Kesurupan
Setan Mendapat Kesempatan (2)
Dari 'Aisyah (ra-dhiyallaahu 'anhuma), ia berkata, "Nabi (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) terkena sihir sehingga beliau merasa melakukan sesuatu padahal tidak, hingga beliau pada hari itu terus berdo'a dan berdo'a, lalu bersabda, 'Aku diberi rasa mendapat petunjuk Allah yang dapat menyembuhkanku. Telah datang kepadaku dua orang (Malaikat). Yang satu duduk di sebelah kepalaku sedang yang satu lagi di sebelah kakiku. Salah seorang dari keduanya berkata, 'Sakit apa yang diderita orang ini?' Maka yang lainnya menjawab, 'Dia terkena sihir.' Dia berkata, 'Siapa pelakunya?' Ia menjawab, 'Lubaid bin A'sham.' Dia bertanya lagi, 'Pada apa?' Ia menjawab, 'Pada sisir yang diletakkan di sumur Dzirwan.' Maka Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam keluar menuju sumur tersebut lalu kembali dengan bersabda kepada 'Aisyah, 'Pohonnya seolah-olah kepala-kepala setan.' Maka aku berkata, 'Apakah engkau keluarkan?' Beliau (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) bersabda, 'Tidak, dan Allah telah menyembuhkanku. Dan aku khawatir hal itu menyebarkan keburukan pada manusia banyak.' Maka sumur tersebut lalu diurug." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Pelajaran dari hadits:
1. Ilmu sihir adalah ilmu yang digunakan untuk berbuat zhalim dan telah diakui keberadaannya sejak zaman dahulu.
2. Ahli sihir selalu menggunakan bantuan setan untuk mencapai tujuan dengan cara yang tidak biasa dilakukan masyarakat pada umumnya.
3. Sihir akan mengenai siapa pun atas izin Allah. Meski Dia mengizinkannya namun tidak disertai dengan ridha-Nya.
4. Tiada seorang pun yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya meragukan kebersihan hati Rasul (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) dan kesuciannya, namun demikian bila Allah izinkan, program setan dapat juga berlangsung.
5. Kendati Rasul (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) terkena sihir namun beliau tidak pernah lupa kepada Allah apalagi sampai tidak sadar. Hal itu mustahil menimpa diri kekasih Allah.
6. Ketika Rasul (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) menemukan sebab yang dirasakannya, beliau mendapat ajaran untuk mengatasinya dan tidak lama Allah menyembuhkannya.
7. Lubaid menggunakan ilmu sihir hanya untuk berkhianat kepada Rasul (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam), namun demikian Rasul (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) mengkhawatirkan peristiwa tersebut akan membawa bencana kepada orang lain. Beliau (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) khawatir anggapan dan pengertian salah yang dapat membahayakan 'aqidah, karena itu Rasulullah (Shallallaahu 'alaihi wa Sallam) segera mengurug sumur yang digunakan Lubaid itu.
8. Seorang hamba yang dipandang mampu mengobati orang yang terkena sihir sering diyakini dapat mengetahui masalah ghaib. Di antaranya mengetahui masalah jin. Ketika orang tersebut mengobati pasiennya dan mengusir jin dari pasien tersebut, boleh jadi dia sedang diperalat setan untuk merusak 'aqidah manusia secara masal. Sebab dengan kemampuannya dia dipandang sebagai orang luar biasa, sehingga akhirnya masyarakat berbondong-bondong berdatangan menemuinya. Pada saat yang sama itulah setan berupaya untuk memperbanyak orang yang kesurupan.
===
Maraji'/ sumber:
Buku: Kiai Meruqyah Jin Berakting, Penulis: K.H. Saiful Islam Mubarak Lc. M.Ag, Editor: Eko Wardhana, Penerbit: PT. Syaamil Cipta Media, Bandung - Indonesia, Cetakan Februari 2004 M.
===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT