Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaah.
Kajian Kedua Puluh Tujuh.
Kajian Ramadhan.
Sebab-sebab Masuk Neraka (Lanjutan).
Segala puji bagi Allah Sub-haanahu wa Ta'aala yang telah menciptakan seluruh makhluk dengan kekuasaan-Nya, memperlihatkan berbagai keajaiban hikmah-Nya, dan menunjukkan dengan ayat-ayat-Nya mengenai kepastian keesaan-Nya. Allah menetapkan hukuman terhadap orang yang durhaka karena menyelisihi-Nya, kemudian menyeru agar bertaubat kepada-Nya dan memberikan ampunan kepadanya. Maka dari itu, sambutlah seruan Allah dan bergegaslah menuju Surga-Nya. Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian dan memberikan dua bagian rahmat kepadamu.
Aku memuji Allah atas keagungan dan kesempurnaan sifat-sifat-Nya, dan aku bersyukur kepada-Nya atas petunjuk, pertolongan dan nikmat-nikmat-Nya yang sempurna.
Aku bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, baik mengenai uluhiyah maupun rububiyah-Nya. Aku bersaksi pula bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diutus oleh-Nya kepada seluruh makhluk dengan membawa kabar gembira disediakannya Surga kepada orang-orang yang beriman serta ancaman Neraka kepada orang-orang yang kafir.
Semoga Allah senantiasa mencurahkan shalawat dan salam kepada beliau, kepada Abu Bakar yang menjadi 'pengganti' (khalifah) beliau untuk memimpin ummat beliau, kepada 'Umar yang terkenal dengan kekuatannya dan sikap kerasnya di dalam menghadapi orang-orang kafir, kepada 'Utsman yang menemui ajalnya dalam sebuah ujian nyata, kepada 'Ali, putera paman beliau sendiri dan suami dari puteri beliau, serta kepada seluruh keluarga, para Shahabat dan siapa saja yang senantiasa mengikuti sunnah beliau hingga akhir zaman.
Asbab Mufassiqah (Sebab-sebab yang Menimbulkan Kefasikan)
Pada kajian sebelumnya telah kita bahas sejumlah sebab -dari jenis pertama- yang menyebabkan seseorang itu masuk ke dalam Neraka dan kekal di dalamnya. Dalam kajian kali ini kita akan berbicara mengenai sejumlah sebab dari jenis yang kedua, yaitu hal-hal yang menyebabkan pelakunya masuk ke dalam Neraka, namun tidak sampai kekal di dalamnya.
Pertama, Durhaka kepada Kedua Orang Tua
Bentuk kedurhakaan kepada keduanya itu adalah dengan memutus apa yang harus diberikan kepada keduanya, dalam arti tidak berbakti dan tidak menyambung tali hubungan dengan mereka, atau berbuat jahat kepada keduanya dengan perkataan atau tindakan. Allah Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman:
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'uff' (cih, ah) dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: 'Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku sewaktu kecil." (QS. Al-Isra' (17): 23-24)
"Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu." (QS. Luqman (31): 14)
Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Ada tiga golongan manusia yang diharamkan oleh Allah atas mereka untuk masuk Surga, yaitu pecandu khamr, pendurhaka kepada kedua orangtuanya, dan suami yang membolehkan isterinya melacur." (HR. Ahmad dan an-Nasa-i) (58)
Baca selanjutnya: Sebab-sebab Masuk Neraka (Lanjutan) (2)
===
(58) Hadits ini mempunyai banyak jalur periwayatan yang saling menguatkan.
===
Maraji'/ sumber:
Kitab: Majaalisu Syahru Ramadhaan, Penulis: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaah, Penerbit: Daruts Tsurayya lin Nasyr - Riyadh, Cetakan I, 1422 H/ 2002 M, Judul terjemahan: Kajian Ramadhan, Penerjemah: Salafuddin Abu Sayyid, Penerbit: al-Qowam - Solo, Cetakan V, 2012 M.
===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT