12- Jika dihadapkan kepada dua pilihan, antara mengerjakan sholat tarowih di awal malam berjama'ah dengan sholat tarowih di akhir malam seorang diri maka sholat berjama'ah di awal malam lebih afdhol. Sebab terhitung sholat semalam suntuk sebagaimana telah disebutkan dahulu pada point (4) sebuah hadits marfu' dari Rosululloh shollaLLOOHU 'alay-hi wa sallam.
Demikianlah yang dipraktekkan oleh para Shohabat pada masa kekholifahan 'Umar ro-dhiyaLLOOHU 'anhu, 'Abdurrohman bin 'Abdin al-Qoori berkata:
"Aku keluar bersama 'Umar bin al-Khoththob ro-dhiyaLLOOHU 'anhu pada suatu malam di bulan Romadhon menuju masjid. Kami lihat di situ orang-orang mengerjakan sholat tarowih berkelompok-kelompok. Ada yang sholat seorang diri dan ada pula yang sholat sendirian lalu diikuti oleh orang banyak. 'Umar ro-dhiyaLLOOHU 'anhu berkata: 'Demi ALLOH, menurutku jika mereka dipimpin oleh seorang imam tentunya lebih baik.' Lalu 'Umar ro-dhiyaLLOOHU 'anhu bertekad mewujudkannya. Mereka dikumpulkan oleh 'Umar ro-dhiyaLLOOHU 'anhu dalam sholat tarowih berjama'ah yang diimami oleh Ubay bin Ka'ab ro-dhiyaLLOOHU 'anhu." 'Abdurrohman melanjutkan: "Kemudian aku keluar lagi bersamanya pada malam lainnya. Kami mendapati orang-orang sedang mengerjakan sholat tarowih berjama'ah dipimpin oleh seorang imam. 'Umar ro-dhiyaLLOOHU 'anhu berkata: 'Inilah sebaik-baik bid'ah! Orang-orang yang tidur terlebih dahulu (mengerjakannya di akhir malam) lebih baik daripada orang-orang yang mengerjakannya sekarang (di awal malam). Ketika itu orang-orang mengerjakan sholat tarowih di awal malam." (26)
Zaid bin Wahb berkata: "Abdulloh mengimami kami sholat pada bulan Romadhon, dia baru selesai pada tengah malam." (27)
===
(26) Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhori dan lainnya, dan telah aku cantumkan takhrijnya dalam kitab Sholat Tarowih halaman 48.
(27) Diriwayatkan oleh Imam 'Abdurrozzaq 7741 dengan sanad shohih. Imam Ahmad telah mengisyaratkan atsar ini dan atsar sebelumnya ketika ia ditanya: 'Apakah lebih bagus mengakhirkan sholat tarowih hingga akhir malam?' Dia menjawab: 'Tidak, sunnah yang dilakukan oleh kaum muslimin lebih aku sukai.'
Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam kitab Masail-nya halaman 62.
===
Maroji':
Kitab: Qiyaamu Romadhoon, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani, Judul terjemahan: Qiyam Romadhon, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari dan Siti Khoiriyah, Penerbit: at-Tibyan - Solo, Cetakan I, 2001 M.
===
Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com
===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT