Orang-orang yahudi Menunggu Diutusnya Nabi dan Ketika Beliau Diutus Mereka Malah Kafir Terhadapnya | Al-Baqarah, Ayat 89 | Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir.

Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri.

Shahih Tafsir Ibnu Katsir.

Al-Baqarah, Ayat 89.

Dan setelah datang kepada mereka al-Qur-an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, lalu mereka ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu. (QS. 2: 89)

Orang-orang yahudi Menunggu Diutusnya Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, dan Ketika Beliau Diutus Mereka Malah Kafir Terhadapnya.

Allah Ta'ala berfirman, "Dan setelah datang kepada mereka," yaitu kepada orang-orang yahudi, "Kitab dari sisi Allah," yaitu al-Qur-an yang diturunkan kepada Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam, "Yang membenarkan apa yang ada pada mereka," yaitu membenarkan kitab Taurat.

Dan firman-Nya, "Padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir." Maksudnya, sebelum Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam datang dengan membawa Kitab ini (al-Qur-an), mereka senantiasa mengharapkan kedatangannya untuk mengalahkan musuh-musuh mereka dari orang-orang musyrik. Ketika orang-orang musyrik menyerang, mereka berkata, 'Di akhir zaman kelak akan diutus seorang Nabi. Bersamanya kami akan memerangi kalian seperti halnya serangan terhadap kaum 'Aad dan kaum Iram.

Muhammad bin Ishaq meriwayatkan dari 'Abdullah bin 'Abbas radhiyallaahu 'anhuma bahwasanya orang-orang yahudi selalu mengharapkan kemenangan atas suku Aus dan Khazraj dengan kedatangan Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam sebelum beliau diutus menjadi Nabi. Dan ketika Allah mengutus seorang Nabi dari bangsa Arab, mereka malah kafir dan mengingkari apa yang dahulu mereka katakan. Maka Mu'adz bin Jabal dan Bisyr bin al-Bara' bin Ma'rur saudara Bani Salamah berkata kepada orang-orang yahudi, "Hai bangsa yahudi, bertakwalah kepada Allah dan masuklah ke dalam Islam! Dahulu kalian selalu mengharapkan kemenangan atas kami dengan kedatangan Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam. Dan kami dahulu termasuk orang-orang musyrik. Kalian mengabarkan kepada kami bahwa Nabi ini akan diutus. Bahkan kalian pun telah menyebutkan sifat-sifatnya."

Maka Sallam bin Misykam saudara Bani Nadhir berkata, "Orang yang kami ketahui belum datang kepada kami. Dia (Muhammad) tidak seperti yang kami ceritakan kepada kalian."

Dan dari perkataan mereka ini Allah menurunkan firman-Nya, "Dan setelah datang kepada mereka al-Qur-an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka," dan ayat seterusnya. Abul 'Aliyah mengatakan, "Dahulu orang-orang yahudi mengharapkan kemenangan dengan kedatangan Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam atas orang-orang musyrik Arab. Mereka mengatakan, 'Ya Allah, utuslah Nabi yang kami dapati sifat-sifatnya tertulis dalam Kitab suci kami agar kami bisa mengalahkan dan membinasakan orang-orang musyrik.'"

Maka ketika Allah mengutus Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam dan mereka melihat bahwa beliau berasal dari bangsa lain (bukan seorang yahudi), mereka kafir kepadanya karena sifat hasad mereka terhadap bangsa Arab. Padahal mereka mengetahui bahwa beliau benar-benar utusan Allah. Maka Allah Ta'ala berfirman, "Maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, lalu mereka ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu."

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ sumber:

Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Edit Isi: Abu Ahsan Sirojuddin Hasan Bashri Lc, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Cetakan Keempat Belas, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kesalahan-kesalahan yang Terjadi pada Orang yang Berkurban (9) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Kesalahan-kesalahan yang Terjadi pada Orang yang Berkurban.

9. Kesalahan selanjutnya adalah:

Memotong rambut kepalanya atau kumisnya atau memotong kuku-kukunya sebelum yakin bahwa dirinya akan menyembelih binatang kurban. Ini merupakan kesalahan yang banyak orang terjatuh ke dalamnya, khususnya orang yang mengeluarkan hewan-hewan kurban dari daerah tempat tinggal orang yang berkurban dan yang mengawasinya dari orang-orang yang dipercaya. Maka pekerjaan semacam ini harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

* Hendaknya ia yakin untuk menyembelihnya di hari yang sama.

* Hendaknya tidak mengeluarkannya kecuali ke daerah lain, daerah kelaparan, gempa atau angin ribut.

* Hendaknya tidak memberikannya kecuali kepada orang yang dipercaya di dalam keamanahannya, akhlaknya dan sudah dikenal keadaan pribadinya.

Maka kapan terpenuhinya syarat-syarat ini, sesungguhnya tidaklah mengapa menolong saudara-saudara kita di setiap tempat seperti yang diriwayatkan dari Salamah bin Al-Akwa' rodhiyallohu 'anhu:

"Barangsiapa di antara kalian yang berkurban maka janganlah ia menyisakan sedikit pun daging hewan kurban setelah tiga hari di rumahnya." Tatkala datang tahun berikutnya, mereka berkata, "Wahai Rosululloh kami harus melakukan seperti yang telah kami lakukan di tahun lalu?" Rosululloh (shollallohu 'alaihi wa sallam) bersabda, "Makanlah kalian dan berilah makanan kepada orang lain, serta simpanlah, maka sesungguhnya pada tahun yang lalu para manusia sedang bersusah payah mendapatkan makanan, maka aku ingin agar kalian membantu mereka dalam keadaan itu." (23)

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

23) Riwayat Bukhori nomor 5249, dan Muslim di dalam kitab Al-Adhohi, bab: "Penjelasan tentang Larangan Memakan Daging Kurban Setelah Tiga Hari di Awal Islam" nomor 1874.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kesalahan-kesalahan yang Terjadi pada Orang yang Berkurban (8) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Kesalahan-kesalahan yang Terjadi pada Orang yang Berkurban.

8. Kesalahan lainnya adalah:

Bahwasanya orang yang berkurban dengan sengaja mengusap punggung hewan sembelihannya, kemudian mengatakan, "Ya Alloh, jadikanlah pahalanya untuk kedua orang tuaku meski keduanya telah meninggal dunia."

Di sini ia telah mengalami 3 kesalahan:

Yang pertama, ia belum menyebut nama Alloh, ketika menyembelih, dan wajib atasnya untuk menyebut-Nya ketika menyembelih seraya berkata:

بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Bismillaahi walloohu akbar.

"Dengan menyebut nama Alloh dan Alloh Maha Besar." (22)

Jika ia lupa maka tidak mengapa, tetapi jika ia meninggalkannya dengan sengaja maka ia berdosa.

Yang kedua, mengusap punggung sembelihan itu tidak ada dalil riwayatnya dan belum pernah didapatkan hadits dari Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam mengenai hal itu, tiada pula dalil dari para sahabat rodhiyallohu 'anhum.

Yang ketiga, doa dengan lafal:

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ ثَوَا بَهَا لِفُلاَنٍ

Alloohummaj'al tsawaabahaa lifulaanin.

"Ya Alloh, jadikanlah pahalanya untuk si Fulan."

Ini tidak ada riwayatnya dan ini merupakan perkara yang diada-adakan (bid'ah). Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam telah bersabda:

مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هَاذَا مَالَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

Man ahdatsa fii amrinaa haadzaa maa laisa minhu fahuwa roddun.

"Barangsiapa yang mengada-adakan pada urusanku ini yang tidak ada perintahnya maka itu akan tertolak." (HR. Bukhori dan Muslim)

Maka yang benar atau doa yang diterima adalah ketika menyembelihnya dengan cara seperti tersebut dalam hadits 'Aisyah rodhiyallohu 'anhuma, "Rosululloh mengambil seekor domba, membaringkannya kemudian menyembelihnya, kemudian berdoa:

بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ عَنْ مُحَمَّدٍ وَاَلِ مُحَمَّدٍ وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ

Bismillaahi, Alloohumma taqobbal 'an muhammadin wa aali muhammadin wa min ummati muhammadin.

(Dengan nama Alloh, ya Alloh terimalah ini dari Muhammad dan keluarga Muhammad dan dari umat Muhammad), kemudian beliau menyembelihnya.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

22) Telah shohih dari Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam bahwa beliau menyebut nama-Nya dan bertakbir, Bukhori nomor 5238 dan nomor 5235, Muslim nomor 1966 dengan lafadz "samma wa kabbara".

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kesalahan-kesalahan yang Terjadi pada Orang yang Berkurban (7) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Kesalahan-kesalahan yang Terjadi pada Orang yang Berkurban.

7. Merupakan kesalahan juga:

Bahwasanya orang yang berkurban menyengaja berniat menjadikan kurbannya itu untuk orang-orang yang sudah mati. Perbuatan ini adalah suatu kesalahan, karena pada hakikatnya kaidah ushul di dalam berkurban hanya untuk orang-orang yang masih hidup dan jika orang-orang yang sudah mati digabungkan bersama mereka maka itu tidak mengapa. Sedangkan jika ibadah kurban hanya diperuntukkan khusus bagi orang yang sudah mati, maka tidak terdapat satu dalil pun yang mengukuhkannya.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kesalahan-kesalahan yang Terjadi pada Orang yang Berkurban (6) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Kesalahan-kesalahan yang Terjadi pada Orang yang Berkurban.

6. Kesalahan yang berikutnya adalah:

Ketika pemimpin keluarga berniat untuk melaksanakan ibadah kurban, ia mewajibkan pada keluarganya untuk menahan diri dari mencukur rambut atau memotong kukunya walau sedikit. Ini merupakan kesalahan. Larangan yang tercantum dalam nash-nash terdahulu itu hanya berlaku secara khusus bagi orang-orang yang berkurban dan tidak bagi keluarganya, kecuali orang yang dikhususkan oleh orang yang berkurban atau anggota keluarganya yang lain untuk ikut andil di dalam hewan kurban itu, sampai kalau ia ikut serta dengan mereka di dalam penyembelihannya, maka ia juga dapat pahala. Yang demikian ini adalah karena Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam berkurban untuk keluarganya dan belum pernah dinukilkan satu riwayat pun yang menceritakan bahwa beliau memerintahkan anggota keluarganya untuk menahan dari beberapa perbuatan itu. (21)

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

21) Ahkamul Udhhiyyah waz Zakat, tulisan Syaikh Muhammad 'Utsaimin hal. 37 (dengan ringkas).

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (221)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

38. Bab: Menutupi Dahak di Masjid.

221. Dari Abu Hurairah (radhiyallaahu 'anhu), dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, "Jika seseorang di antara kalian berdiri untuk mengerjakan shalat, maka janganlah ia meludah ke arah depan, karena sebenarnya dalam shalatnya itu ia sedang bermunajat kepada Allah. Jangan pula ke sebelah kanannya, karena di sebelah kanannya ada malaikat. Hendaknya meludah ke sebelah kirinya atau di bawah telapak kakinya, lalu menutupinya (dengan tanah)."

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (220)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

37. Bab: Tebusan Membuang Dahak di Masjid.

220. Dari Anas bin Malik (radhiyallaahu 'anhu), dia berkata, "Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Membuang dahak di masjid adalah suatu kesalahan, dan tebusannya adalah menutupinya dengan tanah.'"

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (219)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

34. Bab: Mengerik Dahak di Masjid dengan Batu Kerikil.

110. (246) Ibnu Abbas (radhiyallaahu 'anhuma) berkata, "Jika engkau menginjak kotoran basah, maka cucilah, tapi jika kering maka tidak usah (dicuci)."

219. Dari Abu Hurairah dan Abu Sa'id (radhiyallaahu 'anhuma), bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam melihat dahak pada dinding (dalam riwayat lain: kiblat 1/ 107) masjid, lalu beliau mengambil kerikil kemudian mengeriknya, seraya bersabda, "Jika seseorang di antara kalian berdahak, maka janganlah ia mengeluarkan dahak di arah depannya dan tidak juga di sebelah kanannya, tapi hendaklah meludahkannya di sebelah kirinya atau di bawah kaki kirinya." (247)

35. Bab: Tidak Boleh Meludah ke Sebelah Kanan Ketika Shalat.

36. Bab: Hendaknya Membuang Dahak di Sebelah Kiri atau di Bawah Kaki Kiri Ketika Shalat.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

246. Diriwayatkan secara maushul oleh Ibnu Abi Syaibah darinya, dan sanadnya shahih.

247. Menurut saya mungkin ini adalah lafazh hadits Abu Sa'id Al Khudri (radhiyallaahu 'anhu), karena lafazh hadits Abu Hurairah (radhiyallaahu 'anhu) berbeda dengan lafazh Abu Sa'id. Oleh karena itu saya tidak mencantumkan nomor urut di sini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (219)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

34. Bab: Mengerik Dahak di Masjid dengan Batu Kerikil.

110. (246) Ibnu Abbas (radhiyallaahu 'anhuma) berkata, "Jika engkau menginjak kotoran basah, maka cucilah, tapi jika kering maka tidak usah (dicuci)."

219. Dari Abu Hurairah dan Abu Sa'id (radhiyallaahu 'anhuma), bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam melihat dahak pada dinding (dalam riwayat lain: kiblat 1/ 107) masjid, lalu beliau mengambil kerikil kemudian mengeriknya, seraya bersabda, "Jika seseorang di antara kalian berdahak, maka janganlah ia mengeluarkan dahak di arah depannya dan tidak juga di sebelah kanannya, tapi hendaklah meludahkannya di sebelah kirinya atau di bawah kaki kirinya." (247)

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

246. Diriwayatkan secara maushul oleh Ibnu Abi Syaibah darinya, dan sanadnya shahih.

247. Menurut saya mungkin ini adalah lafazh hadits Abu Sa'id Al Khudri (radhiyallaahu 'anhu), karena lafazh hadits Abu Hurairah (radhiyallaahu 'anhu) berbeda dengan lafazh Abu Sa'id. Oleh karena itu saya tidak mencantumkan nomor urut di sini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (218)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

33. Bab: Mengerik Dahak dengan Tangan di Masjid.

218. Dari Aisyah (radhiyallaahu 'anhuma), ummul mukminin, bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam melihat ingus, atau ludah, atau dahak pada dinding kiblat, maka beliau mengeriknya.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (217)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

33. Bab: Mengerik Dahak dengan Tangan di Masjid.

217. Dari Abdullah bin Umar (radhiyallaahu 'anhuma), bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam melihat ludah (dalam riwayat lain: dahak 1/ 183) di dinding kiblat [ketika beliau sedang shalat di hadapan orang-orang], maka beliau mengeriknya (dalam riwayat lain: menggosoknya) [dengan tangannya 7/ 98]. Kemudian beliau berbalik menghadap orang-orang (dalam riwayat lain: lalu beliau memberikan nasihat kepada yang ada di masjid 2/ 62), beliau berkata [ketika berbalik], "Jika seseorang di antara kalian sedang shalat, maka janganlah ia meludah (dalam riwayat lain: janganlah ia membuang dahak) di depannya, karena sesungguhnya Allah di arah wajahnya ketika ia sedang shalat." [Ibnu Umar radhiyallaahu 'anhuma berkata, "Jika seseorang di antara kalian membuang dahak, maka hendaklah membuangnya di sebelah kirinya."]

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Al-Baqarah, Ayat 88 | Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir.

Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri.

Shahih Tafsir Ibnu Katsir.

Al-Baqarah, Ayat 88.

Dan mereka berkata, "Hati kami tertutup." Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk (melaknat) mereka karena keingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman." (QS. 2: 88)

Muhammad bin Ishaq meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas (radhiyallaahu 'anhuma) tentang firman Allah, "Dan mereka berkata, 'Hati kami tertutup,'" ia mengatakan, "Yakni berada dalam tutupan yang menutupi." (330)

Mujahid mengatakan, "Dan mereka berkata, 'Hati kami tertutup,' yakni di hati mereka terdapat penutup. (331)

'Ikrimah berkata, "Yakni ada penutup di hati mereka." (332)

Abul 'Aliyah berkata, "Yakni (hati mereka) tidak dapat memahami." (333)

Mujahid dan Qatadah berkata, "Ibnu 'Abbas membacanya 'غُلُفٌ', dengan mendhammahkan huruf lam, dan itu adalah bentuk jamak dari 'غِلاَ فٌ', artinya hati kami adalah wadah bagi setiap ilmu, sehingga kami tidak membutuhkan ilmumu!" (334)

Dikatakan oleh Ibnu 'Abbas dan 'Atha`, "Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk (melaknat) mereka karena keingkaran mereka," artinya Allah mengusir dan menjauhkan mereka dari setiap kebaikan. "Maka sedikit sekali mereka yang beriman," Qatadah mengatakan, "Tidak ada yang beriman di antara mereka kecuali hanya sedikit." (335)

"Dan mereka berkata, 'Hati kami tertutup,'" ayat ini seperti firman-Nya yang lain, "Mereka berkata, 'Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya." (QS. Fushshilat: 5)

Oleh karena itu Allah Ta'ala berfirman, "Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk (melaknat) mereka karena keingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman." Artinya, perkaranya berbeda dengan apa yang mereka katakan. Yang benar bahwa hati mereka telah dilaknat dan terkunci sebagaimana Allah berfirman dalam surat an-Nisaa`, "Perkataan mereka, 'Hati kami tertutup.' Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali hanya sebagian kecil dari mereka." (QS. An-Nisaa`: 155)

Para ahli tafsir berselisih pendapat tentang firman Allah, "Maka sedikit sekali mereka yang beriman," dan firman-Nya, "Maka mereka tidak beriman kecuali hanya sebagian kecil dari mereka." Sebagian dari mereka mengatakan, "Artinya hanya sedikit sekali dari mereka yang beriman." Tetapi ada pula yang mengartikan bahwa iman mereka sangatlah sedikit, dalam artian mereka beriman kepada apa yang dibawa oleh Musa 'alaihis salaam berkenaan dengan hari Kebangkitan, pahala dan adzab akan tetapi keimanan mereka itu (sedikit pun) tidak bermanfaat bagi mereka, karena keimanan itu telah tertutup oleh kekufuran mereka terhadap apa yang dibawa oleh Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam.

Dan sebagian mereka mengatakan, "Sesungguhnya mereka tidak beriman kepada apa pun. Hanya saja disebutkan: 'Hanya sedikit dari mereka yang beriman, dan mereka secara keseluruhan ada kafir.' Sebagaimana orang Arab mengatakan, 'Jarang sekali aku melihat hal seperti ini'. Maksud dari ucapannya ini adalah: Aku tidak pernah melihat hal seperti ini."

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

330. Ath-Thabari (II/ 326).

331. Ath-Thabari (II/ 326).

332. Ibnu Abi Hatim (I/ 274).

333. Ibnu Abi Hatim (I/ 273).

334. Al-Qurthubi (II/ 25).

335. Ibnu Abi Hatim (I/ 274).

===

Maraji'/ sumber:

Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Edit Isi: Abu Ahsan Sirojuddin Hasan Bashri Lc, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Cetakan Keempat Belas, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kesalahan-kesalahan yang Terjadi pada Orang yang Berkurban (5) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Kesalahan-kesalahan yang Terjadi pada Orang yang Berkurban.

5. Termasuk rangkaian kesalahan yang lain adalah:

Bahwasanya ada beberapa laki-laki ataupun perempuan mewakilkan berkurban mereka kepada orang lain, sehingga mereka dapat mencukur sebagian rambutnya atau mencukur jenggot mereka. Ini adalah suatu kesalahan yang jelas, dilihat dari beberapa aspek:

Aspek pertama, bahwasanya di dalam perbuatan ini terkandung suatu bentuk penipuan terhadap Alloh dan Rosul-Nya shollallohu 'alaihi wa sallam. Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

"Mereka hendak menipu Alloh dan orang-orang yang beriman padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar." (20)

Aspek kedua, mencukur jenggot hukumnya adalah haram menurut syariat, telah berfatwa tentang hal itu para ulama terdahulu maupun para ulama zaman sekarang.

Aspek ketiga, bahwasanya larangan yang terdapat pada hadits-hadits yang terdahulu berupa larangan mencukur rambut atau mengolesi kulit, atau menahan diri dari memotong kukunya berlaku bagi orang yang melaksanakan ibadah kurban, tidak berlaku terhadap wakilnya. Oleh karena itu maka seorang wakil atau orang yang diberi wasiat boleh mencukur rambutnya dan memotong kuku-kukunya, karena hukum-hukum syariat itu hanya berkaitan dengan orang yang diwakili atau orang yang memberi wasiat.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

20) Al-Baqoroh [2]: 9.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kesalahan-kesalahan yang Terjadi pada Orang yang Berkurban (4) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Kesalahan-kesalahan yang Terjadi pada Orang yang Berkurban.

4. Ragam kesalahan yang lain lagi adalah:

Dari sekian banyak manusia, ada orang yang mengalami kesulitan ketika ingin berkurban pada hari-hari pertama dari sepuluh hari bulan Dzulhijah atau di tengah-tengahnya atau di sepertiga akhirnya, lantas ia berkeyakinan bahwa dirinya dilarang berkurban karena telah memotong sebagian dari kukunya atau mencukur rambutnya. Ini adalah kesalahan yang jelas. Barangsiapa yang ingin berkurban setelah masuknya sepuluh hari bulan Dzulhijah, maka tidak mengapa dan tetap akan mendapatkan pahala dengan izin Alloh Subhanahu wa Ta'ala, dan diharapkan untuk menahan dari mencukur rambutnya dan memotong kukunya ketika berniat berkurban.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kesalahan-kesalahan yang Terjadi pada Orang yang Berkurban (3) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Kesalahan-kesalahan yang Terjadi pada Orang yang Berkurban.

3. Kesalahan berikutnya adalah:

Ada yang beranggapan bahwasanya wajib membayar fidyah bagi orang yang berkurban jika ia mencabut sebagian kuku jemarinya atau memotong rambutnya. Ini merupakan kesalahan, tidak ada dalil yang menguatkannya, baik di dalam Al-Quran maupun di dalam As-Sunnah Al-Musthofa shollallohu 'alaihi wa sallam.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (216)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

33. Bab: Mengerik Dahak dengan Tangan di Masjid.

216. Dari Anas (radhiyallaahu 'anhu), bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam melihat dahak di arah Kiblat, {hal ini tidak disukai beliau} sehingga tampak pada wajah beliau. Beliau pun berdiri lalu mengeriknya dengan tangan beliau, seraya berkata, "Sesungguhnya apabila seseorang berdiri mengerjakan shalat, maka sebenarnya ia bermunajat kepada Tuhannya. Ketahuilah, bahwa Tuhannya itu di antara dirinya dan kiblat, maka janganlah seseorang di antara kalian mengeluarkan dahak pada arah kiblatnya, [tidak juga di sebelah kanannya 1/ 107], tapi di sebelah kirinya atau di bawah telapak kakinya [yang kiri 1/ 135]." Kemudian beliau meraih ujung serbannya lalu meludah di dalamnya dan melipatnya, seraya berkata, "Atau melakukan seperti ini."

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (215)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

32. Bab: Masalah Kiblat dan Pendapat yang Mengatakan tidak perlu Mengulang Shalat bagi Orang yang Lupa Menghadap Kiblat.

215. Dari Abdullah bin Umar (radhiyallaahu 'anhuma), ia berkata, "Ketika orang-orang sedang di Quba` mengerjakan shalat subuh, datanglah seseorang kepada mereka dan berkata, 'Sesungguhnya Al Qur`an telah diturunkan kepada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam malam ini, dan beliau telah memerintahkan untuk menghadap ke arah Ka'bah, [karena itu, menghadaplah kalian ke Ka'bah.' 5/ 152] Lalu mereka pun menghadap ke arah Ka'bah, yang sebelumnya mereka menghadap ke arah Syam, maka mereka memutar [wajah-wajah mereka] ke Ka'bah."

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (214)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

32. Bab: Masalah Kiblat dan Pendapat yang Mengatakan tidak perlu Mengulang Shalat bagi Orang yang Lupa Menghadap Kiblat.

85. (245) Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam pernah salam setelah dua rakaat ketika mengerjakan shalat dzuhur, lalu beliau berbalik menghadap jama'ah, dan kemudian beliau menyempurnakan kekurangannya.

214. Dari Anas (radhiyallaahu 'anhu), ia berkata, "Umar mengatakan: Aku sesuai dengan Tuhanku dalam tiga hal, aku katakan, 'Wahai Rasulullah, bagaimana kalau kita jadikan sebagian maqam Ibrahim sebagai tempat shalat?' Lalu turunlah ayat, 'Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim sebagai tempat shalat.' {QS. Al Baqarah (2): 125} Tentang ayat hijab, aku katakan, 'Wahai Rasulullah, sebaiknya engkau perintahkan para istrimu untuk berhijab, karena orang yang berbicara dengan (dalam riwayat lain: karena yang datang kepadamu adalah 5/ 149) mereka yang terdiri dari yang baik dan yang jahat.' Lalu turunlah ayat hijab. Setelah itu para istri Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam saling cemburu terhadap beliau, maka aku katakan kepada mereka, 'Jika beliau menceraikan kalian, semoga saja Dia memberikan istri-istri pengganti yang lebih baik daripada kalian.'" (Dalam riwayat lain: Umar berkata, "Disampaikan kepadaku tentang celaan Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam kepada sebagian istrinya, lalu aku menemui mereka, dan berkata, 'Sebaiknya kalian diam, atau Allah akan memberikan pengganti kalian yang lebih baik dari kalian untuk Rasul-Nya shallallaahu 'alaihi wa sallam." Aku didatangi salah seorang istrinya, ia berkata, 'Wahai Umar, ada apa dengan Rasulullah dalam menasihati para istrinya, sampai-sampai engkau menasihati mereka?') Lalu turunlah ayat tersebut."

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

245. Penulis menyebutkan secara maushul pada kitab ke 22 bab 88 tapi tanpa menyertakan kalimat (). Kalimat ini terdapat dalam riwayat Malik dalam Al Muwaththa` dari jalur Abu Sufyan, bekas budak Ibnu Abi Ahmad dari Abu Hurairah (radhiyallaahu 'anhu). Namun dalam riwayatnya yang menyebutkan bahwa shalat itu adalah shalat ashar sanadnya shahih. Ini pun merupakan riwayat penulis, sebagaimana yang disebutkannya dari riwayat Ibnu Sirin darinya, hanya saja ia ragu dalam menetapkan shalat tersebut, sebagaimana yang diungkapkan oleh keduanya {pada kitab masing-masing}. Riwayat Abi Sufyan ini bisa dijadikan sandaran untuk menguatkan riwayat Ibnu Sirin yang sesuai dengan ini. Wallahu a'lam.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Usaha yang Terus-menerus dari Orang-orang yahudi untuk Membunuh para Nabi | Al-Baqarah, Ayat 87 | Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir.

Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri.

Shahih Tafsir Ibnu Katsir.

Al-Baqarah, Ayat 87.

Usaha yang Terus-menerus dari Orang-orang yahudi untuk Membunuh para Nabi 'alaihimus salaam.

Az-Zamakhsyari berkata tentang firman Allah, "Maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh," "Dalam ayat ini Allah tidak mengatakan, "وَفَرِيْقًا قَتَلْتُمْ" (sebagian dari mereka telah kalian bunuh) dengan maksud untuk mengungkapkan tentang masa yang akan datang, karena mereka pun berusaha membunuh Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam dengan racun dan sihir. Dan ketika Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam sakit yang menyebabkan beliau wafat, beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

'Makanan khaibar (daging kambing yang dibubuhi racun oleh orang-orang yahudi) masih menyakitiku, dan ini adalah saat terputusnya urat nadiku.'" (328)

(Saya (penulis) katakan) hadits ini terdapat dalam kitab Shahiih al-Bukhari dan selainnya." (329)

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

328. Ibnu 'Adi (III/ 1239). [Shahih: Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahiihul Jaami' (no. 5629), dari Sahabat Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu].

329. Fat-hul Baari (VII/ 737). [Al-Bukhari (no. 4428)].

===

Maraji'/ sumber:

Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Edit Isi: Abu Ahsan Sirojuddin Hasan Bashri Lc, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Cetakan Keempat Belas, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kesalahan-kesalahan yang Terjadi pada Orang yang Berkurban (2) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Kesalahan-kesalahan yang Terjadi pada Orang yang Berkurban.

2. Kesalahan yang lainnya adalah:

Ada orang yang sengaja mencukur sedikit dari rambutnya atau mencukur habis (gundul) rambutnya dengan alasan bahwasanya hal itu merupakan sunnah dan tidak ada dosa baginya. Ini adalah kesalahan, ia wajib untuk beristighfar kepada Alloh Subhanahu wa Ta'ala jika mencukur sebagian rambutnya secara sengaja.

Ada pula sekelompok orang yang berkeyakinan sebaliknya. Kalau mereka mempunyai keperluan sehingga harus mencukur sebagian rambutnya untuk hal yang darurat, mereka tetap tidak mau mengambilnya. Contoh yang lain adalah ketika ia terpaksa memotong kukunya karena pecah, ia tetap tidak mau mengambilnya. Kelakuan-kelakuan seperti ini malah merupakan kesalahan, karena Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

"Alloh tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya."

Dan Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam juga bersabda:

"Sesungguhnya Alloh memaafkan dari umatku perbuatan salah (khilaf), lupa dan apa-apa yang dipaksakan atasnya."

Dan Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam juga bersabda:

"Tidak boleh melakukan sesuatu yang berbahaya dan membahayakan orang lain."

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (213)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

31. Bab: Menghadap Kiblat Bagaimana pun Keadaannya.

84. (243) Abu Hurairah (radhiyallaahu 'anhu) berkata, "Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Menghadaplah ke arah kiblat dan bertakbirlah.'"

(Haditsnya adalah hadits Jabir (radhiyallaahu 'anhu), 18. Taqshir ash-shalah/ 7. Bab).

213. Abdullah berkata, "Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam shalat [Zhuhur bersama mereka 7/ 227] [sebanyak lima rakaat 2/ 65]. Selesai salam, ditanyakan kepada beliau, 'Wahai Rasulullah, apakah ada sesuatu yang terjadi dalam shalat tadi?' (Dalam riwayat lain: 'Apakah shalat tadi ditambah?' Dalam riwayat lainnya: 'Apakah engkau mengqashar shalat atau memang lupa?') (244) Beliau balik bertanya, 'Kenapa?' Para sahabat menjawab, 'Engkau tadi shalat lima rakaat.' Lalu beliau langsung melipat kedua kakinya dan menghadap kiblat, kemudian sujud dua kali [setelah salam], kemudian salam. Ketika beliau menghadap kepada kami, beliau bersabda, 'Jika terjadi sesuatu di dalam shalat, aku pasti akan memberitahukannya kepada kalian. Namun bagaimana pun, aku adalah manusia seperti kalian. Aku bisa lupa seperti kalian lupa. Oleh karena itu, jika aku lupa, maka ingatkanlah. Jika seseorang di antara kalian ragu dalam shalatnya, maka hendaklah ia condong kepada yang benar lalu menyempurnakannya, kemudian salam dan sujud dua kali.'"

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

243. Ini adalah bagian dari hadits Abu Hurairah (radhiyallaahu 'anhu) tentang orang yang tidak benar shalatnya. Pengarang telah menyambungkannya pada kitab ke 79 bab 18.

244. Menurut saya, riwayat ini mengandung keraguan, sebagaimana yang diungkapkan oleh Al Hafizh, dan yang benar adalah yang sebelumnya.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (212)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

30. Bab: Firman Allah, "Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim sebagai tempat shalat." {QS. Al Baqarah (2): 125}

212. Dari Ibnu 'Abbas (radhiyallaahu 'anhuma), ia berkata, "Ketika Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam masuk ke dalam Ka'bah, beliau berdo'a dengan menghadap ke semua sudutnya, namun beliau tidak shalat di situ kecuali setelah keluar dari Ka'bah. Ketika beliau keluar dari dalam Ka'bah, beliau melakukan shalat dua rakaat di belakang Ka'bah, lalu berkata, 'Ini adalah kiblat.'"

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Bab Kiblatnya Penduduk Madinah, Syam dan Penduduk Timur. Timur dan Barat Bukanlah Arah Kiblat | Kitab Shalat | Ringkasan Shahih Bukhari

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

29. Bab: Kiblatnya Penduduk Madinah, Syam dan Penduduk Timur. Timur dan Barat Bukanlah Arah Kiblat. 84. (242) Hal ini Berdasarkan Sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, "Janganlah kalian menghadap ke arah kiblat ketika sedang buang hajat besar atau kecil, tetapi menghadaplah ke arah timur atau barat."

(Haditsnya adalah hadits Abu Ayyub pada nomor 97).

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

242. Maknanya maushul dari hadits Abu Ayyub yang seperti itu (nomor 97) tanpa menyertakan kalimat (بغاءط أو بول). Sementara Muslim menyambungkannya dengan tambahan redaksi ini (1/ 154).

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (211)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

28. Bab: Keutamaan Menghadap Kiblat.

81. (240) Menghadap dengan ujung kaki ke arah kiblat. Demikian yang dikatakan Abu Humaid dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam.

Dari Anas bin Malik (radhiyallaahu 'anhu), ia berkata, "Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan laa ilaaha illallah. Jika mereka mengucapkan itu, mengerjakan shalat kita, menghadap ke arah kiblat kita, serta menyembelih sembelihan kita, maka darah dan harta mereka diharamkan bagi kita {untuk menumpahkannya}, kecuali karena aturan syariat yang benar. Setelah itu, maka perhitungannya diserahkan kepada Allah." (Dalam riwayat lain: Maka itulah seorang muslim yang berhak atas (memiliki) perlindungan Allah dan perlindungan Rasul-Nya.')"

82. (241) (Dalam riwayat mu'allaq dari Humaid, ia berkata, "Maimun bin Siyah bertanya kepada Anas bin Malik, 'Wahai Abu Hamzah, apa yang mengharamkan darah dan harta seorang hamba?' Anas menjawab, 'Barang siapa yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, menghadap kepada kiblat kita, mengerjakan shalat kita, dan memakan sembelihan kita, maka ia seorang muslim, sehingga ia memiliki apa yang dimiliki setiap muslim, dan padanya berlaku hukum seperti yang berlaku pada setiap muslim'."

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

240. Ini bagian dari hadits Abu Humaid, yang lengkapnya akan disebutkan secara maushul pada kitab ke 10 bab 144.

241. Al Hafizh tidak mengeluarkannya.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ruhul Qudus adalah Jibril | Al-Baqarah, Ayat 87 | Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir.

Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri.

Shahih Tafsir Ibnu Katsir.

Al-Baqarah, Ayat 87.

Ruhul Qudus adalah Jibril 'alaihis salaam.

Dalil yang menunjukkan bahwa Ruhul Qudus adalah Jibril sebagaimana ditegaskan oleh Ibnu Mas'ud (radhiyallaahu 'anhu) dalam menafsirkan ayat ini. (321)

Demikian juga yang ditafsirkan oleh Ibnu 'Abbas, Muhammad bin Ka'b, Isma'il bin Khalid, as-Suddi, ar-Rabi' bin Anas, 'Athiyyah al-'Aufi dan Qatadah. (322) Juga kaitannya dengan firman Allah Ta'ala, "Dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan." (QS. Asy-Syu'araa`: 193-194) adalah hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dari 'Aisyah radhiyallaahu 'anhuma, bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam pernah meletakkan sebuah mimbar di masjid untuk Hassan bin Tsabit, dan ia selalu membela Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam (dengan bait-bait sya'irnya) (323), maka beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam mendo'akannya,

"Ya Allah, dukung (kuatkan)lah Hassan dengan Ruhul Qudus, sebagaimana ia telah membela Nabi-Mu." (324)

Diriwayatkan pula oleh Abu Dawud dalam Sunannya, (325) dan at-Tirmidzi, (326) ia mengatakan, "Hadits ini hasan shahih."

Dan dalam kitab Shahih Ibni Hibban tercantum sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud (radhiyallaahu 'anhu), bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda,

"Sesungguhnya Ruhul Qudus (Jibril 'alaihis salaam) mewahyukan kepadaku bahwa seseorang tidak akan meninggal hingga rizki dan ajalnya disempurnakan. Maka bertakwalah kepada Allah dan carilah rizki dengan cara yang baik." (327)

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

321. Ibnu Abi Hatim (I/ 269).

322. Ibnu Abi Hatim (I/ 269).

323. [Al-Bukhari (no. 3531)].

324. Fat-hul Baari (X/ 562). [Al-Bukhari (no. 453), dengan perbedaan lafazh].

325. Abu Dawud (V/ 279). [Abu Dawud (no. 5015), dengan perbedaan lafazh].

326. Tuhfatul Ahwadzi (VIII/ 137). [At-Tirmidzi (no. 2846), dengan perbedaan lafazh].

327. As-Sunnah (XIV/ 304). [Shahih: Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahiihul Jaami' (no. 2085), dari Sahabat Abu Umamah radhiyallaahu 'anhu. Juga dalam kitabnya Takhriij Ahaadiits Musykilatil Faqr (no. 15)].

===

Maraji'/ sumber:

Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Edit Isi: Abu Ahsan Sirojuddin Hasan Bashri Lc, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Cetakan Keempat Belas, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kesalahan-kesalahan yang Terjadi pada Orang yang Berkurban | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Kesalahan-kesalahan yang Terjadi pada Orang yang Berkurban.

Termasuk deretan kesalahan yang terjadi di dalam berkurban adalah sebagai berikut:

1. Mencukur rambut kepalanya, mencukur kumisnya atau memotong kukunya. Ini merupakan kesalahan yang harus diperhatikan oleh siapa saja yang ingin berkurban, berdasarkan apa yang disabdakan oleh Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam:

"Jika kalian melihat hilal bulan Dzulhijah dan salah satu dari kalian ingin untuk berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari mencukur rambutnya dan kuku-kukunya sampai menyembelih kurban."

Di dalam riwayat yang lain:

"Maka jangan memegang (mencukur) rambutnya dan kulitnya sedikit pun." (19)

Termasuk di dalamya kulit tambahan dan kulit yang pecah-pecah, khususnya yang berada di bawah kedua telapak kaki.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

19) HR. Muslim di dalam kitab Al-Adhohi nomor 1977.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Bab Menampakkan Ketiak dan Merenggangkan Lengan dari Tubuh Saat Sujud | Kitab Shalat | Ringkasan Shahih Bukhari

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

27. Bab: Menampakkan Ketiak dan Merenggangkan Lengan dari Tubuh Saat Sujud.

(Haditsnya adalah hadits Ibnu Buhainah yang disebutkan nanti, 10. Adzan/ 129. Bab).

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Bab Jika Tidak Menyempurnakan Sujud | Kitab Shalat | Ringkasan Shahih Bukhari

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

26. Bab: Jika Tidak Menyempurnakan Sujud.

(Haditsnya adalah hadits Hudzaifah yang disebutkan nanti, 10. Adzan/ 118. Bab).

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (210)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

25. Bab: Shalat dengan Mengenakan Khuff {Semacam Sepatu Bot}.

210. Dari Hammam bin Al Harits, ia berkata, "Aku pernah melihat Jarir bin Abdillah kencing, lalu wudhu dan mengusap kedua khuffnya, kemudian berdiri mengerjakan shalat. Setelah itu ia ditanya {mengenai apa yang telah dilakukannya}, maka ia menjawab, 'Aku pernah melihat Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam melakukan seperti itu.' Ibrahim (239) berkata, 'Hal ini membuat mereka takjub, karena Jarir termasuk orang yang belakangan masuk Islam.'"

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

(239) Dia adalah Ibnu Yazid An-Nakha'i Al Faqih.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (209)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

24. Bab: Shalat dengan Mengenakan Sandal.

209. Abu Salamah bin Sa'id bin Yazid Al Azdi berkata, "Aku bertanya kepada Anas bin Malik, 'Pernahkah Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam shalat dengan mengenakan kedua sandalnya?' Ia menjawab, 'Ya'."

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (208)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

23. Bab: Sujud di Atas Pakaian Karena Alas yang Terlalu Panas.

109. (238) Al Hasan berkata, "Orang-orang pernah sujud di atas serban dan peci, sementara kedua tangan pada lengan bajunya."

208. Dari Anas bin Malik (radhiyallaahu 'anhu), ia berkata, "Kami pernah mengerjakan shalat bersama Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, [yaitu pada waktu dzuhur 1/ 107 (dalam riwayat lain: cuaca saat itu sangat panas. Jika ada di antara kami yang tidak dapat menempelkan wajahnya di tanah 2/ 161), maka ia membentangkan ujung pakaiannya di tempat sujud karena sangat (dalam riwayat lain: untuk menutupi) panas."

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

238. Diriwayatkan secara maushul oleh Abdurrazaq dan Ibnu Abi Syaibah dengan sanad shahih darinya dengan lafazh, "Bahwa para sahabat Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersujud sementara tangan mereka di dalam pakaian mereka. Ada pula salah seorang di antara mereka yang bersujud di atas peci dan serbannya."

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Bab Shalat di Atas Alas Tidur | Kitab Shalat | Ringkasan Shahih Bukhari

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

22. Bab: Shalat di Atas Alas Tidur.

108. (236) Anas (radhiyallaahu 'anhu) pernah mengerjakan shalat di atas alas tidurnya.

80. (237) Anas berkata, "Kami pernah mengerjakan shalat bersama Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, di mana salah seorang di antara kami sujud di atas pakaiannya."

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

236. Ibnu Abi Syaibah dan Sa'id bin Manshur menyebutkan secara maushul dengan sanad shahih darinya.

237. Diriwayatkan secara maushul oleh pengarang pada bab berikutnya yang semakna dengan hadits ini. Sementara Muslim meriwayatkan dengan lafazh mu'allaq.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Bab Shalat di Atas Kain Penutup Kepala (Kerudung) | Kitab Shalat | Ringkasan Shahih Bukhari

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

21. Bab: Shalat di Atas Kain Penutup Kepala (Kerudung).

(Haditsnya adalah bagian dari hadits Maimunah (radhiyallaahu 'anha), yang telah disebutkan pada nomor 213).

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (207)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

20. Bab: Shalat di Atas Tikar.

105-106. (234) Jabir dan Abu Sa'id (radhiyallaahu 'anhuma) pernah mengerjakan shalat di atas terpal dengan berdiri.

107. (235) Al Hasan berkata, "Engkau bisa shalat dengan berdiri selama tidak menyulitkan rekan-rekanmu {yang dalam satu kendaraan}, dan engkau bisa berputar ketika kendaraan itu berputar. Tetapi jika itu menyulitkan, maka lakukan dengan duduk."

207. Dari Anas bin Malik (radhiyallaahu 'anhu), bahwa neneknya, Mulaikah, mengundang Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam untuk makan makanan yang telah dibuatnya untuk beliau. Beliau pun memakannya, kemudian berkata, "Berdirilah kalian, kita akan mengerjakan shalat." Anas berkata, "Lalu aku berdiri mengambil tikar kami yang telah menghitam karena terlalu sering dipakai (dalam riwayat lain: karena telah usang 1/ 209), lalu aku percikkan air. Kemudian Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam berdiri, aku pun merapikan barisan, seorang anak yatim berdiri di belakang, sementara wanita tua itu di belakang kami. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam mengimami kami shalat dua rakaat, kemudian beliau pulang."

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

234. 106, 107. Ibnu Abi Syaibah menyebutkan secara maushul dari keduanya.

235. Qutaibah menyebutkan secara maushul dalam naskahnya yang diriwayatkan An-Nasa`i darinya dan Ibnu Abi Syaibah.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (206)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

19. Bab: Jika Pakaian Orang yang sedang Shalat Mengenai Istrinya Ketika Sujud.

206. Dari Maimunah [binti Al Harits] (radhiyallaahu 'anha), ia berkata, "Suatu ketika Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam mengerjakan shalat, sementara aku di sampingnya, (dalam riwayat lain: sementara aku tidur di sebelahnya 1/ 131), dan aku sedang haid, (dalam riwayat lain: alas tidurku mengenai tempat shalat Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam), terkadang pakaian beliau mengenaiku ketika beliau sujud. Kala itu beliau shalat beralaskan kain penutup kepala."

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (205)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

18. Bab: Shalat di Atap, di Atas Mimbar atau di Atas Kayu.

102. (231) Abu Abdillah berkata, "Al Hasan menganggap bahwa tidak apa-apa seseorang shalat di atas salju atau jembatan, sekalipun di bawahnya atau di atasnya atau di depannya ada air kencing yang mengalir. Jika antara tempat shalat dan kencing tersebut ada pembatas."

103. (232) Abu Hurairah (radhiyallaahu 'anhu) pernah mengerjakan shalat di atap masjid dengan mengikuti shalatnya imam.

104. (233) Ibnu Umar (radhiyallaahu 'anhuma) pernah mengerjakan shalat di atas es.

205. Dari Anas bin Malik (radhiyallaahu 'anhu), bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam pernah terjatuh dari kuda sehingga lutut atau pundak beliau terkilir, (dalam riwayat lain: terkilir kakinya 2/ 229), beliau meng-ila` {berjanji kepada para istrinya untuk tidak datang kepada mereka} selama satu bulan. Kemudian beliau tinggal di suatu kamar yang tinggi {loteng} dengan tangga yang terbuat dari batang pohon kurma. Para sahabat datang menjenguk beliau, lalu beliau shalat bersama mereka sambil duduk, sementara mereka melakukannya dengan berdiri. Setelah salam beliau bersabda, "Sesungguhnya ditetapkannya imam itu adalah untuk diikuti. Apabila ia bertakbir maka bertakbirlah kalian, apabila ia ruku maka rukulah kalian, apabila ia sujud maka sujudlah kalian, dan apabila ia shalat berdiri maka shalatlah kalian dengan berdiri." Setelah itu Umar bertanya, "Apakah engkau menceraikan istri-istrimu?" Beliau menjawab, "Tidak, hanya saja aku meng-ila` mereka selama sebulan." 3/ 106]. Setelah dua puluh sembilan hari, beliau turun, [lalu beliau masuk ke tempat para istrinya 2/ 229], maka para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, bukankah engkau meng-ila` selama satu bulan?" Beliau menjawab, "Sesungguhnya satu bulan itu dua puluh sembilan hari."

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

231. Al Hafizh tidak mengeluarkannya.

232. Diriwayatkan secara maushul oleh Ibnu Abi Syaibah dan Said bin Manshur dari dua jalur darinya, masing-masing saling menguatkan.

233. Al Hafizh tidak mengeluarkannya.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (204)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

17. Bab: Shalat Mengenakan Pakaian Berwarna Merah.

204. Dari Abu Juhaifah (radhiyallaahu 'anhu), ia berkata, "Aku pernah melihat (dalam riwayat lain: Aku pernah diutus kepada 4/ 167) Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam [yang sedang berada di sebuah dataran, 4/ 165] di dalam sebuah kubah kulit berwarna merah. Aku lihat Bilal mulai (dalam riwayat lain: keluar lalu mengumandangkan panggilan shalat. [Aku pun menirukan mulutnya begini dan begitu dalam melafazhkan adzan 1/ 156], kemudian ia masuk dan mengeluarkan sisa) air wudhu Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam. Aku lihat orang-orang berebut untuk mendapatkan air wudhu tersebut, dan orang yang mendapatkan bagian air tersebut langsung mengusapkan pada dirinya, sedangkan yang tidak kebagian menyeka dari tetesan tangan orang lain yang mendapatkannya. Kemudian aku melihat Bilal [masuk, lalu] ia mengambil (dalam riwayat lain: mengeluarkan) tongkat atau tombak kemudian menancapkannya [di hadapan Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam. Setelah itu shalat pun dimulai]. Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam keluar dengan mengenakan pakaiana berwarna merah yang disingsingkan, [aku sempat melihat putihnya betis beliau. Beliau menancapkan tongkat kemudian shalat [zhuhur dua rakaat dan ashar] dua rakaat dengan menghadap tongkat tersebut bersama orang-orang. Aku pun sempat melihat orang-orang dan hewan (dalam riwayat lain: keledai dan wanita) berlalu lalang di depan tongkat tersebut. [Orang-orang berdiri kemudian meraih tangan beliau lalu mengusapkannya ke wajah mereka. Aku pun meraih tangan beliau lalu kuletakkan pada wajahku, ternyata terasa lebih dingin dari es dan aromanya lebih wangi dari minyak kesturi."]

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (203)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

16. Bab: Shalat Mengenakan Baju Luar yang Terbuat dari Sutera lalu Menanggalkannya.

203. Dari Uqbah bin Amir, ia berkata, "Sebuah baju luar yang terbuat dari sutera dihadiahkan kepada Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam. Beliau pun mengenakannya lalu mengerjakan shalat dengan pakaian tersebut. Kemudian beliau berbalik dan menanggalkannya dengan keras, seolah-olah beliau sangat tidak menyukainya, seraya bersabda, 'Pakaian ini tidak layak bagi orang-orang yang bertakwa.'"

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (202)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

15. Bab: Apakah Shalat Mengenakan Pakaian Bertanda Salib atau Bergambar akan Merusak Shalat? Apa yang Dilarang Berkaitan dengan Hal ini?

202. Dari Anas (radhiyallaahu 'anhu), ia berkata, "Aisyah memasangkan sehelai kain tipis berwarna untuk menutupi pinggir rumahnya, lalu Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam berkata [kepadanya, 7/ 66] 'Lepaskan kain itu, karena gambar-gambar[nya] mengganggu[ku] dalam shalatku.'"

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (201)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

14. Bab: Jika Shalat dengan Pakaian yang Bergambar, lalu Memperhatikan Gambar tersebut.

201. Dari Aisyah (radhiyallaahu 'anhuma), bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam pernah mengerjakan shalat dengan mengenakan pakaian yang bergambar, lalu beliau melihat gambar itu sekilas. Begitu selesai shalat beliau berkata, "Bawakan pakaianku ini kepada Abu Jahm, lalu bawakan kepadaku pakaian Abu Jahm [bin Hudzaifah bin Ghanim dari Bani Adi bin Ka'ab] (229), karena pakaian ini menggangguku sewaktu shalat." (Dalam riwayat lain: Tanda-tanda ini sempat menggangguku 1/ 183.)

79. (230) (Dalam riwayat mu'allaq): "Aku melihat tanda itu ketika sedang shalat, lalu aku khawatir akan menggangguku."

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

229. Tambahan ini dimasukkan dalam khabar dari perkataan Ibnu Syihab, demikian sebagaimana yang dikatakan oleh Al Hafizh.

230. Diriwayatkan secara maushul oleh Ahmad, Muslim, dan lainnya. Diriwayatkan pula dalam Shahih Abu Daud (848) dan Irwa` Al Ghalil (375).

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kesombongan Orang-orang yahudi dan Mereka Mendustakan serta Membunuh para Nabi | Al-Baqarah, Ayat 87 | Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir.

Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri.

Shahih Tafsir Ibnu Katsir.

Al-Baqarah, Ayat 87.

Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan al-Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) setelah itu dengan Rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada 'Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang Rasul dengan membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh (sombong), maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh. (QS. 2: 87)

Kesombongan Orang-orang yahudi dan Mereka Mendustakan serta Membunuh para Nabi.

Allah Tabaaraka wa Ta'aala menyifati Bani Israil dengan sifat melampaui batas, ingkar, melanggar perintah dan berlaku sombong terhadap para Nabi. Mereka hanya menuruti hawa nafsu mereka. Lalu Allah Ta'ala mengingatkan bahwa Dia telah menurunkan al-Kitab kepada Musa, yaitu Taurat. Akan tetapi orang-orang yahudi itu memalingkan, merubah, menukar, dan melanggar perintah-Nya. Setelah Nabi Musa ('alaihis salaam) wafat, Allah mengutus para Rasul dan para Nabi yang berhukum dengan syari'at-Nya, sebagaimana Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat, di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang yahudi oleh Nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara Kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya." (QS. Al-Maa-idah: 44)

Oleh karena itu Allah Ta'ala berfirman, "Dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) setelah itu dengan Rasul-rasul." As-Suddi meriwayatkan dari Abu Malik, ia mengatakan, "Maksudnya Kami (Allah) susulkan di belakang mereka." (319)

Ulama lain mengatakan, "Maksudnya Kami susulkan di belakang mereka yang jaraknya berdekatan, sebagaimana Allah Ta'ala berfirman, "Kemudian Kami mengutus para Rasul Kami berturut-turut." (QS. Al-Mu'minuun: 44)

Hingga Dia menutup para Nabi Bani Israil itu dengan 'Isa putera Maryam ('alaihis salaam) yang diutus dengan mengganti beberapa hukum Taurat. Oleh karena itu, Allah Ta'ala memberikan keterangan kepadanya, yaitu mukjizat. Ibnu 'Abbas (radhiyallaahu 'anhuma) mengatakan, "Di antara mukjizatnya adalah dapat menghidupkan orang mati, membuat seekor burung dari tanah lalu ditiupkan ruh kepadanya hingga menjadi burung sesungguhnya dengan izin Allah, menyembuhkan orang sakit, dan mampu mengabarkan hal-hal yang bersifat ghaib," (320) serta diperkuat oleh Ruhul Qudus yaitu Jibril 'alaihis salaam. Semua itu adalah bukti yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawa oleh 'Isa kepada mereka. Meski demikian, Bani Israil semakin mendustakannya. Kedengkian dan perlawanan mereka semakin menjadi-jadi dikarenakan mereka menyelisihi sebagian isi Taurat. Sebagaimana Allah Ta'ala mengabarkan tentang 'Isa, "Dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Rabb-mu," dan ayat seterusnya. (QS. Ali 'Imran: 50)

Bani Israil telah memperlakukan para Nabi 'alaihimus salaam dengan seburuk-buruk perlakuan. Sebagian mereka dustakan dan sebagian lainnya mereka bunuh. Semua itu tidak lain dikarenakan para Nabi datang kepada mereka dengan membawa hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan (hawa nafsu) dan pendapat mereka, serta mengharuskan mereka berpegang pada hukum-hukum Taurat yang telah mereka ubah dengan maksud menyelisihinya. Dan hal itu pun menyulitkan mereka, sehingga mereka mendustakan para Nabi, bahkan membunuh sebagian dari mereka. Oleh karena itu Allah Ta'ala berfirman, "Apakah setiap datang kepadamu seorang Rasul dengan membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh (sombong), maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?"

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

319. Ibnu Abi Hatim (I/ 268).

320. Ibnu Abi Hatim (I/ 268).

===

Maraji'/ sumber:

Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Edit Isi: Abu Ahsan Sirojuddin Hasan Bashri Lc, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Cetakan Keempat Belas, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kesalahan-kesalahan yang Umum (8) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Kesalahan-kesalahan yang Umum.

8. Kesalahan yang lainnya lagi adalah:

Berpuasa sehari atau dua hari atau tiga hari atau lebih pada sepuluh hari bulan Dzulhijah, padahal ia mempunyai tanggungan puasa qodho' (mengganti) Romadhon. Perbuatan ini merupakan kesalahan yang harus diperhatikan, karena mengganti puasa (qodho') Romadhon hukumnya wajib, sedangkan puasa di sepuluh hari bulan Dzulhijah adalah sunnah saja. Tidak boleh mengutamakan yang sunnah daripada yang wajib. Maka barangsiapa yang mempunyai sisa hari untuk mengganti puasa Romadhon, maka wajib baginya berpuasa kemudian baru disyariatkan untuk puasa sunnah. Akan tetapi, bila seseorang mengumpulkan puasa qodho' di sepuluh hari bulan Dzulhijah bersama dua hari, yakni Senin dan Kamis untuk mendapatkan pahala yang banyak seperti yang mereka dakwakan, maka sesungguhnya dakwaan ini tidak benar, tidak ada dalil tentang hal itu dan belum pernah seorang sahabat pun yang mengatakan hal itu, seperti yang kami ketahui. Jika benar ada nash dari atsar, pastilah akan kami nukil, dan mencampuradukkan antara beberapa ibadah itu merupakan permasalahan yang tidak ringan dosanya, meski kebanyakan orang menganggapnya sepele. Semoga Allah memberikan pertolongan.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (200)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

13. Bab: Dalam Berapa Pakaian Seorang Wanita Mengerjakan Shalat.

101. (227) Ikrimah berkata, "Jika ia dapat menutupi seluruh tubuhnya dengan satu pakaian, maka itu sudah cukup."

200. Dari Aisyah (radhiyallaahu 'anhuma), ia berkata, "Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam pernah shalat subuh [dalam kegelapan 1/ 211], dan saat itu ada beberapa wanita mukminah yang ikut shalat bersama beliau, seraya menutup kepala mereka dengan kerudung. Kemudian mereka pulang (dalam riwayat lain: kembali 1/ 144) ke rumah masing-masing [setelah mereka selesai mengerjakan shalat]. Tidak ada seorang pun yang dapat mengenali mereka [karena gelap]. [Atau mungkin sebagian mereka tidak mengenali yang lainnya." 1/ 211] (228)

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

227. Diriwayatkan secara maushul oleh Abdurrazzaq (5033) darinya seperti itu. Menurut saya sanadnya shahih.

228. Menurut saya, dalam riwayat Abu Ya'la disebutkan (ومايعرف بعضنا وجوه بعض). Lihat kitab saya Hijabul Mar'ah Al Muslimah halaman 30, terbitan Al Maktab Al Islami.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Bab Tentang Paha (adalah Aurat) | Kitab Shalat | Ringkasan Shahih Bukhari

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

12. Bab: Tentang Paha (adalah Aurat).

73-75. (223) Diriwayatkan dari Ibnu Abbas (radhiyallaahu 'anhuma), Jarhad dan Muhammad bin Jahsy, dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, "Paha adalah aurat."

76. (224) Anas (radhiyallaahu 'anhu) berkata, "Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam pernah menyingkap pahanya."

Hadits Anas ini sanadnya lebih kuat, namun hadits Jarhad intinya lebih berhati-hati, sehingga dengan demikian tidak ada perbedaan pendapat.

77. (225) Abu Musa (radhiyallaahu 'anhu) berkata, "Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam menutupi kedua lututnya ketika Utsman masuk."

78. (226) Zain bin Tsabit (radhiyallaahu 'anhu) berkata, "Ketika Allah menurunkan wahyu kepada Rasul-Nya shallallaahu 'alaihi wa sallam, paha beliau di atas pahaku, sehingga aku merasakan beban yang berat, sampai-sampai aku khawatir paha beliau akan meremukkan pahaku."

(Haditsnya adalah sebagian besar dari hadits Anas yang akan disebutkan pada kitab ke 55 bab 26).

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

223. Hadits Ibnu Abbas disebutkan oleh Tirmidzi dan lainnya secara maushul. Hadits Jarhad diriwayatkan secara maushul Malik dan Tirmidzi. Tirmidzi menilainya hasan sementara Ibnu Hibban men-shahih-kannya. Adapun hadits Muhammad bin Jahsy diriwayatkan secara maushul Ahmad dan lainnya. Dalam seluruh sanad ini ada catatan, namun masing-masing saling menguatkan. Saya telah mengeluarkannya dalam Al Misykat (3112-3114) dan Al Irwa (269).

224. Pengarang di sini telah menyebutkannya secara maushul, dan akan disebutkan pula pada kitab ke 55 bab 26.

225. Ini adalah bagian dari kisah yang sanadnya disebutkan secara maushul oleh pengarang pada kitab ke 62 bab 6.

226. Ini adalah bagian dari hadits yang diriwayatkan secara maushul pengarang di beberapa tempat, di antaranya pada kitab ke 56 baba 31.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Bab Shalat Tanpa Mengenakan Serban | Kitab Shalat | Ringkasan Shahih Bukhari

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

11. Bab: Shalat Tanpa Mengenakan Serban.

(Haditsnya adalah hadits Jabir (radhiyallaahu 'anhu) yang telah disebutkan di muka, yaitu hadits nomor 196).

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Bab Aurat yang Harus Ditutup | Kitab Shalat | Ringkasan Shahih Bukhari

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

10. Bab: Aurat yang Harus Ditutup.

(Haditsnya adalah hadits Ibnu Umar (radhiyallaahu 'anhuma) yang telah disebutkan di muka, yaitu hadits nomor 89).

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Daftar Isi Ringkasan Bidayah wa Nihayah