Gambaran Neraka (6) | Kajian Ramadhan

Majaalisu Syahru Ramadhaan.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaah.

Kajian Kedua Puluh Lima.

Kajian Ramadhan.

Gambaran Neraka (6).

Diriwayatkan dari Abu Musa al-Asy'ari ra-dhiyallaahu 'anhu bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Ada tiga golongan yang tidak akan masuk Surga, pecandu khamr (minuman keras), orang yang memutus tali kekerabatan, dan orang yang membenarkan (percaya kepada) sihir. Orang yang meninggal dunia sedangkan ia masih menjadi pecandu khamr, maka Allah akan meminumkan kepadanya air dari sungai Ghuthah." Ditanyakan kepada Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam: "Apa sebenarnya sungai Ghuthah itu?" Beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Yaitu sungai yang mengalir dari kemaluan-kemaluan para pelacur, dimana bau kemaluan mereka itu mengganggu para penghuni Neraka." (HR. Ahmad) (57)

Dalam Shahiih Muslim disebutkan riwayat dari Jabir bin 'Abdillah ra-dhiyallaahu 'anhu bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Sesungguhnya Allah punya janji terhadap orang yang meminum minuman yang memabukkan untuk memberinya minum dari Thinatul Khabal." Para Shahabat ra-dhiyallaahu 'anhu bertanya: "Ya Rasulullah, apakah Thinatul Khabal itu?" Beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Keringat para penghuni Neraka, atau perasan dari para penghuni Neraka."

Dalam Shahihain disebutkan riwayat bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Kelak akan dikatakan kepada orang-orang yahudi dan nashrani: 'Apa yang kalian inginkan?' Mereka berkata: 'Kami kehausan, ya Rabb kami, maka berilah kami minum.' Maka ditunjukkanlah kepada mereka: 'Maukah kalian pergi ke sumber air?' Maka mereka pun digiring menuju Neraka Jahannam, seakan ia adalah fatamorgana yang sebagiannya menghancurkan sebagian yang lain lalu mereka berjatuhan ke dalam api Neraka."

Hasan berkata: "Coba pikirkan, apa halnya dengan suatu kaum yang telah berdiri di atas telapak kaki mereka selama lima puluh ribu tahun tanpa makan sesuap pun dan tanpa minum seteguk pun, sehingga leher mereka terputus karena haus dan lambung mereka menjadi terbakar karena lapar. Sesudah itu mereka dibawa ke Neraka lalu diberi minum dari mata air yang sangat panas dan matang."

Ibnul Jauzi rahimahullaah mengatakan dalam menggambarkan Neraka: "Neraka adalah sebuah tempat dimana penghuninya tidak akan mendapatkan kenikmatan dan kebahagiaan. Putih wajah mereka diganti dengan warna hitam. Mereka dikekang dengan kekang yang lebih kuat dari gunung. Mereka dijauhkan dari rasa dingin. Kesedihan mereka bersifat langgeng, dan mereka tidak merasa gembira. Mereka tidak bisa keluar darinya, akan tetapi kekal selama-lamanya di dalamnya dengan dijaga oleh para Malaikat Neraka yang keras dan sadis. Mereka menangis, menyesali waktu muda yang ia sia-siakan begitu saja. Tangisnya terus menjadi-jadi. Sementara itu ia terus dijaga oleh para Malaikat Neraka yang keras dan sadis. Aduhai, betapa menyedihkannya mendapat murka dari Sang Maha Pencipta. Sungguh bencana ini merupakan kemalangan yang sangat besar. Betapa malunya mereka, segala aibnya terbongkar di mata seluruh makhluk, dan di depan wajah para saksi. Mana hasil upaya mereka demi dunia dan mana pula usaha yang mereka lakukan yang terus saja bergelimang dalam dosa, seakan itu semua hanya mimpi di siang bolong. Selanjutnya tubuh-tubuh mereka dibakar di dalam api Neraka. Setiap kali terbakar, tubuhnya dikembalikan lagi. Mereka dijaga oleh para Malaikat yang keras lagi sadis."

Ya Allah, selamatkanlah kami dari Neraka. Lindungilah kami dari kampung kehinaan dan kebinasaan. Tempatkan kami di negeri orang-orang yang bertakwa lagi baik, dengan rahmat dan kasih sayang-Mu. Semoga Allah selalu mencurahkan shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad serta kepada keluarga dan para Shahabat seluruhnya.

===

(57) Dishahihkan oleh al-Hakim dan disepakati oleh at-Tirmidzi.

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: Majaalisu Syahru Ramadhaan, Penulis: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaah, Penerbit: Daruts Tsurayya lin Nasyr - Riyadh, Cetakan I, 1422 H/ 2002 M, Judul terjemahan: Kajian Ramadhan, Penerjemah: Salafuddin Abu Sayyid, Penerbit: al-Qowam - Solo, Cetakan V, 2012 M.

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Daftar Isi Ringkasan Bidayah wa Nihayah