Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaah.
Kajian Kedua Puluh Enam.
Kajian Ramadhan.
Sebab-sebab Masuk Neraka (2).
Asbab Mukaffirah (Sebab-sebab yang Menimbulkan Kekafiran).
Untuk jenis yang pertama ini, kami sebutkan beberapa sebab di antaranya:
Pertama, Syirik kepada Allah (Menyekutukan Allah).
Yaitu menjadikan adanya sekutu bagi Allah dalam hal Rububiyah, Uluhiyah atau Shifat. Siapa saja yang meyakini bahwa di samping Allah ada pencipta lain yang bersekutu dengan-Nya atau yang berdiri sendiri, atau meyakini bahwa di samping Allah ada sembahan lain yang berhak diibadahi, atau menyembah selain Allah di samping menyembah-Nya lalu ia memberikan satu bentuk ibadah kepadanya, atau meyakini bahwa ada seseorang yang mempunyai ilmu, kekuasaan, keagungan dan semisalnya sebagaimana yang dimiliki oleh Allah 'Azza wa Jalla, maka ia berarti telah menyekutukan Allah dalam bentuk syirik akbar yang menyebabkannya kekal di dalam Neraka. Allah Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman: "Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga, dan tempatnya ialah Neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun." (QS. Al-Maidah (5): 72)
Kedua, Mengkufuri Rukun Iman.
Yaitu kufur kepada Allah 'Azza wa Jalla, atau kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari Akhir, atau qadha' dan qadar Allah. Orang yang mengingkari sebagian saja darinya, baik karena mendustakan atau mengingkari atau meragukannya, maka ia adalah kafir dan akan kekal di dalam Neraka. Allah Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan Rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: 'Kami beriman kepada yang sebagian dan kami kafir terhadap sebagian (yang lain),' serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan." (QS. An-Nisa' (4): 150-151)
"Sesungguhnya Allah melaknat orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (Neraka), mereka kekal di dalamnya selama-lamanya, mereka tidak memperoleh seorang pelindung pun dan tidak (pula) seorang penolong. Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam Neraka, mereka berkata: 'Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.' Dan mereka berkata: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka adzab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar." (QS. Al-Ahzab (33): 64-68)
Ketiga, Mengingkari Kewajiban Lima Rukun Islam.
Orang yang mengingkari kewajiban mentauhidkan Allah, mengingkari syahadat (persaksian) kepada Rasul-Nya sebagai pembawa risalah atau keumuman risalah tersebut kepada seluruh manusia, mengingkari shalat lima waktu, mengingkari zakat, mengingkari puasa Ramadhan, atau mengingkari kewajiban haji, maka ia kafir. Sebab, ia mendustakan Allah dan Rasul-Nya serta ijma' kaum Muslimin. Demikian juga orang yang mengingkari keharaman (larangan) syirik atau keharaman tindakan membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah, atau mengingkari keharaman zina, liwath, khamr atau semisalnya yang keharamannya tampak dengan jelas dan terang di dalam Kitab Allah atau Sunnah Rasul-Nya. Sebab, ia berarti mendustakan Allah dan Rasul-Nya. Akan tetapi jika ia baru saja masuk Islam, lalu ia mengingkari hal itu disebabkan oleh kebodohannya, maka ia tidaklah sampai kufur. Kecuali jika ia telah diberitahu, namun ia masih saja mengingkari setelah ia mengetahuinya.
Baca selanjutnya: Sebab-sebab Masuk Neraka (3)
===
Maraji'/ sumber:
Kitab: Majaalisu Syahru Ramadhaan, Penulis: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaah, Penerbit: Daruts Tsurayya lin Nasyr - Riyadh, Cetakan I, 1422 H/ 2002 M, Judul terjemahan: Kajian Ramadhan, Penerjemah: Salafuddin Abu Sayyid, Penerbit: al-Qowam - Solo, Cetakan V, 2012 M.
===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT