Misteri Kematian: Peristiwa dan Kisah-kisah Husnul Khatimah (2)

Misteri Kematian

Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat

Kematian dan Sakaratul Maut

Peristiwa dan Kisah-kisah Husnul Khatimah (2)

7. Abu Bakar bin Hubaib rahimahullaah.

Abu Bakar rahimahullaah mempelajari hadits dan mendalami 'ilmu agama, ia mengajar dan memberi nasehat, ia adalah sebaik-baik guru. Saat sekarat, teman-temannya berkata: "Berwasiatlah kepada kami." Abu Bakar berkata: "Aku wasiatkan tiga hal kepada kalian: Bertakwalah kepada Allah, rasakan pengawasan Allah saat menyendiri dan waspadailah kematianku. Aku hidup selama enam puluh satu tahun namun sepertinya aku belum pernah melihat dunia." Setelah itu Abu Bakar bertanya kepada sebagian temannya: "Lihat, apakah dahiku berkeringat?" Temannya menjawab: "Ya." Ia berkata: "Alhamdulillah, aku lihat tanda orang-orang mukmin." Setelah itu ia membentangkan tangan saat sekarat, ia berkata: "Ini, aku telah membentangkan tangan, sambutlah dengan karunia, bukan dengan kesenangan pihak musuh." (93)

8. Muhammad bin Munkadir rahimahullaah.

Muhammad bin Munkadir rahimahullaah, dikenal malam sebagai sosok yang senantiasa shalat tahajjud dan menangis. Ibunya meminta bantuan pada saudaranya, 'Umar bin Munkadir dan Abu Hazim untuk menghentikan tangisannya sepanjang malam. Saat kematian menjelang, Shafwan bin Salim mendatanginya, Shafwan terus memberinya dorongan agar sekarat terasa ringan baginya. Wajah Muhammad bin Munkadir memburat laksana lentera, setelah itu Muhamma bin Munkadir berkata kepada Shafwan: "Andai kau tahu kondisi yang aku alami, niscaya kau akan senang." Setelah itu Muhammad bin Munkadir rahimahullaah wafat. (94)

9. Nashr al-Maqdisi asy-Syafi'i rahimahullaah.

Syaikhul Islam al-Faqih Nashr al-Maqdisi asy-Syafi'i rahimahullaah, penulis produktif dan sangat idealis. Muridnya, Nashrullah al-Mashishi meriwayatkan darinya, sesaat sebelum mati, ia berkata: "Tuanku, beri aku waktu, aku diperintah dan tuan juga sama." Setelah itu aku mendengar adzan 'Ashar, aku berkata: "Tuanku, muadzin mengumandangkan adzan." Nashr berkata: "Dudukkan aku." Aku mendudukkannya, ia memulai shalat, takbiratul ihram dan sedekap, ia shalat kemudian ia wafat saat itu juga." (95)

10. Ibnu Qudamah rahimahullaah.

Syaikhul Islam Ibnu Qudamah rahimahullaah, tidaklah ia mendengar suatu do'a melainkan pasti dihafal dan dibaca, ia wafat dengan tangan menghitung bacaan tasbih. (96)

11. Ibnu al-Isma'ili rahimahullaah.

Syaikh kalangan Syafi'iyyah, Ibnu Isma'il bin Syaikhul Islam Abu Bakar Ahmad bin Ibrahim al-Isma'ili rahimahullaah, imam di masanya di bidang fiqih dan ushul fiqih, sosok wara', mujahid, penasehat, derma, dan berakhlak mulia. Ia wafat saat shalat Maghrib sebagai wujud kemuliaan yang diberikan Allah Sub-haanahu wa Ta'aala kepadanya, ia wafat saat membaca:

"(Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." (QS. Al-Fatihah: 7)

Setelah itu ia menghembuskan nafas terakhir. (97)

12. Abu Hasan 'Ali bin Muslim bin Muhammad rahimahullaah.

Imam Abu Hasan 'Ali bin Muslim bin Muhammad al-Faqih rahimahullaah, wafat saat sujud shalat Shubuh, bulan Dzulqa'dah tahun 533 Hijriyyah. (98)

Bersambung...

===

(93) Ats-Tsabat 'indal Mamat, Ibnu Jauzi, hal. 62-63.

(94) Ats-Tsabat 'indal Mamat, Ibnu Jauzi, hal. 141-142.

(95) As-Siyar 19/142-143.

(96) Syadzarat adz-Dzahab oleh Ibnu Ammad al-Hanbali 5/28.

(97) As-Siyar 17/78-88.

(98) Thabaqat asy-Syafi'iyyah, Subki, 4/283.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis: Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, Ta'liq: Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin, judul terjemahan: Seri ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah: Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing, CV Darul Ilmi, Bogor - Indonesia, Cetakan II, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013 M.

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Shahih Tafsir Ibnu Katsir: Surat al-Baqarah (25)

Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Surat al-Baqarah (25)

Al-Baqarah, Ayat 25

Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan Surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rizki buah-buahan dalam Surga-surga itu, mereka mengatakan: 'Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.' Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan bagi mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya. (QS. 2: 25)

Balasan Bagi Orang-orang Mukmin yang Shalih.

Setelah Allah Ta'ala menyebutkan adzab dan siksaan yang disediakan bagi musuh-musuh-Nya dari kalangan orang-orang yang celaka, yaitu orang-orang yang kafir kepada-Nya dan kepada Rasul-rasul-Nya, selanjutnya Dia mengiringinya dengan menyebutkan keadaan para wali-Nya dari kalangan orang-orang yang berbahagia, yaitu mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya, serta membuktikan iman mereka dengan 'amal shalih. Dan itulah makna penyebutan al-Qur-an sebagai "Matsaani" menurut pendapat 'ulama yang paling benar, sebagaimana yang akan kami uraikan pada tempatnya. Yaitu penyebutan iman yang diiringi dengan penyebutan kekufuran, atau sebaliknya. Atau penyebutan orang-orang yang berbahagia diiringi dengan penyebutan orang-orang yang celaka dan sebaliknya. Kesimpulannya adalah penyebutan sesuatu dan disertai kebalikannya (secara beriringan).

Adapun penyebutan sesuatu dengan apa yang menyerupainya disebut sebagai tasyabbuh, sebagaimana akan kami terangkan lebih lanjut insya Allah. Oleh karenanya (al-Qur-an selalu mengiringi penyebutan sesuatu dengan kebalikannya, maka setelah menyebutkan orang-orang yang celaka), Allah Ta'ala berfirman:

"Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan Surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya."

Dijelaskan bahwa di bawahnya mengalir sungai-sungai, yakni di bawah pepohonan dan kamar-kamarnya.

Disebutkan dalam sebuah hadits bahwa sungai-sungai di Surga mengalir tanpa parit. Disebutkan pula tentang sifat telaga al-Kautsar bahwa tepiannya adalah mutiara yang berongga. Tidak ada pertentangan antara keduanya. Tanahnya terbuat dari minyak kasturi al-adzfar, pasirnya dari mutiara dan permata. Kita memohon kepada Allah karunia-Nya, sesungguhnya Dia Maha Melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.

Diriwayatkan dari Ibnu Abi Hatim dari Abu Hurairah ra-dhiyallaahu 'anhu, ia berkata: "Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

'Sungai-sungai Surga memancar dari bawah anak bukit atau gunung yang terbuat dari kasturi.'" (108)

Diriwayatkan juga dari Masruq, ia berkata, "'Abdullah mengatakan: 'Sungai-sungai Surga memancar dari gunung kasturi.'" (109)

Bersambung...

===

(108) Ibnu Abi Hatim 1/87.

(109) Ibnu Abi Hatim 1/88.

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (47)

Adabul Mufrad (47)

Kitab Hubungan Keluarga.

Bab 25. Wajibnya Menyambung Hubungan Keluarga.

47. Kulaib bin Manfa'ah berkata, "Kakekku berkata, 'Wahai Rasulullah, kepada siapa aku paling berbakti?' Beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

'Ibumu, ayahmu, saudara perempuanmu dan saudara laki-lakimu, budakmu, itu adalah hak yang wajib dipenuhi dan hubungan keluarga yang tersambung.'"

* Dha'if.

Bersambung...

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Shahih Tafsir Ibnu Katsir: Surat al-Baqarah (23-24/6)

Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Surat al-Baqarah (23-24/6)

Neraka Jahannam Telah Ada Sekarang.

Di antara imam Ahlus Sunnah banyak yang menjadikan ayat ini sebagai dalil bahwa Neraka telah ada sekarang ini, berdasarkan firman-Nya: "u'iddat" yang artinya telah disediakan atau telah dipersiapkan. Banyak juga hadits-hadits yang menunjukkan hal ini, di antaranya adalah hadits:

"Surga dan Neraka telah saling berdebat." (105)

Demikian juga hadits:

"Neraka pernah meminta izin kepada Rabb-nya, ia berkata: 'Wahai Rabb-ku, sebagian dariku memakan sebagian lainnya.' Lalu Allah mengizinkan baginya dua nafas: Satu nafas pada musim dingin dan satu nafas pada musim panas." (106)

Dan juga hadits Ibnu Mas'ud ra-dhiyallaahu 'anhu: "Kami pernah mendengar bunyi sesuatu yang jatuh, lalu kami pun bertanya: 'Apa itu?' Maka Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

'Itulah batu yang dijatuhkan dari tepi Jahannam sejak tujuh puluh tahun yang lalu dan baru sekarang sampai di dasarnya.'"

Dan ini adalah riwayat Muslim. (107)

Demikianlah pula hadits tentang shalat Gerhana, malam Isra' dan hadits-hadits mutawatir lainnya yang berkenaan dengan makna ini.

Bersambung...

===

(105) Muslim 4/2186. Al-Bukhari no. 4850, Muslim no. 2847.

(106) Al-Bukhari no. 537, dan Tuhfatul Ahwadzi 7/317. At-Tirmidzi no. 2592. Namun setelah kami lihat referensi asli, yaitu Shahiih al-Bukhari dan Shahiih Muslim, ternyata kami dapati lafazh-lafazhnya berbunyi, "Neraka mengeluh kepada Rabb-nya." Wallaahu a'lam.

(107) Muslim 4/2184 no. 2844.

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Orang Muslim dan Harta (3) | Anda dan Harta

Anda dan Harta

Anda dan Harta di Dunia

Orang Muslim dan Harta (3)

Allah telah berfirman,

"Sungguh Kami uji kalian dengan sedikit dari ketakutan, kelaparan, kekurangan harta dan jiwa, dan buah-buahan." (QS. Al-Baqarah: 155)

Begitu juga Allah berfirman dalam ayat lain:

"Sungguh kalian akan diuji dalam harta-harta dan jiwa-jiwa kalian. Sungguh kalian akan mendengar dari ahli Kitab dan orang-orang musyrik sebelum kalian penderitaan yang besar. Apabila kalian sabar dan takwa, maka sesungguhnya yang demikian itu adalah bagian dari keteguhan." (QS. Ali 'Imran: 186)

Allah berfirman lagi,

"Orang-orang yang apabila tertimpa musibah mereka berkata,

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun
'Sesungguhnya kami berasal dari Allah dan hanya kepada Allah kami akan kembali.'" (QS. Al-Baqarah: 156)

Jadi, orang-orang yang sabar adalah orang yang ketika menghadapi bencana mengucapkan istirja' (inna lillahi wa inna ilaihi raji'un). Karena mereka mengetahui sesungguhnya mereka milik Allah, dan Allah tidak akan menyia-nyiakan mereka sedikit pun di hari Kiamat. Mereka mengakui bahwa mereka adalah hamba-hamba Allah dan akan kembali kepada-Nya di akhirat kelak.

Allah berfirman,

"Mereka adalah orang-orang yang mendapatkan shalawat dan rahmat dari Rabb mereka. Mereka orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al-Baqarah: 157)

Bukan hanya itu, bahkan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memberitahukan sesungguhnya mereka ketika berdo'a dengan do'a yang cocok ketika tertimpa bencana, maka Allah mengganti kerugian mereka sebab bencana itu, dengan harta yang lebih baik dan lain-lain.

Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

"Tidak seorang muslim pun yang tertimpa musibah kemudian berkata apa yang diperintahkan oleh Allah (istirja': إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ),

اَللَّهُمَّ أْجُرْ نِيْ فِيْ مُصِيْبَتِيْ وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا

Allaahumma' jurnii fii mu-shiibatii wa akhlif lii khairan minhaa
'Ya Allah, berilah aku pahala dari musibah yang menimpaku dan gantilah dengan yang lebih baik,' kecuali Allah akan menggantikan yang lebih baik darinya." (1)

Adapun sebab adanya ujian dalam harta mungkin untuk memberikan kabar pada orang yang mengaku beriman dan ingin masuk Surga. Sebab sesungguhnya Surga tidak untuk setiap manusia yang mengaku dirinya mukmin.

Allah berfirman,

"Apakah kalian mengira akan masuk Surga sedang Allah belum mengetahui siapa di antara kalian yang berusaha keras, dan belum mengetahui siapa-siapa yang sabar." (QS. Ali 'Imran: 142)

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

(1) HR. Muslim, kitab al-Jana'iz, bab Ma Yuqalu 'inda al-Mushibah.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Anta wal maala, Penulis: Syaikh Adnan ath-Tharsyah, Penerbit: Maktabah Wahbah - Kairo, Judul terjemah: Anda dan harta, Penerjemah: Taufik Damas Lc, Penerbit: Pustaka al-Kautsar, Jakarta - Indonesia, Cetakan I, Juli 2004 M.

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Shahih Tafsir Ibnu Katsir: Surat al-Baqarah (23-24/5)

Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Surat al-Baqarah (23-24/5)

Al-Qur-an Adalah Mukjizat Terbesar Nabi Kita Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa Sallam.

Dalam kitab Shahiih al-Bukhari dan Shahiih Muslim, diriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah ra-dhiyallaahu 'anhu, bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

"Tidak seorang pun dari para Nabi melainkan telah diberikan kepadanya beberapa mukjizat yang manusia akan beriman dengannya. Adapun mukjizat yang diberikan kepadaku adalah wahyu yang diwahyukan oleh Allah. Dan aku berharap menjadi Nabi yang paling banyak memiliki pengikut pada hari Kiamat." (103)

Lafazh di atas berdasarkan riwayat Muslim.

Sabda beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, "Adapun mukjizat yang diberikan kepadaku adalah wahyu," maksudnya bahwa yang dikhususkan kepadaku di antara para Nabi lainnya adalah al-Qur-an yang tidak mungkin ada ummat manusia yang mampu menandinginya. Berbeda dengan Kitab-kitab lainnya yang diturunkan oleh Allah, karena Kitab-kitab itu bukan mukjizat menurut pendapat kebanyakan 'ulama. Wallaahu a'lam.

Dan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memiliki bukti-bukti kenabian dan kebenaran dari apa yang beliau bawa yang jumlahnya tidak terhitung. Hanya milik Allah-lah pujian dan sanjungan.

Yang Dimaksud dengan Batu.

Firman Allah Ta'ala:

"Maka peliharalah dirimu dari Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir." Kata al-waquud artinya sesuatu yang dilemparkan ke dalam Neraka untuk menyalakan apinya, sebagaimana kayu bakar dan yang lainnya. Hal yang sama disebutkan dalam firman-Nya:

"Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api bagi Neraka Jahannam." (QS. Al-Jinn: 15)

Allah Ta'ala juga berfirman:

"Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu 'ibadahi selain Allah adalah umpan Neraka Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya. Andaikata berhala-berhala itu ilah-ilah, tentulah mereka tidak masuk Neraka. Dan semuanya akan kekal di dalamnya." (QS. Al-Anbiyaa': 98-99)

Maksud kata al-hijaarah (batu) dalam ayat di atas adalah batu pemantik api yang besar, berwarna hitam, sangat keras dan berbau busuk. Batu inilah yang suhunya paling panas ketika membara. Semoga Allah menyelamatkan kita darinya.

Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud batu di sini adalah patung-patung yang dahulunya disembah selain Allah, sebagaimana firman-Nya:

"Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu 'ibadahi selain Allah adalah umpan Jahannam," dan ayat selanjutnya. (QS. Al-Anbiyaa': 98)

Mengenai firman Allah Sub-haanahu wa Ta'aala: "Yang disediakan bagi orang-orang kafir," dhamir (kata ganti) pada kata "u'iddat" kembali kepada Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, dan mungkin juga kembali kepada batu. Tidak ada pertentangan makna di antara kedua pendapat ini, karena keduanya (Neraka dan batu tersebut) tidak bisa dipisahkan. U'iddat berarti disediakan dan dipersiapkan bagi orang-orang yang kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Ishaq, dari Muhammad, dari 'Ikrimah atau Sa'id bin Jubair dari Ibnu 'Abbas ra-dhiyallaahu 'anhuma bahwa "u'iddat lil kaafiriin" artinya disediakan bagi orang-orang seperti kalian yang berada dalam kekufuran. (104)

Bersambung...

===

(103) Fat-hul Baari 8/619 dan Muslim 1/134. Al-Bukhari no. 4981, Muslim no. 152.

(104) Tafsiir ath-Thabari 1/383.

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah: Catatan ketiga puluh empat atas buku Dialog dengan jin Muslim

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah

Bab ketiga

Catatan atas buku Dialog dengan jin Muslim

Catatan ketiga puluh empat:

Masih dalam halaman 182 (pada nomor 6 dari judul Nasehat Islami), pengarang (Muhammad Isa Dawud) berkata:

Apabila dengan anugerah Allah jin tersebut keluar dari tubuh si sakit, maka sujud syukurlah anda dan ajaklah si sakit untuk sujud bersama anda. Ketahuilah bahwa yang membuat sesuatu berbahaya atau bermanfaat adalah Allah Sub-haanahu wa Ta'aala sedangkan kita hanyalah perantara dan sarana semata.

Saya (ustadz 'Abdul Hakim) berkata: Keterangan jin muslim ini sama dengan fatwa para 'ulama kita di sini ('ulama Indonesia), yaitu fatwa mereka yang mensyari'atkan sujud syukur berjama'ah. Ini yang saya mau beri catatan.

Apabila Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam telah selesai mengusir gangguan jin, beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam tidak pernah sujud syukur. Apabila hal itu sangat besar manfaatnya bagi kita dan kita mau sujud syukur, maka tidak ada salahnya menurut pandangan saya untuk melaksanakan hal tersebut, karena keumuman syari'at sujud syukur itu, Allahu a'lam. Akan tetapi hal itu bukan menjadi suatu kebiasaan, karena dalam perkataan di atas bentuknya adalah perintah, yakni perkataan, "...maka sujud syukurlah anda dan ajaklah si sakit untuk sujud syukur bersama anda." Ini berarti ada perintah untuk sujud syukur berjama'ah. Sujud syukur berjama'ah tidak diragukan lagi tentang bid'ahnya. Sujud syukur memang ada Sunnahnya, akan tetapi berjama'ahnya itu yang tidak ada Sunnahnya.

Demikianlah tiga puluh empat ta'liq (catatan) atau koreksian saya atas buku yang berjudul Dialog dengan jin muslim dan kalau saya baca lebih lengkap lagi barangkali akan lebih panjang koreksian saya atas buku ini. Akan tetapu saya maksudkan cukup sebagai i'tibar (pelajaran) bagi kita untuk berhati-hati terhadap buku Dialog dengan jin muslim.

Sampai di sini, mudah-mudahan ada manfaatnya bagi kita sekalian, shallallaahu 'ala Muhammadin wa 'ala aalihi wa sallam wa aakhiru da'waanaa anilhamdulillaahi rabbil 'aalamiin. (88)

===

(88) Selesai dari tash-hih naskah dan penulisan catatan kaki, setelah Maghrib, Selasa, 31 Juli 2003. Walhamdulillaahi Rabbil 'aalamiin, wa shallallaahu wa sallamu 'ala nabiyyinaa Muhammadin.

Sub-haanakallaahumma wa bihamdika asy-hadu an-laa ilaaha illaa anta, astagh-firuka wa atuubu ilaika.

===

Maraji'/ Sumber:
Buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku Dialog dengan jin Muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullaah, Penyusun: Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa rahimahullaah, Penerbit: Darul Qolam, Jakarta - Indonesia, Cetakan kedua, Tahun 1425 H/ 2004 M.

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (52)

9. Bab: Duduk Paling Belakang dalam Suatu Majelis, dan Bagi yang Melihat Tempat Kosong di Depannya Hendaknya Menempatinya.

52. Dari Abu Waqid al-Laitsi, bahwa ketika Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam sedang duduk dalam masjid bersama orang-orang, datanglah tiga orang, dua orang di antaranya menghampiri Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, sementara satu orang lagi terus saja pergi. {Abu Waqid} berkata, "Dua orang datang kepada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, dan salah seorang dari keduanya melihat tempat lowong di tengah-tengah jama'ah, lalu ia pun duduk di situ. Sedangkan yang seorang lagi duduk di belakang mereka. Adapun orang yang ketiga terus saja pergi. Begitu selesai memberikan pengajaran, Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda, 'Baiklah, akan aku jelaskan tentang ketiga orang itu, yang seorang mencari tempat di sisi Allah, maka diberi oleh Allah, yang kedua merasa malu-malu, maka Allah pun malu kepadanya, sedangkan yang ketiga berpaling, maka Allah pun berpaling darinya.'"

===

Maraji/ sumber:
Kitab: Mukhtashar Shahih al-Bukhari, Penyusun: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari.

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (51)

8. Bab Metode Munawalah dan Pengiriman Surat oleh Para 'Ulama ke Berbagai Daerah

* 15(46) Anas ra-dhiyallaahu 'anhu berkata, "Utsman menulis beberapa mushhaf dan mengirimkannya ke berbagai daerah."

* 16-18(47) 'Abdullah bin 'Umar ra-dhiyallaahu 'anhuma, Yahya biin Sa'id, dan Malik membolehkan hal itu.

* 20(48) Sebagian 'ulama Hijaz berhujjah dalam masalah munawalah dengan hadits Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam ketika menulis surat kepada pemimpin pasukan seraya berkata {kepada utusan pembawa surat}, "Janganlah kamu membacanya kecuali jika telah sampai pada tempat ini dan ini." Ketika utusan itu telah sampai di tempat tujuan, ia membacakannya kepada orang-orang dan menyampaikan kepada mereka apa yang diperintahkan Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam.

51. Dari 'Abdullah bin 'Abbas ra-dhiyallaahu 'anhuma, bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam menyuruh seorang laki-laki (dalam riwayat lain: 'Abdullah bin Hudzafah as-Sahmi 5/136) untuk membawa surat dan menyerahkannya kepada pembesar Bahrain {al-Mundzir bin Sawi}. Kemudian oleh pembesar Bahrain surat itu dikirimkan kepada raja Persia {Abruwaiz bin Hurmuz bin Anusyirwan}. Setelah selesai membaca surat, maka raja itu merobek-robeknya. Aku kira Ibnu Musayyab berkata, "Karena perbuatan raja Persia itu, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam berdo'a, 'Semoga kerjaan mereka dihancur-leburkan oleh Allah.'" (49)

===

(46) Ini adalah bagian dari hadits panjang, yang akan disebutkan secara maushul dan lengkap pada kitab ke 66 bab 1.

(47) 16-18. Atsar Ibnu 'Umar ra-dhiyallaahu 'anhuma disambungkan oleh Abu al-Qasim Manduh dalam Kitabul Washiyyah dengan sanad shahih dari Abu 'Abdirrahman al-Habli, dari 'Abdullah, seperti itu. kemungkinan bahwa orang tersebut adalah 'Abdullah bin 'Umar, karena al-Habli mendengar darinya. Kemungkinan juga bahwa itu adalah 'Abdullah bin 'Amr, karena al-Habli dikenal sering meriwayatkan darinya. Adapun atsar Yahya bin Sa'id dan Malik, yakni Ibnu Anas, disebutkan secara bersambung oleh al-Hakim dalam kitab Ulumul Hadits hal. 259 dengan isnad jayyid dari keduanya.

(48) Disebutkan secara bersambung oleh Ibnu Ishaq dari Urwah bin az-Zubair secara mursal, dan oleh ath-Thabari dalam kitab tafsirnya dari hadits Jundub al-Bajli dengan sanad hasan sebagaimana disebutkan dalam Fat-hul Baari, al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, "Dengan jumlah jalur periwayatan itu, maka riwayat ini menjadi shahih."

(49) Aku katakan, bahwa ucapan Ibnu al-Musayyab ini mursal, karena ia tidak menyebutkan siapa yang menyampaikan itu kepadanya dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam.

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: Mukhtashar Shahih al-Bukhari, Penyusun: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari.

Shahih Tafsir Ibnu Katsir: Surat al-Baqarah (23-24/4)

Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Surat al-Baqarah (23-24/4)

Di Antara Bentuk Mukjizat al-Qur-an (2)

Adapun tarhiib (ancaman) yang Allah sampaikan di antaranya dalam firman-Nya:

"Maka apakah kamu merasa aman (dari hukuman Allah) yang menjungkir-balikkan sebagian daratan bersama kamu?" (QS. Al-Israa': 68)

Allah juga berfirman:

"Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia menjurkir-balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang. Atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku." (QS. Al-Mulk: 16-17)

Dalam memberikan teguran, Allah Ta'ala berfirman:

"Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya." (QS. Al-'Ankabuut: 40)

Sedangkan dalam memberikan nasihat Dia berfirman:

"Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun, kemudian datang kepada mereka adzab yang telah diancamkan kepada mereka, niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya." (QS. Asy-Syu'aaraa': 205-207)

Selain itu, masih banyak bentuk-bentuk kefasihan, balaghah dan keindahan lainnya.

Ketika ayat-ayat al-Qur-an berkaitan dengan hukum, perintah dan larangan, maka ayat-ayat itu mencakup perintah-Nya untuk mengerjakan seluruh perkara yang ma'ruf, baik, bermanfaat dan Dia cintai, serta larangan-Nya dari seluruh perkara yang buruk, hina dan tercela. Sebagaimana dikemukakan oleh Ibnu Mas'ud ra-dhiyallaahu 'anhu dan 'ulama Salaf lainnya, ia mengatakan: "Jika engkau mendengar Allah Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman: 'Wahai orang-orang yang beriman,' maka siapkanlah pendengaranmu dengan baik, karena ayat itu mengandung kebaikan yang Dia perintahkan atau keburukan yang Dia larang." Oleh karena itu Allah Ta'ala berfirman:

"Yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang munkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka." Dan ayat seterusnya (QS. Al-A'raaf: 157)

Dan jika ayat-ayat al-Qur-an menerangkan tempat kembali manusia di akhirat serta huru-hara di dalamnya, juga menyifati Surga dan Neraka serta apa yang dijanjikan Allah bagi para wali-Nya berupa kenikmatan dan kelezatan, dan ancaman Allah bagi musuh-musuh-Nya berupa siksa dan adzab yang pedih, maka ayat-ayat tersebut memberikan kabar gembira atau memberikan peringatan dan menyeru kepada perbuatan baik serta menjauhi segala macam kemunkaran. Selain itu ayat-ayat tersebut juga mengajak manusia agar zuhud terhadap dunia, mencintai kehidupan akhirat dan menetapi jalan yang lebih utama, serta memberikan petunjuk kepada jalan Allah yang lurus dan syari'at-Nya yang benar, dan melenyapkan berbagai gangguan syaitan terkutuk yang mengotori hati.

Bersambung...

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti?
Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Sembuh dengan Satu Titik: Hadits-hadits yang Berkaitan dengan Waktu yang Baik untuk Bekam (2)

Sembuh dengan Satu Titik

Bagian Pertama

Sekilas Tentang Bekam

Hadits-hadits yang Berkaitan dengan Waktu yang Baik untuk Bekam (2)

8. Dalam kitab Jaami'ah dikatakan bahwa dilarang melakukan bekam pada hari Rabu dan Sabtu.

9. Dalam Jaami'ah, dari Husain bin Hasan, ia bertanya kepada Abu 'Abdillah tentang bekam, "Hari-hari apa saja yang tidak disukai untuk melakukan bekam?" Maka ia menjawab, "Hari Sabtu dan Rabu." (Sebagian besar 'ulama berpendapat), "Juga hari Jum'at." (20)

10. Dari Abu Salamah dan Abu Sa'id al-Maqbari, dari Abu Hurairah ra-dhiyallaahu 'anhu, "Barangsiapa melakukan bekam pada hari Rabu atau Sabtu, dan ia terkena keputihan pada kulitnya, atau belang pada kulit, maka janganlah menyalahkan siapa-siapa kecuali dirinya sendiri (bila tidak sembuh)." (21)

11. Dalam kitab Afrad: Diriwayatkan oleh ad-Daruquthni dari hadits Nafi', 'Abdullah bin 'Umar ra-dhiyallaahu 'anhuma berkata kepadaku bahwasanya darahku tidak mengalir. Maka, aku mencari ahli bekam, yang ia bukan anak-anak juga bukan kakek-kakek. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

"Sesungguhnya bekam akan meningkatkan hafalan seseorang yang hafizh, dan meningkatkan kecerdasan orang yang cerdas. Maka, hendaknya kalian melakukan bekam dengan Nama Allah Ta'ala. Dan janganlah melakukan bekam pada hari Kamis, Jum'at, Sabtu dan Ahad. Hendaklah kalian melakukan bekam pada hari Senin. Sebab, sesungguhnya penyakit lepra dan belang kulit tidak diturunkan kecuali pada hari Rabu."

Sedangkan diriwayatkan Ayyub dari Nafi':

"Hendaklah kalian melakukan bekam pada hari Senin dan Selasa. Dan jangan melakukan pada hari Rabu." (22)

12. Khalal dalam Jaami'nya, bahwa dia mendapatkan berita dari Harb bin Isma'il, ia berkata: Aku berkata kepada Ahmad, "Hari apa saja yang dimakruhkan untuk berbekam?" Ia menjawab, "Hari Rabu dan Sabtu." Ibnul Jauzi dalam al-Maudhuu'aat berpendapat bahwa hadits ini maudhu' (palsu).

Bersambung...

===

(20) Ibnul Jauzi menyebutkan di dalam al-Maudhuu'aat 3/212 dari jalur Yahya bin Alla' ar-Razi, dari Zaid bin Aslam, dari Thalhah bin 'Abdillah, dari Husain bin 'Ali berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Pada hari Jum'at ada waktu yang jika seseorang untuk melakukan bekan bisa mengakibatkan kematian."

(21) Hadits ini maudhu' (palsu). Diriwayatkan oleh al-Hakim dalam kitab ath-Thibb 4/8256, al-Baihaqi dalam kitab al-Kubra 9/340 dan Ibnul Jauzi dalam kitab al-Maudhuu'aat 5/8328.

(22) Sanadnya kacau. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam ath-Thibb 3487 dan 3488 dan al-Hakim dalam ath-Thibb 4/8255.

===

Maraji'/ sumber:
Buku: Sembuh dengan Satu Titik, Penulis: dr. Wadda' A. Umar, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan XIV, Nopember 2012 M/ Muharram 1434 H.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti? Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Shahih Tafsir Ibnu Katsir: Surat al-Baqarah (23-24/3)

Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Surat al-Baqarah (23-24/3)

Di Antara Bentuk Mukjizat al-Qur-an

Siapa saja yang mencermati dan memperhatikan al-Qur-an dengan seksama niscaya dia akan menemukan berbagai keunggulannya yang tidak tertandingi dalam seni sastra, baik yang tersurat maupun yang tersirat, baik dari sisi lafazh maupun makna. Allah Ta'ala berfirman: "Alif laam ra-dhiyallaahu 'anha', (inilah) suatu Kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana lagi Mahatahu." (QS. Huud: 1) Artinya, lafazh-lafazhnya dikokohkan dan makna-maknanya diterangkan secara rinci, atau sebaliknya (lafazh-lafazhnya diterangkan dengan rinci dan makna-maknanya dikokohkan). Dengan demikian seluruh kata dan maknanya dikemukakan secara fasih, tidak ada yang dapat menyamai dan menandinginya. Di dalamnya Allah mengabarkan berita-berita ghaib yang telah terjadi dan memang hal itu terjadi sama persis dengan apa yang dikabarkan tersebut. Di dalamnya Dia memerintahkan untuk berbuat kebaikan dan melarang berbuat kejahatan, sebagaimana Allah Ta'ala berfirman, "Telah sempurnalah kalimat Rabb-mu (al-Qur-an), sebagai kalimat yang benar dan adil." (QS. Al-An'aam: 115) Artinya, benar dalam berita yang disampaikan al-Qur-an dan adil dalam hukum-hukum yang dimuatnya. Dengan demikian, seluruh kandungan al-Qur-an adalah benar, adil dan merupakan petunjuk. Di dalamnya tidak ada sedikit pun kecerobohan, kebohongan atau sesuatu yang dibuat-buat. Tidak seperti sya'ir-sya'ir Arab dan sya'ir'isya'ir selain mereka yang diwarnai dengan berbagai kecerobohan serta kebohongan, dan sya'ir-sya'ir itu tidak akan indah kecuali dengan hal-hal seperti itu. Sebagaimana diungkapkan dalam sya'ir:

"Sesungguhnya kata yang paling sedap adalah kata yang paling dusta."

Engkau temukan dalam qashidah (untaian sya'ir) yang panjang pada umumnya berisi penyebutan sifat-sifat wanita, kuda atau minuman keras. Atau pujian terhadap orang tertentu, terhadap kuda, unta, perang atau peristiwa dan tragedi yang terjadi. Dan juga binatang buas atau suatu fenomena yang terjadi, yang mana semua itu tidak mengandung faedah, kecuali hanya menonjolkan kemampuan mutakallim (pembicara) tertentu dalam mengungkapkan sesuatu yang tersembunyi atau detail, atau menampilkan sesuatu dengan tampilan yang nyata. Kemudian engkau dapati ia mengarang satu atau dua bait sya'ir atau bahkan lebih yang kebanyakannya hanyalah sya'ir-sya'ir qashidah dan sebagian besar isinya tidak mengandung manfaat sama sekali.

Sedangkan al-Qur-an, seluruh kandungannya benar-benar fasih. Berada di puncak keindahan bahasa bagi orang-orang yang memahaminya secara rinci maupun global, yakni bagi mereka yang memahami ucapan dan ungkapan bahasa Arab.

Jika engkau merenungkan berita-berita dari al-Qur-an, pasti engkau akan mendapatinya berada di puncak cita rasa yang mengagumkan, baik disajikan secara panjang lebar maupun singkat, baik berulang-ulang ataupun tidak. Setiap kali diulang, maka semakin mempesona dan tinggi cita rasa keindahannya. Tidak basi dengan banyaknya pengulangan dan tidak menjadikan para 'ulama menjadi bosan. Jika Allah memberikan ancaman dan peringatan keras di dalamnya, maka gunung-gunung yang berdiri kokoh menjadi goncang karenanya. Maka bagaimana pendapatmu dengan hati yang benar-benar memahami hal tersebut? Dan jika Allah berjanji, Dia mengemukakannya dengan ungkapan yang dapat membuka hati dan pendengaran, sehingga hati pun merindukan Surga yang penuh kedamaian di sisi 'Arsy ar-Rahmaan. Sebagaimana firman-Nya yang mengandung targhiib (dorongan) berikut ini:

"Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata, sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." (QS. As-Sajdah: 17)

Allah juga berfirman:

"Dan di dalam Jannah itu terdapat segala apa yang diinginkan oleh hati dan sedap (di pandang) mata dan kalian kekal di dalamnya." (QS. Az-Zukhruf: 71)

Bersambung...

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti?
Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Misteri Kematian: Peristiwa dan Kisah-kisah Husnul Khatimah

Misteri Kematian

Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat

Kematian dan Sakaratul Maut

Peristiwa dan Kisah-kisah Husnul Khatimah

1. Sa'ad bin Mu'adz ra-dhiyallaahu 'anhu.

Sa'ad bin Mu'adz ra-dhiyallaahu 'anhu berkata tentang lukanya yang menyebabkannya mati: "Ya Allah tumpahkan darahnya, maksudnya karena rindu pada-Mu." 'Arsy ar-Rahman pun terguncang karena gembira atas kematiannya. (87)

2. Handzalah bin Abu Amir ra-dhiyallaahu 'anhu.

Handzalah bin Abu Amir ra-dhiyallaahu 'anhu pergi berjihad meninggalkan kasur dan istrinya untuk memenuhi seruan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, ia mati syahid kemudian dimandikan para Malaikat. (88)

3. Rabi' bin Khutsaim rahimahullaah.

Rabi' bin Khutsaim rahimahullaah adalah sosok yang selalu merasa takut, sedih, dan duka. Saat sekarat, putrinya berkata: "Duhai sakitnya ayahku!" Rabi' berkata: "Bukan begitu, tapi ucapkan: 'Duhai senangnya, duhai gembiranya! Ayahku menemukan kebaikan.'" (89)

4. Rab'i bin Khurasy rahimahullaah.

Rab'i bin Khurasy rahimahullaah, sosok yang berjanji kepada Allah untuk tidak terlihat tertawa di dunia, ia terlihat tersenyum di atas tempat pemandian jenazah karena kesedihan-kesedihan dunia yang ia rasa telah berakhir, akhirat datang dengan kegembiraannya, dan balasan diberikan sesuai jenis 'amal. (90)

5. Amir bin 'Abdullah bin Zubair rahimahullaah.

Amir bin 'Abdullah rahimahullaah mendengar seruan muadzin, ia saat itu tengah menghadapi sakaratul maut. Ia berkata: "Raihlah tanganku." Ada yang berkata padanya: "Kau sakit." Ia berkata: "Aku dengar penyeru Allah lalu aku tidak memenuhinya?!" Mereka meraih tangannya lalu shalat maghrib bersama imam, ia shalat satu raka'at kemudian meninggal dunia. (91)

6. 'Umar bin 'Abdul 'Aziz rahimahullaah.

Diriwayatkan dari Mughirah bin Hakim, ia berkata: Fathimah, istri 'Umar bin 'Abdul 'Aziz rahimahullaah bercerita kepadaku: "Aku sering mendengar 'Umar berdo'a: 'Ya Allah, sembunyikan kematianku dari mereka, ya Allah, sembunyikan kematianku dari mereka meski sesaat.' Suatu hari aku berkata padanya: 'Wahai Amir, aku mau keluar, kau tidak bisa tidur, mudah-mudahan kau bisa tidur.'

Aku keluar di sisi rumah tempat 'Umar bin 'Abdul 'Aziz rahimahullaah berada, aku mendengar 'Umar membaca:

"Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Qashash: 83)

Ia terus mengulang ayat ini, setelah itu 'Umar diam sesaat. Setelah itu aku berkata kepada pelayannya: 'Masuk lalu lihatlah.' Pelayan itu masuk lalu teriak. Aku masuk, ternyata pelayan itu telah menghadapkan wajah 'Umar ke kiblat, memejamkan matanya dengan satu tangan dan tangan lain menutup mulutnya." (92)

Bersambung...

===

(87) Al-Jaza' min Jinsil 'Amal 2/430-431.

(88) Al-Jaza' min Jinsil 'Amal 2/430-431.

(89) Al-Jaza' min Jinsil 'Amal 2/430-431.

(90) Al-Jaza' min Jinsil 'Amal 2/430-431.

(91) As-Siyar 5/215-220.

(92) Al-Hulyah 5/335, Al-Hada'iq, Ibnu Jauzi 3/44.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis: Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, Ta'liq: Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin, judul terjemahan: Seri ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah: Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing, CV Darul Ilmi, Bogor - Indonesia, Cetakan II, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti? Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Shahih Tafsir Ibnu Katsir: Surat al-Baqarah (23-24/2)

Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Surat al-Baqarah (23-24/2)

Tantangan (Allah) dan Ketidakmampuan (Orang-orang kafir) untuk Menandingi Al-Qur-an

Allah juga telah menantang mereka untuk melakukan hal tersebut pada banyak surat dalam al-Qur-an. Allah berfirman dalam surat al-Qashash:

"Katakanlah, 'Datangkanlah olehmu sebuah kitab dari sisi Allah yang kitab itu lebih (dapat) memberi petunjuk daripada keduanya (Taurat dan al-Qur-an), niscaya aku mengikutinya, jika kamu memang orang-orang yang benar.'" (QS. Al-Qashash: 49)

Allah berfirman dalam surat al-Israa':

"Katakanlah: 'Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa al-Qur-an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.'" (QS. Al-Israa': 88)

Allah berfirman dalam surat Huud:

"Bahkan mereka mengatakan: 'Muhammad telah membuat-buat al-Qur-an itu.' Katakanlah: '(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar.'" (QS. Huud: 13)

Demikian juga dalam surat Yunus:

"Tidaklah mungkin al-Qur-an ini dibuat oleh selain Allah, akan tetapi (al-Qur-an itu) membenarkan Kitab-kitab sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Rabb semesta alam. Atau (patutkah) mereka mengatakan: 'Muhammad membuat-buatnya.' Katakanlah: '(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggilah siapa saja yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar.'" (QS. Yunus: 37-38)

Semua ayat di atas diturunkan di Makkah.

Kemudian Allah Sub-haanahu wa Ta'aala menantang mereka melakukan hal tersebut di Madinah, seperti yang tercantum dalam ayat ini. Dia berfirman: "Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Qur-an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal dengannya," yaitu yang serupa dengan al-Qur-an. Demikianlah yang dikatakan oleh Mujahid dan Qatadah serta dipilih oleh Ibnu Jarir ath-Thabari, az-Zamakhsyari, ar-Razi dan dinukil dari 'Umar, Ibnu Mas'ud, Ibnu 'Abbas, al-Hasan al-Bashri dan mayoritas muhaqqiq (102). Pendapat ini dinilai kuat dengan berbagai pertimbangan. Yang terbaik di antaranya bahwa Allah 'Azza wa Jalla menantang mereka secara keseluruhan, baik orang-perorang maupun secara kelompok, baik yang buta huruf ataupun yang ahli bahasa. Ini adalah tantangan yang paling tegas dan sempurna daripada sekedar menantang orang perorang dari mereka yang tidak mahir menulis dan belum mendalami ilmu sedikit pun. Mereka pun berdalil dengan firman-Nya:

"Kalau demikian, maka datangkanlah sepuluh surat yang dibuat-buat yang menyamainya." (QS. Huud: 13)

Dan juga firman-Nya:

"Niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya." (QS. Al-Israa': 88)

Tantangan ini umum ditujukan kepada mereka semua, sedangkan mereka adalah ummat yang paling fasih berbahasa. Allah telah menantang mereka berulang kali, baik di Makkah maupun di Madinah, sedangkan mereka adalah ummat yang sangat memusuhi Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dan membenci agama yang beliau bawa. Meskipun demikian mereka sama sekali tidak mampu melakukannya.

Karena itulah Allah Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman: "Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya)." Kata "lan" berfungsi untuk menafikan (meniadakan) selama-lamanya di masa yang akan datang. Artinya kalian tidak akan pernah bisa melakukannya selama-lamanya.

Ini pun merupakan mukjizat lain, di mana Allah memberikan sebuah kabar yang pasti dengan berani tanpa rasa takut ataupun khawatir, bahwa al-Qur-an tidak akan pernah dapat ditandingi selamanya. Fakta membuktikan bahwa sejak dahulu hingga sekarang dan sampai kapanpun tidak akan ada yang mampu menyamai al-Qur-an dan tidak mungkin bagi seseorang untuk melakukannya. Al-Qur-an adalah firman Allah, Rabb pencipta segala sesuatu, maka bagaimana mungkin firman Sang Pencipta diserupakan dengan ucapan makhluk?!

Bersambung...

===

(102) Ulama yang senantiasa meneliti kembali berbagai permasalahan agama dengan merujuk kepada dalil-dalilnya, -pent.

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti?
Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Orang Muslim dan Harta (2) | Anda dan Harta

Anda dan Harta

Anda dan Harta di Dunia

Orang Muslim dan Harta (2)

Sesungguhnya orang muslim mengetahui cara memanfaatkan hartanya di dunia, maka dia berbuat berdasarkan sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam,

"Keturunan Adam berkata: Hartaku, hartaku. Tidak ada yang menjadi milikmu, wahai anak Adam, kecuali apa yang engkau makan kemudian hilang, apa yang engkau pakai kemudian usang dan apa yang engkau dermakan kemudian berlalu." (1)

Maka dia gunakan hartanya untuk membantu ibadahnya. Makanan, pakaian, tempat tinggal dan lain-lain, jika semuanya mudah maka hati akan tenang dalam beragama dan beribadah. Apa yang membantu untuk ibadah, maka ia juga ibadah. Begitu juga menggunakan harta untuk menyuguhkan tamu, membantu orang yang membutuhkan, memberi hadiah dan lain-lain. Ini semua karena seorang muslim mengerti akan maksud sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam,

"Siapakah dari kalian yang harta ahli warisnya lebih dicintai daripada hartanya sendiri?" Para Shahabat ra-dhiyallaahu 'anhum berkata, "Tidak seorang pun dari kami kecuali mencintai hartanya." Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda, "Sesungguhnya hartanya adalah apa yang telah ia gunakan dan harta yang ditinggal adalah harta ahli warisnya." (2)

Jadi, harta yang dibelanjakan di jalan yang baik dan bermanfaat itulah yang menjadi hartanya di dunia dan akhirat. Adapun yang ditinggalkan setelah mati maka menjadi milik ahli warisnya.

Mungkin juga harta itu menjadi teman yang buruk jika harta itu tidak didermakan sesuai anjurana agama. Atau hartanya itu membuat dia lupa dari mengingat Allah dan beribadah pada-Nya. Jika demikian maka hartanya tidak diberkahi Allah dan akan menjadi saksi atas pemiliknya di akhirat. Begitu juga, harta bisa saja menjadikan manusia sebagai teman setan karena dengan harta dia melanggar larangan-larangan Allah dalam firman-Nya:

"Janganlah kamu berbuat berlebih-lebihan. Sesungguhnya orang yang berlebih-lebihan adalah teman para setan. Sedangkan setan sangat kufur pada Rabbnya." (QS. Al-Isra': 26-27)

Sikap berlebih-lebihan (tabdzir) adalah membelanjakan harta dengan cara yang tidak dibenarkan. Orang yang berlebih-lebihan adalah teman setan, padahal setan kufur dan ingkar akan nikmat Allah. Dia tidak taat kepada Allah, bahkan durhaka kepada-Nya.

Islam memperbolehkan seseorang menerima apa yang halal, yang diberikan padanya oleh orang lain dengan syarat tidak meminta-minta. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

"Jika datang padamu sedikit harta seperti ini (harta yang diberi oleh orang lain), dan kamu tidak condong dan meminta, maka ambillah. Apa yang tidak demikian, maka janganlah dirimu berharap-harap." (3)

Apa yang tidak memenuhi syarat di atas, maka jangan diharap-harapkan. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

"Sesungguhnya harta itu indah dan manis. Barangsiapa mengambilnya dengan keringanan hati, maka harta itu akan diberkahi. Sedangkan barangsiapa mengambilnya dengan kecenderungan nafsu, maka tidak diberkahi. Seperti orang yang makan tapi tidak kenyang." (4)

Sesungguhnya orang muslim yang diberi kelebihan harta oleh Allah menghadapi cobaan dan rintangan dalam hartanya, dan mereka menjadikan hal itu sebagai hikmah.

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

(1) HR. Muslim dalam kitab az-Zuhdi.

(2) HR. Al-Bukhari, kitab ar-Riqaq, bab Ma Qaddama min Malihi Fahuwa Lahu.

(3) HR. Al-Bukhari, kitab az-Zakat.

(4) HR. Al-Bukhari, kitab az-Zakat, baba Ist'faf 'an al-Mas'alah.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Anta wal maala, Penulis: Syaikh Adnan ath-Tharsyah, Penerbit: Maktabah Wahbah - Kairo, Judul terjemah: Anda dan harta, Penerjemah: Taufik Damas Lc, Penerbit: Pustaka al-Kautsar, Jakarta - Indonesia, Cetakan I, Juli 2004 M.

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Shahih Tafsir Ibnu Katsir: Surat al-Baqarah (23-24)

Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Surat al-Baqarah (23-24)

Al-Baqarah, Ayat 23-24

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Qur-an yang Kami wahyukan kepada hamba kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal al-Qur-an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar. (QS. 2: 23) Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang yang kafir. (QS. 2: 24)

Penetapan Risalah Rasul Shallallaahu 'alaihi wa Sallam

Setelah menetapkan bahwasanya tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, selanjutnya Dia menetapkan kenabian. Allah berfirman yang ditujukan kepada orang-orang kafir: "Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Qur-an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami," maksudnya adalah Nabi Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, maka "fa'-tuu bisuuratin" buatlah satu surat yang serupa dengan surat dari Kitab (al-Qur-an) yang dibawa oleh Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa Sallam. Jika kalian menyangka bahwa wahyu itu diturunkan dari selain Allah, bandingkanlah surat buatan kalian itu dengan apa yang telah dibawa oleh Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa Sallam. Dan untuk itu mintalah bantuan kepada siapa saja yang kalian kehendaki selain Allah 'Azza wa Jalla. Maka sesungguhnya kalian tidak akan mampu melakukannya.

Ibnu 'Abbas ra-dhiyallaahu 'anhuma berkata: "Syuhadaa-a kum" berarti para penolong kalian. (99)

As-Suddi meriwayatkan dari Abu Malik, ia mengatakan: "Arti syurakaa-ukum (sekutu) yaitu kaum lain yang mau membantu kalian untuk melakukan hal tersebut. Dan mintalah bantuan kepada sembahan-sembahan kalian yang kalian anggap mampu membantu dan menolong kalian." (100)

Mujahid berkata: "Wad'uu syuhadaa-a kum" maksudnya orang-orang yang bersedia menjadi saksi atas hal itu, yakni para pujangga dan ahli bahasa. (101)

Bersambung...

===

(99) Tafsiir ath-Thabari 1/376.

(100) Ibnu Abi Hatim 1/84.

(101) Ibnu Abi Hatim 1/85.

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti?
Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah: Catatan ketiga puluh tiga atas buku Dialog dengan jin Muslim

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah

Bab ketiga

Catatan atas buku Dialog dengan jin Muslim

Catatan ketiga puluh tiga:

Pada halaman 182 (dalam judul Nasehat Islami) pengarang (Muhammad Isa Dawud) mengajarkan:

Apabila jin tersebut berbicara melalui mulut si sakit, dan berperilaku buruk terhadap anda, maka jangan anda balas dengan sikap yang sama. Tetapi perlihatkan kepadanya akhlak seorang muslim dengan kuat dan percaya diri. Kalau dia tetap berlaku buruk, maka ambillah segelas air dan bacakan padanya surat Yasin, surat ash-Shaffat, surat ad-Dukhan, surat al-Jin atau salah satu di antaranya. Minumkan air tersebut pada si sakit dengan niat semoga Allah memberi petunjuk kepada jin tersebut.

Saya (ustadz 'Abdul Hakim) berkata: Tertib susunan yang demikian pun tidak ada Sunnahnya dari Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam.

Bersambung...

===

Maraji'/ Sumber:
Buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku Dialog dengan jin Muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullaah, Penyusun: Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa rahimahullaah, Penerbit: Darul Qolam, Jakarta - Indonesia, Cetakan kedua, Tahun 1425 H/ 2004 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti? Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Shahih Tafsir Ibnu Katsir: Surat al-Baqarah (21-22/2)

Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Surat al-Baqarah (21-22/2)

Dalil-dalil yang Menunjukkan Adanya Allah Ta'ala

Banyak ahli tafsir, di antaranya ar-Razi dan selainnya menjadikan ayat ini sebagai dalil yang menunjukkan adanya Sang Pencipta (Allah 'Azza wa Jalla). Ayat tersebut menunjukkannya dengan metode terbaik. Karena barangsiapa memperhatikan semua ciptaan-Nya, baik yang ada di bumi maupun di langit, perbedaan bentuk, warna, karakter, serta manfaatnya, dan semua itu diletakkan pada tempat yang mendatangkan manfaat secara tepat, niscaya ia akan mengetahui kekuasaan Penciptanya, meyakini hikmah, ilmu, kecermatan, dan keagungan kekuasaan-Nya. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian Arab badui ketika ditanya: "Apa dalil yang menunjukkan adanya Rabb?" Maka mereka menjawab: "Subhaanallaah, kotoran unta menunjukkan adanya unta, dan jejak kaki menunjukkan adanya orang yang pernah berjalan. Bukankah langit mempunyai gugusan bintang, bumi memiliki jalan-jalan yang lurus, dan lautan mempunyai gelombang? Tidakkah yang demikian itu menunjukkan adanya Allah Yang Mahalembut dan Maha Mengetahui? (98)

Maka barangsiapa yang memperhatikan ketinggian dan luasnya langit serta berbagai bintang, komet dan planet, juga merenungkan bagaimana semua benda itu berputar di falak (orbit) yang luar biasa besarnya pada setiap siang dan malam hari, dan pada saat yang sama masing-masing benda itu berputar pada porosnya. Juga memperhatikan lautan yang mengelilingi bumi dari segala arah, serta gunung-gunung yang dipancangkan di bumi agar menjadi tetap dan tidak bergoyang dan penduduknya dapat tinggal di dalamnya walaupun dengan bentuk permukaan bumi yang bermacam-macam dan berwarna-warni, sebagaimana Allah berfirman:

"Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat. Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan sejenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama." (QS. Faathir: 27-28)

Demikian pula sungai-sungai yang mengalir dari satu daerah ke daerah lain yang membawa berbagai manfaat. Diciptakan juga berbagai macam binatang, tumbuh-tumbuhan yang memiliki rasa, bau, bentuk dan warna yang beraneka ragam, padahal tumbuh-tumbuhan itu hidup pada tanah dan air yang sama. Maka semua itu menjadi dalil adanya Rabb Sang Pencipta, dan menunjukkan kekuasaan-Nya yang agung, hikmah, rahmat, kelembutan dan kebaikan-Nya kepada semua makhluk yang Dia ciptakan. Tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, hanya kepada-Nya kami bertawakkal dan kepada-Nya-lah kami kembali.

Ayat-ayat al-Qur-an yang menunjukkan hal ini sangatlah banyak.

Bersambung...

===

(97) Ahmad 5/384, 394, 398. Shahih: Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani rahimahullaah dalam kitabnya Silsilah ash-Shahiihah no. 137.

(98) Ar-Razi 2/91.

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti?
Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Sembuh dengan Satu Titik: Hadits-hadits yang Berkaitan dengan Waktu yang Baik untuk Bekam

Sembuh dengan Satu Titik

Bagian Pertama

Sekilas Tentang Bekam

Hadits-hadits yang Berkaitan dengan Waktu yang Baik untuk Bekam

Ada beberapa hadits yang menerangkan bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam menganjurkan bila melakukan pengobatan dengan bekam hendaknya dilakukan pada waktu-waktu tertentu. Namun, sanadnya ada yang shahih, juga ada yang dha'if ataupun maudhu'.

1. Diriwayatkan at-Tirmidzi dalam Jaami'ut Tirmidzii (16), dari hadits yang diriwayatkan Ibnu 'Abbas ra-dhiyallaahu 'anhuma, Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

"Sebaik-baik kalian melakukan bekam adalah pada hari ke-17, 19, atau 21."

2. Dan dari Anas ra-dhiyallaahu 'anhu:

"Bahwasanya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melakukan bekam di akhda'ain dan di kahilnya pada hari ke-17, 19, dan 21." (17)

3. Dalam Sunan Ibni Maajah (18), dari Anas ra-dhiyallaahu 'anhu secara marfu':

"Barangsiapa hendak melakukan bekam, hendaknya dilakukan pada hari ke-17, 19, atau 21. Dan janganlah mengalirkan darah berlebihan sehingga akan menyebabkan kematian."

4. Dalam Sunan Abii Daawud (19), dari Abu Hurairah ra-dhiyallaahu 'anhu secara marfu', Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

"Barangsiapa melakukan bekam pada hari ke 17, 19, atau 21, maka akan menyembuhkan berbagai penyakit."

5. Khallal berkata: Ismah bin Asham memberitahuku bahwasanya Abu Ahmad bin Hanbal melakukan bekam saat darah tidak normal, dan di waktu kapan saja.

6. Dalam kitab Qaanuun fith Thibb, bahwa waktu untuk melakukan bekam itu jam dua atau tiga siang, dan dilakukan setelah mandi.

7. Atsar Shahabat, "Sesungguhnya melakukan bekam pada keadaan biasa itu dapat menyembuhkan. Tetapi saat kenyang akan menimbulkan penyakit, serta bila dilakukan pada hari ke-17 setiap bulan dapat menyembuhkan."

Bersambung...

===

(16) Dalam kitab ath-Thibb 2060, namun sanadnya dha'if.

(17) Diriwayatkan oleh Ahmad 4/12192, Abu Dawud 3860, at-Tirmidzi 2058, Ibnu Majah 3483, dan yang lainnya dari kalangan ahli hadits. Sanadnya hasan.

(18) Dalam kitab ath-Thibb 3486 bab 22 Fi Ayyil Ayyaami Yahtajimu. Di dalam sanadnya ada Nahhas bin Qahm, ia adalah perawi dha'if. Bushari mengisyaratkan dalam kitab az-Zawaaid.

(19) Dalam kitab ath-Thibb 3861, bab 5 Mataa Tustahabbul Hijaamah. Sanad hadits ini hasan.

===

Maraji'/ sumber:
Buku: Sembuh dengan Satu Titik, Penulis: dr. Wadda' A. Umar, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan XIV, Nopember 2012 M/ Muharram 1434 H.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti? Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Shahih Tafsir Ibnu Katsir: Surat al-Baqarah (21-22)

Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Surat al-Baqarah (21-22)

Keesaan dan Kekuasaan Allah 'Azza wa Jalla, -pent.

Al-Baqarah, Ayat 21-22

Hai manusia, ibadahilah Rabbmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu agar kamu bertakwa. (QS. 2: 21) Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rizki untukmu, karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (QS. 2: 22)

Tauhid Uluhiyyah (Keesaan Allah Dalam Hal Ibadah)

Berikutnya Allah Tabaaraka wa Ta'aala menjelaskan keesaan Uluhiyyah-Nya, bahwa Dialah yang menganugerahkan nikmat kepada hamba-hamba-Nya dengan menciptakan mereka dari tidak ada menjadi ada, serta menyempurnakan bagi mereka nikmat lahir maupun batin, Dia menjadikan bagi mereka bumi yang terhampar seperti tikar sehingga dapat ditempati dan dihuni, yang dikokohkan dengan gunung-gunung yang tinggi menjulang, "Dan langit serta pembangunannya," (QS. Asy-Syams: 5) yaitu dijadikan-Nya langit sebagai atap. Sebagaimana Dia berfirman di ayat lain: "Dan Kami jadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya." (QS. Al-Anbiyaa': 32)

"Dan Dia telah menurunkan air hujan dari langit bagi mereka." Yang dimaksud dengan langit di sini adalah awan yang turun ketika mereka membutuhkan. Lalu Dia mengeluarkan untuk mereka buah-buahan dan tanaman seperti yang mereka saksikan sebagai rizki bagi mereka dan juga ternak mereka. Sebagaimana disebutkan pada banyak tempat di dalam al-Qur-an.

Di antara ayat yang serupa dengan ini adalah firman Allah Sub-haanahu wa Ta'aala:

"Allah-lah yang menjadikan bumi bagimu tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentukmu lalu membaguskan rupamu serta memberi rizki dengan sebagian yang baik-baik. Yang demikian adalah Allah Rabbmu, Mahaagung Allah, Rabb semesta alam." (QS. Al-Mu'-min: 64)

Ayat ini menjelaskan bahwa Dialah Pencipta, Pemberi rizki, Raja alam semesta berikut penghuninya dan yang memberi rizki kepada mereka. Dengan demikian, hanya Dialah yang berhak diibadahi, tidak ada sekutu bagi-Nya. Oleh karena itu, Allah berfirman: "Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 22)

Dalam kitab Shahiih al-Bukhari dan Shahiih Muslim disebutkan sebuah hadits dari Ibnu Mas'ud ra-dhiyallaahu 'anhu, ia menceritakan:

"Aku pernah bertanya: 'Wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling besar di sisi Allah?' Beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: 'Engkau menjadikan tandingan bagi Allah, padahal Dia yang telah menciptakanmu.'" (95) (Dan hadits selanjutnya).

Demikian juga hadits Mu'adz ra-dhiyallaahu 'anhu:

"Tahukah engkau apa hak Allah atas hamba-hamba-Nya? Yaitu mereka beribadah hanya kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun." (96) (Dan hadits selanjutnya).

Dalam hadits lain, Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

"Janganlah salah seorang dari kalian mengatakan: 'Atas kehendak Allah dan kehendak fulan.' Akan tetapi hendaklah ia mengatakan: 'Atas kehendak Allah, kemudian kehendak fulan.'" (97)

Bersambung...

===

(95) Fat-hul Baari 8/350 dan Muslim 1/90. Al-Bukhari no. 4477, Muslim no. 86.

(96) Fat-hul Baari 13/359 dan Muslim 1/59. Al-Bukhari no. 2856, Muslim no. 30.

(97) Ahmad 5/384, 394, 398. Shahih: Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani rahimahullaah dalam kitabnya Silsilah ash-Shahiihah no. 137.

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti?
Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Misteri Kematian: Tanda-tanda Husnul Khatimah (2)

Misteri Kematian

Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat

Kematian dan Sakaratul Maut

Tanda-tanda Husnul Khatimah (2)

10. Mati di masa nifas karena faktor anak.

Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

"Dan wanita yang mati karena anaknya yang terlahir sempurna adalah wanita syahid, anaknya menyeretnya ke Surga dengan tali pusarnya."

11-12. Mati terbakar dan dzatul junub. (85)

Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

"Orang yang mati karena dzatul junub syahid, orang yang mati karena sakit perut syahid dan orang yang maati terbakar syahid."

13. Mati karena mempertahankan harta yang hendak dirampas.

Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

"Barangsiapa terbunuh karena membela hartanya, ia syahid."

14-15. Mati karena membela agama dan membela diri.

Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

"Barangsiapa mati karena membela agamanya, ia syahid, barangsiapa mati karena membela nyawanya, ia syahid."

16. Mati karena menjaga perbatasan di jalan Allah.

Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

"Menjaga perbatasan sehari semalam lebih baik dari puasa dan qiyamullail sebulan, bila ia meninggal, amalan seperti yang biasa ia lakukan tetap berlaku baginya, ia diberi rizki dan dihindarkan dari penanya (kubur)."

17. Mati saat melakukan amal shalih.

Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

"Barangsiapa mengucapkan "Laa ilaaha illallaah" demi mengharap wajah Allah dan usianya ditutup dengan kalimat itu, maka ia masuk Surga, barangsiapa puasa satu hari demi mengharap wajah Allah dan usianya ditutup dengan amalan itu, maka ia masuk Surga dan barangsiapa mengeluarkan sedekah demi mengharap wajah Allah dan usianya ditutup dengan amalan itu, maka ia masuk Surga." (86)

Semoga Allah berkenan menutup usia kita dengan Husnul Khatimah, mewafatkan kita dalam keadaan muslim, menyertakan kita bersama orang-orang yang bertakwa di tempat yang aman, di dalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi, di sisi Rabb yang (Maha) berkuasa.

Bersambung...

===

(85) Semacam bisul besar yang terdapat di lambung dan pecah ke dalam, bukan keluar, penderita penyakit semacam ini jarang selamat. (Shahih Ibnu Hibban)

(86) Ahkamul Jana'iz, al-Albani, hadits nomor 34, 43, dengan perubahan dan diringkas, semua hadits-haditsnya diakui syaikh al-Albani.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis: Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, Ta'liq: Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin, judul terjemahan: Seri ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah: Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing, CV Darul Ilmi, Bogor - Indonesia, Cetakan II, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti? Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Menguak Misteri Khidir Dalam Pandangan Sunnah: Pendapat Ibnu Qayyim al-Jauziyyah tentang Kehidupan Khidir (3)

Menguak Misteri Khidir Dalam Pandangan Sunnah

Lampiran

Pendapat Ibnu Qayyim al-Jauziyyah tentang Kehidupan Khidir 'alaihis salaam (3)

Keenam, yang menjadi pegangan orang-orang yang menganggap Khidir masih hidup adalah hikayat-hikayat nukilan dari kabar beberapa orang yang telah melihatnya. Sungguh mengherankan! Memangnya Khidir mempunyai ciri-ciri yang dapat diketahui dengan mudah oleh orang yang melihatnya? Di antara mereka banyak yang menceritakan ulang perkataan Khidir, dengan menyebut kata-kata, "Aku adalah Khidir." Sedangkan telah diketahui tidak seorangpun boleh membenarkan perkataan tanpa bukti-bukti yang kuat dari Allah. Maka siapakah yang tahu bahwa orang yang mengabarkan itu benar dan tidak berbohong?

Ketujuh, Khidir berpisah dengan Nabi Musa 'alaihis salaam bin Imran -padahal Musa adalah teman bicara Yang Maha Rahman- dan dia tidak terus menemaninya. Hal ini jelas dengan perkataannya yang direkam al-Qur-an: "Ini adalah perpisahan antara aku dan kau." Maka bagaimana mungkin dia rela meninggalkan Nabi seagung itu dan tidak membaiatnya. Atau mungkin ada orang bodoh yang berkata: Musa memang tidak diutus untuk Khidir (sehingga Khidir tidak wajib mengikutinya). Kalau begitu, lalu siapakah orang yang tidak menghadiri shalat Jum'at, tidak berjama'ah, tidak mengikuti majelis ilmu dan sedikit pun tidak mengetahui syari'at?

Setiap mereka juga suka berkata: Khidir berkata kepadaku, aku didatangi oleh Khidir, dan Khidir memberi nasihat kepadaku.

Sungguh ajaib, Khidir mau berpisah dengan "teman bicara Allah" (kalamullah/Musa), sementara dia berkeliaran di kalangan orang-orang bodoh ini, orang yang tidak tahu cara berwudhu dan tidak tahu cara shalat.

Kedelapan, ummat bersepakat untuk tidak melirik orang yang mengatakan: Aku Khidir. Bahkan sekalipun ucapannya dinisbatkan kepada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, misalnya dengan mengatakan bahwa aku mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam berkata begini dan begini, maka ucapan ini tak akan dianggap ummat sebagai dalil. Kecuali kalau mereka berkata: Khidir tidak menemui Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dan tidak membaiatnya, maka ucapan ini bisa disetujui ummat.

Atau orang bodoh ini berkata: Sesungguhnya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memang tidak diutus kepada Khidir (sehingga Khidir tidak wajib mengikutinya). Perkataan ini mengandung kekufuran kepada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam.

Kesembilan, kalau saja dia masih hidup, dia akan ikut berjihad melawan kaum kafir, dan mengikat dirinya di jalan Allah, dan posisinya berada di shaf terdepan, dan hadir di shalat Jum'at, ikut shalat jama'ah, dan mengajarkan ilmu lebih baik baginya, daripadaa mengembara di antara orang-orang yang tidak jelas, dan hanya akan mendatangkan celaan dan hinaan kepadanya. (*)

===

(*) Lampiran ini dinukil dari al-Manar karya Ibnu al-Qayyim hal. 28-29. Lihat juga kitab al-Bidayah wa an-Nihayah 1/334-336.

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: Menguak Misteri Khidir Dalam Pandangan Sunnah, Penulis: Ibnu Hajar al-Asqalani, Penerjemah: H.M. Nasri, Lc, Penerbit: IIMaN dan Hikmah, Jakarta - Indonesia, Cetakan I, Januari 2003 M/ Dzulqa'adah 1423 H.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti? Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Orang Muslim dan Harta | Anda dan Harta

Anda dan Harta

Anda dan Harta di Dunia

Orang Muslim dan Harta

Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

"Sesungguhnya bagi setiap ummat ada cobaannya. Cobaan bagi ummatku adalah harta." (1)

"Sesungguhnya harta indah dan manis. Sebaik-baik teman seorang muslim bagi orang yang mengambilnya dengan cara yang benar, kemudian dibelanjakan di jalan Allah, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang jalanan. Barangsiapa yang mengambilnya dengan cara yang tidak benar, maka dia seperti orang yang makan dan tidak kenyang. Harta akan menjadi saksi baginya di hari Kiamat." (2)

Harta dipuji dan dicela. Dia bisa menjadi sebaik-baik teman bagi seorang muslim dengan syarat mendapatkannya dengan cara yang benar dan halal, dan membelanjakannya di jalan Allah, dengan perbuatan-perbuatan baik dan ibadah, seperti haji, umrah dan jihad.

Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

"Sebaik-baik harta adalah harta yang berada di tangan seorang yang shalih." (3)

Karena orang yang shalih, mendermakan hartanya tidak sama dengan orang yang tidak mendermakan hartanya.

Allah berfirman,

"Allah membuat perumpamaan seorang hamba yang dikuasai, yang tidak mampu berbuat sedikit pun dan orang yang Kami beri rezeki yang baik, kemudian dia mendermakan sebagian rezeki itu secara diam-diam dan terang-terangan. Apakah sama?" (QS. An-Nahl: 75)

Yang demikian itu karena dia taat kepada Allah dengan mendermakan hartanya, sebagaimana firman Allah,

"Dermakanlah dari apa yang Kami rezekikan pada kalian sebelum kematian datang kepada salah satu dari kalian." (QS. Al-Munafiqun: 10)

Firman Allah juga,

"Wahai orang-orang yang beriman, dermakanlah apa yang telah Kami rezekikan pada kalian sebelum datang hari yang tidak ada jual beli, persahabatan dan syafaat di dalamnya." (QS. Al-Baqarah: 254)

Baca selanjutnya:

Kembali ke Daftar Isi buku ini.

Kembali ke Daftar Buku Perpustakaan ini.

===

(1) Shahih Sunan at-Tirmidzi 1905.

(2) HR. Al-Bukhari, kitab al-Jihad, bab Fadhlu an-Nafaqah fi Sabilillah.

(3) Musnad Ahmad 17692, Hamzah Ahmad az-Zain berkata, Isnadnya shahih.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Anta wal maala, Penulis: Syaikh Adnan ath-Tharsyah, Penerbit: Maktabah Wahbah - Kairo, Judul terjemah: Anda dan harta, Penerjemah: Taufik Damas Lc, Penerbit: Pustaka al-Kautsar, Jakarta - Indonesia, Cetakan I, Juli 2004 M.

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Menguak Misteri Khidir Dalam Pandangan Sunnah: Pendapat Ibnu Qayyim al-Jauziyyah tentang Kehidupan Khidir (2)

Menguak Misteri Khidir Dalam Pandangan Sunnah

Lampiran

Pendapat Ibnu Qayyim al-Jauziyyah tentang Kehidupan Khidir 'alaihis salaam (2)

Adapun dalil menurut akal, ada sepuluh segi:

Pertama, di antaara alasan yang menyebutkan Khidir berumur amat panjang adalah bahwa dia tercipta (anak) dari tulang punggung Adam 'alaihis salaam. Tentu saja ini alasan yang tidak masuk akal, karena dua hal:

a. Umurnya saat ini sekitar 6.000 (enam ribu) tahun (*), sebagaimana yang disebutkan dalam kitab Johanna (ahli sejarah). Hal ini jauh sekali dari kenyataan, dan tidak mungkin terjadi pada manusia.

b. Kalau saja dia terlahir dari tulang punggung Adam, atau turunan keempat dari anak-anaknya, sebagaimana yang mereka sangka, dan dia waktu itu menjadi menteri Dzulqarnain, maka sosok tubuhnya bukanlah seperti sosok tubuh kita sekarang ini, akan tetapi mempunyai perbedaan dalam tinggi dan lebarnya. Dalam kumpulan hadits shahih al-Bukhari - Muslim disebutkan hadits dari Abu Hurairah ra-dhiyallaahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Allah menciptakan Adam dengan panjang 60 dzira', dan kemudian bentuk tubuh manusia menyusut setelah itu." Sedangkan cerita yang disampaikan oleh orang yang pernah melihat Khidir tidak satu pun melihatnya dengan sosok yang mengagumkan, dan tentunya dia manusia yang paling tua.

Kedua (**), sesungguhnya kalau saja Khidir telah ada sebelum Nabi Nuh 'alaihis salaam, dia pasti juga ikut naik kapal bersamanya, dan tidak seorang pun yang menceritakan kejadian ini.

Ketiga, sungguh para 'ulama telah sepakat bahwa ketika Nuh 'alaihis salaam turun dari kapalnya, seluruh penumpang yang bersamanya banyak yang meninggal, bahkan keturunan mereka pun akhirnya meninggal, dan tidak ada yang tersisa kecuali hanya keturunan Nuh. Dalil atas kejadian ini adalah firman Allah: "Dan Kami jadikan keturunan Nuh yang masih tersisa," dan inilah yang menggugurkan pendapat orang yang berpendapat bahwa Khidir hidup sebelum Nuh.

Keempat, kalaupun benar ada di antara anak-anak Adam yang masih hidup dari sejak dilahirkan hingga akhir zaman, dan kelahirannya sebelum Nuh, sungguh ini adalah suatu kejadian besar dan hal yang paling menakjubkan. Tentunya cerita ini akan diabadikan dalam al-Qur-an, tanpa harus dibuat-buat, karena ini adalah kejadian besar di antara ayat-ayat Rabb. Bukankah Allah juga telah menyebutkan orang yang hidupnya 5950 tahun dan menjadikannya sebagai ayat? Bagaimana mungkin Dia tidak menceritakan orang yang dihidupkan hingga akhir masa?

Karena itulah, sebagian ahli ilmu berkata: Tidak ada yang menebarkan cerita semacam ini di antara manusia kecuali setan.

Kelima, perkataan tentang hidupnya Khidir termasuk suatu perkataan yang ditujukan kepada Allah tanpa 'ilmu (hanya berdasarkan prasangka), padahal itu diharamkan sesuai dengan nash al-Qur-an.

Bersambung...

===

(*) Umur ketika pada masa Ibnu al-Jauzi. Adapun sekarang sudah mencapai 7.000 tahun.

(**) Ibnu al-Qayyim tidak menyebutkan yang kedua. Mungkin beliau memaksudkan poin b dari yang pertama tadi sebagai yang kedua.

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: Menguak Misteri Khidir Dalam Pandangan Sunnah, Penulis: Ibnu Hajar al-Asqalani, Penerjemah: H.M. Nasri, Lc, Penerbit: IIMaN dan Hikmah, Jakarta - Indonesia, Cetakan I, Januari 2003 M/ Dzulqa'adah 1423 H.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti? Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah: Catatan ketiga puluh dua atas buku Dialog dengan jin Muslim

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah

Bab ketiga

Catatan atas buku Dialog dengan jin Muslim

Catatan ketiga puluh dua:

Masih dalam perkataan jin muslim (sahabat Muhammad Isa Dawud) pada halaman 181:

Tiba di situ engkau bisa mengusirnya dengan mengambil segelas air. Letakkan bibirmu di gelas, lalu bacalah ayat Kursi, sepuluh ayat pertama surat ash-Shaffat, al-Falaq, dan an-Nas, lalu minumkan air itu kepada si sakit. Saat itu, maka jin tersebut akan mati dalam tubuh si sakit. Segera ulangi mengambil air dan membacakan ayat-ayat tersebut beberapa kali, lalu minumkan kepadanya satu gelaskan air yang dicampur dengan garam, agar jin yang mengeram dalam perutnya dapat dimuntahkan. Kalau si sakit tidak dapat muntah, tetapi ini jarang terjadi, maka jin tersebut akan keluar saat si sakit buang hajat di kamar mandi.

Saya (ustadz 'Abdul Hakim) berkata: Yang ingin saya beri ta'liq adalah perkataannya, "...bacalah ayat Kursi, sepuluh ayat pertama surat ash-Shaffat, al-Falaq, dan an-Nas." Tertib yang disusunnya ini tidak ada Sunnahnya dari Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam. Banyak sekali amalan-amalan yang diajarkan jin muslim ini yang tidak ada Sunnahnya dari Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam.

Bersambung...

===

Maraji'/ Sumber:
Buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku Dialog dengan jin Muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullaah, Penyusun: Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa rahimahullaah, Penerbit: Darul Qolam, Jakarta - Indonesia, Cetakan kedua, Tahun 1425 H/ 2004 M.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti? Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Menguak Misteri Khidir Dalam Pandangan Sunnah: Pendapat Ibnu Qayyim al-Jauziyyah tentang Kehidupan Khidir

Menguak Misteri Khidir Dalam Pandangan Sunnah

Lampiran

Pendapat Ibnu Qayyim al-Jauziyyah tentang Kehidupan Khidir 'alaihis salaam

Karena pentingnya tema ini, Imam Ibnu al-Jauzi menulis risalahnya yang apik, 'Ajalah al-Muntadhar fi Syarhi Halat al-Khidir, yang mendukung orang-orang yang mengatakan bahwa Khidir telah wafat.

Abu al-Faraj Ibnu al-Jauzi rahimahullaah berkata:

Dalil bahwa Khidir tidak kekal di dunia ini ada empat macam: Al-Qur-an, As-Sunnah, Ijma' para 'ulama yang telah menelitinya, dan akal.

Adapun dalil dari al-Quran adalah firman-Nya: "Dan Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad)."
Kalau memang Khidir masih hidup, berarti dia itu kekal.

Di antara dalil dari as-Sunnah adalah: "Tidakkah kalian perhatikan malam ini (ibarat siang akan bertemu malam), maka di atas setiap seratus tahun tidak ada seorang pun yang kekal hidup di atas bumi ini." (Hadits muttafaq 'alaih). Dalam Shahih Muslim jug diriwayatkan dari Jabir bin 'Abdillah ra-dhiyallaahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak ada satu jiwa pun yang bernafas diberi umur lebih dari seratus tahun." Kemudian disebutkan dari al-Bukhari, dan 'Ali Ibnu Musa ar-Ridha menyebutkan bahwa Khidir telah tiada.

Di antara orang yang mengatakan Khidir telah tiada adalah Ibrahim bin Ishaq al-Harabi, Abu Husain bin al-Munadi -keduanya adalah imam besar- sedangkan Ibnu al-Munadi tidak suka ada orang yang mengatakan masih hidup.

Qadhi Abu Yu'la menceritakan tentang kematian Khidir dari sebagian shahabat Ahmad dan sebagian para ahli 'ilmu. Dia beralasan bahwa kalau saja dia masih hidup, dia pasti akan memenuhi risalah Islam dan datang kepada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam. Di antara yang paling tidak bisa dipahami adalah orang yang menetapkan keberadaan Khidir, sementara dia sendiri lupa bagaimana cara menjelaskan kemunculannya sesuai dengan syari'at.

Bersambung...

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: Menguak Misteri Khidir Dalam Pandangan Sunnah, Penulis: Ibnu Hajar al-Asqalani, Penerjemah: H.M. Nasri, Lc, Penerbit: IIMaN dan Hikmah, Jakarta - Indonesia, Cetakan I, Januari 2003 M/ Dzulqa'adah 1423 H.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti? Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Sembuh dengan Satu Titik: Hadits-hadits yang Berkaitan dengan Tempat-tempat yang Baik untuk Dibekam

Sembuh dengan Satu Titik

Bagian Pertama

Sekilas Tentang Bekam

Hadits-hadits yang Berkaitan dengan Tempat-tempat yang Baik untuk Dibekam

Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memilihkan tempat-tempat (titik-titik) yang sangat baik untuk dibekam. Dalam beberapa riwayat disebutkan:

1. Dari Anas ra-dhiyallaahu 'anhu, ia berkata: "Sesungguhnya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dibekam pada akhda'ain (10) dan kahil (bahu)." (11)

2. Dalam Shahihain, disebutkan bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah dibekam tiga kali: sekali pada kahilnya, dan dua kali pada akhda'ainnya. (12)

3. Dalam Shahiihul Bukhaarii, Anas ra-dhiyallaahu 'anhu meriwayatkan bahwasanya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah dibekam di kepalanya karena pusing saat ihram. (13)

4. Dalam Shahiih Ibnu Hibbaan, Abu Hurairah ra-dhiyallaahu 'anhu meriwayatkan bahwasanya Abu Hindi pernah membekam Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pada yafukh. (14)

5. Dalam Sunan Abii Daawud, dari Jabir ra-dhiyallaahu 'anhu, bahwasanya Nabi Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah dibekam dalam Wirknya. (15)

6. Muamar berkata: Aku pernah dibekam hingga aku tidak sadar sampai-sampai aku dituntun membaca al-Fatihah seperti saat shalat. Itu karena aku dibekam pada hammah. (Dikisahkan oleh Abu Dawud secara mu'alaq)

7. Dari Ibnu 'Umar ra-dhiyallaahu 'anhuma, Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah dibekam pada kepala bagian depan, yang disebut dengan ummu mughits. (HR. Ath-Thabrani dalam al-Ausath)

8. Abu Na'im dalam Thibbun Nabawii, menyebutkan sebuah hadits marfu' yang diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam al-Kabiir 7306, bahwasanya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

"Hendaklah kalian berbekam di tengah qamahduah, karena dapat menyembuhkan 72 penyakit."

Dalam hadits lain:

"Hendaklah kamu berbekam pada tengah-tengah qamahduah, karena dapat menyembuhkan lima penyakit."

Bersambung...

===

(10) Akhda'ain ialah dua urat di samping kiri dan kanan leher, kadang-kadang posisinya agak tersembunyi.

(11) Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya 4/12192, Abu Dawud dalam ath-Thibb 3860, at-Tirmidzi 2058, Ibnu Majah 3483, Ibnu Hibban 6077, ath-Thayalisi 1994, dan al-Baihaqi 9/340 dengan sanad hasan.

(12) Diriwayatkan oleh Ahmad dan yang lainnya, kecuali al-Bukhari dan Muslim.

(13) Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam kitab ath-Thibb 5699 bab 14 al-Hijaamah 'alar Ra'si, dari hadits Ibnu 'Abbas ra-dhiyallaahu 'anhuma bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah melakukan bekam di kepala.

(14) Yafukh adalah titik temu antara tulang tengkorak bagian depan dan bagian belakangnya.

(15) Lihat kitab ath-Thibb 3863 bab 5. Hadits ini juga diriwayatkan oleh an-Nasa-i dalam al-Manaasik 2848.

===

Maraji'/ sumber:
Buku: Sembuh dengan Satu Titik, Penulis: dr. Wadda' A. Umar, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan XIV, Nopember 2012 M/ Muharram 1434 H.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti? Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Menguak Misteri Khidir Dalam Pandangan Sunnah: Kisah Khidir Bersama Ibrahim bin Adham (2)

Menguak Misteri Khidir Dalam Pandangan Sunnah

Bagian II

Sikap dan Perilaku Khidir 'alaihis salaam

Bab 23

Kisah Khidir 'alaihis salaam Bersama Ibrahim bin Adham (2)

Dalam kitab tafsirnya Abu Hayyan pernah berkata: Banyak orang yang menganjurkan kebaikan suka berbohong bahwa sebagian mereka melihat Khidir. Imam Abu al-Fath al-Qusyairi menceritakan salah seorang syaikhnya yang bercerita tentang dirinya yang pernah melihat Khidir dan berbicara kepadanya. Namun, jika ditanyakan kepadanya, siapa yang memberitahunya bahwa dia adalah Khidir, atau bagaimana caranya dia tahu bahwa itu Khidir, dia hanya terdiam saja.

Lanjut Abu Hayyan: Sebagian mereka juga menyangka bahwa Khidiriyyah (ilmu kekhidiran) merupakan suatu tingkatan ilmu yang dikuasai oleh sebagian orang-orang shalih dengan berguru kepada Khidir. Karena itu ada pula yang mengatakan bahwa di setiap zaman ada Khidir.

Menurut hematku, sesuai dengan dalil yang ada, Khidir yang masyhur itu sebenarnya telah wafat.

Abu Hayyan berkata: Sebagian para syaikh kita juga terlibat dalam perbincangan ini. Di antara mereka adalah 'Abdul Wahid al-'Abbasi al-Hambali. Dia menyakini para shahabatnya pernah berjumpa dengan Khidir. Aku berkata, al-Hafizh Abu al-Fadhl al-Iraqi, salah seorang guru kami, menyebutkan kepadaku bahwa syaikh 'Abdullah bin As'ad al-Yafi'i meyakini Khidir masih hidup. Lalu aku memperingatkan dirinya dengan apa yang telah dinukil dari al-Bukhari, al-Harabi dan selain keduanya tentang sangkalan kabar tersebut. Lalu dia marah dan berkata: "Siapa yang berkata bahwa Khidir itu mati, aku marah kepadanya." Lalu kami katakan kepadanya bahwa kami telah merujuk tentang kematiannya. Kami telah menyimpulkan bahwa orang-orang yang mengatakan pernah bertemu dengan Khidir itu hanyalah membual saja. Di antara mereka al-Qadhi Ilmu ad-Din al-Bashati yang menjadi wali hakim al-Malikiyah pada zaman adh-Dhahir Barquq. Padahal telah jelas banyak beberapa ahli ilmu mengingkari kehidupan Khidir.

Pendapat ini telah dibuktikan oleh dalil-dalil yang sangat kuat, dan sangat berbeda dengan apa yang diyakini oleh kaum awam tentang kehidupannya yang abadi. Tetapi, mungkin pula muncul keraguan tentang kematian Khidir karena banyaknya penukil yang menunjukkan kehidupan Khidir. Misalnya ada orang yang berkata: Anggaplah sanad-sanad (riwayat) yang mengabarkan kehidupannya itu lemah, karena memang setiap riwayat mengandung kelemahannya, tetapi apa kiranya jika berbagai sanad riwayat itu dikumpulkan menjadi satu? Sekalipun riwayat-riwayat itu lemah, tapi jika dikumpulkan menjadi satu, maka semuanya bisa mencapai tingkat mutawatir secara maknawi. (Mutawatir adalah istilah ilmu hadits untuk menunjukkan kualitas hadits yang paling kuat, sebuah hadits disebut mutawatir jika diriwayatkan oleh tidak kurang dari sepuluh perawi pada setiap generasi perawi secara sambung menyambung. Jelas bahwa hadits-hadits tentang Khidir tidak termasuk mutawatir, karena sekalipun riwayatnya banyak, tapi setiap riwayatnya lemah dan banyak cacat. Karena itu, mereka yang mendukung pendapat bahwa Khidir masih hidup, ingin menekankan banyaknya riwayat itu dengan menyebutnya sebagai "mutawatir maknawi", -peny).

Jika mereka berargumen seperti itu, maka mereka pun tak kepalang tanggung harus mentakwil-takwilkan berbagai dalil yang sudah jelas menunjukkan kematian Khidir. Berbagai dalil itu antara lain: "Dan Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad)" (4), juga hadits: "Di atas hitungan setiap seratus tahun... dan seterusnya sebagaimana telah kami jelaskan sebelumnya.

Sementara itu, dalil paling kuat yang menunjukkan kematian Khidir adalah ketidak-datangannya kepada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, dan dikecualikannya Khidir untuk diberi umur yang sangat panjang, yang sangat berbeda dengan manusia pada umumnya, tanpa ada dalil yang menunjukkan pengecualian tersebut.

Yang sudah pasti adalah kedudukannya sebagai Nabi. Seandainya dia Malaikat, tentu dia tidak akan pernah bisa menjadi makhluk berdaging di muka bumi ini, sebagaimana telah dijelaskan di awal buku ini.

Demikianlah buku ini selesai ditulis oleh Ibnu Hajar al-Asqalani pada hari Jum'at, 20 Syawwal tahun 867 H.

Bersambung...

===

(4) Surat al-Anbiya': 34.

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: Menguak Misteri Khidir Dalam Pandangan Sunnah, Penulis: Ibnu Hajar al-Asqalani, Penerjemah: H.M. Nasri, Lc, Penerbit: IIMaN dan Hikmah, Jakarta - Indonesia, Cetakan I, Januari 2003 M/ Dzulqa'adah 1423 H.

===

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Baja Ringan, Genteng Metal & Plafon Gypsum
Telp/ SMS/ WA: 085778018878, BB: 269C8299
http://www.bajaringantangerang.com

===

Bisakah anda menjadi agen properti? Bisakah anda meraih keuntungan dengan memposisikan diri di antara pemilik dan pembeli? Jawab: BISA
1) tanpa punya pengalaman apapun di bidang properti
2) tanpa modal
3) tetap di pekerjaan atau bisnis anda sekarang
4) tetap tinggal di kota anda

Untuk info dan daftar GRATIS, klik: http://tinyurl.com/ppamr9b

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Daftar Isi Ringkasan Bidayah wa Nihayah