Shahih Tafsir Ibnu Katsir: Surat al-Baqarah (7)

Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Surat al-Baqarah (7)

Al-Baqarah, Ayat 7

"Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat." (QS. 2: 7)

As-Suddi mengatakan: "Khatamallaahu artinya Allah telah menutup dengan sesuatu yang melekat (thaba'a)." (44)

Berkaitan dengan ayat ini Qatadah mengatakan: "Syaitan telah menguasai mereka karena mereka mentaatinya. Maka Allah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, serta pandangan mereka ditutup, hingga tidak dapat melihat petunjuk, tidak dapat mendengarkan, memahami ataupun berfikir." (45)

Ibnu Juraij meriwayatkan dari Mujahid, ia mengatakan bahwa kata khatama dalam firman Allah: "Khatamallaahu 'alaa quluubihim 'Allah mengunci mati hati mereka', artinya adalah ath-thab'u yaitu melekatnya dosa di hati, lalu dosa-dosa itu senantiasa mengelilinginya dari segala arah, sehingga berhasil bertemu (melekat kuat) dengan hati. Pertemuan dosa dengan hati inilah yang merupakan tutupan yang melekat (ath-thab'u)." (46)

Selanjutnya Ibnu Juraij mengatakan: "Yang ditutup rapat adalah hati dan pendengaran mereka." (47)

Ibnu Juraij berkata: 'Abdullah bin Katsir telah berkata kepadaku bahwasanya ia pernah mendengar Mujahid mengatakan: "Ar-Raan (noda-noda yang menempel di hati) lebih ringan daripada ath-thab'u (penutup yang melekat), dan ath-thab'u lebih ringan dari al-iqfaal (dikunci mati), serta al-iqfaal lebih berat dari semua itu." (48)

Al-A'masy berkata: "Mujahid mengisyaratkan kepada kami dengan tangannya seraya berkata: 'Mereka berpendapat bahwa perumpamaan hati seperti ini, yakni telapak tangan. Jika seseorang berbuat dosa, maka dosa itu menutupinya.' Sambil membengkokkan jari kelingkingnya, ia (Mujahid) mengatakan: 'Seperti ini. Jika ia berbuat dosa lagi, maka dosa itu menutupinya.' Mujahid membengkokkan jari yang lain ke telapak tangannya. Demikian seterusnya hingga seluruh jari jemari menutup telapak tangannya. Setelah itu Mujahid berkata: 'Hati mereka itu terkunci mati.' Dan Mujahid mengatakan: 'Mereka memandang bahwa hal itu adalah ar-rain (kotoran/ dosa).'" (49)

Al-Qurthubi berkata: "Ummat Islam telah sepakat bahwa Allah 'Azza wa Jalla telah menyifati diri-Nya dengan mengunci mati dan menutup hati orang-orang kafir sebagai balasan atas kekufuran mereka. Sebagaimana firman Allah Sub-haanahu wa Ta'aala: "Bahkan, sebenarnya Allah telah menutup hati mereka karena kekafirannya." (QS. An-Nisaa': 155)

Lalu dia menyebutkan hadits tentang berbolak-baliknya hati.

Yaa muqallibal quluubi tsabbit quluubanaa 'alaa diinika
"Wahai Rabb yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatia kami di atas agama-Mu." (50)

Bersambung...

===

(44) Ibnu Abi Hatim 1/44.

(45) Ibnu Abi Hatim 1/44.

(46) Ibnu Abi Hatim 1/44.

(47) Tafsiir ath-Thabari 1/259.

(48) Tafsiir ath-Thabari 1/259.

(49) Tafsiir ath-Thabari 1/258.

(50) At-Tirmidzi no. 2140, 2587, dan Ibnu Majah no. 3834. Shahih: Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahiihul Jaami' no. 7987, 7988.

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

==
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (42)

Kitab Adabul Mufrad (42)

Kitab Berbakti kepada kedua orang tua

Bab 21: Jangan memutus siapa yang pernah berhubungan dengan ayahmu, kalau tidak cahaya (iman)mu akan menjadi gelap.

42. Sa'ad bin Ubadah az-Zuraqy dari ayahnya mengatakan, "Aku pernah duduk di masjid Madinah bersama Amru bin 'Utsman. Lalu datanglah 'Abdullah bin Salam dan duduk bersandar pada keponakannya. Dia kemudian meninggalkan majelis dan kemudian kembali. Dia berkata, 'Apa yang kau inginkan wahai Amru bin 'Utsman (dua atau tiga kali)? Demi yang mengutus Muhammad dengan dasar kebenaran, sesungguhnya itu ada di Kitabullah (dua kali). Janganlah engkau memutus siapa yang pernah menyambung hubungan keluarga dengan ayahmu, kalau tidak cahayamu akan dimatikan.'"

* Isnadnya Dha'if.

Bersambung...

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

As-Salamu 'alaikum pembaca setia baitulkahfitangerang.blogspot.com, bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (41)

Kitab Adabul Mufrad (41)

Kitab Berbakti kepada kedua orang tua

Bab 20: Bakti kepada orang yang pernah berhubungan dengan ayahnya.

41. 'Abdullah bin 'Umar ra-dhiyallaahu 'anhuma berkata, "Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

'Sesungguhnya sebaik-baik bakti adalah seorang pria yang menyambung hubungan dengan shahabat ayahnya.'"

Bersambung...

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

As-Salamu 'alaikum pembaca setia baitulkahfitangerang.blogspot.com, bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Shahih Tafsir Ibnu Katsir: Surat al-Baqarah (6)

Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Surat al-Baqarah (6)

Al-Baqarah, Ayat 6

Golongan Kafir, -pent.

"Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, apakah kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman." (QS. 2: 6)

Allah Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman: "Sesungguhnya orang-orang kafir", yaitu orang-orang yang menutupi kebenaran dan menyembunyikannya. Dan Allah telah menetapkan hal itu bagi mereka, baik mereka diberi peringatan ataupun tidak. Mereka akan tetap kafir dan tidak mempercayai apa yang engkau (Muhammad) bawa kepada mereka. Sebagaimana firman Allah Sub-haanahu wa Ta'aala:

"Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Rabbmu, tidaklah akan beriman, meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan adzab yang pedih." (QS. Yunus: 96-97)

Dan Allah berfirman tentang orang-orang yang keras kepala dari kalangan Ahli Kitab: "Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (yahudi dan nashrani) yang diberi al-Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan), maka mereka tidak akan mengikuti kiblatmu." (QS. al-Baqarah: 145)

Maksudnya, orang yang telah Allah tetapkan hidup dalam kesengsaraan, ia tidak akan pernah merasakan kebahagiaan. Dan orang yang disesatkan oleh Allah, ia tidak akan pernah mendapatkaan petunjuk. Maka jangan biarkan dirimu binasa dalam kesedihan karena mereka. Dan sampaikanlah risalah (Islam) kepada mereka. Maka barangsiapa yang menyambut seruanmu, ia mendapat bagian yang banyak. Dan barangsiapa berpaling, maka janganlah engkau bersedih karena perbuatan mereka, dan janganlah hal itu terlalu engkau pikirkan. Allah Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman: "Sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedang Kamilah yang menghisab 'amalan mereka." (QS. Ar-Ra'd: 40)
"Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah Pemelihara segala sesuatu." (QS. Huud: 12)

'Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas ra-dhiyallaahu 'anhuma tentang firman Allah: "Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, apakah kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman." Ia berkata: "Dahulu Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam sangat menginginkan semua orang beriman dan mengikuti petunjuk. Maka Allah Ta'ala mengabarkan bahwa tidak akan beriman kecuali orang yang sebelumnya telah Allah tetapkan kebahagiaan baginya dalam suratan takdir. Dan tidak akan sesat kecuali orang yang sebelumnya telah Allah tetapkan kesengsaraan baginya dalam suratan takdir.!" (43)

Bersambung...

===

(43) Tafsiir ath-Thabari 1/252.

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Shahih Tafsir Ibnu Katsir: Surat al-Baqarah (5)

Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Surat al-Baqarah (5)

Al-Baqarah, Ayat 5

"Mereka itulah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Rabbnya, dan merekalah orang-orang yang beruntung." (QS. 2: 5)

Hidayah dan Keberuntungan bagi Orang-orang yang Beriman

Allah Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman: "Mereka itulah", yaitu orang-orang yang menyandang sifat-sifat di atas, yakni beriman kepada perkara-perkara yang ghaib, mendirikan shalat, mengeluarkan infaq dari rizki yang Allah berikan kepada mereka, beriman kepada apa yang diturunkan kepada Rasul-Nya dan para Rasul sebelumnya, serta meyakini adanya kehidupan akhirat. Dan semua itu menuntut mereka mempersiapkan diri untuk menghadapinya dengan mengerjakan 'amal shalih dan meninggalkan semua yang Dia haramkan.

"Yang tetap mendapat petunjuk", maksudnya mereka senantiasa mendapat pancaran cahaya, penjelasan, serta petunjuk dari Allah Sub-haanahu wa Ta'aala.

"Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung", yaitu orang-orang yang mendapatkan apa yang mereka inginkan dan selamat dari segala kejahatan yang mereka hindari. Mereka beruntung karena mendapatkan pahala dan kekal di dalam Surga serta selamat dari siksa yang Allah persiapkan bagi musuh-musuh-Nya.

Bersambung...

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Shahih Tafsir Ibnu Katsir: Surat al-Baqarah (4/2)

Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Surat al-Baqarah (4/2)

Allah juga berfirman:

"Hai orang-orang yang telah diberi al-Kitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (al-Qur-an) yang membenarkan Kitab yang ada padamu." (QS. An-Nisaa': 47)

Allah juga berfirman:

"Katakanlah: 'Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun, hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan al-Qur-an yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu." (QS. Al-Maa-idah: 68)

Dan Allah telah menyebutkan tentang orang-orang yang beriman secara keseluruhan yang memenuhi semua itu dalam firman-Nya:

"Rasul telah beriman kepada al-Qur-an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, dan Rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): 'Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari Rasul-rasul-Nya." (QS. Al-Baqarah: 285)

Dan juga firman-Nya:

"Orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka." (QS. An-Nisaa': 152)

Dan ayat-ayat lain yang menunjukkan perintahkan kepada orang-orang yang beriman agar beriman kepada Allah, Rasul-rasul-Nya dan Kitab-kitab-Nya.

Akan tetapi orang-orang yang beriman dari kalangan Ahli Kitab memiliki keistimewaan, karena mereka telah beriman kepada Kitab-kitab suci yang ada di tangan mereka secara terperinci. Apabila mereka masuk Islam dan beriman dengannya secara terperinci juga, maka mereka akan mendapatkan pahala dua kali lipat. Adapun selain mereka hanyalah memperoleh keimanan tentang Kitab-kitab suci terdahulu secara global saja. Sebagaimana disebutkan dalam kitab ash-Shahiih:

"Jika Ahli Kitab menyampaikan riwayat kepadamu, maka janganlah mendustakan mereka dan jangan pula membenarkan mereka. Akan tetapi katakanlah: 'Kami beriman kepada apa yang telah diturunkan kepada kami dan apa-apa yang diturunkan kepada kalian." (42)

Akan tetapi bisa saja keimanan mayoritas orang-orang Arab kepada Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam lebih sempurna, lebih universal dan lebih komplit daripada keimanan orang-orang Ahli Kitab yang masuk ke dalam Islam. Kalaupun mereka mendapat pahala dua kali lipat dari sisi tersebut, akan tetapi orang-orang selain mereka bisa saja memperoleh keimanan yang membuat pahala mereka berlipat ganda melebihi pahala dua kali lipat yang mereka peroleh. Wallaahu a'lam.

Bersambung...

===

(42) Abu Dawud 4/59. Diriwayatkan pula oleh al-Bukhari no. 4485.

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Shahih Tafsir Ibnu Katsir: Surat al-Baqarah (4)

Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Surat al-Baqarah (4)

Al-Baqarah, Ayat 4

"Dan mereka yang beriman kepada al-Kitab (al-Qur-an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat." (QS. 2: 4)

Ibnu 'Abbas ra-dhiyallaahu 'anhuma berkata: "Firman Allah: 'Dan mereka yang beriman kepada al-Kitab (al-Qur-an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat', maksudnya adalah mereka membenarkan apa yang engkau (Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam) bawa dari Allah Sub-haanahu wa Ta'aala dan apa yang dibawa oleh para Nabi sebelummu. Mereka tidak membeda-bedakan di antara para Rasul tersebut serta tidak mengingkari apa yang mereka bawa dari Rabb mereka." (40)

"'Dan mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat', yakni akan adanya hari Kebangkitan, Kiamat, Surga, Neraka, Hisab dan Timbangan." (41)

Disebut akhirat karena ia ada setelah kehidupan dunia.

Sifat-sifat Kaum Mukminin

Orang-orang yang menyandang sifat ini (mukminin) adalah orang-orang yang memiliki sifat-sifat yang tersebut dalam ayat: "(Yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka." (QS. Al-Baqarah: 3)

Diriwayatkan dari Mujahid, ia mengatakan: "Empat ayat pertama dari surat al-Baqarah menjelaskan sifat orang-orang yang beriman. Dua ayat berikutnya menjelaskan sifat orang-orang kafir. Dan tiga belas ayat menjelaskan sifat orang-orang munafik. Keempat ayat tersebut umum bagi setiap mukmin yang menyandang sifat-sifat tersebut, baik dari kalangan bangsa Arab maupun non Arab, serta Ahli Kitab, baik ummat manusia maupun kalangan jin. Salah satu sifat tidak akan sempurna tanpa adanya sifat-sifat yang lain. Bahkan masing-masing sifat menuntut adanya sifat yang lain. Dengan demikian keimanan kepada yang ghaib, shalat, dan zakat, tidak akan benar kecuali dengan adanya iman kepada apa yang dibawa oleh Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, juga apa yang dibawa oleh para Rasul sebelumnya, serta keyakinan akan adanya kehidupan akhirat. Dan Allah telah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk memenuhi hal itu melalui firman-Nya:

"Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada Kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta Kitab yang Allah turunkan sebelumnya." (QS. An-Nisaa': 136)

Allah Sub-haanahu wa Ta'aala juga berfirman:

"Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zhalim di antara mereka, dan katakanlah: 'Kami telah beriman kepada (Kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu, Ilah kami dan Ilahmu adalah satu.'" (QS. Al-Ankabuut: 46)

Bersambung...

===

(40) Tafsiir ath-Thabari 1/244.

(41) Ibnu Abi Hatim 1/39.

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

As-Salamu 'alaikum pembaca setia baitulkahfitangerang.blogspot.com, bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (40)

Kitab Adabul Mufrad (40)

Kitab Berbakti kepada kedua orang tua

Bab 20: Bakti kepada orang yang pernah berhubungan dengan ayahnya.

40. 'Abdullah bin 'Umar ra-dhiyallaahu 'anhuma berkata, "Ada seorang badui yang berada di tengah perjalanan, dimana ayah badui itu adalah teman 'Umar bin al-Khaththab. Orang badui itu berkata, 'Bukankah engkau putera fulan?' 'Abdullah bin 'Umar menjawab, 'Benar.' 'Abdullah bin 'Umar lalu memberikan padanya unta yang dinaikinya dan melepas sorban yang dipakainya dari kepalanya dan diberikan kepada orang tersebut. Orang-orang di situ berkata, 'Bukankah sudah cukup kalau engkau berikaan dua dirham saja?' 'Abdullah bin 'Umar menjawab, 'Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

'Jagalah orang yang pernah berhubungan hubungan keluarga dengan ayahmu dan jangan engkau memotongnya itu menyebabkan Allah akan mematikan cahayamu.'"

* Dha'if.

Bersambung...

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

As-Salamu 'alaikum pembaca setia baitulkahfitangerang.blogspot.com, bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (39)

Kitab Adabul Mufrad (39)

Kitab Berbakti kepada kedua orang tua

Bab 19: Bakti kepada kedua orang tua sesudah kematiannya.

39. Ibnu 'Abbas ra-dhiyallaahu 'anhuma berkata, "Ada seorang yang bertanya (pada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam), 'Wahai Rasulullah, ibuku telah meninggal dan belum memberi wasiat, apakah ada manfaat baginya jika aku bersedekah dari hartanya?' Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Ya.'"

Bersambung...

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

As-Salamu 'alaikum pembaca setia baitulkahfitangerang.blogspot.com, bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (38)

Kitab Adabul Mufrad (38)

Kitab Berbakti kepada kedua orang tua

Bab 19: Bakti kepada kedua orang tua sesudah kematiannya.

38. Abu Hurairah ra-dhiyallaahu 'anhu berkata, "Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

'Jika mati seorang hamba akan terputuslah darinya 'amalannya kecuali dari tiga hal: Sedekah jariyah, 'ilmu yang bermanfaat atau anak yang yang shalih yang mendo'akannya.'"

Bersambung...

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

As-Salamu 'alaikum pembaca setia baitulkahfitangerang.blogspot.com, bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (37)

Kitab Adabul Mufrad (37)

Kitab Berbakti kepada kedua orang tua

Bab 19: Bakti kepada kedua orang tua sesudah kematiannya.

37. Muhammad 'Abdullah bin Sirrin berkata, "Ketika kami berada di rumah Abu Hurairah pada suatu malam, dia berkata, 'Ya Allah ampunilah Abu Hurairah dan ibuku dan bagi siapa yang memohon ampun bagi keduanya.'" 'Abdullah bin Sirrin berkata, "Maka kami memohon ampun bagi keduanya sampai kami masuk ke dalam do'a Abu Hurairah."

Bersambung...

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

As-Salamu 'alaikum pembaca setia baitulkahfitangerang.blogspot.com, bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (36)

Kitab Adabul Mufrad (36)

Kitab Berbakti kepada kedua orang tua

Bab 19: Bakti kepada kedua orang tua sesudah kematiannya.

36. Abu Hurairah ra-dhiyallaahu 'anhu berkata, "Ada seorang yang meninggal yang terangkat derajatnya. Orang itu bertanya: 'Wahai Rabb, apa ini?' Maka dijawab: 'Anakmu mendo'akanmu.'"

Bersambung...

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

As-Salamu 'alaikum pembaca setia baitulkahfitangerang.blogspot.com, bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (35)

Kitab Adabul Mufrad (35)

Kitab Berbakti kepada kedua orang tua

Bab 19: Bakti kepada kedua orang tua sesudah kematiannya.

35. Usaid bin 'Ali bin Ubaid berkata bahwa ayahnya pernah mendengar Abu Usaid berkata kepada orang-orang, "Pernah kami bersama Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, lalu ada seseorang yang bertanya, 'Wahai Rasulullah, apakah aku dapat berbakti kepada kedua orang tuaku sepeninggal keduanya?' Beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

'Benar, ada empat: Do'a bagi keduanya, permintaan ampun bagi keduanya, memenuhi janji keduanya dan menghormati teman keduanya, serta menyambung hubungan keluarga yang tidak kalian dapatkan kecuali dari keduanya.'"

* Dha'if.

Bersambung...

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

As-Salamu 'alaikum pembaca setia baitulkahfitangerang.blogspot.com, bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Shahih Tafsir Ibnu Katsir: Surat al-Baqarah (3/3)

Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Surat al-Baqarah (12)

...wa yuqiimuunash shalaata wa mimmaa razaqnaahum yunfiquun
...yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka. (QS. Al-Baqarah: 3)

Makna Mendirikan Shalat

Ibnu 'Abbas ra-dhiyallaahu 'anhuma mengatakan: "Wa yuqiimuunash shalaata 'Mendirikan shalat', berarti mendirikan shalat dengan seluruh kewajibannya." (32)

Adh-Dhahhak meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas, ia mengatakan: "Mendirikan shalat berarti mengerjakan dengan menyempurnakan ruku', sujud, dan bacaannya dengan penuh kekhusyu'an dan menghadapkan hati kepada Allah di dalamnya." (33)

Qatadah berkata: "(Mendirikan shalat) berarti berusaha mengerjakannya tepat waktu, serta menjaga wudhu', ruku', dan sujudnya." (34)

Sedangkan Muqatil bin Hayyan mengatakan: "(Mendirikan shalat) berarti menjaga untuk selalu mengerjakannya tepat waktu, menyempurnakan wudhu', ruku', sujud, bacaan al-Qur-an, tasyahud, serta membaca shalawat kepada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam. Demikianlah makna mendirikan shalat." (35)

Yang Dimaksud dengan Infaq

'Ali bin Abi Thalhah dan yang lainnya meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas tentang firman Allah: "Wa mimmaa razaqnaahum yunfiquun 'Dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka', ia mengatakan: 'Maksudnya adalah mengeluarkan zakat dari harta kekayaan yang ia miliki.'" (36)

As-Suddi meriwayatkan dari Abu Malik dan Abu Shalih, keduanya meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas dan Murrah, keduanya meriwayatkan dari Ibnu Mas'ud dan beberapa Shahabat Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, ia mengatakan: "'Dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka', maksudnya adalah nafkah yang diberikan seseorang kepada keluarganya." Dan ini sebelum turun ayat tentang zakat. (37)

Juwaibir meriwayatkan dari adh-Dhahhak, ia mengatakan: "Dahulu, infaq adalah 'amal yang dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah sesuai dengan kemampuan dan kemudahan yang mereka miliki, hingga turunlah ayat tentang kewajiban-kewajiban shadaqah, yakni tujuh ayat dalam surat at-Taubah yang menerangkan tentang shadaqah, dan ini adalah ayat-ayat yang menasakh (menghapuskan) hukum yang ada dan menetapkan hukum yang baru." (38)

Aku (Ibnu Katsir) katakan: "Sering kali Allah menyandingkan antara shalat dan infaq (zakat). Karena sesungguhnya shalat merupakan hak Allah dan sekaligus sebagai bentuk 'ibadah kepada-Nya. Ia mencakup pengesaan, sanjungan, pengharapan, pujian, permohonan do'a, dan tawakkal kepada-Nya. Sedangkan infaq merupakan satu bentuk perbuatan baik kepada sesama makhluk dengan memberikan manfaat kepada mereka. Dan yang paling berhak mendapatkannya adalah keluarga, kaum kerabat serta orang-orang terdekat. Dengan demikian segala bentuk nafkah dan zakat yang wajib tercakup dalam firman Allah Ta'ala: "Dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka."

Oleh karena itu, tercantum dalam kitab Shahiih al-Bukhari dan Shahiih Muslim, dari Ibnu 'Umar ra-dhiyallaahu 'anhuma, bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Islam didirikan di atas lima dasar: Bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan melaksanakan ibadah haji." (39)

Dan hadits-hadits dalam masalah ini sangatlah banyak.

Makna Shalat

Dalam percakapan bahasa Arab, shalat adalah do'a. Kemudian menurut syari'at, shalat diartikan sebagai ruku', sujud, dan amalan-amalan khusus pada waktu yang khusus dengan syarat-syaratnya yang jelas serta sifat-sifat dan macamnya yang telah masyhur.

Bersambung...

===

(32) Tafsiir ath-Thabari 1/241.

(33) Tafsiir ath-Thabari 1/241.

(34) Ibnu Abi Hatim 1/37.

(35) Ibnu Abi Hatim 1/37.

(36) Tafsiir ath-Thabari 1/243.

(37) Tafsiir ath-Thabari 1/243.

(38) Tafsiir ath-Thabari 1/243.

(39) Fat-hul Baari 1/64 dan Muslim 1/45. Al-Bukhari no. 8, Muslim no. 16, 22.

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

As-Salamu 'alaikum pembaca setia baitulkahfitangerang.blogspot.com, bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Shahih Tafsir Ibnu Katsir: Surat al-Baqarah (3/2)

Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Surat al-Baqarah (3/2)

Yang Dimaksud dengan al-Ghaib

Adapun tentang maksud dari al-ghaib, terdapat berbagai ungkapan 'ulama Salaf yang beragam dan semua benar serta sesuai dengan apa yang dimaksud.

Tentang firman Allah, "Yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib." (QS. Al-Baqarah: 3) Abu Ja'far ar-Razi meriwayatkan dari ar-Rabi' bin Anas, dari Abul 'Aliyah, ia mengatakan: "Mereka beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, hari Akhir, Surga dan Neraka serta pertemuan dengan Allah. Mereka pun mengimani adanya kehidupan setelah kematian serta adanya hari kebangkitan. Dan semua itu adalah perkara ghaib." Hal senada juga dikatakan oleh Qatadah bin Di'amah. (28)

Sa'id bin Manshur meriwayatkan dari 'Abdurrahman bin Yazid, ia mengatakan: "Kami duduk-duduk bersama 'Abdullah bin Mas'ud. Maka kami pun mengenang para Shahabat Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam dan apa yang telah mereka lakukan. Maka 'Abdullah bin Mas'ud berkata: 'Sesungguhnya kenabian Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam telah jelas bagi orang yang melihatnya. Demi Allah yang tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Dia, tidaklah seseorang itu beriman dengan keimanan yang lebih agung daripada keimanan kepada yang ghaib.'

Kemudian dia membaca ayat:

"Alif laam miim. Kitab (al-Qur-an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (Yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (al-Qur-an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Rabb-nya, dan merekalah orang-orang yang beruntung.' (QS. Al-Baqarah: 1-5)." (29)

Hal senada juga diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim, Ibnu Mardawaih dan al-Hakim dalam kitab al-Mustadrak. (30)

Al-Hakim mengatakan: "Hadits ini shahih menurut syarat al-Bukhari dan Muslin, namun keduanya tidak meriwayatkan."

Mengenai makna hadits ini, Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Muhairiz, ia menceritakan: "Aku pernah berkata kepada Abu Jam'ah ra-dhiyallaahu 'anhu: 'Beritahukanlah kepada kami sebuah hadits yang engkau dengar dari Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam!' Ia pun berkata: 'Baiklah, akan aku sampaikan sebuah hadits kepadamu. Kami pernah makan siang bersama Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam. Di antara kami ada Abu 'Ubaidah bin al-Jarrah, lalu ia bertanya: 'Wahai Rasulullah, adakah seseorang yang lebih baik dari kami, sedangkan kami telah masuk Islam dan berjihad bersamamu?' Maka beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

'Ya, ada. Yaitu suatu kaum setelah kalian, mereka beriman kepadaku, padahal mereka tidak melihatku.'" (31)

Bersambung...

===

(28) Tafsiir ath-Thabari 1/236.

(29) Sa'id bin Manshur 2/544.

(30) Ibnu Abi Hatim 1/34, dan al-Hakim 2/260.

(31) Ahmad 4/106. Dishahihkan oleh Syaikh al-Arna'uth hafizhahullaah dalam al-Musnad 28/184 no. 16977, cet. Ar-Risalah.

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

As-Salamu 'alaikum pembaca setia baitulkahfitangerang.blogspot.com, bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Shahih Tafsir Ibnu Katsir: Surat al-Baqarah (3)

Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Surat al-Baqarah (3)

Al-Baqarah, Ayat 3

Al-la-dziina yu'-minuuna bil ghaibi...
(Yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib... (QS. 2: 3)

Makna Iman

Abu Ja'far ar-Razi meriwayatkan dari al-'Alla' bin al-Musayyab bin Rafi', dari Abu Ishaq, dari Abul Ahwash, dari 'Abdullah, ia berkata: "Iman itu adalah pembenaran." (23)

'Ali bin Abi Thalhah dan juga yang lainnya menceritakan dari Ibnu 'Abbas ra-dhiyallaahu 'anhuma, ia mengatakan: "Yu'-minuuna 'Mereka yang beriman', maknanya adalah mereka membenarkan." (24)

Sedangkan Ma'mar mengatakan dari az-Zuhri bahwa iman adalah 'amal. (25)

Abu Ja'far ar-Razi meriwayatkan dari ar-Rabi' bin Anas: "Yu'-minuuna 'Mereka yang beriman', maknanya mereka takut." (26)

Ibnu Jarir mengatakan: "Yang lebih baik dan tepat adalah mereka harus menyifati diri dengan iman kepada yang ghaib, baik melalui ucapan, perbuatan maupun keyakinan. Kata iman itu mencakup keimanan kepada Allah, Kitab-kitab-Nya, dan Rasul-rasul-Nya sekaligus membuktikan pernyataan itu melalui 'amal perbuatan."

Aku (penulis) katakan: "Adapun secara bahasa, iman berarti pembenaran semata. Al-Qur-an terkadang menggunakan kata ini untuk pengertian tersebut. Sebagaimana firman Allah Sub-haanahu wa Ta'aala: "Ia beriman kepada Allah, dan mempercayai orang-orang mukmin." (QS. At-Taubah: 61)

Dan sebagaimana perkataan saudara-saudara Yusuf kepada ayah mereka: "Dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar." (QS. Yusuf: 17)

Demikian pula ketika kata iman digunakan beriringan dengan 'amal shalih, sebagaimana firman Allah Sub-haanahu wa Ta'aala: "Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan 'amal shalih." (QS. Al-'Ashr: 3)

Adapun jika kata itu digunakan secara mutlak, maka iman menurut syari'at tidak mungkin terwujud kecuali melalui keyakinan, ucapan dan 'amal perbuatan." (27)

Iman itu bisa bertambah dan berkurang. Dalam hal ini telah banyak hadits maupun atsar yang membahasnya. Dan kami telah menyajikannya secara khusus dalam kitab Syarh al-Bukhari. Hanya milik Allah-lah pujian dan sanjungan.

Di antara 'ulama ada yang menafsirkannya dengan rasa takut sebagaimana firman Allah Sub-haanahu wa Ta'aala: "Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Rabbnya yang tidak tampak oleh mereka." (QS. Al-Mulk: 12)

Dia juga berfirman: "(Yaitu) orang yang takut kepada Rabb Yang Maha Pemurah, sedang Dia tidak terlihat (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat." (QS. Qaaf: 33)

Rasa takut adalah buah dari iman dan 'ilmu, sebagaimana firman Allah Sub-haanahu wa Ta'aala: "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah 'ulama." (QS. Faathir: 28)

Bersambung...

===

(23) Tafsiir ath-Thabari 1/235.

(24) Ibid (sama dengan atas).

(25) Ibid.

(26) Ibid.

(27) Ibnu Abi Hatim 1/35.

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

As-Salamu 'alaikum pembaca setia baitulkahfitangerang.blogspot.com, bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Shahih Tafsir Ibnu Katsir: Surat al-Baqarah (2/2)

Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Surat al-Baqarah (2/2)

Makna Muttaqin

Diriwayatkan dari Ibnu 'Abbas ra-dhiyallaahu 'anhu, ia berkata: "Al-muttaqiin adalah orang-orang mukmin yang sangat takut berbuat syirik kepada Allah dan senantiasa berbuat taat kepada-Nya."

Diriwayatkan juga dari Ibnu 'Abbas, ia berkata: "Al-muttaqiin adalah orang-orang yang senantiasa menghindari siksaan Allah Ta'ala dengan tidak meninggalkan petunjuk yang diketahuinya dan mengharapkan rahmat-Nya dalam mempercayai apa yang terkandung dalam petunjuk tersebut."

Qatadah berkata: "Al-muttaqiin adalah mereka yang disifati oleh Allah Sub-haanahu wa Ta'aala dalam firman-Nya: "(Yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib dan mendirikan shalat," (QS. Al-Baqarah: 3) dan ayat selanjutnya.

Dan pendapat yang dipilih oleh Ibnu Jarir bahwa ayat ini mencakup semua itu, dan pendapat inilah yang benar.

At-Tirmidzi dan Ibnu Majah meriwayatkan dari 'Athiyyah as-Sa'di ra-dhiyallaahu 'anhu, ia berkata, "Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

'Tidaklah seorang hamba meraih derajat muttaqiin (orang-orang yang bertakwa) hingga ia meninggalkan apa yang boleh ia lakukan untuk menghindari apa yang tidak boleh ia lakukan.'"

At-Tirmidzi mengatakan: "Hadits ini hasan gharib." (21)

Hidayah (Petunjuk) itu Ada Dua Macam

Yang dimaksud dengan huda (petunjuk) adalah keimanan yang tertanam di dalam hati. Dan tidak ada yang dapat meletakkannya di hati manusia kecuali Allah Sub-haanahu wa Ta'aala. Dalam hal ini Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi." (QS. Al-Qashash: 56)

Dia juga berfirman: "Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk." (QS. Al-Baqarah: 272)

Dia juga berfirman: "Barangsiapa yang Allah sesatkan, maka baginya tidak ada orang yang memberi petunjuk." (QS. Al-A'raaf: 186)

Dan Dia berfirman: "Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk, dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapat seorang pemimpin pun yang bisa memberi petunjuk kepadanya." (QS. Al-Kahfi: 17)

Dan masih banyak lagi ayat-ayat lainnya.

Juga dimaksudkan sebagai penjelasan tentang kebenaran, pembuktiannya, serta bimbingan menuju kepadanya. Allah Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman: "Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus." (QS. Asy-Syuuraa: 52)

Dia berfirman: "Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan, dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk." (QS. Ar-Ra'd: 7)

Dia juga berfirman: "Dan adapun kaum Tsamud, maka mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai kebutaan (kesesatan) dari petunjuk itu." (QS. Fushshilat: 17)

Dan Dia berfirman: "Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan." (QS. Al-Balad: 10)

Yang dimaksud dengan dua jalan adalah jalan kebaikan dan jalan keburukan, dan inilah yang lebih tepat. Wallaahu a'lam.

Makna Takwa

Takwa pada dasarnya berarti menjaga diri dari hal-hal yang dibenci, karena kata taqwa berasal dari kata al-wiqaayah (penjagaan).

Dikatakan bahwa 'Umar bin al-Khaththab ra-dhiyallaahu 'anhu pernah bertanya kepada Ubay bin Ka'ab ra-dhiyallaahu 'anhu mengenai takwa. Lalu Ubay bertanya kepadanya: "Apakah engkau pernah melewati jalan berduri?" 'Umar menjawab: "Ya." Ubay bertanya lagi: "Lalu apa yang engkau lakukan?" 'Umar menjawab: "Aku akan berusaha keras dan bersungguh-sungguh untuk menghindarinya." Lalu Ubay mengatakan: "Itulah takwa." (22)

Bersambung...

===

(21) Tuhfatul Ahwadzi 7/147 dan Ibnu Majah 2/1409. Dha'if: At-Tirmidzi no. 2451, Ibnu Majah no. 4215. Didha'ifkan oleh Syaikh al-Albani rahimahullaah dalam kitabnya Dha'iif at-Targhiib no. 1081.

(22) Tafsiir al-Baghawi 1/59, Jaami'ul 'Uluum wal Hikam 1/160.

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

As-Salamu 'alaikum pembaca setia baitulkahfitangerang.blogspot.com, bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (34)

Kitab Adabul Mufrad (34)

Kitab Berbakti kepada kedua orang tua

Bab 18: Menawarkan Islam pada ibu yang beragama nashrani.

34. Abu Hurairah ra-dhiyallaahu 'anhu berkata, "Tidak ada seorang pun dari golongan yahudi dan nashara kecuali pasti dia mencintaiku. (Akan halnya) ibuku kuharapkan dia masuk Islam tetapi dia menolak. Lalu aku katakan padanya (sekali lagi) dia tetap menolak. Maka kutemui Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam dan kukatakan pada beliau, 'Do'akanlah ibuku.' Beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam lalu mendo'akannya. Sesudah itu kutemui ibuku dan kudapati pintunya sedang tertutup. Ibuku berkata, 'Wahai Abu Hurairah, aku telah masuk Islam.' Maka Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam kuberitahu dan kukatakan, 'Do'akanlah aku dan ibuku.' Beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam kemudian berdo'a:

اَللَّهُمَّ عَبْدُكَ أَبُوْ هُرَيْرَةَ وَأُمُّهُ أَحِبَّهُمَا إِلَى النَّاسِ

Allaahumma 'abduka abuu hurairata wa ummuhu ahibbahumaa ilan naas
"Ya Allah hambamu Abu Hurairah dan ibunya jadikanlah manusia mencintai keduanya."

Bersambung...

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

As-Salamu 'alaikum pembaca setia baitulkahfitangerang.blogspot.com, bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (33)

Kitab Adabul Mufrad (33)

Kitab Berbakti kepada kedua orang tua

Bab 17: Do'a kedua orang tua

33. Abu Hurairah ra-dhiyallaahu 'anhu berkata: "Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

'Tidak ada bayi yang berbicara dalam buaian kecuali 'Isa putera Maryam dan Juraij.' Lalu ada yang bertanya, 'Wahai Rasulullah, siapa Juraij?' Beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam lalu bersabda:

'Juraij adalah seorang rahib yang bertempat tinggal pada rumah peribadatannya. Lalu ada seorang penggembala yang menggiring sapinya di bagian bawah tempat peribadatannya. Dan ada seorang wanita dari suatu desa menemui penggembala itu. Lalu datanglah ibu Juraij pada suatu hari dan memanggilnya, 'Wahai Juraij.' Juraij ketika itu sedang shalat. Dia lalu bertanya dalam hatinya, 'Ibuku atau shalatku?' Rupanya dia mengutamakan shalatnya. Ibunya lalu memanggil yang kedua kalinya. Juraij bertanya lagi dalam hatinya, 'Ibuku atau shalatku?' Rupanya dia mengutamakan shalatnya. Ibunya memanggil yang ketiga kalinya, Juraij bertanya lagi dalam hatinya, 'Ibuku atau shalatku?' Rupanya dia masih tetap mengutamakan shalatnya. Ketika sudah tidak menjawab panggilan itu ibunya berkata, 'Allah tidak akan mematikanmu wahai Juraij, sampai wajahmu dipertontonkan di depan para pelacur!' Lalu pergilah ibunya. Wanita tadi (yang menemui penggembala) kemudian dibawa menghadap raja dalam keadaan sudah melahirkan. Bertanya raja itu kepada wanita tersebut, 'Dari hubungan dengan siapa anak ini?' 'Dari Juraij,' jawab wanita itu. Raja bertanya lagi, 'Apakah dia yang tinggal di tempat peribadatan itu?' 'Benar,' jawab wanita itu. Raja berkata, 'Hancurkan rumah peribadatannya dan bawa dia kemari.' Maka orang-orang menghancurkan tempat peribadatannya dengan kapak sampai rata dan mengikatkan tangannya pada lehernya dengan tali dan membawanya menghadap raja. Di tengah perjalanan Juraij dilewatkan di hadapan para pelacur. Ketika melihatnya Juraij tersenyum dimana mereka melihat Juraij berada di antara manusia. Raja lalu bertanya padanya, 'Siapa ini menurutmu?' Juraij balik bertanya, 'Siapa yang engkau maksud?' Raja berkata, 'Dia (wanita tadi) berkata bahwa anaknya adalah hasil hubungan denganmu.' Juraij bertanya, 'Apakah engkau telah berkata begitu?' 'Benar,' jawab wanita itu. Juraij lalu bertanya, 'Dimana bayi itu?' Orang-orang menjawab, '(Itu) di pangkuan (ibu)nya.' Juraij menemuinya dan bertanya pada bayi itu, 'Siapa ayahmu?' Bayi itu menjawab, 'Penggembala sapi.' Orang-orang lalu berkata, 'Apakah akan kami bangunkan rumah ibadahmu dari emas?' Juraij menjawab, 'Jangan.' 'Atau dari perak?', kata orang-orang lagi. 'Jangan,' jawab Juraij. 'Lalu dari apa kami akan bangun rumah ibadahmu?', tanya orang-orang. Juraij menjawab, 'Bangunlah seperti semula.' Raja lalu bertanya, 'Lalu untuk apa engkau tersenyum?'. 'Untuk sesuatu yang sudah aku ketahui,' jawab Juraij. 'Telah sampai kepadaku do'a ibuku,' lanjutnya. Juraij kemudian menceritakan peristiwa yang dialaminya.

Bersambung...

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

As-Salamu 'alaikum pembaca setia baitulkahfitangerang.blogspot.com, bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (32)

Kitab Adabul Mufrad (32)

Kitab Berbakti kepada kedua orang tua

Bab 17: Do'a kedua orang tua

32. Abu Hurairah ra-dhiyallaahu 'anhu berkata, "Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

'Tiga macam do'a yang terkabul, tidak diragukan lagi, yaitu: Do'a orang yang dizhalimi, do'a orang yang bepergian dan do'a kedua orang tua pada anaknya.'"

Bersambung...

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

As-Salamu 'alaikum pembaca setia baitulkahfitangerang.blogspot.com, bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Shahih Tafsir Ibnu Katsir: Surat al-Baqarah (2)

Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Surat al-Baqarah (2)

Tiga Golongan Manusia dalam Menghadapi al-Qur-an, -pent

Al-Baqarah, Ayat 2

Golongan Mukmin, -pent

Dzaalikal kitaabu laa raiba fiihi hudal lilmuttaqiin
"Kitab (al-Qur-an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa." (QS. 2: 2)

Tidak Ada Keraguan di dalam al-Qur-an

Yang dimaksud dengan al-Kitab adalah al-Qur-an. Sedangkan ar-raib adalah keraguan. As-Suddi meriwayatkan dari Abu Malik, dari Abu Shalih, dari Ibnu 'Abbas, dari Murrah al-Hamdani, dari Ibnu Mas'ud, dan dari beberapa orang Shahabat Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam: Laa raiba fiihi maknanya adalah tidak ada keraguan di dalamnya. (19)

Hal senada juga dikatakan oleh Abud Darda', Ibnu 'Abbas, Mujahid, Sa'id bin Jubair, Abu Malik, Nafi' maula Ibnu 'Umar, 'Atha', Abul 'Aliyah, ar-Rabi' bin Anas, Muqatil bin Hayyan, as-Suddi, Qatadah, dan Isma'il bin Abi Khalid.

Ibnu Abi Hatim mengatakan: "Aku tidak mengetahui adanya perselisihan dalam masalah ini." (20)

Maknanya bahwa al-Qur-an ini sama sekali tidak mengandung keraguan di dalamnya, bahwa ia diturunkan dari sisi Allah, sebagaimana firman-Nya dalam surat as-Sajdah:

"Alif laam miim. Turunnya al-Qur-an yang tidak ada keraguan padanya, (adalah) dari Rabb semesta alam." (QS. As-Sajdah: 1-2)

Sebagian mereka mengatakan bahwa yang demikian itu adalah kabar yang berarti larangan. Artinya, jangan kalian meragukannya.

Di antara para Qurra' ada yang menghentikan bacaannya ketika sampai pada kata "laa raiba" dan memulainya kembali dengan firman-Nya: "fiihi hudal lilmuttaqiin".

Ada juga yang menghentikan bacaan pada kata "laa raiba fiihi". Bacaan yang terakhir ini lebih tepat. Karena dengan bacaan seperti itu, maka firman-Nya "hudan" menjadi sifat bagi al-Qur-an itu sendiri. Dan kalimat itu lebih baik dan mendalam dari sekedar pengertian yang menyatakan adanya petunjuk di dalamnya "fiihi hudan".

"Hudan" ditinjau dari segi bahasa Arab bisa berkedudukan marfu' sebagai na'at (sifat) dan bisa juga manshub sebagai hal (keterangan keadaan).

Dikhususkannya Hidayah bagi Orang-orang yang Bertakwa

Hidayah ini hanya dikhususkan bagi orang-orang yang bertakwa, sebagaimana Allah berfirman:

"Al-Qur-an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedangkan al-Qur-an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh." (QS. Fushshilat: 44)

Dia juga berfirman:

"Dan Kami turunkan dari al-Qur-an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan al-Qur-an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zhalim selain kerugian." (QS. Al-Israa': 82)

Dan ayat-ayat lain yang menunjukkan pengkhususan orang-orang yang beriman bahwa hanya merekalah yang dapat mengambil manfaat dari al-Qur-an, karena al-Qur-an itu sendiri adalah petunjuk, dan tidak ada yang bisa meraihnya kecuali orang-orang yang berbuat ketaatan. Sebagaimana firman Allah Sub-haanahu wa Ta'aala:

"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS. Yunus: 57)

Diriwayatkan dari Ibnu 'Abbas, Ibnu Mas'ud dan beberapa Shahabat Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, bahwa makna firman Allah: "hudal lilmuttaqiin" berarti cahaya bagi orang-orang yang bertakwa.

Bersambung...

===

(19) Tafsiir ath-Thabari 1/228.

(20) Ibnu Abi Hatim 1/31.

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

As-Salamu 'alaikum pembaca setia baitulkahfitangerang.blogspot.com, bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Menguak Misteri Khidir Dalam Pandangan Sunnah: Pengantar (5)

Menguak Misteri Khidir Dalam Pandangan Sunnah

Pengantar (5)

Metode Tahqiq (Revisi)

1. Nash (teks) yang berupa perkataan, hikayat dan lainnya yang disebutkan dalam kitab ini aku rujuk kembali pada sumber-sumber pertamanya (aslinya), seperti kitab al-Bidayah wa al-Nihayah, al-Hilyah dan lainnya.

2. Memberikan keterangan periwayatan hadits-hadits Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam yang disebutkan, meskipun sedikit. Aku juga memberikan keterangan tentang ayat-ayat al-Qur-an yang dikutip.

3. Memberikan biografi singkat beberapa orang yang disebutkan dalam sanad, agar kita dapat melihat dengan jelas tentang posisi mereka dalam tingkatan orang-orang yang layak dipercaya. Aku juga memberikan biografi singkat pada orang yang disebutkan mengatakan sesuatu berkaitan dengan tema-tema tertentu.

4. Memperhatikan beberapa perbedaan lafazh (redaksi) asli yang berasal dari sumber-sumber asli, yang juga meriwayatkan cerita dan hikayat yang sama.

5. Menyiapkan biografi tentang penulis kitab ini, dan menambahkan akan keseriusan dan usahanya dalam melayani kepentingan pengetahuan dan keilmuan.

6. Aku juga menulis pengantar yang dapat memberikan gambaran utuh mengenai kitab yang engkau pegang sekarang ini. Selain itu aku juga menambahkan beberapa perkataan 'ulama yang relevan dengan masalah yang dibahas kitab ini.

Alhamdulillah, akhirnya usaha ini dapat diselesaikan dengan pertolongan Allah, sehingga aku diberi kekuatan untuk merampungkannya, sesuai dengan teks asli yang diterbitkan Dar ath-Thiba'ah al-Muniriyah. Sebenarnya teks asli itu sendiri merupakan kumpulan dari beberapa risalah penting. Dan risalah karya Ibnu Hajar ini aku dapatkan di halaman 195-234 pada juz 1.

Segala puji bagi Allah,
Majdi Fathi as-Sayyid Ibrahim
Thanta, 2 Rajab 1407 H.
2/2/1987 M.

Bersambung...

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: Menguak Misteri Khidir Dalam Pandangan Sunnah, Penulis: Ibnu Hajar al-Asqalani, Penerjemah: H.M. Nasri, Lc, Penerbit: IIMaN dan Hikmah, Jakarta - Indonesia, Cetakan I, Januari 2003 M/ Dzulqa'adah 1423 H.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

As-Salamu 'alaikum pembaca setia baitulkahfitangerang.blogspot.com, bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri diantara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun dibidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal dikota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Menguak Misteri Khidir Dalam Pandangan Sunnah: Pengantar (4)

Menguak Misteri Khidir Dalam Pandangan Sunnah

Pengantar (4)

7. Karya-karya

1. Fat-h al-Baari, syarah "Shahiih al-Bukhari". Beliau mulai menulisnya pada tahun 817 H, dan diselesaikan pada hari pertama bulan Rajab tahun 842 H, dan telah dicetak beberapa kali.

2. Al-Ishaabah fi Tamyiz ash-Shahaabah, dicetak Dar Shadir, Beirut.

3. Lisaan al-Miizaan, dicetak oleh Dairatu al-Ma'arif, di Haidar Abad al-Dakkan.

4. Tahdziibu at-Tahdziib, dicetak di Mesir dan India.

5. Taqriibu at-Tahdziib, dicetak di Dar Kitab al-Arabi.

6. Ta'jiil al-Manfa'ah bi Zawaaid Rijaalu al-A'immah al-Arba'ah, dicetak Dar al-Mahasin, Kairo tahun 1386 H.

7. Al-Dirar al-Kaaminah fi A'yaani al-Mi'ah ats-Tsaaminah, dicetak Dar al-Jail, Beirut.

8. Syarh Nukhbatul Fikr, dicetak beberapa kali.

9. Al-Ihtifaal bi Bayaani Ahwaal ar-Rijaal.

10. Nuzhatul Albaab fil Alqaab.

11. Tabshiiru al-Muntabih bi Tahriiri al-Musytabih.

12. Tuhfatu Ahlu al-Hadits 'an Syuyukhi al-Hadits.

13. Ta'riifu Ahlu at-Taqdiis bi Maraatib al-Maushufiin bi at-Tadliis.

14. Al-Qaul al-Musaddad fi adz-Dzib'an al-Musnad li Imam Ahmad, dicetak Maktabah Ibnu Taimiyyah, Mesir.

15. Ta'liiq at-Ta'liiq.

16. At-Tasywiiq ila Washl at-Ta'liiq.

17. Naktu Ibni Shalaah.

18. Al-Muqtarib fi al-Mudhtarib.

19. Zawaid al-Masaaniid ats-Tsamaaniyah.

20. Takhriij Ahadiitsu ar-Rafi'i, wa al-Hidayah, wa al-Kasyaaf.

21. Tasdiidu al-Qausi 'ala Musnadi al-Firdaus.

Dan masih banyak lagi beberapa karya lainnya yang bermanfaat. Semoga Allah memberikan pahala atas amal baiknya demi memperjuangkan Islam dan kaum muslimin.

8. Wafat

Ibnu Hajar menderita sakit pada tahun 852 H, dan menemui ajal sebelum ia sembuh. Beliau wafat setelah shalat 'Isya, pada Sabtu malam, tanggal 28 Dzulhijjah, tahun 852 H. Beliau dikuburkan di tanah Bani al-Khurubi, dekat dengan lokasi makam Imam al-Laits bin Sa'ad, di dekat masjid al-Dailami.

Semoga Allah memberikan rahmat-Nya yang Mahaluas kepada beliau, dan memberikan pahala yang terbaik atas amal perbuatannya yang bermanfaat bagi keluarga dan ummat Islam.

Untuk mengetahui lebih detail mengenai biografi Imam Ibnu Hajar, dapat dirujuk beberapa kitab berikut ini:

1. Adh-Dhau' al-Laami' li Ahli al-Qarn at-Taasi', as-Sakhawi (2/36)

2. Syadzraat adz-Dzahb, Ibnu al-Imad al-Hanbali (7/270)

3. Al-Badr ath-Thaali', al-Mahasin (1/87)

4. Husn al-Muhaadharah, as-Suyuthi (1/363)

5. Dzail Tadzkirah al-Huffaazh (326)

6. Dzail Thabaqat al-Huffaazh (380)

7. Al-A'lam, az-Zarkali (1/178)

Segala puji bagi Allah, berkat anugerah nikmat yang diberikan-Nya, segala amal shalih dapat dituntaskan dengan sempurna.

Bersambung...

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: Menguak Misteri Khidir Dalam Pandangan Sunnah, Penulis: Ibnu Hajar al-Asqalani, Penerjemah: H.M. Nasri, Lc, Penerbit: IIMaN dan Hikmah, Jakarta - Indonesia, Cetakan I, Januari 2003 M/ Dzulqa'adah 1423 H.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

As-Salamu 'alaikum pembaca setia baitulkahfitangerang.blogspot.com, bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri diantara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun dibidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal dikota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Menguak Misteri Khidir Dalam Pandangan Sunnah: Pengantar (3)

Menguak Misteri Khidir Dalam Pandangan Sunnah

Pengantar (3)

4. Para Syaikh

Imam Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani sangat gemar mencari ilmu hingga berguru kepada sekian banyak syaikh. Dengan demikian beliau mempunyai banyak guru dalam sekali waktu. Bila menghadapi persoalan, beliau langsung berkonsultasi kepada mereka. Pada masa itu jarang sekali ada orang yang mampu berguru kepada sekian banyak orang, tetapi beliau mampu mengumpulkan para syaikh itu untuk menjadi gurunya.

Setiap syaikh yang dijadikan gurunya mempunyai kemampuan keilmuan yang hebat, dan mempunyai spesialisasi dalam bidang yang dikuasainya. Di antara para syaikh beliau adalah Ibrahim bin Ahmad at-Tanukhi al-Ba'labaki, yang terkenal dengan ilmu qira'atnya, az-Zain al-Iraqi, terkenal dengan ilmu hadits. Al-Haitsami, al-Balqayuni, dan Majdi ad-Din al-Fairuz Abadi, dalam bidang bahasa Arab. Al-Izz bin Jama'ah, dengan penguasaan bermacam-macam ilmu. Beliau juga mempelajari ilmu tentang Abu 'Abbas dari Ahmad bin 'Umar al-Baghdadi, tentang Abu Hurairah dari 'Abdurrahman bin al-Hafizh adz-Dzahabi, dan Ibnu Arafah al-Maliki. Beliau juga ilmu dari kalangan perempuan, seperti Sayyidah Maryam binti al-Adzra'i.

Ibnu Hajar rahimahullaah mengumpulkan biografi para syaikhnya itu dalam kitab al-Majma' al-Mu'assas bi al-Mu'jam al-Mufahras. Dalam kitab tersebut Ibnu Hajar menulis nama-nama syaikhnya dengan susunan abjad, layaknya sebuah kamus dan membagi mereka ke dalam dua bagian. Bagian pertama adalah kelompok orang-orang yang mengajari beliau tentang ilmu riwayat. Dan bagian kedua adalah kelompok orang-orang yang mengajari beliau ilmu dirayat. Selain itu, Ibnu Hajar juga membagi mereka ke dalam lima tingkatan, sesuai dengan keutamaan (keitimewaan) mereka. Metode yang digunakannya dalam menulis biografi tersebut adalah dengan mendengar langsung dari setiap syaikh tentang diri mereka, sehingga apa yang disusun dalam daftar tersebut sesuai dengan cerita yang disampaikan para syaikh tersebut.

5. Murid-murid

Di antara para muridnya yang kemudian berhasil menjadi 'ulama besar adalah Zakaria bin Muhammad al-Anshari, Syamsuddin Muhammad bin 'Abdurrahman as-Sakhawi, Jamal Ibrahim al-Qalqasynadi, al-Izz bin Fadh, al-Burhan al-Baqa'i, dan asy-Syarf 'Abdulhaq as-Sanbathi, dan lainnya.

Imam Ibnu Hajar memberikan pelajaran dalam sebuah majelis, duduk dengan tenang memberikan fatwa dan kuliah. Beliau juga dipercaya menjadi syaikh di banyak madrasah, seperti al-Hasaniah, al-Mansuriah, al-Birbisiyah, dan lainnya.

Beliau dipercaya masyarakat untuk menetapkan perkara hukum. Selain itu beliau masih menyempatkan diri untuk menulis beberapa karya yang bermanfaat. Imam Ibnu Hajar juga menjadi rujukan utama sebagai seorang ahli di bidang ilmu hadits.

Di samping itu, Imam Ibnu Hajar juga aktif mendiktekan hafalannya tidak kurang pada seribu majelis. Dan juga mendiktekannya di daerah lembah di Birbis, yang berlangsung hingga sekitar dua puluh tahun. Beliau pernah diminta Raja al-Muayyid untuk menjadi Qadhi (Hakim) di Daar asy-Syaamiyah beberapa kali, tetapi beliau menolaknya. Pada masa Raja al-Asyraf beliau sempat secara langsung menangani lembaga peradilan di Mesir.

6. Sifat Keilmuan

Di antara sifat keilmuan yang dimilikinya, seperti kecepatan membaca, merupakan anugerah Allah yang tak terhingga kepadanya. Beliau mampu membaca kumpulan hadits al-Bukhari dalam sepuluh kali duduk, dengan rentang waktu dari ba'da Zhuhur hingga shalat 'Ashar. Kumpulan hadits Muslim diselesaikan dalam lima kali duduk dengan rentang waktu dua setengah hari.

Yang lebih menakjubkan lagi adalah beliau mampu menghabiskan bacaan Mu'jam ash-Shagiir karya ath-Thabraani dalam sekali duduk, pada waktu shalat Zhuhur dan 'Ashar di tengah-tengah perjalanannya menuju Syam. Beliau juga membaca sekitar seratus jilid karya para 'ulama dengan menuliskan beberapa komentarnya, ketika beliau tinggal di Damaskus sekitar dua bulan, dan tiga minggu.

Bersambung...

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: Menguak Misteri Khidir Dalam Pandangan Sunnah, Penulis: Ibnu Hajar al-Asqalani, Penerjemah: H.M. Nasri, Lc, Penerbit: IIMaN dan Hikmah, Jakarta - Indonesia, Cetakan I, Januari 2003 M/ Dzulqa'adah 1423 H.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

As-Salamu 'alaikum pembaca setia baitulkahfitangerang.blogspot.com, bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri diantara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun dibidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal dikota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Menguak Misteri Khidir Dalam Pandangan Sunnah: Pengantar (2)

Menguak Misteri Khidir Dalam Pandangan Sunnah

Pengantar (2)

Tentang Penulis

1. Asal-usul

Beliau adalah Ahmad bin 'Ali bin Muhammad bin 'Ali bin Ahmad al-Kannani, al-Asqalani, Syaikh al-Islam dan Imam yang hafizh (istilah untuk para penghafal al-Qur-an) di zamannya. Beliau juga dijuluki sebagai Abu al-Fadhl, dan dikenal sebagai Ibnu Hajar. Mengenai hal ini as-Sakhawi berpendapat bahwa, julukan tersebut telah dipakai oleh para leluhurnya. Sedang Ibnu al-Imad mengatakan bahwa, julukan tersebut dinisbahkan kepada keluarga al-Hajar.

2. Riwayat Hidup

Beliau dilahirkan di Mesir pada tahun 773 H. Ayahnya meninggal di saat Ibnu Hajar masih kecil pada bulan Rajab tahun 779 H.

Dengan demikian, beliau hidup dalam keadaan yatim. Sejak kecil beliau telah mulai belajar menghafal al-Qur-an. Beliau juga terkenal cepat menghafal. Ketika umurnya baru mencapai sembilan tahun beliau telah hafal al-Qur-an. Hal itu tercapai berkat bimbingan Syaikh Sadru ad-Din ash-Shufti.

Mengenai riwayatnya, al-Hafizh as-Suyuti menuturkan bahwa awal mula pelajarannya dilalui dengan mempelajari materi Adab (sastra) dan sya'ir Arab, sehingga beliau sangat ahli dalam bahasa. Kemudian beliau menuntut ilmu hadits dengan mengikuti berbagai halaqah pada tahun 794 H. Lalu beliau pergi menemui Syaikh al-Hafizh Abu al-Fadhl al-Iraqi dan menemaninya. Beliau menguasai dengan baik ilmu hadits, dan mengalami cukup kemajuan dalam berbagai bidang keilmuan lainnya.

Setelah mencapai masa dewasa, beliau berguru kepada Syamsu bin al-Qattan, salah seorang gurunya dalam bidang fiqih dan bahasa Arab. Beliau juga berguru ilmu fiqih kepada al-Ibnasy, al-Balyaquni dan Ibnu al-Mulqan.

3. Perjalanan Keilmuan

Imam Hafizh Ibnu Hajar menjelajahi negeri Syam, Mesir dan Hijaz. Beliau pergi ke Makkah, Damaskus, Yaman dan Iskandariyah, juga ke Qaus pada tahun 793 H. Selain itu, beliau juga menjelajahi beberapa pelosok negeri Mesir. Beliau mencari ilmu dan mengikuti pengajaran yang disampaikan oleh para 'ulama Makkah, Madinah, Baitul Muqaddas, Nablus, dan Giza.

Bersambung...

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: Menguak Misteri Khidir Dalam Pandangan Sunnah, Penulis: Ibnu Hajar al-Asqalani, Penerjemah: H.M. Nasri, Lc, Penerbit: IIMaN dan Hikmah, Jakarta - Indonesia, Cetakan I, Januari 2003 M/ Dzulqa'adah 1423 H.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

As-Salamu 'alaikum pembaca setia baitulkahfitangerang.blogspot.com, bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri diantara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun dibidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal dikota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (31)

Kitab Adabul Mufrad (31)

Kitab Berbakti kepada kedua orang tua

Bab 16: Menangisnya kedua orang tua

31. Thaisalah mendengar 'Abdullah bin 'Umar ra-dhiyallaahu 'anhuma berkata, "Menangisnya kedua orang tua adalah termasuk kedurhakaan dan dosa besar."

Bersambung...

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

As-Salamu 'alaikum pembaca setia baitulkahfitangerang.blogspot.com, bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (30)

Kitab Adabul Mufrad (30)

Kitab Berbakti kepada kedua orang tua

Bab 15: Akibat durhaka kepada kedua orang tua.

30. Imran bin Hushain ra-dhiyallaahu 'anhu berkata, "Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

'Apa pendapat kalian mengenai perbuatan zina, minum khamr dan mencuri?'

Para Shahabat ra-dhiyallaahu 'anhum menjawab, 'Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.' Beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

'Itu adalah kekejian dan bagi pelakunya ada balasan. Maukah kalian kuberitahukan mengenai dosa-dosa yang paling besar? Mempersekutukan Allah 'Azza wa Jalla dan durhaka kepada orang tua.'

Beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam saat itu duduk bertelekan lalu bersabda:

'Dan ucapan palsu.'"

* Isnadnya Dha'if.

Bersambung...

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

As-Salamu 'alaikum pembaca setia baitulkahfitangerang.blogspot.com, bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (29)

Kitab Adabul Mufrad (29)

Kitab Berbakti kepada kedua orang tua

Bab 15: Akibat durhaka kepada kedua orang tua.

29. Abu Bakrah ra-dhiyallaahu 'anhu berkata, "Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan balasannya pada siapa yang melakukannya di dunia ini -ditambah dengan dosa yang disimpan untuknya di akhirat- dari perbuatan yang melampaui batas dan memutus hubungan keluarga."

Bersambung...

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

As-Salamu 'alaikum pembaca setia baitulkahfitangerang.blogspot.com, bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Shahih Tafsir Ibnu Katsir: Surat al-Baqarah (1/2)

Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Surat al-Baqarah (1/2)

Penggalan huruf-huruf tersebut menunjukkan mukjizat al-Qur-an

Dilihat dari sisi lain tentang hikmah disebutkannya huruf-huruf hija-iyyah di awal-awal surat ini, terlepas dari makna yang terkandung di dalamnya, dikatakan bahwa penggalan huruf-huruf yang disebutkan di awal-awal surat dimaksudkan untuk menunjukkan mukjizat al-Qur-an dan menjelaskan bahwa makhluk tidak bisa membuat tandingannya. Padahal ia hanyalah rangkaian dari penggalan huruf-huruf yang biasa mereka gunakan dalam percakapan sehari-hari. Madzhab ini telah disampaikan oleh ar-Razi dalam tafsirnya dari al-Mubarrid dan sejumlah ahli tahqiq. Al-Qurthubi menghikayatkan dari al-Farra' dan Qathrab yang semakna dengan madzhab di atas. Dan pendapat ini didukung oleh az-Zamakhsyari dalam kitab al-Kasysyaaf-nya dan ia mendukung penuh pendapat ini. Dan pendapat inilah yang dipilih oleh Syaikhul Islam Abu 'Abbas Ibnu Taimiyyah ra-dhiyallaahu 'anhu dan guru kami al-Hafizh al-Mujtahid Abul Hajjaj al-Mizzi. Ia menceritakannya kepadaku dari Ibnu Taimiyyah.

Az-Zamakhsyari mengatakan, "Huruf-huruf tersebut tidak disebutkan keseluruhannya di awal al-Qur-an. Namun penyebutannya diulang-ulang untuk menguatkan tantangan dan ketidakmampuan manusia menyainginya. Sebagaimana halnya beberapa kisah yang penyebutannya diulang-ulang. Dan telah diulang-ulang juga tantangan dari Allah secara terang-terangan dalam banyak ayat."

Ia melanjutkan, "Ada yang disebutkan satu huruf saja, seperti qaf, nun, shad. Ada yang disebutkan dua huruf, seperti ha mim. Ada yang disebutkan tiga huruf, seperti alif lam mim. Ada yang empat huruf, seperti alif lam mim ra dan alif lam mim shad. Ada yang lima huruf, seperti kaf Ha ya 'ain shad dan ha mim 'ain sin qaf. Karena demikianlah uslub (metode) bahasa Arab dalam pembentukan kalimat. Ada yang satu huruf, ada yang dua huruf, ada yang tiga huruf, ada yang empat huruf, dan ada yang lima huruf, tidak ada yang lebih dari itu."

(Aku katakan) oleh karena itu setiap surat yang dibuka dengan huruf-huruf ini pasti disebutkan di dalamnya kemenangan al-Qur-an dan penjelasan tentang kehebatan dan kebesarannya. Hal itu dapat diketahui melalui penelitian. Itulah yang ditemui dalam 29 surat. Oleh karena itu Allah berfirman: "Alif laam miim. Kitab (al-Qur-an) ini tidak ada keraguan padanya." (QS. Al-Baqarah: 2)

"Alif laam miim. Allah, tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya. Dia menurunkan al-Kitab (al-Qur-an) kepadamu dengan sebenarnya serta membenarkan Kitab yang telah diturunkan sebelumnya." (QS. Ali 'Imran: 1-3)

"Alif laam miim shaad. Ini adalah sebuah Kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya." (QS. Al-A'raaf: 2)

"Alif laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Rabb mereka." (QS. Ibrahim: 1)

"Alif laam miim. Turunnya al-Qur-an yang tidak ada keraguan padanya, (adalah) dari Rabb semesta alam." (QS. As-Sajdah: 1-2)

"Haa miim. Diturunkan dari (Rabb) Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang." (QS. Fushshilat: 2)

"Haa miim 'ain siin qaaf. Demikianlah Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana mewahyukan kepadamu dan kepada orang-orang sebelummu." (QS. Asy-Syuuraa: 1-3)

Dan ayat-ayat lain yang menunjukkan kebenaran pendapat para 'ulama tersebut bagi siapa saja yang mau menelitinya, wallaahu a'lam.

Bersambung...

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

As-Salamu 'alaikum pembaca setia baitulkahfitangerang.blogspot.com, bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Shahih Tafsir Ibnu Katsir: Surat al-Baqarah (1)

Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Surat al-Baqarah (1)

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

Al-Baqarah, Ayat 1

Alif Laam Miim. (QS. 2: 1)

Pembicaraan seputar penggalan huruf-huruf di awal surat

Penggalan huruf-huruf yang terdapat pada awal beberapa surat adalah huruf-huruf yang hanya Allah saja yang mengetahui maknanya. Pendapat seperti ini diriwayatkan dari Abu Bakar, 'Umar, 'Utsman, 'Ali dan Ibnu Mas'ud ra-dhiyallaahu 'anhum. Ada yang mengatakan bahwa huruf-huruf itu adalah nama-nama surat al-Qur-an.

Ada yang mengatakan bahwa itu adalah huruf-huruf pembuka yang dengannya Allah membuka al-Qur-an.

Khashif meriwayatkan dari Mujahid, ia mengatakan: "Pembuka seluruh surat-surat al-Qur-an adalah Qaf, Shad, ha mim, Tha sin mim, dan Alif lam ra, dan huruf-huruf hija-iyyah lainnya."

Sebagian ahli bahasa Arab mengatakan: "Ia adalah huruf-huruf mu'jam. Allah mencukupkan menyebut sebagian darinya dan tidak menyebutkan selebihnya yang seluruhnya berjumlah 28 huruf, sebagaimana seseorang mengatakan: 'Anakku dapat menulis huruf, alif, ba, ta, tsa, ...' artinya, anak tersebut bisa menulis 28 huruf-huruf hija-iyyah, hanya saja ia menyebutkan sebagian saja." Demikian yang diceritakan oleh Ibnu Jarir. (18)

Aku (Ibnu Katsir) katakan bahwa jumlah keseluruhan huruf-huruf yang disebutkan di awal surat dengan tidak menghitung huruf yang disebutkan lebih dari satu kali adalah 14 huruf, yaitu:

Alif, lam, mim, shad, ra, kaf, Ha, ya, 'ain, tha, sin, ha, qaf, nun.

Semua huruf itu dapat dikumpulkan dalam sebuah kalimat:

نَصٌّ حَكِيْمٌ قَاطِعٌ لَهُ سِرٌّ

Nashshun hakiimun qaa-thi'un lahu sirrun

Jumlahnya adalah setengah dari total keseluruhan. Yang disebutkan lebih mulia daripada yang tidak disebutkan. Penjelasan lebih lanjut merupakan spesialisasi ilmu sharaf. Az-Zamakhsyari mengatakan: "Huruf-huruf yang berjumlah 14 ini merangkum semua jenis huruf. Yaitu dari huruf mahmuusah sampai majhuurah, dari rakhwah sampai syadiidah, dari muthabbaqah sampai maftuuhah, dari musta'liyah sampai munkhafidhah, dan huruf qalqalah." Kemudian ia menyebutkannya secara terperinci, lalu ia berkata: "Mahasuci Allah yang sangat dalam hikmah-Nya dalam segala hal. Jenis huruf-huruf yang disebutkan ini adalah huruf-huruf yang sangat banyak digunakan. Dan telah engkau ketahui sebelumnya bahwa jumlah mayoritas dapat disamakan kedudukannya dengan jumlah keseluruhannya."

Dari sini, sebagian ulama memberi penjelasan sebagai berikut: "Tidak ragu lagi, bahwa Allah menurunkan huruf-huruf tersebut tidaklah sia-sia atau percuma begitu saja. Oleh karena itulah sebagian orang jahil (bodoh) berkata: "Sesungguhnya di dalam al-Qur-an terdapat kata-kata yang hanya untuk dibaca saja sebagai ibadah, sementara ia tidak memiliki makna sama sekali." Sungguh anggapan mereka ini sangat keliru. Jelaslah bahwa huruf-huruf ini memiliki makna tersendiri. Kalaulah ada sebuah penjelasan dari al-Ma'shum shallallaahu 'alaihi wa sallam, tentu kita akan menjelaskannya berdasarkan keterangan tersebut. Jika tidak ada maka kita menahan diri darinya. Dan kita katakan: "Kami mengimaninya, seluruhnya berasal dari sisi Allah Sub-haanahu wa Ta'aala." Para 'ulama tidak bersepakat dalam menafsirkan huruf-huruf tersebut. Bahkan mereka berselisih pendapat. Jika nyata baginya bahwa sebagian pendapat memiliki dalil, maka hendaklah ia mengikutinya. Jika tidak, maka hendaklah ia menahan diri, sehingga kebenaran menjadi jelas baginya. Ini dilihat dari satu sisi.

Bersambung...

===

(18) Tafsiir ath-Thabari 1/208.

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

As-Salamu 'alaikum pembaca setia baitulkahfitangerang.blogspot.com, bisakah anda menjadi agen properti?

Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Daftar Isi Ringkasan Bidayah wa Nihayah