Kesamaan dalam asal penciptaan

Muqoddimah

Kesamaan dalam asal penciptaan

Artinya adalah bahwa kaum wanita itu diciptakan dari diri kaum lelaki. Sebagaimana ditunjukkan oleh firman-Nya,

"Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabbmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya, dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling memintaa satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu."
(Qur-an Surah an-Nisaa': ayat 1)

"Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan isterinya."
(Qur-an Surah al-A'raf: ayat 189)

"Dia menciptakan kamu dari seorang diri, kemudian Dia jadikan darinya isterinya."
(Qur-an Surah az-Zumar: ayat 6)

Semua ayat di atas memberikan pengertian bahwa wanita tidaklah diciptakan dari bahan yang berbeda dari bahan penciptaan lelaki. Dia diciptakan darinya. Dan masing-masing dari keduanya terlahir dari apa yang Allah ciptakan, yaitu Adam dan Hawa.

Sesungguhnya mereka yang memandang bahwa lelaki dan perempuan diciptakan dari bahan yang berbeda adalah agama-agama selain Islam seperti yahudi, kristen, dan golongan lain yang mengaku dan menganggap dirinya sangat berperadaban tinggi. Bahkan kita jumpai juga di antara konsili-konsili mereka masih ada yang mempertanyakan apakah wanita itu memiliki ruh atau tidak? Apakah wanita itu dari jenis manusia atau bukan? Dan jenis pertanyaan-pertanyaan lain yang ada di dalam kitab suci mereka, yang telah diselewengkan.

Di antara bukti yang menunjukkan terhadap apa yang aku sebutkan itu adalah, apa yang dinyatakan oleh konsili Roma yang menyebutkan bahwa, "Sesungguhnya wanita itu adalah makhluq yang najis! Tak punya roh dan tidak ada keabadian baginya. Sehingga dengan demikian, wajib baginya untuk mengabdi dan melakukan kebaktian. Dan hendaknya mulutnya dikekang laksana unta dan anjing yang suka menggigit, agar dia tidak bisa tertawa dan berbicara. Sebab dia adalah jerat syaithan." (1)

Bersambung...

===

(1) Dinukil dari buku Nida' li al-jins al-Lathiif, karangan Rasyid Ridha, halaman 130.

===

Maroji'/ Sumber:
Kitab: Tafsir al-Qur-an al-Azhim li an-Nisa', Penulis: Syaikh Imad Zaki al-Barudi, Penerbit: al-Maktabah at-Taufiqiyyah, Kairo - Mesir, Judul terjemahan: Tafsir wanita, Penerjemah: Samson Rahman MA, Penerbit: Pustaka al-Kautsar, Jakarta - Indonesia, Cetakan pertama, Juni 2004 M.

===

Layanan gratis estimasi biaya rangka atap baja ringan, genteng metal, dan plafon gypsum:
http://www.bajaringantangerang.com

===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Daftar Isi Ringkasan Bidayah wa Nihayah