Kiai Meruqyah jin Berakting
Kesurupan
Setan Mendapat Kesempatan
Dari Ibnu 'Abbas (ra-dhiyallaahu 'anhuma) bahwasanya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam ditanya seseorang yang di dalam shalatnya berhadats (batal wudhu'), padahal tidak. Maka Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda, "Sesungguhnya setan mendatangi salah seorang dari kamu sedang dia melakukan shalat, hingga dia membuka anggota duduknya, maka diperkirakan bahwa dia telah berhadats (batal wudhu') padahal belum berhadats. Maka bila salah seorang kamu mendapatkan hal itu, janganlah meninggalkan shalat sampai terdengar suaranya dengan telinganya atau merasakan bau dengan hidungnya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menjelaskan kepada kita bahwa:
1. Setan tidak pernah berhenti menggoda hamba-hamba Allah di mana saja mereka berada, dan dalam keadaan apa mereka ditemukan.
2. Shalat seseorang hamba tidak dapat menghalangi program setan untuk menyesatkan manusia. Dia terus membisik ke dalam hati dan perasaan manusia dengan berbagai cara.
3. Orang yang sedang shalat selalu membaca permohonan agar dilindungi dari kejahatan setan, namun demikian setan dapat masuk ke dalam diri orang yang sedang shalat dengan cara yang sangat halus dengan
membisikkan sesuatu agar shalatnya tidak berlangsung dengan lancar, menanamkan keraguan apakah dia harus melanjutkan shalatnya atau berhenti untuk mengambil air wudhu'. Sehingga dalam dirinya terdapat rasa was-was. Artinya orang yang kemasukan setan atau jin tidak hanya orang yang terlihat berperilaku aneh saja, akan tetapi orang yang sedang shalat pun ternyata bisa kemasukan setan atau jin. Karena itu sangat mungkin orang yang dipandang ahli jin dan dia mengatakan bahwa si fulan sedang kemasukan jin justru dia sendiri kemasukan jin. Hanya saja tidak seperti orang yang berperilaku aneh, dia tidak terlihat kemasukan karena jin masuk langsung ke dalam hatinya.
===
Maraji'/ sumber:
Buku: Kiai Meruqyah Jin Berakting, Penulis: K.H. Saiful Islam Mubarak
Lc. M.Ag, Editor: Eko Wardhana, Penerbit: PT. Syaamil Cipta Media,
Bandung - Indonesia, Cetakan Februari 2004 M.
===