Kiai Meruqyah jin Berakting: Dialog dengan jin Muslim

Kiai Meruqyah jin Berakting

Jin pun Berakting

Dialog dengan jin Muslim

Baik sangka kepada sesama muslim hukumnya wajib. Aturan Islam tidak hanya diterapkan kepada manusia tetapi diterapkan juga kepada golongan jin. Keislaman manusia dapat kita lihat tanda-tandanya yang lahir dalam kehidupan sehari-hari walaupun hakikatnya tidak ada yang mengetahuinya selain Allah. Lain halnya dengan keislaman jin, karena baik secara lahir atau secara hakiki tidak dapat kita ketahui. Sebab jin adalah makhluk ghaib. Karena itu sangat sulit dipercaya bila ada jin berkata tentang keislamannya. Apakah dia termasuk muslim atau bukan. Namun demikian banyak dari golongan manusia yang terjebak, sehingga ada seorang hamba Allah (20) yang sering mendapat pertanyaan tentang masalah jin dan hubungannya dengan manusia. Berikut ini sebagian dari dialog tentang jin:

Penanya: Sebagian orang ada yang mendapat kelebihan berupa kemampuan melihat jin, bagaimana menurut ustadz?

Penulis: Sebelum membahas mungkin dan tidaknya manusia melihat jin, perlu kita ketahui apa itu jin menurut bahasa dan istilah. Kata jin secara umum memiliki arti gelap. (21) Karena itu jin tidak dapat dilihat dengan mata kepala, walaupun dia dapat melihat kita.

Penanya: Jadi apa yang sebenarnya yang sering ditemukan orang itu?

Penulis: Boleh jadi orang itu melihat jin, namun yang dia lihat bukan jin dalam bentuk yang sebenarnya. Sebab bentuk jin yang sebenarnya adalah ghaib, tidak mungkin dapat dilihat oleh manusia sebagaimana hal-hal ghaib lainnya. Allah berfirman:

Hai bani Adam, janganlah kamu tergoda oleh setan sebagaimana dia telah menggoda (dengan) mengeluarkan kedua orangtuamu (Adam dan Hawa) dari Jannah dan melepas pakaian mereka agar terlihat auratnya. Sungguh dia dan kabilahnya melihat kamu dimana kamu tidak melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan mereka sebagai teman setia bagi orang-orang yang tidak beriman. (22)

Tentang masalah ghaib yang diterangkan Rasul (shallallaahu 'alaihi wa sallam), hal itu harus diimani karena beliau tidak menerangkannya selain berdasarkan wahyu, bukan berdasar keinginan sendiri atau karena pertanyaan orang lain. Karena itu beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) tidak berwenang untuk mengatur masalah ghaib, apalagi mengubahnya. Termasuk masalah jin, Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam) tidak pernah mengundang atau memanggil jin untuk menjaga sesuatu atau mengerjakan sesuatu untuk kepentingan pribadi atau masyarakat, sebab Allah tidak memerintahkannya. Allah Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman:

(Dia adalah Tuhan) yang Maha Mengetahui terhadap yang ghaib, dia tidak memperhatikan tentang yang ghaib itu kepada siapapun, kecuali kepada yang diridhai-Nya dari Rasul. (23)

Ayat ini menjelaskan bahwa yang mengetahui masalah ghaib hanyalah Allah. Hal ini tidak Dia beritahukan kepada siapapun selain hamba-hamba yang diridhai-Nya dari golongan Rasul. Karena itu meski ada pengakuan dari sebagian orang bahwa dirinya mengetahui masalah ghaib terutama masalah yang berhubungan dengan masa depan atau nasib seseorang, hal itu sama sekali tidak dapat dijadikan pegangan. Bahkan merupakan hal yang patut diwaspadai dan dihindari. Mudah-mudahan Allah berikan padanya petunjuk menuju jalan yang benar.

Penanya: Orang yang mengaku sering bertemu dengan jin dan mengetahui masalah ghaib itu adalah seorang yang rajin ibadah dan dikenal sebagai ulama. Apalagi mereka berkata bahwa jin yang mereka temui adalah jin muslim. Apakah boleh kita menuduh sesat kepada ahli ibadah yang bahkan dikenal sebagai ulama?

Penulis: Allah melarang kita menuduh siapapun dengan sifat-sifat tercela apalagi menuduh buruk kepada ahli ibadah. Dia memerintahkan kita untuk selalu berbuat baik kepada siapapun terutama kepada ahli ibadah. Bila kita pernah menuduh sesat kepada yang suka beribadah, padahal dia beribadah sesuai dengan aturan syari'at, maka kita harus segera bertaubat. Mudah-mudahan Allah mengampuni kita semua. Namun bila kita temukan dia dalam kesesatan, karena itu kita harus berusaha untuk meluruskannya, paling tidak berdo'a agar mereka segera kembali kepada Allah. Adapun pernyataan bahwa mereka suka bertemu dengan jin muslim, mudah-mudahan tepat, namun tepat dan tidaknya tiada seorang pun dapat membuktikannya. Sebab jin adalah makhluk ghaib. Manusia tidak dapat mengetahui akhlak jin dan perilakunya sehari-hari, apalagi mengetahui aqidahnya. Bila jin berbicara tentang Islam dan al-Qur-an yang kerap menakjubkan manusia, maka sesungguhnya sebagaimana manusia yang tidak beragama Islam, ada yang sangat pandaio berbicara tentang Islam, maka demikian pula dari golongan jin banyak yang pandai berbicara tentang Islam, tapi tidak berarti bahwa dia beragama Islam. Karena itu pernyataan jin yang berkaitan dengan masalah Islam tidak dapat dijadikan sebagai landasan keyakinan bahwa dia beragama Islam atau termasuk hamba yang taat beragama. Kita ketahui bersama bahwa Islam tidak hanya pernyataan, akan tetapi pernyataan, keyakinan dan perbuatan. Kalau seseorang telah mendengar penyataan jin bahwa dia adalah muslim, apaka dapat kita buktikan keislamannya? Untuk mengetahui keislaman manusia saja bukan hal yang mudah apalagi mengetahui keislaman jin. Perlu kita sadari bahwa godaan setan juga ditujukan kepada ahli ibadah. Program setan adalah merusak aqidah, pemahaman dan amal sehari-hari.

===

(20) Yang dimaksud dengan hamba Allah adalah penulis.

(21)

(22) Qur-an Surat 7: Ayat 27.

(23) Qur-an Surat 72: Ayat 26-27.

===

Maraji'/ sumber:
Buku: Kiai Meruqyah Jin Berakting, Penulis: K.H. Saiful Islam Mubarak Lc. M.Ag, Editor: Eko Wardhana, Penerbit: PT. Syaamil Cipta Media, Bandung - Indonesia, Cetakan Februari 2004 M.

===

DAFTAR HARGA BAJA RINGAN
Anda membutuhkan daftar harga baja ringan di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Daftar Isi Ringkasan Bidayah wa Nihayah