Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaah.
Kajian Kedua Puluh Empat.
Kajian Ramadhan.
Kriteria Penghuni Surga (3).
Allah Sub-haanahu wa Ta'aala juga berfirman:
"Sesungguhnya telah beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan-perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi Surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya." (QS. Al-Mu'minun (23): 1-11)
Ayat-ayat yang mulia ini menggambarkan tentang sejumlah sifat dan kriteria penghuni Surga.
Pertama: Orang-orang yang beriman (al-mu'minun). Yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah dan beriman kepada segala yang wajib diimani, beriman kepada para Malaikat-Nya, kepada Kitab-kitab-Nya, kepada para Rasul-Nya, kepada hari Akhir dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk. Mereka beriman kepada itu semua dengan keimanan yang berisi konsekuensi menerima secara utuh, serta tunduk dan patuh, dengan perkataan maupun perbuatan.
Kedua: Orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya. Yaitu mereka yang mengerjakan shalat disertai dengan kehadiran hati dan ketenangan anggota badan. Mereka merasakan bahwa dalam mengerjakan shalat itu ia sedang ada di hadapan Allah 'Azza wa Jalla, dimana mereka berkomunikasi dengan Allah melalui firman-firman-Nya yang dibacanya, mendekatkan diri (taqarrub) kepada-Nya dengan dzikir mengingat-Nya, dan bermunajat kepada-Nya dengan memanjatkan do'a. Mereka mengerjakan itu semua dengan kekhusyuan lahir dan batin.
Ketiga: Orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. Yang dinamakan 'yang tidak berguna' (al-laghw), adalah segala sesuatu yang tidak membawa faedah dan tidak mengandung kebaikan, baik berupa perkataan maupun perbuatan. Mereka itu berpaling darinya disebabkan karena keteguhan hasrat mereka sehingga mereka tidak mau menggunakan waktu-waktunya yang berharga kecuali yang mengandung faedah. Sebagaimana halnya mereka senantiasa menjaga shalat dengan cara mengerjakannya secara khusyu, maka mereka pun selalu menjaga waktu-waktu mereka agar tidak berlalu secara sia-sia. Jika di antara sifat mereka adalah berpaling dari segala yang tidak berguna, maka sudah tentu mereka akan berpaling dari setiap yang merugikan.
Keempat: Orang-orang yang menunaikan zakat. Yang dimaksud dengan zakat di sini adalah bagian dari harta yang harus dikeluarkan zakatnya, dan juga berarti segala sesuatu yang bisa menyucikan jiwa mereka, yang berupa perkataan maupun perbuatan. (Salah satu arti zakat itu sendiri adalah 'menyucikan').
Baca selanjutnya: Kriteria Penghuni Surga (4)
===
Maraji'/ sumber:
Kitab: Majaalisu Syahru Ramadhaan, Penulis: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaah, Penerbit: Daruts Tsurayya lin Nasyr - Riyadh, Cetakan I, 1422 H/ 2002 M, Judul terjemahan: Kajian Ramadhan, Penerjemah: Salafuddin Abu Sayyid, Penerbit: al-Qowam - Solo, Cetakan V, 2012 M.
===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT