Anda dan Harta di Dunia
Orang Muslim dan Harta (4)
Iman tidaklah hanya berupa kalimat yang diucapkan. Allah berfirman,
"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja ketika mereka berkata, 'Kami beriman,' dan mereka tidak diuji? Sungguh telah Kami coba orang-orang sebelum mereka. Dengan demikian Allah benar-benar tahu orang-orang yang jujur dan orang-orang yang bohong." (QS. Al-'Ankabuut: 2-3)
Zakat adalah salah satu cara untuk menguji iman seseorang. Orang yang jujur dalam pengakuan imannya akan mengeluarkan zakat kepada orang-orang yang berhak. Adapun orang yang berbohong, maka mereka tidak akan mengeluarkan zakat dan bakhil akan hartanya. Allah telah mengancam orang seperti ini dengan adzab yang pedih. Allah berfirman,
"Orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak mendermakannya di jalan Allah, maka kabarkanlah mereka dengan adzab yang pedih. Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam Neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi, lambung dan punggung mereka. Inilah yang kalian simpan untuk diri kalian sendiri. Maka rasakanlah apa yang kalian simpan itu." (QS. At-Taubah: 34-35)
Bisa jadi, sebab ujian dari Allah adalah untuk menyucikan hamba dari dosa-dosa dan kesalahan, sehingga Allah menjatuhkan padanya kesalahan. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam,
"Selalu saja ada ujian bagi orang mukmin dan mukminah dalam jiwanya, anaknya, dan hartanya, sehingga Allah menjatuhkan kepadanya kesalahan." (1)
Ini bagian dari rahmat Allah kepada hamba dan merupakan kehendak baik dari-Nya. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
"Apabila Allah menghendaki kebaikan pada seseorang, maka Dia cepatkan siksaan di dunia. Apabila Allah menghendaki keburukan pada seseorang, maka Dia tunda siksa itu sampai dia mati dengan membawa dosanya di hari Kiamat." (2)
Terkadang ujian harta lebih besar, maka ganjaran yang akan diterima pun lebih besar. Seperti seseorang yang berperang demi mempertahankan hartanya kemudian terbunuh, maka dia mati dalam keadaan syahid.
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
"Barangsiapa mati karena membela hartanya, maka dia mati dalam keadaan syahid." (3)
Orang yang mati syahid akan minta kembali hidup, untuk mati lagi, karena mengetahui kemuliaan mati syahid di sisi Allah. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
"Tidak seorang pun yang masuk Surga akan suka untuk kembali hidup di dunia dengan sedikit harta, kecuali orang yang mati syahid. Dia akan mengharap kembali ke dunia untuk mati sepuluh kali lagi. Yang demikian itu karena dia melihat kemuliaan yang besar." (4)
Baca selanjutnya:
Kembali ke Daftar Isi buku ini.
Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.
===
(1) Shahih Sunan at-Tirmidzi 1957.
(2) Shahih Sunan at-Tirmidzi 1953.
(3) HR. Al-Bukhari, kitab al-Mazhalim, bab Man Qatala Duna Malihi.
(4) HR. Al-Bukhari, kitab al-Juhad, bab Tamanna al-Mujahid an Yarji'a ila ad-Dunya.
===
Maraji'/ Sumber:
Kitab: Anta wal maala, Penulis: Syaikh Adnan ath-Tharsyah, Penerbit: Maktabah Wahbah - Kairo, Judul terjemah: Anda dan harta, Penerjemah: Taufik Damas Lc, Penerbit: Pustaka al-Kautsar, Jakarta - Indonesia, Cetakan I, Juli 2004 M.
===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT