Ringkasan Shahih Bukhari: Pengantar Penulis (2)

Ringkasan Shahih Bukhari

Pengantar (2)

Akhirnya, Allah Ta'ala menghendakinya, dimana ketika itu aku ditakdirkan untuk dipenjara pada tahun 1389 H (bertepatan dengan tahun 1969 M) bersama beberapa ulama, padahal tidak ada tindak kejahatan yang telah kami lakukan selain dakwah Islam dan mengajarkannya kepada manusia. Lalu aku dijebloskan ke dalam penjara Qal'ah dan penjara lainnya di kota Damaskus. Kemudian aku dibebaskan untuk beberapa waktu, dan setelah itu dibuang ke penjara yang terletak di Jazirah Arab.

Kehidupan penjara aku jalani selama beberapa bulan dimana dalam masa-masa itu, aku hanya mengharapkan keridhaan di jalan Allah.

Dalam keadaan seperti itu, Allah menakdirkan bahwa tidak ada kitab yang aku bawa pada waktu itu kecuali kitab yang aku cintai, yaitu kitab Shahih al-Imam Muslim beserta pensil dan penghapus. Di sana akhirnya aku dapat merealisasikan cita-cita aku untuk meringkas dan memperbaikinya. Aku berhasil merampungkannya selama tiga bulan, aku kerjakan siang dan malam tanpa mengenal lelah dan keluh kesah.

Dengan demikian, keinginan musuh-musuh ummat ini yang mempunyai dendam kepada kami justru berbalik menjadi nikmat bagi kami. Hal ini terbukti dengan maraknya para penuntut ilmu yang berasal dari berbagai penjuru memayungi diri mereka di bawah naungannya. Oleh karena itu, segala puji bagi Allah, dengan segala nikmat-Nya, sehingga seluruh kebaikan menjadi sempurna.

Allah Ta'ala juga telah memudahkan aku dalam menyelesaikan sebagian besar aktivitas-aktivitas ilmiah, yang tidak mungkin dapat aku lakukan dalam kehidupan normal.

Akhir-akhir ini sebagian pemerintahan melarang aku keluar daerah sekitar Syiria, seperti kunjungan bulanan yang biasa aku lakukan untuk berdakwah kepada al-Qur-an dan as-Sunnah. Aku juga dilarang untuk menyampaikan kajian-kajian ilmiah yang banyak menyita waktu aku dalam mempersiapkan materinya.

Kondisi seperti ini telah menjauhkan aku dari aktivitas yang biasa aku lakukan, dan menghalangi kesempatan aku untuk bertemu dengan orang-orang yang banyak mengambil pelajaran dari aku.

Ketika sebagian rekan aku sempat membaca buku Mukhtashar (ringkasan) Shahih Muslim, ia berkeinginan untuk menerbitkannya. Akan tetapi ia menyarankan kepada aku untuk mulai menerbitkan ringkasan Shahih al-Imam al-Bukhari, baru setelah itu menerbitkan Mukhtashar Shahih Muslim.

Tidak terasa, hari-haripun berlalu dan aku mulai merealisasikan keinginan aku tersebut. Aku meringkas kitab Shahih al-Imam al-Bukhari, meskipun tersendat selama berbulan-bulan, tapi berkat karunia dan kemuliaan serta kekuasaan Allah, aku dapat menyelesaikannya.

Kemudian, ustadz Zuhair asy-Syawisi yang terhormat telah menangani masalah penerbitannya. Dia menyiapkan variasi huruf-huruf dan khat-khat, agar dapat dicetak dengan model-model yang dapat memudahkan pembaca dalam mengetahui jenis hadits yang dimuat; yakni hadits yang bersanad maushul, mu'allaq, marfu' dan atsar-atsar yang mauquf. Demikian pula, agar dapat membedakan antara takhrij dan komentar-komentar aku terhadap hadits tersebut.

Meskipun sangat lamban, namun pada tahun 1394 H alhamdulillah dapat segera diterbitkan. Kemudian pada tahun 1399 H dicetak lagi di kota Beirut, beserta daftar isinya.

Akan tetapi suatu peristiwa tragis terjadi, yaitu berkas-berkas yang diperlukan buat buku aku dalam jumlah yang banyak (1) sehingga saudara Zuhair terpaksa mengcopy ulang dan catatan-catatan aslinya yang hilang tersebut.

Alhamdulillah, beliau berhasil melengkapi secara sempurna juz pertama dari buku tersebut.

Kami berharap semoga Allah Ta'ala memudahkan beliau, sehingga dapat segera mempublikasikan buku tersebut.

===

(1) Di tengah aktivitas memindahkan sebagian perlengkapan buku ini ke ruang penjilidan, mobil yang mengangkutnya raib entah kemana. Beberapa waktu kemudian, sebagian rekan-rekan yang ikut serta kembali dan memberitakan perihal wafatnya saudara Fauzi Ka'kati -rahimahullah- yang bagi aku seperti seorang saudara dan anak. Beliau juga belum genap melewati hari kelima belas dari pernikahannya. Semoga Allah Ta'ala menggantikannya dengan Surga dan menjauhkan negeri Libanon ini dari bencana (barangkali yang dimaksud adalah perang saudara yang terjadi di Libanon kala itu -penerj) yang mengakibatkan banyaknya nyawa orang-orang tak berdosa melayang, dan menghilangkan rasa aman penduduk, serta kesempatan kerja bagi mereka. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun.

Dengan kejadian tersebut, aku kehilangan sebagian besar dari perlengkapan buku. Lalu gudang tempat menyimpan perlengkapan tersebut terbakar, sehingga sebagian besar hilang. Laa haula wa laa quwwata illaa billaah. (Zuhair)

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Daftar Isi Ringkasan Bidayah wa Nihayah