Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaah.
Kajian Kedua Puluh Empat.
Kajian Ramadhan.
Kriteria Penghuni Surga (5).
Dalam riwayat Muslim lainnya disebutkan hadits dari 'Umar bin al-Khaththab ra-dhiyallaahu 'anhu bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Tidaklah salah seorang dari kalian berwudhu' lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian mengucapkan: 'Asy-hadu allaa ilaaha illallaahu wah-dahu laa syariika lahu wa asy-hadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuuluhu (Aku bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi pula bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya)', melainkan dibukakan baginya pintu-pintu Surga yang delapan jumlahnya, dan ia bisa memasukinya dari pintu mana saja ia suka."
Dari 'Umar bin al-Khaththab ra-dhiyallaahu 'anhu diriwayatkan pula sebuah hadits yang menyatakan bahwa siapa yang mengikuti seruan yang dikumandangkan oleh muadzin secara tulus dari hatinya, maka ia akan masuk Surga. (HR. Muslim)
Diriwayatkan dari 'Utsman bin Affan ra-dhiyallaahu 'anhu bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Siapa yang membangun masjid semata demi mencari keridhaan Allah, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di dalam Surga." (Mutafaq 'alaih)
Dari 'Ubadah bin Shamit ra-dhiyallaahu 'anhu bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Ada lima shalat yang telah diwajibkan oleh Allah atas para hamba. Barangsiapa yang melaksanakannya, dan tidak menyia-nyiakannya sedikit pun karena meremehkan haknya, maka ia dijanjikan oleh Allah untuk dimasukkan ke dalam Surga." (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, dan an-Nasa-i) (52)
Diriwayatkan dari Tsauban ra-dhiyallaahu 'anhu bahwa ia pernah bertanya kepada Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam mengenai amalan yang menyebabkannya bisa masuk Surga. Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam kemudian bersabda:
"Engkau harus memperbanyak sujud. Sebab, engkau tidaklah bersujud kepada Allah sekali sujud saja melainkan Allah akan mengangkatmu satu derajat dan menghapuskan darimu satu kesalahan dengannya." (HR. Muslim)
Diriwayatkan Ummu Habibah ra-dhiyallaahu 'anha bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Tidaklah seorang hamba Muslim mengerjakan shalat karena Allah Sub-haanahu wa Ta'aala di setiap harinya dua belas raka'at dalam bentuk shalat sunnah dan bukan shalat fardhu, melainkan Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di dalam Surga." (HR. Muslim)
Shalat-shalat sunnah yang dimaksudkan adalah empat raka'at sebelum Zhuhur dan dua raka'at sesudahnya, dua raka'at sesudah Maghrib, dua raka'at sesudah shalat 'Isya, dan dua raka'at sebelum shalat Shubuh.
Baca selanjutnya: Kriteria Penghuni Surga (6)
===
(52) Ada sekian jalur periwayatan hadits ini yang saling menguatkan.
===
Maraji'/ sumber:
Kitab: Majaalisu Syahru Ramadhaan, Penulis: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaah, Penerbit: Daruts Tsurayya lin Nasyr - Riyadh, Cetakan I, 1422 H/ 2002 M, Judul terjemahan: Kajian Ramadhan, Penerjemah: Salafuddin Abu Sayyid, Penerbit: al-Qowam - Solo, Cetakan V, 2012 M.
===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT