Kriteria Penghuni Surga | Kajian Ramadhan

Majaalisu Syahru Ramadhaan.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaah.

Kajian Kedua Puluh Empat.

Kajian Ramadhan.

Kriteria Penghuni Surga.

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan segala sesuatu dengan penuh hikmah. Allah telah memisahkan langit dan bumi yang sebelumnya menyatu dan padu. Dengan hikmah-Nya, Allah membagi hamba-Nya menjadi hamba yang bahagia dan sengsara. Allah menciptakan beberapa sarana untuk bisa meraih kebahagiaan ini yang kemudian ditempuh oleh orang-orang yang bertakwa, karena ia melihat akibat-akibat perbuatan dengan pandangan mata yang cerdas maka ia lebih memilih yang kekal. Aku akan senantiasa memuji Allah dan memanjatkan syukur kepada-Nya.

Aku bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Ia adalah Tuan atas segala budak, dan semua makhluk -selain Allah- adalah budak.

Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, sebagai manusia yang paling sempurna akhlak dan penciptaan-Nya. Semoga Allah senantiasa mencurahkan shalawat dan salam kepada beliau, kepada Shahabat beliau, Abu Bakar ash-Shiddiq, yang mempunyai keutamaan sebagai orang-orang yang pertama-tama masuk Islam dan mengikuti beliau, kepada 'Umar, khalifah yang adil dalam memutuskan hukum terhadap rakyatnya, kepada 'Utsman yang siap menemui kematian syahidnya dan tidak mau menjaga dan menghindarkan diri darinya, kepada 'Ali yang menjual yang fana untuk membeli yang kekal, serta kepada seluruh keluarga dan para Shahabat lainnya yang senantiasa menolong agama Allah dengan sebenar-benarnya.

Saudaraku sekalian, sebelumnya kita telah membahas soal gambaran Surga dengan segala kenikmatan dan kebahagiaan yang ada di dalamnya. Demi Allah, itu semua semestinya semakin mendorong orang-orang yang beramal untuk bisa meraihnya dan saling berlomba untuk mendapatkannya, lalu menghabiskan seluruh usianya untuk mencarinya dengan cara hidup zuhud di dunia. Jika kita bertanya tentang jalan yang akan mengantarkan ke sana, maka Allah telah menjelaskan jalan itu sebagaimana tersebut dalam wahyu yang diturunkan kepada Rasul-Nya yang paling mulia. Allah Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman:

"Bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada Surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui." (QS. Ali 'Imran (3): 133-135)

Baca selanjutnya: Kriteria Penghuni Surga (2)

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: Majaalisu Syahru Ramadhaan, Penulis: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaah, Penerbit: Daruts Tsurayya lin Nasyr - Riyadh, Cetakan I, 1422 H/ 2002 M, Judul terjemahan: Kajian Ramadhan, Penerjemah: Salafuddin Abu Sayyid, Penerbit: al-Qowam - Solo, Cetakan V, 2012 M.

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Daftar Isi Ringkasan Bidayah wa Nihayah