Sebab-sebab Masuk Neraka | Kajian Ramadhan

Majaalisu Syahru Ramadhaan.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaah.

Kajian Kedua Puluh Enam.

Kajian Ramadhan.

Sebab-sebab Masuk Neraka.

Segala puji bagi Allah Yang Mahakuat dan Maha Perkasa. Tidak ada rintihan yang tidak didengar oleh-Nya dan tidak ada gerakan janin yang tidak terlihat oleh-Nya. Seluruh penguasa yang angkuh pun mesti hina dan rendah di hadapan kebesaran Allah, dan seluruh makar yang dilakukan oleh orang-orang yang melakukan makar akan sia-sia di hadapan kekuasaan-Nya. Ketentuan Allah terhadap orang-orang yang berbuat dosa akan pasti terlaksana sebagaimana yang dikehendaki oleh-Nya, dan pilihan Allah akan berlaku bagi siapa saja yang dipilih oleh-Nya di antara orang-orang yang beramal. Yang pertama adalah golongan kiri, sedangkan yang kedua adalah golongan kanan. Kalau saja bukan karena adanya pembagian seperti ini, tentu akan tidak ada artinya jihad yang dilakukan oleh para mujahid, serta tidak akan diketahui siapa orang-orang yang beriman dan siapa yang kafir, siapa yang yakin dan siapa yang ragu. Kalau saja tidak ada pembagian seperti ini, maka Neraka tidak akan dipenuhi oleh para pendosa. Allah Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman: "Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk (bagi)nya, akan tetapi telah tetaplah perkataan (ketetapan) dari-Ku, 'Sesungguhnya akan Aku penuhi Neraka Jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama.'" (QS. As-Sajdah (32): 13)

Demikian itu merupakan bagian dari kebijaksanaan (hikmah) Allah Sub-haanahu wa Ta'aala, dan Dia adalah Dzat yang paling bijaksana.

Aku memuji Allah sebagaimana pujian yang diberikan oleh orang-orang yang bersyukur. Aku mohon kepada-Nya anugerah yang diberikan kepada orang-orang yang bersabar, dan aku memohon perlindungan kepada-Nya dari adzab yang menghinakan.

Aku bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah, Raja Yang Mahabenar. Aku bersaksi pula bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya yang terpilih dan terpercaya.

Semoga Allah senantiasa mencurahkan shalawat dan salam kepada beliau, kepada Shahabat beliau, Abu Bakar, sebagai orang yang pertama-tama mengikuti ajaran agama beliau dari kalangan kaum laki-laki, kepada 'Umar yang senantiasa tegar dan tidak pernah lunak, kepada 'Utsman, suami dari kedua puteri Rasul dan sebaik-baik teman dekat, kepada 'Ali yang menjadi lautan 'ilmu, kepada keluarga beliau yang suci, kepada seluruh Shahabat yang bersih, serta siapa saja yang mengikuti beliau hingga hari Kiamat.

Ketahuilah bahwa masuknya seseorang ke dalam Neraka adalah karena adanya sebab-sebab sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Allah di dalam Kitab-Nya dan juga melalui lisan Rasul-Nya agar manusia mau mewaspadai dan menjauhinya. Sebab-sebab yang kami maksudkan itu secara garis besar terbagi menjadi dua jenis.

Jenis pertama, sebab-sebab yang menimbulkan kekafiran (asbab mukaffirah) yang mengeluarkan pelakunya dari iman menuju kufur serta mengharuskannya kekal di dalam Neraka.

Jenis kedua, sebab-sebab yang menimbulkan kefasikan (asbab mufassiqah) yang mengeluarkan pelakunya dari sifat adil menuju kefasikan dan menyeret pelakunya untuk masuk ke dalam Neraka, akan tetapi tidak kekal di dalamnya.

Baca selanjutnya: Sebab-sebab Masuk Neraka (2)

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: Majaalisu Syahru Ramadhaan, Penulis: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaah, Penerbit: Daruts Tsurayya lin Nasyr - Riyadh, Cetakan I, 1422 H/ 2002 M, Judul terjemahan: Kajian Ramadhan, Penerjemah: Salafuddin Abu Sayyid, Penerbit: al-Qowam - Solo, Cetakan V, 2012 M.

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Daftar Isi Ringkasan Bidayah wa Nihayah