Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaah.
Kajian Keduapuluh Tiga.
Kajian Ramadhan.
Gambaran Surga (3).
"Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (Surga) dan tambahannya. Muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni Surga, mereka kekal di dalamnya." (QS. Yunus (10): 26)
Yang dimaksud dengan al-husna (sesuatu yang terbaik) adalah Surga. Sebab, tidak ada tempat tinggal yang lebih baik darinya. Sedangkan yang dimaksud dengan 'tambahan' (az-ziyadah) adalah memandang wajah Allah Sub-haanahu wa Ta'aala yang mulia. Semoga Allah mengaruniakan hal itu kepada kita dengan anugerah dan kemurahan-Nya. Ayat-ayat yang menceritakan tentang Surga dan kenikmatannya cukup banyak.
Sedangkan hadits-hadits mengenai hal itu, di antaranya, adalah sebagai berikut:
Dari Abu Hurairah ra-dhiyallaahu 'anhu diriwayatkan bahwa ia berkata:
"Wahai Rasulullah, ceritakan kepada kami tentang Surga, apa bangunannya?" Beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Batu batanya terbuat dari emas dan perak. Lempungnya adalah kesturi, kerikilnya intan dan permata, dan tanahnya adalah za'faran. Orang yang masuk ke dalamnya akan merasakan kenikmatan dan tidak akan pernah ada gangguan. Ia akan kekal di dalamnya dan tidak akan pernah mati. Bajunya tidak akan usang dan masa mudanya tidak akan hilang." (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi)
Diriwayatkan dari Itbah bin Ghazwan ra-dhiyallaahu 'anhu bahwa ia pernah berkhutbah lalu memuji Allah dan menyanjungnya. Selanjutnya ia berkata:
"Amma ba'du. Sesungguhnya dunia ini hampir berakhir dan yang tinggal hanyalah sisa seperti sisa air di wadah yang habis digunakan oleh pemiliknya. Dan sesungguhnya kalian akan segera berpindah darinya menuju sebuah negeri yang tidak akan ada kesudahannya. Maka dari itu, berpindahlah dengan membawa sebaik-baik apa yang amal kalian. Kami diberitahu bahwa jarak antara dua daun pintu Surga itu adalah empat puluh tahun perjalanan, dan sungguh akan datang suatu hari dimana pintu Surga itu sangat penuh." (HR. Muslim)
Diriwayatkan dari Sahl bin Sa'd ra-dhiyallaahu 'anhu bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Di dalam Surga itu terdapat delapan pintu, di antaranya ada sebuah pintu yang dinamakan ar-Rayyan yang hanya boleh dimasuki oleh orang-orang yang menjalankan puasa." (Mutafaq 'alaih)
Dari Usamah bin Zaid ra-dhiyallaahu 'anhu diriwayatkan bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Adakah di antara kalian yang siap masuk Surga? Sesungguhnya Surga itu tiada bandingnya. Demi Rabb Pemilik Ka'bah, sesungguh Surga adalah cahaya yang berkilauan, tumbuhan selasih yang bergoyang, istana yang megah, sungai yang terbentang, buah yang matang, isteri yang cantik jelita, pakaian yang beraneka ragam, tinggal selama-lamanya di kampung kedamaian, aneka buah, dedaunan hijau, serta kegembiraan dan kenikmatan di tempat yang tinggi nan elok." Para Shahabat ra-dhiyallaahu 'anhum berkata: "Ya Rasulullah, kami adalah orang-orang yang siap masuk ke dalam Surga." Beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Katakan: 'Insya Allah (jika Allah memperkenankan)'." Mereka kemudian berkata: "Insya Allah." (HR. Ibnu Majah, al-Baihaqi, dan Ibnu Hibban dalam Shahiihnya) (49)
Baca selanjutnya: Gambaran Surga (4)
===
(49) Sanadnya dha'if.
===
Maraji'/ sumber:
Kitab: Majaalisu Syahru Ramadhaan, Penulis: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaah, Penerbit: Daruts Tsurayya lin Nasyr - Riyadh, Cetakan I, 1422 H/ 2002 M, Judul terjemahan: Kajian Ramadhan, Penerjemah: Salafuddin Abu Sayyid, Penerbit: al-Qowam - Solo, Cetakan V, 2012 M.
===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT