Ringkasan Shahih Bukhari (232)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

57. Bab: Tidurnya Wanita di Masjid.

232. Dari Aisyah, bahwa ada seorang hamba sahaya perempuan yang berkulit hitam milik sebuah perkampungan Arab, yang kemudian dimerdekakannya, tapi ia masih tinggal bersama mereka. Aisyah menceritakan, "Pada suatu hari, anak perempuan mereka keluar dengan mengenakan selendang berwarna merah yang terbuat dari kulit. Selendang itu diletakannya, atau mungkin jatuh, lalu muncullah burung elang dan menyambar selendang itu karena dikiranya daging. Orang-orang itu mencari selendang tersebut, tapi tidak menemukannya. Lalu mereka menuduh perempuan hitam tersebut yang mengambilnya. Anak perempuan itu menceritakan, bahwa orang-orang itu mulai memeriksanya dengan teliti, sampai kemaluannya pun diperiksa, (dalam riwayat lain: mereka menyakitiku, sampai-sampai mereka mencarinya di kemaluanku 4/ 235). Ia berkata, 'Demi Allah, aku berdiri bersama mereka, [saat itu aku sedih] tiba-tiba burung elang itu muncul [melintas di atas kami] dan melemparkan selendang.' Ia melanjutkan, 'Selendang itu jatuh pada mereka [lalu mereka mengambilnya], lalu aku katakan, "Ini yang kalian tuduhkan kepadaku, sesungguhnya aku terlepas dari tuduhan itu, bahwa inilah selendang. Inilah selendang itu." Wanita tersebut menceritakan bahwa ia datang kepada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam dan memeluk Islam. Aisyah radhiyallaahu 'anhuma berkata, "Semenjak itu dia memperoleh tempat tinggal di masjid, atau." Aisyah menyebutkan, "Anak perempuan itu datang kepadaku dan berbicara denganku." Aisyah mengisahkan, "Ia tidak pernah duduk bersamaku kecuali mengucapkan, 'Hari selendang itu merupakan keajaiban dari Tuhan kami. Ketahuilah, bahwa Allah telah menyelamatkanku dari negeri yang kufur.'

Aisyah berkata, "Lalu aku katakan padanya, 'Kenapa engkau tidak pernah duduk bersamaku kecuali engkau mengatakan hal tersebut?' Lalu perempuan itu menceritakan kepadaku kejadian itu."

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Bab Sabda Nabi: Tanah itu telah dijadikan sebagai tempat bersujud dan alat untuk bersuci bagiku | Kitab Shalat | Ringkasan Shahih Bukhari

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

56. Bab: Sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, 90.(260) "Tanah itu telah dijadikan sebagai tempat bersujud (masjid) dan alat untuk bersuci {tayamum} bagiku."

(Haditsnya adalah hadits Jabir, yang telah disebutkan pada nomor 186).

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

260. Diriwayatkan secara maushul oleh pengarang pada hadits yang lalu, yaitu hadits nomor 186.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (231)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

55. Bab.

231. Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Smeoga Allah mematikan kaum yahudi. Mereka telah menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai tempat ibadah."

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (230)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

55. Bab.

230. Dari Aisyah dan Abdullah bin Abbas, mereka berkata, "Ketika kematian hampir menjemput Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, sehelai kain ditutupkan pada wajah beliau. Ketika ditutupkan, beliau menyingkapkannya dari wajahnya, seraya berkata -dalam kondisi seperti demikian- 'Semoga laknat Allah atas kaum yahudi dan nashrani, sebab mereka menjadikan kuburan Nabi-nabi mereka sebagai masjid {tempat ibadah}.' Maksudnya, bahwa beliau memperingatkan tentang perbuatan mereka." (259)

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

259. Mungkin ini adalah lafazh hadits Ibnu Abbas, karena lafazh hadits Aisyah sedikit berbeda. Akan disebutkan pada kitab ke 23 bab 62, karena itu saya tidak memberikan nomor urut di sini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Bab Shalat di Tempat Ibadah Kaum nashrani atau yahudi | Kitab Shalat | Ringkasan Shahih Bukhari

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

54. Bab: Shalat di Tempat Ibadah Kaum nashrani atau yahudi.

115.(257) Umar radhiyallahu 'anhu, ia berkata, "Sesungguhnya kami tidak masuk ke dalam gereja-gereja kalian karena adanya patung-patung yang bergambar."

116.(258) Ibnu Abbas pernah shalat di dalam tempat ibadah (kaum yahudi dan nasrani) kecuali yang ada patungnya.

(Haditsnya adalah hadits Aisyah, yang akan disebutkan pada kitab ke 23 bab 62).

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

257. Abdurrazaq menyebutkan secara maushul.

258. Begitu juga Al Baghawi dalam Al Ja'diyat.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Pengantar Penyusun | Jawaban Penting Pertanyaan Seputar Shalat Jumat

Al-Ajwibatun Nafi'ah 'an Asilati Lajnati Masjidil Jami'ah.

Jawaban Penting Pertanyaan Seputar Shalat Jumat.

Imam Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullaah.

Pengantar Penyusun.

Bismillahir rahmanir rahim.

Segala puji bagi Allah, Rabb sekalian makhluk. Semoga shalawat dan salam terlimpahkan kepada Rasul-Nya, sanak keluarga beliau dan para Sahabat beliau seluruhnya.

Amma ba'du:

Salah seorang rekan kita, pada awal bulan Ramadhan tahun 1370 H telah menyerahkan kepada saya sebuah kertas berisi beberapa buah pertanyaan yang ditulis dengan mesin ketik. Pertanyaan-pertanyaan itu tidak dibubuhi tanda tangan yang dapat menunjukkan sumber tulisan. Meskipun pertanyaan-pertanyaan itu sendiri sudah mengisyaratkan bahwa penyusunnya adalah para anggota panitia Masjid Jami'ah Suriyah.

Kemudian saya bertanya kepada salah seorang di antara mereka. Orang itu memberitahukan bahwa pertanyaan-pertanyaan itu memang berasal dari panitia tersebut.

Saya sudah mengetahui bahwa pertanyaan sejenis juga sudah dilontarkan kepada banyak Syaikh dan ulama, demi memperoleh jawaban dari mereka. Secara zhahir, tujuannya tidak lain adalah mencari kesimpulan kebenaran dan mengetahui dalil-dalil yang otomatis akan dilampirkan oleh para ulama dalam jawaban-jawaban mereka terhadap pertanyaan tersebut. Para anggota panitia itu kelak akan memperbandingkan jawaban-jawaban tersebut, lalu mencari mana yang paling kuat dalilnya, untuk kemudian dilaksanakan konsekuensinya di masjid yang menjadi tanggung jawab mereka, karena mereka sebagai pengelolanya. Mereka dituntut untuk menerapkan kebenaran dalam masjid tersebut. Dengan semua itu, mereka dapat menghilangkan kesimpangsiuran yang terjadi selama ini dalam masjid tersebut:

Karena terkadang dalam masjid tersebut dilakukan satu kali adzan di pintu masjid, sebagaimana dalam ajaran As-Sunah. Terkadang dilakukan dua kali adzan. Kemudian kadang-kadang juga dilakukan adzan pertama di pintu masjid, dan adzan kedua di hadapan khatib. Sementara pada kesempatan lain adzan pertama dilakukan di dalam masjid dekat pintu, terkadang dekat mihrab. Kadang-kadang juga dilakukan shalat yang disebut sebagai Shalat Qabliyah Jumat. Namun terkadang tidak dilakukan!

Demikianlah kondisi masjid tersebut sejak semula masjid itu dimakmurkan. Meski demikian, masjid itu adalah satu-satunya masjid di Damaskus, bahkan mungkin satu-satunya masjid di seluruh negeri Suria yang menegakkan As-Sunah, terbebas dari sejumlah besar bid'ah. Tak ada suara-suara dikumandangkan di masjid itu (selain adzan), tidak ada shalat zhuhur yang dilakukan setelah jumat, dan berbagai bid'ah lain yang menjejali masjid-masjid pada umumnya. Keutamaan itu kembali kepada panitia yang mengelolanya dari kalangan para pemuda yang berhasrat kuat mengikuti ajaran As-Sunah dan menghindari kebid'ahan dalam batas-batas yang diketahui dan dalam ilmu yang sampai kepada mereka. Hal itulah yang menimbulkan kekhawatiran mereka sehingga mereka melontarkan pertanyaan-pertanyaan tersebut kepada para ulama yang mulia.

Ketika saya teliti pertanyaan-pertanyaan itu, saya terdorong untuk memberikan jawabannya, sebagai upaya dari saya untuk turut andil dalam menjadikan masjid lebih dekat kepada As-Sunah dan lebih jauh dari bid'ah. Sehingga diharapkan akan hilang kesimpangsiuran tersebut, setelah jawaban itu diserahkan kepada panitia, dipelajari dan diambil kesimpulan, mana yang lebih dekat kepada kebenaran, tanpa berpihak kepada satu golongan atau mengikuti kebiasaan.

Usai menulis jawaban tersebut, saya menyerahkannya kepada panitia. Saya tidak tahu, apakah ulama lain yang disodorkan kepadanya pertanyaan serupa juga sudah menyerahkan jawaban mereka, dan bagaimana pula sikap panitia ilmiah itu terhadap jawaban kami.

Itu terjadi sepuluh tahun lalu. Sekarang, saya berkeinginan untuk menengok kembali jawaban tersebut dan menambahkan beberapa catatan baru yang tidak keluar dari tema pembahasan. Saya pun melaksanakan rencana itu, sehingga lahirlah risalah ini yang kini ada di hadapan pembaca.

Dan karena saya berkeyakinan bahwa saya telah meneliti pendapat saya dalam berbagai masalah yang hanya didapati oleh seorang thalibul ilmu (penuntut ilmu) dalam kandungan berbagai kitab fikih dan syarah-nya, tidak akan didapati terkumpul dan diteliti dalam sebuah buku khusus, maka saya berusaha menerbitkannya. Untuk menerangi pemikiran dan mengikuti tugas perbaikan yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang berghirah dan bertanggung-jawab terhadap berbagai masjid. Juga demi mengikuti langkah negara tetangga kita, Mesir, dengan berbagai upaya perbaikan yang dilakukan dengan bimbingan dari Departemen Pendidikan. (1)

Di antara yang mendorong saya untuk menerbitkan tulisan ini kepada para pembaca adalah bahwa para pembaca risalah dalam pembahasan ini harus disuguhi jawaban yang disertai dalil-dalil dari Kitabullah dan Sunah Rasul, dengan tambahan dalil dari atsar para Sahabat dan pendapat para ulama besar, yang dapat diambil fatwanya dan dijadikan sebagai panutan.

Lebih dari itu, banyak pembaca yang telah bertanya seputar persoalan-persoalan yang tercantum dalam risalah ini. Maka menerbitkan risalah ini dapat menggantikan pekerjaan yang membutuhkan banyak ucapan dan waktu yang panjang.

Demikian juga, karena saya secara pribadi berharap akan ada yang memperingatkan saya terhadap kekeliruan atau kesalahpahaman yang mungkin muncul dari saya, yang memang tidak akan lepas dari diri manusia. Bila pendapat saya disebarkan, para ulama akan berkesempatan menelaahnya dan mengetahui kemungkinan adanya kesalahpahaman dalam risalah ini, untuk kemudian mereka jelaskan secara tertulis atau secara lisan. Bila ada, saya akan berterima kasih kepada mereka dan memberi balasan yang baik kepada mereka.

Risalah ini saya namakan Al-Ajwibatun Nafi'ah 'an Asilati Lajnati Masjidil Jami'ah.

Saya memohon kepada Allah agar memberi manfaat dengan tulisan ini dan memberi penulis pahala karenanya, dengan keutamaan dan kemuliaan-Nya.

Damaskus, Jumadil Akhirah 1380 H.

Muhammad Nashiruddin Al-Albani.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

1. Lihat apa yang pernah saya tulis sehubungan dengan persoalan ini dalam koran Shautul 'Arab 1380, yang kemudian diterbitkan dalam risalah khusus berjudul Shautul 'Arab Tas-alu, Muhammad Nashirudin Yujibu (Shautul 'Arab Bertanya, Muhammad Nashirudin Menjawab).

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Al-Ajwibatun Nafi'ah 'an Asilati Lajnati Masjidil Jami'ah, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullaah, Penerbit: Maktabatul Islami Damsyik, Cetakan Pertama: 1382 H, Judul Terjemahan: Jawaban Penting Pertanyaan Seputar Shalat Jumat, Penerjemah: Abu Umar Basyir Al-Maidani, Editor: Hawin Murtadlo, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan III: Februari 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Muqaddimah | Bekam Cara Pengobatan Menurut Sunnah Nabi

Manhajus Salaamah fiimaa Warada fil Hijaamah.

Bekam Cara Pengobatan Menurut Sunnah Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam.

Syaikh Dr. Muhammad Musa Alu Nashr hafizhahullaah.

Muqaddimah.

Sesungguhnya segala puji hanyalah bagi Allah, kepada-Nya kita memanjatkan pujian dan memohon pertolongan. Kita juga berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal perbuatan kita. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya dan barangsiapa yang telah disesatkan-Nya, maka tidak ada yang dapat memberikan petunjuk kepadanya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.

Amma ba'du:

Ini adalah buku saya yang berjudul "Manhajus Salaamah fiimaa Warada fil Hijaamah." Saya menulis buku ini sebagai upaya mengingatkan diri sendiri dan juga saudara-saudara saya di belahan timur dan barat bumi, agar menghidupkan Sunnah yang ditinggalkan ini, yang telah diperintahkan oleh Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam yang berada di al-Mala-ul A'la dan beliau pesankan kepada ummatnya ketika beliau bersabda:

"Sebaik-baik -dalam sebuah riwayat: yang paling ideal- cara yang kalian pergunakan untuk berobat adalah hijamah (bekam)." (1)

Dan sabda beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam:

"Jika penyembuhan terdapat dalam suatu hal, maka ia ada di dalam tiga hal: sayatan alat bekam, tegukan madu, dan sundutan api. Dan aku melarang ummatku melakukan sundutan api (kayy)." (2)

Hadits di atas menjelaskan tentang pemfokusan kesembuhan pada tiga penyembuhan Nabawi di atas. Sedang pengobatan dengan menggunakan sundutan api tidak dianjurkan, kecuali dalam keadaan terpaksa dan menjadi alternatif/ pengobatan terakhir.

Di dalam buku ini, saya menyebutkan lebih dari 40 hadits di beberapa bab mengenai keutamaan bekam, bagian-bagian posisi bekam, waktu-waktu dan syarat-syaratnya. Saya bukanlah orang yang pertama kali menulis buku tentang pengobatan bekam ini, sudah banyak penulis zaman dahulu dan zaman sekarang yang telah mendahului saya. Tetapi pembahasan yang saya berikan mudah-mudahan dengan kemurahan Allah Ta'ala melebihi semua buku tentang bekam yang telah ditulis sebelumnya, baik dalam hal ciri khusus maupun tata caranya. Mencakup pula sesuatu yang paling shahih yang bersumber dari Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam di mana saya telah berusaha untuk tidak mencantumkan hadits-hadits dha'if dalam buku ini pada saat memberikan argumentasi. Oleh karena itu, saya telah mencantumkan pasal khusus untuk memberikan peringatan terhadap hadits-hadits dha'if tersebut.

Hadits-hadits shahih ini ditopang pula oleh penjelasan para ulama dan para ahli medis yang disertai dengan berbagai pengalaman mereka.

Selain itu, saya sebutkan beberapa manfaat hijamah (bekam) dan al-fashdu (pengeluaran darah dengan ukuran tertentu) dan penggunaan keduanya dalam pengobatan serta kebutuhan ummat padanya sekarang ini. Juga tentang kecenderungan kebanyakan orang yang tidak mengenal pengobatan Nabawi (cara Nabi) dan tradisional alamiah sehingga lebih mengutamakan pengobatan kedokteran yang menggunakan unsur-unsur kimiawi yang dapat merusak jiwa dan badan.

Sebagaimana pembahasan saya ini juga ditopang oleh beberapa gambar yang memperjelas bagian-bagian posisi bekam sekaligus mengenalkannya, dan inilah di antara kelebihan buku ini.

Saya telah mempelajari beberapa buku yang ditulis oleh para penulis terdahulu, baik yang sudah dicetak maupun dalam bentuk manuskrip. Saya menulis buku ini setelah menjalani pengalaman panjang dalam praktek bekam. Secara pribadi, alhamdulillaah saya pernah membekam puluhan orang dan telah tampak pula hasil dari pengobatan Nabawi tersebut yang telah ditinggalkan oleh banyak orang.

Adapun para penuntut ilmu yang menimba ilmu bekam ini dari saya serta menerapkannya, maka alhamdulillaah, mereka masih terus membekam banyak orang dengan senantiasa mengharapkan pahala dari Allah, sebagaimana mereka menimbanya dari orang yang mengajarinya (hanya semata-mata mengharap pahala dari Allah), meski ada sebagian di antaranya tidak mau berterima kasih kepada orang yang telah mengajarinya. Sama dengan keadaan kebanyakan orang di mana realita mereka adalah (seperti) apa yang diceritakan oleh Allah Ta'ala mengenai Qarun, di mana dia berkata seraya mengingkari nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepadanya:

"Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku..." (QS. Al-Qashash: 78)

Orang-orang seperti mereka ini sama sekali tidak akan pernah beruntung, karena mereka tidak mau bersyukur kepada Rabb mereka, lalu bagaimana mereka akan berterima kasih kepada sesama hamba, yang telah mengajari mereka, memajukan, mensucikan mereka, serta mengenalkan (kepiawaiannya) kepada orang-orang setelah sebelumnya mereka tidak dikenal oleh siapapun. Sementara Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam sendiri telah bersabda:

"Orang yang tidak bersyukur kepada orang lain, berarti dia tidak bersyukur kepada Allah." (3)

Di antara berkah ilmu adalah penisbatannya kepada ahlinya.

Buku ini juga saya bekali dengan kaidah-kaidah dalam mengenali pengobatan Nabawi sehingga para penuntut ilmu akan merujuk kepadanya serta tidak segan untuk mengenali pengobatan cara Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam.

Ensiklopedi yang kami jadikan rujukan (ditulis), oleh saudara Syaikh Salim al-Hilali hafizhahullaah yang diterbitkan oleh Daar Ibnil Jauzi telah memberikan penjelasan mengenai semua itu, yaitu merupakan ensiklopedi yang lengkap dan shahih mengenai pengobatan Nabawi, semoga Allah memudahkan penyelesaian dan penerbitannya dalam waktu dekat ini.

Terakhir, saya tidak mengklaim buku ini sempurna dan sampai pada puncak kehebatannya. Oleh karena itu, barangsiapa menemukan kebaikan, maka hendaklah dia memanjatkan pujian kepada Allah, dan barangsiapa mendapatkan selain dari itu maka hendaklah menyampaikan nasihat (kritik) secara lembut dan dengan cara yang baik serta tepat.

Dan penutup do'a kami yaitu: "Alhamdulillaahi Rabbil 'Aalaamiin (segala puji hanyalah milik Allah Rabb semesta alam)."

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

1. Mukhtashar asy-Syamaa-ilil Muhammadiyyah, hal. 188.

2. Lihat kitab, Shahiihul Jaami' (no. 3026) dan Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah, (no. 245).

3. Diriwayatkan oleh Ahmad (III/ 33), at-Tirmidzi (no. 1955) dan adh-Dhiya', dari Abu Sa'id al-Khudri, yang dinilai shahih oleh Syaikh al-Albani di dalam kitab, Shahiihul Jaami', (no. 6417).

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Manhajus Salaamah fiimaa Warada fil Hijaamah, Penulis: Syaikh Dr. Muhammad Musa Alu Nashr hafizhahullaah, Penerbit: Markaz al-Imam al-Albani lid Dirasat al-Manhajiyyah wal Abhats al-'Ilmiyyah, Cetakan Pertama, 2000 M/ 1421 H, Judul Terjemahan: Bekam Cara Pengobatan Menurut Sunnah Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, Penerjemah: M. Abdul Ghoffar E.M., Pengedit Isi: Zaki Rahmawan, dr. Zaky Basulaiman, Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi'i, Bogor - Indonesia, Cetakan Pertama, Muharram 1426 H - Maret 2005 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Daftar Isi | Jawaban Penting Pertanyaan Seputar Shalat Jumat

Al-Ajwibatun Nafi'ah 'an Asilati Lajnati Masjidil Jami'ah.

Jawaban Penting Pertanyaan Seputar Shalat Jumat.

Imam Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullaah.

Daftar Isi.

Pengantar Penyusun.

Jawaban Penting Pertanyaan Seputar Shalat Jumat.

Teks Pertanyaan.

Jawaban.

Hadits Adzan Utsman.

- Jawaban Pertanyaan Poin Pertama.

Kapan Disyariatkan Adzan Utsman?

- Jawaban Pertanyaan Poin Kedua.

- Jawaban Terhadap Pertanyaan Poin Ketiga.

Apakah Menara Sudah Ada di Jaman Nabi?

- Jawaban Terhadap Pertanyaan Poin Keempat.

Hadits-hadits Tentang Pelaksanaan Jumat di Waktu Berbeda.

Atsar-atsar Berkaitan dengan Jumat di Waktu Lain.

Shalat Sunah Qabliyah Jumat Tidak Shahih Riwayatnya.

Tak Seorang Imam pun Berpendapat Adanya Sunah Sebelum Jumat.

Dibolehkan Shalat Sebelum Matahari Condong di Hari Jumat.

Kesimpulan Pembahasan.

Hukum-hukum Jumat.

Hukum Shalat Jumat.

Imam A'zham.

Bilangan Rakaat Shalat Jumat.

Adanya Beberapa Pelaksanaan Jumat di Satu Kampung.

Orang yang Ketinggalan Shalat Jumat, Harus Shalat Apa?

Bagaimana Batasan Jumat Telah Dilaksanakan?

Hukum Jumat pada Hari Id.

Hukum Mandi Jumat.

Hukum Khutbah Jumat.

Tata Cara Khutbah dan Apa Saja yang Disampaikan Saat Berkhutbah?

Memperpendek Khutbah dan Memperpanjang Shalat.

Hukum-hukum yang Beragam.

Shalat Tahiyatul Masjid di Tengah Khutbah.

Bid'ah-bid'ah pada Hari Jumat.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Al-Ajwibatun Nafi'ah 'an Asilati Lajnati Masjidil Jami'ah, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullaah, Penerbit: Maktabatul Islami Damsyik, Cetakan Pertama: 1382 H, Judul Terjemahan: Jawaban Penting Pertanyaan Seputar Shalat Jumat, Penerjemah: Abu Umar Basyir Al-Maidani, Editor: Hawin Murtadlo, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan III: Februari 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Daftar Isi | Bekam Cara Pengobatan Menurut Sunnah Nabi

Manhajus Salaamah fiimaa Warada fil Hijaamah.

Bekam Cara Pengobatan Menurut Sunnah Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam.

Syaikh Dr. Muhammad Musa Alu Nashr hafizhahullaah.

Tazkiyah (Rekomendasi) dari Syaikh Dr. Muhammad Musa Alu Nashr.

Pengantar Penerbit.

Muqaddimah.

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam Memerintahkan untuk Berobat dan Berupaya Mencari Kesembuhan serta tidak Berputus Asa dari Kesembuhan atas suatu Penyakit.

Beberapa Kaidah dalam Pengobatan Nabawi Sebagaimana yang Telah Dijelaskan oleh al-Qur-an dan as-Sunnah.

Bekam, Cara Pengobatan Terbaik.

- Manfaat Bekam Kering (Tanpa Sayatan).

- Perbedaan Antara al-Fashdu (Venesection) dengan Bekam.

- Syarat-syarat dan Manfaat al-Fashdu.

- Manfaat dan Tempat-tempat yang Bisa Dilakukan al-Fashdu.

- Hati-hati Terhadap Pembuluh Arteri/ Urat Nadi.

- Pembuluh Arteri yang Terdapat di Kedua Pelipis.

Wasiat Malaikat kepada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam untuk Berbekam.

Aspek Kegunaan Bekam dalam Kedokteran Modern.

1. Bekam Kering (Bekam Tanpa Sayatan).

2. Bekam Basah (Bekam dengan Penyayatan).

- Beberapa Penghalang Aspek Kegunaan Bekam.

Perhatian para Sahabat terhadap Bekam.

Keutamaan Bekam dan Khidhab/ Pacar.

Keutamaan Bekam dan Qusthul Bahri (Cendana Laut/ Kapu Akar Bahari/ Marine Costus).

- Beberapa Manfaat al-Qusthul Bahri dan al-Qusthul Hindi serta Aspek Kegunaannya dari Sudut Pandang Kedokteran.

- Beberapa Manfaat Habbatus Sauda' (Jintan Hitam/ Syuniz).

Bekam Sebagai Sarana Penyembuhan.

- Bekam dengan Sayatan.

Bekam yang Dilakukan pada Waktunya dapat Menyembuhkan Segalam Macam Penyakit.

Kesembuhan Ada pada Tiga Hal.

- Beberapa Manfaat Madu Lainnya dan Aspek Kegunaannya Secara Medis.

Bekam Kaum Wanita.

Waktu dan Hari Berbekam serta Bagian-bagian Tubuh yang Dibekam.

Larangan Berbekam pada Hari-hari Tertentu.

Mencegah Tekanan Darah yang Mematikan dengan Bekam.

Bekam bagi Orang yang Ihram dan Orang yang Berpuasa.

Bekam di Tengah Kepala.

Pemberian Nama Bekam di Kepala dengan Ummu Mughits.

Bekam tidak Membatalkan Puasa.

Bekam karena Suatu Penyakit yang Diderita.

Bekam di Dua Urat Merih (Jugular Vein/ Vena Jugularis) dan Punggung Bagian Atas.

Upah Bekam Antara Mubah dan Makruh.

Beberapa Bahaya Bekam yang Salah.

Manfaat al-Fashdu (Veneseksi/ Venesection) dan Bekam yang Disampaikan Secara Terperinci.

* Menyembuhkan as-Sadar (Rabun Mata) dan Vertigo.

* Menyembuhkan as-Sirsam (Cerebral Disease/ Penyakit yang Berhubungan dengan Otak).

* Menyembuhkan Gemetaran.

* Penyembuhan Ketakutan dalam Tidur.

* Penyembuhan Konjungtivitis.

* Menyembuhkan Katarak.

* Menyembuhkan Kudis.

* Menyembuhkan Mata Berair.

* Menyembuhkan Mata Bengkak Akibat Pukulan.

* Menyembuhkan Luka (Sariawan) di Lidah.

* Menyembuhkan Koreng Bintik-bintik.

* Menyembuhkan Exophthalmos.

* Menyembuhkan Pelebaran Pupil Mata.

* Menyembuhkan Kelopak Mata yang Saling Menempel.

* Menyembuhkan Daging Tumbuh di Belakang Kelopak Mata.

* Menyembuhkan Koreng di Kepala.

* Menyembuhkan Lemak Berlebih di Kelopak Mata.

* Menyembuhjan Kebiasaan Mengompol/ Enuresis.

* Menyembuhkan Orang yang Hanya Melihat dari Jarak Dekat saja dan Tidak dari Jarak Jauh.

* Menyembuhkan Telinga Bengkak.

* Menyembuhkan Mimisan.

* Menyembuhkan Bisul atau Luka Hidung.

* Menyembuhkan Sinusitis.

* Menyembuhkan Sakit Gigi dan Linu Gigi Geraham.

* Menyembuhkan Sakit atau Bengkak pada Tonsil.

* Menyembuhkan Pendarahan di Rahim.

* Menyembuhkan Sciatica (Sejenis Encok).

* Menyembuhkan Rambut Rontok.

* Menyembuhkan Penyakit Akibat Gigitan Anjing.

Hadits-hadits Dha'if yang Tidak Tsabit Tentang Keutamaan Bekam.

Penutup.

Beberapa Istilah Penyakit yang Disebutkan dalam Buku ini.

Gambar-gambar Tentang Bekam.

Daftar Pustaka.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Manhajus Salaamah fiimaa Warada fil Hijaamah, Penulis: Syaikh Dr. Muhammad Musa Alu Nashr hafizhahullaah, Penerbit: Markaz al-Imam al-Albani lid Dirasat al-Manhajiyyah wal Abhats al-'Ilmiyyah, Cetakan Pertama, 2000 M/ 1421 H, Judul Terjemahan: Bekam Cara Pengobatan Menurut Sunnah Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, Penerjemah: M. Abdul Ghoffar E.M., Pengedit Isi: Zaki Rahmawan, dr. Zaky Basulaiman, Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi'i, Bogor - Indonesia, Cetakan Pertama, Muharram 1426 H - Maret 2005 M.

===

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Bab Shalat di Tempat Puing-puing dan Reruntuhan | Kitab Shalat | Ringkasan Shahih Bukhari

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

53. Bab: Shalat di Tempat Puing-puing dan Reruntuhan.

114.(256) Disebutkan bahwa Ali tidak menyukai shalat di bekas puing-puing Babilonia.

(Haditsnya adalah hadits Ibnu Umar, yang akan disebutkan pada kitab ke 60 bab 17).

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

256. Diriwayatkan secara maushul oleh Ibnu Abi Syaibah dari dua jalur darinya.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (229)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

52. Bab: Dibencinya Shalat di Kuburan.

229. Dari Ibnu Umar, dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, "Jadikanlah rumah-rumah kalian sebagai tempat sebagian shalat kalian, dan janganlah kalian menjadikannya sebagai kuburan."

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Bab Orang yang Shalat di Depan Tungku atau Api, atau Lainnya yang Biasa Disembah, Tapi Ia Melakukan Shalat Tersebut Karena Allah | Kitab Shalat | Ringkasan Shahih Bukhari

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

51. Bab: Orang yang Shalat di Depan Tungku atau Api, atau Lainnya yang Biasa Disembah, Tapi Ia Melakukan Shalat Tersebut Karena Allah.

88.(255) Dari Anas, ia berkata, "Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Neraka pernah ditampakkan kepadaku, ketika aku sedang shalat.'"

(Haditsnya adalah sebagian dari hadits Ibnu Abbas, yang akan disebutkan pada kitab ke 16 bab 9).

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

255. Ini adalah bagian dari hadits panjang yang akan disebutkan secara maushul pada kitab ke 96 bab 4.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (228)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

50. Bab: Shalat di Kandang Unta.

228. Dari Nafi', ia berkata, "Aku pernah melihat Ibnu Umar shalat di atas untanya." Ibnu Umar berkata, "Aku pernah melihat Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam melakukannya."

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Bab Shalat di Kandang Domba | Kitab Shalat | Ringkasan Shahih Bukhari

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

49. Bab: Shalat di Kandang Domba.

(Haditsnya adalah sebagian dari hadits Anas yang telah disebutkan).

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (227)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

48. Bab: Bolehkah Menggali Kuburan Orang-orang Musyrik Jahiliyah Lalu Dibangun Masjid di Atasnya? 88-(253) Berdasarkan Sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, "Allah Melaknat kaum yahudi karena mereka menjadikan kuburan Nabi-nabi mereka sebagai masjid." dan Tentang Makruhnya Shalat di Kuburan.

113. (254) Umar pernah melihat Anas bin Malik shalat di samping sebuah kuburan, Umar berkata, "Itu kuburan, itu kuburan." Tetapi ia tidak menyuruhnya mengulangi.

227. Dari Anas, ia berkata, "Ketika Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam datang ke Madinah, beliau turun di daerah tertinggi di Madinah, yaitu dusun yang disebut Bani Amr bin Auf. Beliau tinggal di situ selama empat belas malam, kemudian beliau mengutus utusan untuk memanggil [orang-orang 4/ 266] dari bani Najjar. Mereka pun datang dengan membawa pedang, seolah-olah aku melihat Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam berada di atas tunggangannya dan Abu Bakar di belakangnya, sedangkan orang-orang bani Najjar di sekeliling beliau. Akhirnya beliau sampai di pekarangan Abu Ayyub, beliau senantiasa mengerjakan shalat di mana pun ketika tiba waktu shalat, bahkan pernah juga beliau shalat di kandang domba. [Kemudian aku mendengarnya berkata, 'Beliau pernah shalat di kandang domba sebelum masjid dibangun.'] dan (dalam riwayat lain: kemudian) beliau memerintahkan untuk membangun masjid. Beliau mengutus utusan untuk memanggil orang-orang dari bani Najjar, kemudian beliau berkata, 'Wahai bani Najjar, berapa harga kebun kalian ini?' Mereka berkata, 'Tidak, demi Allah, kami tidka mau meminta harganya kecuali kepada Allah.' Anas berkata, 'Di dalamnya seperti yang pernah aku katakan kepadamu. [Di dalam itu] terdapat kuburan orang-orang musyrik, dan [di dalamnya] ada juga reruntuhan serta pohon kurma." Kemudian Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam memerintahkan untuk menggali kuburan orang-orang musyrik kemudian meratakannya, dan pohon-pohon kurmanya ditebangi. Selanjutnya, batang-batang pohon kurma itu disusun di arah kiblat masjid, sementara pintu gerbangnya dibuat dari bebatuan. Mereka pun bekerja dengan memindahkan bebatuan sambil melantunkan sya'ir, sementara Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam ikut bersama mereka. Beliau berkata, (dalam riwayat lain: beliau berkata bersama mereka,)

Ya Allah, tidak ada kebaikan kecuali kebaikan akhirat, maka ampunilah kaum Anshar dan Muhajirin.'"

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

253. Diriwayatkan secara maushul oleh pengarang dari hadits Aisyah, pada kitab ke 23 bab 61.

254. Disebutkan oleh Abu Nu'aim, guru Al Bukhari, dalam Kitab Ash-Shalah.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Bab Mendahulukan Kaki Kanan Ketika Masuk Masjid dan Lainnya | Kitab Shalat | Ringkasan Shahih Bukhari

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

47. Bab: Mendahulukan Kaki Kanan Ketika Masuk Masjid dan Lainnya.

112. (252) Ibnu Umar senantiasa mendahulukan kaki kanannya {ketika masuk masjid} dan mendahulukan kaki kirinya ketika keluar masjid.

(Haditsnya adalah hadits Aisyah yang telah disebutkan dimuka, yaitu: 4. Wudhu/ 31. Bab/ 108. Hadits)

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

252. Al Hafizh berkata, "Menurutku ini tidak maushul."

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (226)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Ringkasan Shahih Bukhari.

Kitaabush Shalaah.

Kitab Shalat.

46. Bab: Masjid di Dalam Rumah.

111. (250) Al Barra' bin Azib pernah shalat berjamaah di dalam masjidnya, yang terletak di dalam rumahnya.

226. Dari Mahmud bin Ar-Rabi' Al Anshari [ia mengaku teringat Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, ia ingat cipratan air yang beliau cipratkan (dalam riwayat lain: Aku teringat dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam tentang cipratan air yang beliau cipratkan di wajahku, ketika itu aku berusia lima tahun 1/ 27) dari ember di dalam rumah mereka. 1/ 204] [Mahmud menyatakan 2/ 55] bahwa [ia mendengar] Itban bin Malik -seorang [yang buta 1/ 163] di antara para sahabat Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam dari golongan Anshar yang ikut dalam perang Badar [bersama Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam- berkata, "Aku sebagai imam shalat kaumku, bani Salim, sedangkan antara rumahku dan mereka dipisahkan oleh lembah. Jika hujan turun, maka aku kesulitan pergi ke masjid karena lembah tersebut tergenang air. Oleh karena itu, aku datang kepada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, dan kukatakan kepadanya,] 'Wahai Rasulullah, penglihatanku telah (lemah) kabur, padahal aku mengimami shalat kaumku [bani Salim]. Jika hujan turun, maka lembah yang terdapat di antara diriku dan tempat mereka itu dialiri air, sehingga aku tidak bisa datang ke masjid mereka untuk mengimami mereka shalat. Wahai Rasulullah, aku harap engkau berkenan datang dan shalat di [di salah satu tempat] di rumahku, lalu aku jadikan itu sebagai tempat shalat.'" Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam berkata kepadanya, "Akan kulakukan insya Allah." Itban berkata, "Keesokan harinya, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam [bersama] Abu Bakar datang [kepadaku] ketika hari agak siang (dalam riwayat lain: saat itu udara panas). Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam meminta izin masuk, maka aku pun mengizinkan beliau. Beliau tidak langsung duduk ketika (dalam riwayat lain: sehingga 6/ 203) memasuki rumah, kemudian beliau berkata, 'Di sebelah mana engkau menginginkan aku shalat di rumahmu ini?' Lalu aku tunjukkan kepada beliau salah satu sudut rumah. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam pun langsung berdiri di situ lalu bertakbir, maka kami pun segera berdiri membuat barisan [di belakangnya]. Beliau shalat dua rakaat lalu salam [dan kami pun salam ketika beliau salam]. Kami menahan beliau untuk menyantap daging cincang (251) yang telah kami buatkan untuk beliau. [Para tetangga mendengar bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam sedang berada di rumahku, maka beberapa orang berdatangan ke rumah, dan ikut berkumpul. Salah seorang di antara mereka berkata, 'Di mana Malik bin Ad-Dukhaisyin, atau Ibnu Ad-Dukhsyun?' Ada lagi yang berkata, 'Dia itu seorang munafik, dia tidak menyintai Allah dan Rasul-Nya.' Maka Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam berkata, 'Janganlah engkau mengatakan begitu, bukankah engkau telah melihatnya mengucapkan 'Laa ilaaha illallah' karena mengharapkan ridha Allah?' Orang tadi menjawab, 'Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.' Orang itu berkata lagi, ['Adapun kami] kami hanya melihat kecenderungannya dan loyalitasnya terhadap orang-orang munafik.' Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Sesungguhnya Allah telah mengharamkan neraka terhadap orang yang mengucapkan 'laa ilaaha illallah' ikhlas mengharap ridha Allah.'" [Mahmud menceritakan, "Peristiwa ini aku ceritakan kepada beberapa orang, di antaranya Abu Ayub, salah seorang sahabat Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam yang pernah ikut dalam peperangan bersama beliau lalu terbunuh dalam perang tersebut, dan ada juga Yazid bin Mu'awiyah. Namun Abu Ayub mengingkari cerita itu padaku, ia berkata, 'Demi Allah, aku sama sekali tidak mengira bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam mengucapkan seperti yang engkau ucapkan itu.' Hal ini terasa sangat berat bagiku, maka aku memohon kepada Allah untuk menyelamatkanku, sehingga dapat menyelesaikan peperanganku, agar aku dapat menanyakan masalah ini kepada Itban bin Malik radhiyallaahu 'anhu -jika aku temukan masih hidup- di masjid kaumnya. Kemudian pada suatu waktu aku melaksanakan ihram untuk haji atau umrah, lalu aku berjalan hingga sampai ke Madinah. Selanjutnya aku mendatangi bani Salim, ternyata Itban sudah menjadi orang tua yang buta. Saat itu sedang shalat mengimami kaumnya. Begitu ia salam selesai shalat, aku mengucapkan salam kepadanya, lalu aku mengenalkan diriku. Kemudian aku tanyakan kepadanya tentang hadits tersebut, maka ia menceritakannya kepadaku sebagaimana yang pernah ia ceritakan pertama kali." 2/ 56]

Ibnu Syihab berkata, "Kemudian aku bertanya kepada Al Hushain bin Muhammad Al Anshari -salah seorang bani Salim yang terkemuka mengenai hadits Mahmud bin Ar-Rabi' itu. Ia pun membenarkannya."

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

250. Diriwayatkan secara maushul oleh Ibnu Abi Syaibah yang maknanya seperti itu.

251. Maksudnya adalah daging yang dipotong kecil-kecil dan dimasak dengan air yang banyak. Setelah matang dicampur dengan tepung gandum.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Mukhtashar Shahih Al Imam Al Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Tantangan Mubahalah kepada Kaum yahudi | Al-Baqarah, Ayat 94-96 | Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir.

Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri.

Shahih Tafsir Ibnu Katsir.

Al-Baqarah, Ayat 94-96.

Katakanlah, "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (Jannah) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka ingini (harapkan)lah kematian(mu) jika kamu memang benar. (QS. 2: 94) Dan sekali-kali mereka tidak akan menginginkan kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri). Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang aniaya. (QS. 2: 95) Dan sungguh kamu akan mendapati mereka sebagai manusia yang paling rakus kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih rakus lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkan dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (QS. 2: 96)

Tantangan Mubahalah (*) kepada Kaum yahudi.

Muhammad bin Ishaq meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas radhiyallaahu 'anhuma, "Allah Ta'ala berfirman kepada Nabi-Nya, Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam, 'Katakanlah, "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (Jannah) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka ingini (harapkan)lah kematian(mu), jika kamu memang benar."' Artinya, berdo'alah kalian agar kematian ditimpakan kepada salah satu kelompok yang berdusta. Akan tetapi mereka menolak ajakan Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam itu." (345)

"Dan sekali-kali mereka tidak akan menginginkan kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri). Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang aniaya." Yakni karena pengetahuan mereka tentang kerasulanmu dan keingkaran mereka terhadapnya. Seandainya mereka menginginkan kematian ketika Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam mengajak mereka, niscaya tidak akan ada di muka bumi ini satu pun dari orang-orang yahudi melainkan akan mati.

Adh-Dhahhak meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas, (فَتَمَنَّوُاالمَوْتَ) artinya mintalah kematian. (346)

Dan 'Abdurrazzaq meriwayatkan dari 'Ikrimah tentang firman Allah, "Maka ingini (harapkan)lah kematian(mu) jika kamu memang benar," ia berkata, "Ibnu 'Abbas mengatakan, 'Seandainya orang-orang yahudi mengharapkan kematian, niscaya mereka akan mati.'" (347)

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Sa'id bin Jubair, dari Ibnu 'Abbas, ia mengatakan, "Seandainya orang-orang yahudi mengharapkan kematian, niscaya harapan mereka itu akan terpenuhi." (348)

(Ibnu Katsir berkata) Sanad-sanad ini shahih sampai kepada Ibnu 'Abbas.

Ibnu Jarir meriwayatkan dalam tafsirnya, "Telah sampai kepada kami riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Seandainya orang-orang yahudi mengharapkan kematian, niscaya mereka akan mati dan akan melihat tempat mereka di Neraka. Seandainya orang-orang yang bermubahalah dengan Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam itu keluar, niscaya mereka akan kembali tanpa mendapati keluarga dan harta benda mereka." (349)

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

(*) Mubahalah ialah masing-masing pihak di antara orang-orang yang berbeda pendapat berdo'a kepada Allah dengan sungguh-sungguh agar Allah menjatuhkan laknat kepada pihak yang berdusta. -penj.

345. Ibnu Abi Hatim (I/ 284).

346. Ath-Thabari (II/ 366).

347. Ibnu Abi Hatim (I/ 285).

348. Ibnu Abi Hatim (I/ 284).

349. Ath-Thabari (II/ 362). [Diriwayatkan pula oleh Ahmad (I/ 248) dengan sedikit perbedaan lafazh, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Arna'uth dalam al-Musnad (IV/ 99, no. 2225) cet. ar-Risalah].

===

Maraji'/ sumber:

Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Edit Isi: Abu Ahsan Sirojuddin Hasan Bashri Lc, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Cetakan Keempat Belas, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berbagai Kesalahan pada Waktu Menyembelih Hewan Kurban (4) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan pada Waktu Menyembelih Hewan Kurban.

4. Bentuk kesalahan yang lainnya adalah:

Keterlambatan kebanyakan orang dari hari Nahr (hari penyembelihan) dalam menyembelih hewan kurban mereka. Ini adalah kelakuan yang salah, karena hari terbaik dalam satu tahun adalah hari itu, berdasarkan hadits 'Abdulloh bin Qorth rodhiyallohu 'anhu dari Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam:

"Bahwasanya hari yang paling agung di hadapan Alloh adalah hari Nahr (hari penyembelihan) kemudian hari Qorr." (43)

Hari qorr adalah satu hari sesudah hari penyembelihan. Apabila seseorang mengakhirkan penyembelihan di hari apa saja di antara hari-hari Tasyriq, maka tidak mengapa, tetapi perbuatan itu seakan-akan meninggalkan hari yang paling mulia dari seluruh hari dalam satu tahun.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

43) Dikeluarkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang baik (jayyid), Al-Albani menanggapinya di dalam Misykat nomor 2643.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kemaksiatan Kaum yahudi Setelah Allah Mengangkat Gunung Thursina di Atas Mereka dan Mengambil Perjanjian dari Mereka | Al-Baqarah, Ayat 93 | Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir.

Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri.

Shahih Tafsir Ibnu Katsir.

Al-Baqarah, Ayat 93.

Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya berfirman), "Peganglah dengan erat apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!" Mereka menjawab, "Kami mendengarkan tetapi tidak mentaati." Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah, "Amat jahat perbuatan yang diperintahkan imanmu kepadamu jika kamu benar beriman (kepada Taurat)." (QS. 2: 93)

Kemaksiatan Kaum yahudi Setelah Allah Mengangkat Gunung Thursina di Atas Mereka dan Mengambil Perjanjian dari Mereka.

Allah Subhaanahu wa Ta'aala merinci kesalahan-kesalahan, pelanggaran janji, kesombongan dan berpalingnya orang-orang yahudi dari-Nya, sehingga Dia mengangkat gunung Thursina dan hendak menimpakannya kepada mereka sampai mereka mau menerima perjanjian itu, kemudian mereka melanggar perjanjian tersebut. Oleh karena itu "Mereka menjawab, 'Kami mendengarkan tetapi tidak mentaati.'" Dan penafsiran ayat ini telah disebutkan sebelumnya.

"Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya," 'Abdurrazzaq meriwayatkan dari Ma'mar, dari Qatadah, ia mengatakan, "Kecintaan mereka kepada anak sapi telah meresap hingga merasuk ke dalam hati mereka." (343)

Demikian pula yang dikatakan oleh Abul 'Aliyah dan ar-Rabi' bin Anas. (344)

Firman-Nya, "Katakanlah, 'Amat jahat perbuatan yang diperintahkan imanmu kepadamu jika kamu betul beriman (kepada Taurat).'" Yakni betapa buruk kekufuran kalian kepada ayat-ayat Allah, penyelisihan kalian terhadap para Nabi, serta kekafiran kalian terhadap Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam yang telah kalian jadikan sandaran sejak dahulu hingga sekarang. Dan ini adalah dosa kalian yang paling besar karena kalian kufur kepada Nabi dan Rasul penutup, Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam, yang diutus kepada seluruh manusia. Maka bagaimana kalian mengaku beriman, padahal kalian telah melakukan banyak perbuatan buruk seperti itu, baik pengingkaran janji, kafir kepada ayat-ayat Allah atau perbuatan kalian menyembah anak sapi selain Allah?

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

343. 'Abdurrazzaq (I/ 52).

344. Ibnu Abi Hatim (I/ 283).

===

Maraji'/ sumber:

Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Edit Isi: Abu Ahsan Sirojuddin Hasan Bashri Lc, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Cetakan Keempat Belas, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ketentuan Penggunaan Habbatus Sauda` | Habbatus Sauda`, Thibbun Nabawiy dalam Menangani Berbagai Penyakit dan Memelihara Kesehatan Tubuh

Habbatus Sauda`, Thibbun Nabawiy Shallallahu 'alaihi wa Sallam dalam Menangani Berbagai Penyakit dan Memelihara Kesehatan Tubuh.

dr. H. Hendrik, S.Ked., M.Kes.

E. Ketentuan Penggunaan Habbatus Sauda`.

Dosis penggunaan ekstrak Habbatus Sauda` untuk pemeliharaan kesehatan dan pengobatan terhadap penyakit tubuh adalah 40 - 80 mg/ kg berat badan perhari (untuk sediaan bubuk), atau 2 - 3 x 1/2 sampai 1 sendok teh (± 2,5 - 5 ml) perhari (untuk sediaan cair), dapat diberikan sebelum maupun sesudah makan. Sementara untuk penggunaan topikal, terutama untuk kelainan-kelainan kulit, dosis pemberiannya dapat diberikan 3 x 2 - 3 olesan tipis perhari, pada kulit yang mengalami kelainan/ penyakit, dan penyakit-penyakit mata dan telinga, dapat diberikan dengan dosis pemberian 4 - 5 x 2 - 3 tetes perhari. Pada anak-anak, penggunaan ekstrak Habbatus Sauda` dapat diberikan pada usia di atas 3 tahun, sedangkan penggunaannya untuk usia di bawah 3 tahun belum dapat direkomendasikan karena belum ada studi-studi yang dapat dijadikan dasar penggunaannya secara ilmiah. Penggunaan ekstrak Habbatus Sauda` dapat juga diberikan pada ibu-ibu yang sedang hamil. Penggunaan ekstrak Habbatus Sauda` juga akan lebih baik berdasarkan anjuran yang telah ditentukan dan selalu dipantau efektivitas dan keamanannya selama mengkonsumsi ekstrak tersebut kepada dokter yang menanganinya.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Judul buku: Habbatus Sauda', Thibbun Nabawi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam Menangani Berbagai Penyakit dan Memelihara Kesehatan Tubuh, Penulis: dr. H. Hendrik S.Ked, M.Kes, Penerbit: Pustaka Al-Ummat, Surakarta - Indonesia, Cetakan Pertama, Syawwal 1426 H/ Desember 2005 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berbagai Kesalahan pada Waktu Menyembelih Hewan Kurban (3) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan pada Waktu Menyembelih Hewan Kurban.

3. Kesalahan selanjutnya adalah:

Bahwasanya kebanyakan orang-orang Badui segera melakukan penyembelihan padahal ia belum yakin waktu penyembelihannya. Ini adalah perbuatan yang salah. Yang harus ia lakukan adalah tidak tergesa-gesa di dalam melakukan penyembelihan. Ketika ia mau mengundurkan waktu penyembelihannya, maka itu lebih menjamin kebenaran waktu penyembelihannya. Yang paling utama adalah mengakhirkannya sampai satu jam sebelum sholat Dhuhur misalnya, ini dilakukan dalam suatu kondisi ketika tidak ada mushola di suatu daerah.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berbagai Kesalahan pada Waktu Menyembelih Hewan Kurban (2) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan pada Waktu Menyembelih Hewan Kurban.

2. Kesalahan yang lainnya adalah:

Bahwa ada orang yang menyembelih di waktu imam sedang mengimami sholat atau sedang berkhutbah. Kelakuan ini salah. Apabila imam sedang sholat lalu seseorang menyembelih hewan kurbannya di waktu itu juga, maka ia harus menyembelih lagi, berdasarkan keumuman dalil yang telah disampaikan dahulu. Sedangkan jika seseorang menyembelih pada saat imam sedang berkhutbah, maka berarti ia telah menyelisihi sunnah Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam, meskipun sembelihan kurbannya tetap sah.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berbagai Kesalahan pada Waktu Menyembelih Hewan Kurban | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan pada Waktu Menyembelih Hewan Kurban.

1. Menyembelih hewan kurban sebelum sholat 'Id. Ini merupakan kesalahan. Barangsiapa menyembelih binatang kurban sebelum sholat, maka hendaknya ia mengulangi penyembelihannya, berdasarkan hadits Jundub bin Sufyan Al-Bajali, ia berkata, 'Saya menyaksikan Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam pada hari penyembelihan, beliau bersabda:

"Barangsiapa yang menyembelih sebelum sholat, maka hendaknya ia mengulangi penyembelihannya. Sedangkan barangsiapa yang belum menyembelih, maka sembelihlah binatang kurban sekarang." (41)

Dari Al-Barro' bin 'Azib berkata: Aku mendengar Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam berkhutbah, beliau bersabda, "Sesungguhnya amalan pertama kita untuk memulai hari ini adalah mengerjakan sholat 'Id, kemudian kita pulang dan menyembelih kurban, barangsiapa melakukannya berarti ia telah menetapi sunnah kami dan barangsiapa yang menyembelih sebelum sholat 'Id, maka sesungguhnya sembelihan itu hanyalah daging yang ia berikan untuk keluarganya, bukan termasuk bagian ibadah sedikit pun." (42)

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

41) Bukhori: 5242 dan Muslim: 1960.

42) Bukhori: 5225 dan Muslim juga di Al-Adhohi, Bab Waqtuha, nomor 1961.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban (14) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban.

14. Kesalahan yang lainnya lagi adalah:

Berkurban dengan mengeluarkan uang yang senilai dengan harga hewan kurban. Perbuatan ini adalah perbuatan yang salah. Tidak sah berkurban hanya dengan mengeluarkan uang senilai dengan harga hewan kurban, meskipun uang yang dikeluarkan lebih banyak dari harga hewan sembelihan. Karena amalan ini menyelisihi sunnah Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam, tiada satu pun riwayat dari beliau yang berkenaan tentangnya, tiada juga riwayat dari para sahabat rodhiyallohu 'anhum bahwa mereka mengeluarkan uang sebagai pengganti hewan kurban.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban (13) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban.

13. Kesalahan berikutnya adalah:

Menganggap ringan pengurusan daging hewan kurban, seperti tidak membaginya atau mencampur antara satu dengan yang lain, atau membagi sebagian dan meninggalkan sebagian yang lain. Ini adalah suatu kesalahan. Sudah sepantasnya seorang muslim mengetahui pengurusan hewan kurbannya dengan sejelas-jelasnya, ia harus mengetahui apa saja yang dibagikan dari hewan tersebut. Kebanyakan ulama berpendapat bahwa pembagian yang paling utama adalah sepertiga untuk dimakan, sepertiga untuk hadiah, dan sepertiga sisanya untuk sedekah. Ini adalah perkataan Ibnu Mas'ud dan Ibnu 'Umar rodhiyallohu 'anhum. Pendapat ini pula yang disampaikan oleh Imam Ahmad an Syafi'i. (40)

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

40) Majalis 'Asyr Dzilhijjah karya Al-Fauzan hal. 108.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban (12) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban.

12. Merupakan kesalahan juga:

Membagikan seluruh binatang kurban semuanya tanpa memakan sedikit pun darinya atau bersedekah sebagian darinya. Perbuatan ini salah karena bertentangan dengan firman Alloh Subhanahu wa Ta'ala:

"Makanlah sebagian darinya dan sebagian lagi berikanlah untuk dimakan oleh orang-orang sengsara lagi fakir." (37)

Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Makanlah, simpanlah dan bersedekahlah." (38)

Dan juga Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Makanlah, beri makanlah, kasihanilah orang lain dan simpanlah." (39)

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

37) Surat Al-Hajj [22]: 28.

38) HR. Muslim (1971).

39) HR. Bukhori (5249), Muslim dengan nomor (1973), lafadz hadits ini miliknya.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban (11) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban.

11. Bentuk kesalahan yang lain adalah:

Seseorang yang berkurban menjual daging kurbannya. Ini adalah perbuatan yang salah. Seseorang yang melaksanakan ibadah kurban tidak boleh menjual sebagian daging binatang kurbannya, atau kulitnya, atau kepalanya atau bagian-bagian tubuh yang lain dari hewan kurbannya. Tidak boleh pula memberikannya kepada tukang jagal (tukang menyembelih) sebagian dari daging tersebut sebagai upah, berdasarkan riwayat yang didapatkan dari 'Ali rodhiyallohu 'anhu, "Bahwa Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam memerintahkannya untuk mengurusi daging untanya dan membagi keseluruhan badan unta itu, baik dagingnya, kulitnya, maupun pelananya, serta tidak memberikan kepada si tukang sembelih sedikit pun dari binatang kurban sebagai upah." (36)

Namun demikian, tidaklah mengapa bila memberikan sebagian dari binatang kurban itu kepada si tukang sembelih itu dengan niat memberi hadiah. Wallohu a'lam bish showwab.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

36) HR. Bukhori nomor 1630, dan Muslim nomor 1317 di dalam Al-Hajj Bab Ash-Shadaqoh bi Luhumil Hadyi wa Juludiha wa Jilaliha.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban (10) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban.

10. Apabila hewan kurbannya dicuri orang atau hilang karena tersesat kemudian ia tidak mau berkurban untuk mengganti binatang kurban yang hilang, maka ini adalah satu kesalahan. Jika ia berbuat melampaui batas maka ia harus berkurban untuk menggantinya, tetapi jika ia tidak berbuat melampaui batas maka tidak mengapa jika hewan kurbannya baru ditemukan pada waktu sesudah penyembelihan.

Yang lebih utama adalah ketika binatang kurbannya dicuri atau hilang, ia membeli lagi dan disembelih sebagai pengganti hewan yang hilang. Ini merupakan wujud dari ketakwaan hati.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban (9) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban.

9. Kesalahan yang lainnya lagi adalah:

Ketika terdapat cacat pada hewan kurban, kebanyakan manusia tidak memperhatikan adanya cacat yang baru nampak setelah membeli. Ini adalah kesalahan. Jika cacat itu tidak menghalangi sahnya kurban maka tidak mengapa, tetapi jika cacat itu membuat ibadah kurban menjadi tidak sah maka ia wajib menggantinya dengan yang baik jika cacatnya berlebihan, tetapi jika tidak berlebihan maka tidak mengapa untuk disembelih dan tetap sah, insya Alloh.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban (8) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban.

8. Ragam kesalahan berikutnya adalah:

Ketika membeli hewan kurban dan memilihnya kadang terbesit di dalam pikiran seseorang untuk menggantinya dengan yang lebih murah. Ini adalah suatu kesalahan.

Seharusnya seorang muslim ketika memilih hewan kurban tidak menggantinya dengan hewan yang harganya lebih murah daripadanya, tetapi jika mengganti dengan yang lebih gagah dan lebih gemuk daripadanya maka itu tidak mengapa, karena ini merupakan tanda takwanya hati.

Termasuk di dalam bahasan ini adalah tindakan menjualnya, memberikannya dan menghadiahkannya. Ia tidak boleh melakukan semua itu, karena ketika ia telah menentukan pilihan hewan kurban, maka kepemilikannya terhadap binatang itu sudah hilang. Wallohu a'lam bish showwab.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban (8) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban.

8. Ragam kesalahan berikutnya adalah:

Ketika membeli hewan kurban dan memilihnya kadang terbesit di dalam pikiran seseorang untuk menggantinya dengan yang lebih murah. Ini adalah suatu kesalahan.

Seharusnya seorang muslim ketika memilih hewan kurban tidak menggantinya dengan hewan yang harganya lebih murah daripadanya, tetapi jika mengganti dengan yang lebih gagah dan lebih gemuk daripadanya maka itu tidak mengapa, karena ini merupakan tanda takwanya hati.

Termasuk di dalam bahasan ini adalah tindakan menjualnya, memberikannya dan menghadiahkannya. Ia tidak boleh melakukan semua itu, karena ketika ia telah menentukan pilihan hewan kurban, maka kepemilikannya terhadap binatang itu sudah hilang. Wallohu a'lam bish showwab.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban (7) | 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban

من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة).

Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili.

60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban.

Berbagai Kesalahan dalam Hal Binatang Kurban.

7. Kesalahan yang lainnya adalah:

Kebanyakan orang mencari hewan kurban dengan memilih hewan yang kurus badannya agar murah harganya. Ini adalah suatu kesalahan yang harus kita peringatkan. Seharusnya seorang muslim memilih hewan kurban yang gemuk dan gagah badannya.

Ibnu 'Abbas radhiyallaahu 'anhuma berkata, "Cara mengagungkan ibadah kurban adalah dengan memilih hewan yang gemuk dan gagah." (33)

Abu Umamah bin Sahl berkata, "Kami selalu memilih hewan yang gemuk untuk berkurban di Madinah. Para muslimin juga memilih hewan kurban yang gemuk." (34)

Seorang ulama berkata di dalam kitab Al-Ikhtiyarot, "Pahala di dalam berkurban terletak pada harga hewan kurban itu secara mutlak." (35)

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi Buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Catatan Kaki:

33) Tafsir Ibnu Katsir dalam firman Alloh Surat Al-Hajj ayat 32.

34) Fathul Bari juz 21 hal. 101, dan Shohih Muslim dengan syarh An-Nawawi hal. 118.

35) Al-Ikhtiyarot hal. 120.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: من أخطاءنا في العشر (عشر ذي الحجة), Penulis: Syaikh Muhammad bin Rosyid bin 'Abdulloh Al-Ghufaili, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Ibadah Kurban, Keutamaan dan Koreksi Atas Berbagai Kesalahannya, 60 Kesalahan dalam Ibadah Kurban, Penerjemah: Muhammad Basyirun, Editor: Irwan Raihan, Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan I, Desember 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Daftar Isi | Hadits Ahad Hujjah dalam Hukum dan Aqidah

Adillatu wa asy-Syawaahidu 'ala Wujuubil Akhdzi bikhabaril Waahidi fi al-Ahkaam wal 'Aqaaid.

Hadits Ahad Hujjah dalam Hukum dan Aqidah.

Syaikh Abu Usamah Salim bin Ied al-Hilaly.

Daftar Isi.

Muqadimah.

Bagian Pertama.

Dalil Pertama: al-Quran al-Karim.

Pembagian Qira'at Menurut Ulama Qira'at.

Pendapat Ahli Hadits.

Pandangan Imam Qira'at.

Dalil Kedua: as-Sunnah.

Dalil Ketiga: Ijma'.

Dalil Keempat: Qiyas.

Bagian Kedua.

1. Kalangan Shahabat radhiyallaahu 'anhum.

2. Kalangan Tabi'in rahimahumullaah.

3. Para Imam yang Empat rahimahumullaah.

Bagian Ketiga.

1. Pengingkaran Terhadap Akidah yang Terdapat dalam Sunnah secara Mutlak.

2. Mengingkari Hadits Mutawatir.

2.1. Hadits Mutawatir yang Berhubungan dengan Asma Allah dan SifatNya.

2.1.1. Hadits Nuzul (Berkenaan dengan Turunnya Allah).

2.1.2. Hadits Tentang 'Uluw Allah Subhaanahu wa Ta'aala dan KeberadaanNya di Langit di Atas 'ArasyNya.

2.2. Hadits Tentang Tanda Hari Kiamat.

2.2.1. Munculnya Imam Mahdi yang Ditunggu yaitu Muhammad bin Abdullah. Dan Bahwasanya Keadilan akan Tersebar dengan Merata di Muka Bumi Sebagaimana Kezhaliman dan Kecurangan telah Memenuhi Bumi Sebelumnya.

- Ibnu Khaldun dan Hadits tentang Imam Mahdi.

- Syaikh Muhammad al-Ghazali dan Hadits-hadits tentang Imam Mahdi.

2.2.2. Hadits-hadits tentang Keluarnya Dajjal dan Turunnya Isa Ibnu Maryam 'alaihis salaam.

2.3. Hadits-hadits tentang Orang Mukmin akan Melihat Allah di Surga.

2.4. Hadits-hadits tentang Azab Kubur.

2.5. Ada Beberapa Hadits Mutawatir yang tidak Mereka Yakini karena Diasumsikan Sebagai Hadits Ahad.

2.5.1. Hadits-hadits tentang Pemimpin Quraisy.

2.5.2. Hadits-hadits tentang Telaga.

2.5.3. Hadits Qabdatain.

3. Pengingkaran Terhadap Hadits-hadits Shahih.

Hadits-hadits Shahihain Antara Zhanny dan Yaqin.

1. Hukum dan Definisi Zhann dan Yaqin, Baik secara Etimologi Maupun Terminologi.

2. Pendapat Para Ulama yang Menyatakan Bahwa Hadits-hadits dalam Shahihain Bersifat Qath'i.

1. Komentar Abu Ishak Al-Isfiraini (W. 418 H).

2. Imam Al-Haramain Al-Juwainy (W. 478 H).

3. Ibnu Al-Qaisarany (W. 507 H).

4. Ibnu ash-Shalah (W. 643 H).

5. Al-Imam Ibnu Taimiyah al-Harrany (W. 728 H).

6. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah (W. 751 H).

7. Al-Hafidz Shalahuddin Ibnu Kikaldi Al-Allaiy (W. 761 H).

8. Al-Hafidz Ibnu Katsir (W. 774 H).

9. Sirajuddin Al-Bulqiny (W. 805 H).

10. Al-Allamah Abu Al-Faidh Al-Farisi Al-Hanafi (W. 837 H).

11. Al-Hafizh Abu Nashr Al-Wa'ily as-Sajziy.

12. Al-Hafidz Jalaluddin As-Suyuthi (W. 911 H).

13. Ibnu Hajar Al-Asqalaniy (W. 852 H).

14. Syaikh Waliyullah Ad-Dahlawy (W. 1176 H).

15. Al Imam Asy-Syaukany (W. 1250 H).

16. Syaikh Muhammad Anwar al-Kasymiry (W. 1352 H).

3. Dalil yang Digunakan oleh Ulama yang Menyatakan Hadits-hadits Shahihain Bersifat Qath'i.

4. Dalil-dalil yang Digunakan oleh Ulama yang Menyatakan Bahwa Hadits-hadits Shahihain Bersifat Zhanni.

5. Komentar Ibnu Ash-Shalah dan al-Hafizh Ibnu Hajar.

6. Hadits-hadits Shahihain dan Hadits Masyhur.

Kesimpulan.

Buku Rujukan Penting.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Adillatu wa asy-Syawaahidu 'ala Wujuubil Akhdzi bikhabaril Waahidi fi al-Ahkaam wal 'Aqaaid, Penulis: Syaikh Abu Usamah Salim bin Ied al-Hilaly, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Hadits Ahad Hujjah dalam Hukum dan Aqidah, Penerjemah: Normal Sho'iman, Editor: Abdul Basith Basamhah Lc, Penerbit: Pustaka as-Sunnah, Jakarta - Indonesia, Cetakan I, September 2006 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Daftar Isi | Ensiklopedia Kitab-kitab Rujukan Hadits

Tadwiin as-Sunnah an-Nabawiyah, Nasy`atuhu wa Tathawwuruhu min al-Qarn al-Awwal ila Nihaayah al-Qarn at-Taasi' al-Hijrii.

Ensiklopedia Kitab-kitab Rujukan Hadits, Lengkap dengan Biografi Ulama Hadits & Sejarah Pembukuannya.

Syaikh Dr. Muhammad bin Mathar az-Zahrani.

Daftar Isi.

Mukadimah.

Pendahuluan.

Bab I: Kedudukan Sunnah dalam Islam dan Perhatian Ulama Salaf Terhadapnya.

Pasal Pertama: Persamaan Kedudukan Hukum antara al-Qur`an dan as-Sunnah.

Dalil Tentangnya dari al-Qur`an.

Dalil Tentangnya dari Sunnah Nabi.

Dalil Tentangnya dari Perkataan Ulama Salaf.

Pasal Kedua: Perhatian Ulama Salaf Terhadap Sunnah.

Pertama: Perhatian Terhadap Sunnah pada Masa Sahabat.

Kedua: Perhatian Terhadap Sunnah yang Suci pada Zaman Tabi'in dan Generasi Setelahnya.

Ketiga: Perjalanan Menuntut Ilmu Hadits.

- Sejarah Perkembangan Perjalanan (Rihlah) dalam Rangka Menuntut Ilmu.

- Penyebab Perjalanan untuk Menuntut Ilmu.

- Urgensi Perjalanan Mencari Hadits dan Tujuan-tujuannya.

Pasal Ketiga: Para Pengekor Hawa Nafsu dan Kelompok Sesat; Sikap Mereka Terhadap Kehujjahan as-Sunnah.

Penjelasan Pertama: Penolakan Sunnah Secara Mutlak.

Penjelasan Kedua: Penolakan Terhadap Hadits Ahad.

Penjelasan Ketiga: Penolakan Penambahan Nash.

Bab II: Kodifikasi Sunnah pada Abad Pertama dan Kedua Hijriyah.

Pasal Pertama: Kodifikasi Sunnah pada Abad Pertama Hijriyah.

Pertama: Kodifikasi Sunnah Dimulai pada Masa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam.

Kedua: Kesungguhan Para Sahabat dalam Kodifikasi Sunnah dan Menyampaikannya kepada Umat.

Ketiga: Kesungguhan Tabi'in dalam Mengkodifikasi Sunnah.

Pasal Kedua: Kodifikasi Sunnah pada Abad Kedua Hijriyah.

Pertama: Perkembangan Kodifikasi Sunnah pada Abad ini dari Abad Sebelumnya.

Kedua: Orang-orang yang Terkenal Sebagai Penulis Hadits pada Abad ini.

Ketiga: Kajian Singkat Tentang Beberapa Contoh dari Buku yang Dikodifikasi pada Masa ini.

Bab III: Kodifikasi Sunnah pada Abad Ketiga Hijriyah.

Pasal Pertama: Kitab-kitab Musnad.

Definisi Musnad.

Metode Penyusunan Kitab Musnad.

Kitab-kitab Musnad yang Terpenting.

Kajian Singkat Terhadap Contoh Kitab Musnad.

Kitab al-Musnad.

- Metode Penyusunannya.

- Kedudukan Musnad Ahmad.

- Jumlah Hadits dalam al-Musnad.

- Jumlah Sahabat yang Haditsnya Termaktub dalam Musnad.

- Syarat Imam Ahmad.

- Derajat Hadits-hadits Musnad.

- Klasifikasi Hadits-hadits Musnad yang Telah Dicetak.

- Perhatian Ulama Terhadap Musnad.

Peta Tempat Para Ulama Hadits.

Pasal Kedua: al-Kutub as-Sittah.

Pertama, Shahih al-Bukhari.

Kedua, Shahih al-Imam Muslim.

Ketiga, Sunan Abu Dawud as-Sijistani.

Keempat, Jami' Abu Isa at-Tirmidzi.

Kelima, Sunan Abu Abdurrahman an-Nasa`i.

Keenam, as-Sunan Milik al-Hafizh Abu Abdullah Ibnu Majah.

Bab IV: Kodifikasi as-Sunnah pada Abad Keempat dan Kelima.

Pasal Pertama: Kodifikasi as-Sunnah pada Abad Keempat Hijriyah.

Pertama: Kajian Singkat Tentang Contoh-contoh Pilihan dari Kitab as-Sunnah yang Dikodifikasi pada Abad Keempat Hijriyah.

- Shahih al-Imam Ibnu Khuzaimah.

- Shahih Ibnu Hibban.

- Al-Mustadrak, Karya Abu Abdillah al-Hakim an-Naisaburi.

- Syarah Musykil al-Atsar, Karya Abu Ja'far ath-Thahawi.

- Al-Mu'jam al-Kabir, Karya al-Hafizh ath-Thabrani.

- Kitab as-Sunan, Karya Imam ad-Daruquthni.

- As-Sunan al-Kubra, Karya al-Hafizh al-Baihaqi.

Kedua: Kitab-kitab al-Mustakhraj.

- Definisi al-Mustakhraj.

- Manfaat al-Mustakhraj.

- Di antara Kitab-kitab Mustakhraj dari Hadits Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim yang Paling Penting.

Pasal Kedua: Kodifikasi as-Sunnah pada Abad Kelima Hijriyah.

Pertama, Kitab Terpenting dalam Menggabungkan Antara Seluruh al-Kutub as-Sittah atau Sebagainya.

- Menggabungkan Antara Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim.

- Menggabungkan Antara al-Kutub as-Sittah dan al-Kutub al-Khamsah.

Kedua, Kajian Singkat untuk Contoh dari Kitab-kitab Hadits yang Disusun pada Abad Kelima ini.

1. Syarh as-Sunnah, Karya al-Hafizh al-Baghawi.

2. Mashabih as-Sunnah, Karya al-Hafizh al-Baghawi.

3. Jami' al-Ushul fi Ahadits ar-Rasul, Karya al-Hafizh Ibnu al-Atsir.

Bab V: Arah Kodifikasi as-Sunnah Setelah Abad Kelima Hingga Akhir Abad Kesembilan Hijriyah.

Pasal Pertama: Beberapa Kitab Hadits dalam Tema Tertentu dan Terbatas.

Pertama: Kitab-kitab al-Maudhu'at (Hadits-hadits Palsu).

Kedua: Kitab-kitab al-Ahkam.

Ketiga: Kitab-kitab Gharib al-Hadits.

- Pertama, Kitab Abu Ubaid, Gharib al-Hadits.

- Kedua, Kitab an-Nihayah fi Gharib al-Hadits, Karya Ibnu al-Atsir.

Pasal Kedua: Kitab-kitab dalam Tematik Umum dan Universal.

Pertama: Kitab-kitab Athraf.

Kedua: Kitab-kitab Takhrij.

- Pertama, Nashb ar-Rayah li Ahadits al-Hidayah.

- Kedua, at-Talkhish al-Habir, Karya al-Hafizh Ibnu Hajar.

Ketiga: Kitab-kitab Zawa`id.

Keempat: Kitab-kitab Jawami'.

Penutup.

Daftar Referensi.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Tadwiin as-Sunnah an-Nabawiyah, Nasy`atuhu wa Tathawwuruhu min al-Qarn al-Awwal ila Nihaayah al-Qarn at-Taasi' al-Hijrii, Penulis: Syaikh Dr. Muhammad bin Mathar az-Zahrani, Penerbit: Dar al-Hijrah, Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Judul Terjemahan: Ensiklopedia Kitab-kitab Rujukan Hadits, Lengkap dengan Biografi Ulama Hadits & Sejarah Pembukuannya, Penerjemah: Muhammad Rum MA et al, Muraja'ah & Penerbit: Darul Haq, Jakarta - Indonesia, Cetakan I, Jumadal Ula 1432 H/ April 2011 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Daftar Isi | Bekam, Sunnah Nabi & Mukjizat Medis

Al-Hijamah Sunnatun Nabawiyyah wa Mu'jizatun Thibbiyyah.

Bekam, Sunnah Nabi & Mukjizat Medis.

Syaikh Syihab Al-Badri Yasin.

Daftar Isi.

Pedoman Transliterasi.

Bagaimana Memahami Bekam (Sebuah Pengantar dari Editor).

Pengantar Cetakan III.

Latar Belakang Perevisian Cetakan III.

Perintahkan Umatmu Agar Berbekam, Wahai Muhammad!

Sunnah Qouliyah yang Menganjurkan Berbekam.

Nasihat Penduduk Langit.

Riwayat-riwayat Tentang Berbekamnya Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam: Sunnah Fi'liyyah.

Upah Juru Bekam.

Titik-titik Bekam yang Efektif.

Bekam dan Ihrom.

Bekam Sebagai Pengobatan Bisul.

Waktu-waktu Berbekam.

Hari-hari dalam Sepekan.

Keadaan Para Sahabat dan Bekam.

Bekam Menyembuhkan Racun dan Sihir.

Puasa Orang yang Berbekam.

Berbekamnya Para Sahabat Ketika Mereka Berpuasa.

Mandi Karena Berbekam.

Beberapa Hal Penting.

1. Imam Syafi'i.

2. Kisra dan Harits bin Kaldah.

3. Jibro'il dan Ar-Rosyid.

4. Makna Sehat.

5. Obat.

Artikel di Majalah Berbahasa Arab Al-Ahrom.

Para Dokter Barat Lebih Menghormati Thibbun Nabawi (Pengobatan Ala Nabi) daripada Kita.

Kesaksian Beberapa Orang yang Pernah Sakit Selama Bertahun-tahun.

Manfaat-manfaat Medis Pengobatan Bekam.

Manfaat-manfaat Pengobatan Bekam Kering.

Cara Modern Penggunaan Gelas Udara dan Bekam.

Peralatan.

Cara Penggunaan.

Larangan-larangan Bekam.

Daftar Titik-titik Bekam.

Kegemukan (Obesitas).

Elephantiasis (Penyakit Kaki Gajah).

Sciatica (Sakit Pinggang).

Sakit Perut.

Sembelit.

Gangguan Jantung dan Lambung.

Menurunnya Fungsi Lambung, Peradangan dan Nyeri Perut.

Alergi Makanan.

Rematik.

Sesak Nafas.

Asma.

Insomnia (Susah Tidur).

Mencret.

Kram Otot.

Kencing Manis (Diabetis).

Gangguan Kandung Empedu dan Hati.

Menggigil Tanpa Demam.

Ngompol.

Amandel.

Gatal-gatal (Harsh).

Radang Usus Besar.

Tekanan Jiwa yang Berat (Stress).

Gangguan Kandung Empedu.

Siklus Haid Tidak Teratur.

Ginjal.

Tekanan Darah Tinggi.

Sakit-sakit di Lutut.

Sakit-sakit di Kaki.

Sakit di Sekitar Tulang Belakang.

Gangguan Jiwa.

Lumpuh (Stroke) karena Penyumbatan Pembuluh Darah Otak.

Encok (Gout).

Rematoid.

Luka, Bisul di Betis dan Pantat, serta Gatal-gatal.

Menurunnya Daya Tahan Tubuh.

Sinusitis.

Sakit di Daerah Perut.

Gangguan Lambung dan Tukak Lambung.

Wasir.

Penyakit Jantung.

Mandul.

Terlalu Banyak Tidur.

Sakit Kepala Sebelah (Migran).

Memperbaiki Sirkulasi Darah.

Penyempitan dan Penyumbatan Pembuluh Darah.

Sakit Punggung.

Sakit Bahu dan Tengkuk.

Sakit Bahu.

Badan Kurus.

Untuk Membantu Meninggalkan Merokok.

Pendengaran Berkurang, Radang dan Pembengkakan Telinga.

Varises.

Melancarkan Sirkulasi Darah.

Menurunnya Aliran Darah.

Meningkatkan Daya Ingat.

Meningkatkan Konsentrasi.

Fistula Ani.

Sakit Punggung.

Gangguan Kandung Kemih.

Kaki Kesemutan.

Salah Urat.

Lumpuh Menyeluruh.

Pusing Karena Gangguan Lambung.

Pusing Karena Sembelit.

Gangguan pada Prostat dan Lemah Syahwat.

Pusing Karena Gangguan Tulang Belakang.

Pusing Karena Gangguan pada Empedu dan Hati.

Pusing saat Menstruasi Bulanan bagi Wanita.

Rasa Sakit di Tungkai dan Telapak Kaki.

Dingin di Telapak Kaki.

Nervous (Tegang, Gelisah).

Tumor Otak.

Penebalan dan Pengerasan Telapak Kaki.

Lutut yang Kaku.

Gangguan Pankreas.

Kejang-kejang.

Tidak Bisa Bicara.

Penyakit Mata.

Mundurnya Fungsi Sel-sel Otak.

Berhenti Haid.

Pembengkakan Testis.

Tekanan Darah Rendah.

Berbagai Penyakit Rahim.

Keluarnya Cairan Vagina Tanpa Bau, Warna, dan Tanpa Gatal.

Keluarnya Cairan Vagina.

Peradangan Syaraf Trigeminus dan Facialis.

Untuk Meningkatkan Produktivitas Indung Telur (Kesuburan).

Pusing Karena Mata Lelah.

Batuk Kronis dan Penyakit-penyakit Paru-paru.

Pusing Karena Tekanan Darah Tinggi.

Pusing Karena Sinusitas.

Pusing Karena Anemia.

Pusing Karena Flu.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Al-Hijamah Sunnatun Nabawiyyah wa Mu'jizatun Thibbiyyah, Penulis: Syaikh Syihab Al-Badri Yasin, Penerbit: Maktabah Auladisy Syaikh lit Turots, Cetakan II Edisi Revisi: 2001 M - 1422 H, Judul Terjemahan: Bekam, Sunnah Nabi & Mukjizat Medis, Penerjemah: Hawin Murtadlo, Muraja'ah: Abu Umar Basyir, Editor Medis: dr. Wadda' A. Umar, dr. Sunardi, Penerbit: Al-Qowam, Sukoharjo - Indonesia, Cetakan XIX, Oktober 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Daftar Isi | Jalan Menuju Istiqamah

Thariqul Istiqamah.

Jalan Menuju Istiqamah.

Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullaah.

Daftar Isi.

Mukaddimah.

Jalan Menuju Istiqamah dalam Keragaman Kondisi Perkataan dan Perbuatan.

Kaidah yang Urgen.

Berjalan kepada Allah dengan Modal Ilmu dan Amal.

Fase-fase Perjalanan.

Golongan-golongan Manusia dalam Menempuh Fase-fase Perjalanan.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Kitab: Thariqul Istiqamah, Penulis: Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullaah, Penerbit: Darul Manar, Cetakan I, Tahun 1412 H, Judul Terjemahan: Jalan Menuju Istiqamah, Penerjemah: Ustadz Kathur Suhardi hafizhahullaah, Penerbit: Darul Falah, Jakarta - Indonesia, Cetakan Kelima, Dzulqa'dah 1422 H.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Daftar Isi | Bekam Untuk 7 Penyakit Kronis

Sembuh dengan Satu Titik 2.

Bekam Untuk 7 Penyakit Kronis.

dr. Wadda' A. Umar hafizhahullaah.

Daftar Isi.

Kata Pengantar.

Pedoman Transliterasi.

Peranan Bekam dalam Pengobatan Penyakit.

Bekam Menurut Islam.

Anjuran Berobat dengan Bekam.

Nabi (shallallaahu 'alaihi wa sallam) juga Berbekam.

Tempat-tempat yang Baik untuk Dibekam.

Manfaat Bekam.

Bekam Menurut Kedokteran Tradisional dan Modern.

Sembuh dengan Satu Titik.

Kanker.

Pengertian Kanker.

Keluhan atau Gejala-gejala Kanker.

Kanker Rahim (Uterine Cancer, Carcinoma Uterus)

Tumor Jinak dalam Rahim.

Tumor Ganas Rahim (Carcinoma Uteri).

Kanker Leher Rahim (Cervical Cancer, Carcinoma Cervix, Ca Cervix).

Tumor Jinak Leher Rahim.

Tumor (Kanker) Ganas Leher Rahim (Carcinoma Cervix, Ca Cervix).

Kanker Payudara.

Kanker Paru-paru (Lung Cancer, Carcinoma Paru, Ca Paru).

Kanker Otak.

Kanker Tulang.

Kanker Darah.

Leukemia.

Multiple Myeloma.

Limfoma Maligna (Kanker Getah Bening).

Kanker atau Carcinoma Kolon dan Rektum.

Kankerr Hati (Hepatocellular Carcinoma, HCC).

Pengobatan Kanker.

Peranan Bekam dalam Pengobatan Kanker.

Gambar Titik Bekam untuk Penyakit Kanker.

Gambar Titik Bekam Penyakit Kanker di Perut.

Gambar Titik Bekam Penyakit Kanker di Punggung.

Gambar Titik Bekam Penyakit Kanker di Kaki.

Letak Titik Bekam untuk Penyakit Kanker.

Letak Titik Bekam di Kepala.

Letak Titik Bekam di Perut.

Letak Titik Bekam di Punggung.

Letak Titik Bekam di Kaki.

Kencing Manis (Diabetes Mellitus).

Berapakah Kadar Gula Darah yang Sehat?

Dua Tipe Kencing Manis.

Keluhan dan Gejala Kencing Manis.

Komplikasi Diabetes.

Komplikasi Mendadak (Akut).

Komplikasi Menahun (Kronis).

Penanganan Diabetes.

Diabetes Mellitus Menurut Kedokteran Tradisional.

Peranan Bekam pada Diabetes Mellitus.

Bekam untuk Diabetes di Tubuh Bagian Atas.

Bekam untuk Diabetes di Tubuh Bagian Tengah.

Bekam untuk Diabetes di Tubuh Bagian Bawah.

Syarat Bekam pada Diabetes.

Gambar Titik Bekam untuk Penyakit Diabetes.

Gambar Titik Bekam untuk Penyakit Diabetes di Perut.

Gambar Titik Bekam untuk Penyakit Diabetes di Punggung.

Gambar Titik Bekam untuk Penyakit Diabetes di Kaki.

Letak Titik Bekam pada Diabetes Mellitus.

Letak Titik Bekam di Perut.

Letak Titik Bekam di Punggung.

Letak Titik Bekam di Kaki.

Penyakit Liver.

Hepatitis.

Sirosis Hati (Sirosis Hepatic).

Batu Empedu dan Radang Empedu.

Kanker Hati.

Penanganan Penyakit Liver.

Peranan Bekam dalam Pengobatan Liver.

Gambar Titik Bekam untuk Penyakit Liver.

Gambar Titik Bekam Penyakit Liver di Perut.

Gambar Titik Bekam Penyakit Liver di Punggung.

Gambar Titik Bekam Penyakit Liver di Kaki.

Letak Titik Bekam pada Penyakit Liver.

Letak Titik Bekam di Perut.

Letak Titik Bekam di Punggung.

Letak Titik Bekam di Tangan.

Letak Titik Bekam di Kaki.

Rematik.

Gejala Rematik.

Penanganan Rematik.

Penyakit Rematik Menurut Kedokteran Tradisional.

Peranan Bekam pada Rematik.

Gambar Titik Bekam untuk Penyakit Rematik.

Gambar Titik Bekam Penyakit Rematik di Perut.

Gambar Titik Bekam Penyakit Rematik di Punggung.

Gambar Titik Bekam Penyakit Rematik di Kaki.

Letak Titik Bekam untuk Penyakit Rematik.

Letak Titik Bekam di Leher.

Letak Titik Bekam di Perut.

Letak Titik Bekam di Punggung.

Letak Titik Bekam di Kaki.

Asam Urat Tinggi (Hiperurisemia).

Penyebab Timbulnya Asam Urat.

Gejala Kelebihan Asam Urat.

Kadar Normal Asam Urat.

Penyebab Kelebihan Asam Urat.

Pengobatan Asam Urat Tinggi.

Asam Urat Tinggi Menurut Kedokteran Tradisional.

Peranan Bekam dalam Penanganan Asam Urat Tinggi.

Gambar Titik Bekam untuk Penyakit Asam Urat.

Gambar Titik Bekam Penyakit Asam Urat di Perut.

Gambar Titik Bekam Penyakit Asam Urat di Punggung.

Gambar Titik Bekam Penyakit Asam Urat di Kaki.

Letak Titik Bekam pada Penanganan Asam Urat.

Letak Titik Bekam di Perut.

Letak Titik Bekam di Punggung.

Letak Titik Bekam di Kaki.

Kolesterol Tinggi (Hiperkolesterolemia).

Kadar Kolesterol dalam Darah.

Bahaya Kolesterol Tinggi.

Gejala Kolesterol Tinggi.

Penanganan Hiperkolesterolemia.

Peranan Bekam dalam Penanganan Kolesterol Tinggi.

Gambar Titik Bekam untuk Penyakit Kolesterol Tinggi.

Gambar Titik Bekam Penyakit Kolesterol Tinggi di Perut.

Gambar Titik Bekam Penyakit Kolesterol Tinggi di Punggung.

Gambar Titik Bekam Penyakit Kolesterol Tinggi di Kaki.

Letak Titik Bekam pada Penanganan Kolesterol.

Letak Titik Bekam di Perut.

Letak Titik Bekam di Punggung.

Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi).

Cara Mengukur Tekanan Darah.

Kriteria Hipertensi.

Bahayanya Hipertensi.

Penanganan Hipertensi.

Peranan Bekam dalam Penanganan Hipertensi.

Gambar Titik Bekam untuk Penyakit Hipertensi.

Gambar Titik Bekam Penyakit Hipertensi di Perut.

Gambar Titik Bekam Penyakit Hipertensi di Punggung.

Gambar Titik Bekam Penyakit Hipertensi di Kaki.

Letak Titik Bekam untuk Hipertensi.

Letak Titik Bekam di Kepala Leher.

Letak Titik Bekam di Perut.

Letak Titik Bekam di Punggung.

Letak Titik Bekam di Kaki.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

Maraji'/ Sumber:

Buku: Bekam Untuk 7 Penyakit Kronis, Penulis: dr. Wadda' A. Umar hafizhahullaah, Editor: Laily Mukholishotin, Penerbit: Thibbia, Thibb Nabawi & Herba, Surakarta - Indonesia, Cetakan I, Nopember 2012 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Daftar Isi Ringkasan Bidayah wa Nihayah