Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaah.
Kajian Keduapuluh Tiga.
Kajian Ramadhan.
Gambaran Surga (5).
Dalam Shahiih Muslim disebutkan riwayat hadits dari Abu Hurairah ra-dhiyallaahu 'anhu bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Golongan pertama yang masuk ke dalam Surga adalah seperti keindahan bulan pertama, disusul kemudian yang sesudahnya seperti sinar bintang di langit yang paling terang sinarnya. Selanjutnya mereka mempunyai tempat-tempat dimana mereka tidak akan berak maupun kencing, serta tidak membuang ingus dan tidak meludah. Sisir-sisir mereka terbuat dari emas, dupa mereka adalah kayu gaharu, dan keringat mereka adalah kesturi. Besar tubuh mereka sama, sebesar tubuh moyang mereka, Adam, yaitu enam puluh hasta."
Dalam riwayat lain disebutkan:
"Di antara mereka tidak ada perselisihan dan tidak ada rasa saling benci. Hati mereka laksana satu hati. Mereka senantiasa bertasbih menyucikan Allah sepanjang pagi dan petang."
Dalam riwayat lainnya lagi dikatakan:
"Pasangan-pasangan mereka adalah bidadari yang indah jelita matanya."
Masih dalam riwayat Muslim, disebutkan pula hadits dari Jabir ra-dhiyallaahu 'anhu bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya para penghuni Surga itu makan dan minum di dalam Surga, namun mereka tidak pernah meludah, tidak kencing, tidak berak, dan tidak mengeluarkan ingus." Para Shahabat ra-dhiyallaahu 'anhum bertanya: "Lalu bagaimana dengan ampas makanan yang mereka makan?" Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sendawa dan keringat seperti aroma kesturi. Mereka senantiasa melantunkan tasbih dan tahmid (menyucikan dan memuji Allah) sebagaimana menarik dan mengeluarkan udara ketika bernapas."
Diriwayatkan dari Zaid bin Arqam ra-dhiyallaahu 'anhu bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Demi Dzat yang menguasai jiwa Muhammad, sesungguhnya salah seorang di antara kalian (yang menjadi penghuni Surga) akan diberi kekuatan seratus kali kekuatan orang biasa dalam hal makan, minum, jima', dan syahwat. Buang hajatnya masing-masing dari mereka hanyalah keringat yang keluar dari kulit mereka seperti tetesan kesturi sehingga perutnya menjadi mengempis." (HR. Ahmad dan an-Nasa-i) (51)
Baca selanjutnya: Gambaran Surga (6)
===
(51) Al-Mundziri dalam at-Targhib wat Tarhib mengatakan: Para rawi hadits ini dapat dijadikan sebagai hujjah untuk menentukannya sebagai hadits shahih. Ath-Thabrani meriwayatkannya dengan sanad shahih, demikian juga Ibnu Hibban dalam Shahihnya serta al-Hakim.
===
Maraji'/ sumber:
Kitab: Majaalisu Syahru Ramadhaan, Penulis: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaah, Penerbit: Daruts Tsurayya lin Nasyr - Riyadh, Cetakan I, 1422 H/ 2002 M, Judul terjemahan: Kajian Ramadhan, Penerjemah: Salafuddin Abu Sayyid, Penerbit: al-Qowam - Solo, Cetakan V, 2012 M.
===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT