Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaah.
Kajian Kedua Puluh Lima.
Kajian Ramadhan.
Gambaran Neraka (5).
Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra-dhiyallaahu 'anhu bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Orang yang menikmati hidup di dunia yang kemudian masuk Neraka dipanggil dan dicelupkan ke dalam Neraka sekali celup, kemudian ditanyakan kepadanya: 'Wahai anak Adam, apakah engkau pernah melihat kebaikan sedikitpun? Apakah engkau pernah merasakan kenikmatan sedikitpun?' Ia menjawab: 'Tidak pernah, Rabbku.' Selanjutnya dipanggillah orang yang paling sengsara di dunia yang kemudian menjadi penghuni Surga, lalu ia dimasukkan barang sebentar ke dalam Surga, lalu ditanyakan kepadanya: 'Wahai anak Adam, apakah engkau pernah melihat kesengsaraan sebelumnya? Apakah engkau pernah mengalami kesempitan sebelumnya?' Ia menjawab: 'Tidak. Demi Allah, aku tidak pernah melihat kesengsaraan sama sekali dan juga tidak pernah mengalami kesempitan.'" (HR. Muslim)
Maksudnya adalah bahwa para penghuni Neraka itu menjadi lupa terhadap seluruh kenikmatan yang pernah mereka rasakan ketika di dunia. Sebaliknya, para penghuni Surga pun menjadi lupa terhadap segala kesengsaraan yang pernah mereka alami ketika di dunia. Dari Anas bin Malik ra-dhiyallaahu 'anhu bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Pada hari Kiamat nanti akan dikatakan kepada para penghuni Neraka: 'Bagaimana pendapatmu jika sekiranya engkau mempunyai segala yang ada di muka bumi, apakah engkau akan menebus dengannya?' Ia menjawab: 'Ya.' Allah kemudian berfirman: 'Aku sebenarnya menginginkan darimu sesuatu yang jauh lebih ringan dari hal itu. Aku telah memerintahkanmu, wahai anak Adam, agar tidak menyekutukan sesuatu dengan-Ku, namun ternyata engkau enggan, dan memilih menyekutukan-Ku." (HR. Ahmad. Hadits yang senada juga diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim)
Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Ya'la bin Munyah, yaitu putera Umayyah, sedangkan Munyah adalah ibunya, bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Allah akan membuatkan mendung bagi penghuni Neraka, dan ketika mendung itu telah ada di atas mereka, maka Allah memanggil: 'Wahai para penghuni Neraka, apa yang kalian minta?' Mereka kemudian ingat terhadap mendung di dunia dan air hujan yang turun kepada mereka setelah datangnya mendung. Mereka berkata: 'Ya Rabbku, kami minta minum.' Maka Allah menghujani mereka dengan belenggu menambah belenggu yang telah mereka kenakan dan rantai menambah rantai yang telah mereka kenakan, serta bara yang menyulut api kepada mereka."
Baca selanjutnya: Gambaran Neraka (6)
===
Maraji'/ sumber:
Kitab: Majaalisu Syahru Ramadhaan, Penulis: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaah, Penerbit: Daruts Tsurayya lin Nasyr - Riyadh, Cetakan I, 1422 H/ 2002 M, Judul terjemahan: Kajian Ramadhan, Penerjemah: Salafuddin Abu Sayyid, Penerbit: al-Qowam - Solo, Cetakan V, 2012 M.
===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT