Misteri Kematian: Kegelapan Kubur

Misteri Kematian

Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat

Alam Kubur

Kegelapan Kubur

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra-dhiyallaahu 'anhu:

"Seorang wanita hitam atau seorang pemuda biasa menyapu masjid, suatu ketika Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam kehilang dia lalu menanyakannya, para shahabat (ra-dhiyallaahu 'anhum) menjawab: 'Sudah meninggal.' Beliau (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) bersabda: 'Kenapa kalian tidak memberitahukan padaku?' Sepertinya mereka menganggap sepele, setelah itu beliau (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) bersabda: 'Tunjukkan padaku di mana kuburnya!' Mereka menunjukkan kuburan orang itu kepada Rasulullah (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam), beliau menshalatinya setelah itu bersabda: 'Sungguh kubur ini sesak dan gelap bagi penghuninya, Allah menerangi kubur mereka karena do'aku.'" (126)

Syaikh Ibnu al-'Utsaimin rahimahullaah menjelaskan, "kaanat taqummul masjid" maksudnya membersihkan masjid dan membuang sampah yang ada di dalamnya. Ia meninggal dunia di malam hari lalu para shahabat (ra-dhiyallaahu 'anhum) menganggap kondisinya sepele, mereka bilang: Kita tidak perlu memberitahukan kematiannya kepada Nabi (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) malam ini, mereka mengubur jenazahnya, lalu Nabi (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) menanyakan orang tersebut, para shahabat menjawab: Ia sudah meninggal. Beliau (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) bersabda: Kenapa kalian tidak memberitahukan padaku. Maksudnya kenapa kalian tidak memberitahuku saat ia meninggal. Setelah itu beliau (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) bersabda: Tunjukkan padaku di mana kuburnya! Mereka menunjukkan kuburan orang itu kepada Rasulullah (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam), beliau menshalatinya setelah itu bersabda: Sungguh kubur ini sesak dan gelap bagi penghuninya, Allah menerangi kubur mereka karena do'aku.

Hadits ini mengandung banyak faedah:

1. Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam mengagungkan seseorang berdasarkan 'amal yang dilakukan dan yang biasa dikerjakan, seperti ketaatan dan ibadah.

2. Wanita boleh bertugas membersihkan masjid, pekerjaan ini tidak hanya dimonopoli kaum lelaki saja.

3. Membersihkan masjid dan menghilangkan sampah yang ada di dalam masjid disyari'atkan.

4. Di antara faedah hadits ini, Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam tidak mengetahui hal ghaib, karena itu beliau (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) bersabda: Tunjukkan padaku di mana kuburnya. Untuk hal-hal yang terlihat saja beliau (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) tidak tahu, berarti untuk yang ghaib tentu lebih tidak tahu, beliau (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) tidak mengetahui hal ghaib. Allah Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman kepada beliau (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam):

"Katakanlah: 'Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) Aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) Aku mengatakan kepadamu bahwa Aku seorang Malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku." (QS. Al-An'am: 50)

5. Faedah lain dari hadits ini adalah syari'at shalat jenazah di atas makam bagi yang belum menshalati sebelum dimakamkan, karena itulah yang dilakukan Nabi (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam), beliau pergi lalu shalat di atas kubur orang tersebut karena beliau belum menshalatinya sebelum jenazah tersebut dimakamkan. Hanya saja syari'at ini hanya berlaku di masa engkau berada. Sementara orang yang sudah mati lama, tidak disyari'atkan untuk dishalati. Karena itulah kita tidak disyari'atkan untuk menshalati jenazah Nabi (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) di atas kubur beliau, tidak juga shalat di atas makam Abu Bakar, 'Umar, 'Utsman, ('Ali) atau shahabat lainnya (ra-dhiyallaahu 'anhum), ataupun para 'ulama dan imam. Namun misalnya ada seseorang meninggal satu atau dua tahun kemarin lalu engkau ingin shalat jenazah di atas kuburnya karena engkau belum menshalatinya saat ia meninggal, hukumnya tidak apa-apa.

6. Faedah lain dari hadits ini adalah Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam sangat memperhatikan ummat, beliau selalu menanyakan kondisi ummat, masalah besar tidak membuat beliau melupakan masalah-masalah kecil. Semua hal yang menyinggung kaum muslimin pasti ditanyakan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam.

7. Faedah lain: Boleh menanyakan sesuatu yang lazimnya bukan sebagai bentuk mengungkit-ungkit sesuatu, karena Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tunjukkan padaku di mana kuburnya!" (127)

===

(126) Riwayat Muslim, hadits nomor 956, hadits ini juga disebut dalam Shahih al-Bukhari 1/460, hanya saja tidak menyebut sabda: Sungguh kubur-kubur ini.

(127) Syarh Riyadush Shalihin 2/44-46, secara ringkas.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis: Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, Ta'liq: Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin, judul terjemahan: Seri ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah: Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing, CV Darul Ilmi, Bogor - Indonesia, Cetakan II, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013 M.

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Daftar Isi Ringkasan Bidayah wa Nihayah