Menguak penerbitan literatur thibbun Nabawi

Menguak penerbitan literatur thibbun Nabawi

13 Februari 1258 M, kota Baghdad mulai diselimuti awan kelam. Ibukota dinasti Abbasiyah yang tadinya penuh kilauan 'ilmu luluh lantah dan bersimbah darah hanya dalam tempo waktu satu minggu saja. Kepulan asap membumbung tinggi di seantero ibukota. Bangsa Mongol di bawah kendali Hulagu Khan dengan beringas membumihanguskan seluruh perpustakaan beserta isinya.

Satu yang tak luput ikut musnah ialah perpustakaan Darul Hikmah. Buku sains, kedokteran, hingga buku agama buah pemikiran dan alih bahasa selama ratusan tahun lamanya, dibuang layaknya sampah yang memenuhi seisi sungai Tigris. Sungai Tigris pun berubah warna menjadi hitam merah asbab pencampuran darah para 'ilmuan dan lunturan tinta dari ribuan manuskrip dan kitab para 'ulama. Bahkan hingga enam bulan lamanya tinta hitam mengalir bersama air sungai Tigris. Dengan ini, zaman kejayaan Islam berakhir sudah.

Pasca peluluhlantahan aset berharga ummat Islam di kota Baghdad, segala kegemilangan redup sudah. Kota menjadi sepi tak berpenghuni. Di pusat baca tak ada lagi kegiatan tholabul 'ilmi, yang ada hanyalah bau anyir dari jasad yang telah mati. Di pinggiran kota hanyalah tersisa tenda-tenda para tentara Mongol yang haus darah dengan tekad menyongsong penghancuran kota Syam dan sekitarnya hingga kota mati bisa terduplikasi.

===

Maroji':
Tabloid Bekam Edisi 3 Cetakan 3/ Tahun 3/ 2012

===

Layanan GRATIS Estimasi Biaya Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
http://www.bajaringantangerang.com

===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Daftar Isi Ringkasan Bidayah wa Nihayah