Tafsir wanita: Apa Beda Darah Istihadhah dari Darah Haidh dan Nifas?

Tafsir wanita

Surat al-Baqarah

Ketiga: Istihadhah

Apa Bedanya dari Darah Haidh dan Nifas?

Darah istihadhah berbeda dari darah haidh dan nifas dalam beberapa hal berikut:

Pertama; Haidh itu memiliki waktu tertentu yang pada umumnya sudah diketahui, yakni tatkala seorang wanita telah mencapai akil baligh, kira-kira pada usia sembilan tahun atau lebih. Seorang wanita tidak mungkin haidh di usia kurang dari sembilan tahun. Demikian juga dengan darah yang keluar dari seorang yang telah manopause, tidak dianggap sebagai darah haidh dalam pandangan banyak ulama. Sedangkan darah istihadhah, ia tidak memiliki waktu tertentu yang bisa diketahui secara teratur.

Kedua; Darah haidh adalah darah yang biasa terjadi pada wanita dalam waktu tertentu setiap bulan. Sedangkan istihadhah, ia adalah darah yang syadz (di luar kebiasaan), keluar dari vagina seorang wanita dalam waktu yang tidak biasa.

Ketiga; Darah haidh adalah darah biasa yang tidak ada hubungannya dengan sebab penyakit, sedangkan darah istihadhah adalah darah yang keluar akibat adanya ketidaknormalan atau penyakit, atau adanya kerusakan organ tubuh, atau karena rusaknya saluran.

Keempat; Warna darah haidh itu adalah hitam pekat dan baunya tidak sedap. Sedangkan darah istihadhah warnanya merah dan tidak begitu berbau.

Kelima; Darah nifas tidak akan terjadi kecuali setelah melahirkan.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Tafsir al-Qur-an al-Azhim li an-Nisa', Penulis: Syaikh Imad Zaki al-Barudi, Penerbit: al-Maktabah at-Taufiqiyyah, Kairo - Mesir, Judul terjemahan: Tafsir wanita, Penerjemah: Samson Rahman MA, Editor: Farida Muslich Taman, Penerbit: Pustaka al-Kautsar, Jakarta - Indonesia, Cetakan pertama, Juni 2004 M.

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Daftar Isi Ringkasan Bidayah wa Nihayah