Orang Muslim dan Harta (5) | Anda dan Harta

Anda dan Harta

Anda dan Harta di Dunia

Orang Muslim dan Harta (5)

Islam menganjurkan untuk merasa cukup (qana'ah) dalam rezeki dan hendaknya seorang muslim tidak melihat orang yang di atasnya dalam rezeki dan kebagusan rupa. Termasuk juga anak-anak dan pengikut yang merupakan hiasan hidup di dunia. Bahkan hendaknya seorang muslim melihat orang yang lebih rendah darinya. Dengan demikian dia tidak akan meremehkan anugerah Allah yang ada padanya. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

"Apabila seseorang melihat orang lain yang lebih tinggi darinya dalam harta dan rupa, maka hendaknya dia melihat orang yang lebih rendah darinya." (1)

Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

"Lihatlah orang yang lebih rendah dari kalian, jangan melihat orang yang lebih tinggi dari kalian. Yang demikian itu lebih layak sehingga kalian tidak meremehkan nikmat Allah -Abu Mu'awiyah menambahkan- atas kalian." (2)

Ibnu Jarir dan lainnya berkata,

"Hadits ini mengumpulkan berbagai kebaikan. Manusia apabila melihat orang yang lebih tinggi darinya dalam urusan dunia, maka dia akan terdorong untuk menyamai orang itu dan meremehkan apa yang ia miliki. Dia akan berambisi untuk menambah atau mendekatinya. Inilah yang terjadi pada kebanyakan manusia. Jika dia melihat orang yang lebih rendah darinya, maka dia akan merasakan nikmat Allah yang ada padanya, mensyukurinya, rendah hati dan berbuat baik dengannya."

Oleh karena itu, jika seorang muslim ingin melihat orang yang lebih tinggi darinya, maka hendaknya ia melihat orang yang lebih tinggi dalam urusan agamanya. Dengan demikian dia akan selalu meningkatkan kebaikannya yang mendekatkan dirinya dengan Rabb dan derajatnya akan tinggi di Surga. Allah akan melebihkan dia di dunia ini dengan apa yang baik baginya, di dunia dan akhirat.

Hendaknya seorang muslim melihat orang yang lebih rendah darinya dalam urusan dunia. Dengan demikian ia akan merasakan karunia Allah yang ada padanya dan mensyukurinya. Yang demikian itu merupakan kebaikan baginya, di dunia dan di akhirat. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

"Jadilah orang yang merasa cukup, maka engkau akan jadi orang yang paling bersyukur." (3)

Seorang hamba apabila merasa cukup dengan apa yang ada, maka dia akan bersyukur. Apabila ia bersyukur, maka Allah akan menambah nikmat-Nya, sebagaimana firman Allah,

"Jika kalian bersyukur, maka sungguh akan aku tambahkan untuk kalian." (QS. Ibrahim: 7)

Jadi, qana'ah bisa menjadi sebab bertambahnya harta dan rezeki. Apabila seseorang selalu melihat orang yang lebih tinggi darinya dalam harta, maka dia akan terkena penyakit iri yang membahayakan dirinya sendiri. Tidak ada obat bagi penyakit ini kecuali dengan petunjuk Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, yaitu melihat orang yang lebih rendah dalam urusan dunia, kemudian bersyukur dan tidak kufur akan nikmat Allah.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

(1) HR. Al-Bukhari, kitab ar-Riqaq, bab Liyanzhur ila Man Huwa Asfal Minhu, wa La Yanzhur ila Man Huwa Fauqahu.

(2) HR. Muslim, kitab az-Zuhd.

(3) Shahih al-Jami' ash-Shaghir 4580.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Anta wal maala, Penulis: Syaikh Adnan ath-Tharsyah, Penerbit: Maktabah Wahbah - Kairo, Judul terjemah: Anda dan harta, Penerjemah: Taufik Damas Lc, Penerbit: Pustaka al-Kautsar, Jakarta - Indonesia, Cetakan I, Juli 2004 M.

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Daftar Isi Ringkasan Bidayah wa Nihayah