa beratnya siksaan yang akan diberikan kepada mereka pada hari Kiamat, Allah Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman: "Dan jagalah dirimu dari (adzab) hari (Kiamat)," yang pada hari itu: "Seseorang tidak dapat membela orang lain." Artinya, tidak ada seorangpun yang dapat mencukupi orang lain, sebagaimana Dia berfirman: "Dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain." (QS. Al-An'aam: 164)
Dia berfirman:
"Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya." (QS. 'Abasa: 37)
Dan Dia berfirman:
"Hai manusia, bertakwalah kepada Rabb-mu dan takutlah akan suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun." (QS. Luqman: 33)
Inilah maqam yang sempurna dimana anak dan orang tua (masing-masing dari keduanya) tidak bisa memberikan kecukupan sedikit pun kepada yang lainnya.
===
Maraji'/ sumber:
Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Edit Isi: Abu Ahsan Sirojuddin Hasan Bashri Lc, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Cetakan Keempat Belas, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.
===
BAJA RINGAN TANGERANG
Anda membutuhkan baja ringan Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Shahih Tafsir Ibnu Katsir: Al-Baqarah, Ayat 47 (2)
Shahih Tafsir Ibnu Katsir
Al-Baqarah, Ayat 47 (2)
Ummat Muhammad (shallallaahu 'alaihi wa sallam) Lebih Utama Dari Bani Israil
Ayat di atas harus dipahami sebagaimana memahami ayat ini, karena ummat ini (ummat Islam) lebih utama dari Bani Israil, sebagaimana firman Allah Ta'ala yang ditujukan kepada ummat ini:
"Kamu adalah ummat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka..." (QS. Ali 'Imran: 110)
Dalam kitab-kitab Musnad dan Sunan diriwayatkan sebuah hadits dari Mu'awiyah bin Haidah al-Qusyairi (ra-dhiyallaahu 'anhu), ia mengatakan bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Kalian sebanding dengan 70 ummat, kalian adalah ummat terbaik dan paling mulia di sisi Allah Tabaaraka wa Ta'aala." (196)
Hadits-hadits dalam masalah ini sangatlah banyak dan akan disebutkan ketika membahas firman Allah Sub-haanahu wa Ta'aala:
"Kamu adalah ummat terbaik yang dilahirkan untuk manusia." (QS. Ali 'Imran: 110)
===
(196) Ahmad (4/447) dan (5/3), Tuhfatul Ahwadzi (8/352) dan Ibnu Majah (2/1433). [Hasan: Lafazh ini miliknya, at-Tirmidzi (no. 3001), Ibnu Majah (no. 4288). Dihasankan oleh Syaikh al-Albani (rahimahullaah) dalam Shahiihul Jaami' (no. 2301)].
===
Maraji'/ sumber:
Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Edit Isi: Abu Ahsan Sirojuddin Hasan Bashri Lc, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Cetakan Keempat Belas, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.
===
BAJA RINGAN TANGERANG
Anda membutuhkan baja ringan Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Shahih Tafsir Ibnu Katsir: Al-Baqarah, Ayat 47
Shahih Tafsir Ibnu Katsir
Al-Baqarah, Ayat 47
Hai Bani Israil, ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkanmu atas seluruh ummat. (QS. 2: 47)
Peringatan Bagi Bani Israil Atas Keutamaan yang Diberikan Kepada Mereka Atas Ummat yang Lain
Allah Ta'ala mengingatkan Bani Israil berbagai nikmat yang telah dianugerhakan kepada nenek moyang serta para pendahulu mereka. Juga keutamaan yang telah diberikan kepada mereka dengan diutusnya para Rasul dari kalangan mereka sendiri serta diturunkannya Kitab-kitab kepada mereka, dan diutamakannya mereka dari ummat-ummat yang lain pada zamannya, sebagaimana Allah Ta'ala berfirman: "Dan sesungguhnya telah Kami pilih mereka dengan pengetahuan (Kami) atas bangsa-bangsa." (QS. Ad-Dukhaan: 32)
Dan Allah berfirman:
"Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: 'Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat Nabi-nabi di antaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorang pun di antara ummat-ummat yang lain." (QS. Al-Maa-idah: 20)
Tentang firman Allah Ta'ala: "Dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas seluruh ummat," Abu Ja'far ar-Razi meriwayatkan dari ar-Rabi' bin Anas, dari Abul 'Aliyah, ia mengatakan: "Kelebihan mereka itu diwujudkan dengan kekuasaan, diutusnya para Rasul, dan diturunkannya Kitab-kitab Allah kepada ummat pada zaman tersebut, karena setiap zaman memiliki ummat." (194)
Hal senada diriwayatkan dari Mujahid, ar-Rabi' bin Anas, Qatadah, dan Isma'il bin Abi Khalid. (195)
===
(194) Tafsiir ath-Thabari (2/24).
(195) Ibnu Abi Hatim (1/158).
===
Maraji'/ sumber:
Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Edit Isi: Abu Ahsan Sirojuddin Hasan Bashri Lc, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Cetakan Keempat Belas, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.
===
BAJA RINGAN TANGERANG
Anda membutuhkan baja ringan Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Ringkasan Shahih Bukhari (125)
Ringkasan Shahih Bukhari
Kitaabul wudhu'
4. Kitab Wudhu'
54. Bab: Haruskah Berkumur Karena Minum Susu?
125. Dari Ibnu 'Abbas (ra-dhiyallaahu 'anhuma), bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam minum susu lalu beliau berkumur-kumur, kemudian beliau bersabda, "Sesungguhnya susu itu mengandung lemak."
Baca selanjutnya:
Kembali ke Daftar Isi Buku ini.
Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.
===
Maraji'/ sumber:
Kitab: Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Ringkasan Shahih Bukhari (124)
Ringkasan Shahih Bukhari
Kitaabul wudhu'
4. Kitab Wudhu'
53. Bab: Berkumur Setelah Makan Tepung dan Tidak Berwudhu Lagi
124. Dari Maimunah (ra-dhiyallaahu 'anha), bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam pernah makan paha kambing, kemudian beliau shalat tanpa berwudhu lagi.
Baca selanjutnya:
Kembali ke Daftar Isi Buku ini.
Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.
===
Maraji'/ sumber:
Kitab: Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Ringkasan Shahih Bukhari (123)
Ringkasan Shahih Bukhari
Kitaabul wudhu'
4. Kitab Wudhu'
53. Bab: Berkumur Setelah Makan Tepung dan Tidak Berwudhu Lagi
123. Dari Suwaid bin an-Nu'man (ra-dhiyallaahu 'anhu) [salah seorang shahabat yang mengikuti baiat di bawah pohon 5/66], bahwa pada tahun Khaibar ia keluar bersama Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam [menuju Khaibar 6/213]. Ketika telah sampai di Shahba`, yaitu daerah yang paling dekat (dalam riwayat lain: yaitu tempat yang berdekatan) dengan Khaibar, beliau shalat (dalam riwayat lain: mereka shalat) 'Ashar. Kemudian [Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam] minta dibawakan bekal (dalam riwayat lain: makanan), tapi yang ada hanya roti {yang terbuat dari tepung gandum}. Maka beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) pun menyuruhnya lalu roti itu dibasahi. Kemudian Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam makan, dan kami pun makan (dalam riwayat lain: kemudian beliau mengunyahnya, maka kami pun mengunyahnya bersama beliau) [lalu kami minum 1/60]. Setelah itu beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) berdiri untuk shalat Maghrib, [beliau minta dibawakan air] lalu berkumur, maka kami pun berkumur. Selanjutnya beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) shalat [bersama kami], tanpa berwudhu lagi.
Baca selanjutnya:
Kembali ke Daftar Isi Buku ini.
Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.
===
Maraji'/ sumber:
Kitab: Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Ringkasan Shahih Bukhari: Bab Tidak Berwudhu Karena Makan Daging Domba atau Tepung
Ringkasan Shahih Bukhari
Kitaabul wudhu'
4. Kitab Wudhu'
52. Bab: Tidak Berwudhu Karena Makan Daging Domba atau Tepung
56.(136) Abu Bakar, 'Umar, dan 'Utsman (ra-dhiyallaahu 'anhum) pernah memakan itu, dan mereka tidak berwudhu lagi.
Baca selanjutnya:
Kembali ke Daftar Isi Buku ini.
Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.
===
(136) Ath-Thabrani dalam Musnad asy-Syamiyyin menyebutkan secara bersambung dengan isnad hasan dari mereka.
===
Maraji'/ sumber:
Kitab: Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Ringkasan Shahih Bukhari: Bab Memasukkan Kedua Kaki {ke Dalam Khuff} dalam Keadaan Suci
Ringkasan Shahih Bukhari
Kitaabul wudhu'
4. Kitab Wudhu'
51. Bab: Memasukkan Kedua Kaki {ke Dalam Khuff} dalam Keadaan Suci
(Hadits al-Mughirah bin Syu'bah (ra-dhiyallaahu 'anhu), yang akan disebutkan pada kitab ke 8 bab 7).
Baca selanjutnya:
Kembali ke Daftar Isi Buku ini.
Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.
===
Maraji'/ sumber:
Kitab: Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Ringkasan Shahih Bukhari (122)
Ringkasan Shahih Bukhari
Kitaabul wudhu'
4. Kitab Wudhu'
50. Bab: Mengusap Khuff {Semacam Sepatu Bot}
122. Dari Ja'far bin 'Amr bin Umayyah adh-Dhamri, ia berkata, "Aku melihat Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam mengusap surban dan kedua khuffnya."
Baca selanjutnya:
Kembali ke Daftar Isi Buku ini.
Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.
===
Maraji'/ sumber:
Kitab: Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Ringkasan Shahih Bukhari (121)
Ringkasan Shahih Bukhari
Kitaabul wudhu'
4. Kitab Wudhu'
50. Bab: Mengusap Khuff {Semacam Sepatu Bot}
121. Dari Sa'd bin Abi Waqqash (ra-dhiyallaahu 'anhu), dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau mengusap kedua khuff miliknya. 'Abdullah bin 'Umar (ra-dhiyallaahu 'anhu) pernah bertanya kepada 'Umar (ra-dhiyallaahu 'anhu) tentang hal itu, maka 'Umar pun berkata, "Ya. Jika Sa'ad menceritakan kepadamu tentang sesuatu dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, maka janganlah engkau tanyakan kepada yang lain."
===
Maraji'/ sumber:
Kitab: Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Adabul Mufrad (140)
Adabul Mufrad
Kitab Anak Yatim
77. Bab: Jadilah sebagai ayah yang penyayang bagi anak yatim.
140. 'Asma bin 'Ubaid berkata, "Aku berkata pada 'Abdullah bin Sirrin, 'Aku punya seorang anak yatim. Dia lalu berkata, 'Berbuatlah kepadanya seperti yang engkau perbuat pada anakmu dan pukullah dia seperti engkau memukul anakmu.''"
===
Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.
===
BAJA RINGAN TANGERANG
Anda membutuhkan baja ringan Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT